BECAUSE MY STEP ARE SLOW Chapter 3

Surprise cast, yang jelas Homin berkibar.

.

.

.

Aku ingin sekali mencabik Yunho dengan cakarku pagi ini. Namun mengingat posisiku sebagai pemeran figuran dirumah ini, tanganku hanya mampu mengepal menahan segala rasa kesalku.

.

.

.

oooOooo

.

.

.

"Aku pulang, sarapan apa yang kau siapkan?" Sapaan Yunho begitu masuk rumahnya. Setelah mengganti sendal untuk dirumah ia mendekati Changmin yang sibuk meracik kopi dan roti bakar. Kopi buatan Changmin sangat enak, dia akan lebih sukses lagi jadi seorang barista.

Secepatnya Changmin merubah wajahnya yang merah padam, untuk terlihat biasa. Senyum manis terukir dibelahan bibir bulan sabit tersebut. "Aku sudah siapkan expresso dan roti bakar, ada juga nasi goreng spesial dan kimchi bibi tetangga sebelah memberikan kimchi ini semalam." Papar Changmin menunjukkan menu di meja.

Mulut Yunho berair melihat Kimchi merah menggoda didepannya, ia menarik kursi dan mendaratkan pantat disana. "Kau tidak kerja? Ini hampir pukul delapan?" Interupsi Yunho sambil menyuapkan kimchi ke mulutnya. "Ini hari minggu kantorku tidak beroperasi dihari minggu," ceplos Changmin.

"Ah...benarkah aku sampai lupa waktu," sahut Yunho yang kini beralih ke roti bakar, sambil menyeruput kopinya.

'Jelas kau lupa waktu. Kau terlalu sibuk meranjang dengan banyak wanita.' Geram Changmin dalam hati. "Kau tidur dimana semalam? Kau bilang hanya akan pulang larut?" Pertanyaan Changmin tanpa bisa dikendalikan, meski selanjutnya pria tinggi itu menyesalinya.

Andai mulutnya tersedia replay Changmin ingin mengulang adegan tadi dan menampar mulutnya sendiri.

"Oohhh, karena terlalu larut aku menginap di sauna. Bajuku terciprat saus kemarin, dan Sungmin memberikan kaos dan celana ini padaku." Bualan Yunho.

"Lehermu iritasi? Perlu jel anti ruam?" Sekali lagi ingin rasanya, Changmin menyumpal mulutnya dengan bola pingpong. 'Kenapa mulutnya lancang banget sih! ' Pikir Changmin.

"Aaaahhh...ini! Tidak perlu aku bisa atasi sendiri, pilihan Sungmin benar-benar agresif, " Yunho memanfaatkan momen untuk memanasi Changmin. Yunho bisa tahu wajah Changmin memerah, setidaknya ada sedikit harapan.

Kelebatan tentang masa lalu... siapa Yunho saat ini untuk menyukai Changmin! Membuat namja bertubuh padat itu menyerah sebelum bertanding.

.

.

.

oooOooo

.

.

.

Changmin menghabiskan sisa minggu pagi dengan jogging, disekitar kompleks. Tubuhnya yang dibasahi keringat berkilauan dibawah terik matahari pagi. Saat rambutnya dikibaskan, Changmin tampak begitu seksi dan mempesona.

Beberapa bibi tetangga berharap Changmin menjadi mantunya. Bahkan janda muda diujung gang, terang-terangan melamar Changmin untuk dijadikan suami keduanya, sebut saja namanya Jimin, usianya baru 22 tahun ia menerima pinangan duda kaya raya, usia 60 tahun tanpa anak. Beberapa waktu kemudian suami Jimin meninggal karena serangan jantung. Otomatis harta yang melimpah itu jatuh ke tangan Jimin semuanya.

Yunho sampai harus menahan tawa, sambil berguling-guling dilantai, melihat usaha janda genit itu merayu Changmin.

Bahkan wanita yang belum disentuh sama sekali oleh suaminya tersebut, membuat kemah berhari-hari didepan rumah Yunho, mengirimkan teror-teror aneh yang menggelitiki perut Yunho, Changmin hanya merengut saja melihat Yunho begitu senang melihatnya disiksa. Changmin sampai harus menyewa bodyguard khusus untuk bersamanya. Hingga ia mengumumkan pertunangan palsu, dan membuat janda itu patah hati.

"Kau tidak pergi?" Sapa Changmin, melihat Yunho masih terkapar di sofa.

"Aku tidak ingin kemana-mana hari ini, aku ingin tidur." Suara Yunho yang mengantuk, tanpa berniat membuka matanya. Changmin tersenyum senang, setidaknya hari ini ia bisa diam-diam melirik Yunho sambil bermain PS seharian. Sungguh Changmin berharap sesuatu yang erotis terjadi hari ini.

Seperti apa rasanya saat panas tubuh Yunho, aroma Yunho, dan berat tubuh Yunho, bisa ia sentuh dan ia nikmati dari dekat. Hanya membayangkannya saja Changmin dibuat melayang.

Hingga..

.

..

...

BRUK!

Karena tidak siap untuk ditabrak, Changmin tersungkur hingga keningnya membentur pinggiran meja dan berdarah. Itu semua karena Onew tiba-tiba menerobos masuk sambil menangis sesenggukan.

"SHIM CHANGMIN!" Pekik Yunho, khawatir karena darah dari pelipis Changmin sangat banyak. Namun Onew memeluk erat-erat tubuh Yunho.

"Huhuhu... Hyung dia sangat kasar padaku... pagi ini dia membentakku..." adu Onew masih terus menangis. Tanpa mengindahkan Changmin, atau pun meminta maaf.

Bayangan indah Changmin membuyar sudah. Hatinya seperti ditusuk dengan belati, nyeri dan menyesakan. Bagaimana Yunho sangat nyaman dipeluk oleh mantan kekasihnya itu, adegan itu membuat mata Changmin panas. Ia memutuskan pergi dan merawat lukanya sendiri.

Ekor mata Yunho mengikuti Changmin, dengan cemas. "Onew dengarkan aku," Yunho menangkup wajah mungil Onew.

"Terkadang kau kelewat manja dan kekanakan, keinginanmu harus dipenuhi saat itu juga, wajar jika Choi Siwon kehilangan kesabaran, " tutur lembut Yunho, pria itu mengambil jeda sesaat.

"Pasanganmu saat ini adalah pria terhormat, ia CEO Hotel H siapa pun tahu itu, jika kau disini, aku akan dapat masalah besar. Pulanglah, dan jangan sembarangan menemuiku." Yunho menggiring Onew keluar dari rumah, memaksanya masuk ke mobil mewahnya, dan menyuruh sopirnya segera pergi. Dengan kata lain Yunho mengusir mantan kekasihnya.

Yunho segera masuk untuk melihat kondisi Changmin.

.

.

.

oooOooo

.

.

.

Pikiran liar Changmin tentang bagaimana apa yang Yunho dan Onew lakukan di luar sana, berputar-putar dibenak Changmin . Lebih menyakitkan rasanya dari pada lukanya saat ini.

"Changmin, gwenchana?" Nafas Yunho menderu cemas. Posisi wajah Changmin dan Yunho begitu dekat, hingga deruan nafas Yunho menyisir hangat pori-pori Changmin. Changmin menikmati saja apa yang akan dilakukan oleh partner satu rumahnya itu.

"Bersihkan dulu dengan alkohol sebelum dibalut. Ini bisa infeksi." Bentak Yunho, untuk menunjukkan kecemasannya. Bahkan omelan Yunho sangat menyenangkan untuk didengar. "Tanganku tidak sampai menjangkaunya," keluh Changmin manja.

"Aku mewakili Onew minta maaf padamu, aku pikir setelah menjadi menantu grup H, sifat kekanakannya bisa berubah. Aku rasa Choi Siwon sangat memanjakannya." Changmin tersenyum maklum. Hening sesaat.

"Kau masih mencintainya? Um, maksudku Onew?" Pertanyaan Changmin tersembur begitu saja.

"Aku sudah melupakan perasaanku pada Onew, itu sudah lama sekali." .Diam-diam Changmin mengulum kelegaannya. Tangan Yunho telaten membersihkan darah disekitar luka Changmin, membubuhkan antiseptik dan menempelkan plester disana. Sesekali wajah Changmin mengernyit menahan perih.

Yunho yang tidak tega melihat Changmin mengernyit, tiba-tiba mencium Changmin penuh emosi. Tangan Yunho tersimpan di tengkuk Changmin, untuk memperdalam intensitas ciuman nya. Changmin terbelalak karena terkejut, namun ia menutup matanya kemudian karena ia pun menginginkan itu.

.

.

.

.

.

TBC

JEPRI : ELA ini part 3 . Buruan di upload nyai menghantuiku El

ELA : *ketawa puas* Yeyeyee, udah aku tunda agak lama, biar itu Nyai penasaran XDDD

PLEASE DON'T FORGET TO REVIEW~!