"Yak Yak Yakk! lakukan dengan benar! Taruh sepatumu di rak khusus Pabo!" Gerutu chanyeol, baekhyun dengan patuh menurutinya. Sepertinya baekhyun melupakan kondisi tubuhnya yang tidak baik.

Bruk-

"Baekhyun!"

Chapter 4

Chanyeol panik, ia dengan terburu membawa baekhyun yang tak sadarkan diri ke kamarnya. Dengan perlahan ia membaringkan Baekhyun di kasur lipat miliknya.

Chanyeol meneliti wajah Baekhyun yang terpejam, terdapat banyak keringat serta pemandangan mata lebam menyapa pengelihatannya.

"Apa yang terjadi padamu bocah! Ck, merepotkan. Sial" Gumamnya sambil menyeka keringat di dahi Baekhyun. Lalu ia keluar untuk membereskan kembali kekacauan yang Baekhyun buat.

Saat selesai membereskan rumahnya, Chanyeol kembali ke kamarnnya untuk mengecek keadaan Baekhyun. Ia dikejutkan dengan pemandangan buruk di dapannya. Wajah serta tubuh Baekhyun dipenuhi keringat, serta nafas yang tidak beraturan dari lelaki mungil itu.

"A-apa yang.." Chanyeol mengecek dahi Baekhyun, matanya membola ketika merasakan suhu panas yang Baekhyun keluarkan. Baekhyun demam.

Chanyeol dengan terburu membawa wadah yang diisi air dan handuk, ia berencana mengompres Baekhyun. Chanyeol mendengus, kehidupannya kini direpotkan oleh seorang lelaki yang tiba-tiba masuk kehidupannya. Apalagi ia diharuskan untuk bertanggung jawab terhadapnya.

Dengan perlahan ia meletakan handuk basah itu di dahi Baekhyun. Matanya membola saat melihat keadaan kasurnya yang kotor, ia melupakan keadaan seragam Baekhyun yang kotor akibat terjatuh di genangan air.

'Aish.. kenapa aku seceroboh itu' rutuknya kesal.

Wajahnya menyerit heran saat mencium bau tak sedap yang menguar dari tubuh Baekhyun. Chanyeol menepuk dahinya. Orang yang ada di depannya ini benar-benar membuat Chanyeol harus ekstra bersabar.

"Baiklah, karena dia tanggung jawabku sekarang. Maka.. aku tidak punya pilihan lain Byun" Ucapnya pelan. Lalu chanyeol menyiapkan handuk lain beserta baju tidur miliknya untuk Baekhyun kenakan.

Chanyeol melepas kancing seragam Baekhyun satu persatu, matanya menggerjab saat melihat tubuh atas Baekhyun yang sangat mulus untuk ukuran seorang lelaki.

'A-apa apaan ini, terlihat sangat putih' dengan iseng Chanyeol mencubit lengan atas Baekhyun, 'eh! Kenyal' batinnya. Lalu ia membandingkannya dengan mencubit lengannya sendiri yang tentu saja berbeda. Lengan Chanyeol berotot, tentu saja lengannya keras.

Chanyeol menggelengkan kepalanya heran, lalu mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang menonjol diantara tubuh baekhyun. Puting! Ia tidak berkedip sama sekali saat melihat puting Baekhyun yang berwarna soft Pink itu.

Entah apa yang merasukinya, Chanyeol menelan ludahnya gugup."sial! Sadarkan dirimu Park!" makinya pada dirinya sendiri. Lalu, Chanyeol melepas baju seragam Baekhyun. Memasangkan baju tidurnya dengan cepat. Tapi tentu saja itu belum selesai.

Chanyeol menghela nafas pelan, ia menelan ludahnya gugup saat membuka zipper celana seragam Baekhyun. Dengan cepat ia melepaskan celana Baekhyun tanpa melihatnya.

Chanyeol tertegun saat melihat luka kemerahan di sekitar kaki Baekhyun. 'luka apa ini, seperti luka bakar' batinya heran.

Saat celana Baekhyun telah terbuka sepenuhnya, Chanyeol mengambil celana pendek miliknya. Chanyeol memasangnya perlahan, ia kembali dikejutkan dengan kaki mulus Baekhyun, bahkan ini sangatlah cantik untuk dilewatkan. 'apa-apan ini. Bahkan 'miliknya' tidak semulus bocah ini' batinnya.

Chanyeol terkekeh pelan saat melihat celana dalam yang Baekhyun pakai. Celana dalam khas anak kecil sekali, celana dalam itu bergambar Kartun Pororo.

"Dasar anak-anak. Pftt.. miliknya kecil sekali. Apa benar ia 16 tahun" tawanya pecah saat melihat gundukan kecil diselangkan Baekhyun.

...

"Ugh!"

Baekhyun mengerang pelan saat perutnya seakan tertimpa gajah. Matanya spontan terbuka, keadaan remang-remang menyambutnya.

Baekhyun menyeritkan dahinya saat merasakan hembusan nafas pada pucuk kepalanya. Dengan perlahan Baekhyun mendongkakkan kepalanya, disambut dengan wajah tenang Chanyeol yang terpejam. Ia gugup bukan main, lalu menurunkan kembali pandangannya.

Baekhyun melihat sesuatu yang berada di perutnya. Itu adalah lutut Chanyeol.

'Eeeeehhhhh!!!!' pekik Baekhyun dalam hati. Lalu ia memegang jantungnya yang terasa berdegub kencang. Wajanya memanas, Chanyeol tertidur disamping Baekhyun.

Baekhyun tersenyum kecil, ia menyingkirkan kaki Chanyeol di perutnya perlahan, karena sungguh perutnya sangat sakit.

'apa chanyeol menendang perutku?' batinnya heran,

"Shh appo" Ucapnya tak sadar. Lalu Baekhyun menutup mulutnya, ia dengan cepat menutup matanya seakan tak terjadi sesuatu.

Merasakan kakinya bergerak, Chanyeol membuka matanya perlahan, ia terbangun pelan karena takut Baekhyun terbangun akibatnya. Tanpa ia sadari jikasanya Baekhyun telah terbangun terlebih dahulu.

Chanyeol menatap Baekhyun yang masih terpejam dengan nafas teratur. Ia menggosok matanya berulang kali, lalu mengecek dahi Baekhyun dengan telapak tangannya.

"Hmm~~ panasnya sudah turun" gumamnya, lalu Chanyeol mengecek jam yang menunjukan pukul 3.40 pagi. Karena tanggung untuk melanjutkan tidurnya, Chanyeol menutuskan untuk berolah raga.

Saat Chanyeol keluar kamar, sontak mata Baekhyun kembali terbuka, ia mengelus dahinya lalu tersenyum kecil. "Baekkie senang" Ucapnya sambil menggulingkan tubuhnya kekanan-kekiri.

...

Chanyeol telah selesai membuat bubur untuk Baekhyun, walaupun ia terus menggerutu pelan memaki Baekhyun yang merepotkannya. Tetapi dengan telaten Chanyeol membuatnya, entah apa yang terjadi pada tuan Park itu.

"Baek, bangunlah" Ucap Chanyeol mengguncang tubuh Baekhyun. Baekhyun mengerang dalam tidurnya, lalu menutup wajahnya dengan selimutnya.

"sepuluh menit lagi Minho~~" Ucapnya disertai nada merajuk. Chanyeol berkedut kesal mendengarnya.

"YA! BANGUN"

Teriak Chanyeol sambil menendang pantat Baekhyun pelan. Baekhyun sontak terbangun karena terkejut menerima tendangan pelan dari Chanyeol.

"APPO!!"

Teriak Baekhyun sambil memegang pantatnya, Baekhyun menatap Chanyeol kesal. Ingatlah kau ini pemain sepak bola Park.

"Kenapa Chanyeolie menendang baekkie~ tidak sopan" Ucap baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

Chanyeol mendengus, "Cihh! Tahu apa kau tentang sopan santun Byun". Lalu Chanyeol merendahkan tubuhnya untuk mengecek suhu tubuh dengan menempelkan tangannya di dahi Baekhyun.

Baekhyun menggerjabkan matanya tak percaya, Chanyeol menyentuhnya! Sepertinya ada yang tidak ingat kejadian dua jam lalu. "Hmm, bagus. Suhu tubuhmu normal" Ucap Chanyeol menyadarkan Baekhyun yang sedang melamun.

"Eeee??"

aekhyun memekik terkejut.

"me-memangnya baekkie kenapa chan?" Tanya baekhyun bingung. Chanyeol menghela nafasnya, lalu beranjak keluar kamarnya. Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal, lagi-lagi Chanyeol mengabaikannya.

Baekhyun menatap kesekelilingnya, ia baru sadar jika itu bukan kamarnya, Baekhyun tidur dikamar Chanyeol. Lalu Baekhyun mengecek pakaiannya, sontak ia bangkit dari tempat tidurnya.

"Apa chanyeol memperkosa baekkie~~ Ommooo" Baekhyun terkejut, lalu tersenyum lebar, entah rasanya Baekhyun senang membayangkannya.

"Kenapa baekkie tidak ingat, Omoo Omooo~ Apa Channie membius baekkie seperti di drama-drama" Ucapnya kaget.

Chanyeol menyerit heran karena Baekhyun tidak keluar dari kamarnya. "apa anak itu tidur kembali.Ck" Saat Chanyeol berbalik memasuki kamarnya, ia dikejutkan dengan Baekhyun yang sedang menari-nari.

"YAK! Byun Baekhyun. keluar dari kamar, kita sarapan. Cepat!" Teriak chanyeol marah.

...

"Habiskan sarapanmu" Ucap Chanyeol sambil menyodorkan bubur buatannya. Baekhyun menyerit heran,

"Ungg~ Kenapa Chanyeolie memasak ini?" Tanya Baekhyun heran sambil menatap enggan makanan didepannya.

"Ini bubur Byun, habiskan. Kau butuh sesuatu yang dapat dicerna tubuhmu" Ucap Chanyeol sambil mengoleskan selai pada roti khusus untuknya.

"Uhh.." Baehyun menghela nafas pelan, pasalnya ia tidak pernah memakan makanan seperti ini, Baekhyun tidak suka penampilannya.

"Waee! Kenapa diam? Tidak mau makan?" Ucap Chanyeol sambil memakan roti yang dibuatnya tadi.

"Itu.. kenapa baekkie tidur dikamar chanyeolie, Ung.. lalu.. lalu.. kenapa Baekkie memakai baju ini? Apa kita sudah melakukannya? Nee.. Chanyyeolie~ Apa.."

Baekhyun menghentikan ucapannya karena ia terkejut dengan Chanyeol yang tiba-tiba tersedak.

"Omooo!! Omoo! Air air" Baekhyun menyodorkan air mineral, disambut Chanyeol dengan tergesa.

"Hah.. Hah... Mwoya! Apa yang kau katakan tadi bocah? Melakukan apa? Maksudmu hubungan suami istri?" Chanyeol mendengus, sedangkan Baekhyun menahan malu dengan menangkup pipinya yang memerah.

"Ti-Tidak mungkin! Aku tidak tertarik sama sekali pada tubuhmu. Apalagi kita sesama laki-laki. Aku ini menyukai perempuan," Ucap chanyeol gugup.

"Kau, kemarin tiba-tiba pingsan, lalu tiba-tiba suhu tubuhmu naik. Aku mengganti bajumu karena mengotori kasurku. Kau sangat bau kemarin. Jadi jangan salah paham. Byun, kutekankan sekali lagi. Aku. Bukan. Gay!" Ucap chanyeol lalu ia beranjak meninggalkan Baekhyun tanpa melihatnya sama sekali. Bahkan Chanyeol tidak melanjutkan sarapannya.

"YA! HABISKAN BUBUR YANG KUBUAT" teriak Chanyeol dari kamar arah kamar mandi.

"N-nee" Ucap Baekhyun sambil mengeratkan pegangannya pada sendok, lalu memakan bubur itu perlahan ditemani dengan air mata yang mengalir.

"Enak.. hiks" Ucapnya terisak.

Di kamarmandi sana, Chanyeol tengah menyiramkan air di kepalanya berharap untuk menghilangkan rasa yang mengganjal di hatinya.

'perasaan apa ini' batin Chanyeol resah. "A-apa aku cemas dengan kondisi eomma" Ucapnya pelan, lalu ia meneruskan kegitan mandinya dengan terburu.

...

Baekhyun tengah duduk termenung dikamarnya sambil sesekali mengusap matanya yang mengabur, tidak tahu akan melakukan apa. Tiba-tiba saja ia teringat pada Bulter pribadinya itu.

Minho selalu menemani Baekhyun selama ini, orang tuanya selalu sibuk dengan perusahaan. Sedangkan kakaknya menetap di luar negri.

"Minhoya~ kau sedang apa hiks" Ucap Baekhyun sambil terisak. Disaat Baekhyun menangis, pasti Minho akan melakukan apapun untuk membuatnya tertawa kembali. Tapi sekarang, hanya keheningan yang menemaninya.

Tok Tok Tok

Mendengar suara ketukan, dengan cepat baekhyun menghapus jejak air matanya. Ia menatap pintu itu ragu. "Baekhyun, hari ini kita tidak akan ke sekolah. Aku akan menjenguk ibuku di rumah sakit. Kau istirahatlah mengerti?" Ucap Chanyeol dibalik pintu.

Mendengar ucapan Chanyeol, dengan terburu Baekhyun membukakan pintu.

"Ibu mertua sakit?" Tanya Baekhyun tiba-tiba membuka pintu. Chanyeol kaget tentu saja. Tapi ia berhasil menormalkan kembali raut wajahnya.

"Hm" Ucap Chanyeol sambil mengangguk, lalu ia melihat mata baekhyun yang memerah. Sesuatu kembali membuat jantungnya berdegup sakit. Tapi Chanyeol mengabaikan hal itu, karena ia merasa ada sesuatu yang tidak beres pada Ibunya.

"Bo-bolehkah baekkie ikut?" tanya baekhyun berharap, ia sangat ingin menemui mertuanya. Karena ia sama sekali tidak mengetahui tentang keluarga Chanyeol.

"Tidak. Kau disini istirahatlah Byun" lalu Chanyeol bergegas meninggalkan rumahnya itu ditemani rasa aneh di hatinya.

...

Kini sampailah Chanyeol di rumah sakit ternama di Seoul. Ia dengan cemas menemui dokter yang menangani Ibunya itu. "Dok, apa terjadi sesuatu pada Ibu saya?" Ucap Chanyeol khawatir.

Dokter yang bernama Cho Kyuhyun itu menatap Chanyeol disertai senyumannya. "Kondisi Ny. Park mulai stabil, kita hanya telah melakukan yang terbaik. Hanya Tuhan yang bisa mengangkat penyakit beliau" Ucap Dokter Cho sambil menyerahkan laporan kesehatan pada Chanyeol.

"Syukurlah.." Ucap Chanyeol lega. Tapi anehnya sesuatu yang mengganjal di hatinya tidak kunjung hilang.

"Baiklah Chan, saya harus menemui pasien lainnya. Ngomong-ngomong.. kau ini sangat beruntung ya." Ucap kyuhyun sambil meninggalkan ruangannya.

Chanyeol tersenyum getir, "Hmmm... entah ini kesialan atau keberuntungan" Ucap Chanyeol lalu memejamkan matanya, menerawang jauh beberapa minggu yang lalu.

...

Park Chanyeol adalah putra satu-satunya dari Park Yesung dan Park Seohyun, awalnya mereka memiliki kehidupan yang mewah. Park Yesung sang kepala keluarga bekerja sebagai sekertaris di salah satu perusahaan besar di Seoul.

Tapi kehidupan mereka berubah saat Park yesung meninggal dunia dengan tiba-tiba, akibat kejadian tersebut, membuat Seohyun jatuh sakit. Dan Chanyeol sebagai anak remaja diharuskan untuk merawat ibunya serta mengurus dirinya sendiri.

Dari hari kehari keadaan Seohyun semakin memburuk, untungnya Chanyeol dan Seohyun memiliki tabungan pribadi, dan sejak saat itu mereka memutuskan hidup dalam kesederhanaan dan menjual rumah mewah beserta isinya, serta fasilitas yang mereka miliki untuk dijadikan tabungan kedepannya.

Setelah dua tahun lamanya, penyakit yang diderita Seohyun malah bertambah parah. Seohyun tak kunjung sadar hingga saat ini. Sedangkan Chanyeol dipusingkan dengan biaya sekolah yang harus ia bayar. Chanyeol berencana untuk berhenti sekolah, dan memutuskan untuk bekerja demi memenuhhi kehidupnya sehari-hari serta untuk membayar biaya ibunya di rawat.

Tetapi hal itu tidak terjadi karena dua orang pria yang bernama Byun Bogum dan Choi Minho datang kekediamannya untuk melamar Chanyeol sebagai suami dari anak bungsunya.

Awalnya tentusaja Chanyeol menolak mentah-mentah. Tetapi keadaan mendesaklah yang membuatnya menyetujui lamaran yang dilakukan. Byun Bogum bersedia membayar semua biaya rumah sakit, hutang, serta biaya sekolahnya. Tentu saja Bogum yang akan memenuhi kebutuhan hidup kedepannya.

Chanyeol menerima lamaran itu, karena Chanyeol berfikir bahwa itu adalah jawaban dari do'a yang selalu Chanyeol panjatkan.

Setelah lamaran yang tiba-tiba itu, Chanyeol diberi sesuatu oleh orang yang bernama Minho. Yaitu berupa kumpulan foto calonnya. Ketika Chanyeol melihat foto tersebut, tentu saja ia bingung.

FlashBack...

'Dia terlihat seperti anak kecil, tunggu.. aku seperti mengenalnya. Aku akan menikah dengan perempuan tomboy ini?' Batinnya heran saat melihat meneliti foto Baekhyun.

"Dia.. terlihat masih anak-anak. Berapa usia putri anda?" Tanya Chanyeol langsung pada Bogum. Sedangkan Minho hanya meremas tangannya gugup.

"Siapa yang kau sebut purti? Hahaha. Anakku memang manis, dia baru saja berusia 16 Tahun." Ucap minho sambil terkekeh geli. Chanyeol menatap bingung Bogum.

"Anu.. ia adalah Tuan muda Baekhyun, ia seorang lelaki Chanyeol-shi" Ucap Minho membuat Chanyeol sukses terkejut bukan main. Chanyeol sedang berperang dengan batinnya, ia telah setuju sebelumnya. Jika menolak pun, tidak akan ada gunanya.

"Aku.. Aku.. akan menerima tawarannya. Tetapi Pernikahan ini harus dirahasiakan. Juga.. saya harap, dia akan tinggal di kediaman saya." Ucap Chanyeol getir.

"Baiklah, Nak chanyeol. Kalian akan menikah 6 hari lagi, hari minggu. Lokasinya akan Minho beritahu. Kau hanya tinggal datang, dan ucapkan janji pernikahan. Jangan pernah membuat putraku menangis." Ucap Bogum mengakhiri pertemuan mendadak itu.

Setelah lamaran mendadak tersebut, esok harinya Bogum benar-benar membuktikan ucapannya. Park Seohyun selaku ibu Chanyeol di pindahkan ke Rumah Sakit terbaik di Seoul, serta membuat Chanyeol dapat melanjutkan Sekolahnya samapai akhir.

Chanyeol diam-diam menyelidiki calon suaminya itu, yang ternyata lelaki yang pernah ia tolong saat insiden di lapangan terbuka. Ia mengamati Baekhyun dalam diam, Chanyeol tidak menyangka jika calonnya kelak adalah seseorang yang sangat manja yang diperlakukan bak seorang putri.

Chanyeol tidak menyukainya, ia membenci sifat manja baekhyun, apalagi calonnya itu selalu menempel pada Minho dan seorang lelaki tampan yang menjadi perbincangan di Sekolah.

End FlashBack

...

Setelah selesai mengunjungi ibunya di Rumah Sakit, Chanyeol memutuskan untuk langsung pulang kerumahnya. Tapi langkahnya terhenti saat melihat sosok perempuan yang ia kenal, yang baru-baru ini menghilang dari pandangannya.

'Dia... kenapa berada disini' Batinnya bingung. Lalu Chanyeol memutuskan untuk berjalan kearahnya.

"Kim Yejin" Panggil Chanyeol lembut, perempuan itu menengok kearah sumber suara. Alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok yang tidak ingin ia temui dalam keadaan seperti ini.

"Chan...ti-tidak. Suster, tolong bawa aku masuk" Ucap Yejin lemah. Lalu suster tersebut mendorong kursi roda yang Yejin kenakan.

Chanyeol dengan cepat menghalangi jalannya kursi roda. Lalu ia membawa yejin kedalam pelukan hangatnya. "Aku menemukanmu. Syukurlah.." Ucap Chanyeol lega.

...

Baekhyun sedang dilanda kebosanan. Ia berulangkali memindahkan Channel Televisi berharap mendapat sesuatu untuk mengusir kebosanannya . Ia mengecek jam di dinding, menunjukan pukul 1.20 Siang, perutnya berbunyi sedari tadi. Bubur yang ia santap pagi tadi tidak dapat menahan laparnya.

"Uhhhh... lapar" ringisnya pelan. "sebenarnya kemana chanyeolie~" Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya sebal. Lalu ia memutuskan untuk tidur sambil menunggu kepulangan suaminya.

.

.

.

TBC

Hai~~ Makasih banyak yang udah kasih Lovereview aku cinta kaliankomen kalian yng udah bikin tambh semangat ngetik wkwk, btw.. maaf kalo banyak typo Cerita ini terinspirasi dari Movie jepang 'Live Action Meisenen Dakedo Kodomo Janai. Untuk selebihnya pemikiran saya sendiri. walau absurd:v

pokoknya makasih banyak yang udah baca cerita saya TT TT. ILY