KIM AND PARK FAMILY THE SERIES

.

.

AUTHOR KILLA8894

.

GENRE FAMILY AU

.

PAIRING KIM JONGIN X OH SEHUN ( KAIHUN ), PARK CHANYEOL X KIM SUHO ( CHANHO ), KIM JONGDAE X BYUN BAEKHYUN ( CHENBAEK ), KIM TAEOH X KIM RAHEE ( TAERA )

.

RATED T

.

CHAPTER 8

.

HAPPY READING

.

.

.

Umm, aq dah baca review kalian semua n aq ucapin makasih banget utk kalian yg masih setia baca n review nih ff abal2. Ada satu komen yg menarik perhatian aq disini n aq pengen ngucapin makasih atas kejujurannya. Aq menghargai itu n ga bakal belain diri sendiri juga karena memang ff aq kek gitu adanya. Aq mau berbagi kisah dikit n ini bukan pembelaan atau apa ya hanya sekedar berbagi cerita, saat ngetik bagian ChanHo di adegan Suho melihat ChanBaek lagi berdua aq dah nulis tuh adegan dimana Suho ngelabrak Baekhyun, tapi teman aq protes n blg sok drama banget sih La, ganti dong. Trus aq ganti lagi dengan Suho yg cuek n pura2 ga liat, tapi lagi2 aq kena protes teman dy bilang ini kek sinetron ' anu ' jadinya. Aq kesel n serba salah jg, jd ya udah aq buat kek yg aq publish itu aja, masih da protes mirip sinetron sih. Tapi aq bilang aq dah pasrah dari pada nih ff kelamaan ga kelar2 juga. Jadi maafkan kalo nih ff jatuhnya jd kek sinetron comedy atau ap. Aq masih terus berusaha belajar utk memperbaiki itu semua. Semoga kedepannya ada perubahan sih...

.

HAPPY READING

.

.

.

" Ya Tuhan baby... " Suho sungguh tidak tahu lagi mau bicara apa saat melihat putranya di gendong oleh Kim Jongin. Jongin ? Bagaimana bisa namja itu ada disini juga. Dengan geram Suho mendekat dan menggeplak kepala Jongin. Namja tampan itu meringis merasakan sakit pada kepalanya.

" Apa yang kau lakukan pada anakku? "

" Maaf. Tadi aku ingin menjemput eomma, tapi saat aku tiba disini aku melihat Sehun yang hampir terjatuh dan aku langsung berlari menolongnya. " Jongin berusaha menjelaskan.

" Bilang saja kau ingin mencari kesempatan untuk mendekati anakku. " ucap Suho sengit. Ia melirik ke arah Chanyeol yang kini sudah mendekat di ikuti Baekhyun dibelakangnya. " Anak dan ibu sama saja. " Gerutunya pelan.

" Turunkan Sehunie sekarang. " perintah Suho galak.

Sehun langsung menggelengkan kepalanya. " Mama... Kaki Hunnie sakit... " rengeknya.

Suho melirik kaki kiri anaknya yang memar dan kemudian beralih pada Jongin yang tampak bimbang antara ingin menurunkan Sehun atau tetap menggendongnya.

" Turunlah Hunnie, papamu yang akan menggendongmu. " nada suara Suho melembut saat Chanyeol tiba di dekat Jongin.

Kali ini Sehun menurut dan membiarkan ayahnya yang mengambil alih tubuhnya dari gendongan Jongin.

" Aku berterima kasih kau mau menolong anakku, tapi lain kali jangan dekati Sehunieku lagi. Sudah cukup bagiku berurusan dengan orang tuamu dan sekarang aku tidak ingin berurusan dengan anaknya juga. "

Suho sedikit membungkuk untuk meraih tangan Taeoh dan menggandengnya. Namja cantik itu bahkan tidak menoleh sama sekali pada suaminya.

Chanyeol menghela napas sebelum menoleh pada Jongin. Ia tersenyum tipis, " Terima kasih sudah menolong Sehunie. "

Jongin memgangguk dengan raut wajah kaku.

Sehun tersenyum manis sambil melambaikan tangannya pada Jongin. " Hunnie pulang dulu Bear hyung... " pamitnya sebelum ayahnya membawanya pergi dari tempat itu.

Suasana mendadak sunyi setelah kepergian keluarga Kim dari hadapan ibu dan anak yang masih betah berdiri ditempatnya masing masing.

" Eomma... " panggil Jongin pelan.

" Hmm... " gumam Baekhyun.

" Sebenarnya eomma cinta tidak sih dengan appa? "

" Tentu saja aku mencintainya, kalau aku tidak mencintainya, aku tidak akan pernah menikah dengannya dan memiliki kalian. "

" Ya, tapi tetap saja secinta cintanya eomma pada appa, eomma pernah selingkuh dengan ayah Sehunie. " cibir Jongin.

" Itu kan hanya masa lalu. " potong Baekhyun dengan raut wajah cemberut.

" Tapi karena masa lalu itu aku jadi susah mendapatkan Sehun. " keluh Jongin.

" Ya, itu kan bukan salah eomma kalau kau menyukai... Tunggu, kau benar benar menyukai anak itu? " Baekhyun menatap tajam putranya.

" Dia manis bukan? Aku menyukainya. Eomma tidak keberatan kan kalau aku dengan Sehun? "

Baekhyun menyeringai. " Tentu saja tidak, ah aku tidak sabar melihat bagaimana reaksi Suho kalau melihat anaknya menikah denganmu. Dia pasti akan marah marah padaku. "

Jongin tertawa, tangannya merangkul pundak ibunya dengan sayang. " Mungkin kita akan benar benar di usir dari kompleks kalau kalian bertengkar terus. "

" Tidak akan ada yang berani mengusir eomma yang cantik ini dari kompleks. " Baekhyun menepuk dadanya dengan bangga.

Jongin mencibir pelan. " Tapi Sehunie lebih cantik dari eomma. "

Pletak

" Aww... " Jongin mengelus keningnya yang kena jitak eommanya.

" Tidak ada yang lebih cantik dari eomma, Jongina. Ah ya, kau kesini sendirian? "

Mendadak Jongin tampak kaku. " Ah itu... "

Baekhyun mengerutkan keningnya sebelum ia menoleh ke arah belakang Jongin dan menemukan suaminya berdiri tegap di dekat pintu lobi dengan tangan terlipat di dada. Ibu dua anak itu tersenyum kaku saat suaminya mendekat.

" Hai sayang, kau sudah lama disitu? "

Jongdae menatap istrinya dan tersenyum lebar. " Cukup lama untuk melihatmu makan siang dengan Chanyeol. "

Baekhyun menggigit bibir bawahnya dengan gugup. " Ah itu... "

Jongdae tersenyum dan ia sedikit menunduk untuk mencium kening Baekhyun. " Aku mengerti, kau perlu menyelesaikan masalahmu yang lalu dengannya. "

" Kau tidak marah? "

Jongdae menggeleng. " Untuk apa ? Aku percaya kau tidak akan mengulangi kesalahanmu untuk kedua kali. Tapi kalau kau ingin menghiburku boleh juga? "

Jongin mendengus kesal mendengarnya. " Eomma, Appa, berhentilah bersikap seperti remaja kasmaran. Demi Tuhan aku tidak ingin memiliki adik lagi. "

" Ah, kalau kita bikin satu lagi bagaimana sayang? " Baekhyun mengedipkan sebelah matanya pada suaminya.

" Dengan senang hati sayang. " Jongdae balas menyeringai.

" Eomma, Appa, tidak lagiiiii... " Erang Jongin diiringi tawa kedua orang tuanya.

.

.

.

Chanyeol baru keluar dari kamar Sehun setelah mengobati dan menemani anak sulungnya itu tidur, ketika ia berpapasan dengan Suho yang juga baru saja keluar dari kamar Taeoh.

" Sehunie sudah tidur? " tanya Suho, nada suaranya biasa biasa saja, namun Chanyeol menyadari istrinya itu menghindari bertatapan mata langsung dengannya.

" Sudah, bagaimana dengan Taeoh? " Chanyeol mendekat dan seperti dugaannya Suho mundur kebelakang.

" Dia juga sudah tidur, kau mau makan malam sekarang ? aku akan membuatkanmu omelet. Atau kau mau mandi ? Aku akan menyiapkan air hangatnya. "

Chanyeol memandang istrinya dengan tatapan sendu. Selama tujuh belas tahun lebih ia hidup serumah dengan Suho, membuatnya hafal seluruh tabiat istrinya itu. Istrinya yang berhati malaikat dan sangat peduli dengan dirinya dan anak anaknya, istri yang lebih memilih memendam semua perasaannya sendiri dari pada harus bertengkar dengannya dan menimbulkan trauma pada anak anaknya. Sama seperti tujuh belas tahun lalu, Suho lebih memilih memendam semuanya sendiri, namun kali ini Chanyeol tidak akan membiarkannya lagi terluka sendirian. Bagaimanapun juga ini semua salahnya.

" Mungkin sebaiknya aku mandi dulu. "

Suho mengangguk, " Aku akan menyiapkan air hangat untukmu. " Setelah berkata seperti itu iapun melangkah melewati Chanyeol dan berlalu begitu saja menuju kamar mereka di lantai dua.

" Tunggulah sebentar, airnya akan siap. " Meski tidak menoleh ke belakang, Suho tahu kalau suaminya itu mengikutinya hingga masuk ke dalam kamar mereka.

Chanyeol tidak menjawab. Namja itu lebih memilih melepas kancing kemejanya dan masuk ke dalam kamar mandi mengikuti Suho. " Apakah tidak ada yang ingin kau tanyakan padaku? " setelah mengunci pintu kamar mandi, chanyeol langsung berbalik dan menghadap pada Suho yang tengah mengisi bathub dengan air hangat.

Suho menoleh, mengerutkan keningnya melihat Chanyeol yang melepas kemeja dan celana panjangnya di hadapannya. " Apa yang harus ku tanyakan padamu? "

" Tentang yang terjadi siang tadi mungkin. "

Suho menghela napas panjang, kemudian menggeleng. " Untuk apa ? Toh, semua sudah terjadi. " Sahutnya pelan.

Chanyeol menggeleng. " Kau tak pernah berubah sayang, masih sama seperti tujuh belas tahun lalu. " Namja tampan itu menendang celananya secara sembarang sebelum melangkah mendekati Suho dengan hanya mengenakan bokser yang masih melekat di tubuhnya.

Suho tersenyum pahit. " Karena itulah kau tidak pernah memilihku kan, karena aku tidak pernah berubah. " Namja itu menoleh pada suaminya setelah segala urusannya di bathub selesai. " Airnya sudah siap, mandilah sebelum airnya berubah dingin. "

" Tidak. Kita harus bicara sekarang. "

" Yeol... "

" Sekarang, atau tidak sama sekali. Dan selamanya seumur hidup kita, kita tetap akan terbelenggu kesalahpahaman terus menerus. Kita sudah dewasa dan bahkan sudah mempunyai dua orang anak, kita harus bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya sebelum Sehunie atau Taeoh mengetahui kalau kedua orang tuanya berselisih paham. "

" Kau hanya melakukan ini demi anak kita bukan? "

" Demi Tuhan Suho, ini bukan hanya demi anak kita, tapi juga demi AKU dan KAMU. " Chanyeol mengusap rambutnya dengan kasar. " Sekarang adakah yang ingin kau tanyakan ? aku akan menjawab semuanya. Tolong terbukalah padaku Suho- ya, setidaknya kalau kamu masih menganggap aku suamimu. "

Suho menggeleng. " Bagaimana kalau hanya aku yang menganggap kalau kita ini pasangan? "

" Park Suho... "

" Oke, baiklah... apa yang kau lakukan dengan Baekhyun hari ini, apa kalian ber... " Suho meneguk ludahnya dengan susah payah. " ... kencan lagi? " yang terakhir terdengar begitu lirih bahkan ditelinganya sendiri.

" Tidak. "

Jawaban singkat dari Chanyeol membuat Suho mendongak menatap wajah suaminya.

" Apa? "

" Aku tidak berkencan lagi dengannya. " Chanyeol mendekat dan meletakkan kedua telapak tangannya di pundak Suho. " Aku tidak memintamu untuk mempercayaiku, yang aku minta hanyalah kau meyakinkan hatimu sendiri apakah aku ini pantas untuk kau percaya atau tidak. Aku memang bertemu dengannya, tapi itu tidak terjadi secara sengaja. Aku akui tadi siang, aku lupa memberitahumu kalau aku akan makan siang diluar dan saat aku tiba di mall itu aku bertemu dengan Baekhyun yang juga akan makan siang. Dan ... "

" Kalian terlihat begitu mesra. " Lirih Suho. " Aku melihatnya, bahkan tangan kalian saling menggenggam. Namja manis itu tersenyum lemah. " Tidak apa apa kalau kau memang tidak menyukaiku, asal jangan perlihatkan itu di depan Sehunie dan Taeoh. "

" Sayang. " Chanyeol mengerang pelan. " Aku sungguh sungguh tidak menyukai Baekhyun lagi ." Chanyeol menunduk dan menyatukan dahinya dengan Suho. Tangannya melingkari pinggang ramping istrinya itu dengan erat. " Aku menggenggam tangannya untuk meyakinkan perasaanku dan perasaannya sendiri kalau kami sudah bahagia dengan pasangan kami masing masing. Tidak lebih. "

Suho membalas tatapan suaminya dengan sendu. " Apakah aku bisa mempercayaimu lagi? Aku takut hatiku terluka lagi, kita menikah karena perjodohan. Selama pernikahan kita hatiku selalu bertanya tanya apakah seiring berjalannya waktu kau akan mencintaiku seperti aku mencintaimu, namun pada akhirnya kau selingkuh dan harapanku memudar. Aku mencoba menumbuhkan harapanku lagi saat Sehunie lahir, dan aku yakin kau akan menoleh kepadaku dan anak kita sepenuhnya, hingga Taeoh kemudian lahir dan aku meyakinkan hatiku sendiri kalau kau memang telah menjadi milikku sepenuhnya. Tapi apa yang aku lihat tadi siang... hiks... bisakah aku mempercayaimu Park Chanyeol? " tangan Suho tergerak untuk menempel di dada bidang Chanyeol.

Chanyeol memejamkan mata, berusaha untuk tidak menangis, begitu dalamkah dirinya telah melukai perasaan pasangan hidupnya, belahan jiwanya. " Kau mungkin tidak mempercayaiku Suho- ya, tapi aku akan terus mengatakannya padamu, kalau aku teramat sangat mencintaimu. Kau tau, apa kesalahan terbesar dalam hidupku. "

Chanyeol menjauhkan wajahnya, memberikan jarak pada Suho untuk bisa menatap wajah manis pasangan hidupnya. " Aku melukai hati belahan jiwaku dengan perbuatanku sendiri, aku telah melakukan kesalahan fatal yang mungkin tidak akan pernah termaafkan. Tiap malam saat aku melihat wajah tenangmu saat tidur, rasanya aku ingin menangis, menyesali dan merutuki kebodohanku sendiri karena telah melukaimu. Satu satunya yang membuatku tetap berusaha kuat adalah karena kau yang mau terus bertahan disisiku. Aku sangat mencintaimu Suho- ya, dan aku terlalu takut kau akan meninggalkanku. Ini semua selalu menghantui malam malamku, aku takut kalau aku terlelap, kau akan pergi meninggalkanku, dan tadi siang aku dengan bodohnya malah menambahkan lagi luka dihatimu. " Kali ini Chanyeol membiarkan setetes air mata jatuh dipipinya.

Air mata yang dengan cepat di hapus oleh tangan lembut istrinya.

" Maaf. " Bisik Chanyeol, ia meraih tubuh Suho dan membawanya kedalam pelukannya. " Aku hanya mencintaimu Suho- ya, bukan yang lain. Mungkin memang butuh waktu agak lama bagiku untuk menyadarinya, namun aku benar benar mencintaimu. "

Suho tersenyum di dalam dekapan hangat suaminya. " Aku juga mencintaimu dan juga anak kita. " balasnya dengan suara serak.

Chanyeol mengecup kening istrinya dengan sayang dan membawa istrinya untuk duduk dipangkuannya di lantai keramik kamar mandi mereka.

Cukup lama keduanya duduk diam sambil berpelukan seperti itu, hingga akhirnya Suho bergerak untuk sedikit menjauhkan wajahnya dari dada suaminya. " Airnya mungkin sudah dingin, kau sebaiknya mandi dulu. " Ucapnya lirih.

Chanyeol menggeleng. " Tidak. Kau bahkan belum menerima ucapan maafku. "

Suho tersenyum, ia memajukan wajahnya dan mengecup kilat bibir suaminya. " Aku mencintaimu suamiku, dan ya aku memaafkanmu. Sekarang ayo mandi. "

Chanyeol tersenyum lebar. " Kau tidak ingin memandikanku? "

" Tidak. " Sahut Suho cepat. " Kau bukan anak kecil lagi. Mandi sendiri sana. "

Wajah Chanyeol tampak cemberut, namun ia menurut dan melepaskan pelukannya agar Suho bisa bangkit dari pangkuannya. Masih dengan wajah yang agak tertekuk, Chanyeol melepaskan boksernya dan masuk ke dalam bathub dengan posisi membelakangi Suho.

Suho hanya tersenyum geli melihat kelakuan suaminya, diam- iam ia juga melepaskan celana selututnya dan bergerak pelan menghampiri Chanyeol yang tampak menikmati acara berendamnya hingga tidak menyadari kalau istrinya sudah berdiri di belakangnya hanya dengan mengenakan kaos putih dan celana dalam.

Grep

Chanyeol langsung membuka mata saat ia merasa ada orang yang memeluknya dari belakang. " Sayang... " panggilnya.

Suho tersenyum dan mencium pipi Chanyeol dengan lembut. " Sayang, maukah kau berjanji satu hal padaku? "

" Apa itu. " Chanyeol mengelus lembut lengan istrinya.

" Berjanjilah kalau kau akan membuang jauh jauh perasaan bersalahmu itu, dan yakinlah kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kita akan mulai lembaran yang baru lagi bersama anak anak kita, tanpa perasaan bersalah dan mimpi buruk lagi. "

Chanyeol mengambil tangan Suho dan mengecupnya dengan sepenuh hati. " I promise... " ucapnya dengan suara serak.

Setelah itu entah bagaimana caranya, Chanyeol berhasil menarik Suho untuk masuk ke dalam bathub dan duduk dengan posisi mengangkangi pahanya. " I love u... " ucap Chanyeol sebelum mengecup bibir Suho, hanya sebentar sebelum ia melumatnya dengan sepenuh perasaan.

.

.

.

Sehun mendesah panjang, ini sudah pukul 10 malam, namun ia tidak bisa tidur lagi sejak ia terbangun karena ingin ke kamar mandi. Suasana di rumahnya begitu sepi, kedua orang tuanya dan juga adiknya pasti sudah tidur sekarang. Bosan hanya duduk diam di sofa, Sehun mengarahkan kaki jenjangnya yang hanya dibalut celana pendek utnuk melangkah ke kasur. Ia memang tadi sudah mengganti piyamanya dengan kaos oblong tipis dan juga celana pendek karena suhu yang panas membuatnya berkeringat, padahal Sehun sudah menyalakan AC di kamarnya.

Sehun merangkak ke tengah kasur, meraih lampu di meja samping dan memadamkannya. Namun saat lampunya padam terdengar ketukan samar di jendelanya. Sehun tersentak kaget, jantungnya berdegup kencang. Ia melangkah turun dari ranjang bertepatan bingkai jendela itu terbuka dan Sehun membeku di tempatnya saat melihat sosok tinggi yang masuk lewat jendela itu.

" Bear hyung... "

Jongin berjalan menghampiri Sehun dengan tatapan yang menyapu keseluruh tubuh Sehun. " Little Bunnyku memang yang terbaik. Ya Tuhan, kau begitu seksi sayang dan aku merindukanmu. "

Jongin menarik tubuh Sehun mendekat dan secara otomatis tangan Sehun melingkar di leher Jongin.

" Hunnie juga merindukan Bear hyung, tapi mama tidak memperbolehkan Hunnie keluar rumah, dan Hunnie juga belum bisa memanjat ke kamar Bear hyung lagi. "

" Apa kakimu masih sakit? "

Sehun cepat cepat menggeleng. " Papa sudah mengobatinya dan sekarang tidak sakit lagi. "

Tangan Jongin melingkari pinggang ramping Sehun dan menariknya untuk lebih dekat dengan tubuhnnya. Dia menunduk perlahan dan bibirnya menyentuh bibir Sehun dengan lembut. Lidahnya menyapu dengan lembut dan Sehun membuka mulutnya membiarkan Jongin menciumnya dengan dalam.

Jongin menautkan jarinya di rambut Sehun dan makin memperdalam ciumannya. Sehun hanya bisa mendesah pelan disela sela ciuman Jongin yang kadang lembut dan lebih sering liar itu.

Saliva mulai mengalir disudut bibir Sehun, membuat cengkeraman tangannya di rambut Jongin makin mengetat. Lidah Jongin memporak porandakan mulut Sehun, terkadang Jongin menggigit bibir bawah Sehun dan menghisap lidah Sehun.

Setelah puas mencium bibir Sehun, Jongin menjauhkan wajahnya dan tersenyum tampan. " Ya Tuhan, aku bisa gila jika sehari saja aku tidak melihatmu dan menciummu. "

" Eunghh... Hyuunggg... "

Jongin melepas bibirnya dari bibir Sehun, dan mulai mengecup dan menggigit leher Sehun. Tangannya dengan jahil menelusup masuk kedalam kaos tanpa lengan yang di pakai Sehun, menyapukan telapak tangannya di dada Sehun yang sensitif. Jari telunjuknya mempermainkan nipple Sehun, memberikan remasan remasan sampai menegang.

" Hyungiieehh... "

Jongin menurunkan kecupannya ke tulang selangka Sehun, lalu semakin turun. Saat berhadapan dengan nipple Sehun, Jongin mengangkat pandangannya ke arah Sehun. Ia menjilat nipple Sehun sambil memandang tajam, menggoda Sehun.

Sehun meremas kuat rambut Jongin, melampiaskan rasa nikmat. Setelah puas menghisap nipple kanan Sehun, ia lalu kembali menggoda nipple kiri Sehun. Ia memperlakukan nipple Sehun seolah olah ia sedang menyusu dari nipple Sehun.

Jongin terkekeh pelan, gemas sendiri melihat raut wajah tersiksa kekasih cantiknya. " Apa little bunny juga merindukan hyung? "

" Umm, Hunnie ingin sekali bertemu hyung, tapi mama jahat, mama bilang Hunnie tidak boleh bertemu hyung lagi. " Wajah cantik itu terlihat sendih.

" Hei, jangan murung seperti itu, hyung kan masih bisa menemui little Bunny, dan kita juga masih bisa bertemu diluar rumah. " Hibur Jongin.

" Umm, tapi Hunnie ingin selalu bersama hyung. " Rengek Sehun manja.

" Belum saatnya sayang. " Tangan Jongin yang masih di dalam kaos Sehun kembali meremas dadanya dengan gemas, menimbulkan desahan lirih dari mulut mungil itu.

" Apa apaan ini... "

Jongin dengan cepat mengeluarkan tangannya dari dalam kaos Sehun dan bersamaan dengan Sehun ia menoleh ke arah pintu yang terbuka.

" Apa yang kau lakukan di kamar anakku? "

Jongin tidak menjawab dan tubuhnya membeku saat sosok itu masuk dan menutup pintu di belakangnya. Sinar bulan yang masuk melalui jendela yang terbuka, menerangi sosok itu dengan jelas membuat Jongin meneguk ludahnya dengan susah payah. " Aku... "

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Sekedar info, mungkin setelah ini agak telat lagi publishnya karena Killa yang ada tugas keluar kota dari kantor selama seminggu. Mau fokus ma dunia real dulu, hanya seminggu sih setelah itu bakal diusahain ngetik next chapternya.

Mohon banyakin reviewnya yaaaa, kayaknya mulai sepi lagi..