ini adalah bagian kedua dari chapter in. selamat membaca... hehe...
Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichiro.
Summary : Akhirnya Luffy dan Shanks berhadapan secara langsung. "Yo Luffy, sepertinya kau sudah menepati janjimu padaku. Mari kita selesaikan saja sekarang, Road Phoneglyph ini akan menjadi milikmu." "Aku tidak mau melawanmu, Shanks. Kau adalah nakamaku. Aku bisa menggunakan jalan lain untuk menemukan one piece." Bagaimana jadinya kalau Luffy dan Shanks saling bertarung? Lalu bagaimana dengan Usopp ketika berhadapan langsung dengan Yasopp? Kalau penasaran, baca ya lanjutannya hehe makasih XD
Warning : OOC, AU/AR/AT mungkin, banyak typo, dll.
Genre : (main genre) Friendship, Romance; (minor genre) Adventure, Action.
NAKAMA
"Nami, ada apa?"
"Chopper, aku tidak bisa menggerakkan sebelah tanganku dengan normal. Apa tanganku patah lagi?"
Chopper pun menyuruh Nami duduk di bangku tempat dia meracik obat, sementara dia mengambil peralatannya untuk memeriksa Nami. Chopper lalu menyuruh Nami berbaring dan memeriksa kandungannya.
"Semuanya baik-baik saja, bagaimana kalau istirahat dulu selama dua hari ini Nami. Kau terus membuat peta akhir-akhir ini dan hanya istirahat sejenak, kau harus gunakan ini untuk beristirahat." Saran Chopper.
"Baiklah, dokter."
"Kau pikir aku akan senang dengan sebutan itu… Nami, apa kau sudah baikan dengan Luffy?"
"Menurutmu?" goda Nami tersenyum misterius namun dengan wajah sedikit merona.
"Tidak… Luffy terlihat tidak sehat akhir-akhir ini. Dia sering melamun dan dia tidak seperti Luffy biasanya. Kau tahu mengapa, Nami?"
"Hmm… mungkin." Jawab Nami masih merona.
XXX
"Yo!"
"Ace!"
Luffy pun menerjang Ace, memeluknya, memang sudah lama sejak Luffy bertemu Ace di pulau Whole Cake. Kakak angkatnya itu membalas pelukan Luffy namun segera melepasnya.
"Ace-san, terima kasih sudah menolong kami saat di pulau Whole Cake lalu." Ucap Brook membungkukkan badannya.
"Terima kasih juga sudah menjaga adikku selama ini." Balas Ace.
"Luffy, topi itu…. Bagaimana kau mendapatkannya?"
"Hah? Topi ini… kau mau topiku, Ace?"
"Tidak… aku hanya bertanya."
"Shanks memberikannya padaku, tapi suatu saat nanti aku harus mengembalikannya. Karena itu aku harus lebih kuat lagi dari sekarang dan suatu saat nanti ketika aku sudah menjadi bajak laut yang baik seperti janjiku pada Shanks, aku akan bertemu dengannya lagi dan mengembalikannya pada Shanks."
"Ah, aku harus pergi. Sampai jumpa di pulau berikutnya, Luffy."
"Kau tidak ikut dengan kami, Ace?"
"Marco sudah menungguku, jadi aku harus pergi."
XXX
"Onami, kau yakin ini rute yang benar?" Momonosuke memastikan.
"Ya. Aku tidak tau ini benar apa tidak, Luffy tidak akan suka kalau sudah tau akhirnya tapi aku rasa rute ini yang Ace maksud."
"Fufufu… menarik sekali." Ucap Robin misterius.
"Apanya yang menarik, Robin?"
"Kukukuku… aku tidak sabar cepat kesana."
XXX
"Aku melihat Pulau!" seru Usopp dari crow nest.
"Gomu gomu no Jet Frog Shot!"
Luffy pun melompat menuju pulau itu, tentu saja dia nyaris masuk laut karena jarak Sunny Go dan dermaga masih lumayan jauh. Nami segera membuatkan milky way agar Sanji dan Usopp bisa mengejar Luffy. Robin mengajak Momonosuke untuk berjalan-jalan di pulau itu. Sementara yang lain tinggal di Sunny Go kecuali Nami dan Chopper untuk melihat-lihat pulau sambil menunggu log mereka penuh.
"Nami, kau tidak keberatan jika kita ke toko buku dulu kan?" tanya Chopper.
"Tentu saja, aku juga mau belanja baju. Bajuku sudah mulai kekecilan, ayo Chopper."
Disisi lain pulau Luffy terus berjalan mengikuti instingnya hingga sampai ke sebuah rumah. Dari sana tercium aroma masakan yang lezat sehingga membuat Luffy tergoda.
XXX
"Sudah kuduga, pasti ada disini. Momo, kau bisa keluar sekarang?"
Samurai kecil mesum dalam wujud naganya itu enggan keluar dari tempat persembunyiannya. Ya, sebenarnya di pulau itu tak ada satu pun yang menentang ras yang berbeda tapi dengan alasan yang dibuat-buat Momo berhasil membuat Robin menyetujui permintaannya itu ya tentu saja karena Robin memang sudah tahu motif Momo.
"Waaa!"
Dihadapan keduanya terdapat makam yang bertuliskan Portgas D. Rouge. Ya Robin memang ingin memastikan hal itu selain ketertarikannya pada Phoneglyph yang ada di pulau itu. Pada makam itu terdapat pesan dalam tulisan phoneglyph.
"Ada apa, Robin? Kenapa kau menangis?"
"Aku hanya tersentuh dengan pesan yang ditinggalkan Roger."
"Tulisan itu dibuat Roger saat dia di penjara. Dia memintaku untuk menaruhnya di makam Rouge sebagai nisan Rouge." Ujar kakek tua pensiunan marinir.
"Garp-san?!"
"Oh… tenang saja, aku tidak akan berulah seperti cucuku itu."
XXX
"Usopp!"
"Ayah?!"
DARR
Seketika itu juga Yasopp langsung menarik pelatuknya dan menembakkannya ke arah Usopp. Usopp yang mengerti maksud ayahnya itu lalu mengambil kabutonya itu.
XXX
"Crocus-san, sedang apa disini? Bagaimana dengan Laboon?" tanya Nami ketika tak sengaja bertemu dengan Crocus di kota.
"Dia bersama Brook di dalam laut. Nami, Chopper, sebenarnya…."
"…"
XXX
"Hah? Pak tua Zeff? Sedang apa kau disini?"
DAAK
TAP
"OI! Apa yang kau lakukan menendangku begitu saja?!"
"Sanji!"
XXX
"Ace?!"
"Ywho Lwufhi, aho mahan bwerhsawa." (Translate : Yo Luffy, ayo makan bersama.)
Luffy pun menggunakan kesempatan itu untuk memakan semua makanan yang tersedia di depan matanya itu. Kata orang rezeki itu gak boleh ditolak, makanya saat ini duo brother itu tidak melewatkan kesempatan bagus itu.
"Kalian kakak adik ya? Benar-benar kompak ya."
"Ha… mhaseeeh mahananaya…*telen**sendawa*" jawab Luffy dan Ace berbarengan. (Translate : Iya… makasih makanannya…)
Wanita berambut ikal sebahu berwarna merah keorenan itupun tertawa geli melihat kelakuan kakak beradik tidak sedarah itu. Siapa sangka kalau rumah yang mereka datangi itu adalah kediaman Portgas D. Rouge yang tidak lain adalah ibu kandung Ace. Wanita yang mendiami rumah Rouge itu sebenarnya masih ada hubungan keluarga dengan keluarga Rouge meski sangat jauh. Dia juga yang sudah merawat rumah dan makam Rouge setelah Rouge meninggal.
"Terima kasih bi, sudah memberikan kami makanan enak ini." Ucap Ace membungkukkan badannya sementara Luffy terus menyantap hidangan di meja bahkan tangannya mulai gerayangan mencari sumber makanan baru.
DUAK
"Luffy! Ayo ucapkan salammu daan berterima kasih pada bibi ini seperti yang Makino ajarkan."
"Mwakwasheeh bi." (Translate : Makasih bi.)
DUAK
Glek… Ohok Ohok… Huwee…
Luffy yang masih penuh makanan dimulutnya itu terpaksa menelan semua makanannya karena jitakan Ace dan membuatnya terbatuk-batuk dan hampir memuntahkan makanannya itu. Luffy lalu mengambil sebarel air yang ternyata simpanan sake di rumah itu dan menghabiskannya dengan satu tegukan.
"Hahaha…. Kalian ini benar-benar lucu sekali. Siapa nama kalian berdua?"
"Monkey D. Luffy, calon raja bajak la- *DUAK* -ut. Sakiiiitt..! aduh Ace kenapa sih kau ini memukulku terus, udah kayak Nami saja."
"Namaku Portgas D. Ace, salam kenal bi." Jawab Ace mengabaikan ocehan Luffy.
"Port..gas… kau… Ace? Gol D. Ace?"
"Ehem… ya, nama lahirku itu tapi sekarang namaku Portgas D. Ace."
Wanita berumur sekitar akhir 30an itu lalu memeluk Ace sambil berlinangan air mata. Dia mulai menceritakan pertemuan Rouge dan Roger dari awal, tentu saja Luffy sudah meninggalkan rumah itu duluan karena dia tidak suka mendengar cerita seperti itu.
XXX
"Mau sparring denganku?" ajak Rayleigh pada Zoro.
"Aku menunggu hari ini datang." Sambut Zoro.
XXX
"Nami! Kau tidak apa? Ayo duduk disebelah sana."
"Tenang Chopper, kandungan Nami itu sangat kuat. Masa yang seperti ini saja kau tidak peka, sebagai dokter kau harus peka dengan kondisi pasienmu. Mau itu manusia atau hewan bahkan tumbuhan sekalipun."
"Tenang saja Chopper. Aku baik-baik saja."
"Sebagai dokter aku akan mengujimu Chopper. Kurasa soal navigasi kau sudah lebih ahli dariku tapi Nami kau harus meningkatkan tingkat defense-mu itu dan mengasah offense-mu lebih tajam lagi."
XXX
"*berderai air mata* khaw bhenawr bhenawr suhdahh besaaaar." Tangis Yasopp ditengah duel mereka.
"Tentu saja. tsk. Aku sudah tahu pasti akan begini jika bertemu denganmu. Hahaha…." Bohong Usopp yang pada akhirnya terkena serangan ayahnya sendiri.
"Usopp, siapa Kaya?"
"Aku tidak akan tertipu lagi."
"Mungkinkah dia calon menantuku."
XXX
"Ho… ini pertama kalinya kita bertarung seperti ini bukan?"
"Hah… hah… ya. Dan aku akan mengalahkanmu, firstmate raja bajak laut pertama."
"Hahaha… kali ini aku benar-benar mengerahkan seluruh kekuatanku, jadi bersiaplah."
XXX
"Sanji!"
DUAK
"Kau….! Kenapa tidak pernah mengatakan padaku kalau punya kakak secantik Rei-chan."
GUBRAK
"Jadi ini kenapa kau menendangku."
"Tentu saja bukan, anak idiot! Ayo kita lakukan shokugeki."**
XXX
"Yo, Luffy!"
"Bekmen!"
"Hahaha… kau sama sekali ga berubah. Kau masih memakai topi itu, hahaha… aku ingat saat kau masih bocah ingusan."
"Buuu….. sekarang aku sudah menjadi kuat. Aku juga punya nakama yang sangat kuat dan lihat saja nanti, kami pasti akan melebihi kalian semua."
"Hahahaha…. Kau ini benar-benar tidak berubah."
Luffy memonyongkan bibirnya karena masih diperlakukan seperti anak kecil oleh Bekmen.
.
.
"Yo, Luffy!"
"Shanks?!"
"Kau terlihat kaget… apa kau pikir aku ini sudah mati atau apa?"
Bayangan anak kecil berumur sekitar 7 tahun duduk di meja bar terbersit dalam benak Shanks. Shanks tersenyum melihat bocah nakal yang kini menjadi pemuda dihadapannya. Satu per satu flashback kenangan dengan bocah itu hadir dalam benak keduanya.
"Oi Luffy… terima kasih sudah menepati janjimu padaku."
Luffy pun melepaskan topi jerami yang dikenakannya. Hari itu akhirnya datang dimana dia mengembalikan topi titipan Shanks yang dipinjamkan kepadanya itu. Shanks meletakkan topi itu diatas sebuah makam tidak jauh dari mereka.
"Luffy… kau tahu ini?"
Luffy memiringkan kepalanya tanda tak mengerti. Shanks tertawa melihat ekspresi Luffy, dia lalu menjelaskan apa yang ada di tangannya itu.
"Bertarunglah denganku, Luffy. Road phoneglyph ini akan menjadi milikmu."
"Aku tidak tertarik."
"Hahaha… tapi tertarik atau tidak. Kau harus tetap bertarung denganku, atau… kau hanya berbual saja, hanya omong kosong saat kau mengatakan akan menjadi raja bajak laut!"
Luffy tidak bisa bergerak, sekujur tubuhnya mendadak gemetaran. Shanks menggunakan hakushou haki padanya dan dia benar-benar merasa terintimidasi.
"Oh.. apa ini, apa hanya segini kemampuanmu, Luffy?"
"Hentikan, Shanks. Aku tidak mau bertarung denganmu, kau adalah nakamaku. Aku bisa mengambil jalan lain menuju One Piece."
SYUU
BRAKK
"Aku tidak butuh kapten bajak laut lemah sepertimu. Mungkin banyak jalan untuk menemukan one piece atau Raftell tapi hanya ada satu jalan menjadi raja bajak laut, dan kau harus mengalahkanku untuk bisa melalui jalan itu, Luffy."
XXX
"Garp-san, terima kasih."
"Bwahahaha… kau tak perlu berterima kasih. Rasanya tetap aneh jika bajak laut berterima kasih padaku, seperti dia."
"Tolong jaga Luffy untukku."
XXX
"Apa cuma segitu kemampuanmu, Zoro?"
"Aku masih bisa lebih dari ini. Ayo lanjut, Rayleigh."
XXX
"Usopp. Saat kita bertemu sekali lagi, kenalkan aku dengannya ya. Calon menantu ayah." Goda Yasopp berbaring di tanah, di sebelahnya Usopp ikut berbaring kelelahan.
"Tentu saja."
"Hahaha…"
"Aku tidak pernah menyangka kalau kau akan menjadi anggota Luffy dan menjadi nakamanya. Dia anak yang baik, aku suka dengannya. Jaga dia baik-baik, Usopp." Pesan Yasopp.
"Iya, ayah."
XXX
"Kau benar-benar sudah berada diatasku, Sanji."
"…."
DUAK
"Kau ini, aku pernah bilang kan sebagai laki-laki jangan cepat menangis. Dasar bocah cengeng!"
"Kau sendiri berderai airmata."
DUAK
XXX
"Nami, Chopper, pergilah ke bukit belakang kota. Luffy dan Shanks sedng bertarung disana, tak ada lagi yang bisa kukatakan pada kalian. Pergilah, tapi jika mereka masih bertarung jangan halangi mereka. Lihat saja dan kau akan mengerti mengapa kami semua berada di pulau ini."
"Terima kasih, Crocus-san."
XXX
"Ada apa, Luffy? Apa kau meremehkan aku karena aku hanya memiliki satu tangan?"
"Tidak. Shanks, kau adalah nakamaku. Aku tidak mau melawanmu, aku bisa menggunakan cara lain untuk menemukan one piece."
TRING
"Oh, akhirnya kau mau melawanku."
"Kenapa kita harus bertarung, Shanks?"
"Pemikiran seperti itulah alasan kenapa aku tidak mau mengajakmu bersamaku. Ayo… apa ini kemampuanmu, Luffy?" "Jangan meremehkanku!"
Robin, Momo, Nami, dan Chopper juga Usopp dan Sanji akhirnya sampai di tempat pertarungan Luffy dan Shanks. Shanks mengambil kesempatan ini untuk memancing Luffy.
"Hei Luffy, aku atau nakamamu, mana yang kau pilih jika dihadapkan dalam situasi aku dan nakamamu dalam bahaya."
Shanks pun melesat ke arah Nami menggunakan seluruh kekuatannya. Nami hanya bisa menutup matanya, Bekmen sudah menahan Sanji agar tidak mengintervensi pertarungan Luffy dan Shanks. Luffy mau tak mau menggunakan gear third dan berhasil menghentikan Shanks.
Luffy mengepalkan tangannya. Shanks sungguh-sungguh ingin bertarung dengannya. Ini tidak seperti kesalahpahaman antara dia dan Zoro di Whiskey Peak, dengan Usopp dan Robin di Waterseven, dengan Nami di Kokoyashi, dengan Sanji di Whole Cake. Semua itu berbeda. Ini mengingatkannya pada pertarungannya melawan Bellamy.
Bagaimana ini bisa terjadi? Luffy benar-benar tidak mengerti.
"Gomu gomu no Fourth Gear : Balloon Man."
"Menarik."
Pertarungan yang sesungguhnya antara Shanks dan Luffy pun dimulai. Bekmen mengatakan pada anggota bajak laut Topi Jerami yang berada disana dengan nada bercanda bahwa mereka mungkin harus mengganti nama bajak laut mereka dan bendera mereka, tentu saja itu tidak digubris mereka. Bekmen juga mengatakan pada mereka kalau Shanks menangis semalaman karena harus melakukan semua ini pada Luffy demi memenuhi janjinya pada Luffy.
Baik Luffy maupun Shanks saling mengeluarkan jurus andalan masing-masing, tak ada yang tahu pasti sampai kapan pertarungan itu berlangsung namun semua anggota bajak laut Topi Jerami termasuk aliansi Wanokuni menyaksikan pertarungan terlama itu.
"Hah… hah… gomu gomu no…"
TRING
Semua yang diajarkan Rayleigh dan semua jurus yang dia dapatkan dari melawan Yonkou dikerahkan Luffy hingga akhirnya…
BRUKK
Shanks dan Luffy pun terjatuh kelelahan. PLUK. Bekmen memberikan topi jerami itu pada Shanks yang kemudian diberikan pada Luffy.
"Kau yang lebih pantas memakai topi itu dibanding aku, kapten."
Luffy menutupi wajahnya dengan topi jerami itu. Menangis. Tentu saja tidak hanya Luffy, Shanks bahkan Bekmen ikut menangis. Bayangan masa lalu mereka ketika Luffy masih mengikuti mereka terus berputar di benak ketiganya bahkan ketika mereka berdua bertarung membuat airmata ketiganya semakin mengalir deras.
"LUFFY!"
Seluruh nakama Luffy pun menghampiri Luffy dan memeluknya. Shanks dan Bekmen yang sudah berdiri, beranjak pergi tanpa mengatakan apapun namun Luffy tahu pesan mereka.
"Teman-teman… aku… akan menjadi lebih kuat lagi dan lebih kuat lagi agar aku bisa melindungi kalian."
XXX
"Sudah kubilang kan kek, dia adalah orang yang baik dan memenuhi janjinya."
"Kali ini saja kubiarkan dia tapi aku tidak akan pernah menerimanya karena sudah mencuci otak Luffy."
"Hahaha cuci otak. Yaah… Luffy memang tipe orang yang gampang terhipnotis tapi Luffy adalah tipe orang yang memiliki prinsip yang kuat jadi kurasa…"
"Kenapa kau membelanya terus sih Ace."
"Karena dia adalah adikku. Dan Shanks adalah orang paling penting dalam hidup Luffy."
XXX
"Nami, Robin, aku… ingin menggunakan road phoneglyph itu… aku ingin tahu rute yang kita lalui benar atau tidak…"
"Luffy…"
"Fufufu… siap kapten, aku akan membacakannya untukmu."
Malam itu setelah log mereka penuh, bajak laut Topi Jerami feat Samurai Wanokuni kembali berlabuh menuju pulau selanjutnya mengikuti road phoneglyph yang sudah mereka kumpulkan.
Disisi lain pulau, Yasopp dan Shanks masih menangis dengan deras. Tentu saja alasan keduanya berbeda. Bajak laut Shanks dan Ace pun melanjutkan perjalanan mereka memburu Kurohige. Hingga bajak laut Topi Jerami menjadi bajak laut terkuat sepanjang sejarah, hingga saat itu bajak laut Shirohige yang diketuai Marco dan Ace membentuk aliansi bersama Red Hair Pirates (RHP) melindungi mereka dari Kurohige.
XXX
BERSAMBUNG
Terima kasih buat sudah menunggu dan membaca serta mereview fanfic ini. Hahaha… ini adalah chapter terpanjang yang pernah kubuat. Selama bulan puasa ini, author bakal hiatus hingga habis lebaran nanti hehehe
*lupa nama jurus Usopp, itu jurus Sanji bikinan author sendiri haha karna aku ga hafal jurus Sanji
**ini seriusan. Shokugeki no Souma diganti jadi Shokugeki no Sanji. Ini benar-benar terjadi, RnRers! Tentu saja hanya terjadi di fic ini saja hahaha btw juri Zeff dan Sanji itu Shinomiya, Souma, dan Erina dari Shokugeki no Souma karya Tsukida Yuto dan Shun.
SIDE STORY : BOYS (?) TALK
Suatu malam setelah Luffy ketahuan menghamili Nami. Para pria dari bajak laut Topi Jerami dan Wanokuni lalu menyergap Luffy. Mereka membawanya ke crownest. Zoro yang memang sudah ada disana karena malam itu jadwalnya jaga malam hanya melirik ke kumpulan nakamanya itu sambil latihan beban.
"Jadi… Luffy, bagaimana awalnya kau dan Nami…" Usopp membuka diskusi serius (?) mereka.
Luffy dan Chopper memiringkan kepalanya tanda tak mengerti. Sebenarnya Chopper ikut mereka karena terlihat seru dan dia tidak mau tertinggal oleh lainnya. Usopp lalu memberikan isyarat yang mengatakan menunjukkan kehamilan Nami namun Luffy yang tidak mengerti itu malah tertawa bersama Chopper. Zoro mulai tertarik dengan obrolan mereka itu, lalu mengatakan dengan gamblang maksud Usopp sebenarnya.
"Ah… shishishi… aku tidak tahu bagaimana menceritakannya…"
"Langsung pada prosesnya saja." usul Franky.
"Yohohoho… celana dalam warna apa yang dipakai Nami-san saat itu…"
Aura mencekam datang dari Momo dan Sanji. Kin'emon yang terus menggumamkan perbuatan tak senonoh dasar anak muda jaman sekarang. Usopp yang sudah dirundung rasa penasaran itu lalu mengeluarkan sebuah buku tentang anak ayam. Tentu saja Luffy dan Chopper yang membaca cerita itu terkagum-kagum dengan gambar dibuku itu.
Zoro yang sudah mulai lelah dengan semua kesalahpahaman dan rasa penasaran yang benar-benar dipuncaknya akhirnya menjelaskan pada Luffy maksud mereka semua.
"Ooh… hmmm… saat itu aku dan Nami tidak sengaja mandi bareng, lalu…"
Dari arah belakang Luffy. Aura mengerikan seperti menghampiri mereka, tidak itu bukan dari Sanji dan Momo. Zoro pun segera menjauhkan diri sebelum nenek sihir datang menghajarnya habis-habisan dan menaikkan suku bunga hutangnya. Luffy yang mungkin tidak mengaktifkan hakinya atau dia sedang tenggelam dalam ceritanya sendiri tidak menyadari kehadiran sesosok makhluk dibelakangnya. Usopp dan Chopper sudah bersembunyi dibalik Zoro, sedangkan lainnya masih sibuk mendengarkan cerita Luffy yang semakin menjurus ke arah kenaikan rating fanfic. Disaat itulah…
"Thunderbolt Tempo…"
Begitulah akhir dari cerita Luffy dan Nami. Sejak saat itu tak ada yang berani menanyakan hal itu lagi. Biarlah itu menjadi misteri tersendiri.
