Buat Akresna D. Rangga, makasih sudah review, jawaban pertanyaan kamu adalah... masih berlanjut hehe ya tinggal dua chapter lagi. Dan... buat semua yang sudah menunggu dan mengikuti fanfic saya ini, terima kasih banyak ya. Fanfic ini adalah fanfic terpanjang dan terlama yang saya buat ahaha dan review terbanyak sepanjang sejarah saya sebagai author FFn. Oh ya... ini adalah chapter spesial, chapter ini menceritakan Ryuusei, anak pertama Luffy dan Nami. Silakan menikmati...
Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichiro
Warning : OOC, AU/AR/AT mungkin, banyak typo, dll.
Genre : (main genre) Friendship, Romance; (minor genre) Adventure, Action, Comedy (?).
MEMORIES
Chapter ini dimulai sebelum Bajak Laut Topi Jerami kehilangan Ryuusei. Kita kembali ke saat detik - detik kelahiran anak calon raja bajak laut itu. *suara kaset yang di-rewind* Robin dan Ohara, wanita misterius yang dijumpai mereka sebelumnya langsung menuju ruang kesehatan. Para samurai feat Zoro tampak panik meski tak terlihat diwajah mereka. Saat itu sudah pembukaan tujuh, Robin dan Ohara memegangi Nami sementara Chopper mencoba mengeluarkan bayi dalam perut Nami. Kurang lebih sejam kemudian, terdengarlah suara tangisan bayi. Chopper dibantu Robin dan Ohara lalu membersihkan nakama kecil mereka.
"Oaa... oaa...!"
"Nami... selamat ya, anakmu lahir dengan selamat dan sehat. Pfft... bahkan wajahnya mirip sekali dengan Luffy. Hanya saja matanya sepertimu. Dan Luffy benar, Nami, dia seorang laki-laki."
"Benarkah?" Sahut Nami lirih dan sejurus kemudian dia pun tertidur.
Sepertinya bayi kecil itu tahu kalau ibunya kelelahan setelah melahirkannya, dia ikut tertidur disamping ibunya. Momen itupun diabadikan oleh Kanjuuro. Oh kalo reader bertanya apakah Kanjuuro dan Raizou ikut Luffy, jawabannya iya. Kanjuuro menggambar momen itu tanpa menggunakan kekuatannya, hanya sebuah gambar saja. Ohara juga ikut mengabadikan momen itu dengan memotret mereka berdua.
"Apa kau sudah tahu mau memberikan nama apa?"
"Ryuusei. Namanya Ryuusei, Luffy yang memilihkan nama itu."
Seolah setuju dengan pemberian nama dari calon raja bajak laut itu, bayi itupun terbangun dan menangis. Nami pun langsung memberikannya asi, saat itu para pria sudah diusir oleh Chopper dan hanya ada Robin dan Ohara yang tinggal disana.
"Monkey D. Ryuusei..."
XXX
Tak berapa lama sejak Ryuusei dilahirkan, karena kekuatan jikan jikan no mi milik Jones, bayi merah itu secara perlahan mulai menunjukkan reaksi efek samping dari jurus percepatan waktu tersebut. Saat itu kecuali Zoro, Brook, Luffy, dan Jinbei, semuanya sudah berada di Sunny Go tinggal menunggu waktu log pose sehingga mereka bisa kembali berlayar. Usopp lalu merekam pertumbuhan dan perkembangan nakama kecil mereka. Mulai dari saat Ryuusei bisa tengkurap sendiri, merangkak dengan perutnya yang membuat Usopp dan Chopper tertawa terbahak-bahak, hingga dia bisa berdiri sendiri. Tapi momen paling berkesan untuk Bajak Laut Topi Jerami adalah saat bagaimana nakama kecil mereka berinteraksi dengan orang tuanya dan juga paman dan bibinya. Franky bahkan meneteskan air mata saat Ryuusei merangkak kearahnya dan mengajaknya bermain.
Ohara berpamitan pada mereka, dia menyerahkan sebuah eternal pose kepada Nami, dia bilang itu milik seorang pelaut dari seratus tahun lalu, nama pulaunya sudah memudar jadi dia tidak tahu itu mengarah kemana. Jinbei datang setelahnya bersama Zoro, Brook, dan Luffy yang tak sadarkan diri setelah bertarung dengan Jones.
"Sanji, makaaaannn~~~!" Seru Luffy.
"Ai...aaaa...!" Tiru Ryuusei. (Sanji Makan)
Seketika mereka semua tertawa mendengarnya, keduanya benar-benar ayah dan anak. Ryuusei yang sudah berumur delapan bulan itu melihat ke arah piring ayahnya kemudian ke arah piring ibunya. Nami yang berada disampingnya balas melihat ke arahnya tersenyum. Ryuusei pun membalas senyuman Nami dengan senyuman lebar yang mirip Luffy. Sontak saja pemandangan itu membuat SHP feat Wanokuni membuat mereka semua minus Luffy memberikan makanan mereka untuk Ryuusei. Mungkin itu yang orang inggris atau amerika sebut dengan sex appeal atau mungkin prince charming.
"Ee... hwawha khaean smawa mewmbwerewkwa au n ga!" Protes Luffy. (Translate : Hei... kenapa kalian semua memberikannya tapi aku ngga!)
Dikesempatan yang sama, Ryuusei lalu mengambil makanan dari piring Luffy dan ditaruhnya dipiringnya. Melihat itu mereka semua pun tertawa lepas, apalagi ketika Luffy berteriak marah karena makanannya dicuri anaknya sendiri. Usopp pun melontarkan komentar seperti bagaimana rasanya saat makananmu dicuri yang membuat mereka semakin tertawa. Acara makan malam itu berlangsung lebih riuh dari sebelumnya, Ryuusei yang mengikuti jejak ayahnya dalam soal makanan terus menghabiskan makanan didepannya dan mencuri makanan dari piring Luffy. Ketika Luffy ingin mencuri dari piring Ryuusei, dia terkena serangan dari segala penjuru. Tentu saja Ryuusei mengambil kesempatan itu untuk menghabiskan makanannya dan mencuri makanan Luffy. Alih alih makanannya dicuri Ryuusei, Luffy meminta Sanji untuk memberikannya ekstra makanan dan tentu saja tingkahnya itu diikuti Ryuusei, Sanji lalu memberikan nakama kecil itu ekstra makanan tapi tidak untuk Luffy. Zoro memanfaatkan hal itu dengan mencemooh Sanji dengan mengatakan apa ini? Koki mesum sudah menyukai anak kecil rupanya. Tentu saja Sanji membalasnya dengan mengatakan hah? Aku bersikap begitu karena mata Ryuusei seperti Nami-san, itu membuatku lemah. Rasanya aku melihat Nami-san dalam wujud bayi, oh mungkin aku bisa membantu memand- sebelum Sanji sempat menyelesaikan kalimatnya, Nami sudah lebih dulu menendangnya hingga keluar ruang makan.
XXX
"Hei Nami... itu menuju pulau apa?" Tunjuk Luffy pada eternal pose yang diberikan Ohara.
"Aku juga tidak tahu, tidak ada namanya. Ya tapi kita bisa melihatnya sendiri kalau nanti kita menuju pulau itu, sekarang kita harus fokus pada pulau selanjutnya dulu."
"Eeh...?! Tidak seru. Aku ingin ke pulau yang ada di eternal pose itu."
"Au...aaa..."
Seakan setuju dengan rencana Luffy, Ryuusei mengangkat kedua tangannya hendak menggapai eternal pose tersebut. Nami yang melihat itu hanya bisa mendesah berlebihan sambil tersenyum. Tingkah ayah dan anak itu memang seperti pribahasa. Setelahnya Ryuusei mulai mengikuti segala tingkah laku Luffy, terkadang Ryuusei naik ke kepala Sunny yang membuat dia dan Luffy saling berebut Sunny. Pernah suatu ketika karena ulahnya itu, keduanya hampir tercebur ke laut, dan tentu saja itu mengundang bogeman mentah dari Nami. Setelah itu meski masih sering berebut, Luffy akhirnya membiarkan Ryuusei berada di kepala Sunny. Terkadang kedua ayah dan anak itupun tertidur disana. Seperti Luffy, Ryuusei juga tidak betah pada satu tempat kurang dari lima menit. Terkadang Ryuusei menjelajahi workshop milik Usopp dan Franky, hanya untuk mengacak-acak workshop. Lalu dia mendekati tim Wanokuni, setelah "bermain-main" dengan menarik ekor Momo dalam wujud naganya, mencoret gambaran Kanjuuro yang membuat Kanjuuro malah menyukainya, hingga bermain dengan pedang milik Kin'emon dan shuriken milik Raizou. Kemudian dia ke perpustakaan, Robin tentu saja meladeninya dengan senang hati, hal iu membuat Ryuusei bosan hingga dia memanjat ke Crow Nest untuk mengganggu Zoro dan itu sukses melemparnya keluar disaat bersamaan dia terkena jurus andalan milik Nami, Thunderbolt tempo. Ryuusei yang mendarat di badan Luffy, lalu bersama sang ayah pergi ke dapur untuk meminta makan disaat bersamaan Nami meminta jus jeruk pada Sanji, melihat kelakuan Luffy dan Ryuusei itu lagi-lagi membuat Nami menghembuskan nafas panjang, dia meminta Sanji untuk membuatkan cemilan untuk Luffy dan Ryuusei dan Sanji pun segera membuatkan Luffy, Ryuusei, Nami, dan Robin camilan. Ryuusei langsung menggapai Nami untuk meminta gendong, Nami pun mengambilnya dari Luffy. Pemandangan itu membuat Sanji menahan tangis, dia membalikkan badannya berderai air mata, sambil menggumamkan kenapa Nami-san dengan kapten bodoh itu.
Nami dan Ryuusei kembali ke ruangan tempat Nami membuat peta, setelah menghabiskan camilannya dan meminum susu. Ryuusei pun tertidur setelah lelah bermain, Nami segera mengambil anaknya itu dan memindahkannya ke kamarnya dan Luffy. Untuk seorang bayi, Ryuusei merupakan anak yang kuat, dia jarang menangis dan selalu tertawa. Meskioun dia sedikit sadis karena dia selalu tertawa lepas saat melihat ibunya mem-bully trio monster. Nami pun mengistirahatkan tubuhnya bersama Ryuusei.
"Namiiii...!"
"Oa... oa... aaa..." suara Luffy yang memanggil Nami itu pun membangunkan Ryuusei dan membuat bayi itu menangis.
"Luffy, sudah berapa kali kubilang jangan membuatnya kaget seperti itu!"
"Shishishi... lihatlah keluar. Ayo... bersama Ryuusei juga."
XXX
"Yo!"
"Ace, Shanks!"
"Luffy, kami datang!"
"Robin-san~!"
"..."
Hari itu Ace dan Marco beserta bajak laut Shanks datang menemui Luffy. Tidak lama setelahnya Dragon, Sabo, dan Koala juga menemui Luffy. Luffy yang tidak pernah melihat wajah ayahnya secara langsung tentu saja mengabaikan ayahnya itu kecuali Robin. Beda dengan Luffy, Ryuusei langsung menghampiri Dragon. Nakama kecil itu berjalan tertatih ke arah Dragon, dia memeluk kaki Dragon dan memintanya untuk menggendongnya. Dragon pun terharu melihatnya, dia menggendong bayi kecil itu, Luffy seakan baru sadar akan kehadiran Dragon...
"Sugeee...! Bagaimana kau bisa melakukan itu, Ossan!"
JLEB
...atau mungkin tidak. Ya, Luffy tidak menyadari kalau itu ayahnya, Dragon, ketua pasukan revolusioner. Luffy memanggil ayahnya itu dengan sebutan paman, dan dia lebih terkagum-kagum dengan angin puyuh yang dia buat untuk mengajak main Ryuusei. Meski tak diperlihatkan, Dragon sebenarnya menangis tanpa air mata.
"Hahahahahaha... Ossan katanya... hahahahaha..."
"Dragon-san..."
Semua orang yang mengetahui kalau Dragon adalah ayah Luffy hanya bisa menatap petinggi revolusioner itu dengan iba kecuali Shanks yang tertawa terbahak-bahak.
"Oi-a..." panggil Ryuusei. Seakan tahu Dragon adalah kakeknya, dia pun memanggil Dragon dengan sebutan kakek.
"Oi Luffy, kau tahu kan orang itu siapa?" Tanya Usopp setelah menyadari bahwa itu adalah ayahnya Luffy.
"Tentu saja aku tahu, nakama Sabo."
"..."
"Bahahaha... nakama Sabo... bahahaha..."
"Emang bukan?"
"Itu benar Luffy. Sabo adalah nakamaku, begitupun Koala dan Robin."
"Shishishi..."
"Jadi siapa nama anak ini?"
"Ryuusei."
"Ryu... hahaha... nama yang bagus... Ryuusei, Monkey D. Ryuusei."
"Oh namaku Monkey D. Dragon, anak satu-satunya Monkey D. Garp."
"Eeeh?! Kau ayahku?!"
"... "
Begitulah pertemuan pertama antara ayah dan anak itu, setelah itu Ryuusei bermain-main bersama paman-pamannya yang lain, Ace dan Sabo. Setelah makan malam, Ace, Sabo, dan Shanks pun meninggalkan Sunny. Ryuusei pun mandi bersama Nami.
Malam itu setelah mandi dan ganti baju, Ryuusei merangkak didalam kamar Luffy dan Nami. Seakan melihat harta karun, Ryuusei lalu membuka kotak di dekat tempat tidurnya. Disana ada sebuah topi jerami yang mirip punya ayahnya. Mungkin dia berpikir akan seperti ayahnya, karena itu dia memakai topi itu. Luffy yang baru masuk langsung terdiam dan tersenyum lebar, dia lalu meminta Nami untuk memasukkan vivre card miliknya ke dalam pita pada topi jerami yang dikenakan Ryuusei.
"Shishishi... kita seperti keluarga topi jerami..."
"Bukan seperti Luffy, kita Topi Jerami, kita semua kan keluarga, bajak laut Topi Jerami."
"Shishishi..."
XXX
Eternal pose yang diberikan Ohara ternyata merupakan eternal pose menuju All Blue. Sanji yang pertama kali menyadarinya, dia tak kuasa menahan airmatanya. All Blue, yang selama ini dilihatnya hanya ada dibuku, yang selama ini hanya dia dengarkan dari celotehan Zeff tentang impiannya saat mereka terdampar di pulau. Sanji hanya bisa menangis haru. Ryuusei lalu mengambil perlengkapan memancing milik ayah dan pamannya, nakama kecil itu menyeret-nyeret perlengkapan memancing dan menyodorkannya ke Sanji sambil tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang sudah ada dua belas.
"Sanji-kun, kurasa Ryuusei ingin kau menikmati All Blue. Pergilah... ini adalah impianmu. Franky, turunkan jangkar dan Luffy, Usopp, dan Jinbei ngh Ryuusei juga, bawalah bahan makanan apa saja yang ingin kalian mau dengan mini merry super update 2.0. Sanji... kau bebas melakukan apapun yang kau mau."
"Terima kasih, Nami-san."
Brook, Robin, Momo, Chopper, Zoro, dan Raizou menggunakan kapal selam baby shark dududu yang telah diupgrade Franky, sama halnya dengan mini merry. Ngomongin soal Merry, saat di Ryuusei, Usopp yang terpisah dari Luffy dan Chopper akhirnya berjalan sendiri ditengah kota sebelum akhirnya bertemu Franky dan Brook juga Sanji dan Jones, saat tengah sendiri dia bertemu dengan jelmaan Merry. Merry pun menyapa Usopp, Usopp lalu menangis dengan deras. Mereka mengobrol hingga Usopp bertemu Franky, Franky juga menangis lebih deras, dia mengatakan kepada Merry untuk selalu menjaga Sunny dan merawat mini Merry dan Baby Shark*. Merry sangat berterima kasih kepada Usopp dan Franky, dia pun memberikan mereka sesuatu yang bahkan author saja tidak tahu itu apa, Franky lalu pergi ke arah Sunny bersama Usopp. Diperjalanan mereka bertemu Sanji yang bertarung dengan Jones, Usopp langsung menyuruh Franky untuk membawa Sanji sebelum Sanji bisa mati, ketika mereka bertemu Brook, Usopp mengajak Brook untuk lari menuju Sunny.
Tim Robin kemudian memasuki pulau bawah air, beda dengan Pulau Fishman, pulau bawah air pada All Blue hanya berada di kedalaman 500 meter, sinar matahari masih menembus pulau itu meskipun tidak seterang di permukaan. Pulau itu ditumbuhi aneka tanaman dan herb, Chopper langsung keluar untuk berburu tanaman obat dan herb, Robin dan Momo menjelajahi pulau untuk mencari phoneglyph, Brook mencari bahan makanan lainnya yang bisa dimakan, Zoro dan Raizou... mereka tertidur didalam baby shark. Sanji kemudian menyusul tim Robin untuk mencari berbagai bahan makanan di pulau bawah air itu.
Tim Luffy, Luffy dan Ryuusei terus bermain-main tanpa memedulikan bahan makanan yang harusnya mereka cari, sementara Usopp memancing apapun yang ia dapatkan, Jinbei yang berenang entah kemana dan pulang ke Merry dengan berbagai macam bahan makanan. Setelah itu keempatnya pulang ke Sunny. Ryuusei menarik Nami untuk memperlihatkan hasil tangkapan mereka, Nami pun tersenyum dan menggendong Ryuusei, mengajaknya untuk memanen jeruk yang ada di All Blue. Itu adalah varian yang langka dari tanaman jeruk, jeruk yang hidup di air itu rasanya sungguh manis. Dibantu Usopp, Nami berhasil menambah koleksi tanaman jeruknya. Dia menamam jeruknya di akuarium hiburan.
Tim Robin dan Sanji pun kembali dengan membawa banyak sekali bahan makanan. Untung saja Franky sudah membuatkan ruangan bahan makanan, dia menggunakan pengetahuan yang ia dapat dari Vegapunk untuk membuat ruangan es. Ya ruang es itu untuk menyimpan bahan makanan, Sanji menyimpan semua itu pada ruang es.
XXX
Pulau pertama yang mereka datangi merupakan pulau musim semi, pulau itu dikelilingi oleh pohon sakura yang ditengahnya terdapat pohon sakura raksasa. Banyak bajak laut, marinir, pemburu harga, pencuri, dan berbagai macam pekerjaan dan keahlian lainnya yang datang hanya untuk sekedar bersantai di bawah pohon sakura. Kali ini Chopperlah yang menangis tersedu-sedu, teringat akan ayah angkatnya yang sudah tiada. Dan kali ini Luffy yang memberikan bendera bajak laut sakura milik ayah angkat Chopper.
"Oi Sanji, bawa semua makanan kesini. Kita akan berpesta."
Usopp dan Robin berinisiatif menanamkan tunas pohon sakura untuk Chopper, Franky tentu saja menyambut gembira ide itu. Dia juga bersama Brook membantu Usopp dan Robin membuatkan Chopper bonsai pohon sakura dan ditaruh di ruang santai mereka.
Luffy, Sanji, dan Zoro tetap memasang sikap siaga ketika mereka merasakan aura membunuh disekitar mereka. Ryuusei, si kecil itu tanpa disadari oleh lainnya sudah berada diatas pohon sakura.
"Aaa..."
BRAK
Ryuusei pun terjatuh ke atas kepala salah satu marinir. Waktu seakan berhenti yang terdengar hanyalah suara jantung Usopp yang paling keras, dia hampir pingsan karenanya. Nami yang tingkat paniknya hampir membuat wajah cantiknya seperti lukisan scream, dengan kecepatan tak terlihat Luffy memanjang tangannya dan mengambil Ryuusei. Bajak laut Topi Jerami langsung kabur tanpa disadari oleh mereka.
"Shishishishi..."
"Aaa..."
"Hahahahaha..."
Chopper tak henti-hentinya tertawa. Akhirnya mereka semua tertawa karena ulah Ryuusei. Ryuusei yang sebenarnya ingin mengambil bunga sakura lalu memberikan bunga sakuta dan daun sakura yang dalam genggamannya kepada Chopper. Chopper pun berhenti tertawa dan menangis.
Pulau kedua yang mereka singgahi adalah pulau musim panas, bajak laut Topi Jerami lalu memanfaatkan untuk mengunjungi festival musim panas pulau itu. Sambil menyelam minum air, mungkin itu peribahasa yang tepat untuk bajak laut Topi Jerami. Pergi ke festival, mereka juga mendapatkan bahan makanan yang cukup untuk beberapa hari kedepan. Tidak seperti pulau sebelumnya, kali itu mereka bersenang-senang hingga Log pose pulau itu penuh.
Pulau ketiga yang mereka singgahi adalah pulau musim gugur, di pulau ini mereka sempat berhadapan dengan para pemburu harga. Juga berhadapan dengan Smoker yang kebetulan ada di area itu. Luffy cs pun kabur menghindari marinir yang terus berdatangan.
Pulau keempat yang mereka datangi adalah pulau musim dingin. Tidak ada yang berani menjelajahi pulau itu, pulau tanpa penghuni itu seperti Punk Hazard. Kali itu Ryuusei yang berjalan merangkak turun ke pulau itu. Luffy dan Sanji mengejar nakama kecil mereka itu. Bukan main ternyata, itu seperti savana ditengah gurun pasir, di pulau tersebut hidup berbagai macam cadangan makanan yang membuat air liur menetes. Ryuusei, Sanji, Luffy, dan entah bagaimana ada Zoro. Mereka berempat pun memburu cadangan makanan dihadapan mereka.
.
.
.
"Oooiiiiii!"
DASH
DRAK
"Luffy, bagaimana bisa kau membiarkan Ryuusei membawa itu semua sendirian."
"Tapi Nami..."
"Oa-sa..."
Ryuusei memanggil Nami dan memperlihatkan kalau dia sekuat ayahnya. Oh kalau reader bertanya-tanya kenapa cuma Luffy, sebelumnya Sanji dan Zoro sudah terkena serangan Nami. Seakan merasa bersalah, Ryuusei mencoba meyakinkan ibunya itu kalau itu bukan salah ayah dan kedua pamannya, dialah yang menginginkannya.
Nami pun membawa Ryuusei ke Sunny dan menyuruh ketiganya membawa cadangan makanan hasil buruan Ryuusei sambil melayangkan tatapan paling mengerikan yang membuat bulu kuduk ketiganya berdiri ditambah mata berbentuk hati Sanji yang menggumamkan Nami-san yang bersikap seperti seorang ibu sangat cantik.
XXX
Pernah suatu ketika Ryuusei terkena demam yang cukup tinggi, Luffy dan Nami langsung membangunkan Chopper agar memeriksa Ryuusei. Chopper pun menyuruh Luffy untuk membawa Ryuusei ke ruangannya. Nami hampir menangis karena teringat saat dia sakit dulu, dia takut kalau Ryuusei juga terkena penyakit yang sama.
"Tenang saja Luffy, Nami, itu bukan penyakit. Dia hanya ingin tumbuh gigi. Kau lihatkan gusinya sudah ada putih-putih, itu gigi gigi yang akan tumbuh."
Luffy dan Nami pun tersungkur disamping tempat tidur tempat Ryuusei. "Aku pikir aku akan kehilangannya." Ayah, ibu, dan anak itupun akhirnya tertidur di ruang kesehatan.
XXX
Hari itu giliran Luffy jaga malam, Ryuusei yang melihat ayahnya naik ke Crow Nest, mengikutinya. Luffy lalu tersenyum senang melihat anaknya itu, setidaknya dia tidak akan mati kebosanan. Malam itu saat semua orang tertidur, duo monkey itu menyusup turun menuju dapur. Ya apalagi kalau untuk mencuri sisa makan malam. Ayah dan anak itu lalu menghabiskan makanan yang berada di lemari.
"Luffy, Ryuusei..."
"Ryuusei, kabur, hahahaha..."
Mereka tertangkap basah oleh Sanji dan Nami. Ryuusei yang tertawa tawa mengikuti jejak ayahnya untuk kabur, namun sayang karena masih bayi dan baru bisa berlari dia tertangkap oleh Nami. Ryuusei meronta-ronta dalam gendongan Nami.
"Ryuusei, ayo... kau harus tidur."
Sedangkan Luffy... yah, dia tertangkap oleh Sanji dan yaah... kita tak perlu membahasnya untuk kepentingan harga diri Luffy.
XXX
"Sssttt... jangan berisik ya Ryuusei, kalau tidak aku bisa-"
"Bisa apa?"
"Nami?"
"Uuu... jajaja..."
"Buuu... Nami sodakrim nasi. Kau selalu memarahiku kalau aku mau memakan jeruk dari kebunmu, tapi kalau Ryuusei, dia boleh."
"=;;= maksudmu diskriminasi. Yah karena kau selalu memakan jerukku tidak peduli manis atau asam, dan kau kan pernah menghinanya dan memuntahkannya."
"Kapan aku begitu, tak pernah tuh. Dari awal kau memang pelit."
"Oh! Baguslah kalau kau tahu... permisi, aku mau memanen jerukku. Aku tidak akan membagimu satu buah pun!"
"Dasar pelit! *menjulurkan lidah*"
"Biarkan saja."
Ryuusei yang melihat pertengkaran ayah dan ibunya itu langsung menangis kencang. Nami dan Luffy jadi panik karena tak biasanya Ryuusei menangis sekencang itu. Luffy lalu memberikannya topi jerami miliknya seperti dia memberikan Nami topinya setiap Nami menangis atau sedih.
"Jauk... ffy...ai...jauk..."
"Eh?!"
Nami dan Luffy saling berpandangan. Itu kali pertama Ryuusei bisa bicara, tetapi karena dia tidak memanggil Luffy dan Nami dengan sebutan ayah dan ibu melainkan nama mereka. Hari itu Nami mengajak Luffy memanen jeruknya dengan syarat setiap jeruk yang dicurinya dan dimakannya diam-diam, dia harus membayar sebanyak satu milyar berri. Luffy tentu saja tergoda untuk mencuri dan memakan jeruk milik Nami tapi dia sudah berjanji pada Nami dan Luffy tidak pernah ingkar janji. Kapten dan navigator beserta anak mereka itu pun akhirnya memanen jeruk-jeruk diselingi omelan Nami dan shishishi dari Luffy.
"Haaah... aku sama sekali tak menyangka Luffy dan Nami akan menikah dan memiliki anak.." komentar Usopp melihat pemandangan di kebun jeruk Nami.
"Nami-san... Nami-san...huhuhu..." tangis Sanji.
"Oi dartbrown ero-cook, apa kau lupa kau sudah menikah dengan si mata tiga Pud pud apa itu."
"Pudding-san, Zoro-san."
"Fufufu... melihat mereka rasanya aku juga ingin mempunyai anak seperti mereka." Balas Robin.
"Aw...super family... aw!"
"Dasar tidak tahu malu, mengumbar kemesraan didepan anak bayi."
"Tapi aku ikut senang melihat mereka bahagia."
Satu per satu dari tukang intip pun berlari menuruni tangga menuju Luffy dan Nami kecuali Zoro dan Robin, Usopp dan Chopper memanggil Luffy untuk mengajaknya bermain bersama, dan Sanji yang menari-nari menawarkan bantuan untuk membawa jeruk hasil panen Nami. Brook memainkan musik Bink no Sake. Luffy, Nami, Ryuusei pada kepala Luffy, Jinbei, Usopp, Chopper, Franky, bahkan tim Wano menyanyikan lagu itu dengan riang gembira.
"Kau tidak bergabung dengan mereka, Zoro."
"Aku baru mau turun."
"Fufufu..."
"Hei Robin, saat impian kita semua tercapai, ayo kita menikah seperti Luffy dan Nami." Ujar Zoro sembari menuruni tangga.
Robin terdiam. Sejurus kemudian dia tersenyum, bukan senyuman yang biasa ia perlihatkan, itu adalah senyuman yang membuat Sanji menjadi batu dan membuat koki tersebut hilang ingatan.
Yohohoho, yohohoho x4
Binkusu no sake wo, todoke ni yuku yo
Umikaze kimakase namimakase
Shio no mukou de, yuuhi mo sawagu
Sora nya wa wo kaku, tori no uta
Sayonara minato, tsumugi no sato yo
DON to icchou utao, funade no uta
Kinpa-ginpa mo shibuki ni kaete
Oretachya yuku zo, umi no kagiri
Binkusu no sake wo, todoke ni yuku yo
Warera kaizoku, umi watteku
Nami wo makura ni, negura wa fune yo
Ho ni hata ni ketateru wa dokuro
Arashi ga kita zo, senri no sora ni
Nami ga odoru yo, DORAMU narase
Okubyoukaze ni fukakerya saigo
asu no asahi ga nai ja nashi
Yohohoho, yohohoho x4
Binkusu no sake wo, todoke ni yuku yo
Kyou ka asu ka to yoi no yume
Te wo furu kage ni, mou aenai yo
Nani wo kuyokuyo, asu mo tsukuyo
Binkusu no sake wo, todoke ni yuku yo
DON to icchou utao, unaba no uta
Douse dare demo itsuka wa hone yo
Hatenashi, atenashi, waraibanashi
Yohohoho, yohohoho x4
mereka terus menyanyikan lagu itu sepanjang perjalanan mereka hingga tanpa sadar mereka sudah memasuki area pulau terakhir. Pulau Raftell.
XXX
"Nami... ada apa?"
"Teman-teman lihat ini."
Bajak laut Topi Jerami dan Tim Wano pun mengerubungi Nami. Ketiga log pose menuju pada pulau yang sama, ini tak pernah terjadi sebelumnya. Usopp meneteskan air matanya yang pertama disambung Franky dan terakhir Nami. Akhirnya... setelah tiga setengah tahun berlalu... mereka sampai di pulau terakhir.
"Yahooo!"
"Awuuu!"
LIFE IS "ADVENTUROUS"
BE AWARE IT'S "DANGEROUS"
WHO'S GONNA BE "ONE OF US"
AND A TRIP GOES ON BECAUSE,
WE DA PIRATE OF THE "MASS"
TO THE WEST, TO THE EAST
GOTTA FIND MY WAY, SAIL AWAY
ALL THE WAY TO "ONE PIECE"!
Dengan lagu Jungle P dari 5050 menjadi lagu latar bajak laut Topi Jerami berlayar menuju Raftell, Luffy cs pun semakin gencar menyanyikan bink no sake. Tinggal sedikit lagi mencapai pulau terakhir, para marinir dan CP0 yang memburu mereka mulai berlomba menangkap mereka. Mereka tertawa, menyerang, menghindar, coup de burst.
"Hei... apa ini nyata? Apa aku bermimpi?"
"Usopp... ini... apa kita benar-benar telah menemukan one piece?"
Disaat yang lain seakan tak percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka. Ryuusei, nakama kecil mereka itu langsung menuruni Sunny Go dengan meminjam tangan ayahnya.
"Ang Pis." (One Piece)
"Fufufu... aku akan menyusul Ryusei, ja ne..."
"Eeh!"
Saat Robin bergabung turun, mereka baru tersadar Ryuusei sudah tidak ada disana. Luffy hanya ber-shishishi ria sementara Nami seakan memaklumi tingkah anaknya hanya bisa tersenyum maklum dan membalikkan badannya dan menyuruh Usopp, Chopper, Zoro, dan Sanji untuk mengejar Ryuusei. Momo sudah ikut dengan Robin untuk mencari rio phoneglyph.
"Baiklah, kami juga akan turun. Luffy-dono, kau tidak turun?"
"Tidak."
"Luffy-kun, Nami, kalian tidak apa disana sendiri?"
"Shishishi..."
"Tenang saja, Jinbei."
BRAK
Luffy menghempaskan tubuhnya ke rerumputan di dok Sunny Go. Dia lalu menutup wajahnya dengan topi jerami miliknya.
"Ini pemandangan yang langka. Kau tidak turun untuk berpetualang. Aneh sekali. Ini tidak sepertimu saja Luffy."
"Nami... ini benar-benar nyata, aku benar-benar sampai di Raftell... aku masih tidak mempercayainya."
"Ini nyata Luffy. Kita ada di Raftell. Apa perlu aku menjitakmu agar kau sadar kalau ini nyata."
"Shishishi... Nami, aku sekarang benar-benar raja bajak laut!"
"Iya, kapten."
"Shishishi..."
"Ini memang seperti mimpi. Wajar saja kau merasa begitu."
"Kau sendiri tidak turun, Nami. Kau tidak tertarik dengan one piece."
Nami duduk disamping kapten sekaligus nakama dan suaminya itu, dia melirik kearah Luffy yang masih berbaring dengan wajah tertutup topi jerami, dia lalu mengdarkan pandangannya keseluruh penjuru Thousand Sunny.
"Entahlah... bagaimana ya mengatakannya... perasaan ingin memiliki one piece seperti saat pertama kali kita berpetualang dulu... saat kita sampai disini, rasanya sudah hilang. Aku merasa..."
"Aku juga begitu. Rasanya ada kepuasan sendiri. Rasanya dibanding itu... apa yang aku miliki, perjalanan kita menuju pulau ini, nakama yang kita dapat, satu per satu impian nakama kita yang terwujud, itu semua rasanya jauh lebih menyenangkan dari mengambil one piece itu sendiri. Mungkin Roger juga begitu makanya dia membiarkannya di pulau ini tanpa mengambilnya."
"Ya... kau benar."
.
.
.
.
.
"Robin, lihat itu!"
.
.
.
.
.
"Ryuusei...Ryuusei...!"
.
.
.
"Hehhe..."
"Ryuusei?"
Ryuusei berjalan dan berhenti di depan Rio Phoneglyph yang dicari Robin dan Momo. Robin segera menggendong Ryuusei dan membacakan apa yang tertera disana.
"Jaan ais."(Jangan Nangis)
"Oi Ryuusei, kau disini rupanya." Zoro yang tersesat menemukan jalan menuju rio phoneglyph.
.
.
.
.
"Apa? Zoro menghilang juga?!"
.
.
.
"Ayo kita kembali pada yang lain."
Zoro menggendong Ryuusei sementara Robin menggunakan kekuatannya untuk mencari Tim Usopp, mereka pun akhirnya bisa bertemu kembali. Sanji langsung menendang Zoro, untungnya tidak terkena Ryuusei. Ryuusei bersama paman dan bibinya itu lalu menelusuri pulau Raftell.
.
.
.
.
"Luffy, ayo kita susul mereka."
"Shishishishi...ayo."
.
.
.
.
Sekaijuu no umi wo mata ni kaketeiku
Otakebi agete
Kokoro ga haretara shuppatsu no aizu wo
Hibikaseikou
.
.
Karappo no mune ni yume wo tsumekonde
Tsubasa hirogete
Fukinukeru kaze ni kokoro wo someta nara
Iza susumou
Sokorajuu no takara wo kassarainagara
Takawarai shite
Baka sawagi no utage de tobashiteyuke
Shibukiagete...
Ikusen no umi wo mata ni kaketeike...
Saat Luffy dan Nami akan turun, nakama mereka sekonyong-konyong lari terbirit-birit membawa harta karun. Wajah Usopp dan Chopper yang paling heboh.
"Angkat jangkarnya! Ayo kita kabur!"
XXX
SYUUU GAAAR
"Tembak!"
"Zehahaha!"
"Mamammama!"
"Kakakakkaa!" = Kaidou
"Jangan biarkan Mugiwara lolos!"
"Hehehe... Luffy, akhirnya kita bertemu. Kali ini aku akan menangkapmu." Seringai Coby.
"Tashigi, jangan sampai mereka lolos. Waaa... tidak kusangka mereka akan sampai ke pulau itu."
"Garp-san... apa yang kau lakukan disini."
"Bwahahahaha... untuk kali ini saja Luffy, demi cicitku, aku bertindak sebagai kakek bukan sebagai marinir."
"Fujitora-san, kau mau kemana?"
"Hmph. Saul, lihatlah benih yang kau biarkan tumbuh. Sekarang dia sudah mengetahui sejarah yang todak boleh diketahui dunia."
JUUUU DUAAR
"Jejejeje... hahaha... sewang!" (Ini Ryuusei ngikutin marinir ngomong serang, sambil tertawa)
XXX
Ryuusei saat itu sudah berumur setahun dan dia sudah bisa bicara, ya meskipun belum lancar dan fasih. Berdiri bersama Topi Jerami dan tim Wanokuni mengenakan celana pendek dan rompi merah seperti milik Luffy dan juga mengenakan topi jerami yang masih kebesaran, Ryuusei ikut rapat strategi defense dan offense. Bartholomeo-lah yang pertama menyusul Topi Jerami dan membantu mereka lolos dari marinir dan aliansi Kurohige, hal itu dimanfaatkan oleh Jinbei untuk mengadakan strategi perang.
"Jadi... hal pertama yang kita lakukan saat ini adalah... keselamatan Ryuusei."
"Ung." Respon Ryuusei.
"Lalu..." Jinbei membeberkan strategi perang. Hasil akhirnya seperti apa, mereka tidak pernah tahu.
Mendengar bahwa Luffy dalam masalah, semua kerajaan yang pernah ditolong Luffy mengirimkan armada untuk membantu Luffy meskipun itu artinya mereka harus melawan dunia. Marijoa mulai kalang kabut, berita Raja Bajak Laut Luffy sudah tersebar hingga ke penjuru dunia. Lawan maupun kawan berbondong-bondong berlayar ke lautan untuk mengalahkan maupun membantu Luffy.
XXX
"Ryuusei, kau jangan kemana-mana ya." Pesan Nami sebelum bersiap untuk berperang.
"Ya. Jagan kawah, mi." Jawab Ryuusei. Dia memanggil Nami dengan Mi dan Luffy dengan Pi.
"Tidak akan." Nami memeluk anaknya itu.
.
.
.
"Gomu gomu no elephant gun!"
"Santoryuu..."
"Diable jamble..."
.
.
.
Suasana Thousand Sunny berlangsung ricuh, kerusakan dimana-mana. Rayleigh dan Shanks datang membantu. Mereka menghalau para admiral dan petinggi marinir lainnya. Dragon berhadapan dengan Kuma asli. Ace dan Sabo berhadapan dengan Kurohige dan Rob Lucy.
Dari berbagai penjuru mereka mengepung SHP. Supernova yang pro terhadap Luffy membantu SHP dalam menghadapi marinir mauoun lawan mereka. Bajak laut Topi Jerami dan Tim Wanokuni sendiri sibuk melawan para musuh yang memasuki kapal mereka.
Ryuusei, disaat semuanya sedang berperang, nakama kecil itu sibuk bermain sendiri. Dia mengambil ketapel yang dibuatkan oleh Usopp, mengambil kelereng yang juga dibuatkan Usopp sebagai peluru ketapel dan Ryuusei mengenai salah satu marinir yang menyerang mereka. Dia tertawa. Dia lalu melakukan hal yang sama hingga dia bosan. Dia lalu mengambil pedang kayu buatan Kin'emon, yang dipakai untuk bermain bersama Momo. Dia ingin keluar dan ikut berperang tapi dia sudah berjanji untuk tidak kemana-mana.
"Zehahahaha... kau pikir aku tidak tahu apa yang kau sembunyikan."
"Teach!" Marah Ace. Dia mencoba mengejarnya tapi musuh lain datang menghadang.
Luffy yang melihat itu langsung menyerang Kurohige tapi tidak kena. "Hentikan!" Dalam sekejap hampir seluruh marinir maupun bajak laut yang lemah yang berada di sekitar Thousand Sunny langsung terbaring kaku karena terkena Hakushou Haki. Usopp melihat ke arah Nami, itu lemah tapi dia bisa merasakan haki pada Nami.
"Zehahaha... menarik sekali."
"Nami, awas!" Ace mengingatkan Nami.
Terlambat. Nami terkena kekuatan buah setan milik Kurohige. Menyadari Nami dalam bahaya, Ryuusei menyembulkan kepalanya ke arah suara Nami tapi yang dia lihat adalah sesosok berbadan besar dan bertopi beruang.
"Ryuusei!"
"Tidaaak!"
Terlambat. Ketika Nami berhasil keluar dari kekuatan itu, Usopp yang mencoba melawan Kurohige, Luffy yang berlari seperti saat dia berlari hendak menyelamatkan Robin saat di Sanbody dua tahun lalu, Ryuusei hilang. Tepat di depan matanya.
"AAAAHHHHH!"
XXX
Berhari-hari kemudian...
"Suara apa itu?"
"Sepertinya berasal dari luar."
"Profesor! Lihat, ada anak bayi!"
BERSAMBUNG
*lupa Franky sebut apa kapal selam mereka yang berbentuk ikan hiu itu.
Tidak terasa tinggal dua chapter lagi fanfic ini selesai. Semoga saya bisa menyelesaikannya sebelum akhir tahun ya... hahaha... sekali lagi terima kasih untuk semua yang sudah mengikuti, membaca, dan mereview fic saya ini.😁
