KIM AND PARK FAMILY THE SERIES
.
.
AUTHOR KILLA8894
.
GENRE FAMILY AU
.
PAIRING KIM JONGIN X OH SEHUN ( KAIHUN ), PARK CHANYEOL X KIM SUHO ( CHANHO ), KIM JONGDAE X BYUN BAEKHYUN ( CHENBAEK ), KIM TAEOH X KIM RAHEE ( TAERA )
.
RATED T
.
CHAPTER 5
.
HAPPY READING
.
.
.
Jongin duduk dengan perasaan gelisah. Oh ayolah, ini sudah lima belas menit berlalu sejak ia dan juga Ayah dari Park Sehun duduk di dalam mobil, dan namja yang jauh lebih dewasa darinya itu masih betah berdiam diri. Jongin pasrah, ia tidak tau apa yang ada di dalam pikiran Chanyeol, namun ia menyadari satu hal, ia sudah terlambat untuk masuk kelas hari ini. Hal pertama yang tidak pernah ia lakukan selama ini, membolos di mata kuliah favoritnya dan itu semua di sebabkan oleh Ayah dari orang yang disayanginya.
Chanyeol bukannya tidak menyadari kegelisahan namja tampan di sampingnya ini. Ia hanya ingin tau, berapa lama namja dengan tampang badboy seperti Jongin bisa bertahan duduk diam disampingnya. Ini sudah berlalu cukup lama, dan Chanyeol cukup kagum dengan ketenangan namja disampingnya.
" Kim Jongin. " Panggilnya dengan suara berat.
Jongin yang sedari tadi terus menunduk, segera mengangkat wajahnya dan menatap kearah Chanyeol. " Ya, Ahjushi. "
" Berapa lama kau kenal dengan anakku? "
Jongin berdeham pelan. " Dua hari Ahjushi. " Jawabnya jujur.
" Dua hari, dan apa yang kau lakukan kepada anakku selama dua hari itu? " Tanya Chanyeol lagi.
Jongin mengerutkan keningnya. " Apa maksud Ahjushi? "
Chanyeol menatap tajam kearah Jongin. " Tadi malam saat membantu anakku mengganti bajunya. Aku menemukan banyak kissmark di tubuhnya. Saat aku bertanya siapa yang melakukannya. Dengan polosnya dia menjawab, kalau kau yang melakukannya. "
Jongin menelan ludahnya dengan kasar. Oh, apa setelah ini Chanyeol akan menampar atau memukulinya. Jongin sadar, apa yang ia lakukan pada Sehun memang keterlaluan, akan tetapi ia juga sadar kalau pesona anak itu juga sama keterlaluannya, hingga ia lupa diri.
" Jawab dengan jujur, apa benar kau yang melakukannya? " Tegas Chanyeol.
" Ya, Ahjushi. " Jongin memutuskan untuk jujur, tidak ada gunanya kalau ia berbohong. Itu akan terlihat tidak gentle sama sekali.
" Kenapa ? Kau tau bukan, anakku masih terlalu polos untuk melakukan hal seperti itu, ia bahkan mungkin tidak mengerti apa maksudmu melakukan hal seperti itu padanya. yang ia tau hanyalah kau menggigit dadanya dan bukan yang lain. "
Jongin menunduk, tak tau harus menjawab seperti apa, ia bingung, takut salah bicara.
" Kalian baru kenal dua hari, dan kau sudah melakukan hal seperti itu. ya, aku mungkin bisa bernapas lega karena kau tidak melakukan hal yang lebih padanya. akan tetapi, tetap saja kau sudah melakukan hal yang diluar batas pada anakku. " Ucap Chanyeol tegas.
Chanyeol mengamati Jongin yang masih betah berdiam diri. " Sehun adalah putra kesayanganku, dia istimewa, sama seperti ibunya, karena itu aku sangat mengkhawatirkan dirinya melebihi Taeoh. Selain itu dia juga terlalu polos, bahkan Taeoh yang masih kecil bisa bersikap lebih dewasa dari pada dirinya. Kau pasti mengerti bukan bagaimana kekhawatiranku pada Sehun. Karena itu saat melihat kissmark ditubuhnya, aku merasa nyawaku akan melayang. "
" Aku mengerti perasaan Ahjushi, tapi apa yang telah aku lakukan pada Sehun... aku tak bisa meminta maaf karena sudah melakukannya. Aku mungkin memang namja brengsek, tapi aku juga tau batas dimana aku bisa menyentuhnya, Ahjushi. " Ucap Jongin.
Kedua mata tajam itu beradu, ya, Jongin tidak memilih untuk tidak akan mundur kali ini.
" Bagaimana aku yakin kalau kau tidak akan melewati batas yang kau tentukan sendiri itu Kim Jongin? "
" Aku tak bisa mengatakan kata kata yang mungkin bisa membuat Ahjushi percaya padaku, tapi aku berjanji tidak akan melakukan hal yang di luar batas. " Janji Jongin.
" Aku tak mungkin bisa tenang melepaskan anakku bergaul dengan orang yang tak bisa aku percaya. " Gumam Chanyeol.
" Kalau begitu, cukup dengan mempercayaiku, Ahjushi. " Ucap Jongin.
Chanyeol memejamkan matanya. " Terakhir kali aku mempercayai ibumu, dia malah mengkhianatiku, apakah kau pikir aku dengan gampang akan percaya padamu, setelah ibumu mematahkan kepercayaanku? "
" Aku memang lahir dari rahim seorang Byun Baekhyun, Ahjushi. Tapi aku dan eomma itu berbeda. "
Chanyeol mencoba mencari tau kesungguhan dimata namja yang duduk di dekatnya itu. sorot mata Jongin penuh dengan keyakinan. " Apa kau mencintai anakku? "
Untuk sesaat Chanyeol melihat kilatan yang tak biasa dimata Jongin, dan terus terang ia terkejut melihatnya.
" Itu, aku... "
" Tak perlu dijawab. " Sela Chanyeol. " Dari matamu aku sudah menemukan jawabannya. Sekarang pergilah, kau akan kuliah bukan? "
Jongin tetap duduk diam di tempatnya. " Ahjushi, apa setelah ini kau akan menjauhkanku dari Sehun? "
Chanyeol tersenyum tipis. " Kalau kau pintar kau pasti tau jawabannya, Kim Jongin. "
Jongin mengangguk, dan setelah itu ia keluar dari mobil Chanyeol.
" Jongin... " Panggil Chanyeol.
Jongin yang sudah akan melangkah menjauh, segera berbalik menatap Chanyeol.
" Menghadapi ibu dari seorang Park Sehun, tak akan semudah yang kau kira. " Ucap Chanyeol.
Jongin tak menjawab, namun ia mengerti apa yang dimaksud Chanyeol, dan ia hanya mengangguk.
" Aku tau, bahkan menghadapi Sehun sendiri juga tak lebih mudah dari menghadapi Ibunya, Ahjushi." Gumam Jongin saat mobil Chanyeol sudah berlalu dari hadapannya.
.
.
.
.
Sehun mengeratkan pegangannya di tas ransel berwarna pink miliknya. Ia melangkah dengan gugup memasuki kampus tempat orang yang disukainya menuntut ilmu.
Namja manis itu tampak risih saat para mahasiswa menatap kearahnya dengan tatapan penuh pemujaan.
" Uuh, Bear Hyung di mana ya. Hunnie kan takut. " Sehun mempoutkan bibirnya, tak menyadari tatapan lapar para mahasiswa bertampang mesum dan berjiwa kriminal.
Brukk
" Aduh... "
Sehun jatuh terduduk saat seseorang menyenggol tubuhnya dengan cukup keras.
" Yak, kenapa ada anak kecil kesasar disini. "
Sehun yang masih terduduk di lantai langsung mendongak. Masih dengan sesekali meringis menahan sakit pada pantat semoknya. Wajahnya mendadak pucat saat menatap orang yang telah menabraknya.
" Hiks... Maafkan Hunnie, Om preman... " Rengek Sehun sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.
" Mwo, om preman kau bilang. " Bentak lelaki yang menabrak Sehun tadi.
" Ne.. Ne, habisnya wajah om seram. " Jawab Sehun polos.
Para mahasiswa yang tadi memperhatikan mereka mulai menertawakan orang yang tadi menabrak Sehun.
" Kau tidak tau siapa aku? "
Sehun memiringkan kepalanya memperhatikan lelaki yang menabraknya tadi dengan intens, mengerutkan kening lalu menggelengkan kepalanya dengan tampang polos.
" Ck, dasar anak kecil. " Ucap namja itu dengan tatapan menghina.
" Hunnie sudah 16 tahun, Taeoh yang masih kecil. " Protes Sehun sambil mempoutkan bibirnya.
Namja di depannya mengerutkan kening. " Apakah kau gila? "
Sehun menggelengkan kepalanya dengan kuat. " Hiks, Hunnie tidak gila. Hiks.. Om yang gila. Kenapa menabrak Hunnie? Apa karena Om punya wajah seram jadi Om menabrak Hunnie... " Namja manis itu terisak sambil duduk bersimpuh di atas lantai.
" Sudah aku bilang. Berhenti memanggilku dengan sebutan Om. " Bentak namja itu.
Sehun semakin menunduk di lantai. " Hiks... Om jahat sama Hunnie. Padahal Hunnie tidak melakukan apa apa tapi... Tapi kenapa Om menjahati Hunnie. "
Namja itu membungkukkan badannya kearah Sehun. Tangannya terulur ingin menyentuh wajah Sehun. Ketika suara yang familiar terdengar di telinganya.
" Ada apa ini? "
Namja itu menegakkan tubuhnya sebelum tersenyum lebar kearah orang yang bertanya kepadanya. Ia membuka mulutnya ingin menyapa orang itu tapi terganggu oleh suara rengekan lain.
" Hiks... Bear hyung... "
Bukan ia bersuara akan tetapi namja manis yang masih setia duduk di lantai.
" Bunny baby... " Orang itu, Kim Jongin, menatap terkejut kearah Sehun yang menatapnya dengan air mata mengalir di pipi chubby putih mulus dan jangan lupakan dengan aliran kecil di hidungnya. Kelinci mungilnya tampak begitu imut bahkan ketika sedang menangis. Bagaimana mungkin Jongin akan tega menyakitinya.
" Hyung... Hiks... " Rengek Sehun lagi.
Jongin berjongkok di hadapan Sehun dan menghapus aliran air mata di pipi Sehun dan juga aliran kecil di hidungnya. Jongin juga mengecup lembut pipi Sehun, mencoba menenangkan kelinci mungilnya itu.
" Kenapa kau ada di kampus hyung. Dan kenapa menangis? " Tanya Jongin dengan suara lembut.
" Hiks, pantat Hunnie sakit, hyung. Om berwajah seram itu menabrak Hunnie, Om itu juga membentak bentak Hunnie. Hunnie takut, hyung. "
" Om berwajah seram? " Jongin menoleh ke belakang dan langsung bertemu pandang dengan seseorang yang menatap cemberut kearahnya. Jongin meringis, ya wajahnya memang agak menyeramkan sih.
" Jongina, kau mengenal bocah ingusan ini? " Tanya pria yang kata Sehun berwajah seram itu.
" Dia... "
" Om kenapa memanggil Bear hyung? Om jangan dekat dekat dengan Bear hyung. " Protes Sehun saat orang itu menyentuh lengan Jongin.
" Ravi... " Ringis Jongin. Sambil berusaha melepaskan pegangan tangan Ravi dilengannya.
" Ya sayang ... " Orang itu yang ternyata bernama Ravi mengeratkan pegangannya di lengan Jongin, dan mulai menyenderkan kepalanya dibahu Jongin.
" Lepaskan tanganmu dari lenganku. " Perintah Jongin, ia menghentakkan bahunya agar Ravi tidak bersandar lagi.
" Tapi kau kan kekasihku. Tidak mungkin hanya demi anak ingusan ini kau tidak membolehkan aku untuk menyentuhmu. " Protes Ravi, sambil mengerucutkan kedua bibirnya sok imut yang tambah membuat Jongin meringis saat melihatnya.
Sehun menatap ke arah Ravi dengan tatapan ngeri. " Bear hyung tidak mungkin pacaran dengan Om ini kan? Om kan seram, jadi mana mungkin Bear hyung mau dengan Om. Hunnie benar kan, Bear hyung? "
" Tapi aku memang kekasihnya, dasar anak bodoh. " Geram Ravi. Tangannya ingin menyentil dahi Sehun tapi ditahan oleh Jongin.
" Jangan pernah mengatakan Bunny babyku anak yang bodoh. " Ucap Jongin datar, ia melepaskan tangan Ravi dengan kasar, membuat Ravi terduduk ditanah. Ia menggendong tubuh Sehun ala koala hug dan membiarkan Sehun melingkarkan kedua tangan mungilnya itu di lehernya.
" Jongina. " Ravi menatap tak percaya kearah Jongin. " Kau lebih memilih bocah itu dibandingkan aku, kekasihmu sendiri. "
" Sekarang tidak lagi. " Ucap Jongin.
" Apa maksudmu? " Tanya Ravi.
" Kau dan aku, kita berdua sudah berakhir sekarang. " Jawab Jongin.
" Apa? aku tidak ingat kau pernah mengatakan putus kepadaku. Kita masih sepasang kekasih kan. " Ucap Ravi tidak percaya.
" Baiklah. Kau akan mendengarnya sekarang. Kita putus. " Ucap Jongin enteng.
" Kau brengsek, Kim Jongin. " Geram Ravi.
Jongin tersenyum tipis. " Aku pikir Taemin sudah mengatakan tentang diriku padamu, kalian bersahabat, bukan? Tapi kau tetap keras kepala. Jadi jangan salahkan aku kalau akhirnya kita berakhir sampai di sini. "
" Aku tak percaya, aku dikalahkan oleh bocah ingusan ini. Seleramu jelek sekali, Kim Jongin. Aku jauh lebih baik daripada bocah ingusan itu. " Ucap Ravi sambil menunjuk ke Sehun.
" Mungkin kau benar, kau lebih baik dari dirinya tapi aku menyukainya dan itu tidak bisa dibantah oleh siapapun. Sekarang bisakah kau minggir. Kau menghalangi jalanku. " Ucap Jongin kasar.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi, Jongin membawa Sehun menjauh dari tempat itu.
Jongin mengelus punggung Sehun, lalu mengeratkan pelukannya di tubuh Sehun.
" Bunny baby, kenapa kesini? Kalau tersesat bagaimana? " Tanya Jongin khawatir.
" Hunnie kangen Bear hyung. Makanya Hunnie pergi ke kampus, hyung. " Ucap Sehun jujur.
" Kau kan bisa menelponku, sayang. " Ucap Jongin.
" Hunnie tidak tau nomor telepon, hyung. Jadi bagaimana Hunnie bisa menelpon, hyung. aaiisshh... " Sehun mengerucutkan bibirnya.
Jongin nyengir. " Maafkan hyung, sepertinya hyung lupa memberikan nomor telepon hyung padamu. "
" Hunnie sudah maafin hyung kok. Tapi... " Sehun menjeda ucapannya.
" Apa sayang? " Jongin memperbaiki posisi Sehun di gendongannya agar tidak melorot. Kedua tangannya menangkup bokong padat Sehun dengan erat.
" Pantat Hunnie sakit hyung, Om seram itu sudah menyenggol Hunnie hingga terjatuh. " Rengek Sehun.
Jongin secara spontan mengelus elus kedua bongkahan padat di tangannya. Posisi Sehun yang ia gendong di depan sungguh menguntungkannya untuk melakukan aksi itu.
" Bunny baby ingin hyung melakukan apa biar pantat Bunny tidak sakit lagi? " Tanya Jongin sambil menyeringai.
" Uuh, kalau Hunnie jatuh biasanya mama akan pijit badan Hunnie yang sakit. " Ucap Sehun polos.
Jongin tambah menyeringai mesum. " Jadi kau ingin hyung memijitmu juga? "
Sehun mengangguk pelan, tak menyadari seringaian mesum milik Kim Jongin yang kini menatapnya seakan ia adalah mangsa namja tampan itu.
" Dengan senang hati, sayang. " Jongin mengecup lembut leher putih Sehun, sebelum ia menendang pintu sebuah ruangan kelas yang kosong hingga terbuka.
Ah, sepertinya ia dan Sehun akan terlambat pulang lagi hari ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hahahahaha bagi fans Ravi, maafin yaa udah bikin Ravi absurd kyk gini hahahaha
Pengen yang anti mainstreem, lalu dijadikanlah Ravi uke nya Jongin hahahahaha
Masih ada yang berminat apa FF ini?
Review yang banyak yaaaa, kalau lebih 30 bakalan dilanjut.
