Disclaimer : One Piece milik Eiichiro Oda
Summary : Big Mom dan bajak laut Jack menyerang bajak laut Topi Jerami. Kurohige memanfaatkan ini mengambil salinan Phoneglyph yang dimiliki SHP. Ada yang penasaran? Baca saja kelanjutannya di chapter ini hehehe
Warning : OOC, AU/AR/AT, 1% canon, 99% karangan author, alur ga beraturan, banyak typo, dll.
THREE BROTHERS
"AAAAAHHHHHH!"
"Ada apa?"
"Oi Nami, ada apa?"
"Nami-san, kau baik-baik saja?"
Seluruh penghuni Thousand Sunny minus Robin bergegas mengerumuni Nami yang berteriak histeris setelah membaca surat kabar yang dibelinya dari burung penjual koran. Bahkan burung yang memberikan surat kabar pada Nami itu hampir terjatuh ke laut dan dimakan monster laut karena teriakan Nami.
Si pelaku yang masih berdiri di tempatnya membeli surat kabar itu masih terpaku dengan tangan yang gemetaran. Kalau kau berpikir dia menangis atau ketakutan maka kau salah besar karena...
"Apa-apaan poster buronan ini!"
Ya. Ketika Nami mendapat surat kabar pagi itu, di halaman utama bagian samping terdapat daftar buronan beserta harga buronan terkini. Harga buronan Luffy lagi-lagi naik pesat menjadi 600 juta Belly begitupun dengan Zoro yang naik menjadi 450 juta Belly. Nami naik menjadi 220 juta Belly dan masing-masing bajak laut Topi Jerami bertambah 65 juta Belly kecuali Chopper yang dengan mirisnya hanya bertambah menjadi 200 Belly. Tapi bukan itu yang membuatnya berteriak, setidaknya belum. Dalam poster buronan Nami, fotonya merupakan foto saat di Pulau Wholecake ketika dia habis melawan pasukan Enraged Big Mom. Foto Nami yang penuh lebam itu yang membuatnya berteriak histeris saat melihat surat kabar pagi itu. Padahal Nami pikir itu fotonya di Wanokuni saat mengenakan Yukata.
"EEEHHHH!"
Dan Nami pun menyadari harga buronannya yang melonjak drastis. Wajahnya berubah pucat dan sejurus kemudian dia merobek surat kabar itu hingga kecil-kecil.
"AAAAAAHHHHHHH!"
Dan... gantian Luffy yang protes kali itu dan mendapat bogeman mentah dari Nami.
XXX
"Aku pikir kau sudah mati. Siapa sangka kalau kau masih hidup, kak." Sapa seseorang dari salah satu kapal Angkatan Laut.
"Hmm... mmmm... maafkan aku tapi aku tidak ingat siapa kau. Kau ini siapa?" Tanya Sabo pada orang yang memanggilnya kakak itu.
Orang itu mengepal tangannya kesal. Dia lalu mengambil salah satu senapan angkatan laut didekatnya dan menembakkannya ke arah Sabo namun peluru itu hangus terbakar tanpa suara. CP0 yang ikut dengan orang itu lalu maju menghadap Sabo, hendak menangkapnya.
"Jika kau tidak ingin pasukan revolusioner dan Dragon terbunuh, sebaiknya kau ikut tanpa perlawanan." Bisik ketua CP0 mengancam Sabo.
"Kemana kau akan membawaku?"
"Marijoa."
XXX
"Portgas D. Ace!"
"Iya, itu aku. Kau siapa?"
"Oh iya, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Edward Weeble. Aku adalah anak kandung Shiroshige."
.
.
"HAAAHH?! Jangan bercanda woi!"
"Aku tidak bercanda! Mama... mama... dia tidak percaya aku anak papa."
"Kau memang tidak tahu di untung, suamiku sudah menyelamatkanmu dan anakku sudah sopan terhadapmu tapi kau...!"
"Dan kau siapa, oba-san (nenek)?" Tanya Marco.
"Ob- Weeble! Kill 'em!"
XXX
"Chopper, bagaimana dengan tanganku? Apa sudah sembuh. Aku bisa melanjutkan petaku lagi?"
"Iya. Kau benar-benar sudah sembuh. Tapi... Nami, tolong awasi Luffy ya. Kau tahu kan bagaimana dia... aku takut kalau dia tidak benar-benar mengistirahatkan tubuhnya, dia tidak bisa lagi bertarung."
"Tenang saja, Chopper. Luffy selalu bisa dipercaya. Aku juga akan membantumu mengawasinya."
XXX
"Iva-chaaan!"
"Aaahhh!"
Ivankov datang berkunjung ke Thousand Sunny. Melihatnya Luffy menjadi antusias sementara Sanji berubah pucat dan histeris. Pudding yang melihat kelakuan Sanji itu hanya bisa menatap Ivankov heran. Beberapa saat kemudian dia mulai m3ngerti ketika Ivankov menunjukkan wujud aslinya dan dia hanya tertawa kecil melihatnya. Luffy mulai mengenalkan Ivankov dan Inazuma kepada nakamanya.
"Terima kasih sudah menjaga ero-cook dengan sangat baik." Ujar Zoro menggunakan majas ironi.
"Shishishi... sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu."
"Aku kesini untuk mengantarkan pesan Sabo untukmu. Kau sudah membaca surat kabar kan?"
"Nami merobeknya jadi kami tidak sempat membacanya. Apa ada yang menarik disana?"
"Oh... jadi kau belum tahu kalau Sabo dibawa ke Marijoa. Tapi kudengar dia akan dieksekusi di Kerajaan Goa."
"Sabo... dieksekusi..."
"Dragon dan pasukan revolusioner sudah bergerak untuk menyelamatkannya jadi tidak perlu khawatir. Kau harus mendengarkan pesan Sabo."
"Luffy..." panggil Nami.
"Ace... apa Ace sudah tahu?"
"Ya. Seharusnya dia sudah menerima pesan yang sama dari Sabo."
"Tenang saja, Luffy-chan. Kau bisa memutuskannya setelah mendengarkan pesan Sabo. Oh... kau Nami-chan, navigator kan?"
"Iya."
"Ini eternal pose pulau selanjutnya. Kalau kapten kalian bersikeras menyelamatkan Sabo..."
"Terima kasih. Aku rasa itu juga yang akan terjadi."
"Oke... aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi *wink*"
Sanji langsung tak sadarkan diri, tubuhnya mirip lukisan scream yang membuat Zoro menyeringai lebar dan Pudding tertawa geli. Satu lagi sisi Sanji yang dilihatnya. Sepeninggal Ivankov dan Inazuma, Luffy mendengarkan tone dial seperti milik Shiki ketika dia menyuruh Nami mengucapkan selamat tinggal kepada Luffy. Dalam pesannya Sabo berkata pada Ace dan Luffy untuk tidak datang menyelamatkannya. Dia juga berkata pada Luffy agar meraih impiannya menjadi raja bajak laut baru setelah itu menyelamatkannya.
Sejak saat itu Luffy menghabiskan waktunya di kepala Sunny. Disaat yang bersamaan pasukan enraged Big Mom beserta bajak laut aliansi Kaidou datang menuntut balas pada bajak laut Topi Jerami.
"Serahkan Pudding pada kami!"
"Serahkan Raizou!"
"Tidak akan!"
"Zoro! Luffy! Nami! Sanji! Apapun yang terjadi jangan bertarung." Teriak Chopper.
"Tidak, aku akan bertarung! Nakamaku jauh lebih penting dari diriku sendiri." Balas Luffy.
Pertarungan pun tak dapat dihindari. Momo dan Pudding bersembunyi di crow nest. Usopp, Franky, dan Robin mengambil serangan jarak jauh dengan menumbangkan sebagian besar pasukan terlemah mereka. Kin'emon melawan Jack dan Zeus dibantu Sanji dan Brook. Nami dan Chopper berjaga di luar crow nest sementara Zoro dan Luffy melawan pimpinan mereka.
XXX
BRAK
"Momo!"
Chopper dan Nami segera menghampiri Momonosuke yang terjatuh dengan wujud naganya. Pudding langsung turun dari crow nest dan menghampiri Momonosuke. Momonosuke dalam bentuk naganya itu langsung berdiri dihadapan Nami dan Chopper seolah dia adalah benteng keduanya. Pudding mendekati Momonosuke, hendak menyentuhnya namun ditepis oleh samurai kecil itu.
"Sebagai seorang samurai Wano, kalah dari seorang wanita adalah hal paling memalukan. Kalau kau ingin membunuhku, silahkan saja!"
DUAKK
Sebuah bogeman setengah matang mendarat di kepala naga kecil itu, si pelaku yang tidak lain adalah Nami, sang navigator, lalu berdiri di depan Momonosuke. Chopper segera membawa Momonosuke ke ruangannya untuk diperiksa. Disisi lain kapal, Robin yang melihat seluruh kejadian hendak bergabung dengan Nami namun dihadang Sanji.
Ditengah pertarungan itu Robin dan Sanji bertukar pandang, tanpa sepengetahuan dari musuh mereka Sanji dan Robin sebenarnya bertukar informasi. Robin menumbuhkan mulut dan telinga di belakang telinga Sanji dan mengatakan semua hal yang ia lihat dan alasan dia ingin bergabung dengan Nami.
"Maaf Robin-chan, aku tinggalkan mereka padamu."
Kembali pada Nami dan Pudding.
"Kau... tak perlu menyembunyikannya lagi. Aku sudah tahu siapa sebenarnya kau. Kau mungkin bisa menipu Luffy tapi tidak menipuku." Lontar Nami ketika dipikir tak ada yang mendengar.
"Apa yang kau katakan?" Sangkal Pudding.
"Kau tak perlu berpura-pura lagi. Aku dan Robin sudah tahu siapa kau sebenarnya."
"Fuhaha... karena kau sudah tahu. Aku harus menghapus ingatanmu tentangku."
Pudding pun mendekat ke arah Nami dan memegang kepalanya lalu ketika dia mencoba mengeluarkan film ingatan dari Nami. Nami yang dihadapannya berubah menjadi fatamorgana dan menghilang.
"B-bagaimana mungkin...?"
Dibelakangnya Nami asli berdiri seraya meneriakkan "Thunderbolt Tempo!", serangan tiba-tiba itu mengenai Sanji yang tiba-tiba datang.
"Sanji-kun!"
"Aa~ Nami-san, seranganmu menggetarkan seluruh tubuhku."
DUAK
Clima tact pun mendarat dikepala Sanji. Sanji lalu berdiri membelakangi Nami.
"Nami-san, biar aku yang berhadapan dengannya. Biar bagaimana pun aku yang memulai semua ini dan aku juga yang akan mengakhirinya."
"Aku akan disini. Kau bisa mati kalau kau berhadapan dengannya sendiri, seperti saat kau melawan Kalifa."
"Percayalah padaku, Nami-san. Aku akan baik-baik saja."
"Tapi..."
"Percayalah padaku, Nami-san."
"Baiklah. Kalau kau kalah maka aku dan Robin yang akan melawannya."
"Terima kasih, Nami-san."
AXXXA
"Zehahahaha…." Tawa Kurohige membahana di tengah pertarungan aliansi Kaidou, pasukan Enraged Big Mom melawan Luffy cs.
Disaat Big Mom dan aliansi Kaidou bertarung melawan Topi Jerami, Burgess menyelinap masuk ke Thousand Sunny. Salah satu kaki tangan Kurohige itu mencoba mengambil salinan poneglyph yang didapatkan Brook dan Robin ketika dia berhadapan dengan navigator bajak laut Topi Jerami.
"Hai cantik, bagaimana kau ikut dengan kami. Aku tidak mau mengotori tanganku ini dengan membunuh wanita secantikmu. Jadi…" tawar Burgess.
"Sebagai navigator, aku tidak akan membiarkan kau mengambilnya. Karena dengan tanganku sendiri, akulah yang akan mengantar Luffy ke pulau terakhir dan menjadikannya raja bajak laut." Jawab Nami penuh percaya diri.
"Hahaha… dengan tanganmu katamu! Kalau memang begitu kenapa tidak kau serahkan saja salinan poneglyph itu dan coba kita lihat, siapa yang duluan bisa menemukan one piece dan menjadi rajak bajak laut, Teach atau Topi Jerami. Kau mau taruhan?" pancing Burgess.
"Buat apa aku mempertaruhkan hal yang sudah jelas hasil akhirnya. Bajak laut seperti kalian bahkan tidak bisa dibandingkan dengan kami." Balas Nami.
"Hado Elbow!"
"Gust Sword!"
Disisi lain Thousand Sunny kapten Jack dan Luffy masih bertarung ketika sesuatu atau seseorang terjatuh di arena pertarungan keduanya.
"Nami!" teriak Luffy. Luffy melihat kearah jatuhnya Nami dan seketika itu juga darahnya seperti mendidih. Dia melihat Burgess yang menyeringai tajam dengan membawa seluruh salinan poneglyph dan peta yang sudah Nami buat dengan susah payah.
"Luffy-dono!"
"Raizou?"
"Ini adalah pertarunganku. Kau urusi saja istrimu itu!"
"Baiklah. Aku akan mencari Chopper lalu setelah itu membantumu."
"Sudah kubilang ini pertarunganku. Kau sudah mengalahkannya, aku yang memulainya aku juga yang akan mengakhirinya. Ini pertarungan tentang harga diriku sebagai laki-laki dan juga seorang ninja nin nin!"
"Kalo itu maumu."
"Lebih baik kau melawan orang yang melukainya saja."
Luffy pun berlari membawa Nami ke tempat Chopper. Di perjalanan menuju Chopper, dia bertemu Robin dan Zoro. Zoro mengambil Nami dari Luffy dan mengatakan bahwa Robin berhasil mengambil semua yang dicuri Burgess.
"Zoro, Robin, tolong jaga Nami. Aku akan mengejar Burgess."
"Serahkan pada kami, Luffy."
XXX
"Marco, ayo cepat. Aku punya firasat buruk tentang ini!"
"Ada apa, Ace?"
"Nami, vivre cardnya hampir terbakar setengah. Aku tidak suka ini."
"Emang kenapa kalo vivre card itu terbakar? Nami itu siapamu sampai kau segitunya?"
"Dia adalah adik iparku."**
XXX
"Akhirnya datang juga. Aku sampai bosan menunggu. Lucy… aku pergi dulu ya!"
Sabo pun langsung menaiki kapal Revolusioner dan pergi mengikuti vivrecard milik Nami. Sementara itu pasukan Revolusioner lainnya harus menghadapi CP0 terutama Lucy sepeninggal Sabo.
"Sabo, kau mau kemana?!"
"Menghajar orang yang sudah melukai adik iparku!"**
XXX
"Franky, bagaimana aku bisa mengeluarkan mini merry!?"
"Kau mau kemana Luffy?"
Meski begitu Franky tetap mengeluarkan mini merry. Luffy pun menyeret Usopp yang kebetulan disana, tidak itu bukan kebetulan, Usopp ketakutan sehingga sembunyi di dock kapal. Franky yang tidak mengerti hanya melihat mereka heran sebelum kembali ke medan pertempuran. Usopp merasa bersyukur karena dia tidak terlibat pertarungan itu lagi tapi….
"Turunkan akuuu…."
Begitu menyadari bahwa Luffy menyeretnya untuk mengikuti Kurohige, Usopp pun meronta-ronta untuk diturunkan tapi sudah terlambat.
XXX
"BURGESS!"
WHAAK
"KUROHIGE!"
DUAGG
"Beraninya kau melukai-
"ADIK IPARKU!
NAKAMAKU!" seru Ace, Sabo, dan Luffy bersamaan.
"EEEHHH?!" kaget Ace, Sabo, Luffy, dan Usopp.
"Apa kau bilang?!" pekik Usopp mengalihkan perhatian ASL vs Kuropi*.
"Oh… abaikan saja aku, lanjutkan saja percakapan kalian." Ujar Usopp dengan muka pucat, setengah kaget, dan ekspresi campur lainnya kearah Luffy.
"Ah… Ace, Sabo, adik ipar itu siapa?" Tanya Luffy memiringkan kepalanya.
"Hah? Tentu saja Nami. Karena kau menikah dengan Nami maka dia menjadi adik ipar kami kan..?" jawab Ace dan Sabo juga memiringkan kepalanya bingung.
"Zehahaha…. Ini benar-benar menarik. Informasi menarik."
Seketika itu juga pandangan tiga bersaudara itu mengarah sepenuhnya kearah Kurohige. Ace, Sabo, dan Luffy pun memasang kuda-kuda untuk menyerang Kuropi.
"Navigatormu itu… rasanya aku ingin 'bermain' lagi dengannya. Boleh kan?" ujar Burgess.
BUAK
Luffy pun meninju Burgess dengan gomu gomu jet pistol miliknya, ekspresi wajahnya tidak terlihat jelas karena tertutup sebagian topinya tapi sebagai kakaknya Ace dan Sabo tahu kalau Luffy sangat marah. Kurohige yang melihat reaksi Luffy itu lalu tertawa dengan keras.
"Zehahaha… sungguh menarik. Benar-benar menarik. Ekspresi itu sama seperti dengannya. Kau tahu? Gol D Roger. Saat aku 'bermain' dengan wanitanya." Kata Kurohige menjadi serius di akhir kalimatnya.
BUAK
"Ah! Maaf tanganku bergerak dengan sendirinya. Boleh aku tahu lebih lanjut tentang itu, Teach?"
"Ah… dasar mereka itu, bersenang-senang sendiri saja. Jangan tinggalkan aku sendiri!"
ASL vs Kuropi pun dimulai. Luffy melawan Burgess. Ace melawan Kurohige. Sabo melawan sisa Kuropi.
XXX
"Pudding-chan, apa aku boleh bertanya satu hal padamu?"
"…."
"Apa semua hal yang kita lalui bersama selama kau berada dengan kami, semua tawa dan senyum itu juga semua hal yang kau katakana yang kau rasakan itu semuanya bohong? Kau benar-benar tidak merasakan apa-apa?"
"…"
"Iya. Semua itu bohong. Hah! Apa kau percaya kalau aku menyukaimu? Semua itu kulakukan hanya untuk hari ini! Dasar bodoh."
"Kalau begitu. Silahkan! Gunakan kekuatanmu padaku, aku dibesarkan untuk tidak melukai seorang wanita sejelek apapun dia. Sebenarnya aku tidak peduli dengan tampilan aslimu, bagiku kau tetap cantik meski kau bermata tiga. Ayo gunakan kekuatanmu itu padaku! Tapi… setelah itu aku tidak mau melihatmu lagi dan jangan pernah muncul dihadapan kami lagi." Ujar Sanji.
Pudding pun membeku, tidak salah lagi itu adalah haki. Pudding pun bergetar dan merasa terindimidasi. Ucapan Sanji itu, dia tidak main-main. Dia benar-benar serius. Pudding tidak pernah melihatnya seperti itu. Pudding pun pergi meninggalkan Thousand Sunny bersama pasukan enraged Big Mom yang tersisa.
Sanji pun jatuh berlutut. Itu adalah hal yang sangat melelahkan untuk hatinya. Dia mungkin tidak melukai Pudding secara fisik tapi tetap saja sebagai seorang gentleman, dia menggunakan haki pada seorang wanita.
"Sanji, kau sudah melakukannya dengan benar." Ucap Robin.
"Robin-chan~ kau mengkhawatirkanku~"
DUAK
"Kau mengganggu jalan, jadi…" pancing Zoro.
"Kau ngajak ribut hah?!" balas Sanji.
"Kalau iya kenapa?" sahut Zoro.
"Fufufu…."
XXX
"Oh.. tenang saja, Nami baik-baik saja dan janinnya juga baik-baik saja." ujar Chopper setelah memeriksa Nami.
Chopper langsung membawa Nami ke ruangannya setelah bertemu Robin dan Zoro. Sementara Chopper memeriksa Nami di ruangannya ditemani Robin. Zoro, Sanji, dan lainnya melanjutkan pertarungan mereka melawan Jack dan Big Mom hingga Franky menggunakan Coup De Boust. Mereka pun kini berkumpul di ruangan Chopper, ingin mengetahui keadaan Nami. Tapi…
"EEEEHHH?!" kaget penghuni Thousand Sunny minus Robin dan Jinbei, jikau kau mengabaikan wajah horrornya.
"Apa kau bilang?!" pekik Usopp melalui denden mushi yang entah mengapa ada disana.
"Kubilang Nami dan janinnya baik-baik saja." menyadari ucapannya sendiri, Chopper pun ikut ber-"EEHHH" juga.
"Aduh… ada apa sih? Kalian ini berisik sekali." Protes Nami yang terbangun karena kegaduhan nakamanya.
"Nami-san… si-siapa ayahnya? Siapa orang yang berani menodai Nami-san!" respon Sanji berapi-api.
"Hah? Apa maksudmu, Sanji-kun?" balas Nami tidak mengerti.
"Kapan itu terjadi?"
"Nami-san…huhuhu…"
"Kenapa kalian berkumpul disini?"
"Nami, kau pingsan dan dibawa kesini. Mereka semua bereaksi seperti itu karena… Chopper bilang kalau kau hamil." Jawab Robin.
.
.
.
"Aku apa?" respon Nami masih mencerna yang dikatakan Robin beberapa detik lalu.
"Kau hamil." Jawab Robin.
"APA?!"
"…."
"Nami, kau sudah mengandung seminggu. Tapi syukurlah janinmu baik-baik saja. jadi… siapa ayahnya? Jangan bilang itu S-"
"Bahkan jika itu bercanda, itu tidak lucu sama sekali Usopp. Jangan sampai aku memukulmu seperti lainnya dan lagi kenapa kau berbicara melalui den den mushi. Tentu saja itu Luffy. Itu terjadi begitu saja aku sampai tidak ingat itu terjadi." Jawab Nami.
"Luffy mengejar Burgess bersama Usopp." Jawab Zoro membaca gelagat Nami.
"Ah… salinan phoneglyph-nya!"
"Tenang Nami, dia tidak mengambilnya."
XXX
"Hahahaha… aku jadi ingat waktu kita masih tinggal di Grey Terminal."
"Ya… saat itu kau masih lemah."
"Hahaha… aku jadi ingat saat Luffy hampir dimakan buaya karena mengikuti Ace terus."
"Saat itu aku hanya ingin menjadi teman Ace."
"Ya… siapa sangka kalau kita menjadi kakak beradik."
"Aku benar-benar tidak bisa bergerak."
"Ace, Luffy, maafkan aku karena aku sempat melupakan kalian."
"Shishishi… kau disini saja aku sangat senang Sabo."
"Aku juga begitu."
Setelah pertarungan melawan Kuropi, Luffy, Sabo, dan Ace ambruk tak bisa bergerak. Mereka berbaring di atas kapal Kurohige dan saling mengenang masa lalu. Sementara itu Usopp hanya duduk tidak jauh dari mereka, itu benar-benar pertarungan melelahkan.
"Luffy! Sini kau! Berani-beraninya kau… Nami-san… berani-beraninya kau menghamili Nami-san!" amuk Sanji melalui denden mushi.
Usopp yang sedang duduk manis seketika terjatuh dan menatap denden mushi itu was was, alis keriting itu sudah pasti Sanji. Jadi yang didengarnya sebelum pertarungan ASL itu benar. Mendengar suara Sanji, Luffy pun mengulurkan tangannya mengambil denden mushi dari Usopp.
"Sanjiiii…. Aku mau daging!"
"Oh! Kau mau daging!? Kemarilah aku akan memasakkanmu daging?!" - Sanji
"Aku tidak bisa bergerak."
"Ah! Lagi-lagi kau tidak menuruti perkataanku." - Chopper
XXX
"Sabo? Kau disini?"
"Ya. Tapi aku tidak lama, aku hanya ingin say hi pada nakama Luffy dan adik iparku hehehe…"
"Namaku Kouzuki Momonosuke, ayahku pernah ikut raja bajak laut Roger berpetualang mencari one piece. Aku dengar kau adalah anaknya Roger, aku tidak menyangka kalau Luffy dan kau adik kakak."
"Kami memang bukan saudara kandung tapi ikatanku dengan Luffy dan Sabo lebih dari ikatan satu darah."
"Ya. Aku bisa lihat itu."
"Permisi, aku mau menyapa Nami dulu." Pamit Ace sopan.
"Iya, silahkan saja."
XXX
"Nami, boleh tidak aku menyentuh perutmu?" izin Ace sopan.
"Ace, curang… aku juga mau." Ikut Sabo.
"Perutku? Ya… kurasa tidak apa meskipun rasanya aneh." Balas Nami mengernyitkan dahinya.
"Ya… kami mau merasakan calon keponakan kami hehehe" sahut Sabo mengelus perut Nami.
"Terima kasih, Nami. Aku rasa aku sudah bisa menerimanya, maksudku ayah kandungku. Aku yakin dia sama bodohnya dengan Luffy." Ujar Ace tersenyum. Nami pun ikut tersenyum mendengar Ace.
"Haah… baiklah, aku- "
SYUUU JGUAR
"Ah! Ini sungguh hari yang melelahkan." Keluh Usopp sambil melancarkan serangan pada marinir yang mengejar mereka.
Disuatu kapal tak jauh dari Thousand Sunny…..
"Laksamana Madya Garp! Kalau kau menghalangi kami hanya karena Topi Jerami itu cucumu maka kau harus kami tangkap." Seru Hina.
"Bwahahaha… aku tidak perduli dengan Luffy. Sebagai marinir, kau bisa menangkapnya kapan saja tapi aku tidak akan membiarkanmu menyerang cicitku karena dia calon marinir. Bwahahaha…"
"EEHHH!"
Kembali ke Thousand Sunny….
"Sampai jumpa lagi, Luffy."
"Luffy, jaga adik iparku baik-baik. Oh… Robin, Koala bilang dia merindukanmu."
XXX
BERSAMBUNG
*Kuropi : singkatan dari Kurohige Pirate.
**Pas ngomong ini, Ace dan Sabo ngomongnya barengan tapi di tempat berbeda.
Untuk semua yang sudah follow dan favorit-in fic ini saya ucapkan terima kasih, untuk yang baca tapi ga review, baca dan review, review tapi ga baca, dan untuk semua reader mau yang guest, anonymous, ataupun yang login saya ucapkan terima kasih banyak. Sampai jumpa di chapter selanjutnya... maafkan saya kalau update suka lama hehehe maaf juga karena actionnya mungkin gak seru hehe dan romancenya kurang hohoho tapi kuharap pesan Love is Nakama itu sendiri bisa tersampaikan
