Ini cuma preview aja, ya... kayak prolog chapter selanjutnya gitu hehehe kalo di anime anime kayak PV aka promotional videonya gitu hehehe btw, ini ngga ada di main chapternya (chapter terakhirnya) dan chapter terakhir atau final chapter masih on progress hehehe makasih...

Disclaimer : One Piece milik Oda Eiichirou

WE ARE!

Mengabaikan pertengkaran veteran marinir dan bandit gunung itu bajak laut Topi Jerami pun merapatkan kapal mereka di dramaga desa Fusha. Para penduduk desa menyambut Luffy dengan hangat, lalu mata mereka beralih ke nakama Luffy, mereka sampai mundur beberapa langkah ketika melihat Brook, Jinbei dan Chopper yang dibalas dengan Yohohoho dan tatapan penuh percaya diri oleh mereka, lalu mereka beralih pada Robin dan Nami.

"Wuooo!" sorak penduduk desa.

"Jadi... dimana diantara kalian berdua yang menjadi istri Luffy?"

Kalau reader ada yang bertanya, loh penduduk desa tahu darimana kan ngga ada pengumumannya? Maka jawabannya adalah... dibawah ini...

"Garp-san, kau terlihat sangat senang sekali." Tanya Makino saat Garp singgah di barnya.

"Bahahahaha... itu karena-" jawab Garp.

"Anak Luffy sudah lahir." Timpal Dragon yang baru bergabung.

"EEEHHH?! APA!?" kaget penduduk desa yang berada di bar Makino.

"Bahahaha..."

Tapi tidak ada yang tahu siapa wanita yang melahirkan anak Luffy itu, mendengar pertanyaan para penduduk desa itu Robin pun menjawab dengan tawa kecil seraya mengatakan kalau dia terlalu tua untuk menjadi istri Luffy yang dibalas dengan gumaman kau tidak tua dari Zoro. Ketika mereka beralih ke Nami, navigator dan kapten itu sudah pergi dari sana bersama Chopper, Brook, Usopp, dan Sanji yang mengikuti keduanya. Disusul Franky, Jinbei, Zoro, dan Robin.

"Makino!"

"Yo."

"Luffy!"

"Shanks, Ace, Sabo!"

"Aku sudah dengar semuanya, Luffy. Jadi ini ya cucu mantu Garp-san?" goda Makino dari balik bar melirik ke arah Nami.

"Makino-chan, ini makanan untukmu." Sela Sanji yang baru muncul membawa makanan, "Nami-san, Robin-chan, ini untuk kalian."

"Sanji, mana makananku."

"Iya iya... ini makananmu Luffy. Oii... ini makanan kalian. Ace, Sabo, ini makanan kalian..."

"Oi Ero-cook, kau ngajak ribut ya. Mana makanan dan sakeku." – Zoro

"Oi Sanji, aku juga lapar, kenapa makananku tidak ada?" – Usopp

"Yohohoho, Sanji-san, meskipun aku hanya tengkorak tapi aku juga ingin makan. Makanan kami tidak ada." – Brook

"Hah?! Apa yang kalian bicarakan? Aku sudah mem... berikan ma...ka...nan.. ka...lian."

Pelaku utama pengalihan makanan itu tak lain dan tak bukan adalah Dragon, Garp, dan Kepala Desa Fusha yang sudah duduk manis di counter menikmati hidangan untuk Zoro, Usopp, dan Brook. Bahkan Dadan dan juga bajak laut Shanks serta pasukan Revolusioner yang berada disana ikut menikmati masakan Sanji tersebut.

"...Swanjhwi, thabah lahi hong."

XXX

"Bos Dadan... lihat... lihat... bos, wanita itu mirip dengamu, bos." Ujar salah satu anak buah Dadan.

"Hmmm..."

"Bos, dia mirip bos masih muda ya..."

"Ahahaha... benarkah?"

"Hmm... ya memang mirip sih..." – Usopp dan Luffy

"Kalau dilihat – lihat memang mirip." – Ace

"Fufufu..." - Robin

"Oi, mirip darimananya..!" - Sanji

"Wajahnya." – anak buah Dadan

"Rambutnya." – Usopp dan Ace

"Sifatnya." – Luffy

"Hmm... ya, dia memang seperti nenek sihir." – Zoro menunjuk Dadan tapi matanya ke Nami.

"Kalian...!?"

BRAKKK

"Lihat Zoro... sudah kubilang kan sifatnya mirip."

XXX

"Hmm... Nami-san, dimana Luffy?"

"Kalau kalian ingin bertemu Luffy, dia pasti berada di Grey Terminal bersama Ace dan Sabo." Jawab Makino.

"Grey Terminal?"

"Ya... itu adalah tempat..."

Sementara itu Luffy, Ace, dan Sabo sedang berada di Gunung Corubo terbaring habis menyelesaikan sparring rutin mereka sejak kecil. Bahkan saat dia sudah menjadi raja bajak laut pun dia tetap tidak bisa menang telak melawan Ace dan Sabo.

"Hahaha... tapi aku masih tidak percaya kalau Luffy lebih dulu menikah dibanding kita..."

"Aku juga masih tidak percaya kalau kau masih hidup..."

"Shishishi... aku juga kaget saat melihat Sabo di Dressrosa, tapi Ace... aku tidak tahu kalau kau dan Hancock adalah nakama."

Ace dan Sabo hanya bisa sweatdropped mendengarnya. Meskipun keduanya bukan pakar hal yang berbau roman tapi tetap saja keduanya tahu dan bisa membedakannya namun adik mereka, sang raja bajak laut itu... keduanya menghela nafas dan ketiganya pun tertawa.

XXX

"Nami, kenapa kau balik kesini sendirian?" tanya Usopp.

"Nami, apa Luffy tidak mau ikut kita? Apa kita benar – benar bubar?"

"Bajak laut Topi Jerami tidak akan bubar, Chopper, suatu hari nanti ketika Luffy ingin kembali lagi ke laut maka kita akan bertemu lagi. Kau bisa sering datang kesini kalau kau mau, bukankah kau seorang bajak laut yang kuat dan pemberani?" ujar Nami memberi penjelasan.

"Bahahaha... dia benar – benar cucu mantuku." Sahut Garp.

"Tidak buruk juga pilihan Luffy." Timpal Dragon.

"Hahaha... siapa sangka kalau Luffy sudah menjadi ayah. Ini mengingatkanku pada Luffy yang masih bocah hahaha dia memang mirip kapten Roger." Balas Shanks.

"Diam kau, Akagami no Shanks!" – Garp.

"Nami-san, memang tipe istri idaman~~" sahut Sanji yang dibalas Zoro dan Usopp "Istri Idaman?" dengan ekspresi wajah kau sudah buta ya.

"Oh, ada masalah dengan itu Zoro, Usopp?"

BLETAK BLETAK

XXX

Bajak laut Topi Jerami menghabiskan waktu tiga hari di desa Fusha. Ace dan Sabo sudah melanjutkan perjalanan mereka masing – masing, Shanks juga sudah pamit kepada mereka dua hari yang lalu. Setelah pamit dengan Dadan dan Garp, Makino dan Mayor Fusha, juga penduduk desa, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka tak terkecuali Luffy. Dari sana mereka melanjutkan perjalanan mereka ke desa Shimotsuki tempat asal Zoro.

"Aku pikir desamu tempat kita bertemu, Zoro, shishishi..." celetuk Luffy.

"Tentu saja bukan, aho." Sahut Zoro.

"Sanji, daging..."

"Ya ya ya..."

"Aku tidak sabar mau melihat desa Zoro, apa disana juga banyak pendekar pedang sepertimu, Zoro?" tanya Chopper polos.

"Aku tidak tahu tapi disana ada satu dojo tempatku berlatih..." jawab Zoro menerawang.

"Yohohoho... apa dojo itu tempat nakamamu yang sudah meninggal itu, Zoro-san?"

"Ah... ya. Sudah lama aku meninggalkan desa, sekarang aku sudah benar – benar menepati janjiku padanya."

"Nami-san, Robin-chan, ini camilan untuk kalian~3"

"Oi Luffy, ini dagingmu."

XXX

"Oi... imitasi, kalau kau mau menangkapku. Jadilah jauh lebih kuat dariku, saat itu terjadi aku akan menantangmu lagi untuk bertarung."

"Oh... aku dengar kau berhasil mengalahkan salah satu bajak laut dengan buronan 14 milyar belly sendirian. Bagaimana kalau kita bertarung sekarang?"

"Smoker-san, apa tidak apa kita tidak menghentikan Tashigi-chan?" ujar salah satu prajurit angkatan laut.

"Biarkan saja dia. suruh saja koki kapal untuk menyiapkannya makanan untuk Tashigi dan tenaga medis untuk berjaga – jaga. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, harga dirinya sedang terluka dan hanya dia yang bisa menyembuhkannya."

XXX

"Zoro! Lihat... kita sudah sampai." - Luffy

"Zoro, apa itu desamu?" – Chopper

"Zoro, Zoro, Zoro..." – Luffy, Usopp, Chopper

"Urusai! Aku tahu, aku melihatnya."

Sunny Go pun merapat ke dermaga desa Shimotsuki. Desa Shimotsuki merupakan desa terpencil di East Blue.

Sementara itu penduduk yang tadi melihat kedatangan Zoro sudah berlari ke Dojo tempat Zoro berlatih dan tumbuh besar, dia memberitahu pemilik dojo tersebut tentang kedatangan Zoro. Pemilik sekaligus gurunya Zoro itu hanya tersenyum mendengarnya, dia mengucapkan terima kasih pada penduduk itu dan berbalik ke dalam dojo untuk mengajari murid – muridnya yang lain. Dia mengatakan pada murid – muridnya kalau mereka akan kedatangan tamu jauh, seorang doubunri*.

Kembali ke bajak laut Topi Jerami, Luffy yang sudah tidak sabar dengan apa yang menanti mereka di depan mereka langsung menuju desa tanpa bisa dicegah. Disusul Zoro yang memilih untuk berziarah ke makam Kuina sebelum ke dojo tempatnya berlatih. Zoro menyusuri jalan yang asih dikenalnya itu, sementara nakamanya minus Luffy, Nami, dan Jinbei mengikutinya dari belakang. Zoro berbalik dan mengatakan kalau mereka tidak harus mengikutinya, dia tidak mungkin tersesat di tanah kelahirannya sendiri. Akhirnya mereka pun berpencar. Sanji, Robin, dan Chopper memilih untuk berbelanja keperluan dapur untuk Sanji dan buku untuk Chopper dan Robin. Franky, Brook, dan Usopp memilih untuk membeli keperluan kapal dan persenjataan ketiganya.

"Nami-kun, apa tidak apa kita tidak mencari Luffy-kun?" tanya Jinbei.

"Tenang saja, kita sudah punya vivre card miliknya. Yah... sense of direction-nya beda tipis dengan Zoro jadi aku tidak yakin kalau kita akan kehilangan dia dan lagi dia bisa menjaga dirinya sendiri." Jawab Nami santai.

Sepertinya Nami benar – benar tidak ingin menyiakan kesempatan yang ada, dia sudah memetakan seluruh kepulauan di kerajaan Goa dibantu three devil fruit brothers aka trio ASL. Saat ini ditemani Jinbei, dia berencana untuk memetakan seluruh pulau tempat lahir Zoro itu.

"Oh Zoro! Syukurlah aku menemukanmu... kemana yang lain? Kenapa kau berada di pemakaman? Hahahaha... apa kau tersesat?"

"Kau itu yang tersesat! Ini makam teman kecilku, nakama pertamaku."

Luffy pun membungkukkan badannya sepuluh derajat dan meletakkan topinya di dadanya tanda berduka. Zoro pun berdiri dari makam Kuina kemudian mengajak Luffy pergi dari sana. Kapten dan firsmate itupun keluar pemakaman, Robin dan Chopper sudah menunggu mereka disana. Sanji, Usopp, Brook, dan Franky sedang ke kapal untuk menyimpan keperluan mereka.

"Mana Nami dan Jinbei?"

"Mereka berdua sedang berpetualang."

"EEHH!"

"Kau tetap disini saja, nanti juga mereka kembali."

"Booo... Zoro, ga seru. Bilang saja kau takut tersesat..."

BLETAK

"Lihat, mereka berdua sudah kembali."

XXX

"Waaa... lihat ada Roronoa Zoro!" seru salah satu murud kecil di dojo Koujiro.

Mereka pun beramai – ramai 'menyerang' Zoro menggunakan shinai mereka, mendapat serangan dadakan seperti itu membuat Zoro secara alami melawan balik meskipun dengan balik pedangnya. Sekumpulan murid – murid dojo tersebut berterbangan seperti dibawa angin topan. Para penyerangnya tadi langsung berdiri dan mengerumuni Zoro, mereka menarik Zoro dan membawanya masuk ke pelataran dojo tempat mereka berlatih.

"Tolong ajarkan kami menjadi bajak laut sepertimu, Zoro-sishou*!"

"Hah?"

"Shishishi... bajak laut itu bukan untuk diajarkan tapi dijalani." Timpal Luffy.

"Kau siapa?"

"Monkey D. Luffy, raja bajak laut...shishishi..."

"Pfft... raja bajak laut katanya...pfft...hahaha... lucu sekali... kau tidak terlihat kuat bagaimana kau raja bajak laut. Kau terlihat bodoh..."

"Hei!"

XXX

"Eh? Robin... kau tidak ikut kami? Kau yakin ingin tinggal disini?" – Nami

"Robin-chan, kenapa kau tidak ikut?" – Sanji

"Shishishi... kalau begitu kami pergi dulu, Zoro, Robin." – Luffy

"Zoro, Robin... kita tetap bisa bersama kan?" – Chopper

XXX

"Haah... aku jadi teringat saat kita berpisah dengan Vivi..." – Usopp

"Ya... tapi ini sudah jadi keputusan kapten..." – Sanji

"Tapi dia malah ikut kita lagi..." – Nami

"Shishishi... aku tidak mungkin melewatkan kesempatan untuk berpetualang, bukan?"

"Kenapa kau memutuskan untuk break kalau kau mau berpetualang!" – Chopper, Nami, Sanji

"Karena kita sudah lelah. Apa kalian tidak merindukan rumah?"

"Kaya...Ninjin... Tamanegi... Piiman..." - Usopp

"Nojiko.. Bellemere-san..." - Nami

"Pak tua Zeff..." – Sanji

"Dokter Rin..." – Chopper

XXX

"Kaya-san... kapten sudah datang..."

"Benarkah?"

"Ya. dia ada di pantai utara... bersama kakak – kakak bajak laut waktu itu, tapi sekarang sudah lebih banyak."

"Ah tapi kakak berwajah seram dengan rambut hijau itu tidak ada disana."

"Ayo kita kesana."

XXX

"Kapten!"

"Usopp-san!"

"Kap..ten?"

"Usopp-san?"

"Kenapa kau bersembunyi?" – Tamanegi, Piiman, Ninjin

"Hahaha... Usopp masih saja penakut."

"Oi!"

"Usopp-san, apa kau bersembunyi karena merasa bersalah denganku? Karena kau mengganti kapalmu."

"Kaya... maaf! Merry... Merry... sudah mati... dia... Merry..."

"Usopp-san, itu tidak sopan. Merry masih hidup dan sehat."

"Eh?"

"Ah... maaf maksudku Going Merry. Benar juga Merry yang sudah membuatkan dan merancang Going Merry..." gumam Usopp semakin depresi.

"Kyaaa... Usopp terkena negative hollow milik Perona." - Chopper

"Hahaha... tidak apa, Usopp-san. Kapal itu memang sudah tua, aku lebih terkejut saat mendengar kisah Going Merry. Terima kasih sudah menjaga dan merawatnya, Usopp-san, Merry pasti sangat bahagia bersama kalian." Ujar Merry membungkukkan badannya 30o.

Usopp pun teringat kata – kata Going Merry saat mereka mengantarkan kepergiannya. Dia semakin membungkukkan badannya hingga wajahnya menyentuh tanah. Kaya yang melihat itu langsung berjongkok dan bermaksud untuk menyuruh Usopp mengangkat wajahnya namun dia mengurungkan niatnya dan membiarkan Usopp seperti itu.

"Oh Ojou-sama, saya sudah menyiapkan pesta penyambutan Usopp dan teman – temannya di rumah."

"Benarkah? Yuhuuu... kita berpesta. Ayo Usopp!" sorak Luffy menarik Usopp dan membawanya ke rumah Kaya (menurut arah Luffy)

XXX

"Oi... ada bajak laut di pantai utara!" terdengar teriakan salah seorang penduduk desa.

"Hahahaha... apa kau merindukan Usopp hingga berbohong seperti itu?" terdengar penduduk desa lainnya menimpali.

"Tidak salah lagi, itu adalah kapal raja bajak laut. Apa yang dilakukan raja bajak laut disini?" salah seorang lainnya ikut menimpali.

"Hei... lihat ini!" salah seorang lainnya berlari menuju kerumunan penduduk desa.

"EEEEHHHHHH!"

.

.

.

"Kaya-san!"

"Oh penduduk desa, ada apa kalian datang kemari? Adayang bisa kami bantu?"

"Merry... benarkah ini?" salah seorang penduduk menunjukkan poster buronan milik Usopp.

"Iya benar, apa kalian juga mau masuk dan bergabung dengan kami. Usopp-san dan teman – temannya ada di dalam. Kami mengadakan pesta penyambutan Usopp-san dan teman-temannya."

"Dasar anak itu... berani-beraninya dia mengganggu Kaya-san."

Penduduk desa pun berbondong-bondong memasuki rumah Kaya. Mereka lalu menyerbu Usopp, Tamanegi mengatakan kalau Kaya ingin menjadi dokter, Nami pun mengatakan kalau Chopper adalah seorang dokter. Kaya lalu mengajak Chopper mengobrol tentang kedokteran. Chopper sangat senang, sejak dia mengarungi lautan bersama Luffy dan lainnya, dia jadi memiliki banyak orang yang bisa ia sebut nakama. Chopper berkata pada Kaya kalau ia ingin menjadi dokter yang hebat, ia bisa belajar pada Dokter Rin.

XXX

Bajak laut Topi Jerami lalu melanjutkan perjalanan mereka dari desa Syrup menuju desa Kokoyashi. Sebenarnya Luffy ingin ke restoran Baratie namun Sanji menolaknya dengan mengatakan bahwa dia bisa saja kesana kapan saja, tetapi Luffy bersikeras ingin ke Baratie dan disanalah mereka...

Sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Kokoyashi, bajak laut Topi Jerami pun memutuskan untuk mampir ke restoran Baratie. Luffy berkata pada Chopper kalau disana ada pak tua yang galak tapi makanan disana sangat enak, Chopper yang mendengarnya menjadi ketakutan namun Sanji meluruskannya dengan berkata kalau pak tua yang dibilang Luffy adalah orang yang paling ia hormati sekaligus gurunya memasak. Seperti Shanks untuk Luffy, Dokter Hiluluk untuk Chopper, Tom untuk Franky, Bellemere untuk Nami. Chopper mengatakan kalau ia jadi ingin bertemu dengannya.

Ketika mereka sampai di Baratie, para pengunjung restoran langsung mengalihkan pandangan mereka pada raja bajak laut dan nakamanya itu kemudian mereka fokus pada Sanji. Tentu saja Sanji awalnya tidak menyadarinya kenapa para pengunjung wanita seperti menahan tawa melihat kearahnya namun ketika dia melihat poster buronan yang dipajang di restoran itu, seketika itu juga para koki Baratie tidak bisa lagi menahan tawa mereka. Bagaimana tidak, di restoran itu poster buronan Sanji setelah insiden Ennies Lobby dan Pulau Fishman, kedua poster buronan tersebut diperbesar dan dipajang di dalam restoran sehingga para pengunjung restoran langsung melihat poster buronan tersebut.

"Oi Sanji, mana makananku?"

"Iya iya... tunggu sebentar."

"Ada apa Nami-san?" tanya Brook ketika melihat Nami diam saja.

"Oh tidak apa, Brook, aku hanya teringat pertama kali datang ke restoran ini. Aku, Zoro, dan Usopp bosan menunggu Luffy di kapal dan memutuskan untuk makan di restoran ini, saat itu Luffy bertanggung jawab menjadi pelayan disini..." kenang Nami tersenyum mengingatnya.

"Yohohoho... aku tidak bisa membayangkan Luffy-san menjadi pelayan."

"Eh? Luffy menjadi pelayan restoran, aku jadi ingin melihatnya."

"Hahaha... sebaiknya kau tidak melihatnya, aku tidak akan mempekerjakannya lagi." Timpal Zeff.

.

.

.

.

Bajak laut Topi Jerami pun melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Kokoyashi tanpa Sanji. Sebelumnya Sanji sudah memberikan kepada mereka SHP Super Bento khusus untuk Luffy. Dia juga memberikan bento untuk Nami, Chopper, Jinbei, Brook, dan Franky.

XXX

Tubuh Nami langsung menegang dan wajahnya berubah menjadi ekspresi terror. Jinbei, Luffy, Franky, Brook, dan Chopper langsung memasang sikap waspada. Melihat Nami yang gemetaran seperti itu Luffy menyuruh Chopper untuk membawa Nami masuk ke ruangan Chopper namun Nami menolak.

"Tidak apa, Luffy. Aku baik – baik saja, aku adalah navigator dari raja bajak laut dan aku tidak selemah dulu jadi tidak apa."

Tiba – tiba saja Sunny Go ditembaki meriam yang sama dengan di Water Seven. Saat itulah mereka baru menyadari, bekas markas Arlong sudah berubah menjadi markas pangkalan angkatan laut. Terlihat Garp berdiri di dinding pembatas bekas markas Arlong itu membawa sebuah meriam yang akan dilemparkan ke kapal SHP. Dibelakangnya Coby mencoba untuk menahan Garp untuk menghentikan perbuatannya itu.

"Ah! Kakek! Coby! Kenapa kalian ada disana? Sejak kapan ada pangkalan angkatan laut disini?"

"Coby-san, aku membawakan bekal makan siangmu."

"Nojiko?!"

"Oh Nami... kau sudah datang."

Bajak laut Topi Jerami pun memindahkan kapal mereka dan merapatkan kapal mereka disisi pulau lainnya tepat berada dibawah bukit tempat makam Bellemere berada.

XXX

"APA!"

"Shishishi... aku tidak menyangka kalau kau dan kakaknya Nami menikah, Coby."

"Hehehe... ini semua karena kau, Luffy-san. Karena reputasi kalian di dunia baru sejak insiden Dressrosa, angkatan laut menambah pangkalan mereka di setiap pulau asal bajak laut Topi Jerami. Kebetulan aku ditugaskan disini."

"Dan ya... begitulah..." tambah Nojiko.

Sementara Nami dibuat syok dengan berita itu dan entah bagaimana Genzou juga ikutan syok bareng Nami disampingnya. Sambil tersenyum Nojiko mengatakan bahwa saat itu Coby mengatakan padanya kalau ia ingin melanjutkan perjuangan Luffy-san untuk melindungi desa Kokoyashi. Luffy pun tertawa shishishi sementara Nami mendesah berlebihan. Melihat sisi Nojiko yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, mungkin seperti dia yang menemukan Luffy, itu juga yang terjadi pada Coby dan Nojiko. Setidaknya dia dan Genzou ikut bahagia melihat Nojiko bahagia.

"Aku ikut bahagia melihatmu bahagia, Nojiko."

"Terima kasih, Nami, Gen-san."

"Shishishi... Coby, sekarang kau menambah nakamamu."

"Hehehe... iya, Luffy-san."

XXX

Tidak banyak yang mereka lakukan di desa Kokoyashi, tentu saja ketika mendengar bahwa Nami sudah pulang, para penduduk Kokoyashi pun mengadakan pesta yang sama ketika mereka merayakan kemenangan Topi Jerami atas Arlong. Setelah berpesta semalaman antara penduduk desa, marinir, dan bajak laut Topi Jerami. Chopper, Franky, Brook, dan Jinbei pun melanjutkan perjalanan mereka tanpa kapten dan navigator mereka, meskipun sebelumnya Nami harus membujuk Luffy agar tidak ikut mereka dengan mengingatkan Luffy kalau itu adalah keputusannya kalau mereka harus break dulu. Franky membuatkan Nami super waver untuk dua orang maksimal tiga orang kalau Luffy ingin berpetualang lagi. Dia juga meninggalkan mini sunny go untuk Luffy kalau dia mau main ke kru SHP bagian East Blue. Sebelumnya Franky juga membuatkan Zoro, Sanji, dan Usopp kapal kecil untuk ketiganya. Robin menolaknya saat Franky akan membuatkannya kapal kecil dengan mengatakan kalau ia bisa menumpang Zoro.

"Jinbei, aku serahkan bagian navigasi padamu. Maafkan atas sikap penduduk desa beberapa waktu lalu, mereka masih trauma karena Arlong." Ujar Nami.

"Tidak apa, Nami. Aku mengerti, aku minta maaf atas apa yang menimpa desamu dua belas tahun lalu."

"Oi Franky, aku serahkan Sunny padamu."

"Super... tenang saja Luffy. Saat kita kembali berpetualang nanti, Sunny akan semakin super!"

"Luffy, Nami...!"

"Luffy-san, Nami-san...!"

Dan mereka berempat pun meninggalkan desa Kokoyashi menuju tempat masing – masing.

XXX

"Haaaa... rasanya aku ingin terus bersama-sama lagi." Gumam Chopper.

"Yohohoho... baiklah, bagaimana kalau kita bernyanyi saja."

"Dipikir lagi, kalau bukan Luffy... kita semua tidak akan mungkin bertemu. Aku masih tidak percaya kalau aku menjadi bagian dari kalian." Ungkap Jinbei.

"Kalau dipikir lagi, hanya aku, Jinbei, dan Robin yang awalnya merupakan musuh dari Luffy sebelum dia mengajak kami bergabung."

"Hehehe iya, aku yang tidak pernah punya teman, itu pertama kalinya saat ada yang mengatakan kalau aku adalah nakamanya."

"Yohohoho... aku benar-benar terharu saat Luffy-san mengajakku bergabung."

"Apa kalian pernah berpikir kalau bajak laut Topi Jerami adalah perwujudan dari impian Big Mom dimana semua jenis manusia berkumpul?" celetuk Jinbei.

"Yohohoho... benar juga, Jinbei-san."

XXX

"AAAHHH... kenapa Smoker menyerang kita!"

"Yohohoho... kita harus kabur."

"Ayo... kabur, kita tidak boleh sampai tertangkap."

"Oi kalian... cepat naik ke Sunny!"

XXX

"Hei Brook... lihat, itu Laboon." Tunjuk Chopper.

"Yohohoho... ayo kita nyanyi lagi."

Diiringi bink no sake, Thousand Sunny pun melewati reverse mountain. Setelah Brook turun dari kapal dan beristirahat sejenak, Franky, Chopper, dan Jinbei pun melanjutkan perjalanan mereka menuju Drum Kingdom.

XXX

"Dokter Kureha... ada bajak laut yang waktu itu datang."

"Chopper."

Dokter Kureha segera pergi ke pelabuhan setelah menyelesaikan urusannya. Danton dan sebagian penduduk desa sudah menyambut kedatangan Chopper, Franky, dan Jinbei. Belum terlihat batang hidung dokter Kureha membuat Chopper jadi sedikit takut, bagaimana kalau penduduk desa masih takut dengannya, bagaimana kalau hanya Luffy dan dokter Kureha saja yang menganggapnya bukan monster.

"Selamat datang kembali anak nakal."

"Dokter Rin!"

Chopper langsung berlari ke pelukan nenek berjiwa remaja itu. Dokter Kureha beralih ke Franky dan Jinbei, dia lalu menyuruh Franky dan Jinbei untuk mengikutinya. Chopper mengatakan pada dokter Kureha kalau Franky bisa membuat apa saja, dia adalah cyborg dan tukang kapal mereka. Jinbei adalah manusia ikan yang bijaksana. Dokter Kureha pun melirik ke arah Franky dan mengatakan bagaimana kalau dia membuatkan kereta gantung karena yang lama sudah macet dan membeku. Franky dengan senang hati memenuhi permintaannya, dia juga berpikir kalau dia harus membuatkan penduduk disana sesuatu untuk memmudahkan akses mereka satu sama lainnya. Danton lalu berterima kasih pada Franky.

XXX

"Aku terkejut kau menolak bayaran mereka, Franky-kun."

"Aku memang menolak uang mereka karena aku adalah tukang kapal bukan lagi preman, lagipula mereka memberikanku cola dan supply makanan untuk kita berdua."

XXX

"Aniki! Franky-aniki!"

"Oi Jinbei, ayo... aku akan mengantarmu ke rumah Ko-"

"Kokoro-san."

"Timing yang tepat, baka-nky."

"Ada apa?"

"Aniki... kami hampir menyelesaikannya... blue print milik Iceburg-aniki."

XXX

BERSAMBUNG

*aku ga tau tulisannya bener apa ngga, cuma inget dari pendengeran doang.