Chapter 5. ChanBaek Fanfiction.Yaoi. Don't like? Don't read. Selamat membaca.
...
Baekhyun membuka matanya perlahan, ia melakukan peregangan ringan di kasur lipat miliknya.
"Uhh.. sudah sore, apa Chanyeolie sudah pulang?" Gumamnya sambil melihat jam yang menunjukan pukul jam 5.20 Pm. Ia merasakan tubuhnya lengket oleh keringat.
Baekhyun ingat, selama di rumah ini ia tidak mandi sama sekali. "Omoooo~~" Jerit Baekhyun sambil mengendus tubuhnya.
"Tetap wangi hehe" Ucapnya riang.
Tok Tok Tok
Mendengar suara ketukan pintu, dengan sigap Baekhyun membuka pintu rumahnya. Ia terkejut saat melihat Minho yang berdiri tegap sambil membawa bungkusan entah apa itu.
"Minhooo!!"
Teriak Baekhyun senang, lalu ia memeluk Minho manja. "Tuan muda, bagaimana kabar anda?" Tanya minho disertai senyuman manisnya.
Baekhyun melepaskan pelukannya lalu menatap Minho riang. "Baekkie baik hehe, hanya.. Chanyeolie bilang kemarin Baekkie pingsan, lalu.. eung.. Baekkie demam" Ucap baekhyun tenang.
Tapi hal itu sukses membuat minho kalang kabut, ia mengecek suhu tubuh Baekhyun, meneliti penampilan tuan mudanya yang tidak biasa. Terlihat sederhana, dan sekaligus manis dengan balutan baju tidur kebesaran.
"Tuan muda, anda harus banyak istirahat" Ucap Miho sambil menuntun baekhyun kedalam rumah.
"Eehhh.. Tapi Baekkie sekarang sudah baik-baik saja kok hehe".
"Tuan muda, mengapa handphone anda tidak aktif?" Ucap Minho khawatir. Baekhyun menggerjabkan matanya, lalu ia menggaruk tengkuknya gugup.
"ne.. Minho, handphone Baekkie dipakai untuk membayar ongkos taksi. Hehe"
"kenapa bisa? Apa Chanyeol tidak punya uang? Atau uangnya hilang.. mungkin?" Tanya Minho bingung.
"Anii~~ Baekkie yang tidak punya uang hehe, kemarin Baekkie naik taksi sendiri lho.. Baekkie hebat kan?" Ucapnya bangga.
"MWOOO"
Minho berteriak kaget.
"Minho, Baekkie lapar" rengek Baekhyun. Minho dengan cepat membuka bungkusan yang ia bawa, makanan rumahan yang dibuat Chef keluarga Byun menyambut pengelihatan baekhyun.
"Minho jjang! Selalu tahu apa yang baekkie butuhkan hehe" lalu baekhyun memulai makan, di temani minho yang sesekali bertanya seputar kehidupan barunya.
...
Setelah menyantap makanan yang dibawa Minho, baekhyun merasakan gatal di tubuhnya. Ia membutuhkan mandi. "Nee Minho, bagaimana caranya mandi di rumah ini?" tanya baekhyun bingung. Sedangkan minho melongo tak percaya.
"Tuan muda.. jangan bilang anda belum mandi selama berada disini?" Ucap minho terkejut, ditanggapi dengan anggukan malu dari Baekhyun.
"T-tuan muda. Saya akan menyiapkan air untuk anda, perlengkapan mandi milik anda berada di koper nomer 3, sudah saya beri tanda" Ucap Minho membungkuk hormat, lalu bergegas mencari kamar mandi. Baekhyun melangkah, mencari koper yang dimaksud Minho.
...
"Huaaaa, daebak! Bagaimana caranya kamar mandi ini bisa menghasilkan air?" tanya baekhyun takjub sambil melepas handuknya, bersiap untuk mandi. Lalu ia menyimpan perlengkapan mandi miliknya disudut ruangan.
"Minhooo.. Minho.." teriak baekhyun dari kamar mandi, lalu minho berlari menuju kamar mandi dengan panik.
"Tuan muda, ada masalah?" Tanya minho khawatir, lalu matanya membola saat melihat tubuh telanjang baekhyun. Pemandangan seperti itu sudah biasa bagi Minho ngomong-ngomong.
"Disini tidak ada shower dan bathub. Jadi bagaimana caranya aku mandi?" tanya baekhyun heran. Minho menepuk jidatnya gemas, ia terkekeh geli.
"Aku pulang" Ucap Chanyeol sambil membuka pintu rumahnya. Ia menyerit heran saat melihat berbagai macam makanan mewah di ruangan santai. Lalu matanya memicing ke sudut ruangan, ia menemukan sepasang sepatu mewah milik lelaki. Tidak sampai disitu, Chanyeol menangkap suara dari arah kamar mandi miliknya.
Saat menuju kamar mandi, suara percakapan diantara dua orang terdengar semakin jelas. Chanyeol dengan cepat membuka pintu kamar mandi, ia terkejut ketika Minho yang sedang berdiri 'menonton' baekhyun mandi dengan tubuh telanjang tentu saja.
"Kyaaa!! Chanyeol!"
Baekhyun memekik terkejut saat pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dengan spontan ia menutup dada beserta daerah kemaluannya. Minho mendelik Chanyeol tajam.
"APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN" teriak Chanyeol kalap, ia mendorong tubuh Minho sampai terjerembab jatuh. Minho melihat Chanyeol terkejut.
"Ini bisa dijelaskan" Ucap Minho tenang, lalu ia bangkit, merapikan pakaiannya, Minho menyeret Chanyeol keluar dari kamar mandi.
"Tuan, seperti yang telah saya katakan, lakukan seperti tadi. Selesikan mandi anda dengan tenang" Ucap minho dibalik pintu kamar mandi yang sudah tertutup.
"H-Huh? Aa.. n-nee" Ucap baekhyun tergagap, baekhyun merasa terkejut, takut, dan malu saat Chanyeol masuk dan mendorong Minho di depan matanya. Baekhyun menghela nafas berulang kali, lalu ia meneruskan acara mandinya.
Chanyeol melepaskan tangannya paksa. Ia menatap Minho Marah. "Kau. Kau.. bisa-bisanya menonton orang yag sedang mandi." Ucap Chanyeol marah, Minho menghela nafas tenang.
"Maaf tuan Chanyeol, tapi melayani Tuan Muda baekhyun adalah tugas saya." Ucap Minho sambil membungkuk hormat.
"Maksudmu? Huh..Apa dia meminta untuk kau layani begitu?" Dengusnya marah. Minho menggaruk tengkuknya gugup.
"Anu.. Tuan Muda Baekhyun belum mandi sejak menginjak rumah ini. Beliau ingin membersihkan tubuhnya, tetapi ia bingung karena perlatan disini tidak seperti di Mansion Byun." Ucap Minho tenang, lalu ia melihat Chanyeol yang terperangah tak percaya.
"Saya menyiapkan air, berserta memberitahukan bagaimana caranya mandi dengan perlatan seperti itu. Lalu anda masuk mengejutkan kami" Sambung Minho.
"Cih!" Chanyeol berdecih, ia memandang Minho tajam. "Apa kau harus melihatnya telanjang? Tidak sopan kau tahu!" Bentaknya.
Minho terkekeh ringan. "Maaf tuan Chanyeol, tapi saya telah terbiasa melihat tuan baekhyun telanjang. Sudah sekitar 10 tahun kurang lebih" Ucap Minho menyeringai melihat ekspresi Chanyeol.
"Tidak usah cemburu tuan, saya sudah memiliki kekasih. Ia salah satu Chef di mansion Byun. Dan saya.. telah disumpah agar tidak melibatkan perasaan apapun pada keluarga Byun. Baekhyun telah saya anggap sebagai adik saya sendiri" Ucap Minho, ia melihat reaksi Chanyeol yang terlihat tenang sekarang.
"A-aku tidak cemburu! Cih" Chanyeol berdecih, lalu ia mengambil air minum untuk menjernihkan pikirannya. Minho melihat chanyeol sambil menggelengkan kepalanya gemas.
...
Setelah selesai mandi dan memakai handuk sebatas dada, baekhyun dengan gugup keluar. Ia malu jika berpapasan dengan Chanyeol, karena Chanyeol telah melihat tubuh telanjang Baekhyun.
"Huaa~~ Baekkie malu. Ottoke?" Gumam baekhyun sambil melangkah keluar kamar mandi pelan.
"Yak! Kenapa kau berjalan seperti itu?"
DEG
"Chan.. chanyeoll?" Baekhyun terkejut melihat Chanyeol yang tengah memegang segelas air putih tepat berada di pintu dapur. Untuk informasi, kamar mandi berada di sebelah dapur.
"Hmmm" Chanyeol menengguk air putih itu sampai tak tersisa, lalu ia menatap Baekhyun dengan raut wajah tak terbaca, alias datar.
Baekhyun spontan menyilangkan tangan di dadanya, sedangkan Chanyeol melihat itu mendengus geli.
"Ya, apa yang kau lakukan. Kau seperti anak perempuan saja. Sadarkan dirimu Byun, kau ini lelaki aku juga lelaki. Kita sama-sama lelaki. Aku tidak tertarik pada tubuhmu" Ucap Chanyeol melengos pergi. Sedangkan baekhyun membuka tutup mulutnya tak percaya.
"Aigoo~~ baekkie lupa kalau baekkie ini tidak punya dada besar. Jadi apa yang harus disembunyikan" Gumam baekhyun pelan, lalu ia melangkah ke kamarnya untuk memakai baju. Entah kenapa, Baekhyun tidak tersinggung sama sekali dengan Ucapan Chanyeol, ia dibutakan oleh pesona Chanyeol.. mungkin.
Chanyeol dan Minho berada di ruangan tengah. Mereka sedang membicarakan tentang uang mingguan Baekhyun. "Ini, Biaya Tuan baekhyun untuk seminggu. Dan saya mohon Chanyeol, tolong bimbing Baekhyun selama dirumah ini." Ucap Minho membungkukkan badannya sambil menyodorkan amplop berisi uang.
"Hmmm"
"Ah.. benar. Nanti akan ada layanan antar barang. Nanti, tolong tangani. Itu Hanphone baru untuk tuan baekhyun, berikan handphone itu pada tuan muda Baekhyun. Karena miliknya telah dipakai untuk membayar ongkos taksi." Ucap Minho. Chanyeol terperangah.
"What the..."
"Tuan Chanyeol, jarak dari sini ke Sekolahan lumayan dekat, dan tidak membutuhkan waktu lama. Tapi Tuan Baekhyun bilang, ia diminta untuk membayar 750 ribu. Dan itu sebabnya baekhyun memilih untuk memberikan Handphonenya karena supir itu mengancam untuk melaporkan tuan baekhyun ke polisi" Ucap minho melirik Chanyeol yang terdiam.
"Minho, kurasa perbincangan kita cukup disini. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Baekhyun" Ucap Chanyeol sambil menatap Minho penuh harap.
"Baiklah, Chanyeol tolong jaga tuan muda Baekhyun. Beliau sangat polos untuk seumuran lelaki berusia 16 tahun. Dan saya takut jika kepolosan tuan Baekhyun, akan berdampak buruk padanya" Ucap minho ditanggapi anggukan kaku oleh Chanyeol.
...
Saat keluar dari kamarnya, baekhyun menemukan Chanyeol yang tengah menyantap makanan yang dibawa Minho. "Chanyeol, dimana Minho?" Ucap baekhyun sambil mengedarkan pandangannya.
"Duduk Byun, ada yang ingin kubicarakan." Ucap Chanyeol tegas. Lalu baekhyun mendudukan dirinya disamping Chanyeol. Chanyeol menghentikan acara makannya.
"Wae~~?" tanya Baekhyun sambil memiringkan kepalanya.
Chanyeol melirik baekhyun yang kini terlihat segar, serta harum strowberry menyapa indra penciumannya. "Ini, uang dari ayahmu untuk seminggu kedepan. Gunakan itu untuk keperluanmu" Ucap Chanyeol menyerahkan amplop berisi uang entah berapa nominalnya.
"Ungg~~ Arraso" Ucap Baekhyun mengangguk paham.
"Baekhyun, kau sudah di tipu" Ucap Chanyeol membuat Baekhyun menatap Chanyeool bingung.
"Jarak rumahku ke sekolah lumayan dekat, untuk taksi hanya 50 ribu, dan Bus hanya 10 ribu untuk pelajar seperti kita" Ucap Chanyeol membuat baekhyun memekit kaget.
"Eeeeehh??"
"Hmm, dasar pabo" Ucap Chanyeol menyentil kening baekhyun.
"Ouch, appo" Ucap Baekhyun sambil mengusap dahinya.
"Bosok, ayo berangkat bersama. Tanyakan padaku apa yang tidak kau mengerti" Ucap chanyeol pelan, hal itu membuat Baekhyun merona malu.
"O.. Oke" jawabnya terbata.
"Baiklah, sekakang tidurlah" Ucap Chanyeol membuat baekhyun mengerucutkan bibirnya tak terima. "Shiroo~~ baekkie mau tanya. Kemana saja chanyeolie baru pulang hampir malam. Baekkie bosan menunggu chanyeol. Utung saja ada Minho yang menemani Baekkie" Ucapnya sambil mengembungkan pipinya marah.
"Aigooo~~ Kenapa kau sangat imut" Ucap Chanyeol gemas sambil menarik pipi Baekhyun. "Aish, jangan cubit pipi baekkie~ sakit tahu. Baekkie memang imut dari lahir kekeke~~" Jawabnya sambil tersenyum lebar.
"Ne Chanyeol, dari mana saja baru pulang?" Tanya baekhyun, membuat senyum chanyeol menghilang, ia tertegun. "Itu.. aku.. hanya mengunjungi eomma di rumah sakit" Jawab Chanyeol terbata. Baekhyun memicingkan matanya, menurutnya Chanyeol terlihat mencurigakan.
"Apa Chanyeol selingkuh?"
Deg
"Ti-Tidak mungkin!" Jawab Chanyeol sambil memalingkan wajahnya, menghindari tatapan baekhyun. "Lihat! Chanyeol tidak memandang baekkie. Andweee!! Baekkie tidak mau menjadi janda" Ucap baekhyun tak terima.
"Yah.. apa yang kau katakan pabo! Aku tidak selingkuh. Aku... baru saja putus dengan pacarku tadi" Jawab Chanyeol jujur. "Mwooo? Chanyeol punya pacar selama ini?" Ucap baekhyun kaget.
"Hmm.." Ucap Chanyeol mengangguk gugup, tiba-tiba saja ia merasa tak enak dengan Baekhyun.
"Wahhhh Daebakkkk!! Chanyeol ceritakan pada Baekkie bagaimana pacaran itu? Apa benar pacaran itu menyenangkan? Apa kalian kencan di taman hiburan, naik bianglala lalu kalian Kisseu~? Uwahhh~~ Baekkie ingin sekali pacaran. Tapi Mama melarang baekkie heheh" Ucap Baekhyun semangat disertai dengan senyuman polos dan binar dimatanya. Membuat Chanyeol terkejut akan reaksi Baekhyun.
"Kau tidak marah?" Tanya Chanyeol ditanggapi gelengan imut, membuat Chanyeol terperangah. Oke seperti yang Minho katakan, bahwa Baekhyun ini polos.
"Baek, kau tidak pernah pacaran?"
Baekhyun menggelengkan kepalanya sekali lagi, lalu tiba-tiba saja wajah Baekhyun memerah bahkan sampai ketelinganya. "Nee Chanyeol, apa kalian pernah ciuman?" Tanya Baekhyun dengan suara pelan.
"Tentu baek, aku lelaki normal" Jawab Chanyeol bangga. Lalu Chanyeol tertegun, ia menatap Baekhyun yang sedang menunduk. "Apa kau.. cem bu ru?" Tanya Chanyeol menahan senyumannya.
"Cemburu? Cemburu itu bagaimana Chanyeol? Baekkie hanya malu tadi membayangkan pacaran dengan Chanyeol kita berciuman hehe" Kekehnya sambil menutupi wajahnya malu. Chanyeol mendengus geli.
"kalau begitu, kau mau menciumku?" Tanya Chanyeol menggoda. Baekhyun menggerjabkan matanya, ia meremas tangannya gugup. Detak jantungnya meningkat dua kali lipat. "MAU" teriaknya membuat chanyeol terkejut. Well sebenarnya Chanyeol hanya menggoda baekhyun, tapi melihat suaminya itu antusias membuat hati Chanyeol tak tega.
"Baiklah, Jaa cium aku" Ucap Chanyeol menutup matanya. Baekhyun menatap wajah chanyeol gugup. Ia mendekatkan wajahnya, meneliti bagaimana paras rupawan suaminya itu dari dekat. Sungguh baekhyun beruntung menikah dengannya. Tak kunjung mendapat ciuman, Chanyeol membuka satu matanya, ia mengintip perlahan. Chanyeol dapat melihat wajah baekhyun yang gugup bukan main. Bahkan wajah Baekhyun memerah sampai telinga dan lehernya.
"Palli, atau aku akan beruba.."
CUP
Chanyeol dan baekyun sama-sama tertegun, pasalnya saat Chanyeol membuka mulutnya, Baekhyun mendaratkan bibir pada gigi bawah dan lidah chanyeol. Dengan cepat bekhyun memundurkan wajahnya, Lalu ia memegang bibirnya yang terkena air liur. Suasana yang sungguh canggung.
"Hueeee~~ Ciuman itu menjijikan. Shirroo~~" rengek Baekhyun. Chanyeol menggerjabkan matanya. "A-aku.. Baekhyun aku minta maaf" Ucapnya, lalu dengan cepat mengelap bibir baekhyun dengan ibu jarinya.
DEG
Jantung keduanya berdegup sangat cepat, dengan cepat Chanyeol bangkit berdiri, lalu ia melangkah ke kamarnya tanpa melirik baekhyun sama sekali. "Apa Chanyeol marah pada baekkie~" Ucap baekhyun sambil mengelus bibirnya perlahan. "Aigoo~~ kenapa juga baekkie berani mencium chanyeol. Paboo" gerutunya sambil memukul kepalanya sendiri. Baekhyun memutuskan untuk tidur, agar tidak kesiangan esok hari.
Pagi hari tiba, Chanyeol seperti biasa menyiapkan sarapan untuk baekhyun dan dirinya. Omong-omong chanyeol penasaran dengan masakan baekhyun. Tapi ia meragukan kemampuan baekhyun tentu saja. Setelah selesai memasak nasi goreng dilengkapi telur dan sosis, Chanyeol segera mengetuk pintu kamar Baekhyun. "Kebiasaan anak ini, jam 6 belum bangun. Kurasa aku harus merubah pola hidupnya" Ucap chanyeol sambil terus mengetuk pintu.
Karena tak kunjung ada sahutan, dengan kesal Chanyeol membuka pintu kamar baekhyun, yng ternyata tidak dikunci dari dalam. Chanyeol melihat Baekyun yang masih terlelap. Ia meneliti wajah Baekhyun, ternyata suaminya itu cantik. Chanyeol tidak pernah melihat lelaki seperti Baekhyun, lelaki yang mampu menyita perhatiannya. Tapi tetap, Chanyeol enggan mengakuinya.
Chanyeol menggelengkan kepalanya, lalu ia berlutut, mengguncang tubuh baekhyun. "Ya, Byun Baek bangun!" Tidak ada pergerakan sama sekali. Chanyeol terlihat kesal.
"BAEKHYUN" Teriak chanyeol disamping telinga Baekhyun. Membuat simungil itu spontan membuka matanya. Lalu, baekhyun menggerjabakan matanya, ia menemukan wajah Chanyeol berada di samping telinga kanannya.
"Ehhhh Chanyeol?" Tanya baekhyun heran. Lalu ia bangun, mendudukkan dirinya. "A-ada apa?" Tanya Baekhyun gugup.
"Sekolah, hari ini berangkat denganku. Cepat mandi" Ucap chanyeol, lalu ia keluar dari ruangan itu. Dengan patuh, Baekhyun melangkah ke kamar mandi dengan mata setengah terbuka, saat melewati meja makan, ia disuguhkan dengan makanan yang menggiurkan, plus sesuatu favoritnya Sosis.
Chanyeol menatap baekhyun heran, "Waee?? Cepat mandi. Airnya sudah kusiapkan." Baekhyun mengangguk pelan. Lalu ia bersiap mandi paginya.
"UWAAAAA" teriakan baekhyun dari arah kamar mandi membuat Chanyeol terkejut, spontan ia berlari ke sumber suara.
Glup
Sudah dua kali Chanyeol melihat Baekhyun telanjang, dan kali ini sukses membuatnya terkejut. Ia menemukan baekhyun sedang menatap ngeri 'milik'nya sendiri. Baekhyun mendongkakkan kepala, menemukan Chanyeol di ambang pintu. Baekhyun menatap Chanyeol disertai matanya yang berkaca-kaca.
"Hikss.. Chanyeol.. kenapa hiks, belalai Baekkie berdiri. Hueeeee Eomaaaa~" teriak baekhyun sambil menangis. Rasa malunya menghilang entah kemana, karena perkataan Chanyeol kemarin tentang mereka sesama lelaki, ditambah baekhyun pikir Chanyeol sama saja seperti Minho.
Chanyeol menelan ludahnya gugup. Dalam hidupnya, baru kali ini ia memergoki lelaki yang sedang hard. Ia menggaruk tengkuknya gugup. Chanyeol berusia 18 tahun, tentu saja mengerti hal seperti ini.
'Tunggu.. apa ini kali pertama ia dalam keadaan seperti ini? Heoll.. kurasa dia baru mengalami mimpi basah' Batin Chanyeol dengan pandangan masih tertuju pada tubuh mulus baekhyun.
"Chanyeoll..."
'Jika aku memberitahu bagaimana mengatasinya, aku akan mengotori pikirannya' Batin Chanyeol bimbang.
"Hiks.. otte Chanyeol.. hiks"
'Apa aku harus bertanya pada Minho? Aish.. tidak! Tidak akan kubiarkan dia tahu. Lalu.. apa yang harus kulakukan' Batin Chanyeol bingung. Ia mengusap wajahnya, berharap pikiran nista pergi dari pikirannya.
"Baekhyun, pertama-tama selamat. Kau sudah melewati fase dewasa pertama, eung.. kurasa kau sudah melewati mimpi basah pertamamu" Ucap chanyeol bingung. Lalu ia berdecak pelan. "Tutup dulu tubuhmu itu Baek!" bentak chanyeol memperingati, lalu baekhyun dengan patuh menutup tubuhnya dengan handuk. Tapi ia tidak mengerti perkataan chanyeol.
"Mimpi basah? baekkie tidak ngompol kok" Ucap baekhyun heran. Chanyeol mendengus gemas. "Seingatmu. Apa kau bermimpi dalam tidurmu..?" Tanya Chanyeol memancing. Lalu ia menangkap ekspresi malu dari baekhyun.
"Umm n-ne" Ucap baekhyun mencicit gugup. "Mimpi seperti apa Byun?" Tanya Chanyeol penasaran.
"Hanya.. hanya.. Baekkie tidak ingat semua. Tapi Baekkie ingat Chanyeol dan Baekkie kisseu, chanyeol memakan mulut baekkie, lalu..."
"JANGAN DITERUSKAN!! OKE AKU.. MENGERTI" teriak Chanyeol panik. Ia tidak menyangka bahwa objek mimpi Baekhyun adalah dirinya.
"Ehhhhhh... B-baiklah, lalu.. apa yang harus baekkie lakukan sekarang?"
Chanyeol menghela nafasnya, "Kalau itu..."
.
.
.
TBC
Yeyeye~~~ nyampe juga di chapter 5 hehe, terimakasih reviewsnya kawan. Kusungguh senang jangan lupa review yang banyak. Makin banyak yang review makin cepet aku up. wkwk~ Bye.. see u in next Chapter~~
