Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichirou.
Summary : Kembali ke titik awal. Mugiwara no Kaizoku, memulai perjalanan mereka dari awal, singgah disetiap pulau, yang pernah mereka singgahi maupun yang belum. Usopp akhirnya dapat bertemu para giant di Elbaf. Nami akhirnya menyelesaikan seluruh peta dunia namun nihil mereka tetap tak menemukan Ryuusei. Dua tahun berlalu setelah itu... Luffy memutuskan untuk beristirahat. Bajak laut Topi Jerami untuk waktu yang belum dipastikan harus break dulu. Para kru kembali ke tempat asal masing - masing kecuali Robin yang tinggal bersama Zoro.
Warning : OOC, AU/AR/AT mungkin, banyak typo, dll.
Genre : (main genre) Friendship, Romance; (minor genre) Adventure, Action, comedy (?).
THE LAST ADVENTURE
"Franky-san!"
"Aniki!"
"Ma bro n ma sis..."
"Iceberg-ossan...!"
Sementara Franky banjir airmata karena berkumpul lagi dengan keluarganya, disaat bersamaan Iceberg dan Pauli menyapa Luffy dan nakamanya. Kokoro segera mengenali Jinbei, keduanya mengobrol entah apa yang dibicarakan... mungkin tentang Pulau Fishman. Mereka berkumpul di Galeyla, saling menceritakan pengalaman masing-masing sejak mereka pergi dari Waterseven. Iceberg mengatakan kalau dia sedang membuat Blueprint kereta laut beserta jalurnya dan dia juga mengatakan pada Franky kalau dia kembali ke Waterseven, dia bisa membantunya dalam mewujudkan impian Tom itu bersama. Franky sambil menangis mengatakan kalau dia pasti akan membantunya.
Kemudian keluarga Franky pun menyerah dua koper besar kepada Usopp, tentu saja Usopp bingung dan bertanya itu apa, dijawab bahwa itu adalah uang yang pernah mereka curi dari Usopp. Usopp terdiam, dia kembali teringat perkelahiannya pada Luffy dan semua yang mereka lalui saat itu. Usopp mengusap matanya yang perih dan mengatakan bahwa mereka sudah menggantikannya dengan kapal mereka tetapi Nami datang dan mengambil koper itu, Nami mengatakan baiklah, mereka dimaafkan. Usopp dan keluarga Franky ternganga dan mereka pun tertawa. Mereka lupa kalau navigator Topi Jerami adalah orang seperti itu.
.
.
.
"Kokoro-obasan! Iceberg-ossan! Kalau keretanya sudah jadi nanti ayo kita berpetualang bersama."
XXX
"Oi... lihat ada gentong sake."
"Aaah... tidak... ini pasti jebakan dari Moria lagi."
"Yohohohoho... aku jadi ingat pertama kali kita bertemu, itu sungguh pertemuan yang mengharukan."
"Yosh...!"
"Waaaa... dasar bodoh, kenapa kau mengambilnya?"
"Shishishi... tapi itu sangat seru, waktu itu..."
"Apanya yang seru!"
"Shishishi..."
XXX
"Hebihime-sama! Luffy dan nakamanya datang!"
Wajah Hancock pun berubah cerah seketika. Sejak dia mengetahui kalau Luffy memiliki anak dengan Nami, dia sering menjadi murung. Kata-kata Ace saat itu terus terngiang ditelinganya seperti kutukan yang tidak bisa dihilangkan. Membayangkan Luffy dan Nami seperti itu saja sudah cukup membuatnya lunglai. Mendengar kedatangan Luffy, Hancock pun bergegas meninggalkan istananya menuju Luffy.
.
.
"Yo."
"Ace?!"
"Yo." Sapa Ace pada nakama Luffy.
"Sedang apa kau disini, Ace?" Tanya Nami.
"Menurutmu?"
"...?..."
"Ace-san, membantuku melatih hakiku." Jawab Margaret dari belakang Nami.
"Margaret, Aphelandra, Sweet Pea."
"Nami-san, aku turut bersedih mengenai Ryuusei."
"Oh, ya terima kasih, Margaret."
"Yo Hancock."
"Kau datang lagi...!?"
"Aku bukan datang untuk menemuimu."
Hancock tidak peduli. Dia memutar kepalanya menuju Luffy yang sudah berdiri disamping Nami, seketika itu Hancock mengingat perkataan Ace saat Perang. Ace lalu membisikkan sesuatu pada Hancock yang membuatnya menjadi batu. Luffy yang melihat itu, matanya berbinar-binar karena dia berpikir itu kemampuan Ace. Ace pun tertawa melihat Hancock yang mulai retak lalu dia pun tersungkur.
Hancock yang sudah pulih dari syoknya lalu berjalan ke arah Nami dan menatapnya tajam. Nami hanya balik menatapnya tanpa ketertarikan sedikitpun.
"Kau...!" Tunjuk Hancock pada Nami dengan angkuh.
"Aku dengar Luffy duluan yang memulainya..."
"Bagaimana mungkin... Luffy... dan wanita itu..." gumam Hancock yang teringat perkataan Ace.
"Hebihime-sama!"
"Ane-sama!"
Hancock pun tersungkur. Tubuhnya menjadi lemas dan dia seperti sakit saat Luffy akan ke Impel Down dulu. Ace lalu membawanya ke Sunny Go untuk diperiksa Chopper. Nenek Nyon menggumam kalau itu adalah penyakit kedua mematikan yang menjangkit ratu kerajaan Kuja sebelumnya yang disebut HbS aka Heartbreak Syndrome. Chopper tampak syok karena dia belum pernah mendengar penyakit itu sebelumnya.
"Oh kau sudah bangun." Kata Nami yang di balas "hmph" oleh Hancock.
"Ada apa?"
"Apa benar yang dikatakan Ace itu?"
"Apa?"
"Kalau Luffy duluan yang memulainya..."
"?"
...LOADING...
Hancock lalu keluar dari ruang kesehatan meninggalkan Nami yang masih mencerna apa yang dibicarakan ratu bajak laut itu. Kemudian Nami teringat percakapan teman-temannya dan ketika dia tersadar... wajahnya berubah merah padam karena malu.
.
.
Luffy menceritakan seluruh petualangannya pada penduduk Kuja. Mereka mendengarkannya dengan antusias, ada juga yang bertanya tentang Ryuusei, Luffy terus menjawabnya. Ketika logpose mereka sudah penuh, Luffy dan nakamanya juga Ace pun melanjutkan perjalanan mereka.
XXX
"Monkey-chan, kalau kau ingin bertemu Rayleigh, sebentar lagi dia akan datang. Tunggulah disini, apa kau ingin makan sesuatu?"
"Iya!"
"Apa kalian sudah menemukannya? One Piece?"
"Ya... tapi kami tidak mengambilnya. Ryuusei saja hanya mengambil liontin tua. Hahaha... kau mungkin akan tertawa melihatnya memasukkan poster buronan Nami dan Luffy kedalam liontin itu." Kenang Usopp.
"Ya... dan saking kesalnya, dia meninggalkan liontin lalu berjalan entah kemana. Untung saja kami mengikutinya... dia benar-benar anak Luffy dan Nami, dia berhenti berjalan dan berbalik ke arah liontin itu, dia lalu berjalan kembali dan mengambil liontin itu." Sambung Chopper.
"Ryuusei..."
"Dia seperti chibi Monkey-chan, hanya saja matanya seperti Nami-chan."
"Oh... kalian datang berkunjung. Hei, Hachi, Caimie, lihat siapa yang datang!" Seru Rayleigh yang baru datang bersama Hachi dan Caimie dibelakangnya.
"Luffy, apa sekarang kita bisa mendengarkannya? One Piece versi Rayleigh?"
Luffy tampak tak peduli dan hanya memakan makanan yang disiapkan Shakky, Usopp menganggapnya sebagai persetujuan kapten mereka. Rayleigh lalu menceritakan petualangan mereka hingga mencapai Roger mendapat gelar raja bajak laut. Rayleigh lalu mengedarkan pandangannya pada Robin dan bertanya apa dia sudah menemukannya? Robin lalu menjawab iya tapi masih ada yang tidak dimengerti olehnya alasan pemerintah menghancurkan tempat asalnya dan memburu para arkeolog. Rayleigh tersenyum penuh misteri seraya mengatakan bahwa dia pasti akan menemukannya, jawaban itu.
"Hachi... apa kau masih punya takoyaki?"
"Tidak tapi aku bisa membuatkanmu sekarang juga."
Hachi pun membuatkan Luffy takoyaki, dia lalu mengatakan pada Luffy bahwa Putri Shirahoshi selalu menanyakannya, apakah dia akan kembali lagi kesana atau tidak, Hachi juga mengatakan bahwa sejak bertemu Luffy, Putri Shirahoshi jadi lebih pemberani. Tenryuubuto jadi sering berkunjung ke Pulau Fishman untuk melamar Putri Shirahoshi tapi selalu ditolak olehnya, tentu saja itu membuat Tenryuubuto marah dan mengancam kami untuk dikeluarkan dari daftar kerajaan namun Putri Shirahoshi mengatakan bahwa mereka tidak peduli, Luffy-sama akan menolong mereka lagi seperti waktu itu. Hachi pun tertawa saat dia mengatakan betapa paniknya kerajaan Ryuugu ketika Putri mengatakan itu. Luffy pun bangkit dari kursinya. Luffy lalu bangkit dari kursinya menuju keluar, Nami yang melihat itu langsung ikut berdiri dan mengikuti Luffy.
XXX
Luffy, Keimi, dan Chopper langsung berlari dengan kencang menuju Sabaody Park Land. Nami hanya tersenyum melihat mereka, dari arah Grove 39 terlihat Zoro berjalan ke arahnya. Robin mengikutinya dari belakang bersama Jinbei. Sudah pasti merekalah yang membawa Zoro kesana. Nami lalu meneriaki Chopper, apa dia mau ikut shopping bersamanya dan Robin? Chopper lalu menghampiri Nami dan Robin. Nami meminta Jinbei untuk mengawasi Zoro dan Luffy agar tidak terlibat dalam masalah yang disambut baik oleh Jinbei. Nami berserta Robin dan Chopper pun menuju pusat perbelanjaan untuk shopping.
"Keimi, ayo kita naik itu!"
Luffy lalu mengajak Keimi menaiki motor buble yang pernah ia kendarai bersama Chopper, Hachi, Keimi, dan Brook. Jinbei lalu menghentikannya sebelum sempat Luffy pergi terlalu jauh. Jinbei mengatakan kalau dia mau tetap menaikinya, mereka harus naik yang bermuatan banyak. Tentu saja Luffy tidak mendengarkannya, Jinbei terpaksa menuruti kemauan kaptennya. Mereka lalu bertemu Duval cs, Luffy menggunakan kekuatan gomu gomu no mi miliknya menghentikan Duval dan mengatakan padanya untuk meminjamkannya ikan terbang miliknya itu. Duval menolaknya, dia mengatakan kalau dia mau menaiki ikan terbang miliknya, yang mengendarainya haruslah dia.
Dari arah berlawanan terlihat Usopp yang berlari ke arah mereka, dibelakangnya sekumpulan marinir mengejarnya. Nami dan Chopper ikut berlari di belakangnya. Sementara Sanji, Zoro, Robin, dan Brook melawan marinir itu namun ketika Luffy ingin ikut melawan para marinir, Nami menariknya dan melemparnya ke arah Duval. Dia lalu meminta Luffy untuk membawa keempat nakama mereka yang sedang melawan marinir. Flying fish rider pun membawa strawhats ke grove 30 tempat kapal mereka di-coating.
XXX
"Luffy-sama!"
"Lemah-hoshi...!"
Mereka tidak lama di Pulau Fishman, setelah Jinbei melaporkan semua perjalanannya pada raja Neptune. Sementara Jinbei pergi ke kerajaan Ryugu, strawhats serta Hachi dan Keimi plus Papag pergi ke pusat kota. Para fishman dan mermaid kecil pada mengelilingi strawhats, mereka bilang saat besar nanti dia ingin menjadi raja bajak laut seperti Luffy. Luffy hanya tersenyum shishishi. Selama perjalanan menuju hutan terlarang, Luffy cs menceritakan petualangan mereka setelah dari Fishman lalu. Shirahoshi mendengarkannya dengan mata berbinar-binar, dia lalu mengatakan pada Luffy apa dia bisa menjadi pemberani dan sekuat Luffy yang dibalas dengan tentu saja shishishi oleh Luffy.
XXX
"Luucyyy...!"
Rebecca langsung pergi ke dermaga begitu mendengar kabar bajak laut Topi Jerami datang ke Dressrosa. Luffy melambaikan tangannya dari Sunny Go pada Rebecca. Kyros dan para Tontatta juga ikut menyambut kedatangan mereka. Begitu melihat Viola, Sanji langsung melompat menghampiri Viola dengan tarian tornadonya itu dan seketika itulah kepalanya berputar seratus delapan puluh derajat ketika melihat Rebecca. Rebecca lalu berlari menemui Luffy dan menerjangnya.
"Lucy, kau tiba tepat waktu. Hari ini adalah hari penetapan... siapa pemenang dari gladiator sesungguhnya." Rebecca menarik tangan Luffy dan berlari menuju gladiator.
"Dia benar – benar mirip dengan ibunya, benar kan Kyros-onisama?" komentar Viola melihat Rebecca dan Luffy yang semakin menjauh, kemudian mengedipkan matanya ke arah Kyros memberikan isyarat pada ayah satu anak itu tentang kelakuan putrinya.
"Hmm..."
Satu per satu Topi Jerami mulai menuruni Sunny Go, jika dulu mereka ke pulau itu untuk mengalahkan Doflamingo dan mereka harus terbagi dua antara tim Zou dan tim Doflamingo, kini mereka tidak perlu khawatir soal itu. Zoro diikuti oleh Brook sudah pergi mengikuti Luffy dan Rebecca, seperti katanya waktu itu dia juga ingin ikut pertandingan gladiator. Robin, Usopp, dan Chopper pergi ke Green Bit bersama Pasukan Tontatta. Raja Riku dan Viola mengajak Sanji untuk ke kerajaannya karena ia tertarik dengan latar belakang Sanji sebagai seorang Vinsmoke. Franky dan Jinbei bertugas untuk berjaga – jaga di Sunny Go.
"Kau tak perlu khawatir?"
Ucapan Kyros itu menyadarkan Nami dari lamunannya, dia menengok ke arah juara gladiator satu kaki itu dengan tatapan bingung dan wajah bertanya. Kyros lalu menunjuk ke arah pandangan Nami sebelum navigator itu menengok kearahnya.
"Lucy... maksudku Luffy dan Rebecca. Saat Doflamingo masih menguasai pulau ini, aku pernah diubah menjadi mainan kayu oleh subordinatnya. Rebecca tidak mengingatku dan tentu saja tidak mengenaliku, meskipun saat itu aku selalu berada disisinya dan mengajarkannya banyak hal sebagai mainan kayu. Istriku... dia dibunuh oleh Doflamingo saat dia keluar mencari makan untuk Rebecca yang kelaparan. Saat itu anakku masih sangat kecil. Dia lalu tumbuh menjadi kuat hingga akhirnya menjadi petarung gladiator agar suatu saat dia bisa mengalahkan Doflamingo tapi dia tetap tak bisa. Disaat itulah dia bertemu Luffy yang menyamar jadi petarung gladiator dengan nama Lucy. Kau tak tahu betapa berterima kasihnya kami karena kalian. Jadi kau tak perlu khawatir, Rebecca hanya menganggap Luffy sebagai teman baik saja dan mungkin seperti saudara."
"Apa kau berpikir kalau aku cemburu dengan anakmu, Kyros-san?" Melihat Kyros diam saja menandakan bahwa dugaannya itu benar.
"Kalau itu aku, aku mungkin akan mengikutinya. Paling tidak aku akan berusaha untuk membuatnya jatuh cinta padaku lagi dan lagi."
"Kau tak terlihat orang seperti itu."
"..."
"Aku tahu Kyros-san, tanpa kau mengatakannya pun. Bagi Luffy, Rebecca adalah nakamanya lalu kami semua dan juga kau adalah nakamanya. Bahkan jika aku memiliki perasaan lebih padanya, dia akan tetap menganggapku sebagai nakamanya."
"Itu terdengar seperti dirinya."
Nami dan Kyros pun berjalan berdampingan, Kyros lalu mengajak Nami ke gladiator karena hari itu dia akan bertanding di pertandingan final. Kyros juga mengatakan tahun itu hadiahnya lumayan menggiurkan, dia juga menyebutkan tiap diadakan pertandingan gladiator, pasti akan ada taruhan siapa yang maju ke final dan melawannya, mendengar kata taruhan itu Nami langsung meminta Kyros untuk memberitahukannya bagaimana caranya dia bertaruh. Kyros tersenyum lalu mengajak Nami ke koroseum tempat diadakannya pertandingan gladiator.
XXX
"Laparnya..." keluh Luffy.
"Ini, Lucy... kali ini aku punya uang banyak jadi aku bisa membelikanmu makanan enak. Makanlah." Ujar Rebecca.
"Mahaseh (Makasih)."
Luffy langsung memakan semua roti yang diberikan oleh Rebecca, tapi roti – roti itu tidak cukup untuk memaksimalkan tenaganya. Dia masih terkapar di sebelah Rebecca padahal pertandingan mereka tinggal sebentar lagi.
PLOP
"Nami?"
"Luffy... cepat makan ini dan ikut pertandingannya. Ingat Luffy! Kau harus menjadi juara satu, karena aku sudah mempertaruhkan uangku banyak sekali untuk. Apa kau mengerti."
"Shishishishi... terima kasih Nami. Kau tak usah memerintahku, kan aku kaptennya bukan kau."
"Iya.. iya.. cepat pergi dan kalah mereka semua atau aku akan meminta Sanji-kun untuk mengurangi jatah makanmu." Membuat Luffy pun bergidik ngeri.
"Ayo Rebecca."
XXX
"Zoro-san, apa kau yakin ini jalan yang benar menuju tempat pertandingannya?"
"..."
Zoro dan Brook tersesat di dalam Koroseum.
Setelah itu mereka bertemu dengan Sanji, Viola, dan raja Riku yang sedang berjalan menuju gladiator. Keduanya lalu akhirnya berhasil sampai ke gladiator dan mulai ikut bertanding, ya berkat Raja Riku keduanya masih diperbolehkan ikut bertanding.
XXX
Sementara itu di Green Bit, Usopp menceritakan pengalamannya setelah dari Dressrosa mulai dari bagaimana strateginya yang mengalahkan Kaidou hingga pertemuannya kembali dengan Montblanc Cricket, tapi ada satu hal yang tidak bisa ia katakan dengan kebohongan. Fakta bahwa karena dia tidak bisa menyelamatkan satu nakama mereka, Ryuusei, karena airmatanya mengalir deras dan dia tak bisa berbohong dengan mengatakan bahwa dia sudah sekuat tenaganya menyelamatkan nakama mereka itu karena kenyataannya dia terlalu takut untuk bergerak saat Nami mengeluarkan hakushou haki meski masih terlalu lemah dan Luffy yang berlari mencoba menyelamatkan Ryuusei dari Kurohige dan Kuma.
"Maaf, God Usopp, aku mungkin bisa menyembuhkan luka fisikmu tapi aku tidak bisa menyembuhkan luka hatimu." Ujar Putri Mansherry mencoba menenangkan Usopp.
XXX
"Yohohoho... Luffy-san, Zoro-san, Rebecca-san, aku tidak pernah membayangkan kalau aku akan hidup untuk bisa bertanding dengan kalian di arena gladiator ini. Ah... aku kan sudah mati yohohoho..." ujar Brook yang mewakili kluster D.
"Hahaha... Brook, tapi aku tidak akan kalah darimu Brook meskipun kau adalah nakamaku."
"Aku juga tidak akan kalah dari kalian."
Para penonton pun meneriaki nama – nama mereka, sebagian besar dari mereka kini meneriaki nama Rebecca untuk memberikan dukungan bukan mencacinya seperti saat itu. Luffy melihat ke arah Rebecca dan tersenyum lebar, ikut senang karena nakamanya itu tidak lagi digunjing dan dimaki seperti saat ada Doflamingo dulu.
Keempat pemenang masing – masing perwakilan itu saling melempar jurus andalan masing – masing. Rebecca melawan Zoro yang ahli pedang sedangkan Luffy melawan Brook. Zoro menyeringai menatap Rebecca yang mulai terengah – engah, pelipisnya mulai mengeluarkan darah karena terkena tebasan ujung pedang Rebecca. 'Wanita ini lebih kuat dari kelihatannya...' pikir Zoro sambil terus memperhatikan Rebecca.
XXX
"Ho... jadi kau yang jadi lawan tandingku."
Kembali ke beberapa saat sebelum pertandingan final berakhir. Luffy, Brook, Rebecca, dan Zoro saling melempar jurus andalan masing – masing, masih sama seperti gladiator saat Doflamingo dulu, bedanya kali ini mereka berempat diharuskan mengalahkan pasukan sekolah ikan petarung terbaik dan terkuat yang sudah disiapkan untuk final ini, mereka harus mengambil batu yang ada di dalam mulut ikan tersebut, dan siapa yang bisa mengambil batu berwarna emas pada salah satu ikan itu dan berdiri paling akhir, dialah yang tampil menjadi pemenang untuk lanjut melawan juara bertahan, Kyros.
Awalnya Luffy masih memimpin namun karena Luffy dan Brook pengguna buah setan, keduanya menjadi melambat setiap kali mencoba mengambil batu warna emas pada ikan. Luffy bahkan hampir tenggelam kalau bukan diselamatkan Zoro karena dia mengendarai ikan petarung itu. ada aturan tak tertulis pada pertandingan final bahwa peserta yang dua kali memasuki air dengan sengaja maka akan didiskualifikasi, jika Zoro memasuki air sekali lagi maka dia akan di diskualifikasi dan itu artinya mati. Maksudku, jika seorang pria yang harga dirinya terluka itu sama saja dengan mati kan? Kan? Brook hampir saja mendapatkan batu berwarna emas itu namun ikan ppetarung lainnya mulai menyerangnya secara bersamaan hingga dia pun tenggelam, melihat itu Luffy mencoba menyelamatkan Brook namun dia malah ikut tenggelam. Nami dan Sanji yang melihat kejadian itu dari bangku penonton langsung menerjang arena, Nami berteriak pada Zoro untuk melanjutkan pertandingannya sementara Luffy dan Brook mereka yang selamatkan.
Rebecca dan Zoro pun bertanding secara all out, mereka berdua saling menangkis dan menyerang. "Boleh juga kemampuan pedangmu." "Kau juga." Keduanya saling tidak mau mengalah, itu bukan lagi pertandingan memperebutkan hadiah namun itu menjadi pertandingan yang mempertaruhkan harga diri seorang ahli pedang. Rebecca mulai terengah – engah, disisi lain Zoro masih tidak terlihat terengah – engah. Sekali saja. Itu akan menjadi serangan terakhirnya yang mematikan. Rebecca mulai menyerang Zoro dan... Zoro yang menjadi pemenangnya.
XXX
"Hahaha... seru sekali..."
"Rebecca, kan? Kau pasti bisa menjadi ahli pedang suatu saat nanti kalau kau sering mengasah kemampuan pedangmu." Ujar Zoro.
"Seru apanya... kau hampir mati tadi." Omel Nami
"Shishishi... tapi kau menyelamatkanku, Nami."
"Ayo kita bertanding lagi, Zoro-san."
"Yohohoho..."
"Rebecca-chan, Viola-chan, Mansherry-chan... sampai jumpa lagi."
XXX
Bajak laut Topi Jerami pun melanjutkan perjalanan mereka berpetualang sekali lagi, mereka juga mengunjungi Zou untuk bertemu Carrot, Wanda, dan lainnya. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan mereka menuju pulau – pulau berikutnya. Terkadang mereka bertemu Smoker dan juga Coby, terkadang mereka bertemu Grount, dan terkadang bahkan mereka harus berhadapan dengan Garp. Tapi mereka selalu bisa lolos dari kejaran para marinir tersebut.
Big Mom, Kaidou, dan Kurohige juga masih terus mengejar mereka, terkadang mereka harus saling berhadapan dan saling bertarung namun bajak laut Topi Jerami tidak lagi sama seperti saat perang dulu, kini mereka jadi semakin kuat. Robin misalnya, dia berhasil mengasah kemampuan haki kenbunshoku. Chopper dan Nami juga, berhasil mendapatkan kemampuan haki kenbunshoku dan busoshoku, khusus untuk Nami, sejak perang sepertinya dia memiliki haki haoshoku dalam dirinya namun dia belum menyadarinya. Haki itu keluar hanya saat dia berada dalam keadaan terdesak saja. Franky, Brook, dan Jinbei juga membangkitkan kemampuan haki mereka terutama busoshoku haki.
Saat itu bajak laut Topi Jerami sedang dalam perjalanan pulau berikutnya, ketika mereka berhadapan dengan Big Mom namun disaat bersamaan Brogy dan Dorry datang menerjang Big Mom. Usopp tidak mempercayai penglihatannya, dua orang raksasa Elbaf yang menginspirasinya menjadi brave warrior of the sea ada dihadapannya dengan luka yang sangat parah. Keduanya tampak sangat marah dengan Big Mom. Big Mom yang dalam berserk mode on itu balas menyerang kedua raksasa tersebut, keduanya yang memang sudah dalam terluka parah langsung tumbang. Usopp pun marah, gemetar pada kakinya tak lagi dirasakannya, dia langsung mengarahkan kabutonya pada Big Mom dan BAM! Serangannya mengenai sehelai rambut Big Mom yang kemudian membuat rambut Yonkou wanita itu terbakar. Usopp lalu menyerangnya kembali, kali ini serangannya mengenai telapak tangan Big Mom. Usopp pun melancarkan serangan demi serangan, teringat olehnya saat dia mencoba menolong Nami saat di desa Kokoyashi dulu setelah mendengar cerita masa lalu navigator mereka itu. saat itu dia terlalu penakut, namun setelah bertemu Dorry dan Brogy yang saling menyerang selama lebih dari ratusan tahun, Usopp berpikir itulah yang dinamakan brave warrior of the sea dan dia menghormati mereka. Seketika peluru milik Usopp berubah menjadi hitam, dia menembakkan peluru yang tanpa disadarinya telah terlapisi kenbushoku haki itu dan BANG! Serangannya mengenai jantung Big Mom yang membuat yonkou wanita itu terpental ke belakang dan tak sadarkan diri.
XXX
"Bamamamama... aku jadi teringat saat kalian ada di pulau Nanimonai." Ucap Brogy yang berada di rakit buatan Franky.
"Kehahahaha... saat itu bukankah kita juga kalah oleh manusia kecil itu, Brogy." Timpal Dorry yang sedang di obati oleh Chopper.
"Jadi master Dorry, master Brogy, mengapa kalian menyerang Big Mom?" tanya Usopp.
Brogy dan Dorry memiringkan kepala keduanya menatap Usopp bingung, sepertinya keduanya sudah lupa alasan mengapa mereka menyerang Big Mom. Keduanya tertawa dan mengatakan kalau bukankah mereka juga lupa alasan mengapa mereka berkelahi selama seratus tahun lamanya di pulau itu. bajak laut Topi Jerami minus Chopper dan Luffy hanya bisa ber-sweat dropped ria mendengar perkataan mereka kecuali Luffy yang tertawa mendengarnya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Elbaf. Selama perjalanan Usopp dengan antusias menceritakan perjalanan mereka pada Dorry dan Brogy, pengalamannya selama dua tahun di Boin Archipelago, lalu bagaimana dia bertemu raksasa penjaga Ennies Lobby. Brogy dan Dorry hanya tertawa dan mengatakan kalau Usopp sudah menjadi brave warrior of the sea seperti yang dia impikan. Usopp sangat senang mendengar itu namun dia kembali murung, dia bilang kalau dia masih lemah dan penakut karena dia tidak bisa menyelamatkan nakamanya, Dorry lalu menghiburnya dengan mengatakan bahwa seorang penakut tidak akan pernah mengakui kesalahannya, Brogy juga mengatakan kalau dia hanya manusia kecil, tentu saja tidak akan bisa menyelamatkan semua orang. Usopp menangis mendengarnya, dia lalu berjanji pada Brogy dan Dorry kalau dia tidak akan mau menjadi pengecut lagi.
XXX
"Waaa..."
"Ano... aku mau bertanya, apakah kalian mengenal Saulo? Dia seorang marinir, dia juga berasal dari Elbaf." Tanya Robin pada Dorry dan Brogy.
Keduanya memandang Robin, mereka terlihat berpikir namun sejurus kemudian mereka tertawa dan mengatakan mereka sama sekali tidak ingat. Robin terlihat sedih mendengar jawabannya, Dorry lalu mengatakan kalau disana ada raksasa keturunan bangsawan bermarga Jaguar dengan huruf 'D' ditengah nama mereka namun mereka sudah musnah.
Robin lalu membulatkan matanya, terkejut. Hajrudin yang baru bergabung dengan mereka mengatakan kalau orang yang dicarinya sudah tidak ada. Tidak ada yang tahu seperti apa cerita sebenarnya mengapa orang – orang yang memiliki huruf 'D' pada namanya harus berakhir tragis seperti itu.
"Dia adalah orang yang baik. Saulo. Polos dan juga memiliki tingkat keadilan yang tinggi, kurasa dia adalah marinir satu - satunya di Elbaf."
Robin berbalik dan melihat seorang raksasa lainnya membicarakan Saulo. Dia mengatakan kalau dia adalah mantan tunangan Saulo, dia juga mendengar tentang Robin dan Saulo serta Ohara dari Aokiji. Robin mengatakan Saulo adalah penyelamatnya dan juga temannya yang pertama, dia mengatakan kalau Saulo bilang suatu saat dia akan bertemu orang – orang yang bisa dipercaya olehnya dan bisa ia sebut nakama, ucapannya menjadi kenyataan. Dia memiliki nakama yang sangat ia sayangi sekarang. Mantan tunangan Saulo yang tidak menyebutkan namanya itu tersenyum mendengar cerita Robin. Dia mengatakan kalau itu seperti Saulo membuat dia dan Robin tertawa.
Sebagai ungkapan terima kasih, Hajrudin memberikan eternal pose Elbaf kepada Usopp. Usopp pun menerimanya dengan senang hati. Malam itu pun mereka meninggalkan Elbaf menuju pulau berikutnya.
XXX
Tidak terasa bajak laut Topi Jerami sudah mengelilingi seluruh dunia baru, sebentar lagi peta dunia milik Nami akan lengkap. Selama itu pula para bajak laut bengis dari generasi terburuk berhasil ditumbangkan oleh mereka dan bajak laut itu berhasil ditangkap oleh Coby. Coby sekarang menjadi laksamana muda, dia bersama Smoker yang juga sudah menjadi laksamana muda kemudian menangkap Kurohige, Big Mom, dan Kaidou. Sejak Akainu digantikan oleh Fujitora sementara, para bajak laut yonkou tersebut dimasukkan kedalam penjara sementara Akainu mendapat hukuman di penjara marinir.
Saat itu bajak laut Topi Jerami berada di perairan West Blue dan pulau berikutnya yang akan mereka singgahi ternyata pulau tempat kelahiran Robin, Pulau Ohara. Aneh memang, pulau yang dinyatakan hilang dalam peta sejarah karena Buster Call tapi pulau yang seharusnya lenyap itu masih memiliki log. Tanpa sadar airmata Robin pun mengalir, bayangan pulau kelahirannya yang terlalap api dan juga bayangan wajah ibunya dan Saulo masih teringat jelas dalam benaknya, dalam hatinya. Disaat itulah lautan sekitar pulau itu berubah menjadi jalan setapak dari es, Robin menatap orang yang berada pada jalur tersebut.
"Aokiji!"
"Yo."
XXX
Bajak laut Topi Jerami langsung maju ke depan, mereka mencoba melindungi Robin dari Aokiji. Aokiji hanya melihat mereka dan tersenyum miris. "Tenang saja, aku tidak ada urusan lagi dengan kalian." Ujarnya lalu melanjutkan perjalanannya menuju Ohara. Luffy yang melihat itu pun langsung turun dan mengejar, sebenarnya dia tidak mengejar tapi berlari diatas lintasan sepeda Aokiji yang menjadi es. Tapi Luffy tidak tahu kalau setiap kali lintasan itu selesai dilewati maka akan menjadi laut lagi, karena itu...
"Luffy!"
Ya. Dia tenggelam dan ditolong oleh Sanji. Nami membuatkan keduanya milkyway sehingga Sanji dan Luffy bisa ke daratan. Luffy pun mendapatkan jitakan yang dibubuhi bushoku haki dari Nami. Luffy mengaduh kesakitan dan mengatakan kalau tanpa haki saja jitakan Nami sudah membuatnya selalu benjol apalagi ditambah haki. Bajak laut Topi Jerami pun merapatkan kapal mereka pada pulau Ohara. Luffy pun tanpa bisa dicegah Nami dan Sanji langsung berlari entah kemana. Robin berjalan secara perlahan, kejadian waktu Ohara terkena buster call itu kembali hadir dalam benaknya membuat nafasnya tercekat.
"Ikut aku." Ujar Aokiji.
Mereka pun mengikuti Aokiji, melewati jalanan yang tadinya dipenuhi tawa anak-anak dan onrolan orang dewasa, lalu pohon besar yang menjadi perpustakaan terbesar di dunia, bayangan Profesor Clover dan arkeolog lain yang membuatkannya pesta ulang tahun dan mengajaknya bermain, langkahnya semakin berat ketika dihadapannya terdapat tiga gundukan tanah menyerupai kuburan tepat di tempat ia melarikan diri sendirian sekaligus tempat ia bertemu Saulo.
"Ini..."
"Ya, seperti yang kau lihat, itu makam."
Robin membekap mulutnya sendiri menahan tangis yang akan pecah. Robin mendekati makam itu dan menyentuh yang paling besar. Kini, dia tidak dapat lagi membendungnya. Kesedihan yang ia rasakan setiap kali mengingat kejadian itu akhirnya tumpah. Dibelakangnya, Nami dan Chopper sudah ikut menangis bersama Franky dan Usopp. Zoro dan Sanji yang hanya menatap Robin sambil waspada terhadap Aokiji. Brook? Dia hanya menggumamkan yohohoho... aku sangat sedih meskipun aku tidak mengeluarkan airmata.
Luffy pun datang belakangan, dia berdiri ditengah makam itu lalu meletakkan topinya di dadanya tanda berkabung.
"Shishishi... kalian tak perlu khawatir lagi. Akan kupastikan Robin akan baik-baik saja, Zoro akan menjaganya seumur hidupnya...shishishi..." gumam Luffy yang membuat nakamanya terbengong begitupun Aokiji.
"Luffy..."
Sekilas mereka mendengar suara tawa dereshishishi dereshishishi di udara dan mereka seperti melihat wajah penuh kelegaan seorang kakek tua dengan rambut mirip daun clover dan seorang wanita yang mirip Robin dengan rambut putih tersenyum kearah mereka.
XXX
"Franky, Usopp... ayo cepat bangun terserah kalian saja bangun rumah seperti apa yang melambangkan bajak laut Topi Jerami." Perintah Luffy.
"Hah..?" komentar Usopp.
Sementara Franky sibuk memikirkan seperti apa dan... dia pun kembali ke Sunny Go untuk mengambil peralatan pertukangannya. Dia membuat blueprint dan meminta Aokiji untuk membuatkan miniatur dari blueprint miliknya dengan kekuatannya, melihat Luffy yang puas akhirnya dia dan Usopp serta Aokiji dan Zoro pun membangun kembali rumah di pulau Ohara. Nami membantu Sanji menyiapkan makanan untuk mereka sementara Luffy dan Chopper mencari bahan makanan untuk mereka. Robin saat itu sedang berada di dalam pohon yang menjadi sumber pengetahuan seluruh dunia. Robin tidak tahu kalau nakamanya dan Aokiji berusaha untuk membangun kembali rumahnya yang hancur.
XXX
"..."
Speechless. Ketika Robin keluar dari perpustakaan pohon itu, dihadapannya berjajar rumah – rumah berbentuk topi jerami, daun clover, jeruk mikan, rokok (?), pedang (?), bunga sakura, pose super Franky, rambut afro milik Brook, dan miniatur pulau manusia ikan. Robin tidak tahu harus berkomentar apa, itu seperti... entahlah... yang pasti saat itu dia benar – benar speechless. Disisi lain terlihat nakamanya dan Aokiji yang berpesta.
"Oi Robin!"
"Robin-chan... silakan duduk disini..."
"Kenapa kau masih disini?"
"Apa ini caramu berterima kasih atas bantuanku tadi..."
"Oh, ini saat yang tepat... saat itu aku kalah dengamu tapi sekarang... ayo kita bertarung...!"
Entah bagaimana caranya, pertandingan antara Zoro dan Aokiji pun terjadi. Sementara Zoro dan Aokiji sibuk bertarung, SHP lainnya menikmati pesta mereka. Nami mengatakan pada Robin kalau semua itu dilakukan untuk membuat basecamp mereka. Saat Robin pulang, maka dia akan merasa tidak sendiri lagi karena masing – masing rumah disana melambangkan mereka. Robin tersenyum mendengar penjelasan Nami, dia mengatakan kalau Luffy memang seperti ayahnya dalam aspek tersebut. Hal itu membuat dia dan Nami tertawa kecil.
XXX
"Fufufu... bagaimana hasilnya Zoro, apa kau menang?"
"Tch... setidaknya kali ini aku bisa membuatnya mengeluarkan kekuatannya yang sebenarnya."
"Jadi kau kalah?"
"Tentu saja aku menang."
"Apa kau akan tinggal disini?"
Robin melihat ke arah Zoro yang masih rebahan ditempat dia bertanding dengan Aokiji. Tersenyum. kemudian dia berdiri dan meninggalkan Zoro tanpa mengatakan apapun...
XXX
"Akhirnya..."
Ya. Nami baru saja menyelesaikan peta dunia buatannya. Saat itu bajak laut Topi Jerami sudah meninggalkan perairan West Blue menuju East Blue. Halangan dan rintangan seperti bajak laut, bounty hunter, dan marinir yang mencoba menangkap dan memburu mereka pun satu per satu dikalahkan dan dihindari.
XXX
"Oi... lihat..!"
Sebuah meriam ukuran raksasa pun terbang menuju Sunny Go, dengan sigap Zoro langsung menebas meriam itu. dari kejauhan terlihat Monkey D. Garp yang tertawa lepas ditendang oleh wanita besar berambut sama dengan Nami, membuat Luffy, Usopp, dan Chopper melihat ke arah navigator mereka seakan mengatakan apa mungkin dia itu ibunya Nami dan alhasil mereka terkena bogeman mentah milik Nami.
"Nami... ayo kita menikah..."
Sontak perkataan Luffy itu membuat para pria berteriak, "SAY WHAT?!" (cara bicaranya seperti Bruno Mars di lagu uptown funk) dan Robin yang tertawa melihat reaksi para pria.
XXX
BERSAMBUNG
akhirnya tinggal satu chapter lagi fic ini berakhir. saya sebagai author Love is Nakama mengucapkan banyak terima kasih buat semua reader baik yang review, follow, favorite, dan ngebaca atopun semuanya. terima kasih banyak...
