Disclaimer : One Piece milik Eiichiro Oda

Summary : chapter ini sebagian masih rewrite dari manganya, cuma di modifikasi di beberapa bagian aja. Sebagian lagi karangan Author. Sekali lagi disini Ace masih hidup.

Warning : OOC, AU/AR/AT, 1% canon, 99% karangan author, alur ga beraturan, banyak typo, dll.

FATHER AND SON

"Jadi kau ingin keluar dari bajak lautku!"

"Bos Jinbei!"

Jinbei sudah tahu tidak akan mudah baginya sejak dia memutuskan keluar dari bajak laut Big Mom, namun pertemuannya dengan pemuda itu setelah dua tahun berlalu membuatnya memikirkan masak-masak ucapannya dulu. Ketika Big Mom akan mengambil jiwanya, salah satu dari anaknya menghentikannya. Sebenarnya dia sudah tahu konsekuensinya namun ini keadaan genting, dua saudara mereka, Brulee dan Cracker, sudah dikalahkan bajak laut Topi Jerami dan pihak Genma 66 juga sudah memasuki kastil Big Mom.

"Jangan menghalangiku!"

Kontan bukan Jinbei yang jiwanya hilang melainkan anaknya itu, tiba-tiba saja Lola datang menemui Big Mom.

"Mama, mama. Mengapa kau berbuat begitu terhadap teman-temanku!? Mereka kan sudah menyelamatkan hidupku saat di Thriller Bark, aku mohon mama tolong bebaskan Sanji. Begitu juga dengan Pudding, kenapa kau tidak membiarkannya mencari kebahagiannya sendiri." Mohon Lola.

"Kau siapa berani-beraninya memerintahku?!"

Big Mom pun tanpa pikir panjang menghisap jiwa Lola sehingga dia terkapar disana. Jinbei yang tidak mengerti persoalan keduanya ketika mendengar nama Sanji langsung memindahkan tubuh Lola ke tempat yang aman. Atas bantuan dua kru Lola, Lola pun dipindahkan ke dekat Hutan Penggoda. Pudding yang sudah tiba di kastil langsung menghampiri kakak yang sangat dihormatinya itu, dia menangis melihat keadaan kakaknya yang tidak berjiwa itu. Pudding hanya bisa pasrah, kalau seperti itu tak ada yang bisa diperbuatnya lagi. Pertama Muscat, kedua Lele*, lalu Lola. Dia berharap jauh didalam hatinya kalau Luffy bisa mengalahkan mamanya dan mengembalikan saudara-saudaranya.

XXX

Hutan Penggoda, Tim Luffy...

"Nami! Kau seharusnya mengingatkanku kalo mau bikin badai salju. Aku setidaknya bisa membuat banyak boneka salju bersama Chopper."

"Lola?!"

Tidak menghiraukan protes Luffy, Nami meninggalkan ketiga nakama hmm ralat maksudnya kedua nakama dan suami sekaligus kaptennya itu. Pound yang mendengar nama Lola kemudian menyusul Nami. Chopper, Carrot, dan Luffy juga mengikuti Nami dari belakang.

"Kau... Namizou?"

"Luffy-san?"

Kru Lola, melihat bajak laut Topi Jerami dan Pound bergantian lalu tiba-tiba saja mereka menangis. Luffy yang awalnya melupakan mereka hanya bersikap biasa sebelum akhirnya ekspresinya berubah.

"Bos Lola... Bos... huaa... dia hanya memohon agar Sanji-san dibebaskan tapi dia... mamanya bos... huaaa... jiwa dimakan olehnya. Tolong bos kami Luffy-san, kami mohon sekali lagi."

"Luffy, aku akan pergi ke Big Mom bersama Pound. Lola adalah temanku, dia sudah menyelamatkanku dulu jadi sekarang gantian aku yang akan menyelamatkannya. Kau, Chopper, dan Carrot pergi saja menyelamatkan Sanji. Kalian antar Luffy ke Sanji-kun."

"Nami!"

Telat. Nami dan Pound sudah pergi mengikuti vivre card Big Mom. Chopper dan Carrot mengikuti Nami karena khawatir dengannya.

"Oi kalian, dimana Big Mom ini? Aku tidak akan meninggalkan mereka sendiri. Kalo aku kesana, aku pasti bertemu Sanji kan? Cracker juga bilang gitu."

"Ikut kami!"

XXX

"Kau lupa apa yang akan terjadi dengan bajak laut tua bangka Zeff jika kau berani kepada kami."

Sanji lagi-lagi harus menahan serangannya, karena hutang budinya pada pensiunan bajak laut pemilik restoran Barattie itu. Niji, Ichiji, dan Yonji lagi-lagi mengeroyok Sanji dan membuatnya babak belur lagi. Padahal sebentar lagi Sanji akan bertemu dengan Pudding. Sanji mulai mengingat pertemuannya dengan Pudding untuk pertama kali, memang kalau dibandingkan oleh Nami, kecantikannya tidak ada apa-apa tapi tetap saja dia cantik dimata Sanji. Dia lalu mengingat bagaimana Niji memperlakukan pelayan wanita itu.

"Hahahaha... kau lebih 'tampan' begini. Temui saja tunanganmu itu dengan wajah seperti itu."

"Sanji...! Ada apa denganmu?"

"Chopper! Hmm... Carrot-chan Garchuu!"

Berkat sense of direction milik Carrot yang ternyata 10/12 dengan Luffy dan Zoro ketika mereka mengikuti Nami dan Pound membuat keduanya tersesat dan berakhir di tempat Sanji. Chopper segera menghampiri Sanji dan mulai membuka tasnya untuk mengobati wajah Sanji.

"Siapa yang melakukan ini padamu Sanji?! Kau mengalami patah tulang di bagian wajah dan rusukmu."

"Ichiji, Niji, mereka adalah teman-teman bajak laut Sanji yang menganggapku Sanji karena kami mirip." Kata Yonji.

DASH

Sebuah tendangan melayang ke arah Chopper yang sedang mengobati Sanji, beruntung Chopper mengecilkan tubuhnya namun karena itu tendangan itu mengenai Carrot yang berjaga disamping Chopper. Carrot pun terpental dan memuntahkan darah segar.

"Carrot!"

"Carrot-chan!"

"Hahaha... itu pelajaran untuk orang biasa yang tidak punya sopan santun."

"Sanji! Nami! Chopper! Carrot! Pudding! Sanji!"

"Luffy dan Nami-san..."

"Brook dan Pedro juga datang untuk menyelamatkanmu. Maafkan kami Sanji karena kami kau jadi seperti ini..."

"Cepat atau lambat, hal ini pasti terjadi jadi kau tak perlu minta maaf."

BAM

"Luffy-san, kau salah tempat. Big Mom bukan disini."

BRAK

"Oi Sanji, apa yang kau lakukan disitu? Ayo kita pulang!"

"Hahaha... dia tidak akan menuruti perintahmu. Dia lebih memilih si tua bangka Zeff dibanding bajak laut seperti kalian. Hahaha..."

"Oi Sanji! Aku tidak tahu dan tidak mau tahu apa yang terjadi denganmu dengan mereka, tapi kalau kau menahan diri karena Pak tua Zeff, aku tidak akan memaafkanmu! Apa kau lupa Pak tua Zeff bajak laut seperti Shanks, kau tidak perlu khawatir dengannya. Sanji! Kami adalah keluargamu!"

Lega. Saat mendengar Luffy, Sanji merasa lega karena ingatan tentang Zeff dari sejak mereka bertemu hingga mereka berpisah berputar di benaknya seperti film bioskop. Lalu bayangan Zoro, rival terberatnya muncul begitu saja. Entah mengapa Sanji mengerti mengapa dia tidak pernah akur dengan si buta arah itu, pasti karena dia mengingatkannya pada kedua kakak laki-laki dan adiknya itu.

"Terima kasih, Kapten!"

Dengan itu Sanji dan Chopper vs Ichiji, Niji, dan Yonji pun dimulai. Luffy pun membawa Carrot keluar dari sana.

XXX

Mengikuti vivre card Big Mom akhirnya membawa Nami sampai ke sarang penyamun eh maksudnya ke kastil Big Mom. Pound kemudian menyobek vivre card itu lalu berlari menyusul Big Mom. Keadaan Lola terbayang-bayang di benak Pound saat itu.

"Charlotte!"

"Apa yang kau lakukan dengan Lola? Kembalikan jiwa anakku sekarang juga?!"

BRAK

Eksekutif Big Mom lainnya tiba-tiba menyerang Pound. Dia salah satu anaknya yang menikah dengan bajak laut. Sementara itu di luar kastil, Nami masih mengikuti vivre card milik Big Mom. Disaat itulah dia bertemu Pudding. Pudding lalu menyembunyikan Nami di kamarnya, Pudding pun menceritakan semuanya yang terjadi setelah terakhir mereka bertemu.

"Terima kasih atas infomu tapi aku tetap akan menemui Big Mom. Lola adalah temanku, dia pernah menyelamatkanku, sekarang giliran aku yang menyelamatkannya. Lagi pula aku didukung oleh pasukan Hommies jadi jangan khawatir."

Diluar kastil pasukan Hommies itu gemetaran seluruh tubuhnya, dilema antara menolong Nami yang menurut mereka lebih menakutkan dari Big Mom atau Big Mom sendiri yang menjadikan mereka begitu.

XXX

Dari informasi Pound dan Pudding, Nami tahu bahwa Big Mom seorang pengendali cuaca. Mungkin levelnya lebih tinggi dari Enel. Nami mengerat pegangan clima tact miliknya. Dengan levelnya yang sekarang tidak mungkin dia mengalahkan Big Mom tapi kalau Usopp saja bisa mengalahkan salah satu eksekutif Doflamingo dan membebaskan semua manusia yang dijadikan mainan hidup, mungkin dia juga melakukan itu pada Big Mom. Kalau dia bisa mengetahui titik kelemahan Big Mom dan menyerangnya, dia mungkin memiliki kesempatan membalas budi Lola. Lagipula Nami tidak bisa memaafkannya, seorang ibu apalagi dia adalah ibu kandung Lola, orang yang melahirkannya tapi dia malah mencelakakan anaknya sendiri, Nami tak bisa memaafkannya.

"Bellemere-san."

XXX

"Jinbei-san!"

"Kau... Koala?"

"Maafkan aku... maaf... maaf... kalau kalian tidak mengantarku, Tiger-san tidak akan... maafkan aku..."

Saat Jinbei hampir kehilangan jiwanya, Koala dan Hack datang menyelamatkan Jinbei. Hack pun melawan eksekutif Big Mom yang lain sementara Koala memindahkan Jinbei ke tempat aman. Pasukan Revolusioner di bawah pimpinan Dragon tengah menyusup ke wilayah Big Mom, mereka mengincar Germa 66 dan beberapa pasukan Revolusioner yang dijadikan Hommies dan ada juga yang diambil jiwanya seperti Jinbei tadi.

"Itu pilihannya sendiri untuk mati, jangan salahkan dirimu lagi."

"Tapi..."

"Sudahlah, kami semua sudah menerima kepergiannya."

"Saat aku tahu penduduk desa melapor ke marinir, aku kabur dari sana dan bergabung dengan pasukan Revolusioner."

"Jinbei-san, aku akan membawamu ke dokter jadi..."

"Tidak, aku harus bertemu Big Mom. Aku tidak bisa lari dari tanggung jawabku, terima kasih atas perhatianmu tapi ini sudah jadi keputusanku."

Jinbei pun terjatuh tak sadarkan diri setelah mengatakan hal itu. Koala pun memapah Jinbei dan membawanya dari sana. Luffy dan dua kru Lola bertemu dengan Koala dan Jinbei di jalan. Carrot kembali untuk menolong Sanji dan Chopper.

"Jinbei!"

"Oi, kenapa dengan Jinbei? Siapa yang melakukan ini?"

"Luffy-kun, mengapa kau ada disini?"

"Aku kesini untuk membawa pulang Sanji."

"Apa kau adiknya Sabo?"

"Iya... tapi kau siapa?"

"Aku Koala. Temannya Sabo."

"Hack, tolong bantu aku bawa Jinbei-san ke kapal."

"Oi, siapa yang melakukan itu pada Jinbei!?"

"Big Mom."

"Luffy-kun, tolong jangan bertindak gegabah, dia tidak sama dengan Hodi."

"Koala, Fishman-ossan, tolong jaga Jinbei. Dia adalah nakamaku."

XXX

"AAARGH!"

Sanji mengerang kesakitan. Alat peledak di pergelangan tangannya tiba-tiba saja diaktifkan. Chopper yang berada di dekat Sanji langsung menghampirinya dengan maksud memeriksanya namun Ichiji menendangnya hingga mental. Carrot lalu menyerang Ichiji dan Yonji namun diapun bernasib sama, Niji menendangnya tanpa ampun seperti yang dilakukan pada pelayan dan wajah Sanji sebelumnya.

Sanji menengadahkan wajahnya dan dilihatnya wajah dingin ayahnya menatapnya tajam dengan alat pemicu ditangannya.

"Jadi ini keputusanmu, kau lebih memilih menjadi koki kapal bajak laut rendahan itu daripada meneruskan tahta germa66 dengan menikahi putri Big Mom."

WUSSH

"Kau sendiri yang sudah membuangku dan tidak menganggap anak."

Sanji sekali lagi mengerang kesakitan. Bagi seorang koki, tangan adalah segalanya namun saat ini karena situasinya dia harus rela kehilangan tangannya. Apa-apaan itu! Dia sudah mengorbankan teman-temannya, lalu Pak Tua Zeff, sekarang ketika dia ingin meraih mereka lagi ini yang didapatkannya. Dia hampir kehilangan tangannya yang berharga.

"Dia pasti akan sedih jika kokinya tak bisa memasakkan makanan untuknya lagi, bukankah begitu Dark Leg Sanji."

Dihadapannya seorang pria berjubah berdiri dengan percaya diri, tak ada aura ketakutan dari tubuhnya. Dimana dia pernah melihat pria itu ya? Ah...

"Kau... Monkey D. Dragon? Ayah Luffy?"

"Oh aku tidak tahu kalau kau mengenalku koki muda. Siapa yang memberitahumu?"

"Kakeknya Luffy, di Water Seven."

Dragon pun melepaskan alat peledak itu dari pergelangan tangan Sanji. Dia lalu kembali berhadapan dengan Judge, ayah Sanji. Niji yang melihat itu langsung menghampiri Dragon hendak menyerangnya namun ditahan oleh Sanji. Sanji melayangkan jurus andalannya pada Niji. Reiju hanya melihat mereka tanpa tertarik sedikitpun.

"Oi Reiju, apa yang kau lakukan disana, diam saja seperti itu? Apa kau akan berkhianat seperti Sanji?"

"Aku tidak tertarik dengan pertarungan bodoh ini."

DASH

Reiju pun terlempar dengan wajah lebam.

"NIJI!"

"DIABLE JAMBE SKY WALK!"

"Emang aku tidak tahu dari kecil kau selalu membela Sanji dan diam-diam kau memberikan makanan pada Sanji, kau juga yang sudah membuat Sanji melarikan diri."

Sanji pun menendang Niji dengan sekuat tenaganya namun Niji bisa menahannya. Pertarungan 2 dan 3 itu terus berlanjut. Sementara Chopper dan Carrot masih bertarung melawan Ichiji dan Yonji.

"Silence!"**

"Room!"**

"Chopper, cepat kau obati wanita disana itu. Biar aku dan Koala yang menyelesaikan sisanya."

"Baiklah tapi kau siapa?"

"Ah! Maaf belum memperkenalkan diriku. Namaku Sabo, kakaknya Luffy. Terima kasih telah menjaga dan merawat adikku selama ini."

"Waaa... kau sama seperti Ace. Wow... aku masih tidak percaya bagaimana mungkin Luffy memiliki kakak yang punya sopan santun sementara dia tidak."

"Hahahahaha..."

Chopper pun membawa Carrot dan Reiju ke tempat aman, dibilang gitu sebenarnya Chopper hanya sembarangan masuk kamar dan tak disangka itu kamar Pudding. Pudding tentu saja mempersilahkan Chopper masuk, dan dia pura-pura keluar untuk mencari Sanji. Skenarionya adalah Chopper cs mengendap masuk ke kamar Pudding sementara Pudding menemui Sanji.

Sementara Chopper mengobati Reiju dan Carrot, Sanji, Koala, dan Sabo masih bertarung melawan Vinsmoke bersaudara minus 0 dan 3.

"Jadi ini yang dibilang Dragon-san!"

"Ya... bahkan Hack dan PR*** lainnya sempat kewalahan karena kekuatan mereka. Tapi kau tidak begitu terkejut Sabo? Apa karena kau mantan bangsawan..."

"Ya. Dari yang kuliat tidak ada yang berbeda, mereka bangsawan selalu memandang hina kasta terbawah jadi aku tidak heran dengan perilaku mereka meski tetap saja, aku muak dengan semua bangsawan ini."

"DRAGON CLAW ULTRA SONIC!"*◆

"GEHH!"

Ichiji pun terpental dengan luka sobekan di dadanya. Yonji dan Niji yang melihat itu mencoba menyerang Sabo namun keduanya dihadang Sanji dan Koala. Ichiji tentu saja belum kalah, dia tetap bangkit seolah luka tidak pernah ada.

XXX

"SANTORYUU UL-TORA TATSUGIRIMAKI ASURA!"

Tubuh Zoro terlihat seperti setan berkepala tiga dengan sembilan pedang di masing-masing tangannya, dengan aura intimidasi yang kuat membuat Zoro terlihat seperti setan naga. Zoro pun menebas samurai wanita dihadapannya dengan belakang pedangnya.

"Seorang idiot pernah berkata seorang lelaki bukanlah lelaki jika dia menyakiti seorang wanita."

"BRUAK!"

Samurai wanita itu pun tak sadarkan diri setelah memuntahkan darah akibat menggigit bibirnya sendiri.

BRAK

"Ah.. aku lelah sekali."

Zzz...zzz...zzzz

Ditengah pertarungan melawan Kaidou itu pun Zoro tertidur dengan pulasnya setelah mengalahkan samurai wanita

XXX

"Mirage Tempo!"

Pound pun berubah menjadi banyak, eksekutif yang tidak diketahui namanya itu terdiam, sepertinya bingung dengan apa yang terjadi. Diam-diam Nami menggunakan mirage temponya membuat Pound asli menghilang dan mengeluarkan Pound dari sana. Itu adalah rencana Nami namun sebelum membawa Pound keluar, eksekutif itu sudah mengetahui trik mirage tempo milik Nami dan berhasil menyerang keduanya. Pound dan Nami pun terpental oleh jurus eksekutif itu.

"Kupikir ini akan berhasil. Kalau begini aku akan..."

"Nami*, biarkan aku yang melawan eksekutif itu, dia adalah anakku. Pergilah. Kau tidak akan bisa melawan Big Mom, temanmu mungkin ada di salah satu ruangan di kastil ini."

Pound kembali berdiri, Nami tidak pernah melihat Pound bertarung tapi dia tahu, sama seperti dirinya Pound sangat lemah dalam pertarungan. Tapi dihadapan Nami, Pound berdiri dengan tegas. Auranya memancarkan seseorang yang kuat, mungkin karena dihadapannya berdiri seorang ayah yang menyayangi keluarganya. Entah mengapa tiba-tiba saja Nami berpikir mungkin jika dia dan Luffy memiliki anak, dan anak mereka membuat ulah Luffy juga akan bertindak begitu. Nami pun menggelengkan kepalanya dan kembali fokus pada apa yang didepannya.

BRUAK

Eksekutif didepannya seketika itu jatuh tak sadarkan diri. Big Mom sudah berdiri dihadapan Nami dan Pound.

"Pertama, kau mengalahkan Cracker, anak kesayanganku. Lalu Brulee, putri favoritku. Sekarang kau harus membuatku memakan jiwa anak-anakku."

"Charlotte, lepaskan dia, dia tidak ada urusannya dengan kau dan aku!" Teriak Pound mencoba melindungi Nami.

Nami mengeratkan pegangan pada clima tact miliknya. Pound pun terpental ke luar ruangan dan tak sadarkan diri.

"Pound-chan!"

Nami mencoba untuk menghampiri Pound yang tergeletak di koridor namun tiba-tiba tubuh Nami terhempas ke sudut ruangan. Pandangan Nami mulai kabur, tubuhnya gemetaran karena takut namun disaat itu bayangan zombie Lola yang menyelamatkannya dari Absalom tiba-tiba muncul dan bayangan Sanji yang menyelamatkan mereka di Zou, lalu Pound yang mencoba melindunginya dan Luffy yang mencoba meraih tangannya di Shanbody Archipelago sebelum dia di teleportasi ke Wheatheria untuk pertama kalinya.

"Thunder Breed Tempo!"

"Gust Wind!"

Namun semua jurus Nami ditangkis oleh Big Mom.

"Berani-beraninya Topi Jerami mengirimkan orang lemah sepertimu untuk melawanku. Sampai kapan dia harus meremehkanku."

Tubuh Nami menjadi lemas, dia benar-benar gemetaran dan ketakutan. Big Mom kehilangan kendali dan semakin mendekat ke arah Nami. Sedikit lagi jiwa Nami pasti sudah lepas dari raganya.

"Gomu gomu no Elephant Gun!"

"Luffy!"

Luffy melihat ke arah Nami. Melihat tubuh Nami yang gemetaran dan ketakutan luar biasa yang terpancar dari matanya membuat Luffy merasa sesuatu yang aneh dalam dirinya, itu seperti marah, sedih, entahlah tak bisa digambarkan dengan kata-kata.

"Maaf Nami, aku terlambat."

Luffy menggendong Nami menuju luar ruangan dan meletakkannya di luar ruangan. Kedua kru Lola mencoba memapah Pound dan menawarkan Nami namun Nami menolaknya dengan alasan dia bisa berdiri sendiri.

Salah satu eksekutif Big Mom pun muncul dihadapan Nami, Pound, dan kedua kru Lola. Apa yang bisa mereka harapkan? Mereka berada di sarang penyamun, namun disaat bersamaan, bantuan(?) pun datang.

"LUFFY-SWENPWAIIII!"

Dari arah berlawanan seorang pria jambul ayam bermuka setan itu berlari sambil menangis, dia terus berlari mengikuti sesuatu di tangannya.

"LHUFFY-SHENPAW!"

Oke. Ini mulai menjengkelkan para penonton dihadapannya namun pria itu sama sekali tidak peduli. Dia terus berlari hingga tanoa sadar menabrak eksekutif dihadapan Nami, Pound, dan dua kru Lola. Keempatnya melihat antara pria jambul ayam itu dan eksekutif itu secara bergantian.

"Kau...!"

Aura mengintimidasi keluar dari tubuh eksekutif itu, dia melihat ke arah pria jambul ayam itu dengan penuh kemarahan. Pria jambul ayam itu sama sekali tidak menyadarinya. Nami dan kedua kru Lola mendadak keringat dingin, ini pertanda buruk. Pria jambul ayam itu masih berderai airmata menghentikan niatnya untuk menyerobot masuk ruangan Big Mom, dia memperhatikan kertas putih di tangannya lalu berdesah pelan. Dia berbalik dan seketika itu...

"N-n-n-n-na-na-nami... kau N-nami... Na-mi... Nami-senpai."

Dia mundur hingga punggungnya menyentuh pintu dibelakangnya. Dia terlihat seperti fans fanatik yang menguntit idolanya kemanapun idolanya pergi, setidaknya ekspresinya mirip itu.

"Wawawawa... bagaimana ini... aku belum siap dengan ini. Dihadapanku ada Nami-senpai, navigator terhebat sepanjang sejarah dan wanita tercantik yang mengalahkan kecantikan Boa Hancock. Nami-senpai, wanita terkuat yang bisa menaklukkan trio monster Topi Jerami. Nami-senpai yang itu. Nami-senpai yang menjadi istri calon raja bajak laut."

"Kau...siapa?"

"Aku... Bartolomeo, Luffy-senpai memanggilku Lome-o."

Pria itu terlihat malu-malu memperkenalkan dirinya pada Nami. Nami yang memang tidak tahu menahu soal Straw Hat Grand Fleet itu hanya bisa melihat Bartolomeo dengan tatapan curiga namun juga tenang karena dia tidak harus melawan eksekutif Big Mom.

"Nami!"

Chopper dan Carrot berlari ke arah Nami, Pound, dan kedua kru Lola. Saat Bartolomeo melihat Chopper dia langsung berlari menghampiri Chopper dan mengeluskan kepalanya ke tubuh Chopper. Chopper yang merasa risih akhirnya berubah menjadi mode manusia membuat Bartolomeo terpental.

"Chopper! Untung kau datang, tolong Pound-chan."

"Lome-o!" Teriak Luffy dari dalam ruang Big Mom.

"Tolong lindungi nakamaku!"

"Dengan segenap jiwaku, Luffy-senpai. Luffy-senpai! Berjuanglah!" Seru Bartolomeo dari balik pintu. "Aku akan melindungi nakamamu jadi kau harus mengalahkan Big Mom, aku tahu kau bisa, kau adalah laki-laki yang akan menjadi raja bajak laut!"

"Sampai kapan kau mengacuhkanku!"

Eksekutif itu pun melancarkan serangan pada Topi Jerami feat Pound dan Bartolomeo.

"Barrier!"

"Chopper-senpai, cepat bawa Nami-senpai dan mereka pergi dari sini. Aku akan menghalangi mereka. Teman-temanku akan menunjukkan jalan keluar menuju Sunny Go-senpai. Apapun yang terjadi aku akan melindungi kalian, jadi jangan khawatir."

Chopper dan Carrot pun membawa Nami dan Pound serta kru Lola menuju arah yang diberikan Bartolomeo. Di luar King Baum sudah menunggu mereka di luar. Chopper, Carrot, Nami, Pound, dan dua kru Lola.

"Kami akan menghadang mereka, senpai! Pergilah dari sini."

"Tapi Sanji dan Luffy masih disana, Pudding juga."

"Yohohoho... maaf teman-teman aku terlambat."

"Brook!"

"Brook-senpai!"

"Waaa... aku senang bisa bertemu Topi Jerami lainnya. Ugh..!"

"Hanauta Sancho Yahatsugiri!"

Pasukan Big Mom itupun banyak yang terpental. Namun tiba-tiba seluruh Hommies dan pasukan itu tak sadarkan diri bahkan makhluk seperti bayangan warna hitam itupun menghilang. Seluruh jiwa penduduk Pulau Wholecake terpisah dari raga menandakan Big Mom mulai serius dengan pertarungannya melawan Luffy.

Disisi lain Luffy mulai kelelahan. Pertarungan melawan Cracker sudah menghabiskan tenaganya, untungnya dia masih punya sisa tenaga dari memakan biskuit Cracker. Dibalik pintu Bartolomeo sudah berhasil mengalahkan eksekutif pertama, namun ketika dia sedang dalam pertarungan melawan eksekutif kedua dan ketiga tiba-tiba mereka terjatuh tak sadarkan diri. Bartolomeo hanya diam terduduk dibalik pintu menunggu Luffy, dia ingin membantu Luffy tapi dia tahu itu adalah pertarungan satu lawan satu, dia hanya bisa menggenggam vivre card Luffy yang menghitam di ujungnya.

"Please be safe, senpai." bisik Bartolomeo.

XXX

"Ada apa, Usopp?" tanya Franky ketika melihat Usopp melamun.

"Luffy... vivre card Luffy menghitam."

"Apa maksudmu?"

"Beberapa waktu lalu vivre cardnya juga menghitam namun kembali memutih lagi tapi sekarang, kembali menghitam dan semakin menghitam. Hei... Luffy... tidak apa-apa kan? Dia tidak..."

"Usopp, berani melanjutkan, aku akan menebasmu dengan pedangku ini."

"Zoro!"

"Luffy akan kembali bersama kita. Kita hanya bisa menunggunya."

XXX

"Oh, ada apa? Kau sudah kehabisan tenaga?"

Mereka bertiga benar-benar monster, bukan manusia. Sanji, Koala, dan Sabo sudah mulai kelelahan namun sedikit lagi, tiga monster dihadapan mereka itu akan kalah. Ichiji, Niji, dan Yonji sudah hampir mendekati limit namun itu tidak terlihat di wajah mereka. Disisi lain, Dragon dan Judge masih melakukan pertarungan sengit. Kalau itu dunia game, maka masing-masing bar sudah mencapai garis merah pertanda akan game over.

BRAKK

trio monster vinsmoke bersaudara pun terlempar tak sadarkan diri. Sanji dan Sabo pun berbaring dilantai kelelahan.

"Aku tidak tahu kalau Luffy punya kakak bangsawan."

"Aku juga tidak tahu kalau Luffy punya nakama bangsawan."

"Aku bukanlah bangsawan, aku sudah membuangnya saat aku kabur dari mereka."

"Sama denganku. Luffy dan Ace adalah satu-satunya orang yang kuanggap keluarga, mereka saudaraku yang paling berharga."

"Ya, bagiku Pak tua Zeff sudah kuanggap ayahku sendiri, dia adalah orang tua paling berharga untukku. Sampai matipun aku tidak akan bisa membalas budinya."

XXX

"Ada apa?"

Luffy mulai menghindar lalu menyerang, menghindar lalu menyerang, begitu seterusnya namun tenaganya sudah semakin menipis. Serangannya selalu ditangkis oleh Big Mom.

"Kuah."

Luffy memuntahkan darah dari mulutnya, dia berusaha bangkit lagi. Dia sudah menggunakan gear 4 sedari tadi dan sekarang tubuhnya tak bisa digerakkan untuk sepuluh menit kedepan. Tinggal satu menit lagi, dia pasti bisa mengalahkan Big Mom.

"Ace! Sabo!"

Ace dan Sabo menghadang serangan Big Mom pada Luffy.

"Luffy!"

"Hah... Nami?"

Ini memang bukan waktunya untuk makan dan Luffy makan ditengah pertarungan itu memang ooc sih tapi ini darurat.

"Luffy, makanlah. Ini buatan Sanji-kun, jadi kau mau memakannya kan?!"

Luffy pun memakannya dengan lahap. Seketika itu juga rasanya seluruh tenaganya kembali dan menjadi berlipat-lipat.

"Ace, Sabo, Lome-o, tolong bawa Nami, Sanji, dan Pudding dari sini. Sekarang aku yakin bisa mengalahkannya sendiri."

"Luffy, kalau kau kalah dan... mati *bergumam* aku tidak akan memaafkanmu seumurku!"

Sanji, Pudding, Nami, Bartolomeo, Sabo, dan Ace pun pergi dari kastil menuju Thousand Sunny. Sementara itu Reiju membawa Ichiji, Niji, dan Yonji ke kereta germa66 dan memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur. Tinggal Dragon vs Judge dan Luffy vs Big Mom yang bertarung di kastil. Tidak ada yang tahu pasti bagaimana akhir pertarungan itu.

XXX

Law, Kidd, dan Zoro berdiri dihadapan Kaidou. Seluruh sekutu Kaidou dari pihak Wano sudah dikalahkan oleh Zoro cs sedangkan bajak laut Kurohige sudah mundur dan menghilang entah kemana membawa salah satu samurai terkuat dari negeri Wano. Mungkin mereka akan bertemu lagi suatu saat nanti.

"Kalian akan membunuhku?" Kata Kaidou meremehkan.

"Aku tidak akan mati."

Kidd mulai mengumpulkan seluruh benda logam disekitar mereka, sekarang dia menjadi seperti autobot transformer. Zoro mulai berlari menaiki tubuh Kaidou dan menebas titik - titik kelemahannya melalui haki miliknya. Law juga menyerang Kaidou namun ketiganya segera terpental.

XXX

"Momonosuke-sama, apa kau yakin dengan ini!"

XXX

Restoran Barattie, Germa 66 vs Bajak Laut veteran plus The Greatest Swordman

"Oi Zeff, kami akan mengurus mereka jadi jika kami sudah selesai, kau bisa membayar kami dengan masakan terbaikmu. Bagaimana Mihawk, kau setuju?" Usul Shanks.

Shanks, Mihawk, Rayleigh, dan Crocus kebetulan sedang berada di Barattie saat Germa 66 mulai menyerang restoran apung itu. Keempat veteran yang sedang menunggu pesanan mereka yang kesekian kali itu langsung keluar untuk menemui dalang dari penyerangan itu.

"Beck, Yasopp, kalian urus sayap kanan dan sayap kiri. Aku akan mengurus di tengah."

Beck, Yasopp, Shanks, Rayleigh, dan Mihawk mulai melakukan serangan balik. Tidak ada waktu sejam seluruh pasukan Germa 66, baik yang sudah di Barattie maupun yang di jalan menuju Barattie sudah habis dikalahkan.

"Ah... aku pikir mereka sangat kuat. Maksudku mereka Germa 66."

"Ini makanan kalian."

XXX

"Gomu gomu no Bounceman Springgan!"***

"Rocket!"

Luffy pun melambung setinggi mungkin dan terjun mengarah ke Big Mom seperti rocket. Jika pada saat melawan Doflamingo dan Cracker, tubuhnya tidak menghitam seluruhnya maka ketika dia melawan Big Mom, tubuhnya berubah hitam seluruhnya. Gear 4 miliknya memang belum sempurna namun saat ini itulah jurus handal milik Luffy untuk mengalahkan Big Mom.

BRUAKK

Di dasar kaki Pulau Wholecake, di hutan Penggoda tempat Jinbei dan Lola beristirahat. Big Mom terhempas kesana. Para kru Lola mencoba memastikan apakah itu beneran Big Mom atau bukan, apakah masih sadar atau tidak, namun Big Mom tidak bergerak sama sekali. Seketika itu juga perlahan, Lola mulai membuka matanya. Hutan aneh yang tadinya hidup kini tidak hidup lagi. Para Hommies itu sudah kembali ke raga pemilik jiwa masing-masing.

"Luffy!"

Kastil Big Mom pun runtuh, hancur luluh lantak seperti Arlong Park dan Enies Lobby. Tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Luffy. Vivre card Luffy yang berada di tangan Bartolomeo sudah menghitam setengah.

"LUFFY!"

"Kalian nakama Luffy kan? Apa kau Chopper?"

"Iya, aku Chopper. Kau... apa kau...?"

"Aku Dragon, ayah Luffy."

"Dia masih hidup hanya saja dia terluka parah."

"Dragon-san!"

"Oh nona... apa kau yang namanya Nami?"

"I-iya, aku Nami."

"Begitu... kufufufu... senang bisa bertemu menantuku, tolong jaga Luffy untukku."

XXX

"Zoro, Law, Kidd!"

"Hisatsu Hitori Boshi!"

"Coup de vent!"

"Giganto fleur!"

Serangan-serangan itu bahkan tidak meninggalkan bekas di tubuh Kaidou. Perlahan Zoro, Law, dan Kidd pun bangkit. Pertarungan melelahkan itu benar-benar menguras tenaga, tapi Zoro tidak menyerah. Sedikit lagi. Sedikit lagi. Jika dia bisa mengalahkan Kaidou dengan kekuatannya sendiri, dia yakin dia bisa mengalahkan Mihawk sekali lagi dan saat itu terjadi baru dia bisa dengan bangga menyandang gelar The Greatest Swordman.

"Zoro-dono, tangkap ini!"

"Santoryu..."

Pedang Zoro pun berubah menjadi hitam, tubuhnya memerah semuanya seperti gear second milik Luffy.

"Ul-toragiri Asura!"

Zoro menebas titik fatal Kaidou sekali lagi.

"Ittoryu Ul-tora Tatsumaki!"

Lalu Zoro menusukkan pedangnya ke tubuh Kaidou dan berlari sekencang mungkin untuk membuat luka yang cukup fatal pada tubuh Kaidou.

"Law, Kidd, sekarang!"

Law dan Kidd pun melakukan serangan balik pada Kaidou. Kaidou mengerang kesakitan, di tubuhnya penuh luka sayatan dan akibat serangan Zoro terakhir, luka-luka yang tadinya hanya seperti luka besetan tadi menjadi luka dalam dan ditambah serangan Law dan Kidd, Kaidou pun memuntahkan darah tapi masih belum bisa membuatnya terhuyung jatuh.

"Kalian membuatku marah!"

XXX

"Pekom, kau menghilang kemana?"

"Aku tidak mau membahasnya gaoh, aku mau pulang ke Zou."

"Ah! Caesar, aku melupakannya." Panik Chopper.

"Dia disini."

"Reiju!"

"Sanji, kau memiliki teman-teman yang baik, jangan sampai kau sia-siakan mereka lagi. Tak usah khawatir tentang Zeff, menurut laporan dari pasukan kami... Akagami Shanks dan krunya, Juraquil Mihawk, dan Silver Rayleigh sudah mengalahkan semuanya. Kudengar Zeff juga ikut bertarung."

"Terima kasih Reiju."

"Sanji!"

"Kau tahu kenapa aku tidak menyukaimu!?"

"Karena kau bisa membuat ibu tersenyum sedangkan aku tidak."

"Pergilah, aku tidak mau melihat wajahmu lagi! Jangan sampai kembali lagi, ingat itu Sanji!"

XXX

"Santoryu Ogi... Ichidai Sanzen Daisen Sekai!"

Kaidou pun terhuyung ke belakang dan terjatuh satu kaki.

"Room!"

"Santoryu Senhachiju Pound Ho!"

"Repel!"

Kaidou pun terjatuh berlutut dan akhirnya tak sadarkan diri.

XXX

"Jinbei!"

"Sanji!"

Luffy yang baru sadar langsung memeluk Jinbei dihadapannya kemudian Sanji yang akhirnya mendapatkan tendangan tepat di wajahnya. Saat ini Ace, Jinbei, dan Pudding berada di Thousand Sunny.

"Luffy, ada yang ingin disampaikan Jinbei padamu dan juga Topi Jerami lainnya."

"Luffy-kun, sebenarnya..."

"Jadi kau akan ikut kami kan Jinbei, jadi nakamaku kan?!"

"Iya, intinya itu."

"Yahooo... Jinbei ikut denganku. Pudding juga ikut denganku, hei Chopper... kau senang kan? Kau bisa makan kue setiap hari, bukankah itu hebat!?"

"Iya. Coklat cafe buatan Pudding waktu itu bahkan masih berasa di lidahku."

"Waaa... Barto-san, apakah seperti ini ketika Luffy-senpai merekrut krunya."

"Wow... ini pemandangan terindah yang pernah aku lihat."

"Eh... tapi aku... apa..."

"Tenang saja Pudding, kalau Luffy sudah bilang begitu, kau tak bisa menolaknya lagipula kau dan Sanji-kun sudah resmi menikah jadi aku yakin bagi Luffy, itu seperti mendapat dua nakama sekaligus." Hibur Nami.

"Lome-o, terima kasih atas bantuannya!"

"Hehehe... tidak usah berterima kasih padaku, senpai. Kami Barto Club akan siap kapanpun untuk membantumu. Tapi... aku hanya minta satu hal saja."

"Tolong tanda tangani disini!"

XXX

BERSAMBUNG

*◆jurus gabungan devil fruit nagi nagi no mi dengan jurus Sabo sebelumnya, jurus ini memiliki tingkat suara seperti suara ultrasonik melalui cakar Sabo yang membuat lawan tidak menyadari keberadaan Sabo sekalipun dengan haki.

*namanya ngasal hehe ya aku pilih saja yang berhubungan makanan hahhaha, aku lupa cara Pound memanggil Nami jadi tidak pake honorific.

**jurus dari corazon, di fic ini karena Ace masih hidup, Sabo makan devil fruit punya Corazon nagi nagi no mi.

***gear 4 bounceman namun membuat Luffy seperti per, dan bisa menebas seperti pedang dengan kaki dan tangannya. A/N springgan diambil dari spring berarti per dan spriggan : dari sword art online (ras Kirito di ALO)

*****aku gak tahu nama anaknya Big Mom itu jari aku namain Lele aja haha

Oke oke aku ngaku, aku memang gak bakat bikin genre action tapi bukan one piece namanya kalo gak ada adventure dan action-nya hehe jujur aja, bikin chapter yang ini memang kurang ide banget. Tapi semoga tetap ada yang masih mau ngikutin fic ini ya xixixi . Sebelum ditimpuk sama reader, author cabut dulu ya

Oh buat semua reader yang sudah review baik yang login maupun ga login atapun guest ataupun anonymous, terima kasih banyak banget ya atas reviewnya dan dukungannya.

Oh waktu aku menulis chapter ini dan sebelumnya itu sebelum aku baca one piece chapter 843-845 jadi pas aku lihat Luffy makan biskuit itu aku pikir ah.. ternyata benar hahaha well, ini gak penting banget, aku tahu. aku cuma mau bilang kalo aku gak sabar mau liat chapter terbaru...