'tok tok tok'

Baekhyun mendengar suara ketukan pintu, ia tertidur di lantai karena kelelahan menangis.

"Eungg~ Pangeran?" gumam Baekhyun sambil meregangkan tubuhnya, Baekhyun berjalan keluar kamar. Ia menemukan Chanyeol yang sedang menyiapkan makanan.

"Kemari, aku sudah menyiapkan makan malam" Ucap Chanyeol, lalu ia duduk di lantai beralaskan tikar. Untuk iformasi, rumah chanyeol itu seperti rumah tradisional korea, tidak memiliki kursi serta meja makan, jadi mereka makan dengan posisi bersila dengan meja kecil sebagai alas makanan. Baekhyun menyeritkan dahinya, baru pertama kali ia melihat makan malam dengan posisi seperti ini.

'tunggu.. makan malam?!' Baekhyun melihat keluar jendela, seingatnya tadi ketika ia datang kerumah ini masih ssekitar jam satu siang.

"Ehhhh?! Malam?? Aigoo.. Baekkie tertidur, pangeran kenapa tidak membangunkanku" Ucap Baekhyun merajuk. Mendengar kata 'Pangeran' dengan nada aegyo membuat dahinya berkedut. Chanyeol menahan sumpah serapahnya.

"Byun! Jangan memanggilku pangeran. Aku hanya orang biasa yang terpaksa menikah denganmu. Panggil aku dengan namaku! Chan.Yeol!" Bentak Chanyeol, lalu Baekhyun mengerucutkan bibirnya, ia mengangguk seraya mengikuti posisi chanyeol untuk memulai makan malamnya.

"eumm, apa ini? Wangi sekali" Ucap Baekhyun sambil menatap sesuatu yang berkuah didepannya. Chanyeol kaget, "Jangan bilang kau belum pernah memakan ramyun". Baekhyun hanya menggeleng pelan.

'Astaga! Sebenarnya orang ini tinggal dimana' Batin Chanyeol geli.

"Makanlah, untuk saat ini aku hanya punya ramyun. Tidak sempat berbelanja. Untuk nanti, aku serahkan masalah dapur padamu. Aku yang akan membersihkan rumah" Ucap Chanyeol sambil memulai menyeruput Mienya.

Baekhyun mengangguk ragu. 'Huh? Aku berbelanja? Masalah dapur? Bagaimana ini aku tidak pernah memasuki dapur' batin Baekhyun resah.

"Waee? Kenapa tidak makan? Apakah kau tidak mau memakan makanan ini? Hoo... aku tahu. Apa ini terlihat menjijikan untuk ukuran orang sepertimu byun" Ucapan Chanyeol membuat Baekhyun tersentak, ia menatap Chanyeol dengan pandangan takut.

"A-aniyo~ Bukan seperti itu. Aku makan, selamat makan Chanyeol" Ucap Baekhyun, lalu memulai makan malamnya dengan antusias disertai komentarnya tentang Ramyun.

...

Setelah mereka selesai makan malam, Chanyeol mengajak Baekhyun untuk bicara, tentu saja Baekhyun menanggapi dengan antusias. Mereka duduk di teras rumah, langit malam ini berkabut. Baekhyun merapatkan jaketnya, sungguh Baekhyun tidak menyukai keadaan seperti ini. Karena baekhyun alergi dingin.

"Begini Byun. Walau kita sudah menikah, kita bukan suami istri.. m-maksudku Suami-suami" Ucap Chanyeol mengoreksi ucapannya, ia menyerit bingung.

"Eung?"

Tanya Baekhyun sambil memiringkan kepalanya tak mengerti. Baekhyun menatap Chanyeol meminta penjelasan. Karena baekhyun juga tidak mengerti apa yang dikatakan Chanyeol.

"Jaa, mari tentukan aturan hidup bersama." Ucap Chanyeol. Baekhyun mengangguk antusias, lalu ia memandang Chanyeol dengan binar dimatanya. Baekhyun sama sekali tidak mengerti situasi seperti ini.

Melihat Baekhyun yabg terus tersenyum dengan mata berbinar, Chanyol menatap Baekhyun aneh. "Wae wae wae! Kenapa kau selalu bertingkah seperti anak kecil. Setahuku kau ini lelaki. Kau tau, kau ini mengerikan" Ucap Chanyeol mendelik Baekhyun. Baekhyun terus menatap Chanyeol, disertai senyum manisnya.

"Masa bodo lah! Pertama, Urus masalah masing-masing. Walau kita sudah menikah, jangan mencampuri urusanku. Kau mengerti?" Tanya Chanyeol. Tanpa mendengan jawaban Baekhyun, Chanyeol meneruskan ucapannya.

"Kedua, jangan seenaknya masuk ke kamarku. Kamar mandi di rumah ini hanya satu, jadi kita bergantian memakainya" Ucap Chanyeol. Baekhyun hanya menganggukan kepalanya pasarah.

"Terakhir, tidak ada skinsip. Tentang menikah. Pernikahan kita itu adalah rasasia mutlak. Jika pihak sekolah mengetahui hal ini, kita akan dikeluarkan. Jangan bertingkah seperti mengenalku disekolah"

Petkataan Chanyeol yang satu ini membuat Baekhyun terkejut,

"Ta-tapi.."

"Sepertinya kau ini salah paham Byun. Apa kau tahu. Aku menikah karena terpaksa. Aku bukan Gay! Sama sekali bukan. Mr. Byun dan aku mengadakan perjanjian, mereka bersedia membayar hutang ayahku, merawat ibuku, lalu.. mereka bersedia membayar uang Sekolah, berkat itu aku tidak jadi putus sekolah." Ucap chanyeol sambil memegang teh hangat di tangannya.

Chanyeol menoleh kearah Baekhyun. Ada raut kecewa disana, tetapi Chanyeol tidak peduli.

"Arraso, baekkie mengerti." Ucap Baekhyun sambil tersenyum.

Chanyeol menyerit bingung. "Kau.. kenapa tersenyum?" Ucap chanyeol bingung. Karena perkiraan Chanyeol, Baekhyun akan menangis seperti tadi siang.

"Menikah dengan chanyeol.. adalah permintaan baekkie. Jadi baekkie senang pernikahan ini terjadi." Ucap baekhyun disertai detak jantungnya yang berdegup kencang.

Chanyeol tersenyum sinis.

"Kau! Tidak tahu apapun tentangku bukan? Kenapa kau ingin menikah denganku?" Ucapnya. Baekhyun tersenyum, ia mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Chanyeol.

"Saat pertama kali melihat chanyeol, chanyeol sangat keren." Ucap Baekhyun semangat. Chanyeol mendengus.

"aku ini. Sangat membenci orang yang hanya melihat tampang" Ucap Chanyeol kesal. Lalu meninggalkan Baekhyun yang sedang termenung diluar rumah.

Bunyi bantingan pintu membuat Baekhyun tersentak kaget. Ia menjatuhkan teh panas yang sedari tadi ia genggam, teh panas itu tumpah mengenai kakinya.

"Ouchh.. Sakit" Lirih Baekhyun.

"YAKK!! BYUN TIDURLAH BESOK KITA MASUK SEKOLAH" Terikan Chanyeol dari dalam sana berhasil membuat baekyun tersentak, lalu ia menutup pintu rumahnya. Bersiap untuk tidur.

'Kenapa suarsnya sangat besar, seperti om-om saja. Padahal chanyollie dua tingkat diatasku' guamam baekhyun sambil mengelus dadanya kaget. Byun Baekhyun, tidak pernah dibentak apalagi dimarahi orang tuanya.

...

Pagi hari tiba, Baekhyun meregangkan tubuhnya. Ia tersenyum cerah, ia merasa heran mengapa Minho tidak membangunkannya. Padahal sekarang hari senin.

"Ehhhh!!" Teriak Baekhyun membuka matanya, ia mengedarkan pengelihatannya sekeliling.

"Ternyata bukan mimpi, hmm syukurlah~ Pangeran tampannya baekkie sedang apa ya sekarang" Ucap Baekhyun tersenyum malu.

Baekhyun melangakah keluar kamar, mencari keberadaan Chanyeolnya. Ia merasa heran karena pagi ini terasa sangat hangat. Matanya membola saat melihat jam dingding yang menunjukan pukul 10 pagi. Ini artinya baekhyun telat. Dengan kalang kabut ia masuk ke kamar Chanyeol.

"Kosong??"

Ia mencari Chanyeol keruangan lain, tetap saja ia tidak menemukannya. "Hueee~~ chanyeol meninggalkan baekkie~~" rengeknya sambil mencari kamar mandi.

Setelah menemukan kamar mandi, Baekhyun menyerit bingung. Tidak ada shower sama sekali, terdapat bak mandi yang belum berisi air, serta sebuah gayung. Ruangannya sangat sempit menurut Baekhyun, ia menangis bingung.

"Bagaimana caranya baekkie mandi, hiks eomaa~~" Baekhyun memutuskan untuk tidak mandi, karena bingung bagaimana caranya mandi. Ia masih paham jika Bak mandi tersebut berisi air, baekhyun sangat kebingungan.

Setelah memakai seragam, Baekhyun menyemprotkan banyak parfum di tubuhnya. Ia menyiapkan peralatan sekolahnya sendiri. Itu suatu kemajuan yang besar bagi Baekhyun. Ia bangga dapat menyiapkan peralatan sekolahnya. Baekhyun tidak menyadari jika jam sudah menunjukan pulul 11 siang.

Setelah memasukan ponsel kedalam sakunya, baekhyun bersiap berangkat kesekolah. Saat menutup pintu, ia melihat kesekeliling.

"Ehhh? Mana mobilnya?" Ucap baekhyun frustasi. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan smartphonenya. Tapi naas, handphonenya tidak dapat menyala.

"hiks, bagaimana caranya agar baekkie kesekolah" isak baekhyun.

"Huh, semangat Baekkie!" Ucap Baekhyun sambil mengusap jejak air mata di pipinya.

'Tunggu! Sekolahnya kearah mana. Ini dimana' batinnya bingung.

...

Bermodalkan nekad serta semangat, baekhyun menyusuri jalan dengan instingnya. Akhirnya ia menemukan jalan besar yang dilalui bus dan taksi. Baekhyun tersenyum lega, ia menyetopkan taksi dan masuk kedalam taksi tersebut.

"SM Senior High School paman." Ucap Baekhyun semangat. Sang supir hanya mengangguk melihat Baekhyun yang tengah meneliti mobilnya.

"Apa kau tau kawasan ini?, sepertinya kau baru ya beada di kawasan ini?" Ucap sang supir. Baekhyun tersenyum mengiyakan, sedangkan sang supir menyerigai.

...

Kini mereka sampai di depan gedung SM. Baekhyun tersenyum senang akhirnya ia sampai kesekolahnya. "Ongkosnya 750 ribu tuan." Ucap sang supir itu. Baekhyun memiringkan kepalanya bingung.

"Eh? Ongkos?" Ucap Baekhyun menggerjabkan matanya.

Ia merogoh sakunya, tidak ada sepeserpun uang. Lalu mengecek tasnya, hanya ada buku dan tempat pensil, sisir serta minyak wangi. Mata baekhyun berkaca-kaca. "Baekkie tidak punya uang.. hiks" Ucapnya sambil menggosok matanya kearena air mata datang tanpa bisa dicegah.

Sang supir itupun memarahi baekhyun, mengancamnya akan melaporkannya ke POLISI. Dengan ragu Baekhyun memberikan Smartphonenya.

"hiks.. jangan la-porkan baekkie hiks. I-ini ponsel baekkie ambil saja. Ponselnya mahal jika dijual hiks" Ucap Baekhyun sambil menyodorkan ponselnya. Sang supir itu menyeringai.

"Baiklah bocah. Pergi sana!" Ucap supir itu mengambil ponsel digenggaman baekhyun. Lalu supir taksi itupun melajukan mobilnya.

...

Baekhyun berjalan terhuyung, ia memasuki kawasan sekolah. Ia menatap semua kelas yang terasa sepi. Saat akan memasuki kelasnya, semua orang berhamburan keluar. Karena tidak siap akhirnya baekhyun jatuh terduduk.

Semua orang menatap Baekyun bingung. Ada yang melewatinya begitu saja, adapula yang menertawakannya.

Seorang lelaki berparas cantik melihat kejadian itu terperangah. Karena biasanya tuan muda yang selalu ditemani Bulter tampan itu kini tengah jatuh terduduk, dengan air mata membanjiri wajanya. Lelaki itu bernama Luhan. Sekertaris kelas VII-I, ia menatap bengis semua orang yang tengah menonton Baekhyun.

"Baekhyun, kau baik-baik saja? Ku kira kau tidak masuk" Ucap luhan. Baekhyun menatap luhan dengan bibir bergetar. "Selamatkan baekkie hiks.. " Ucapan Baekhyun membuat Luhan dengan cepat mengalungkan lengan baekhyun di pundaknya.

"Apa yang akan kau lakukan Lu! Kita akan terlambat masuk kelas tambahan" Ujar lelaki bermata belo. Luhan menatap temannya itu kesal.

"Kyung, bantu aku. cepat!" Kyungsoo hanya menghela nafasnya, lalu mereka memapah baekhyun ke-UKS.

...

Kabar Baekhyun yang terlihat kacau terdengar ke telinga Yifan, itu membuat pria tinggi berparas tampan itu dengan cepat menemui baekhyun di UKS. Ia menatap teman kecilnya itu sedih.

"FanFan~~ kau datang?" Ujar Baekhyun dengan senyuman yang dipaksakan. Yifan mengangguk, lalu ia mengusap keringat di dahi Baekhyun.

"Apa yang terjadi denganmu?" tanya Yifan menatap baekhyun bingung.

"Aku anu.. itu ongkos" ucap Baekhyun bingung.

Yifan cengo, "Ongkos?" Ucapnya tak yakin.

"eh.. aku jalan, lalu em." Ucapan Baekhyun terhenti. Ia bingung mau menjelaskan apa pada Yifan, ia tidak bisa menjelaskan akar pemasalahannya, karena artinya ia akan membocorkan rahasia istimewanya.

"Anu.. Baekkie haya kelelahan saja. Baekkie baik-baik saja. Jangan khawartir. Hehe" Ucapnya sambil menggaruk tangannya gugup. Yifan menatap aneh baekhyun.

"Sebenarnya kemana bultermu itu. Ck, dia tidak becus sama sekali. Aku akan menghubungi minho." Ucap yifan, lalu mengeluarkan ponselnya, menghubungi Minho.

"Hallo tuan Yifan, ada apa gerangan menghubungi saya" Ucap Minho heran.

"Yah! Ada apa denganmu. Kau sedang apa sih sebenarnya. Tidak becus!.."Dengan sigap Baekyun mengambil ponsel ponsel Yifan, lalu mematikan sambungannya. Baekyun menatap Yifan dengan senyuman lebarnya.

"Minho sedang membelikan minum untuk baekkie hehe. Kalau begitu. Baekkie pamit, Byeee~" Ucap baekhyun terburu turun dari ranjang. Meninggalkan ruangan UKS begitu saja. Yifan menatap temannya itu cengo.

"Cih, dasar anak itu" Ucapnya disertai senyuman diwajahnya.

.

.

.

Matahari tidak menampakan cahayanya lagi, kini telah berganti dengan sinar bulan yang menghiasi bumi. Byun Baekhyun berjalan dengan terpincang, jangan lupakan wajah lelah yang menghiasi tiap langkahnya.

"Akhirnya sampai juga" Ucap Baekhyun lega menatap rumah barunya. Ketika akan membuka pintu, Baekhyun dikejutkan dengan sosok Chanyeol yang berdiri dibalik pintu, menatap Baekhyun sinis. Sedangkan baekhyun membalas dengan senyuman manis diwajahnya.

lalu mereka masuk kedalam rumah.

Ketika masuk kedalam rumah, Baekhyun dikejutkan dengan keadaan rumah barunya itu. Sangat-sangat berantakan, Bahkan Chanyeol tidak membuka suara sama sekali. Baekhyun menatap khawatir pada Chanyeol.

"Ada apa ini, kenapa berantakan sekali. Apa mungkinn.. pencuri?" tanya baekhyun ketakutan.

Chanyeol menghela nafas pelan. "Tidak mungkin ada pencuri masuk kerumah ini." Balasnya dengan nada tajam. Bahkan Baekhyun merinding mendengarnya.

"Lihat! Kamarku terbuka. KUBILANG JANGAN MASUK KE KAMARKU BYUN BAEKHYUN!!!" teriak chanyeol emosi.

Mata baekhyun berkaca-kaca. Sungguh, tubuhnya ini sangat lelah, ia kira akan mendapat sambutan atau bahkan kecupan selamat datang dari suaminya itu.

"Apa kau tidak memahami perkataan yang aku bilang semalam. Apa kau sebodoh itu" Ucap Chanyeol menurunkan nada bicaranya. Ia menatap Baekhyun yang sedang bergetar menahan tangisannya.

'kenapa si pendek ini' batin chayeol bingung.

"Dan apa yang kau lakukan sampai selarut ini. Kau bermain bocah?" Sindir Chanyeol saat meneliti keadaan Baekhyun yang berantakan. Bahkan seragam yang selalu terlihat rapi itu kini terlihat sangat kotor. Baekhyun menatap chanyeol dengan sorot mata terluka, ia mengepalkan tangannya erat.

"Kumohon padamu Byun, jangan membuatku membencimu lebih dari ini"

DEG

Perkataan Chanyeol yang satu ini sukses membuat Baekhyun tertegun,

'Chanyeol membenciku?'

"Hiks.. Hikss.." Baekhyun menangis kencang, Chanyeol melihat Baekhyun gelagapan.

"Y-yah, ada apa denganmu pendek" Ucap Chanyeol terbata.

"AKU TIDAK TAHU! Hiks" teriak baekhyun disertai isakannya.

"hah?" Chanyeol melongo heran, Baekhyun menangis dalam mode marah. Ia merubah panggilan 'baekkie' menjadi 'aku'. Chanyeol menatap Baekhyun bingung.

"MANA MUNGKIN AKU BISA TAHU!!"

"Hah?"

"tidak.. hiks TIDAK ADA SHOWER hiks DIKAMAR MANDI SEMPITMU" Teriak Baekhyun disertai isakannya. Chanyeol menyerit heran.

"Ya, memang tidak ada"Ucap Chanyeol heran sambil menggaruk tengkunya bingung.

"Aku.hiks tidak tau jalan ke sekolah. Bahkan saat aku sampai, pelajarannya sudah berakhir.. hiks, a-aku sampai akan dilaporkan hiks ke polisi karena hiks tidak membawa uang hiks" Isak Baekhyun.

Chanyeol terkejut tentu saja.

"K-kau Bohong kan?" Tanya Chanyeol sambil memandang Baekhyun ragu.

"Aku belum sarapan hiks, bahkan luhan memberikan makanan padaku hiks, aku harus dipelototi kyungsoo, hiks dia menyeramkan hiks Chanyeol.. Lalu.. lalu.. saat mau pulang lagi-lagi harus membayar ongkos taksi dengan jam kesayanganku. Hiks, lalu.. lalu aku dikejar anjing hikss Huaaaa~~ Anjing itu mngejarku Chanyeoll~~ Lalu.. lalu.. Aku jatuh di kubangan air. AKU TIDAK TAHU apa yang terjadi padaku" Teriak baekhyun dengan air mata yang terus berjatuhan.

Chanyeol terkejut, ia menatap baekhyun gemas, lalu membawa Baekhyun kepelukanya.

"Baik-baik.. maafkan aku, nee?" Ucap chanyeol lembut. Baekhyun mengeratkan pelukannya, ia mengangguk kecil dalam pelukannya itu. Chanyeol mengusap lembut rambut Baekhyun.

"Dasar bocah, ku tak menyangka kau lebih buruk dari dugaanku. Hahaha" Tawanya, Baekhyun menatap Chanyeol kesal.

"Kenapa tertawa hiks, jahat! Jangan panggil aku bocak hiks, aku sudah SMA" Ucapnya mencicit malu, karena tentu saja saat ini mereka masih berada di posisi berpelukan.

"Baiklah, Hyung akan mengajari hal-hal dasar padamu." Ucap chanyeol gemas, ia mencubit pipi 'mochi' Baekhyun.

"Hyung?" tanya baekhyun dengan nada lucu, tentu saja karena tangan Chanyeol masih mencubit pipinya.

"melihatmu menangis seperti tadi membuatku gemas, hahaha.. kau seperti bocah Tk yang tersesat" Ucap Chanyeol, lalu perlahan menurunkan tangannya dari pipi baekhyun canggung.

"Aku tidak mau menjadi adikmu. Aku ini istrimu, aku mau panggil Chanyeol saja" Ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya imut. Chanyeol menatap baekhyun gemas.

"Benarkah Chanyeol akan mengajariku?" Ucap baekhyun, membuat chanyeol yang memandangi wajah Baekyun tersentak.

"huh? Ya. Tentu hehe" kekehnya. Baekhyun tersenyum lebar.

"Nee Chanyeol, apakah kamu akan senang jika Baekkie dapat melakukan apapun?"

"Yah..." jawabnya ragu.

"Apakah chanyeol mungkin dapat menyukai baekkie~?" Tanya baekhyun antusias sambil memeluk lengan Chanyeol erat. Mode manjanya kembali.

"Ti-tidak mungkin" Jawabnya pelan.

"Kenapaa~~ Kenapa Chanyeol tidak dapat menyukai Baekkie~~" rengek Baekhyun sambil menarik-narik tangan Chanyeol.

"Jika kau bisa melakukan pekerjaan rumah, lalu melakukan sesuatu untuk dirimu sendiri tanpa bantuan Bultermu itu.. akan membuat padanganku agak berubah, Baek" Ucap Chanyeol sambil melepaskan pelukan Baekhyun pada lengannya, lalu chanyeol sedikit menjauh.

Baekhyun berbinar, "Baiklah! Akan Baekkie lakukan! Ketika baekkie bisa melakukan berbagai hal, bukan hanya bisa merubah pandangan Channie tentang baekkie. Tapi Baekkie akan membuat Chanyeol jatuh cinta pada Baekkie" Ucapnya riang.

Chanyeol tersenyum kecil, 'anak ini, suasana hatinya berubah dengan cepat' batinnya geli.

"Yosh, untuk permulaan.. ayo bersihkan rumah ini, Aigoo sangat berantakan" Ucap Baekhyun sambil membereskan barang-barang yang berada tidak sesuai tempatnya.

"cih dasar, kau kira ini perbuatan siapa bocah" Ucap Chanyeol sambil membantu Baekhyun merapihkan kembali kondisi rumahnya.

"Yak Yak Yakk!! lakukan dengan benar! Taruh sepatumu di rak khusus Pabo!" gerutu chanyeol, baekhyun dengan patuh menurutinya. Sepertinya baekhyun melupakan kondisi tubuhnya yang tidak baik.

Bruk-

"Baekhyun!"

.

.

.

TBC

Review love plis~~ hehe.

Makasih banyak yang udah baca, ILY.

titik dua bintang~~