Cerita berubah 90% mulai detik ini. Sulit dipercaya Yunho tidur di samping ku. Pelukannya erat melingkari pinggangku. Bahkan saat aku menggeliat merubah posisiku, aku bisa mendengar jelas detak jantungnya yang teratur. Ujung jari ku menyentuh pipi, kulitnya terasa kenyal. Apakah ini mimpi? Tidak, tidak ku mohon Tuhan jangan bangunkan aku jika ini mimpi.

Dapur terlihat berbeda pagi ini. Sosok anggun Changmin tak terlihat dimeja pentry untuk menyiapkan sarapan dan kopi. Biasanya dalam balutan kemeja kerja warna biru, berhiaskan apron putih polos ,Changmin sudah lincah mengakses dapur. Tapi pagi ini, tampak tubuh Yunho yang sibuk menyiapkan sarapan, setelah memastikan menunya lengkap di meja. Senyum puas terukir di bibirnya, matanya beralih pada ruangan yang sedikit terbuka pintunya, tawa geli lolos kali ini dari mulutnya. Terlihat Changmin masih terkapar didalam selimut, didalam kamar 'kamar Yunho' bukan kamar Changmin. Sedikit rasa bangga bergurat diexpressi Yunho, dirabanya bibir ranumnya, ia ingat bagaimana intensnya ciumannya dengan Changmin semalam.

"Manis." Gumamnya, sambil mencecap-cecap bibirnya. Ia meraba pinggangnya yang dipeluk Changmin semalaman, rasanya Yunho ingin terbang pagi ini, karena sangat bahagia. "Hangat, " gumamnya lagi, kemudian melepas apron dan bergerak membangunkan Changmin.

Yunho melipat tangan di dada, kepalanya menggeleng keheranan, mulut berdecak tidak percaya. Dirinya baru tahu gaya tidur seseorang yang ia sebut eksekutif muda, sungguh tidak 'elegan ' . Posisi tidak beraturan, kepala menjuntai hampir menyentuh lantai, kaki terbentang hampir seukuran lebar tepat tidur ini, kepala mendongak, dan mulut menga-nga, air liurnya seperti sungai. Intinya posisi kaki dikepala, dan kepala di kaki. Yunho iseng memotret gaya tidur unik Changmin tersebut.

"Tabahkan aku Tuhan," Do'a Yunho saat ingin membetulkan posisi tidur Changmin. Bayangkan saja saat kaki terlentang dan boxer tersingkap hingga mengekspose paha, mulus betis yang jenjang, tubuh hanya bertelanjang dada. Terlebih wajah Changmin sangat jinak saat sedang tidur, bibir ranum Changmin berkilauan menggoda mata Yunho. 'Aku bukan pria yang suka mengambil keuntungan, aku pria yang gantleman' suara hati kecil Yunho meyakinkan.

'Halah, Yun sikat aja deh, mumpung seksi gini, lu beneran kuat, ' tiba-tiba sisi gelap dirinya berbisik demikian. 'Jangan Jung, eomma selalu mengajari untuk bersikap sopan,' suara hati kecilnya lagi.

'Jangan dengerin deh, pan emak kagak lihat udah mati emak Yun, sikat ajah,' sisi gelap mendebat lagi. 'Ikuti kata hatimu saja Jung.' Suara hati kecilnya lagi, suara hati langsung menyumpal sisi gelap dengan lakban agar tidak protes. Yunho berjongkok dan manatap intens wajah Changmin, di belainya poni Changmin, dan mencium bekas luka di kening Changmin.

Pelan ia mengubah posisi Changmin, hingga kini kepala Changmin ada di pangkuannya. "Ireona, ini sudah waktunya bangun," lembutnya sambil menyugar rambut ikal Changmin. "Aku sudah melimpahkan pekerjaan pada sekertarisku, jadi biarkan aku tidur lebih lama pagi ini, " ungkap Changmin tanpa berniat membuka matanya. Changmin justru makin nyaman dan membenamkan wajahnya di perut Yunho.

"Oke aku tidak perduli kau sedang meliburkan diri hari ini, setidaknya hargai aku yang telah susah payah masak sarapan. Jangan biarkan mereka dingin dan hambar, kau harus mandi sekarang. " Yunho memanggul Changmin, dan menceburkan tubuh pria itu kedalam bathup berisi air hangat.

"Cepat mandi, supnya sudah dingin, " Yunho berniat keluar dari kamar mandi.

"Jung Yunho!" Yunho menoleh pada Changmin, tepat saat air dingin dari Shower menyembur ke arahnya. Changmin sudah berdiri sambil terus mengarahkan shower pada Yunho hingga basah kuyup.

"Cobalah keluar dengan tubuh basah itu," goda Changmin menantang Yunho. Senyum, kesal, gemas, juga geli tergelak dari bibir Yunho, dia sudah mandi dan bersiap pergi kerja namun Changmin justru mengguyurnya.

"Mendekat padaku Shim Changmin, kau ingin bermain air denganku, Eoh!" Tantang Yunho yang berniat merebut Shower dari Changmin, namun Changmin mengelak membuat Yunho terpeleset dan malah ikut tercebur kebathup. Changmin terus saja menyemburkan air shower ke arahnya.

Karena kesal akhirnya Yunho menarik kaki Changmin hingga tubuhnya tercebur lagi kebathup, Yunho mengguyuri tubuh Changmin dengan gemasnya. Namun saat Changmin ingin membalas Yunho lututnya terpeleset hingga jatuh tengkurap diatas tubuh Yunho. Tawa riang keduanya berangsur senyap, tatapan keduanya lebih dalam dan intens. Dalam sekejap Yunho meraih pinggang Changmin dan mengubah posisi, kini Changmin berada dibawah kendali Yunho.

"Kau sendiri yang memancingku, jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi padamu, kuperingatkan Yunho pria berbahaya. " Tantang Yunho kemudian mendekatkan wajahnya.

"Siapa takut, lakukan sesukamu." Changmin mengalungkan tangannya ke leher Yunho. Yunho makin mendekatkan wajahnya, nyaris menyesap bibir Changmin.

TING...TUNG...TING...TUNG...TING...TUNG

Bell pintu ditekan tanpa ampun diluar sana. Yunho menggeram kesal karenanya.

"Aku buka dulu pintunya," Yunho masih sempat mengecup kening Changmin. Yunho menanggalkan seluruh pakaiannya yang basah, Changmin reflek menutupi wajahnya saat melihat Yunho telanjang. Yunho dibuat geli karenanya, senyuman licik terukir di bibirnya.

"Aku sedang mandi, tunggulah," teriaknya pada sang tamu. Namun bertujuan menggoda Changmin.

Yunho mengendap keluar berbekal kimono biru selutut. Membiarkan Changmin tetap menutupi wajahnya dengan tangan.

ooooooOOoooooo

"Beraninya Yunho mempermainkan ku, aku akan membunuhnya nanti." Umpat Changmin yang keluar dari kamar mandi. Sehelai handuk putih melingkari pinggangnya, sementara ia menggunakan handuk lainnya untuk mengelap rambutnya.

Yunho yang kembali masuk ke kamar untuk mengambil baju, dibuat tertegun melihat sendiri tubuh Changmin yang tinggi, dan ramping. Yunho dibuat clegukan karenanya.

"Siapa yang bertamu? Apa tamunya sudah pergi?" Selidik Changmin dengan cueknya, dan membuat Yunho berjengit. "Oh...eum itu Ny. Kim ibunya Kim Minji, yang tinggal dua blok dari sini, ia mengantarkan Kimchi dan camilan untukmu, Ny. Kim sangat bernafsu menjodohkanmu dengan putrinya." Bisik Yunho, sambil meremas bokong Changmin.

"Aku rasa wanita itu sungguh gila, Minji baru berusia 10 tahun!" Pendapat Changmin sambil mengenakan pakaiannya. "Aku rasa, yang suka padamu bukan putrinya tapi ibunya, penghuni kompleks ini sungguh tergila-gila padamu, termasuk aku." Cerocosan Yunho, menimbulkan wajah bersemu-semu pada Changmin. Selebihnya kedua anak manusia itu hanya saling diam.

CHANGMIN POV

Yunho sedang berbincang dengan polisi di teras depan, sudah sekitar lima belas menit mereka bicara serius. Terlalu lancang bagiku harus nimbrung dan ikut campur, tapi hatiku tidak tenang, aku hanya mampu menguping saja, samar terdengar percakapan jika Onew menghilang setelah berkunjung dari sini, semalam. Kemungkinan polisi berpikir Yunho menyembunyikan Onew, tapi bagaimana bisa semalam dia bersamaku.

"Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?" Cemasku, begitu Yunho masuk.

"Aku baik-baik saja, jangan khawatir. Aku harus ikut mereka sekarang, hati-hati di rumah. " Lembutnya menenangkan aku, ia mengacak rambutku dan mencium bibir ku sekilas.

Jangan ditanya lagi seperti apa perasaanku saat ini, semuanya kacau benar-benar kacau. Rasa manisnya hanya bertahan 24 jam saja, dan kemudian menghilang. Aku harus melakukan sesuatu, bandit-bandit dibawah ketiakku tersebar diseluruh kota ini, jika aku menyebarkan foto Onew pada mereka bocah tengik itu pasti ketemu. Bagaimana pun aku CEO Shim Changmin.

POV END

Yunho masih menjalani interogasi kali ini Siwon sendiri yang menginterogasinya. Lebih tepatnya curhat, dan berkeluh kesah. "Aku bertengkar hebat dengan Onew hingga dia menemuimu, aku pikir ini kewajibanku untuk memanjakan nya, tapi dia justru pergi dan tidak ditemukan. " Siwon menenggak brendinya dengan anggun.

"Mungkin Onew butuh waktu untuk sendiri, berikan waktu untuknya. Jangan mencarinya, berpura-puralah acuh padanya, dia perlu sikap tegas sekali waktu. " Saran Yunho, ia juga menenggak brendinya. "Pantas saja Onew menggilaimu, kau tegas dan sangat perhatian," pungkas Siwon. Yunho hanya tersenyum ambigu, keduanya duduk dalam diam.

Disisi lain Changmin telah menyebar seluruh banditnya untuk mencari Onew. Ini ia lakukan, karena dirinya tidak suka jika Yunho yang harus mencari Onew. Siapa pun tahu keduanya mantan kekasih, Changmin bertekad mengunci Yunho dirumah, begitu pria itu pulang. Sampai Onew ditemukan dan kembali pada Group H, tanpa lecet sedikit pun.

ooooooOOooooo

Onew duduk merenung diatap sebuah gedung. Sikap kekanakan yang ia timbulkan hanya untuk membuat Siwon jengah, dan kesal hingga Siwon meninggalkannya. Onew masih sangat mencintai Yunho, ia tidak rela jika Yunho dimiliki orang lain. Dalam sekilas melihat Onew bisa tahu, jika Yunho menyukai pria tinggi itu. Dan Onew tidak ingin itu terjadi.

TBC

MAKIN ngawur dan gak jelas