Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichirou.
Summary : Kembali ke titik awal. Mugiwara no Kaizoku, memulai perjalanan mereka dari awal, singgah disetiap pulau, yang pernah mereka singgahi maupun yang belum. Usopp akhirnya dapat bertemu para giant di Elbaf. Nami akhirnya menyelesaikan seluruh peta dunia namun nihil mereka tetap tak menemukan Ryuusei. Dua tahun berlalu setelah itu... Luffy memutuskan untuk beristirahat. Bajak laut Topi Jerami untuk waktu yang belum dipastikan harus break dulu. Para kru kembali ke tempat asal masing - masing kecuali Robin yang tinggal bersama Zoro.
Warning : OOC, AU/AR/AT mungkin, banyak typo, dll.
Genre : (main genre) Friendship, Romance; (minor genre) Adventure, Action, comedy (?).
THE LAST ADVENTURE
"Hebihime-sama!"
Kembali ke beberapa saat sebelum Ryuusei terkena jurus Kuma, bajak laut Kuja yang dipimpin Hancock ikut andil dalam peperangan pemerintahan dunia melawan bajak laut Topi Jerami. Setelah membuat marinir dan bajak laut lawan sekitar mereka berubah menjadi batu. Untuk memastikan keselamatan Luffy, Hancock meneropong Thousand Sunny tapi bukannya Luffy yang dilihatnya malah Ryuusei yang sedang mencoba pedang kayu mainannya. Tanpa tahu kalau itu adalah Ryuusei, anak Luffy dan Nami, Hancock pun langsung berubah menjadi batu, layaknya terkena mero mero no mi miliknya, Hancock membatu dengan tanda hati yang melonjak keluar dari dadanya. Sontak hal itu membuat anggota bajak laut Kuja pada terkejut.
"Marigold-sama!"
Keadaan yang sama pun terjadi pada Marigold. Sandersonia pun menyuruh Margaret untuk memeriksa penyebab kakak dan adiknya seperti itu. Margaret pun mengambil teropong lalu meneropong ke arah Thousand Sunny.
"Oh, bukankah itu Luffy...hahaha... apa itu, dia menjadi kecil." Gumam Margaret.
"Kau pasti sedang melihat Ryuusei." Timpal Ace.
"Ryuusei?"
"Iya... keponakanku. Dia anak Luffy dan Nami."
KRETEK
CRASH
Terdengar suara retakan dari Hancock yang menjadi batu. Ace tidak memedulikannya. Dia terus bercerita tentang Ryuusei pada mereka, dia juga menunjukkan pada Margaret yang mana Nami tapi Margaret mencelanya dengan mengatakan dia sudah tahu.
"Aku dengar Luffy duluan yang memulainya."
KERETEK KRETEK KRETEK
Retakan pada Hancock semakin menjadi, kalau seperti itu terus dia bisa hancur lebur tapi Ace memang sengaja melakukannya. Dia semakin menceritakan detailnya. Para ksatria Kuja yang mendengarkannya hanya bisa memasang wajah takjub.
"Hentikan, Ace-san! Aneki-sama tidak akan kuat mendengarnya."
Saat Sandersonia mengatakan itu, Hancock yang telah menjadi normal menyerahkan surat wasiat kepada Bajak Laut Kuja dengan mengatakan dia mungkin akan mati syok karena berita itu.
"Hahahaha... Luffy memang benar, Hancock memang lucu. Segitunya ya kau menyukai adikku. Tapi dia sudah menikah dengan Nami, tinggal tunggu waktu saja sampai Ryuusei mempunyai adik." Ujar Ace menyeringai.
Hancock pun tergeletak tak berdaya seperti saat ia terkena love sickness dulu. Ace semakin tertawa melihatnya. Entah mengapa, bagi Ace, melihat reaksi Hancock yang seperti itu merupakan hiburan tersendiri. Tanpa keduanya sadari, hubungan persahabatan pun telah lama terjalin diantara mereka sejak Rusukaina.
"Ace-san, sepertinya Ryuusei dalam bahaya."
Mendengar itu Ace langsung bergegas secepat mungkin untuk menyelamatkan Ryuusei. Ryuusei bagi Ace seperti cerminan akan dirinya. Sejak ia bertemu Ryuusei, Ace mulai berpikir, mungkin keputusan ayahnya meninggalkannya dan ibunya, Portgas D. Rouge, agar ia bisa tumbuh sebagai ank normal lainnya bukannya buronan seperti ayahnya. Saat dia bertemu Rayleigh, saat dia bertemu Crocus dan Shanks, dia mulai memikirkannya lagi alasan mengapa ia membenci ayah kandungnya itu. Tapi melihat Ryuusei, dia menjadi merasa... kalah. Kalah dengan emosinya dan kalah dengan keegoisannya. Karena itu, Ace tidak mau membuang waktu lagi untuk menebus kesalahannya terhadap ayah kandungnya maupun ayah angkat dan kakeknya yang sudah membesarkannya.
XXX
Kembali ke saat sekarang. Bajak laut Topi Jerami pun dimasukkan kedalam perut Laboon. Paus yang merupakan nakama mereka itu lalu kembali ke Twin Cape. Pasukan Revolusioner dibantu oleh Bajak laut Roger seperti Shanks, Rayleigh, Nekomamushi, dan Inuarashi yang ikut membantu. Law, bersama krunya ikut masuk ke dalam Laboon. Hari itu, hari kedua kalinya bajak laut Topi Jerami tumbang setelah kejadian Shanbody. Reiju, yang mendengar berita kekalahan Topi Jerami datang menemui Sanji.
"Bagaimana keadaannya, Law?" Tanya Sabo.
"Sebagai dokter hanya itu yang bisa kulakukan, tapi kali ini... aku tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka kehilangan anak mereka, aku tidak bisa mengembalikannya." Jawab Law.
"Ryuusei belum meninggal." Tegas Chopper.
Airmatanya masih mengalir deras. Usopp-lah yang paling merasa bersalah. Dia terus-terusan berdiam diri. Tubuhnya luka parah tapi sepertinya hatinya jauh lebih parah dari itu, awalnya dia tidak mau makan. Dia terus menyalahkan dirinya hingga akhirnya Sanji dan Zoro memberinya pelajaran. Bukan hanya Usopp, semuanya pun merasa lemah, mereka tidak bisa menyelamatkan Ryuusei tapi mereka tahu orang yang paling merasa bersalah dan menderita adalah Luffy dan Nami.
Sejak Ryuusei hilang didepan mata mereka, Luffy dan Nami lah yang membabi buta menyerang bajak laut Kurohige dan marinir khususnya Kuma. Merekalah yang paling parah lukanya, bahkan Luffy hampir kritis karena terkena serangan Akainu saat hendak melindungi Nami tapi disaat itu Nami menarik Luffy dan membuat jurus fatamorgana miliknya. Tetapi meskipun begitu keduanya tetap terkena serangan Akainu. Satu per satu anggota bajak laut Topi Jerami tumbang hingga Crocus dan Jinbei yang masih bertahan membawa mereka ke dalam perut Laboon. Kecuali Luffy dan Nami, yang lainnya sudah mulai sadar meskipun belum sepenuhnya pulih.
"Maafkan aku. Kalau saja aku bisa lebih cepat, aku bisa menyelamatkan Ryuusei." Ace hanya tertunduk lesu.
"Chopper benar. Ryuusei belum meninggal, lihat, vivre card milknya masih utuh dan masih bergerak." Hibur Jinbei,"saat Luffy-kun dan Nami sudah sadar, kami akan mencarinya."
"Ya. Jinbei benar, kalau dia terkena jurus Kuma itu, dia pasti terlempar ke suatu tempat, sebenarnya kita harus berterima kasih karena Kuma sudah menyelamatkan Ryuusei dari serangan Kurohige." Tambah Franky.
"Aku merindukannya... huaaa..." tangis Franky.
Seketika Usopp, Franky, Chopper, Bartolomeo, dan Brook pun berderai airmata. "Aku bahkan sudah menyelesaikan mainan super untuknya." Tangis merekapun semakin kencang. Robin dan Zoro berjaga di ruang kesehatan tempat Luffy dan Nami dirawat, sementara Sanji memasakkan mereka makanan. Semuanya larut dalam haru biru mengenang nakama kecil mereka.
XXX
Sebulan sudah berlalu sejak peperangan yang menyebabkan hilangnya Ryuusei. Tim Wanokuni sudah kembali ke Wanokuni. Sebelum pergi Momo dan Kin'emon serta dua rekan mereka lainnya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf karena mereka tidak bisa menyelamatkan Ryuusei. Luffy dan Nami pun memarahi mereka karena berkata seperti itu, Luffy menambahkan mereka adalah nakama mereka jadi tak perlu merasa begitu karena dia akan sekali lagi berpetualang mencari Ryuusei hingga ujung dunia, hingga peta dunia Nami lengkap. Nami yang mendengarnya hanya tersenyum, dia memeluk Momo dan mengatakan kalau dia pasti akan merindukannya. Momo tentu saja sambil menangis membalas pelukan Nami, namun dibalik itu dia menyembunyikan wajah mesumnya di dada Nami. Dan sekarang dua hari berlalu sejak kepergian Tim Wanokuni...
"Yosha! Tidak terasa kita kembali lagi kesini shishishi... OOOIIII LABOON! OSSAN, TERIMA KASIH. KAMI BERANGKAT!"
"Uuuuu..." (suara Laboon)
Crocus dan Laboon mengantarkan kepergian Luffy dengan senyuman dan lambaian tangan. Petualangan mereka sejak Luffy menjadi raja bajak laut pun dimulai...
.
.
Kembali ke saat Luffy dan Nami baru saja sadar, Nami yang pertama kali sadar dari koma. Bajak laut Topi Jerami dan Tim Wano langsung menyambutnya dengan hangat. Momo langsung memeluk Nami dengan erat meskipun sebenarnya itu sebagian kecil dari niat terselubungnya untuk maksud lain. Robin juga menangis saking bahagianya. Dia tidak tahu lagi kalau sampai kehilangan Luffy dan Nami, hanya mereka itulah yang tersisa dalam hidupnya. Nami juga menangis bercampur senang dan sedih. Lagi - lagi ia kehilangan orang yang dicintainya, saat itu bayangan detik terakhir menjelang kematian Bellemere hadir di benaknya. Dia mengeratkan pelukannya pada Momo.
Semuanya seakan ikut larut dalam kesedihan Nami, mereka pun menangis dengan kencang. Tak lama setelahnya Luffy pun terbangun. "Makaaaaan!" Mendengar teriakan Luffy itu mereka seketika menengok kearahnya. Luffy juga melihat ke arah nakamanya dan saat itulah dia tersadar.
"Nawi... mawaf... mawaf... mawaf..." tangis Luffy pecah.
Dia menutup wajahnya dengan topi jerami miliknya sambil terus menggumamkan kata maaf pada Nami. Diluar ruang kesehatan, Bartolomeo yang berjaga bersama Law dan Crocus ikut menangis tersedu-sedu.
"Ryuusei...hik...aku...tidak...bisa...menyelamatkannya...hik...maaf Nami... maaf..."
Nami pun melepaskan pelukannya dari Momo. Dia lalu turun dari tempat tidurnya meskipun agak sempoyongan, dia lalu berdiri dihadapan Luffy yang masih terduduk disisi tempat tidurnya menghadap Nami. Dalam sekejap Nami mengacungkan tinjunya dan menjitak kepala Luffy dengan sangaaaat keras. Dia lalu memeluk Luffy dan menangis dipelukan Luffy.
"Bagaimana kau bisa terus meminta maaf seperti itu, Luffy?"
"Maafkan aku, harusnya aku menjaga Ryuusei dengan baik dan menyembunyikannya dengan benar."
Mereka saling berpelukan seperti itu dan terus menangis hingga Luffy terjatuh berbaring dan saat itu posisi Nami berada di atas Luffy dengan setengah badan masih disisi tempat tidur. *growl* bunyi suara perut keduanya menjadi mood booster untuk momen yang ditunggu-tunggu author itu.
"Oi, sampai kapan kalian mau seperti itu?" Komentar Zoro.
"Ryuusei masih hidup. Dia ada di suatu tempat di dunia ini, mengapa kalian menangisinya seperti dia sudah meninggal begitu." Tambah Zoro.
Diantara nakamanya, memang hanya Zoro yang tidak menangis. Tapi tentu saja dia ikut sedih, sejak kekalahan mereka itu dia terus melatih pedangnya. Caranya? Dia menebas setiap kapal yang melewati red line. Dia bahkan hampir menebas salah satu nakama mereka, Bartolomeo, yang baru datang dari East Blue. Dia terus melatih observasi hakinya dan armament hakinya.
"Eh?"
Luffy dan Nami pun langsung bangkit dengan wajah penuh harapan. Zoro pun mengeluarkan vivre card milik Ryuusei. Dia membagikan vivre card Ryuusei kepada Grand Fleet Strawhat Pirates, dia juga memberikannya pada Ace dan Sabo juga Bellamy dan Law. Shanks dan Rayleigh serta seluruh kerajaan yang bersekutu dengan SHP.
"Lihat. Vivre card ini masih bergerak, tidak hilang. Ini kuberikan kalian masing-masing potongannya."
"Tapi mengapa kau memiliki vivre card Ryuusei, Zoro?"
"Karena Dragon memberikannya padaku saat ia mengunjungi Ryuusei."
"Oh! Benar... aku baru ingat saat peperangan itu aku bertemu Vegapunk. Dia mengatakan sesuatu tapi... apa yang ia katakan..." ujar Franky.
"Kau hanya mengingat bagian itu saja!" Shock Usopp.
"Maaf senpai, aku mengganggu, tapi aku ingin memberikan ini..." sela Bartolomeo.
"Hah? Apaan itu? Gambarmu? Jelek sekali... hahahahhahha..."
"Tidak, ini... tanda tangan Ryuusei-senpai."
"Ryuusei-senpai katanya, ha...he? Ryuusei?"
"Ya. Ini tanda tangannya."
Seketika ruangan itupun dipenuhi oleh tawa sekaligus tangis. Mereka bahkan bisa membayangkan wajah sumringah Ryuusei yang 'menandatangani' itu.
"Tapi bukan tanda tangan ini yang ingin kuberikan, ini... album foto dan poster buronan milik Ryuusei-senpai yang tidak tersebar ke dunia, dan rekaman Ryuusei-senpai. Oh aku punya copy-nya jadi aslinya kuserahkan pada Luffy-senpai dan Nami-senpai."
"Kapan kau...?"
"Sejak awal."
XXX
Seminggu pun berlalu sejak Luffy dan Nami sadar dari Koma, Bartolomeo sudah pamit sejak mereka sadar. Semua pemberian Bartolomeo disimpan oleh Nami di ruang navigasi miliknya. Luffy juga menyimpan vivre card milik anaknya itu diselipan topi jerami miliknya. Tim Wano ikut pamit kepada SHP tiga hari yang lalu, mereka menumpang kapal selam bajak laut Heart.
Pulau pertama yang mereka singgahi setelah dari Twin Cape adalah Whiskey Peak. Pulau sarang bounty hunter yang membuat Luffy dan Zoro saling bertarung. Sesampainya disana, mereka disambut oleh ribuan bounty hunter. Nami, Robin, dan Chopper bertugas sebagai tim pencari Ryuusei. Luffy, Zoro, Sanji, dan Usopp bertugas sebagai pengawal tim pencari Ryuusei. Brook, Franky, dan Jinbei berjaga di Thousand Sunny. Tidak seperti saat pertama kali mereka menginjakkan kaki di pulau itu dulu, sekarang Whiskey Peak menjadi bounty hunter terkuat. Mereka sempat kewalahan karena begitu banyak bounty hunter yang pengguna buah setan. Tim Nami dan Tim Luffy terus saja bertarung tetapi hasilnya nihil, Ryuusei tidak ada. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka setelah mengalahkan seluruh isi Whiskey Peak.
XXX
"Nami-san, aku membuatkan snack dan jus kesukaanmu."
"Terima kasih, Sanji-kun."
Nami terus menghabiskan waktunya di ruang navigasi, dihadapannya log pose pemberian Nojiko, foto Bellemere bersamanya dan Nojiko, terakhir foto bajak laut Topi Jerami dan Ryuusei. Dalam foto itu Ryuusei tersenyum lebar seperti pada foto Nami kecil bersama Bellemere. Tanpa terasa air mata Nami pun menetes, sambil memegang foto hitam putih Ryuusei itu dia menangis hingga tertidur.
Sementara itu di luar ruangan Nami, Franky dan Usopp membuat ruangan akuarium itu seperti ruangan untuk menonton layar tancap.
.
.
"Namiiiii...!"
BRAK
"Nami?"
Luffy pun mendekati Nami, dia ingin membangunkannya tapi melihat snack dan jus jeruk itu, perutnya tergoda untuk memakannya. Luffy mengambil snack itu dan ketika akan memasukkannya kedalam mulutnya, dia menyadari bahwa Nami menangis dalam tidurnya sambil menggumamkan Ryuusei. Diletakkan kembali snack milik Nami, dia tertunduk hingga topinya menutupi wajahnya sebagian.
"Maaf Nami... maafkan aku..."
Menyadari ada orang lain selain dirinya, Nami pun tersentak. Kepalanya menjadi pusing karena dia terbangun tiba-tiba, dia berubah sikap waspada hingga dia jelas melihat keberadaan orang yang tak lain tak bukan merupakan kaptennya sendiri.
"Luffy?!"
"Oi Luffy, mengapa lama sekali?!"
"Usopp, Luffy, ada apa?"
"Ayo Nami!"
Nami pun mengikuti Usopp ke ruang akuarium, diikuti Luffy paling belakang. Seperti melihat bioskop versi one piece, proyektor keong itu memutar video pertama pemberian Bartolomeo. Video itu saat mereka sedang berlibur di pantai. Itu video yang diambil saat mereka berada di pantai pulau musim panas, terlihat Ryuusei dan Luffy mengenakan celana pendek yang sama, bersama Usopp dan Chopper mereka berdua main pistol air ciptaan Franky dan Usopp. Ryuusei terlihat berebut pistol air dengan Luffy, keduanya jatuh dan hampir tenggelam. Beruntung Usopp dan Nami yang melihat Ryuusei hampir tenggelam langsung menghampirinya, keduanya ditolong Usopp dan Nami, bukannya apa keduanya malah tertawa. Keduanya lalu saling menyipratkan air ke Usopp dan Nami sambil tertawa-tawa. Nami pun tersenyum melihat video itu, momen itu tidak luput dari perhatian Luffy. Luffy ikut tertawa shishishi melihat Nami tersenyum, seketika suasana berubah menjadi tegang ketika dalam video, bikini yang dikenakan Nami hampir terlepas dan Luffy yang jatuh sambil berpegangan pada bikini Nami, saat itulah video menjadi seperti kaset rusak.
"Hahahaha... aku ingat itu, Ryuusei melompat ke arahku saat Luffy tersandung kakiku dan jatuh menimpa Nami. Ryuusei menutup mataku jadi aku tidak tahu apa terjadi setelahnya..." kenang Usopp.
"Bukankah saat itu Nami mengeluarkan thunderbolt tempo miliknya." Respon Zoro.
"A-" Nami segera membekap mulut Luffy sebelum dia mengatakan yang sebenarnya.
"Mengapa kita tidak menonton lagi saja. Sanji-kun, bisakah kau membuatkan snack untuk kita semua..." pinta Nami meskipun wajahnya memerah.
"Fufufufu..." tawa Robin yang melihat keseluruhan kejadiannya.
"Baik, Nami-san."
XXX
Sejak menonton video Ryuusei, Nami terlihat bersemangat."Maaf teman-teman aku sudah membuat kalian khawatir, setelah melihat video Ryuusei, aku sadar kalau Ryuusei tidak ingin terus menerus bersedih. Ryuusei ingin kita bersenang-senang dan berpetualang kali ini sebagai kru raja bajak laut." Mendengar ucapan Nami itu, mereka semua tersenyum. Masih banyak hal yang bekum mereka lakukan, dan kini mereka akan kembali berpetualang hingga ujung dunia dan menjadi bajak laut terkuat.
"Shishishi... kau benar Nami. Biar bagaimanapun Ryuusei adalah nakama kita, dimanapun dia berada, dia pasti sedang bersenang-senang saat ini."
Setelah hari itu, Bajak Laut Topi Jerami mengarungi lautan Grand Line, singgah dari pulau satu ke pulau lainnya. Tak jarang marinir terutama Smoker dan Tobi ikut memburu mereka dan sedikit lagi mereka akan tertangkap, mereka pun berhasil melarikan diri. Tobi dan Helmeppo hanya tersenyum, sementara Smoker selangkah lebih maju dari Tobi.
XXX
"Dokter Rin!" Salah seorang penduduk Pulau Drum berlari menemui Dokter Kureha di salah satu rumah penduduk.
"Ada apa? Kau tidak lihat aku sedang bekerja." Jawab nenek tua itu tanpa melihat penduduk itu.
"Chopper... dan teman-teman bajak lautnya kembali."
"Oh...!"
Sementara itu bajak laut Topi Jerami menurunkan jangkar mereka, dan berjalan menuju pusat desa tempat rumah Dalton dulu. Dalton dan penduduk lain menyambut mereka dengan gembira. Dalton menceritakan sejak kepergian Chopper, Wapol sempat datang ke pulau itu bersama Kurohige, namun disaat bersamaan Koza dan teman-temannya yang sedang datang bersama Vivi berhasil memukul mundul Wapol, Kurohige langsung pergi saat mereka melihat sesuatu di tangannya. Itu kejadian dua tahun lalu, saat Ace di eksekusi. Chopper menceritakan pengalaman mereka selama tiga tahun ini, bagaimana ia terus melatih kemampuannya sebagai dokter di Kerajaan Torino dengan penuh semangat, namun suaranya menjadi tercekat saat airmatanya mulai menetes, itu saat dia menceritakan Ryuusei.
"Huwaaa... Dokter, aku... huwaaa... aku tidak bisa menyelamatkannya sama seperti waktu itu..."
PLAK
"Kau... kau ini sama sekali tidak berubah. Tetap saja cengeng seperti dulu. Hiluluk tidak akan kembali karena dia sudah meninggal, tapi anak itu... dia adalah anak dari raja bajak laut dan navigator yang mengantarkan kalian hingga seperti ini. Kau pikir hanya karena dia masih kecil dia tidak akan bertahan?!" Marah atau mungkin nasehat atau ceramah? Dokter Kureha memukul belakang kepala Chopper.
"Sama seperti kalian, sama seperti ayah dan ibunya, dia akan kembali. Saat dia kembali, dia akan jauh lebih kuat dari kalian. Percayalah padanya!"
Tiba-tiba poster buronan seorang anak kecil berumur kurang lebih setahun menimpa wajah Chopper, dilihatnya poster buronan itu. "Ryuusei!" Seru bajak laut Topi Jerami. Ya, anak raja bajak laut itu memasang pose persis seperti poster buronan Luffy yang pertama, meskipun hanya senyumnya saja yang terlihat karena wajahnya hampir tertutup topi sebagian. Dia tersenyum senang memperlihatkan deretan giginya yang masih sedikit itu. Dia lebih mirip jamur yang sering ada di game mario bros. Dibelakangnya sebuah kanvas yang sepertinya gambar lambang bajak laut Topi Jerami berkibar seolah dia menantang siapapun untuk menangkapnya, seperti mengatakan apa kau tak bisa menangkap bocah sepertiku, ayo datang dan tangkaplah aku kalau bisa.
"Poster itu, saat melihat poster itu, Kurohige langsung pergi dengan seringai di wajahnya. Oh, aku lupa mengatakan kalau dia dan Wapol kembali lagi kesini tiga bulan lalu."
"Dokter Rin benar. Tapi poster itu, sudah diambil oleh orang tak terkenal. Dia terlihat marah. Dan Dragon bersama Ace juga Garp ikut mengambil kembali seluruh poster itu yang sudah tersebar ke penjuru dunia." Jawab Dalton.
Chopper pun berdiri, dia mengusap air matanya kemudian berpamitan dengan Dokter Rin, Dalton, dan Penduduk Kerajaan Drum sebelum memberikan bibit sakura yang ditanamnya di Sunny, dia meminta Dalton dan dr. Rin untuk menanamnya di makam ayah angkatnya, dokter Hiluluk.
XXX
"Nami?"
"Oh Luffy, ada apa? Kau perlu sesuatu?"
"Tidak shishishi... aku kesini karena aku pikir kau akan menangis lagi."
"..."
"Nami?"
"Kapten, cobalah kemari sebentar."
"Apa? Aku melakukan kesalahan apa?"
"Tadaaa!"
Nami menunjukkan Luffy peta dunia buatannya. Luffy pun akhirnya mendekati Nami, sejak dari Kerajaan Drum, Nami tahu kalau Luffy tidak bisa tidur. Meskipun dia juga tahu kalau kebiasaan Luffy menyelinap di malam hari untuk mencuri sisa makan malam dan juga sering tertidur saat dia mendapat giliran berjaga malam itu belum hilang tapi Luffy tidak pernah sama lagi.
"Luffy. Maafkan aku... diantara kami, kaulah yang paling terluka. Kaulah yang paling ingn menangis. Kaulah yang paling..." Nami tidak melanjutkan kata-katanya lagi saat dia melihat Luffy menangis.
Nami memeluk Luffy seperti saat dia memeluknya di Zou dulu, dia membiarkan kaptennya itu menangis dipelukannya. Saat ini, Nami tahu, pria dihadapannya itu bukanlah seorang kapten juga bukan seorang raja bajak laut tapi dia adalah seorang ayah yang kehilangan putranya. Nami tahu Luffy selalu dan akan selalu bersikap kuat seolah dia hidup tanpa beban tapi disaat seperti inilah Nami juga tahu kalau Luffy sudah berada dalam batasannya. Luffy membalas pelukan Nami, dia memeluknya dengan erat, takut kalau wanita dihadapannya ini akan menghilang seperti putranya. Tanpa diketahui keduanya, nakama mereka juga menangis seperti keduanya. Itu adalah kekalahan terbesar mereka. Hari itu mereka semua menyadari bahwa mereka masih sangat lemah, mereka kembali menyadari bahwa mereka sangat lemah.
XXX
"Ayah, kau... saat meninggalkan ibu dan aku, apa kau tahu aku akan bernasib sama dengan Ryuusei?"
Tentu saja Ace tahu kalau yang dipanggil ayah itu takkan menjawabnya, mengingat Ryuusei, dia menjadi menyesal. Dia membenci ayah kandungnya tanpa tahu kalau sebenarnya, ayahnya hanya ingin dia tumbuh menjadi seperti anak lainnya, selama itu juga dia melindunginya dan ibunya tahu itu. Dia merasa bodoh. Dia merasa lemah.
"Ayah... apa yang harus kulakukan?"
XXX
"Sabo... kau tidak makan lagi?"
"Sudah. Bagaimana dengan Dragon-san?"
"Begitulah."
XXX
"Oh... kau. Ada apa?"
"Kau terus latihan beban sejak Ryuusei menghilang. Aku kesini untuk menghiburmu."
"Seharusnya kau menghibur Nami, bukan aku, Robin."
"Oh ya? Tiga tahun ini, aku merasa cukup untuk mengenalmu luar dalam. Saat ini, aku tahu kalau kau merasa bersalah karena tidak bisa..."
"Cukup Robin! Jangan mengganggu latihanku."
"Baiklah."
"Kau masih disini?"
"Aku giliran berjaga malam ini."
"Ini masih siang."
"..."
"Terserah saja, asal kau tidak menggangguku."
Kehadiran satu sama lain bagi mereka adalah hiburan terbaik yang pernah ada. Wanita yang bersamanya itu tak pernah sekalipun meninggalkannya sendiri tapi bagi Zoro, itu tidak lagi menjadi masalah baginya. Kenapa? Dia juga tidak tahu.
XXX
"Wooow...!" Kagum Luffy, Chopper, dan Usopp.
Itu adalah waver modifikasi Franky, siang itu Usopp menguji Sanji, seberapa cepat dia berenang. Karena Zoro dan Robin sedang tak bisa diganggu, Usopp memutuskan untuk meminta Nami berlomba dengan Sanji, Sanji berenang mengikuti Sunny Go dan Nami mengendarai waver modifikasi Franky. Awalnya Nami dan Sanji tidak mau tapi setelah Usopp membisikkan Nami kalau ini adalah taruhan mereka berdua, kalau Nami menang maka dia akan mendapatkan satu juta berri dari Usopp, tapi kalau kalah dia harus memberikan jeruknya pada Luffy. Deal. Nami meminta Sanji bertanding dengannya.
Dan disanalah mereka, Jinbei yang memegang kemudi setelah Nami memberikan instruksi arah pulau selanjutnya. Mengendarai waver dan Sanji di tempatnya bersedia, Brook selaku wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai. Oh kalau reader bertanya-tanya apa yang dijanjikan Usopp pada Sanji, dia menjanjikan Sanji untuk memberitahu tempat aman untuk mengintip Nami dan Robin mandi kalau dia menang dari Nami.
Tap
Nami menyerahkan buah jeruk ke tangan Luffy. Luffy memandangnya aneh, Nami lalu kembali ke jeruk di tangannya dan kembali lagi ke Nami. "Nami, kalau kau mau memberikanku makanan harusnya kau memberiku daging." Kata Luffy sambil terus memegang jeruk di tangannya. Namun ketika Nami hendak mengambil jeruknya kembali, Luffy memanjangkan tangannya sehingga Nami tidak bisa mengambilnya. Itu seperti saat mereka berebut denden mushi di one movie strong world adegan terakhir.
"Waaaa... Sanji, hentikan!" seru Chopper, dia mencoba untuk menghentikan Sanji yang menjadikan Usopp samsak.
Bagaimana tidak? Setelah Sanji menang melawan Nami, Sanji lalu menyeret Usopp untuk memberitahukan tempat rahasia tersebut namun bukan hanya Usopp membohonginya tapi dia juga terkena tendangan maut dari Nami. Sanji akhirnya menggantung Usopp seperti menggantung daging. Dia juga mengikat Usopp dan menendangnya hingga babak belur, saat itulah Chopper datang menghentikan keduanya.
"Sanji-kun." Suara Nami dari belakang Sanji.
"Nami-san."
BRUAKK
"Aaaah... Usoppp! Sanji!"
"Tidak... Robin, kenapa kau juga ikut-ikutan."
"Hahahaha..."
"I'm in heaven."
"Sanjiiii!"
"Chopper..."
"Usopp, tidak!"
XXX
"Luffy! Nami!" Sapa Vivi.
"Shishishi..."
"Vivi..."
Vivi pun langsung menerjang memeluk Nami, dia menangis. Lalu Vivi mengatakan kalau dia sudah tahu dengan apa yang terjadi pada anak mereka, meski hanya melihatnya lewat poster buronan, Vivi mengaku langsung tahu karena ketika melihat Ryuusei, itu seperti melihat Luffy dan Nami.
"Franky, Brook, dan Jinbei... dia adalah Vivi, nakama kami."
"Vivi-san, bolehkah aku melihat celana dalammu?" -Brook K.O by Nami
"Yo... Vivi-nee, aku sudah dengar ceritamu dari Usopp, itu cerita yang super sedih..." Franky pun menangis mengingat cerita Alabasta Arc itu.
"Vivi-san, kurasa kita pernah bertemu di pertemuan kerajaan dulu."
Vivi hanya tersenyum pada ketiganya. Luffy benar-benar mendapatkan nakama yang hebat. Entah mengapa dia sedikit menyesal karena dia tidak ikut mereka.
XXX
"Shishishi... sudah lama sekali sejak aku memakan makanan ini, Vivi."
"Hahahaha... kau sama sekali tidak berubah ya Luffy."
"Kita bisa mandi bareng seperti dulu lagi."
Mereka saling bercerita tentang masing - masing yang terjadi pada mereka selama mereka tidak bertemu, hubungan Vivi dan Kohza sudah semakin membaik, sekarang Kohza menggantikan Igaram dan Pell untuk menjaga Vivi saat Vivi berpergian kemana-mana. Crocodile tidak lagi mengganggu mereka, dia tetap berada disana, mengelola casino miliknya dulu tapi kali ini bukan sebagai kedok. Nanohana sudah kembali seperti dulu lagi. Luffy bercerita bagaimana dia bertemu dengan Franky, yang membuat dahi Cobra dan Igaram juga Pell mengernyit seperti menahan rasa sakit, ya Luffy menceritakan sampai bagian Robin harus menggunakan kekuatannya untuk 'membuat' dia menerima tawaran Luffy. Tidak sampai situ, Luffy juga menceritakan bagaimana dia bertemu Brook yang mendapat komentar "Itu pasti sangat menyeramkan" dari Vivi yang disambut anggukan penuh dari Nami, Usopp, dan Chopper. Mereka lalu menceritakan dua tahun mereka berpisah dan bagaimana Luffy bertemu Jinbei dan akhirnya Jinbei bergabung dengan mereka. Setelahnya mereka semua mandi di pemandian air panas milik kerajaan Alabasta.
XXX
"Tapi aku benar-benar kaget saat membaca berita kejadian di Ennies Lobby dulu." Ujar Vivi bersandar di bak besar tempat dia dan Nami mandi dulu, namun kini ditambah Robin.
"Fufufu... aku juga tidak menyangkanya sama sekali. Kalau bukan karena kau, aku tidak akan bergabung dengan Luffy dan bisa mempercayai orang lain lagi." Respon Robin.
"Aku jadi teringat saat Robin berada dalam kapal kami untuk pertama kali..." kenang Nami, matanya lalu menatap ke atas tempat para pria mengintip mereka dulu.
"Ada apa Nami? Apa kau berharap mereka mendapatkan happiness punch lagi?" Goda Vivi saat diliriknya Nami melihat ke arah pemandian pria, "atau kau berharap Luffy yang mengintip."
"Apa? Tidak... hanya saja... disana terlihat tenang..." jawab Nami setengah ragu.
"Sepertinya disana terjadi sesuatu yang menarik..." kata Robin penuh misteri.
"Apa... apa yang menarik?" Kepo Nami dan Vivi yang tahu kalau Robin menggunakan kekuatannya untuk menguping pembicaraan para pria.
XXX
"Terima kasih." jika dulu Cobra yang membungkukkan badannya maka kini Luffy yang membungkukkan badannya.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu, terima kasih dan maaf. Sekali lagi kalian sudah melindungi putriku, Vivi." Jawab Cobra yang juga ikut membungkikkan badannya.
Luffy hanya menatap Cobra bingung, apa maksud perkataannya? Apa dia masih mengungkit kejadian di Alabasta dulu? Igaram mengatakan bahwa saat perang yang lalu, Putri Vivi ikut bersama mereka, dia bilang dia ingin membantu teman-temannya. Saat itu tentu saja mereka aware atas status mereka sebagai kerajaan yang membantu bajak laut tapi mereka tidak perduli. Entah bagaimana, tiba-tiba saja ada sebuah peluru yang menenggelamkan kapal marinir di dekat kapal mereka dan membuat kabut disekitar mereka, salah satu pasukan mereka mengintai ke arah datangnya peluru dan melihat seorang anak kecil seperti pada poster itu yang melakukannya, sepertinya dia sedang bermain sendiri. Hal itu membuat mereka terlindungi dan terselamatkan dari marinir dan bajak laut lawan.
"Shishishi... jadi begitu..."
"Maaf karena sepertinya itu karena kami, dia tertangkap..."
"Tidak, paman. Itu bukan salah paman."
Setelah itu mereka kembali berbincang-bincang tentang petualangan mereka lalu Sanji dan Cobra yang mencoba mengintip para wanita mandi diikuti oleh para pria lainnya kecuali Luffy yang sudah keluar duluan sambil menggumamkan harum sekali, Zoro yang ketiduran disana, dan Jinbei yang pada akhirnya memilih untuk keluar menyusul Luffy mungkin dia ingin tidur seperti Zoro.
XXX
"Nami, Robin-san, apa kau tahu Rebecca dan Viola dari Dressrosa?"
Nami menggelengkan kepalanya. Robin mengiyakannya dan mengatakan kalau mereka bertarung bersama melawan Doflamingo saat di Dressrosa.
"Kenapa kau bertanya soal itu?"
"Tidak. Hanya saja... tidak ada..."
Nami mendengarkan Robin dan Vivi berbicara, seiring obrolan mereka.., dia jadi penasaran seperti apa sosok yang dibicarakan itu. Mungkin mereka bisa berteman seperti dia dan Vivi. Pasti itu menjadi hal yang menyenangkan. Nami pun berdiri keluar dari hot spring itu karena dia sudah merasa pusing terlalu lama berendam disana,
"Kau mau kemana Nami?"
"Aku keluar duluan ya... kita sudah terlalu lama berendam disana..."
"Aku masih mau disini." Balas Vivi dan Robin.
Nami pun keluar dan setelah ganti baju, dia pun bergegas menuju kamar mereka. Rasanya aneh, tapi menyenangkan karena mereka seperti kembali ke masa itu lagi. Dalam perjalanannya menuju kamar, dia melihat Luffy menyelinap ke dapur kerajaan Vivi bersama istrinya Igaram. "Dia pasti meminta makan lagi." Batin Nami ketika melihat kaptennya itu memasuki dapur bersama istri Igaram.
XXX
"Wow... benarkah makanan sebanyak ini untukku?"
"Iya, maaf aku hanya bisa menyiapkan sebanyak ini."
"Tidak apa, terima kasih banyak, obachan."
Ketika Luffy sedang asyik makan, tiba-tiba pintu dapur terbuka dan Nami berdiri disana. Nami kemudian menghampiri Luffy hendak memarahinya namun istri Igaram menawarkannya camilan penghantar tidur. Kapten dan navigator bajak laut Topi Jerami itupun akhirnya duduk bersisian menikmati hidangan yang diberikan istri Igaram. Luffy dan Nami kemudian berterima kasih dan kembali ke kamar mereka. Malam itu mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka.
XXX
"Ossan!"
"Montblanc-san..."
"Mashira, Shoujou...!"
XXX
"Akagami no Shanks!"
Shanks muncul dihadapan Akainu sendirian, dia sengaja muncul di markas besar marinir.
"Kau ingin menyerahkan dirimu padaku seperti Roger?"
"Kata orang yang membunuh Ace di canon dengan mengatasnamakan keadilan tapi membiarkan Kurohige berkeliaran. Aku tidak akan pernah menyerahkan diriku pada marinir sepertimu. Lebih baik aku menyerahkan diri pada Garp."
"Apa yang kau inginkan?"
"Memperingatkanmu untuk tidak menyentuh seujung helai rambut pun Luffy dan nakamanya juga keturunan mereka. Aku mungkin tidak bisa berbuat apa-apa saat kapten masih hidup dan bahkan saat eksekusinya tapi kalau kau dan anak buahmu menyentuh Luffy dan nakamanya, aku tidak akan tinggal diam!"
XXX
"Kau tidak akan menemukannya disini." Ujar Cricket.
"Oh kau juga sudah tahu, Cricket-san?" Tanya Usopp.
"Bos sampai datang ke Skypea untuk membantu mencari Mugiwara no Chibi tapi hasilnya nihil." Sahut Masira.
"Terima kasih, ossan, tapi kami tetap akan kesana. Sanji mau bertemu dengan Conis...shishishi..."
"Aku bisa melihat nakamamu bertambah lagi."
"Ya, shishishi..."
Mereka pun menghabiskan waktu bercengkrama, saling menceritakan kisah masing-masing dan memperkenalkan diri masing-masing. Cricket mengatakan kalau dia bertemu dengan Bellamy setelah kejadian di Dressrosa, dia yang mengolok-olok impian Luffy sekarang menjadi sekutunya. Bellamy menghajar semua orang yang sudah mengolok-oloknya (Cricket). Luffy tersenyum mendengarnya, dia senang karena Bellamy sudah benar-benar berubah."shishishi, dia adalah nakamaku sekarang." Ucap Luffy mengingat Bellamy.
"Dia juga membantu kami dalam memburu harta dari bangkai kapal."
"Dia pria yang baik."
"Aku tahu, shishishishi..."
XXX
"Conis-chan...!"
"Oh Ayah, lihat ada Nami dan teman-temannya..."
"Yohohoho... bolehkah aku melihat c-" ucapan Brook terhenti ketika dia merasakan aura membunuh dibelakangnya,"Yohohohoho... Nami-san, tulangku bisa remuk kalau memukulku lagi, jadi Conis-san, bo-"
BRUAKK
Brook once again K.O by Nami. Franky dan Jinbei lalu mengenalkan diri mereka. Bersama Gan Fall, Conis, dan ayahnya mereka pergi ke suku Skandia untuk bertemu Aisa dan lainnya. Conis mengatakan sejak Enel pergi, setelah kedatangan mereka ada satu bajak laut yang sampai ke Skypiea, mereka mengatasnamakan mereka Kurohige. Keadaan sempat kacau karena tak terduga mereka menyerang kami. Penduduk langit dan Penduduk Skandia bahu membahu untuk mengusir mereka, mereka habis itu memang langsung pergi, trus ada juga seorang raksasa yang meminta kami untuk membunuhnya. Nami menceritakan tentang semua perjalanan mereka setelah itu hingga akhirnya mereka kembali kesana. Conis mengatakan mereka sudah mendengar itu dan mereka ikut sedih tapi sayangnya, disana tidak ada Ryuusei. Nami berkata tak apa, mereka hanya ingin berpetualang sekali lagi.
"Luffy!"
"Shishishi..."
Tak banyak yang mereka lalui disana selain berpesta dan terus berpesta. Itu seperti saat mereka baru saja mengalahkan Enel dan Gan Fall sekali lagi menjadi 'God' disana. Luffy meminta kepala suku untuk membunyikan sekali bel emas itu.
XXX
"Nami..."
"Ada apa Luffy?"
"Shishishi..."
"Ayo kita pulang ke rumah. Perjalanan ini adalah yang terakhir... ayo kita pulang ke rumah... shishishi... aku merindukan Makino dan Dadan shishishi..."
Mendengar ucapan Luffy itu, mereka terkejut namun setelahnya tersenyum lebar. Sudah terlalu lama mereka berada di laut, itu adalah perjalanan yang menyenangkan dan terbaik yang mereka lalui tapi mereka tahu itu saatnya mereka menyudahi perjalanan itu tanpa menyadari bahwa di masa yang akan datang, mereka akan berkumpul sekali lagi, berlayar sekali lagi, ke suatu tempat.
"Kita harus berpesta lagi setelah perjalanan ini di pernikahan Usopp dan Kaya shishishi..." ujar Luffy.
"Juga Zoro dan Robin." Sambung Chopper.
*uhuk*
Zoro pun tersedak sake yang diminumnya mendengar ucapan Chopper sementara Robin memasang senyum misteriusnya. Usopp speechless. Sanji menangis tanpa airmata sambil menggumamkan Robin-chan, Nami-san. Robin hanya tersenyum mendengarnya. Wajahnya sedikit memerah begitupun dengan Zoro. "Aku mau latihan!" Begitulah Zoro melarikan diri dari situasi itu. Itu adalah perjalanan mereka dari Skypiea menuju Waterseven.
XXX
BERSAMBUNG KE CHAPTER 17B
masih on progress...hehehe... ditunggu aja ya... XD
