KIM AND PARK FAMILY THE SERIES
.
.
AUTHOR KILLA8894
.
GENRE FAMILY AU
.
PAIRING KIM JONGIN X OH SEHUN ( KAIHUN ), PARK CHANYEOL X KIM SUHO ( CHANHO )
.
RATED T
.
CHAPTER 2
.
HAPPY READING
.
.
.
Pagi pagi sekali sudah terlihat aktifitas di rumah kediaman keluarga Park. Namja mungil yang berperan sebagai ibu rumah tangga, tampak sibuk menyiapkan menu sarapan pagi untuk di santap suami dan anak tercintanya.
Setelah mematikan kompor dan meletakkan hasil masakannya di atas meja, masih dengan mengenakan celemek biru dengan gambar bebek, hasil pilihan Taeoh, namja mungil itu melangkahkan kakinya ke lantai dua. Tepatnya ke kamar yang ia dan suaminya tempati.
Saat ia membuka pintu, namja cantik itu langsung di suguhi pemandangan tubuh suaminya yang topless dan hanya mengenakan handuk untuk menutupi alat vitalnya. Suaminya langsung tersenyum cerah saat melihat kehadirannya.
" Pagi sayang... " Sapa Chanyeol.
" Pagi... " Suho berhenti melangkah tepat di hadapan suaminya, sedikit berjinjit untuk menyamakan tingginya, setelah itu ia memejamkan matanya dan mengecup lembut bibir suaminya yang di balas lumatan sekilas di bibir mungilnya.
" Anak-anak sudah bangun? " Tanya Chanyeol saat Suho melepaskan kecupannya dan beranjak untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya itu.
" Belum, mungkin Sehun masih mimpi indah dengan pinku pinku." Suho menyodorkan kemeja biru pada suaminya. Yang segera di pakai oleh namja tampan itu.
" Kajja, kita bangunkan princess bunny itu. " Setelah berpakaian lengkap, Chanyeol menggenggam erat jemari istrinya, dan bersama-sama menuju kamar putra sulung mereka di lantai dasar.
Suho tersenyum melihat putra sulungnya yang masih tertidur pulas di antara tumpukan boneka rillakuma di kasurnya.
" Hunnie, ayo bangun. Kau tidak mau terlambat ke sekolahmu yang baru kan? " Suho membangunkan Sehun dengan lembut.
Chanyeol ikut membungkuk di tepi kasur. " Wake up, sayang... " bisiknya lembut.
" Umm, Hunnie masih ngantuk, Papa... " rengek Sehun dengan suara serak khas baru bangun tidur.
" Jangan malas sayang. Hunnie kan harus sekolah hari ini. "
" Iya Mama... " ucap Sehun pelan. Dengan malas malasan Sehun duduk di tengah kasurnya, menguap dengan imut dan mengerjapkan mata sipitnya sebelum menatap ke arah Ayahnya. Dengan tatapan yang sama persis dengan Vivi, anjing mungil Sehun, saat ingin di beri makan.
Suho sudah hafal dengan tatapan itu, pasti sebentar lagi...
" Papa, gendong. " Rengeknya manja.
See...
Dugaan Suho benarkan. Anak sulungnya itu memang sangat manja dengan suaminya.
Sebelum Chanyeol sempat mengulurkan tangan, suara menggelegar dari rumah tetangga menghentikan gerakan tangannya.
" KIM ' HITAM ' JONGIN, BILA KAU TIDAK BANGUN JUGA, EOMMA AKAN MENYIRAMMU DENGAN AIR BEKAS CUCIAN. YAK, BANGUNLAH KKAMJOOOONG... "
" Mama... " Sehun melompat ke pelukan Suho. " Itu suara apa? "
" YEOBOOO... ANAK HITAMMU TIDAK MAU BANGUN JUGA... "
Suho menutup kedua kuping Sehun sambil menatap ngeri ke arah Chanyeol. " Sayang, sepertinya aku harus memeriksa pengeras suara di mesjid di ujung jalan. Mungkin Baekhyun mencurinya dari situ. "
Chanyeol hanya bisa meringis, diam diam ia bersyukur, dulu tidak menikah dengan namja itu, sehingga telinganya masih selamat dari ancaman ketulian. Entah bagaimana nasib orang yang menjadi suami mantan kekasihnya itu.
.
.
.
Baekhyun menatap penampilan anaknya dengan dahi berkerut. Kaos lecek, rambut berantakan, jaket, ransel yang entah apa isinya hingga terlihat sepenuh itu. " Tidak bisakah kau memperhatikan penampilanmu dulu Kim Jongin. Rambutmu terlihat seperti tidak pernah disisir sebulan. "
Jongin mencium kening adik cantiknya yang duduk manis di samping sang Eomma. " Rahee sudah siap sekolah ya. Cantiknya adik Oppa. " Jongin memfokuskan tatapan pada adiknya, menghiraukan Ibunya yang merengut kesal karena didiamkan. Jongin masih sedikit kesal dengan insiden dirinya yang dibangunkan dengan cara semena mena oleh Baekhyun.
" Oppa juga tampan. " Ucap Rahee, ia mencium pipi Jongin sekilas sebelum fokus pada sarapannya.
" Jongin... "
" Sayang, biarkan saja. Nanti juga kalau dia sudah jatuh cinta, dia akan merubah penampilannya. " Ucap Jongdae.
Baekhyun mendengus kesal. " Oh ya, dia bahkan mencium anak tetangga sebelah dengan tidak tahu malu kemaren. "
" Mwo... " Chen hampir menyemburkan kopi yang ia minum.
" Aku pergi. " Ucap Jongin buru buru. Setelah mencium pipi adiknya, ia pun meraih ransel yang tadi ia letakkan di kursi dan berlari keluar rumah.
" YAKK, KIM JONGIN KAU BELUM SARAPAN... "
" Aku sarapan di kantin saja Eomma. " Sayup sayup terdengar jawaban dari Jongin. Percayalah, namja tampan itu lebih suka mendengar teriakan Ibunya dari pada harus mendengar ceramah dari Ayahnya yang terdengar seperti suara petir bersahutan.
Motor Jongin baru saja keluar dari halaman rumahnya, saat ia melihat si imut dengan tubuh seksinya berdiri di tepi jalan dengan muka cemberut. Jongin segera menghentikan motornya tepat di hadapan Sehun.
" Sweet love, kenapa berdiri sendirian di sini? " Jongin turun dari motor dan melepas helmnya.
Sehun mengerjapkan matanya saat Jongin berdiri tepat di hadapannya, wajah putih bersihnya merona kemerah merahan saat tahu pangeran tampan yang kemarin menciumnya lah pria yang seenak jidatnya berdiri menghalangi pandangannya.
" Papa meninggalkan Hunnie di sini, hyung. " Sehun mempoutkan bibirnya, membuat Jongin gemas ingin menggigit bibir itu. " Tadi ada panggilan mendadak dari rumah sakit, dan Papa meminta Hunnie berangkat sendirian. "
Jongin melihat ke sekeliling. " Ibumu yang galak itu mana? "
" Mama di rumah, mungkin sibuk dengan Taeoh yang tidak mau sekolah. " Jawab Sehun jujur.
Diam diam Jongin menghela napas lega. " Kau mau ku antar, Sweet love? "
Sehun mengernyitkan alisnya mendengar panggilan dari Jongin untuknya, tapi akhirnya ia mengangguk. Dan Jongin tersenyum lebar saat melihat itu.
Saat Sehun ingin melangkahkan kakinya, Jongin segera memeluk pinggang rampingnya. " Tidak secepat itu Sweet love, aku meminta hadiah darimu. "
" Apa itu hyung? Hyung hari ini ulang tahun ya. Hunnie tidak bawa hadiah. Apa Hunnie harus kembali ke rumah dulu untuk minta uang pada Mama untuk beli hadiah? "
" Bukan hadiah seperti itu Sweet love, hyung tidak sedang ulang tahun. Hyung hanya ingin, morning kiss darimu. " Begitu ucapannya selesai, Jongin langsung menunduk dan melumat bibir Sehun dengan bergairah. Sehun yang diserang mendadak hanya bisa mengerjapkan matanya dengan bingung, membiarkan Jongin melumat bibirnya dengan rakus.
Jongin melepaskan bibirnya saat merasa Sehun memukulnya dengan pelan.
" Hyung, Hunnie susah bernapas. " Ucap Sehun lirih.
Jongin tersenyum, ia mengecup kilat bibir merah bengkak milik namja mungil di hadapannya. " Ayo hyung antar ke sekolah nanti terlambat. "
" Umm... " poni Sehun bergoyang saat namja cantik itu mengangguk dengan kuat. Terlihat begitu cantik di mata Jongin.
" Peluk hyung dengan erat ya... "
" Hyung jangan ngebut, Hunnie takut. " Rengek Sehun.
" Tidak akan, Sweet love. Hyung juga tidak ingin tubuh indahmu ini terluka. " Janji Jongin.
Jongin mengendarai motornya dengan santai, ia menikmati pelukan Sehun dipinggangnya. Mereka mengobrol lumayan banyak dan tanpa menyadari akhirnya mereka sudah tepat berada didepan gerbang sekolah Sehun.
" Hyung... " Panggil Sehun saat Jongin bersiap meninggalkan gerbang sekolah Sehun.
" Ya, Sweet love? " Sahut Jongin.
Sehun menggigit bibirnya, terlihat ragu untuk bicara.
" Ada apa? "
" Itu... hyung bisa jemput Hunnie nanti siang tidak? Papa tidak bisa jemput karena masih kerja, dan Mama... "
" Baiklah. " Sela Jongin. " Hyung akan menjemputmu nanti. Dan Sweet love, ingat pesan hyung, setelah bel pulang berbunyi, jangan menunggu di luar, tetaplah berada di dalam kelasmu sampai hyung datang menjemput. Kau mengerti? "
" Ne, hyung... "
Cupp
Sekali lagi Jongin mencuri satu kecupan di bibir Sehun sebelum pergi meninggalkan namja cantik itu.
.
.
.
" Mama... " rengek Taeoh. " Taeoh tidak mau sekolah, Taeoh mau main di rumah saja, di sekolah tidak seru. " Bocah yang tahun ini genap berusia lima tahun itu melangkah dengan malas di samping ibunya.
" Di rumah kan, Taeoh hanya main sendirian, nah di sekolah Taeoh bisa main dengan teman-teman. " Bujuk Suho lembut.
" Tapi di sekolah tidak ada yang cantik seperti hyung. Taeoh tidak mau... "
Suho menghela napas lelah. " Kamu harus tetap sekolah sayang. Main dengan hyungmu kan bisa nanti sore. Sekarang ayo masuk. " Dengan lembut, Suho menarik anaknya memasuki gerbang sekolah taman kanak kanak yang kebetulan hanya berjarak lima buah rumah dari tempatnya tinggal.
" Taeoh tidak ma... " bocah gembul itu terdiam saat matanya melihat objek yang menarik berada tak jauh darinya. Seorang anak perempuan mungil yang memakai pakaian yang sama dengannya dan memakai bandana yang sewarna dengan baju yang dipakainya, duduk sendirian di ayunan. " Mama, Taeoh mau sekolah. "
" Eh... " Suho menatap bingung ke arah Taeoh yang melepaskan genggaman tangannya dan berlari ke suatu arah.
Bocah gembul itu menghentikan langkahnya di depan anak perempuan yang telah mencuri perhatiannya. Taeoh tersenyum lebar, menghiraukan anak perempuan yang terlihat bingung itu. Bocah itu membungkukkan badannya, dan...
Cupp
" Taeoh suka, ayo main bersama. " Ucap Taeoh, mengulurkan tangannya pada anak perempuan itu.
Anak perempuan itu menatap Taeoh dengan mata yang berkaca-kaca, sebelum...
" Hiks... hiks... huwaaaa... Eommaaaa... " Tangis anak perempuan itu.
Taeoh memonyongkan bibirnya, tak mengerti kenapa anak itu menangis.
" Rahee- ya, ini ice creamnya sa... omona, kenapa kamu menangis sayang? "
" Hiks... hiks... dia cium bibil lahee, Eomma... " Rahee turun dari ayunan dan memeluk kaki Ibunya sambil terisak.
" Mwo, beraninya kau menodai bibir suci anakku. Dasar bocah mesum. "
" Taeoh kan hanya ingin cium, kata Papa kalau Taeoh sayang atau menyukai seseorang, Taeoh boleh cium.. " Taeoh menggembungkan pipinya, tak memperdulikan wajah kesal orang yang berdiri di depannya.
" Siapa orang tuamu eoh, kurang ajar sekali me... "
" Taeoh- ya, apa yang kau lakukan di sini? "
Suara lembut itu membuat perhatian Ibu dari anak perempuan itu.
" Suho ... "
" Baekhyun... "
" Mama... " Taeoh tersenyum senang saat melihat Ibunya.
" Eh, apa? Mama? Jadi bocah mesum ini anakmu? " Tunjuk Baekhyun.
" Ya, Taeoh putraku, kenapa kau mengatakan putraku mesum, harusnya akulah yang mengatakan itu padamu. " Ucap Suho.
" Dia sudah mencium anakku. " Ucap Baekhyun emosi.
" Huh, anakku mencium anakmu? " Suho tertawa mengejek. " Baguslah, dengan begitu kita adil kan sekarang. "
" Aku tak rela anakmu dekat dekat dengan anakku. " Geram Baekhyun.
" Yak, kau pikir aku sudi anakku berdekatan denganmu. " Balas Suho.
" MULAI SEKARANG JAUHKAN ANAKMU DARI ANAKKU. " Teriak mereka secara bersamaan.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Kenapa Taeoh jadi adeknya Hunnie disini, bukan jadi adeknya Jjong? Well, biar adil lahh.. Baekhyun ama Suho biar punya satu anak mesum satu anak polos hahahaha
Masih ada yang berminat? Review diatas 25 baru lanjut yaaaa...
