Chapter 2 Bertemu Haku

Twin Trouble maker

.

.

Naruto milik Masashi Kisihimoto

Warning : GAJE OOC TYPO di mana-mana dan ide terlalu pasaran

FEMNARU

Genre Family, general

Rate masih T

.

.

.

.

Menma POV

Sebagai seorang ninja medis aku segera mengalirkan chakraku ke tubuh kakashi sensei, sepertinya dia terlalu lama menggunakan sharingan,

"Apa sensei sudah sadar?". Tanya adik kecilku Naruko, aku hanya menghela nafas

"Tenang saja dia baik-baik saja". Jawab ku. "Dan satu lagi jangan tanyakan pertanyaan yang sama setiap 5 menit sekali". Ucapku ketika melihat Naruko yang ingin kembali bertanya, seorang pria berambut raven memasuki kamar sederhana. "Apa?". Tanyaku sebelum dia mengeluarkan suara aku yakin dia akan bertanya keadaan Kakashi Sensei

"Aku belum bertanya". Protes Sasuke melihat wajahku

Aku kembali menghela nafas. "Baiklah ada apa Sasuke?". Tanyaku

"Bagaimana keadaan sensei".

Ctaaak seperti apa yang kupikirkan dia pasti bertanya masalah Kakashi sensei, aku menatap garang kearah Sasuke, mengerti dengan tatapanku kemudian dia memilih kembali ke ruang tamu, lalu aku menatap naruko yang berada di sampingku

"Baiklah aku akan jalan-jalan sebentar". Ucap Naruko

Time skip

Setelah menyembuhkan Kakashi aku segera menuju ruang makan untuk bergabung dengan mereka untuk makan malam

Aku hanya tertawa melihat tingkah konyol Naruko dan Naruto yang sedang bermain Jankepo, kehadiran mereka berdua benar-benar menyempurnakan hidupku,

Ketika aku mengetahui ibuku hamil aku benar-benar bahagia dan lebih membuatku bahagia ketika lahir aku mendapatkan dua bayi perempuan yang menurutku sangat cantik, awal mulanya aku takut keberadaan mereka membuat keberadaanku tersisih mengingat saat adikku lahir sebuah peristiwa yang mengharuskan naruto dan Naruko menjadi Jinchuriki Kyuubi, namun syukurlah ternyata aku salah kasih sayang kedua orang tuaku tidak berubah meskipun lebih banyak ke Naruto dan Naruko aku sih tidak cemburu,

Kedua adikku melihat ku kemudian berlari memelukku, aku tersenyum kearah mereka kemudian aku segera mengacak acak rambut mereka, wajah Naruto dan Naruko yang senang berubah menjadi sebal, aku hanya tertawa melihat mereka,

Naruko segera menarikku dan mengajaknya duduk di sebelahnya, aku yang di tarik hanya mengikuti Naruko namun sebelum aku duduk Naruto menarik tanganku, kejadian yang tidak penah berubah ketika usia mereka 5 tahun yang selalu ingin duduk bersamaku, aku perhatikan wajah-wajah yang lain, sial ternyata mereka tersenyum

Aku segera menyuruh Naruko dan Naruto duduk bersama sedangkan aku memilih duduk bersama Sakura,

"Yare-yare kalian sudah kumpul". Ucap seseorang yang ternyata adalah Kakashi sensei, yang duduk di samping Tsunami anak perempuan Tazuna

"Bagaimana keadaanmu kakashi san?". Tanya Tsunami.

"Iya aku sudah agak mendingan". Jawab Kakashi. "Wah sepertinya enak". Puji Kakashi ketika melihat makanan di atas meja

Braak

Suara pintu terdengar kasar, seorang bocah kecil masuk kedalam, dia memperhatikan kami satu persatu. "Jika kalian tetep disini kalian akan di bunuh Gatou". Ucap anak itu dengan teriak, kami sangat terkejut dengan ucapan anak itu

"Inari". Ucap Tsunami yang berusaha meminta Inari menjaga ucapan di depan tamu, Inari menunduk kemudian dia berlari ke dalam kamar, Tsunami kembali duduk. "Maafkan sikap dia". Pinta Tsunami

"Tidak apa-apa". Jawab Kakashi, begitupun denganku yang menjawab dengan senyuman

"Kalau boleh tahu kenapa dengan Inari?". Tanya Sakura, wajah Inari dan Tsunami mendadak sedih, sepertinya Sakura bertanya pertanyaan yang salah. "Maaf jika pertanyaanku menyinggung". Ucap Sakura dengan wajah menyesal

Tsunami berusaha tetap tersenyum. "Tidak apa-apa". Jawabnya. "Inari dulunya memiliki ayah dia seorang yang paling gigih menantang Gatou, namun sayangnya ayah Inari di bunuh Gatou". Ucap Tsunami

"Semenjak saat itu Inari dan semua penduduk menjadi pesimis untuk melawan Gatou". Tambah Tazuna

Aku segera merenungi ucapan Tazuna dan Tsunami, lalu aku segera menengok wajah satu persatu mereka dari mulai Narutondan Naruko

Ctak 4 perempatan muncul dikepalaku ketika melihat Naruto dan Naruko, karena mereka berkelahi hanya untuk memperbutkan sosis yang tersisa suasana yang awalnya bersedih ria terpaksa hancur karena ulah duo Naru, kemudian aku mengambil sosisnya, aku potong menjadi dua, dan aku mengembalikan sosis mereka

"Naruto nee sosis milikmu paling panjang aku ingin yang itu". Pinta Naruko

"Tidak bisa ini punyaku". Ucap Naruto sambil menyembunyian sosis miliknya

Wajahku memerah antara menahan marah dan malu. "Yang sabar ya sensei". Ucap asia,

Aku segera melirik Tsunami dan tazuna. "Maafkan sikap adik-adikku". Ucapku sambil menunduk malu

Tsunami dan tazuna yang sebenarnya tertawa kecil melihat perebutan sosis kemudian melihatku. "Tidak apa-apa". Jawab Tsunami

"Anak-anak memang seperti itu". Tambah Tazuna

Walaupun Tazuna memakluminya namun tetap saja rasa malu itu tetap ada, tapi sisi baiknya akibat ulah duo Naru Tazuna dan Tsunami tidak berlarut akan kesedihan

"Sini sosisnya". Pintaku kemudian Naruto Naruko menyerahkan sosisnya kepadaku

"Eeeeh". Teriak Naruto dan Naruko ketika dua sosis yang tersisa aku makan.

"Dengan begini tidak ada di antara kalian yang mendapatkan sosis". Ucapku dengan senyum kemenangan, sementara Naruko dan Naruto kembali makan dengan wajah yang murung, mungkin jika aku di rumah aku akan di marahi habis-habisan oleh kaa chan

"Ngomong-ngomong aku ingin mengatakan sesuatu tentang Zabuza". Ucap Sasuke, aku tidak heran sebagai seorang Uchiha dia memang lebih pintar dari usianya

Pertanyaan Sasuke membuat suasana yang tadinya santai menjadi serius

"Kamu menyadari juga ya". Ucap Kakashi

"Aniki ku bilang jika seorang Hunter nin akan memenggal kepalanya dan membiarkan tubuh mereka". Ucap Sasuke menganalisis. "Kemudian kepala yang dipotong akan di musnahkan agar rahasia tentang desa tidak diketahui oleh musuh". Tambah Sasuke

"Nii chanku juga bilang begitu". Jawab Yutta,

"Nii chanku?". Ucap Naruko sambil berpikir

"Nii chankan baka mana mungkin dia mengatakan kalimat seperti itu". Ucap Naruto

"Iya kamu benar Nee chan". Ucap Naruko membenarkan kalimat Naruko, semua orang tertawa, tentu saja selain aku dan Sasuke

Aku hanya menggelang-geleng dengan ucapan adik-adikku, entah kenapa mereka selalu kompak jika ada hubungannya dengan menjelek-jelekkanku, mungkin setelah ini aku akan berencana ke dokter Kabuto untuk Konsultasi. "Bisa di lanjutkan pembicaraannya". Pintaku sambil menahan malu, semua orang kembali ke mode serius

"Kemungkinan besar Hunter nin itu adalah partner kerja Zabuza". Jawab Kakashi dengan wajah teramat serius

"Ini tidak mungkin". Ucap Naruko. "Menurut buku bingo Zabuza adalah pembunuh bayaran yang selalu melancarkan aksinya membunuh hanya sendiri, tidak ada rekam jejak jika dia memiliki seorang fartner". Ucap Naruko sambil membaca buku bingo, sebagai catatan buku bingo adalah buku berisi nama-nama criminal kelas kakap, hanya orang-orang tingkat chuunin saja yang memilikinya

Eh tunggu kalau begitu kenapa Naruko memilikinya, aku kemudian memeriksa kantong ninjaku dan benar saja buku bingo milikku hilang, ah sejak kapan mereka mengambilnya

Aku mendekati Naruko dan mengambil buku bingo di tangannya. "Ini punyaku". Ucapku

"Bhuu". Ucap Naruko kesal sambil mengembungkan pipinya.

"Seriuslah sedikit teman-teman". Pinta Sasuke kesal

"Baiklah". Ucap kakashi. "Menurut prediksiku Zabuza akan menyerang paman Tazuna seminggu lagi ". Tambah Kakashi

"Oleh sebab itu aku memiliki latihan tambahan untuk kalian". Tambahku

Menma POV end

(Rizuki1993)

"Sensei dimana Naruto dan Naruko?". Tanya Asia kepada Menma ketika mereka tidak menemukannya di tempat tidur

Menma yang sedang membaca beberapa scrool Fuuinjutsu hanya mengendikkan bahunya. "Entahlah mungkin mereka sedang melakukan lomba-lomba konyol". Ucap Menma. Terdengar ledakan besar dari hutan. "Coba cek mungkin itu mereka". Pinta Menma

"Baiklah sensei". Ucap Asia. "Ngomong-ngomong apa itu sensei". Tanya asia

"Ini adalah Fuuin jutsu Kyuubi". Ucap Menma, sebenarnya dalam hati dia menggerutu dalam hati karena ayahnya dengan tega menyuruhnya melatih Fuuin jutsu, namun dia harus melakukan hal tersebut demi adik-adiknya yang kemungkinan akan dikuasai kekuatan jahat Kyuubi

"Aku permisi mencari mereka berdua". Ucap Asia yang segera menuju asal ledakan

"Jika aku jadi kamu aku tidak akan ke sana". Jawab Menma, asia mengerutkan dahinya tidak mengerti namun dia tidak perduli ucapan senseinya itu memilih menuju asal ledakan

dua orang sedang bertarung satu sama lain tak ada satupun yang mau mengalah

"Kita lanjutkan latihannya nanti". Ucap Naruko, kemudian Naruko mendekati Naruto dan kembali merangkul pundak satu sama lain tangan kiri dan kanan dua Naru melakukan segel rumit, pohon-pohon yang gundul kembali tumbuh

"Sugoi bagaimana kalian melakukan itu". Puji Asia

Duo Naru menengok kearah Asia. "Kami memang hebat benarkan Naruko?". Ucap Naruto

"Kau benar Nee chan aku orang kuat". Ucap Naruko

"Eh tunggu dulu apa maksudnya dengan aku bukan kami". Ucap Naruto yang tidak terima ucapan Naruko

"tentu jelas dong siapa yang merusak hutan paling besar". Ucap Naruko sombong

"Cih merusak hutan saja bangga". Ucap Naruto sambil memalingkan wajahnya, Naruko berjingkrak kegirangan, selama berdebat dengan Naruto dia tidak pernah memenangkan perdebatan baru kali ini dia dapat mengalahkan Naruto

Pletak

Naruto menjitak kepala Naruko, kemudian Naruko mendorong Naruto sampai jatuh mereka berkelahi sambil berguling-guling ditanah, asia yang melihat menjadi panic dan berusaha memisahkan mereka , "Eh tunggu jangan berkelahi". Pinta Asia, duo Naru menghentikan pertarungan dan menengok kearah asia

"Asia kamu memihak siapa?". Tanya Naruko yang berada di samping Asia. "Aku bukan?". Tanya lagi Naruko

"Eto…"

"Jangan percaya diri tentu saja Asia memihakku". Ucap Naruto yang menarik asia kearah sampingnya

"Asia akan memihakku". Ucap naruko sambil menarik kanan Asia, Naruto segera memegang tangan Asia lainnya, tarik menarik antara mereka berdua untuk merebutkan Asia terjadi sedangkan Asia hanya pasrah, dia seharusnya mendengarkan senseinya, agar tidak menuju asal ledakan

"Sensei tolong aku". Jerit pilu Asia karena menjadi perebutan duo Naru

Time skip

"Baiklah aku akan melatih ka…". Kakashi menengok kanan dan kiri. "Dimana Naruto dan Naruko". Tanya Kakashi

"Naruto dan Naruko sedang mendapatkan latihan ekstra dari Menma sensei ". Jawab Asia, setelah mendengar jeritan pilu Asia Menma menuju kearah mereka bertiga, Menma kemudian meminta duo Naru melepaskan Asia dan segera menceramahinya di tempat

"Oh ya sudah kita biarkan saja mereka". Pinta Kakashi, kemudian dia menjelaskan tentang melatih berjalan vertical keatas pohon dengan cara mengalirkan chakranya ke atas kaki dan harus seimbang jika terlalu banyak akan hancur pohonnya, jika terlalu sedikit akan cepat jatuh

(Rizuki1993)

Naruto mengorek telinganya, mendengar seharian ceramah Menma benar-benar membuat kepala pusing

"Nee chan kita latihan apa?". Tanya Naruko yang berada di samping Naruto

"Hmm entahlah". Jawab Naruto. "Kita jalan-jalan". Ajak Naruto

"Itu bukan ide yang buruk". Jawab Naruko

Mereka berjalan sampai sebuah hutan, seorang gadis(menurut duo Naru) sedang mengambil sebuah tanaman obat, tanpa sengaja mereka bertemu

"hai". Sapa Naruto, orang tersebut gugup namun sedetik kemudian dia berusaha mengurangi kecanggungan

"Kalian dua gadis sedang apa bermain dihutan?". Tanya orang tesebut

"Kita hanya jalan-jalan". Jawab Naruko sambil menyipitkan matanya. "Lalu kenapa gadis sepertimu juga ada di sini?". Tanya Naruko, orang tersebut kembali gugup

"A aku ss sedang mm mencari obat". Jawabnya

"Kenapa denganmu". Tanya Naruto sambil mendekati orang tersebut, di perlakukan seperti itu wajahnya memerah, lututnya mulai lemas.

"Kku mm mmohon jjang an tter lalu ddek kat". Pintanya, Naruto tersentak dengan permintaan orang tersebut,

"Kenapa kita sama-sama permpuan jadi tidak masalah". Jawab Naruto

"Sudahlah Nee chan jangan ganggu dia". Pinta Naruko,

Naruto menghela nafas. "Terserah kau saja". Jawab Naruto sambil mendekati Naruko

"Maafkan Nee chanku dia orangnya seperti itu". Ucap Naruko. "Namaku na maksudku Uzumaki Naruko dan Uzumaki Naruto". Ucap Naruko memperkenalkan diri, sebelum menjalankan tugas Menma meminta duo Naru menggunakan marga ibunya selama keluar desa, apalagi desa Nami no kuni perbatasan langsung dengan Kirigakure salah satu musuh Konoha dalam perang dunia ketiga

"Haku namaku Haku". Jawab orang tersebut, duo Naru hanya mengangguk

"Buat Zabuza?". Tanya Naruko, Haku terkejut bagaimana Naruko tahu jika Haku mengambil obat untuk Zabuza

"Kalian mau apa?". Tanya Haku sambil mengeluarkan sebuah kunai

"Entahlah". Jawab duo Naru, sambil mendekat kearah Haku

"Jjangan mendekat". Perintah Haku, tangan dan tubuhnya kembali gugup dan lemas

Tangan Naruto memegang tangan Haku, untuk mengambil kunainya

Bruuk

Haku pingsan duo Naru panic, dengan keahlian alakadarnya Naruto segera mengaliri chakra medisnya

Secara perlahan mata Haku terbuka dan tanpa sengaja melihat Naruto dengan jarak yang sangat dekat

Blush

Wajah Haku memerah, kemudian dia berlari menjauh

"Hei apa itu balasanmu setelah aku obati". Protes Naruto

"Kalian tahu aku akan mengobati Zabuza tapi kenapa mengobatiku?". Tanya Haku, duo Naru mulai berpikir

"Karena pertarungan kita bukan disini benarkan Naruko". Jawab Naruto, Naruko mengangguk membenarkan kakaknya. "Ayo Naruko kita pulang". Ajak Naruto

"Tunggu". Pinta Haku. Duo Naru seger menengok kearah Haku. "Tidak ada". Ucap Haku yang memilih tidak mengatakannya

Time skip

Sesampai di dekat rumah Tazuna, duo Naru mendengar suara tangisan seorang anak, kemudian duo Naru menghampiri, sumber suara tangisan tersebut

"Jika kalian disini, kalian akan mati". Ucap anak terebut yang ternyata Inari ketika melihat duo Naru mendekati Inari

Duo Naru duduk di samping kiri dan kanan Inari. "kami tidak akan pergi sebelum pembangunan jembatan selesai". Jawab Naruko

"Selain itu kami tidak mungkin membiarkan Gatou terus menerus menindas bukan begitu". Tambah Naruto

Naruko mengusap air mata Inari. "Ayahmu berjuang demi untuk desa dan aku percaya dia adalah pahlawan sesungguhnya walaupun dia gagal". Ucap Naruko

"kalian tahu dia gagal dan kalian tetap menyebutnya sebagai pahlawan". Ucap Inari tidak percaya

"Setiap perjuangan tidak ada sia-sia, selama semua orang akan kembali berusaha mengalahkan Gatou dan". Naruto mengepalkan tangannya. "Aku akan mengalahkan Gatou itu adalah janji ninjaku".

"Hei jangan lupakan aku". Ucap Naruko

"Terima kasih Nee chan aku akan menolong desa". Jawab Inari Naruto dan Naruko segera memeluk erat di kiri dan kanan Inari

Sementara itu ditempat yang tak jauh dua orang pria dengan gender pria sedang mengintip di sebuah semak semak. "Inari benar-benar beruntung ya". Ucap seseorang yang ternyata Yutta

"Hn aku setuju denganmu". Jawab Sasuke, walaupun duo Naru selalu membuat masalah, tidak dipungkiri wajah mereka berdua yang cantik dan mempesona, membuat semua kaum adam tergila-gila pada mereka

"Coba saja aku menjadi Inari mungkin aku akan merasa bahagia". Ucap Yutta

"Jadi itu yang kamu pikirkan?". Jawab seseorang

"Kau benar Sasuke aku…". Ucap Yutta terhenti ketika merasa janggal dengan suara Sasuke. "Sasuke kenapa suaramu lain?". Tanya Yutta sambil menengok Sasuke yang pucat ketakutan. "Kenapa denganmu?'. Tanya lagi Yutta. Sasuke hanya memberi isyarat agar Yutta menengok kebelakang

Glekk

Menma di belakang mereka berdua dengan wajah yang menakutkan, saat itu tubuh Yutta gemetaran. "Kalian sudah menemukan Naruto dan Naruko?". Tanya Menma dengan wajah tersenyum yang terlihat menyeramkan dimata Sasuke dan Yutta

Gyyaaahhh

"Jangan lari kalian". Ucap Menma ketika Yutta dan Sasuke melarikan diri, duo Naru terkejut dan segera menengok ke belakang, mereka melihat kejadian yang lagi-lagi di sensor oleh pihak komisi perfanfican Indonesa

(Rizuki1993)

"Bagaimana keadaanmu tuan?". Tanya seseorang

"Sebentar aku akan sehat". Jawab seseorang yang ternyata adalah Zabuza. "Kenapa denganmu Haku?". Tanya Zabuza ketika melihat wajah Haku memerah

'Ttidak ada apa-apa Zabuza sama". Jawab Haku gugup,

Zabuza hanya menghela nafas. "Dengar Haku kita telah hidup bersama lebih dari 4 tahun jadi aku tahu kalau kamu ada masalah". Ucap Zabuza

"A aku bertemu duo gadis asal konoha itu". Jawab Haku berusaha bersikap setenang mungkin

"Jadi kamu jatuh cinta ya". Tebak Zabuza

Blush

Wajah Haku memerah mendengar ucapan Zabuza. "I itu tti dak bbenar". Jawab Haku

Zabuza tertawa melihat ucapan Haku. "Sudahlah Haku sebagai seorang pria sangat wajar jika menyukai seorang perempuan". Jawab Zabuza. "Tapi kamu terlihat sebagai wanita jadi tidak mungkin mereka menyukaimu kan". Sindir Zabuza

Haku menunduk lemas. "Benar juga". Jawab Haku

"Dan satu lagi kita sedang mengumpulkan uang untuk membiayai perang di Kiri, kita tidak mau jika diktaktor Yagura terus berkuasa". Ucap Zabuza. "Aku tahu ini sangatlah egois tapi aku hanya meminta agar kamu menghilangkan perasaanmu itu". Tambah Zabuza

"Baik Zabuza sama". Ucap haku, walaupun kecewa tetap menjalankan perintah tersebut

"Baiklah Haku aku percaya padamu". Ucap Zabuza sambil menepuk bahu Haku

TBC

Menjawab Review

SapphireOnyx Namiuchimaki : Terima kasih

Thiyahrama : Tentu saja yang paling jenius selain Minato dan Kushina adalah Menma kemudian Naruto dan Naruko, namun jika Thiyahrama san bertanya siapakah paling licik maka jawaban saya adalah Naruto dan Naruko

Arumi Junnie: Iya eyang Oro baik di fict saya, artinya gak ada Invasi Suna saat ujian Chuunin

Ujian Chuuni hanya beranggotakan 3 orang team genin oleh karena itu saat ujian Chuunin team 7 harus merelakan satu anggotanya masuk ke team Menma, jadi kira-kira siapakah yang yang cocok? Naruto atau Naruko?