Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichiro

Summary : "Luffy, ingat kau harus melindungi Nami. Karena dalam perut Nami ada nakama kecil yang masih lemah." Luffy memandang kedua kakaknya dengan tatapan bingung, kenapa kedua kakaknya itu menyuruhnya melindungi Nami. Lagipula Nami bisa melindungi dirinya, dan tanpa mereka suruh pun sudah pasti dia akan melindungi seluruh nakamanya. "Luffy, kau suka daging kan?" wajah Luffy kembali berseri, "Luffy, anggap saja Nami itu seperti daging yang kau sukai. Apa kau akan memberikan daging kesukaanmu itu kepada orang lain?" Luffy menggeleng.

Warning : OOC, AU/AR/AT mungkin, banyak typo, dll.

Genre : (main genre) Friendship, Romance; (minor genre) Adventure, Action, comedy (?).

RYUUSEI

"Yo!"

"Shanks?"

"Akagami no Shanks, kita jadi sering bertemu ya..."

"Ada apa, Shanks? Apa Luffy terlibat masalah lagi?"

"Hahaha... kita sama-sama tahu kalau bukan itu tujuanku kemari, Ace. Aku punya berita menarik untukmu, ini tentang Kurohige."

"Apa ini tentang aliansinya dengan Big Mom dan Kaidou?"

"Bukan. Ini tentang Akainu..."

"Akainu? Apa hubungannya dengan Teach?"

XXX

"Kau mau aku jadi apa?" desak Dogtooth pada marinir didepannya.

"Aku menawarkan padamu menjadi Shichibukai." Jawab marinir didepannya.

"Aku tidak tertarik. Kekuatanku sendiri juga sudah cukup untuk melindungiku sendiri, apalagi dari Anjing Merah sepertimu."

XXX

"T mang t mang mahasih hutuk huanya ya...(Teman-teman terima kasih untuk semuanya ya...)" ungkap Luffy disela makannya.

"Hah? Apa yang kau katakan Luffy? Kau mengatakan itu seperti orang mau mati saja." Celetuk Usopp yang disambut dengan bogeman mentah dari Nami dan Zoro.

"Shishishi... aku hanya berpikir kalau aku tak pernah mengatakan itu pada kalian terutama pada Nami shishishi... kalau tidak ada Nami dan Sanji, aku dan Zoro mungkin tidak akan sampai ke tempat ini hahahaha kalau tidak ada Robin, kita mungkin tidak akan pernah tahu kalau kita harus mengikuti Road Phoneglyph dan bisa melawan Big Mom dan Kaidou juga bertemu Shanks. Kalau tidak ada Chopper, aku tidak tahu akan seperti apa Nami saat itu... mengingatnya membuatku frustasi, karena kalau saja aku saat itu lebih kuat lagi pasti Nami bisa cepat tertolong dan Sanji tidak akan terluka, kalau tidak ada Franky... berapapun kapal yang kami naiki pasti akan bernasib sama dengan Going Merry, dan bertemu Brook dan Jinbei adalah yang terbaik... shishishi..."

"Oi! Kau tidak menyebutkan namaku..."

"Oh ya... aku juga sering terhibur dengan bualan Usopp shishishi..."

"Hei!"

"Hahahaha..."

"Ini tidak seperti kau saja Luffy bicara banyak begitu." Balas Zoro.

"Mau gimana lagi... ini karena author yang payah dalam mengekspresikan perasaannya lewat tindakan jadi Luffy diberi skrip panjang begitu." Timpal Nami.

"Hah... aku sih sudah tahu dari awal, lagian author kan jones tapi sok bikin fic genre romance, jadinya begini nih.." sambung Usopp.

XXX

"Zehahaha... kalian kalah karena kalian melawan Topi Jerami secara langsung, tapi apa kau pernah berpikir untuk menyerang titik lemah mereka, Big Mom."

"Apa maksudmu?"

"Kau seharusnya menghancurkan navigator mereka karena dengan begitu dia tidak akan pernah bisa mencapai one piece dan menjadi raja bajak laut... dengan kata lain, kaulah yang akan menjadi raja bajak laut, maksudku ratu bajak laut."

"..."

XXX

"Ace, apa yang akan kau lakukan? Kali ini... Luffy dan nakamanya benar-benar harus sendirian mengalahkan mereka semua. Ini adalah perang terakhir untuk menguji seberapa kuat dia untuk menyandang gelar raja bajak laut. Apa yang akan kau lakukan?" tutup Shanks sebelum dia meninggalkan Ace dan Marco.

"Shanks... aku rasa kita tidak perlu mengkhawatirkan mereka lagi." Jawab Ace.

"Hahaha... ya kau benar."

XXX

"Pudding-sama, apa yang kau pikirkan?"

"..."

XXX

"Dragon-san, kau mau kemana?" tanya salah satu anggota Pasukan Revolusioner.

"Mau lihat calon cucuku." Jawab Dragon datar membuat anggota itu menganga.

"Sabo, Koala, ayo kita pergi. Hack dan Ivankov, kalian berjagalah disini. Mungkin kita akan bertarung dengan Kuma tak akan lama ini."

XXX

"Jadi kau kemari untuk itu... menarik, tawaran yang menarik."

Akainu dan Dogtooth saling berhadapan, melemparkan tatapan membunuh pada satu sama lain. Tapi pada akhirnya demi tujuan itu, mereka pun saling menyepakati satu sama lain tawaran yang diajukan Big Mom.

XXX

Sementara itu bajak laut Topi Jerami melanjutkan perjalanan mereka menuju pulau terakhir dimana tempat one piece berada. Sudah lebih tiga bulan mereka berlayar tanpa singgah di sebuah pulau. Kini usia kandungan Nami sudah memasuki usia tujuh bulan. Luka luka yang diderita oleh sebagian Topi Jerami akibat Big Mom dan Kaidou juga sudah sembuh sepenuhnya. Luffy dan Jinbei juga Sanji dan Zoro menghabiskan waktu mereka dengan sparring. Catatan penting : dalam kasus Sanji dan Zoro, sparring mereka hanya pertengkaran mereka seperti biasa. Usopp dan Franky selain menciptakan alat-alat baru, mereka juga melakukan sparring sendiri.

"Aah... aku bosaaaaan!"

"Halo...!"

Seketika itu juga Zoro memasang sikap siaga, sementara Sanji yang tadinya bersikap siaga jadi berubah ketika melihat orang yang menyapanya. Luffy, Usopp, dan Chopper pun tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka pada orang atau makhluk dihadapan mereka.

"Apa dia jenis seperti wanita salju di Punk Hazard ya..." gumam Franky.

Semua terjadi tanpa bisa dicegah, Sunny Go melayang diudara bersama makhluk yang menyapa mereka. Luffy, Usopp, dan Chopper hanya bisa terkagum-kagum dengan apa yang mereka alami. Makhluk yang merupakan sesosok wanita berparas cantik itu bergabung dengan Topi Jerami.

"Apa kau pengguna buah setan?" tanya Nami penasaran.

"Buah setan?" gumam wanita itu memiringkan kepalanya tampak berpikir.

"Kau lihat... pria disampingku ini pengguna buah setan gomu gomu no mi yang membuatnya menjadi manusia karet," jelas Nami sambil menarik pipi Luffy sampai melar, "lalu wanita disebelah sana adalah pengguna buah setan hana hana no mi yang membuatnya-"

"Oh! Jadi kalian menyebutnya buah setan? Jawabanku tidak. Kau tahu... kami adalah penduduk pulau langit, ya kami bisa terbang tanpa sayap tapi karena terbang menguras banyak energi kami jadi kami selalu menghentikan kapal dilaut dan membawanya ke pulau kami hanya agar kami bisa beristirahat di kapal itu."

"Oh my lady... kau bisa beristirahat sepuasmu, bahkan jika itu dipangkuanku."

"Tch.. koki mesum."

"Hah... kau mengajakku ribut."

"Kukuku... kalian ini orang-orang yang menarik. Apakah kalian bajak laut?"

"Iya. Namaku Luffy dan aku akan menjadi raja bajak laut!"

DEG

"...senyum itu... mirip dengan bajak laut yang pernah singgah dipulau kami saat aku masih kecil. Dia cinta pertamaku *senyum manis* kalo tidak salah namanya Roger."

"EEEH!"

XXX

"Kuma atau harus kupanggil dengan dengan sebutan Barista." Dragon berkata dengan tenang.

"Aku hanya ingin memperingatkanmu untuk terakhir kali. Saat ini Akainu berencana menghancurkan bajak laut Topi Jerami, dia ingin membunuh navigator mereka." Kuma memberi peringatan, kemudian dia pun pergi.

"Sabo, Koala, apa kalian tahu kemana Luffy pergi? Kita harus menyelamatkan Nami."

"Aku punya vivre card miliknya, Dragon-san."

"Ayo cepat! Kita tak punya banyak waktu. Aku tidak mau Luffy kehilangan orang yang berharga dalam hidupnya sekali lagi."

XXX

"Kumpulkan semua petinggi marinir, kita akan memburu Topi Jerami. Aku tak peduli hidup atau mati karena mereka semua akan kueksekusi."

"Baik pak!"

XXX

Big Mom, Kurohige, dan Kaidou terlihat merayakan aliansi mereka. Keterlibatan angkatan laut dalam peperangan merebutkan tahta kerajaan bajak laut itu membuat segalanya menjadi mudah untuk ketiganya. Tidak akan bisa yang dilakukan oleh Luffy dan nakamanya ataupun aliansinya karena seisi dunia mulai berbalik menyerang mereka. Harga poster buronan bajak laut Topi Jerami mulai menanjak naik, Untuk mereka yang sengaja menyembunyikan buronan tersebut maka hukumannya dieksekusi di tempat!', dengan warning seperti itu siapapun pasti akan berbalik menyerang mereka, itulah yang membuat ketiganya yakin sekali tidak akan ada harapan untuk bajak laut Topi Jerami.

Tapi tanpa diketahui ketiganya, semua itu tidak akan berpengaruh pada penduduk pulau pulau atau kerajaan yang pernah ditolong oleh bajak laut Topi Jerami karena penderitaan selama sebelum Topi Jerami datang bahkan lebih buruk dari kematian itu sendiri.

"Lihat saja nanti, aku akan menghabisi kalian dan merebut gelar raja bajak laut." Pikir ketiganya.

XXX

"Ryuusei."

"Iya, itu adalah nama desa kecil di bawah jembatan itu. Dan kita akan kesana."

Bajak laut Topi Jerami dan wanita misterius itupun terbang ke desa yang ditunjuk wanita misterius. Tak butuh waktu lama untuk mencapai Ryuusei, sesampainya disana seakan terbebas dari belenggu kebosanan, Luffy serta Usopp dan Chopper langsung berlari turun dari Sunny Go entah kemana. Ketika Zoro akan turun, Nami langsung menghadangnya dan meminta Sanji untuk menjaga Zoro agar dia tidak turun dari Sunny Go. Sebagai gantinya Brook dan Franky yang membelikan keperluan Sanji. Robin dan Momosuke dalam wujud manusianya pun turun ke kapal untuk mengeksplorasi pulau itu, ditemani wanita misterius yang mengatakan pada Robin untuk menunjukkan apa yang dicarinya. Kin emon menawarkan diri untuk menemani Nami menuju pulau itu karena disuruh Sanji padahal alasan sebenarnya adalah karena dia sama seperti Luffy, bosan di kapal dan dia juga khawatir pada kandungan Nami.

"Naaaamiiiii~~!" seru trio bodoh itu.

"Ayo ikut kami...!" ajak Luffy langsung menarik Nami namun akhirnya membopongnya karena dia teringat bahwa dalam perut Nami ada nakama kecilnya yang masih lemah.

.

.

"Pakailah ini. Aku dengar pengguna buah setan tidak bisa terkena air laut jadi kalian harus memakai ini untuk melindungi kalian. Tempat yang akan kita kunjungi berada di dalam sungai ini."

Robin dan Momo pun memakai pelindung yang diberikan wanita itu, mereka memasuki sungai itu dan berjalan kedalamnya. Betapa mengejutkannya, didalam itu tidak salah lagi kalau sungai itu tembus ke pulau tempatnya lahir. Ohara.

"Tapi... bagaimana bisa?" Robin tak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Saat Profesor membuang buku-buku itu, kami melindungi pengetahuan itu. Kami adalah yang mereka sebut peri. Kau pasti tahu orang disebut-sebut sebagai jelmaan Merry itu... dia juga peri seperti kami, kau bisa menemuinya di desa Ryuusei."

"Tapi... itu mustahil.."

"Apa kau pernah mendengar kisah neverland?"

"Ya. Aku membaca bukunya."

"Itulah tempat ini. Ryuusei."

.

.

XXX

PLUK

"Shishishi... Nami... lihat ini rompinya sama percis seperti milikku. Bagaimana kalau kita beli ini untuk Ryuusei."

Nami terdiam. Dia mencoba mencerna apa yang dikatakan Luffy, mungkin otak cerdasnya saat itu sedang tidak bisa diajak berpikir karena perkataan Luffy itu.

"Kau mau membelikan pulau ini rompi sekecil itu, Luffy?"

"Hahahaha... Chopper, kau ini ada-ada saja. Pulau kan tidak bisa pakai rompi."

"Oh... eeeh! Kau... aku bahkan belum tahu jenis kelamin anakmu tapi... sugeeee... gimana kau bisa tahu?"

"Shishishi... tahu saja."

"Ryuusei, eh... ya ga buruk juga nama itu." Gumam Nami.

"Shishishishi... benar kan?"

Mereka pun akhirnya membeli perlengkapan bayi juga buku-buku untuk Chopper dan Robin, baju untuk Nami, dll.

"Hooo... apa ini? merusak pemandangan saja!"

Tak terduga sesosok pria berpakaian aneh dengan wajah super madesu menghampiri Luffy, Chopper, Nami, dan Kin'emon. Otomatis Luffy dan Kin'emon memasang kuda-kuda untuk melawan pria itu. Firasat buruk, namun haki observasi yang dimiliki Luffy tidak cukup untuk mencegah hal itu terjadi. Pria aneh itu menghampiri Nami dan menyentuhnya sambil menggumamkan hitungan satu dua tiga... dia melompat mundur dan menghilang setelah memberikan seringai lebar. Luffy tentu saja mencoba mengejarnya sementara Chopper dan Kin'emon tinggal bersama Nami. Nami tampak kesakitan dan terus memegang perutnya.

"Nami, bertahanlah! Kita akan kembali ke Sunny. Ayo Kin'emon!"

Chopper berlari sekuat tenaganya sambil tetap menjaga Nami agar tidak jatuh, sementara Kin'emon meskipun terus mengomel karena sebagai samurai dia diperlakukan seperti budak dengan membawa semua belanjaan mereka.

XXX

"Sanji! Zoro!"

"Chopper, ada apa? Waaa... Nami-san...! Apa... siapa... siapa yang melakukan ini?"

Sanji langsung berlari memasuki pulau dan mengikuti insting bertarungnya. Sementara itu Robin dan Momosuke baru saja kembali dari perjalanan mereka bersama wanita yang membawa mereka ke pulau itu.

"Zoro! Cepat ambilkan air panas! Kin'emon, bisakah kau membuat pakaian untuk Nami?"

Suasana gaduh itu membuat Robin dan wanita misterius itu menghampiri Chopper. Dengan sigap Robin dengan kekuatannya membantu Chopper dengan siap. Wanita itu terus mengamati Nami yang memegangi perutnya.

"Ini... pasti perbuatannya..."

"Maksudmu?" Tanya Zoro.

"Jones. Dia pengguna buah setan, jikan jikan no mi (time time fruit)*!"

"Jons?"

"Bukan Jons tapi Jones, Jo-nes. Ak-"

"Oiiii!" Teriak Usopp berlari menuju Sunny diikuti Franky dan Brook yang membawa Sanji atau setidaknya pria tua bangka yang dipanggul Franky itu terlihat seperti Sanji."

"Usopp... siapa pria tua yang kalian bawa itu?" Robin menanyakan Usopp atau mungkin memastikannya.

"Kalian tidak akan percaya ini..." Usopp pun menceritakan semua kejadian yang mereka alami.

"Tidak salah lagi, itu adalah Jones. Dia bisa memanipulasi waktu karena pemakan jikan jikan no mi. Dalam kasus teman kalian, dia mempercepat waktu sehingga teman kalian melahirkan lebih cepat dan menua lebih cepat."

"Kalau begitu... ini gawat, Luffy sedang bertarung dengannya."

"Hati-hati selain mempercepat waktu dia bisa memanipulasi masa lalu seseorang seolah dia kembali ke masa itu, dia membuat lawannya memasuki dimensi ruang dan waktu dan membuat mereka melihat masa lalu yang sangat menyakitkan buat mereka. Banyak penduduk disini yang meninggal karenanya, terutama pasangan yang selalu terlihat berbahagia."

XXX

"Ace... Sabo... Merry... aaah... tidak... jangan...!"

Luffy terkena serangan The Past You, dari Jones. Saat ini dia terperangkap dalam dimensi ruang dan waktu, dia melihat dirinya yang masih kecil ketika kapal Sabo terbakar dan Sabo dinyatakan meninggal, lalu berganti saat Ace dieksekusi dan dia kehilangan kakaknya itu untuk selamanya, lalu berganti saat dia harus membakar Going Merry, scene demi scene terus berganti hingga akhirnya Luffy terjatuh dalam dimensi ruang dan waktu.

Dilain sisi, di Sunny Go, setelah mendengar itu Zoro dan Brook kembali ke pulau untuk membantu Luffy, sedangkan Chopper dan Robin membantu proses persalinan Nami. Tidak lama setelahnya bayi kecil itupun lahir, dia menangis dengan kencang seakan dia senang karena akhirnya terlahir ke dunia. Wajahnya sangat mirip dengan Luffy, itu seperti Luffy versi bayi, melihatnya membuat Usopp dan Chopper tertawa terbahak-bahak. Nami masih terbaring lemas, sementara koki mereka, Sanji versi tua bangka berjalan tertatih untuk menyiapkan makan malam untuk mereka semua.

"Jadi kau akan memberikan namanya siapa, Nami?" Tanya Robin.

"Ryuusei."

"Eh? Pulau ini?"

"Ya. Luffy yang memilih namanya."

"Ryuusei... Dragon-san pasti akan senang mendengarnya. Arti nama itu adalah bintang jatuh, aku pernah mendengar legenda dimana ketika kau melihat bintang jatuh dan kau memohon disaat bersamaan maka permohonanmu akan terkabul."

"Eeh!"

XXX

Masih didalam dimensi ruang dan waktu, Luffy terombang ambing dalam dimensi itu. "Oi!" Seseorang memakai rompi merah yang sama dan memakai topi jerami yang sama dengannya menyapanya hanya saja dia terlihat lebih dewasa dan wajahnya rasanya tidak asing lagi. Pria berumur sekitar pertengahan 20an itu sekilas seperti Ace hanya tidak memiliki bintik diwajahnya. Pria itu menghampiri Luffy dan menanyakan bagaimana dia bisa memiliki topi jerami yang sama dengannya, Luffy menjawab dengan mengatakan itu adalah pemberian Shanks. "Hmmm... jadi kau juga akan menjadi raja bajak laut?" Luffy tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, Luffy berkata kepada pria itu kalau dia ingin menjadi raja bajak laut karena seorang raja bajak laut adalah pria yang paling bebas**. Pria itu tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang rapih, senyumnya mirip dengan senyum Ace, kakaknya. "Ayo kita bertarung!" Pria itu mengajak Luffy. Dia mengatakan pada Luffy kalau dia mau keluar dari dimensi ruang dan waktu itu, dia harus bertarung dengannya, untuk memperebutkan gelar raja bajak laut kelak. Luffy tampak tertarik, tapi dia kebingungan. Dia tidak mau bertarung dengan pria itu karena baginya pria itu bukanlah musuhnya. Pria itu mengatakan kalau dia adalah jelmaan masa lalu raja bajak laut yang pertama, Gol D Roger, ketika Roger baru memulai petualangannya. Luffy akhirnya mengerti situasi yang dihadapinya, ini seperti pertarungannya melawan Bellamy saat di Dressrosa dulu. "Baiklah!" Pertarungan Luffy dan Roger muda pun dimulai.

Sementara itu diluar dimensi ruang dan waktu, Jones berbaring dengan bosan. Dia sudah membagi dua pulau menjadi laki-laki dan perempuan tetapi masih saja timbul pasangan berbahagia. Dia juga sudah menghukum semua pria dan wanita yang melanggar aturannya tetapi tetap saja ada banyak pasangan yang tercipta dan berbahagia. Dia memikirkan tentangnya, dari sejak dia menginjakkan kaki ke dunia ini, dari sejak dia mengenal perasaan lain untuk lawan jenis, dia sudah mencoba untuk mencari pasangan tapi hasilnya nihil. Tidak ada seorangpun yang menginginkannya. Ditengah keputusasaannya dia pun memakan buah aneh yang memberikan kekuatannya yang ia miliki. Awalnya dia senang ketika akhirnya dia menemukan seorang wanita yang dia sukai dan juga menyukainya tetapi lagi-lagi pada akhirnya dia sendiri lagi, karena kekuatannya itu wanita itu menjadi gila dan akhirnya bunuh diri. Sejak saat itu dia berubah menjadi seperti sekarang. Membenci semua pasangan berbahagia.

"Oi... kau, yang namanya Jons***?"

"Namanya Jones, Zoro-san."

"Tch... mau apa kalian?!"

"Mau mengalahkanmu."

"Tsk... mengganggu kesenangan orang saja."

XXX

"Nami, lihat ini?!" Usopp dan Franky memperlihatkan tempat tidur bayi kepada Nami.

Sanji yang sudah kembali normal meski masih dalam wujud tuanya juga membawakan para wanita makan malam mereka. Ryuusei sedang tertidur pulas, dia bahkan tidak terbangun dengan semua kegaduhan itu.

"Sekarang kalau dipikir lagi bukannya ryu artinya naga, pantas saja Robin bilang ayahnya Luffy akan senang."

"Kalian sebaiknya berhati-hati karena, ini terlalu baik untuk orang kejam seperti Jones. Mungkin saja pertumbuhan Ryuusei akan dipercepat sehingga dia mungkin saja bisa langsung jadi dewasa. Aku dengar ketika Jones menggunakan kekuatannya untuk mempercepat waktu menuju masa depan maka rentang waktu sisa kehidupan orang yang disentuhnya akan berkurang. Karena itu, aku rasa dia ingin membunuh Nami secara perlahan."

XXX

Luffy dan Roger terus bertarung, mereka saling menyerang dan bertahan serta saling mengeluarkan jurus andalan mereka. Tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Luffy semakin terpojok hingga saat Roger mengatakan pada Luffy sebaiknya dia berhenti saja mencoba menjadi raja bajak laut kalau dengan begitu saja dia tidak bisa mengalahkannya. Luffy kembali bangkit, sudah tidak ada lagi keraguan dihatinya. Pertarungan ini bukan lagi untuk mencapai impiannya tetapi untuk nakamanya diluar sana, dan saat itulah dia teringat Nami. Semua kenangannya bersama navigatornya itu terulang dalam benaknya, seperti film di bioskop. "Gear Forth." Luffy terus menerus menyerang Roger muda, begitupun dengan Roger. Hingga akhirnya mereka berdua pun tumbang diwaktu yang bersamaan.

"Anak dan istrimu dalam bahaya, kau harus kembali sekarang."

Itulah terakhir kalinya Luffy melihat Roger sebelum dia keluar di tempat pertama dia bertemu dengan Jones. Terlihat Zoro dan Brook terengah-engah melawan Jones. Tubuh Zoro semakin menua, meskipun Brook tidak terlihat menua sama sekali. Luffy lalu ikut bergabung dengan Brook dan Zoro. Kali ini dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan pria aneh dihadapan mereka.

"Gear Forth."

XXX

"Jinbei... kau kemana saja?"

"Aku bertemu dengan mereka bertiga dijalan."

Jinbei membawa Luffy, Zoro, dan Brook kedalam Thousand Sunny. Ketiganya tampak tak sadarkan diri, Jinbei juga mengatakan apa yang terjadi disana. Dan mengatakan kalau mereka sudah bisa berlayar kembali.

Baik Sanji maupun Zoro dan Brook kembali ke wujud semula. Ryuusei, seperti yang dikatakan Ohara, wanita misterius yang membawa mereka ke pulau itu tidak kembali normal. Jinbei mengatakan, pria aneh itu mengatakan dia mengambil rentang waktu miliknya untuk Ryuusei, dia juga mengatakan kalau Nami mengingatkannya pada sosok wanita yang ia cintai tapi karena kekuatannya wanita itu memilih untuk bunuh diri. Bersama Ohara, Jones memulai kehidupan barunya. Dia akan memperbaiki kesalahannya. Ryuusei? Bayi yang baru lahir beberapa jam itu karena kekuatan Jones, pertumbuhannya dipercepat sehingga dia berusia delapan bulan. Sekarang dia sudah bisa duduk, tengkurap, merangkak, dan berdiri. Oh dia juga sudah mulai belajar berjalan.

XXX

"Hahahaha..."

Siang itu Robin dan Nami sedang berjemur di kursi santai mereka, hal tak terduga terjadi saat mereka kembali ke lautan dari Pulau Ryuusei. Dihadapan mereka terbentang lautan, bukan sembarang lautan tetapi... All Blue. Ya. Itu adalah impian Sanji dan juga Zeff. Pak tua mantan bajak laut koki yang berhenti mengarungi lautan untuk menemukannya dan diteruskan oleh Sanji sebagai syarat dia bergabung dengan Luffy. Itu terjadi seminggu yang lalu, Sanji masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat kearah nakamanya, mereka tentu saja tersenyum lebar karena akhirnya salah satu dari mereka lagi-lagi mencapai impiannya. Menggunakan rakit buatan Franky, yang katanya terinspirasi dari coretan Ryuusei saat bayi itu mencoret-coret blueprint milik Franky yang masih dalam tahap pengerjaan. Franky bersama Sanji lalu menuju All Blue. Franky mengatakan rakit buatannya itu didesain serba guna, jadi Sanji bisa menyimpan bahan-bahan atau bahkan air untuk Zeff. Usopp juga mengabadikan pemandangan All Blue dengan video dial yang ia dapatkan dari pulau Ryuusei. Seminggu setelah disanalah mereka... ditengah lautan Grand Line (New World) menuju pulau terakhir, Raftell.

"Aaa...hng...au..." Ryuusei terlihat antusias dalam pangkuan Luffy.

Luffy, Usopp, dan Chopper harus memancing karena Luffy lagi-lagi harus menghabiskan bahan makanan mereka. Ryuusei sepertinya tidak mau kalah dengan ayahnya, dia juga ikut andil dalam penghabisan bahan makanan itu.

WUZZZ

Ikan-ikan pada berdatangan, kali ini Franky membagi dua akuarium mereka. Untuk bahan cadangan, dan untuk hiburan. Chopper dan Usopp sudah memenuhi kolam untuk bahan cadangan mereka sementara Luffy memenuhi akuarium untuk hiburan.

Chopper harus pergi ke ruang perawatan untuk mengurus sesuatu, sehingga hanya Luffy dan Usopp juga Ryuusei yang melihat ke dalam akuarium hiburan. Tanpa Luffy dan Usopp sadari, nakama kecil mereka sudah berada didalam kolam berisi ikan hiu dan ubur-ubur itu. Usopplah yang pertama menyadari, wajahnya berubah menjadi ungu dan hampir kejang-kejang saat dia melihat Ryuusei ada didalam kolam sambil tertawa riang. Ya, tidak seperti ayahnya, Ryuusei bisa berenang meskipun masih bayi. Nami yang saat itu sedang bersantai bersama Robin di akuarium terkejut bukan main ketika dilihatnya suami dan anaknya, ya... ayah dan anak itu berada didalam kolam berisi hiu dan ubur-ubur. Luffy yang mencoba menyelamatkan Ryuusei malah tenggelam karena dia pengguna buah setan. Ryuusei hampir dimakan ikan hiu dan tersengat ubur-ubur. Usopp kejang-kejang karena dia sadar hidupnya sudah berakhir tepat saat dia melihat Robin dan Nami berjalan kedalam ruang santai diluar akuarium.

JDUAK

Nami pun menggendong Ryuusei dan membawanya kembali ke ruang santai bersama Robin. Luffy dan Usopp lalu mengikuti keduanya ke Akuarium. Sejak kehadiran Ryuusei, Thousand Sunny menjadi lebih hidup.

XXX

Hari demi hari terlewati, pulau demi pulau disinggahi. Musuh demi musuh dikalahkan, bajak laut Topi Jerami lagi-lagi mengalami kenaikan harga buronan. Tentu saja Ryuusei tidak termasuk, nakama kecil itu aka calon pangeran bajak laut itu selalu tak terlihat setiap kali mereka bertarung atau singgah ke sebuah pulau tapi bukan berarti keberadaannya tidak diketahui salah satu Shichibukai. Tak butuh waktu lama untuk SHP menemukan pulau terakhir. Kalau reader bertanya apakah mereka menemukan one piece atau tidak, jawabannya adalah... iya dan tidak. Ketika sampai disana, SHP terlalu bahagia.

Detik-detik saat mereka sampai di Pulau Raftell...

"Luffy."

"Waaaa..."

"Aaa... Aoku." (yang ini respon Ryuusei)(Aoku maksudnya Kaizouku, dia bilang Luffy jadi raja bajak laut)

"Shishishi... akhirnya kita sampai disini. Shishishi..."

Mereka pun menjelajahi pulau untuk mencari one piece. Robin akhirnya menemukan Rio Phoneglyph dan berhasil mengetahui sejarah yang sebenarnya dan makna dibalik nama D. Nami, orang yang seharusnya berapi-api dalam menemukan one piece hanya terdiam di Sunny Go. Dia tidak ikut turun, begitupun dengan sang kapten.

"Nami, kau tidak ingin one piece? Aku pikir kau akan sangat senang."

"Kau sendiri bagaimana?"

"Saat tiba disini, aku pikir aku akan membawa seluruh harta one piece tapi aku sekarang mengerti maksud dari Roger saat dia dieksekusi."

"Aku juga merasa begitu. Terima kasih Luffy, impian kami akhirnya terwujud."

"Hei Nami... ayo kita pulang. Setelah ini aku akan menjadi raja bajak laut, kita sekali lagi berpetualang menuju rumah kita di East Blue."

Selain kapten dan navigator itu, bajak laut Topi Jerami mulai membawa pulang bahan-bahan yang diperlukan selama perjalanan pulang mereka, Ryuusei juga mengambil beberapa harta karun yang mereka temukan disana, anak bayi itu sepertinya mengikuti insting ibunya dalam menemukan harta terpendam. Mereka pulang ke Sunny dengan wajah bahagia. Itu bukanlah akhir perjalanan mereka, namun itu adalah awal dari perjalanan mereka yang sesungguhnya. Tinggal satu impian lagi, impian navigator mereka, yang baru terwujud setengahnya.

"Teman-teman, ayo kita pulang!"

XXX

"Laboon~~~!"

Sekali lagi mereka kembali ke Twin Cape. Luffy resmi menjadi raja bajak laut. Mereka memutuskan untuk ke Ohara, baru setelahnya ke East Blue dan kembali berpetualang melalui jalan lain yang belum mereka lewati sebelumnya. Namun dalam perjalanan menuju Ohara, dari segala penjuru marinir dan juga aliansi Big Mom, Kaidou, dan Kurohige muncul mengepung SHP.

Disaat yang lain sibuk menyerang pasukan Big Mom, Kaidou, dan marinir. Kurohige diam-diam menyelinap masuk menuju tempat rahasia Ryuusei. Mungkin itu hakinya atau kemampuannya yang lain, dia dalam sekejap menemukan Ryuusei sedang bermain sendiri di tempat tidurnya. Tepat saat itu Kuma datang, Nami yang melihat itu lalu segera ke tempat Ryuusei diikuti Usopp dan Luffy yang memberi jalan untuk mereka. Zoro, Jinbei, dan Sanji memberi Luffy jalan untuk membantu Nami, Chopper, dan Usopp.

BRAKKK

Nami dan Chopper terlempar oleh jurus Kurohige. Usopp yang gemetaran mencoba melawan keduanya namun dia juga mengalami hal yang sama.

TAP

Kuma sudah terlebih dahulu menyentuh Ryuusei saat Kurohige mengambilnya dan hendak membawanya pergi. Seketika itu Ryuusei menghilang.

"Aaah! Ryuusei!"

Luffy langsung membabi buta menghajar Kuma dan Kurohige namun, karena situasinya dia telempar jatuh. Nami dan Chopper menghampiri Luffy sementara Usopp melawan sesuai kemampuannya. "Kuso!" Keajaiban pun datang. Pasukan Revolusioner, pasukan aliansi Topi Jerami, pasukan Genma66, Shanks dan juga Ace. Mereka semua membantu SHP dalam perang tersebut. Nami dan Chopper dengan seluruh kekuatan mereka, kembali bangkit melawan Kurohige dan Kuma. Luffy bangun setelahnya.

"Gear Forth."

Peperangan itu berlangsung tujuh hari tujuh malam dan dimenangkan oleh Luffy dengan tumbangnya Kurohige, Big Mom yang dikalahkan oleh Jinbei, Kaidou yang dikalahkan Zoro, Akainu yang dikalahkan Sabo dan Ace.

XXX

BERSAMBUNG

*maaf kalo salah soalnya nyarinya lewat google hehhe kalo ada yang tahu bahasa jepang dari waktu yang benar, bisa kasih tahu aku lewat PM kalo ga mau review hahaha

**ini kata-kata Luffy masih kecil pada Shanks, ini juga muncul di flashback Rayleigh waktu mereka di Sanbody. Maaf kalo salah, maklum aku gitu ingat detailnya hahaha

***Jones dibaca Jons, tapi disini Jones dibaca Jones bukan Jons.