"Ehhhhhh... B-baiklah, lalu.. apa yang harus baekkie lakukan sekarang?"

Chanyeol menghela nafasnya, "Kalau itu..."

Chapter 6

.

.

"Kalau itu.. Hmmm, cara pertama.. mandi dengan air dingin. Jaaa.. aku keluar" Ucap Chanyeol keluar kamar mandi canggung.

Baekhyun memiringkan kepalanya tak mengerti. "Cara pertama? Maksud Chanyeol apakah ada cara kedua dan seterusnya?" Gumam baekhyun bingung, lalu ia memulai mandinya.

Chanyeol menunggu Baekhyun di meja makan, ia menonton Tv Channel Olahraga favoritnya. Hanya saja pikirannya kali ini bercabang, ia tidak fokus dengan apa yang ia tonton.

'apa dia bisa mengatasinya' Batin Chanyeol penasaran.

...

"Chanyeol, giliranmu mandi" Ucap baekhyun keluar dari kamar mandi dengan handuk sebatas dada. Chanyeol menatap baekhyun gemas.

'dia ini lelaki, kenapa menutup tubuhnya seperti itu' batinnya geli.

"Arasso, rapihkan tempat tidurmu. Tunggu aku selesai, lalu kita sarapan bersama. Kau mengerti?"

"Nee.. Chanyeol, omong-omong kau seperti eomma saja hehe.." Ucap baekhyun memeletkan lidahnya mengejek Chanyeol, lalu ia bergegas masuk kekamarnya.

Chanyeol melotot "apa-apaan bocah itu, Huuh" dengusnya, lalu ia bersiap untuk mandi. Chanyeol tiba-tiba ingat. Apakah Baekhyun berhasil mengatasi masalah ereksinya itu.

"Ck, kenapa aku memikirkan itu" gumam chanyeol sambil memukul kepalanya.

...

"Terimakasih untuk makanannya" Ucap Baekhyun tulus, Chanyeol mengangguk pelan. Saat Baekhyun akan beranjak, Chanyeol menahan lengannya. "Mau kemana? Bereskan semua ini!" Tunjuk Chanyeol pada piring-piring kotor sisa sarapan.

"N-Ne?" Baekhyun bingung, ia tidak pernah membereskan piring-piring kotor selama ini.

"jangan bilang kau tidak pernah melakukannya, bahkan mencuci piring sendiri?" Tanya Chanyeol memandang Baekhyun takjub. Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya pelan.

"Hm, aku sudah menduganya. Mulai sekarang, cuci piring masing-masing. Aku akan mengajarkan padamu bagaimana caranya" Ucap Chanyeol bangkit berdiri, lalu melihat Baekhyun yang menatap chanyeol penuh harap, "Uwahh.. daebak, benarkah chanyeol akan mengajakan baekkie bagaimana caranya?" Tanya baekhyun berbinar.

"Tentu saja. Jaa.. pertama, tumpuk piring jadi satu. Lakukan!" Perintahnya, lalu baekhyun melakukan apa yang diucapkan Chanyeol, ia dengan perlahan menumpuk piring-piring menjadi satu tumpukan. "Mirip menara, hehe" Ucap baekhyun riang.

"Bagus Byun, taruh di tempat cuci piring. Setelah itu kita berangkat sekolah. Kau sudah membereskan tempat tidurmu kan?" Tanya Chanyeol mengikuti Baekhyun dari belakang ke arah dapur untuk menaruh piring-piring kotor.

TRAK

"OMO!"

"BYUN BAEK HYUN!" Teriak Chanyeol lalu mendorong badan baekhyun, memeriksa piringnya yang retak akibat berbenturan keras dengan keramik. "Apa yang kau lakukan pabo! Bisakah lebih hati-hati. Kau membuat piringku retak" Ucap Chanyeol marah.

"I-Itu... nanti baekkie ganti" Ucap Baekhyun pelan. Sejujurnya ia takut dengan suara bentakan Chanyeol.

"Kau ini. Siapkan saja peralatan sekolahmu, pelajaran tentang cuci piring mari lakukan saat pulang sekolah. Arraso?" Ucap Chanyeol sambil memisahkan piring yang retak akibat perbuatan Baekhyun.

"N-ne. Chanyeol marah?" Tanya Baekhyun menunduk takut. Sedangkan Chanyeol hanya menghela nafasnya pelan. "Tidak baek, aku hanya kaget. Sana bersiaplah berangkat sekolah" Chanyeol menepuk bahu baekhyun pelan, lalu ia melangkah ke kamarnya untuk bersiap.

...

"Ikuti aku. Ini jalan pintas" Chanyeol menarik tangan baekhyun pelan, lalu ia mulai berjalan melewati jalan kecil untuk menuju ke halte bis. Sedangkan Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol sambil menikmati pemandangan disekitar jalan yang ia lalui. Baekhyun menikmatinya, ia menatap tangannya yang ditarik Chanyeol, Baekhyun tersenyum.

"Chanyeol, jangan terlalu cepat, baekkie cepat lelah" ucap Baekhyun berusaha menyamakan langkahnya dengan langkah Chanyeol. Lalu chanyeol melepaskan genggaman tangannya, "Mian, aku sudah terbiasa berjalan seperti ini. Jaa, kalau begitu kau duluan, aku yang akan mengarahkanmu" Ucap Chanyeol menunggu Baekhyun berjalan di depannya.

Baekhyun merengut, ia menatap chanyeol "kenapa?" Tanya Baekhyun, lalu ia kembali menggenggam telapak tangan Chanyeol.

"Hm?"

"Kenapa tidak jalan berdampingan saja, lalu tangan kita seperti ini. Bukankah ini manis?" Ucap Baekhyun menggerjabkan matanya memohon.

Chanyeol mendengus geli. "Baiklah. Tapi hanya sampai halte saja" Ucap Chanyeol mulai berjalan diikuti langkah kecil baekhyun disampingnya.

"Kenapa? Kenapa hanya sampai halte?" Tanya Baekhyun tak mengerti. Chanyeol menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Apa kau lupa? Jika kita merahasiakan hubungan ini Pabbo. Pokoknya jangan bersikap seakan mengenalku di sekolah nanti" Ucap Chanyeol memperingati. Baekhyun mengangguk kecil, "Oke, Chanyeol baekkie mengerti."

...

Baekhyun menatap takjub bus besar di depannya. 'Ini pertama kalinya baekkie naik bus. Asalkan bersama chanyeol baekkie akan baik-baik saja' batin Baekhyun meremas telapak tangan Chanyeol gugup.

"Lepaskan tanganku Baek. Tunggu apa lagi, cepat naik" Lalu Chanyeol mengikuti baekhyun dari belakang, ia membayar tarif baekhyun dengan kartu miliknya.

Chanyeol melihat Baekhyun yang terlihat asing dengan suasana bus pagi. Penuh dengan orang-orang yang akan memulai aktifitasnya. Mereka gagal mendapatkan kursi.

"Chan, penuh. Dimana baekkie duduk?" Tanya Baekhyun dengan raut wajah cemas.

Chanyeol menatap Baekhyun gemas. "Lihat disekitarmu" baekhyun mengedarkan pengelihatannya. Banyak orang berdiri sambil berpegangan pada alat khusus yang disediakan.

"Ahh, jadi begitu." Lalu baekhyun mengambil posisi, ia menundukan kepalanya gugup saat orang-orang menatapnya. 'Eomma~bagaimana ini' batin Baekhyun takut saat melihat seorang siswa menyeringai mentapnya.

"Ehhh!"

Baekhyun terkejut saat bus mulai berjalan, ia berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh. Orang-orang menatap Baekhyun gemas, baekhyun menjadi bahan tontonan saat tubuhnya seperti terombang-ambing saat gempa melanda.

"Kau lucu" Ucap lelaki yang memakai seragam sama sepertinya. Baekhyun menatap lelaki itu takut, lelaki itu adalah yang tadi menyeringai kearahnya.

Lelaki itu tepat berada di samping Baekhyun, ia di posisi duduk. "mau bertukar tempat manis?" tanya lelaki tersenyum, menyentuh lengan baekhyun.

Baekhyun tersenyum manis. 'sepertinya dia orang baik, tapi kenapa tadi senyumnya aneh' batin baekhyun ragu.

Chanyeol yang berada di samping baekhyun menatap interaksi itu dengan wajah datarnya yang mengeras. Ia melepaskan tangan lelaki itu yang lancang menyentuh Bakhyunya.

"Permisi. Tolong jaga tanganmu Jung, Baekhyun berpegangan padaku." Ucap chanyeol datar, lalu ia menuntun tangan kiri Baekhyun untuk berpegangan pada tangan kanan Chanyeol.

Lelaki yang bernama Daehyun itu menatap Chanyeol antusias. "Chanyeol sunbae, hallo" Ucap Daehyun, membuat Baehyun menatap Chanyeol penuh tanda tanya.

"Hm" Gumam Chanyeol membuat senyuman Daehyun pudar. Pasalnya Chanyol yang dikenal ramah itu menatap sinis padanya.

"Eung~ Chanyeol kenal dengan dia?" Ucap Baekhyun pelan. Chanyeol menganggukan kepalanya menjawab pertanyaan baekhyun.

"Dia tingkat dua, kita berada di tim sepak bola. Jagan tanya lagi" Ucap Chanyeol membuat Baekhyun mengangguk paham.

"Mau bertukar tempat duduk denganku?" tanya Daehyun sekali lagi. Baekhyun menatap ragu, ia melihat tangannya yang terkait dengan legan Chanyeol.

"Tidak, Baekkie baik-baik saja" Ucap Baekhyun sambil tersenyum manis. Chanyeol membulatkan matanya tak terima. 'kenapa dia tersenyum padanya, apa senyumnya itu ditunjukan pada semua orang' Batin chanyeol kesal.

...

Kini mereka telah sampai di area sekolah, Chanyeol tanpa berkata-kata meninggalkan Baekhyun begitu saja. Membuat lelaki mungil itu bingung. "Siapa namamu manis? Kelas berapa?" Tanya Daehyun yang sedari tadi berjalan disamping Baekhyun.

Baekhyun sebenarnya merasa risih, tetapi ia merasa bersykur karena tidak sendirian.

"Eungg~ Baekhyun imnida. Baekkie tingkat satu" Jawab Baekhyun canggung.

Baekhyun memberhentikan langkahnya saat melihat kerumunan perempuan menyambut kedatangan Chaneyol. Ia lupa jika suaminya itu populer dikalangan perempuan.

"Kenapa?" tanya Daehyun menyerit bingung saat tiba-tiba saja raut wajah Baekhyun berubah begitu cepat.

"T-tidak! Baekkie duluan. Dah~" Baekhyun berlari meninggalkan Daehyun begitu saja. Daehhyun menatap Baekhyun gemas. 'dia lelaki termanis yang pernah kutemui. Hmm.. Baekhyun. Dia.. apa adiknya Chanyeol sunbae?' Batinnya bingung, karena Park Chanyeol yang ia tahu tidak menyukai skinsip dengan orang asing.

"Waee~~ Kenapa chanyeol menerima semua itu" Ucap Baekhyun pelan, ia mengerucutkan bibirnya saat melihat Chanyeol menerima bungkusan dari siswi perempuan.

'Baekkie baru ingat jika tidak boleh berinteraksi dengan Chanyeol, Aigoo~ menyebalkan' Batin Baekhyun kesal. Dengan langkah terburu Baekhyun melewati kerumunan itu dengan pipi yang menggembung kesal.

"Terimakasih, Terimakasih.. Kuharap kalian berhenti melakukan ini" ucap Chanyeol cukup keras untuk didengar penggemarnya. Mereka menatap Chanyeol heran, pasalnya baru kali ini Chanyeol meminta seperti itu.

"waee oppa~"

"Sunbae~ terima hadiah dari kami. Kumohon~"

"Nee~~ kami mencintaimu Sunbae~"

Chanyeol memijit dahinya pusing. "Ini yang terakhir. Aku tidak bisa menerima hadiah dari kalian lagi, Nee" Para perempuan itu merengek tak terima.

"Beri kami alasan, setahu kami Yejin Sunbae tidak keberatan. Bernarkan teman-teman?"

"Neee!!" Teriak mereka serempak.

"Kali ini beda. Aku harus menjaga perasaan seseorang"

"Ehhhhhh!!". "Mwoooo!!"

Chanyeol tersenyum tipis, ia membawa hadiah dari penggemarnya. Meninggalkan para penggemar mereka yang bertanya-tanya karena perubahan mendadak ini.

...

Baekhyun memasuki kelas dengan perasaan jengkel. 'kenapa Baekkie kesal melihat chanyeol menerima hadiah. Uhh~ padahal baekkie juga sering menerima hadiah dulu' batinnya bingung.

"Pagi Baekhyun, ada apa? Kenapa terlihat murung. tumben?" tanya seseorang membuat baekhyun tersentak.

"Ehh, hallo luhan~ baekkie hanya kesal" Ucap baekhyun tersenyum. Dia sepertinya akan mendapat teman baru.

"Ahh begitu, jangan sungkan berbicara dengan kami. Iya kan Kyung" Ucap Luhan sambil menyenggol lengan Khyungsoo.

"Hm" Gumam Kyungsoo, lalu ia menatap Baekhyun yang terlihat takut.

'Kenapa Kyungsoo memolototi baekkie~ Apa ia tidak mau berteman dengan baekkie' Batin Baekhyun menunduk takut. Luhan menatap baekhyun gemas. Ia terkekeh pelan.

"Baekhyun, jangan takut dengan kyungsoo. Dia memang seperti itu hahaha. Lihat Kyung, berhenti menatap orang dengan tatapan tajam" Ucap Luhan tertawa. Kyungsoo menghela nafas pelan.

"Maafkan aku, aku punya gangguan pengelihatan" Ucap Kyungsoo datar. Baekhyun mengangkat wajahnya, ia menatap kyungsoo perlahan.

"J-jadi.. kyungsoo tidak membenci baekkie?" Ucap Baekhyun pelan. Disambut gelak tawa luhan, dan dengusan kesal kyungsoo.

"Tidak" Jawab Kyungsoo, lalu senyum Baekhyun melebar, ia menatap kedua lelaki itu berbinar. "Bolehkah baekkie berteman dengan kalian?" Tanya baekhyun, Luhan dan Kyungsoo tersenyum, lalu mereka menganggukkan kepalanya setuju.

"Baek, ku kira kau ini tidak mau berteman dengan kami. Iya kan kyung?"

"Hmm.. kau selalu ditemani Bultermu, jadi kami sungkan mendekat."

"Omong-omong.. dimana bultermu?"

"Ehhh.. anu.. mulai sekarang baekkie tiak di antar Minho" Ucap Baekhyun. Membuat luhan mengangguk mengerti.

"Baguslah" Ucap kyungsoo. Lalu mereka terus mengobrol, membuat orang-orang menatap mereka bingung sekaligus iri bisa mengobrol santai dengan Baekhyun.

...

Bel sekolah berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar telah usai. Chanyeol melihat jam tangannya, ia ragu untuk menemui Baekhyun, karena ia punya jadwal tambahan untuk persiapan Ujian nanti.

"Aishh, terserahlah" Ucapnya, lalu meninggalkan kelasnya. Chanyeol bolos.

Chanyeol melewati koridor kelas tingkat pertama, ia berjalan dengan tenang walaupun sebenarnya risih menjadi tontonan murid-murid tingkat pertama. "Ck, kenapa juga aku harus melakukan ini" gerutunya pelan.

Lalu saat memasuki kelas Baekhyun, wajahnya mengeras saat melihat Baekhyun dikerumuni lelaki dan perempun. 'ada apa ini. Kenapa dia...'

"Baekhyun" Panggil Chanyeol, membuat semua orang yang mengelilingi Baekhyun menengok kearah sumber suara.

Baekhyun melihat chanyeol gugup. "Siapa?" Tanya baekhyun, membuat Chanyeol menyeritkan dahinya. Ia baru ingat jika harus pur-pura terkenal.

"Siapa yang namanya Baekhyun? Mr. Jung Yunho memanggil, harap ikut saya" Ucap Chanyeol menetralkan suaranya.

Ucpan Chanyeol mengegetkan semua orang, karena Mr. Yunho adalah guru konseling. "Teman-teman~ sepertinya baekkie harus pulang, Bye~ Luhan, Kyungsoo dan lainnya, Baekkie dulan."

"Hati-hati dijalan Baekhyunee~~"

"Apa tidak apa-apa pulang sendirian? Mau ku antar?" tanya teman barunya.

"T-tidak perlu Jongdae, terimakasih. Baekkie pamit" baekhyun melangkah keluar kelas. Menemukan Chanyeol yang sedang menunggu.

Baekhyun mengikuti Chanyeol dengan langkah pelan, berusaha memberi jarak. Ia takut jika hubungan mereka terbongkor, dan hal itu akan berakibat buruk pada Chanyeol.

...

"Baek."

"Hmmm, wae?" jawab baekhyun tanpa ekspresi, membuat Chanyeol bingung akan reaksi yang tidak biasa itu. 'ada apa dengan anak ini' batinnya.

"Kau, ada apa denganmu?"

"Baekkie hanya kesal Chanyeol menerima hadiah dari perempuan-perempuan itu" Jawab Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. Chanyeol mendengus gemas.

"Kau tahu? Aku sudah menerima hadiah semenjak tingkat pertama. Salahkan wajahku yang tampan ini."

"Heeeee.. Lalu, apa pacar Chanyeollie tidak marah?"

"Tidak, mereka tidak ikut campur urusanku. Kau.. marah?" Ucap Chanyeol menggoda. Baekhyun mengembungkan pipinya kesal.

"Hngg, mungkin." Jawab Baekhyun kesal. 'apa yang dimaksud dengan mereka? Apa Chanyeol punya banyak pacar' batin Baekhyun jengkel.

Chanyeol tidak bisa menahan tawanya, "Aku menerima hadiah itu karena menguntungkan mendapat makanan gratis, barang, ataupun hadiah lainnya. Aku tidak bisa menolak hadiah yang mereka berikan."

"Hmm.. jadi seperti itu. Nee Chanyeol, apa sekarang chanyeol punya pacar?" Tanya baekhyun pelan, saat mengucapkan itu sesuatu yang tak kasat mata membuat hatinya berdenyut sakit.

"Mungkin.. Ya. Baekhyun, mulai sekarang aku tidak akan menerima hadiah dari penggemarku lagi." Ucap Chanyeol tersenyum lebar. Baekhyun merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat melihat senyuman lebar Chanyeol.

"A-apa.. pacar chanyeol marah?"

"Ya, dia terlihat kesal tadi pagi. Jadi.. aku tidak akan menerima hadiah sekarang" jawab Chanyeol. Tapi hal itu membuat Baekyun tertunduk sedih.

"Jadi benar ya, chanyeol sudah punya pacar baru. Pagi tadi?.. berarti dia ada murid SM. Hueee~~ Kenapa Chanyeol cepat sekali punya pacar baru. Baekkie tidak suka tapi.. baekkie tidak bisa melarang chanyeol" Ucapnya sedih.

Chanyeol mendengus gemas. "Ya Byun Baek, kau ini..."

"Apa boleh Baekkie punya pacar juga? Chanyeol?" Ucap Baekhyun tiba-tiba memotong perkataan Chanyeol.

"MWO? Tidak Boleh!" bentak Chanyeol, baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Wae? Baekkie tidak akan cerita pada Eomma dan Appa. Chanyeol juga punya pacar baru, kenapa Baekkie tidak boleh?" rengeknya kesal.

"Dasar Pabbo! Berpikir semaumu sana. Ck, dasar Pabbo. Yahhh aku kesal" Ucap Chanyeol mengipas-ngipas wajahnya.

"Pokoknya jangan pacaran dengan siapapun bocah, awas saja jika menyukai lelaki lain." Bentak Chanyeol kesal.

Baekhyun menganggukan kepalanya mengerti. "Yasudah, baekkie tidak akan punya pacar. Lagian lelaki yang Baekkie suka hanya Chanyeol."

DEG

"B-Baguslah. Percepat langkahmu" Ucap Chanyeol gugup, lalu mempercepat langkahnya melewati jalan pintas, menuju rumah mereka.

"Chanyeol jangan cepet-cepat!"

...

Chanyeol menyerahkan ponsel baru pada Baekhyun, ponsel itu adalah pesanan Minho yang baru saja tiba. "Ini, sudah ada nomer orang tuamu, Minho, juga nomerku. Jangan menyerahkan ponselmu begitu saja arraso." Baekhyun hanya mengangguk, kini mereka berada di ruang santai sambil menonton Tv.

"Baekhyun, kurasa aku harus kembali kesekolah, aku harus mengikuti kelas tambahan untuk persiapan Ujian nanti"

"Eh?? Jadi Chanyeol tadi bolos hanya untuk mengantar baekkie? Wah Chanyeol romantis sekali~~" Ucap baekhyun berbinar, Chanyeol hanya berdehem. Lalu ia bersiap untuk kembali kesekolah.

"Baek, jika lapar pesan makanan. Siapkan sesuatu untuk makan malam nanti, kurasa aku tak sempat memasak nanti."

"Ehhhh, B-baiklah. T-tapi... Chanyeol pulang jam berapa? Baekkie tida suka sendirian" Ucap Baekhyun memberhentikan langkah Chanyeol yang sudah diambang pintu.

"Maaf baek, aku harus pergi."

"Eungg~~ Arasso"

...

Baekhyun menunggu pesanannya sambil membuka resep di internet, ia mengacak rambutya kasar. "Bakkie tidak mengerti Aigooo~ bagaimana ini" teriaknya bingung.

'tapi baekkie ingin memasak sesuatu untuk Chanyeol, Baekkie ingin Chanyeol kagum pada Baekkie, Uhhh.. baekkie jadi ingat jika Chanyeol punya pacar baru' batinnya.

Tok Tok Tok

"Sudah sampai!!" teriak Baekhyun, lalu berlari kearah pintu. Menemukan petugas pengantar barang.

"Tolong tanda tangan disini tuan" Ucap petugas itu, baekhyun melakukannya. Untuk pertama kali ia berhasil memesan sesuatu secara online.

"Jjaa~~ Mari kita lihat bahan makanan yang akan dimasak nanti hehe~" Baekhyun membuka kotak itu, ia menemukan berbagai macam bahan makanan mulai dari berbagai macam daging, seafood, sayuran. Tentunya dengan kualitas terbaik.

"Karena ini banyak, lebih baik baekkie latihan dulu. Semangat Baekhyun!!" Teriaknya semangat. Lalu ia menyeret kotak berisi bahan makanan itu ke dapur.

Ia mulai membuka tutorial cara memasak daging. Ia melakukan langkah pertama. Yaitu merebus daging, agar daging mudah empuk. Baekhyun memasukan semua daging kualitas terbaik itu kedalam panci besar, lalu memasukan air secukupnya. Setelah itu, Baekhyun kembali melihat layar ponselnya.

"Apa ini? Apa maksudnya rempah-rempah? Bawang? Aigoo Baekkie tidak mengerti" Ucapnya sambil membaca resep.

Karena kurang tahu macam-macam bumbu yang dimaksud, Baekhyun memutuskan untuk bertanya ke Google. Jadi ia membutuhkan banyak waktu untuk mengetahui berbagai macam bumbu dengan cara mencarinya di internet.

...

Baekhyun menyeritkan dahinya saat mencium bau gosong dari arah dapur. Baekhyun tersentak, ia dengan cepat berlari kearah dapur. Baekhyun menatap nanar daging kualitas terbaik miliknya, yang kini telah menghitam seluruhnya.

"Gosong? Aishhhh.. Bagaimana ini Hueee daging sapikuuu~~" baekhyun membuang daging gosong tersebut ke tempat sampah.

Selanjutnya, Baekhyun mengeluarkan Ikan dari lemari es. Rencananya ia akan menggoreng ikan. Seperti sebelumnya, baekhyun terlebih dahulu mengetik sesuatu di ponselnya.

'cara menggoreng ikan agar enak' ketiknya. Lalu baekhyun mulai melakukan cara menggoreng ikan langkah demi langkah.

"KENAPA INI!! EOMAAAA~~~" Teriaknya saat ia memasukan ikan kedalam minyak panas, minyak berletupan. Membuat Baekhyun memundurkan diri. Baekhyun takut tentu saja. 'pokoknya baekkie tidak mau menggoreng ikan lagi' batinnya ketakutan.

Baekhyun menunggu ikan matang, saat mengangkat ikan dari minyak, ia lagi-lagi kecewa dengan hasil masakannya. Ikannya gosong sebelah sisi, karena ia tidak membalikan ikannya. "Uhhhh, mungkin ini masih bisa dimakan" Ucapnya, lalu meniriskan ikan gosong tersebut.

Masakan selanjutnya, yaitu salad. Yang satu ini baekhyun tidak menemukan kesulitan, kecuali potongan pada sayuran itu tidak konstan, bisa di bilang potongannya tidak wajar. Tapi Baekhyun cukup bangga pada hasilnya.

Masakan terakhir, yaitu seafood. Lobster terbaik dari pulau Jeju. Baekhyun berharap banyak dari makanan yang satu ini.

...

"Aku Pulang" Ucap Chanyeol sambil membuka pintu rumah, ia meneliti keadaan rumahnya.

"Hmmm, bagus, tidak berantakan. Dimana dia?" Chanyeol melangkah menuju kamar Baekhyun, tapi tidak menemukan Baekhyun disana.

Ia menoleh kearah jam yang menunjukan pukul 7.25 malam, 'apa dia baik-baik saja' batinnya. Lalu Chanyeol melangkah kearah ruang santai, ia terkejut saat melihat makanan diatas meja.

Chanyeol menyeritkan dahinya saat melihat makanan teresebut. 'Ikannya gosong, salad? Oh yaampun.. apa dia masak' batinnya kaget.

"Chanyeoll...Sudah sampai? Wahh tepat waktu. Mari makan" ucap baekhyun dari arah dapur sambil membawa panci berisi sup lobster buatannya.

Chanyeol menelan ludah gugup saat melihat tampilan sup yang dibawa Baekhyun. 'Oh astaga apa itu, kenapa masakannya aneh. Apa aku akan mati jika memakannya' Batin Chanyeol ngeri.

"Jaa.. ini dia, Seafood ala Chef Bakkie~" Ucap Baekhyun riang sambil menyodorkan semangkuk sup pada Chanyeol yang telah duduk ditempatnya.

"Te-terimakasih, mari makan" Ucap Chanyeol gugup saat menyendok sup lobster buatan baekhyun.

"Ehh, enak" Ucap Chanyeol tak percaya, walaupun tampilan luarnya sangat aneh, tetapi sup lobster ini bisa dikatakan enak dan cocok dilidahnya.

Baekhyun tersenyum malu, "Tentusaja, Baekkie membuat sup itu berulang kali agar rasanya enak" Ucap Baekhyun senang, lalu ia kembali memperhatikan Chanyeol yang sedang menyantap supnya. "Jadi sudah terbiasa membuat ini? Eum kenapa tidak makan?" Tanya Chanyeol bingung.

"Baekkie terlalu kenyang Chan, tadi baekkie harus mencicipi makanan untuk Chanyeol hehe" Ucapnya, lalu ia menyodorkan salad sayuran kearah Chanyeol.

"Makan ini juga Chanyeol, makan sayuran agar sehat. Aku suapi yaa. Say Aaaaaa~~~" Baekhyun menyodorkan sayuran hijau kaya vitamin, Brokoli.

Chanyeol menatap sayuran itu geli. Ia menatap Baekhyun yang terlihat antusias. Akhirnya Chanyeol membuka mulutnya, dengan perlahan ia menguyah brokoli itu dalam mulutnya.

Baekhyun melihat reaksi Chanyeol saat menelan Brokoli. 'apa tidak enak' batinnya. Lalu baekhyun mencoba brokoli buatannya. 'tidak ada yang aneh. Rasanya sama seperti salad lainnya.'

"Kenapa?"

"p-pokoknya jangan masukan brokoli kedalam masakanmu." Chanyeol dengan terburu menyambar segelas air, lalu meminumnya cepat. Baekhyun menganggukan kepalanya paham, walau sebenarnya ia bingung dengan reaksi Chanyeol.

"Ikan ini.. kenapa seperti ini?" Chanyeol membalik-balikan ikan yang terlihat gosong disatu sisi. Baekhyun menggaruk tangannya gugup.

"Itu.. Baekkie takut minyak goreng" Cicitnya malu. Chanyeol tersenyum, "terimakasih sudah masak untukku. Aku selesai, terimakasih Baekhyun" Ucap Chanyeol menyudahi acara makan malamnya. Baekhyun mengangguk bahagia.

"Ada sesuatu yang kau inginkan?" Ucap Chanyeol tiba-tiba sambil membereskan meja makannya.

"Ehhhh.. Tapi kenapa?" Tanya Baekhyun bingung karena pertanyaan tiba-tiba Chanyeol. "kau sudah masak untukku, untuk itu aku akan memberikanmu satu permintaan".

"Benarkah??" Tanya Baekhyun berbinar, Chanyeol mengangguk ragu.

"Kalau begitu, baekkie ingin Chanyeol memanggilku Baekkie, dan baekkie memanggil Chanyeol .. Yeollie, Bagaimana?" Tanya baekhyun antusias.

Chanyeol menghela nafas kasar, ia terlihat berfikir. Sedangkan baekyun mentap Chanyeol dengan mata Puppynya. "Otte~~"

"Hmm, tak masalah. Boleh saja"

"Yesss, Baekkie senang. Terimakasih yeollie~~"

"Y-ya. Baekkie, bantu aku membereskan ini, supnya taruh di lemari pendingin. Aku yang mengurus mangkuk kotornya" Ucap Chanyeol, Baekhyun dengan patuh melakukan apa yang Chanyeol ucapkan.

Saat memasuki dapur, Chanyeol dikejutkan dengan dapurnya yang sangat-sangat berantakan. Cipratan minyak dimana-mana, potongan sayuran berserakan, bumbu dapur berceceran. Keadaan dapur sangat-sangat kacau. Chanyeol menarik nafasnya dalam.

"BYUN BAEKHYUUUUUUNNNN!!!"

"Upps, baekie tidak sempat memberekan dapur" Cicitnya pelan, lalu dengan terburu baekhyun mengunci dirinya dikamar karena takut dengan amukan Chanyeol.

Sabar ya Park.

.

.

.

TBC

Thanks banget yang udah nungguin cerita ini, love you~~ makasih reviewnya aku seneng. Btw.. komen yang banyak pleasee~~~satu lagi. maaf kalo acak-acakan, udah diedit tapi ttep kaya gini spasinya lho:"v