Disclaimer : One Piece milik Eiichiro Oda

Summary : chapter ini sebagian masih rewrite dari manganya, cuma di modifikasi di beberapa bagian aja. Sebagian lagi karangan Author. Sekali lagi disini Ace masih hidup.

Warning : OOC, AU/AR/AT, 1% canon, 99% karangan author, alur ga beraturan, banyak typo, dll.

KAIDOU

Suatu Tempat di New World, Menuju Pulau Whole Cake

"Ace, apa maksud semua ini?!"

"Mau bagaimana lagi, kita sudah menerima undangan perjamuan teh dari Big Mom. Terlebih lagi, aku dengar Teach hadir disana. Anggap saja seperti penyamaran. Dan... Marco, kau tahu... kurasa tidak buruk juga kau menikah dengan Lola. Kalian terlihat cocok dimataku."

Ya. Saat ini Marco dan Ace juga kru Ace sedang berlayar menuju Pulau Whole Cake untuk menghadiri jamuan teh dari Big Mom. Kecuali Kaidou, Shanks dan Teach sebagai Yonkou baru juga datang. Kabar penolakan lamaran Marco oleh Lola langsung terdengar oleh Big Mom. Sejak Shirohige meninggal, yang dulu berliansi dengan Shirohige berbalik meninggalkan Shirohige dan bergabung pada ketiga Yonkou lainnya. Bahkan setelah satu tahun latihan bareng Luffy dan setelah menjadi Yonkou termuda, Ace masih belum bisa mengalahkan Teach. Dua tahun berlalu, Ace tetap mengejar Teach dan memburunya.

"Baiklah, selesaikan saja urusanmu dengannya. Aku bisa mengurus ini sendiri. Big Mom atau Big Daddy, kita adalah bajak laut Shirohige. Kita akan menunjukkan itu padanya."

XXX

Markas Utama Pasukan Revolusioner, Suatu Tempat di New World

"Dragon-san, apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu pasukan Revolusioner.

"Tenang saja. Sebelum Burguess dan marinir bisa menangkap kita semua. Kita sudah keluar dari sini. Ngomong-ngomong buah itu masih ada kan?" Jawab Dragon.

"Maaf Dragon-san, buah itu sudah habis."

"...!"

XXX

Suatu Tempat Di New World, bajak laut Shanks .

"Shanks, kau mau menghadirinya? Jamuan Teh Big Mom." Tanya Beckmen.

"Hmm tentu saja, mana mungkin aku melewatkan gratisan begitu." Jawab Shanks sambil memasang pose berpikir.

"Ini pasti menarik sekali, siapa yang akan menang. Aku menantikannya"

XXX

Pulau Zou, Tim Zoro, persiapan menuju Pulau Wanokuni .

Jadi Zoro memulai rapat rencana mengalahkan Kaidou.

"Ah, mungkin sebaiknya aku masuk ke dalam tim penjaga Zou saja. Sepertinya penyakit lamaku kambuh lagi," komentar Usopp dengan badan gemetar.

Setelah mendengar situasi dan seberapa kuat Kaidou hingga membuat Kin emon, Kanjuuro, Momonosuke, dan Raizou berpencar mencari bala bantuan termasuk mencari Marco, Usopp mengalami penyakit aku bisa mati kalo melawan musuh sekuat itu.

"Ini tidak akan pergi kemana-mana, lebih baik begini saja Kin emon-ya dan Kanjuuro-ya, kalian melawan Shogun yang mengkhianati kalian, Zoro-ya dan aku akan melawan Kaidou. Sisanya berpencar melawan semua musuh yang ada disana dan aku lupa Nico-ya dan kau (menunjuk Usopp) carilah Phoneglyph itu dan bergabung dengan kami secepatnya." Ujar Law menegaskan rencana strategi Wanokuni.

"Rencana yang bagus." Komentar Zoro.

"Ya, mungkin penyakitku bisa sembuh dengan rencana ini." Komentar Usopp, "Kenapa hanya aku saja yang tidak kau ingat, kita bahkan satu tim saat di Dressrosa. Namaku Usopp, God Usopp hohohoho"

Yang lain hanya swet dropped mendengar komentar terakhir Usopp. Sudah tiga jam sejak Luffy meninggalkan Zou, kali ini tim Wanokuni pun bersiap meninggalkan Zou dengan kapal Law.

XXX

Hutan Penggoda, Luffy, Nami, Carrot, dan Chopper...

"Sanji!" Seru Luffy saat melihat Sanji dari kejauhan.

Sesampainya Tim Luffy di kawasan Big Mom, Pekom mengantarkan Luffy cs pada Chocolatown di Chocoland. Seperti namanya hampir seluruh kota terbuat dari cokelat, Luffy dan Chopper tidak melewatkan kesempatan sekali seumur hidup (?) itu dengan memakan salah satu cafe. Tentu saja tanpa tahu hukum yang berlaku disana, petugas patroli yang lebih mirip penasehat kerajaan itu segera menangkap Luffy dan Chopper dan mengancam akan membawa Luffy dan Chopper ke polisi setempat. "Tunggu dulu, kami punya alasan kenapa kami memakan bangunan itu... karena terlalu enak untuk tidak dimakan." Mendengar alasan Luffy dan Chopper, seorang wanita datang bersama pemilik cafe dan meluruskan permasalahan pada petugas patroli itu. Wanita yang ternyata Pudding itu lalu mengajak Tim Luffy ke cafe miliknya. Setelah mendengar kedatangan Luffy untuk menjemput Sanji, Pudding pun memberikan rute menuju Pulau Wholecake tempat Sanji dibawa sebagai tanda dia bisa dipercaya.

Dan disinilah mereka, megikuti denah yang diberikan Pudding, sampailah mereka di Hutan yang tampaknya normal namun...

"Luffy, tunggu dulu!" Seru Nami yang mengejar Luffy, Chopper, dan Carrot.

Brook dan Pedro berpencar untuk mencari salinan Phoneglyph, sementara Nami, Luffy, Carrot, dan Chopper melanjutkan perjalanan menyelamatkan Sanji. Luffy, Carrot, dan Chopper langsung mengejar Sanji yang menghikang ke dalam hutan.

"Eh? Itu aku!"

XXX

"Aku sudah bilang, aku tidak bisa menikah denganmu. Sudah tak ada gunanya lagi kami disini, maafkan aku."

Untuk kesekian kalinya Marco menolak menikahi Lola, dan untuk kesekian kalinya tak ada yang mau menikahi Lola. Ace dan Marco pun berlabuh kembali mengejar Kurohige, diikuti Sabo dan pasukan revolusioner dibawah komando Sabo.

"Kau gadis yang baik, aku yakin suatu saat ada yang mau menikah denganmu. Terima kasih atas bantuannya," pamit Ace yang diam-diam membuat Lola jatuh cinta pada Ace.

XXX

"Anee-sama, apa kau tahu Luffy saat ini sedang berada di Pulau Wholecake untuk menyelematkan Sanji. Nakamanya yang tukang masak mesum itu." Umum Marigold.

"Iya, kau tahu kan itu wilayah Big Mom, kata nenek Nyon itu salah satu Yonkou." Sambung Sandersonia.

"Big Mom? Apa dia lebih cantik dariku?"

XXX

"Aah... harusnya aku tidak membiarkannya sendiri. Sekarang aku harus mencarinya, kenapa aku harus pergi dengan Zoro sih...!" Keluh Usopp.

Sementara itu di sisi lain Wanokuni, Zoro yang tersesat tanpa sengaja berjalan menuju penjara tempat Kid dipenjara. Franky dan Robin pun bersama Raizou mencari Phoneglyph, Kin'emon dan Kanjuuro beserta sebagian kru Law bergegas mencari Shogun pengkhianat Wanokuni.

"Oiii... Zoro...!"

Di depan penjara...

"Hah? Penjara apa ini?" - Zoro

"Kau... Topi Jerami...?" - Kid

"Oh kau yang di Shanbody itu... apa yang kau lakukan disitu?"

Belum sempat pertanyaan Zoro terjawab, pasukan Kaidou pun menyerang Zoro. Disaat bersamaan Usopp dan Law cs datang membantu.

"Oi... kau, tolong buka kandang ini. Kandang ini terbuat dari Kairoseki."

Zoro pun membelah kandang yang dikira penjara itu dengan hakinya. Law pun menyembuhkan luka-luka pada Kid.

XXX

Sementara Luffy asli dan duplikat Luffy saling adu argumen, Nami menyadari sesuatu yang ganjil sedang terjadi di hutan itu. Nami pun memperingatkan Luffy untuk kembali, mencari jalan keluar dari hutan itu.

"Luffy! Jangan ikuti dia, kita akan keluar dari sini. Ikuti kami."

Namun Luffy asli yang level buta arahnya selevel di bawah Zoro itu berjalan ke arah berlawanan dengan Nami sementara duplikat Luffy mengikuti Nami, Chopper, dan Carrot. Luffy pun melihat ke arah nakamanya namun mereka sudah pergi meninggalkannya bersama duplikatnya.

"Hei... itu bukan ak-"

Tiba-tiba saja tubuh Luffy dililit oleh sesuatu yang menjalar membekap mulutnya hingga dia tak bisa bicara, sesuatu yang tak lain adalah pepohonan hutan itu terus melilit Luffy. Luffy terus memberontak berusaha mengeluarkan diri dari pohon itu. Dia mengerahkan bushoku haki dan jurus gomu gomu no stamp miliknya, ketika mulai mengendur Luffy mengambil kesempatan itu untuk menghajar pepohonan itu habis-habisan.

Sementara itu di pihak Nami, Nami cs terus mengikuti log pose untuk keluar dari hutan namun mereka tetap kembali ke titik awal. Nami semakin curiga dengan keganjilan hutan itu membuatnya menjadi lengah.

"Apa yang terjadi? Kenapa kami balik lagi ke titik ini..." gumam Nami.

"Hohihohi... kau sudah menyadarinya rupanya, sayang."

Tiba-tiba Luffy (duplikat) melingkarkan tubuhnya dengan Nami, Nami melihat Luffy horror tidak biasanya dia begitu. Luffy pun berubah menjadi makhluk menyerupai mak lampir, makhluk penunggu hutan itu pun menjerat leher Nami dengan tangannya.

"Aku akan merubah wajahmu itu menjadi sangat jelek,"

XXX

"Hati-hati, dia sangat kuat. Seluruh kruku sudah kalah dan dimana Mugiwara?" Warning Kid.

"Dia menjemput koki mesum di wilayah Big Mom." Jawab Zoro.

Law, Zoro, dan Kid bertemu kembali dengan SHP lainnya. Mereka mengatur strategi untuk mengalahkan Kaidou. Sebenarnya tak ada perubahan rencana, hanya musuh mereka sekarang bertambah satu. Dengan Kurohige bergabung dengan Kaidou, jelas dari aspek manapun mereka kalah. Karena itu mereka kembali mengatur strategi, biar bagaimanapun mereka tidak ingin mati sebelum impian mereka terwujud.

"Apa kau gila?!" Teriak Kid. "Dia sendiri tidak akan mampu menghadapi Big Mom. Aku saja tidak bisa menghadapi Cracker, itu baru eksekutifnya.-"

"Dia adalah kapten bajak laut Topi Jerami, dia adalah orang yang akan menjadi raja bajak laut. Dia adalah orang yang mengalahkan Doflamingo, dan menentang pemerintah dunia. Apa kau pikir dia akan kalah begitu saja, Alis melingkar itu adalah nakama kami dan dia akan melakukan apa saja untuk membawa nakamanya pulang sekalipun harus mengorbankan nyawa, begitupun denganku, aku akan melakukan apa saja agar Luffy menjadi raja bajak laut dan sebagai first mate-nya aku akan melundungi nakamaku dengan seluruh kekuatanku sekalipun aku harus berakhir disini."

"Luffy-dono dan Zoro-dono bukan orang yang ingkar janji."

"Oke, sekarang kita atur ulang strategi kita."

"Kalian... serahkan Kurohige pada kami!"

"Ace dan Sabo!"

"Marco the Poenix!"

XXX

"Rebecca, ingatlah, kau disini bukan untuk main-main. Ini pertemuan rutin untuk seluruh kerajaan di dunia." Ujar Riku.

Viola, Rebecca, bahkan Kyros dan kepala suku serta putri kerajaan Tontatta juga turut serta Riku dalam pertemuan itu.

"Tenang saja kek, kau sudah mengatakan itu beratus kali. Ayah, apa kau gugup?" Jawab Rebecca melirik kearah Kyros.

"Raja Riku, apa tidak apa kami ikut? Kami tidak..."

"Tenang saja, Kyros-niisama."

XXX

"Sabo, bagaimana dengan Dragon-san dan pasukan revolusioner lain?" Tanya Robin sedikit khawatir.

"Tenang saja, Robin. Sebelum apa yang diberitakan itu, kami sudah pindah dari sana. Sejak awal, Dragon-san tahu kalo kami tidak bisa di satu tempat dengan lama, jadi kami sudah memperkirakan hal seperti ini terjadi. Kami sudah pindah sebelum itu terjadi, tak usah khawatir. Sejauh ini masih aman terkendali. Tapi... kami tak bisa membiarkan Kurohige. Jadi aku dan Ace akan menangkap mereka." Jawab Sabo tenang.

"Sekarang Kurohige bergabung dengan Kaidou, kita tak bisa anggap remeh mereka. Ini pertarungan hidup atau mati, jadi... God, kau melawan sniper dari Kurohige,-"

"Aku yang akan melawan Teach." Potong Ace tegas.

"Aku akan melawan Burguess." Sambung Sabo.

"Roronoa-ya, kau..."

"Aku juga akan melawan Kaidou." Potong Zoro.

"Baiklah, kami mengerti, kami bersama Marco melawan pengkhianat dari negeri kami."

"Terserah kalian saja."

XXX

"Doltan-san, kau disini?" Sapa Vivi begitu melihat Doltan dan dr. Kureha.

"Oh... iya, sepeninggal kalian, kami membangun kembali kerajaan Drum dan aku dijadikan raja. Apa kau sudah mendengar berita mereka?" Jawab dan tanya Doltan.

"Ya, harga mereka semakin naik. Tapi aku yakin mereka baik-baik saja," jawab Vivi tersenyum.

"Yo Riku, kau datang juga. Apa jadinya kita kalo anak itu tidak menyelamatkan kita, krunya God Usopp bahkan menyelamatkanku dari kutukan Toy."

"Iya, siapa yang sangka kalau Lucy adalah Luffy si Topi Jerami. Tapi kita tak bisa membicarakannya mereka disini. Rebecca, Viola, Kyros, apa yang kalian lakukan disana?" Ujar Riku.

"Shirahoshi-sama!"

"Tidak, aku mau pulang saja. Luffy-sama sudah berjanji akan mengajakku lagi,"

"Shirahoshi-sama, kita harus menghadiri pertemuan ini."

Vivi yang mendengarkan percakapan mereka itu pun akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Rebecca dan Shirahoshi. Doltan, Riku, dan lainnya sudah memasuki ruangan rapat.

"Permisi, maafkan aku mendengarkan percakapan kalian tadi... apa kalian kenal dengan Luffy-san? Mereka bajak laut topi jerami."

Rebecca dan Shirahoshi pun melihat Vivi penuh tanya sebelum mereka menjawabnya.

"Iya, Lucy menyelamatkan kami. Rasanya kejadiannya seperti kemaren, ah aku juga bertemu dengan kakaknya Lucy."

"Maksudmu Ace-san, bukankah dia sudah meninggal dua tahun lalu."

"Bukan, aku tidak tahu namanya tapi dia masih hidup, kurasa dia pasukan Revolusioner. Hm... ah.. iya, Sabo. Namanya Sabo."

"Luffy-sama menyelamatkanku dari Vanderdecken. Dia mengajakku ke tempat yang tak pernah kulihat sebelumnya,"

XXX

"Nekomamushi-sama, apa tidak apa kita tidak menyusul mereka ke negeri Wano?"

"Tenang saja, Wanda. Tugas kita sekarang adalah menjaga Zou dan Lord Momonosuke."

XXX

Pulau Wholecake, Dunia Kaca - Chopper dan Carrot.

"Hei... Carrot, karena aku lebih berpengalaman darimu, mulai saat ini kau harus memanggilku Brother Chopper. Aku punya rencana..."

"Oke bropper, apa rencananya?"

"Bropper?!"

Hutan Penggoda, Luffy vs Crackers...

Pertarungan melawan Cracker semakin sengit, pasukan biskuit Cracker yang sama kuatnya dengan yang dilawan Luffy semakin banyak. Tenaga Luffy sudah semakin menipis mengingat dia hanya makan cafe coklat milik Pudding dan jamuan Pudding. Perut yang lapar dan Luffy masih harus bertarung melawan kloningan pasukan Cracker.

"Kau harusnya mengikuti kata wanita itu, kau hanya membuang waktumu saja bertarung denganku disini. Kau tidak akan bisa membawa pulang Sanji karena saat kau selesai bertarung denganku, seluruh krumu sudah jadi mayat." Pancing Cracker.

"Mereka akan baik-baik saja. Kami sudah berlatih selama dua tahun."

Tiba-tiba saja ide itu mucl di kepala Luffy, kalau bangunan coklat di Chocotown saja bisa dimakan, pasti pasukan biskuit ini juga bisa dimakan.

"Gomu gomu no cannibal!"

Luffy pun menggigit kepala salah satu pasukan dan mencoba memakannya, bingo... ternyata mereka seperti biskuit. Luffy pun memakan semua biskuit itu hingga tersisa Cracker.

"Gomu gomu no armament Pistol!"

Cracker masih berdiri namun Luffy terus menyerangnya hingga akhirnya Cracker kalah. Disisi lain, Nami dan Pound mengikuti vivre card namun Brulee kembali menghadang.

Dunia kaca, Chopper dan Carrot...

"Seluruh kaca ini kan terhubung ke dunia luar di pulau Wholecake, aku yakin Nami dan Luffy akan melakukan sesuatu jadi... kau dan aku akan menghancurkan kaca-kaca ini. Kita akan menyerangnya dari dalam, dan Nami juga Luffy akan menyerangnya dari luar, kalau dia kalah kita bisa keluar. Sekarang kita mulai...!"

Hutan Penggoda, Nami vs Brulee...

"Pound-chan!" seru Nami.

Brulee mencoba menggiring Nami ke dunia kaca namun Pound menghadangnya, Nami lalu menyerangnya dengan serangan halilintar miliknya namun Brulee masuk ke dalam kaca. Pound mengingatkan Nami tentang kekuatan Brulee dan mereka pun kembali mengikuti vivre card Big Mom.

XXX

"ROOM!"

"Scrabble!"

Para pasukan Kaido pun bertumbangan, tubuh mereka menjadi kepingan puzzle dan semua hati mereka keluar dari tubuh mereka.

XXX

"Lord Momonosuke, apa Zunisha-sama sudah berbicara denganmu lagi?"

"Iya... tapi aku, belum bisa mengatakan apa-apa. Sampai Luffy kembali dan sampai kita ke Wano Country dengan Zou, sampai saat itu aku tidak bisa mengatakan apa-apa."

XXX

"Kau masih lemah seperti dulu, sekarang rasakan hukumanmu!"

Lagi-lagi Sanji dimasukkan kedalam penjara dengan menggunakan topeng besi seperti saat ia masih kecil dulu.

XXX

Dunia Kaca, Chopper dan Carrot...

Chopper dan Carrot mulai menghancurkan kaca-kaca dari dalam tubuh Brulee, di luar dunia kaca... Brulee mulai merasa tidak enak badan seperti orang jantungan. Badannya mulai lemas, disaat bersamaan Nami dan Pound kembali berhadapan dengan Brulee. Nami melancarkan serangan-serangan andalannya.

"Tornado String Rod Tempo!*"

"Kungfu Point!"

Brulee pun memuntahkan darah dan jatuh tersungkur. Chopper dan Carrot pun keluar dari dunia kaca.

"Nami!"

"Chopper, Carrot!"

Mereka berempat pun kembali mengikuti vivre card milik Big Mom.

XXX

"Santoryuu Tatsumaki!"

"Ada apa?! Kenapa kau melihatku begiu? Apa karena aku wanita?!"

"Dalam ilmu pedang, aku tidak pernah membedakan gender. Kuakui kau lawan yang kuat, tapi aku tidak akan kalah. Aku akan mengalahkanmu, bahkan jika samurai itu okama sekalipun."

XXX

Nami, Chopper, Carrot, dan Pound melanjutkan perjalanan mereka mengikuti vivre card Big Mom, namun tanoa mereka sadari Brulee ternyata masih sadar dan yang mereka kalahkan adalah kloningan Brulee. Chopper dan Carrot lagi-lagi terseret ke dunia kaca. Sementara itu Luffy yang baru saja melawan Crackers, langsung bergegas menyusul nakamanya. Disisi lain pulau Wholecake, persiapan pernikahan antara Sanji dan Pudding sudah siap dan waktu pernikahan Sanji pun dimajukan.

"Pudding-sama, anda sudah siap?"

Pudding hanya tersenyum mengangguk, dia khawatir dengan Sanji dan Luffy dkk namun dia tak bisa berbuat apa-apa. Dia menyukai Sanji tentu saja dan berharap bisa menikahi pria itu tapi mengingat percakapan mereka, Pudding tidak tahu harus senang apa sedih.

Kembali ke tempat Nami dan Pound, Nami sudah kehabisan jurus untuk mengalahkan Brulee dan mengembalikan Chopper dan Carrot dari dunia kaca. Nami pun berpikir sambil waspada, dia mengingat kembali pertarungan mereka. Dia memang bukan petarung seperti Robin atau Usopp dan Chopper, namun setidaknya demi menyelamatkan nakamanya, Nami harus mengerahkan seluruh panca inderanya dan mencari titik kelemahan lawannya itu.

"ZOOM!"

"Mirage Snow Thunder Tempo!"

"Milky Spring Way!"

Seluruh air di sekitar itu pun berubah menjadi awan keras, Nami dan Pound menaiki awan itu dan kembali melanjutkan perjalanannya mengikuti vivre card. Badai salju buatan Nami mulai menyapu seluruh hutan termasuk Hommies dan Luffy serta Crakers, juga milky way buatan Nami.

"Kenapa ada badai salju di tempat ini!" Seru Luffy berlari menghindari badai itu.

Brulee asli pun akhirnya terjebak badai salju dan benar-benar kalah. Chopper dan Carrot pun keluar dari dunia kaca di kediaman Big Mom.

XXX

*namanya lupa haha serangan Nami berupa angin ribut dan ada halilintarnya gitu.

Oke oke aku ngaku, aku memang gak bakat bikin genre action tapi bukan one piece namanya kalo gak ada adventure dan action-nya hehe jujur aja, bikin chapter yang ini memang kurang ide banget. Tapi semoga tetap ada yang masih mau ngikutin fic ini ya xixixi . Sebelum ditimpuk sama reader, author cabut dulu ya

Oh buat semua reader yang sudah review baik yang login maupun ga login atapun guest ataupun anonymous, terima kasih banyak banget ya atas reviewnya dan dukungannya.