Saat memasuki dapur, Chanyeol dikejutkan dengan dapurnya yang sangat-sangat berantakan. Cipratan minyak dimana-mana, potongan sayuran berserakan, bumbu dapur berceceran. Keadaan dapur sangat-sangat kacau. Chanyeol menarik nafasnya dalam.

"BYUN BAEKHYUUUUUUNNNN!!!"

"Upps, baekie tidak sempat memberekan dapur" Cicitnya pelan, lalu dengan terburu baekhyun mengunci dirinya dikamar karena takut dengan amukan Chanyeol.

Chapter 7

Chanyeol memijit dahinya yang berdenyut sakit, sungguh ia sangat lelah karena aktifitasnya di sekolah, sekarang ia harus membereskan kekacauan yang Baekhyun timbulkan.

'taakan kubiarkan dia menyentuh dapurku lagi' batinnya kesal. Lalu Chanyeol melangkah menuju kamar Baekhyun.

Tok Tok Tok

"Baekkie, keluarlah. Paling tidak bantu aku membereskannya. Aku lelah sungguh.." Ucap Chanyeol lirih. Dengan perlahan pintu yang terkunci itu terbuka. Baekhyun menundukan kepalanya takut sekaligus merasa bersalah.

"Yeollie lelah?"

"hmmm"

"Baiklah, ayo kita bereskan yeollie~~" Ucapnya disertai senyuman manis, membuat Chanyeol mendengus geli.

"Baek, soal memasak.. biar jadi urusanku saja. Jika kau merasa lapar bisa Delivery" Ucap Chanyeol akhirnya, baekhyun memngembungkan pipinya tak terima.

"Tidak! Baekkie ingin memasak untuk Yeollie, biar baekkie jadi istri yang baik" Ucap Baekhyun kesal. Chanyeol mendengus gemas, lalu ia menarik lengan Baekhyun menuju dapur.

"Sekarang.. ayo bereskan Baekkie"

"Uum!" Lalu Baekhyun mulai membersihkan sekitaran kompor, sedangkan Chanyeol memisahkan perabotan yang kotor. 'kenapa semuanya kotor astaga bocah yang satu ini benar-benar!' batinnya jengkel.

"Tunggu.. Baek.. Apa yang kau lakukan dengan sayuran ini. Sungguh ini sangat disayagkan jika dibuang" Ucap Chanyeol heran saat memberekan bekas potongan sayuran yang dibuat salad oleh baekhyun.

"Seperti itu kah? Baekkie tidak tahu, Baekkie hanya memasukan potongan yang cantik untuk membuat salad." Chanyeol terperangah. Ia akhirnya memisahkan sayuran yang masih bisa dimasak, tentu saja tidak untuk brokoli. Chanyeol anti dengan sayuran hijau itu. Pasalnya ia mempunyai pengalaman yang buruk saat memakan brokoli. Hal itu membuatnya tidak memakan brokoli hingga saat ini.

Saat akan membuang sampah sayuran yang tidak terpakai, lagi-lagi Chanyeol dikejutkan dengan tumpukan daging gosong yang berada di tempat sampahnya, begitu juga dengan cangkang lobster dan juga ikan gosong.

"Ap-apa yang..." Chanyeol membuka tutup mulutnya tak percaya.

"Baekhyun, dari mana kau mendapat semua bahan masakan?" Tanya Chanyeol hati-hati.

"Baekkie meminta Appa untuk mengirimkannya kesini, itu bahan makanan terbaik di Korea lhoo, tapi baekkie hanya membuat satu makanan yang enak hehehe.."

"Berhenti tertawa bodoh! Itu tidak lucu sama sekali."

"Ehhh, Yeollie marah?" Tanya Baekhyun bingung, membuat Chanyeol terperangah.

"K-kau ini!! Baekhyun, saat ini kau merupakan tanggung jawabku. Kenapa kau meminta bahan makanan pada Ayahmu. Apalagi itu bahan makanan yang terbaik. Pasti mahal, dan kau malah.. menyia-nyiakannya seperti itu." Ucap Chanyeol marah.

"Kenapa Baekkie tidak boleh meminta pada Appa, Appa Baekkie kan kaya" Ucap Baekhyun polos. Membuat Chanyeol kesal bukan main.

"Besok, sepulang sekolah. Mari minta maaf pada Ayahmu" Ucap Chanyeol memijit dahinya pusing, kesabarannya sedang diuji.

"Minta maaf? Kenapa? Kenapa harus minta maaf?" Baekhyun bingung, selama ini ia tidak pernah mengucapkan kata maaf pada siapapun.

"TENTU SAJA KARENA KAU SALAH.. Hahhhhh..." Chanyeol menghela nafas, menenangkan pikirannya.

"Eungg?"

"Begini baekkie, karena jika kau berbuat salah, maka harus minta maaf. Kau salah karena meminta sesuatu pada Ayahmu tanpa seizinku. Juga merepotkanya, jadi kau harus meminta maaf. Aku ini sekarang suamimu, kau tanggung jawabku. Ayahmu kemarin telah memberimu uang mingguan kan? Nah.. jadi gunakan uang itu untuk membeli sesuatu yang berguna. Jangan buang-buang bahan makanan seperti ini lagi, mengerti?" Ucap Chanyeol lembut, sunggu ia menahan diri agar tidak memaki baekhyun.

"Eungg, Baekkie mengerti Yeollie~ Baekkie senang karena yeollie menyebut jika Yeollie suami Baekkei hihihi~"

TAK

Chanyeol menyentil dahi Baekhyun gemas, baekhyun mengaduh kesakitan. "Bukan itu intinya bodoh, besok kita harus meminta maaf pada ayahmu"

"Baiklah.. baiklah. Besok baekkie minta maaf, untung saja Eomma dan Appa sudah pulang dari Kanada hehe."

"Tidurlah, aku yang akan membereskan semua ini."

"Benarkah? Wahhh yeollie sangat baik. Jaaa kalau begitu selamat malam suami, hihihi Suamii~~~"

"Cih. Dasar gila" Dengusnya geli. Dan Chanyeol membereskan kekacauan yang dibuat Baekhyun seorang diri.

...

Keesokan harinya Chanyeol benar-benar membuktikan ucapannya, setelah selesai dengan aktivitasnya disekolah, ia dan Baekhyun pergi kerumah keluarga Baekhyun.

"Saya memohon maaf!" Ucap Chanyeol sambil membungkukkan badannya dalam di depan Bogum dan Yoona, mereka kini berada di ruangan keluarga.

"Hmm?" Bogum menatap menantunya itu tak mengerti. Begitu juga Yoona yang duduk disamping Bogum.

"Ehh.. Eh.. Kenapa Yeollie yang minta maaf, Anu... yang meminta bahan masakan pada Appa kan baekkie~?" Ucap Baekhyun sambil mengguncang tubuh Chanyeol.

"Karena aku juga telah merepotkan beliau, aku juga harus meminta maaf" Ucap Chanyeol sambil terus membungkuk, ia memelankan suaranya, hingga hanya mampu didengar Baekhyun.

"Nak Chanyeol, tolong jangan seperti itu. Appa Baekkie membuat ulah?" Ucap Yoona Khawatir.

"Angkat tubuhmu" Ucap Bogum tegas, Chanyeol menegakkan tubuhya kembali.

"Maafkan saya Tuan Byun, karena Baekhyun meminta sesuatu pada Anda" Ucap Chanyeol tak enak.

Bogum menatap Chanyeol geli. "Mulai saat ini jangan terlalu formal, panggil saja aku Ayah. Dan saya juga minta maaf" Ucap Bogum.

"Eh?" Chanyeol tak mengerti.

"Nak Chanyeol, maafkan kami. Karena sudah merepotkanmu, Baekkie tidak pernah melakukan urusannya sendiri. Ia selalu dimanjakan, itu salah kami. Dan jugaa... Baekkie pasti tidak tahu cara membelanjakan uang dari kami" Ucap Yoona tersenyum canggung.

"Eomma benar, baekkie meminta pada Appa karena tidak tahu bagaimana belanja bahan makanan untuk masak." Ucap Baekhyun polos.

Chanyeol terperangah. 'orang ini tidak pernah membelanjakan sesuatu dengan uangnya?' Batin Chanyeol tak percaya.

"Tunggu.. apakah baekkie masak?" Tanya Bogum menatap anak bungsunya dalam.

"Nee, Baekkie masak untuk yeolli" Ucap Baekhyun riang, membuat orang tuanya mentap tak percara pada baekhyun.

"Benarkah itu park?" Ucap Bogum menatap Chanyeol tak terbaca.

'Apa Tuan Byun akan memarahiku' batin Chanyeol takut, lalu ia mengangguk pelan.

Reaksi anggukan dari Chanyeol membuat Yoona dan Bogum berpandangan haru. "Chanyeol.. terimakasih" Ucap Bogum memeluk Chanyeol tiba-tiba. Membuat Chanyeol tersentak kaget.

"Ya... A-yah" Ucap Chanyeol gugup.

"Aigooo~~ Uri Aegi, sudah bisa masak. Padahal baru seminggu kalian menikah" Yoona memeluk anaknya haru, Baekhyun tertawa riang dipelukan ibunya.

"Yeobo, ajak Baekhyun kedalam. Aku akan berbincang dengan Chanyeol" Ucap Bogum, lalu Yoona melepaskan pelukannya pada Baekhyun, ia menarik anaknya itu ke kamar Baekhyun. Meninggakkan Chanyeol yang gugup setengah mati.

"Chanyeol, aku benar-benar berterimakasih. Selaku ayahnya aku terlalu memanjakannya, jadinya Baekhyun seperti ini. Omong-omong.. apakah Baekhyun selalu meminta dimajakan?" Tanya Bogum.

"Eh? Dimanjakan?" tanya Chanyeol ambigu.

"Ekhem, maksudku.. dia..tidak melakukan pekerjaan rumah? Apa dia meminta dibacakan cerita sebelum tidur? Apa Baekhyun selalu merengek ingin pulang?"

"Tidak ayah, baekhyun mulai bisa membersihkan rumah. Baekhyun tidak pernah meminta dibacakan cerita atau merengek meminta pulang" Ucap Chanyeol tersenyum sopan, Bogum menatap Chanyeol takjub.

"Ternyata para Tetua Byun benar, ini keputusan yang bagus menikahkan Baekhyun dengan pria bermarga Park Hahahaha.."

Lalu obrolan mereka berlanjut dengan lebih santai, Chanyeol mulai nyaman mengobrol dengan Mertuanya.

Sedangkan dilain sisi, Yoona dan anak bungsunya sedang membicarakan sesuatu di kamar Baekhyun.

"Baekkie~ apa kalian sudah melakukan 'itu'?" tanya Yoona penasaran, sedangkan baekhyun menatap Yoona bingung.

"apa yang dimaksud dengan 'itu' Eomma?" Tanya Baekhyun tak mengerti, membuat Yoona gemas.

"Ituloh baekkie, eummm.. begini. Seperti hubungan suami istri, Eomma membaca diinternet, ternyata sesama lelaki juga bisa melakukan sex."

"Sex?" Pipi Baekhyun spontan memerah saat mengucapkannya.

"Iya, ah tidak.. tapi kita menyebutnya Bercinta." Ucap Yoona terkekeh gemas saat melihat reaksi anak bungsunya.

"Ber-cinta?" Baekhyun sejujurnya tidak mengerti istilah seperti itu, hanya saja ia tahu apa yang dimaksud dengan 'Sex'. Baekhyun ingat saat Junior High School temannya pernah menunjukan Video Porn, tentu saja tanpa sepengetahuan Minho Baekhyun menonton dengan teman-temannya.

"jangan-jangan baekkie belum melakukannya?" Tanya Yoona terkejut, baekyun mengangguk malu.

"Aigooo~~Baekkie harus lebih agresif lagi hahaha"

Perbincangan mereka terus berlanjut, Yoona terus menasehati anak bungsunya. Sedangkan Baekhyun mendengarkan dengan seksama dengan wajahnya yang memerah padam.

...

Jam telah menunjukan pukul 8.30 Malam, Minho yang pulang setengah jam yang lalu terkejut saat Tuan mudanya berkunjung kerumah. Kini Minho tengah membawa susu strawberry kesukaan tuan mudanya.

"Permisi Tuan Baekhyun, Nyonya.. ini susunya" Ucap Minho sambil menyerahkan segelas susu pada Baekhyun.

"Terimakasih Minho" Ucap Baekhyun tersenyum manis. Yoona menatap anak bungsunya itu bangga.

'Tuan Baekhyun berterimakasih padaku?' batin Minho senang dengan perubahan Baekhyun. Lalu ia keluar dari ruangan kamar Baekhyun, bersiap untuk menemui kekasihnya di dapur.

"Baekkie, pokoknya kalian harus menginap malam ini. Jangan lupa saran Eomma oke?" Ucap Yoona tersenyum usil, baekhyun mengangguk polos.

Chanyeol mengedarkan pengelihatannya sekeliling ruangan, sungguh ternyata keluarga Byun sangat kaya. Ia tidak menyangka jika akan menikah dengan anak Konglomerat.

"Nak Chanyeol, malam ini menginaplah disini. Baekhyun telah menunggu di kamarnya" Ucap Yoona membuat Chanyeol yang tengah memperhatikan lukisan tersentak kaget.

"Ehh?"

"Benar, sudah terlalu malam untuk pulang. Malam ini menginaplah disini" Ucap Bogum menepuk pundak Chanyeol. Chanyeol hanya mengangguk gugup, lalu ia menuju kamar Baekhyun diantar oleh Minho.

"Tuan Chanyeol, perlakukan tuan Baekhyun dengan lembut. Bila butuh pelicin dan pengaman, saya sudah menyiapkannya di dalam laci tanpa sepengetahuan tuan baekhyun." Ucap Minho pelan, Chanyeol hanya mengiyakan saja. Sejujurnya ia tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Minho.

'Pelicin? Maksudnya uang?' Batin Chanyeol tak mengerti, lalu ia mengikuti Minho sambil mengagumi ruangan demi ruangan yang ia lewati.

"Baiklah tuan, saya permisi" Mingo membungkukkan tubuhnya, lalu ia meninggalkan Chanyeol didepan pintu kamar Baekhyun.

Tok Tok Tok

"Masuk saja Yeollie~" Teriak Baekhhyun dari dalam kamar, lalu Chanyeol membuka pintu itu perlahan. Ia terkejut ketika melihat betapa luasnya kamar Baekhyun. Chanyeol takjub, walaupun Chanyeol pernah mencicipi kekayaan dalam hidupnya, tapi kali ini matanya benar-benar dimanjakan.

"Yeollie~" Panggil Baekhyun pelan, spontan Chanyeol menatap baekhyun yang sedang duduk di samping kasurnya. Mata Chanyeol membola saat melihat penampilan Baekhyun malam ini.

Baekhyun memakai kaus putih polos kebesaran, serta celana pendek, Bahkan saat matanya melihat tubuh Baekhyun, ia mengira jika Baekhyun tidak memakai celana.

'sial' batin Chanyeol menelan ludahnya gugup, wangi mawar menyapa penciumannya. Ternyata itu adalah aroma lilin yang menyala, Chanyeol menutup mulutnya gugup.

"K-kau sudah makan malam?" Tanya Chanyeol memcah keheningan. Baekhyun menggelengkan kepalanya, "Baekkie sudah minum susu, apa Yeolie lapar?" Tanya Baekhyun bangkit dari posisi duduknya, ia menghampiri Chanyeol.

Chanyeol melangkah mundur, "T-tidak, Jaa.. kalau begitu aku tidur disana" Tunjuk Chanyeol pada sofa yang berada di dalam ruangan sebelah tempat tidur.

"Tidak!" Baekhyun menahan langkah Chanyeol dengan memegang ujung bajunya.

"Eh?"

"Baekkie.. baekkie telah siap sedia" Ucap Baekhyun gugup bukan main, Chanyeol terperangah tak mengerti maksud Baekhyun.

"Hah? Maksudmu?"

"Itu yeoll..kan, kita telah menikah.. jadi, tidak masalah jika kita bercin.."

BRUK

Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun keranjang dengan perlahan, Chanyeol kini tepat berada diatas tubuh Baekhyun dengan tangannya memenjarakan wajah Baekhyun. Ia meneliti wajah baekhyun yang tersipu malu, Chanyeol mulai menggelus wajah Baekhyun pelahan.

Baekhyun merasa jantungnya berdetak sepuluh kali lebih cepat, Chanyeol mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun, lalu ia mengusap bibir Baekhyun denga ibu jarinya. Nafas baekhyun memburu.

"Kau benar-benar sudah siap kan?" Tanya Chanyeol dengan suara dalamnya. Baekhyun mengigit bibir bawahnya yang bergetar karena gugup.

Chanyeol mengelus garis wajah Baekhyun, dengan perlahan tangannya menelusuri leher jenjang Baekhyun perlahan. "Eungh" Baekhyun mendesah pelan karena Chanyeol mengenai titik sensitif dilehernya.

Chanyeol menyeringai, tangannya menelusup ke bawah baju Baekhyun, mengelus perut ramping itu penuh perasaan. "Tunngu dulu!" Jerit baekhyun tiba-tiba menyingkirkan tangan Chanyeol di perutnya. Baekhyun menetralkan nafasnya.

"B-baekie sesak nafas, Hufttt haaahhh" Ucapnya pelan lalu mengambil dan mengeluarkan nafas, Chanyeol mendengus geli. Ia menormalkan kembali posisi tubuhnya.

"C-Chanyeol, kenapa baekkie merasa.. Chanyeol sudah teribiasa" Ucap baekhyun menormalkan kembali nafasnya. Baekhyun heran karena Chanyeol tidak sesak nafas seperti Baekhyun.

"Lantas kenapa? Jika lelaki tidak membenci pasangannya maka sex adalah hal yang wajar. Apa kau sudah paham baek? Jangan seenaknya jika mengatakan bahwa kau sudah siap. Maka aku akan..."

"Daebakkk!!" teriak baekhyun mengagetkan Chanyeol.

"Hah?"

"Hebat! Hebat! Yang tadi itu kita akan sex kan? Yeollie bilang.. 'Jika lelaki tidak membenci pasangannya maka sex adalah hal yang wajar bukan?' Jadi.. bisa dibilang Yeollie tidak membenci Baekkie kan? Bernarkan Yellie? Woah Daebak!! Padahal baru seminggu Baekkie bersama yeollie, baekkie sudah membuat yeollie tidak membenci Baekkie heheh.."

"Itu.."

"Ini Hebat! Maka bisa saja seminggu berikutnya Baekkie membuat yeollie bisa mengatakan jika Yeollie menyukai Baekkie Yesss... baekkie hebat!" Ucap Baekhyun riang sambil menggulingkan badannya ke kanan-ke kiri. Chanyeol mendengus gemas.

"Tidak akan. Selamat malam Baek" Ucap Chanyeol melangkah kearah sofa, meninggalkan Baekhyun yang tengah berguling-guling bahagia. Tentu saja ia tidak akan tidur seranjang dengan Baekhyun.

Malam semakin larut, Baekhyun telah terletap tidur. Tapi tidak dengan Chanyeol yang masih terjaga, padahal sofa milik Baekhyun terasan nyaman.

"Padahal aku hanya ingin mengerjainya, Tapi Baekhyun selalu berpikiran positif"

"dia mendesah tadi" Gumam Chanyeol pelan, lalu ia memejamkan matanya perlahan, menyusul Baekhyun ke dunia mimpi.

...

Keesokan harinya, Chanyeol dan Baekhyun tengah bersiap berangkat ke sekolah. Chanyeol terkejut ketika perlengkapan sekolah serta seragamnya telah disiapkan oleh Minho, Chanyeol tak habis pikir. Bisa-bisanya Minho menyiapkan keperluannya, 'jadi begini enaknya jadi Baekhyun' Gumamnya dalam hati.

"Selamat pagi Nak Chanyeol~ apa tidurmu nyenyak?" Tanya Yoona disertai senyum anehnya.

"Yeobo~ Jangan tanya hal seperti itu hahaha" Ucap Bogum canggung memperingati istri cantiknya itu.

"Selamat pagi Tuan, Nyonya. Mobil untuk mengantar Tuan muda dan Tuan Chanyeol telah siap" Ucap Minho sambil membungkuk hormat.

"baekkie ingin naik bus bersama Yeollie~"

"Eehh??" Yoona terperangah tak percaya.

"APA?" Bogum berteriak kaget.

Tiba-tiba saja perhatian mereka tertuju pada seseorang yang datang terburu membungkuk dalam pada Bogum dan Yoona. "Tuan, Nyonya, Maafkan saya. Karena tidak menyajikan makanan kesukaan Tuan baekhyun dengan kualitas terbaik" Ucap Taemin, perwakilan Chef keluarga Byun.

"Taemin.." Ucap Minho lirih, 'apa dia akan dipecat' batin Minho sedih.

"Maafkan baekkie, taemin" Ucap baekhyun, ia membungkukkan tubuhnya.

"Ehhhh"

"APAA!!" lagi-lagi orang tua Baekhyun terkejut bukan main saat Baekhyun bereaksi seperti itu. Bahkan sebelum-sebelumnya Baekhyun akan mengamuk jika tahu bahwa apa yang ia makan bukanlah kualitas terbaik.

"Bukankah jika baekkie merepotkan harus meminta maaf. Taemin tidak tahu ya?" Ucap Baekhyun sambil memiringkan keplanya. Chanyeol yang berada disampingnya memandang baekhyun dalam, itu adalah perkataan Chanyeol pada baekhyun kemarin malam.

"Selama ini Baekkie sudah membuang-buang makanan, atau membuang cemilan yang kalian buat. Padahal membuatnya saja sudah sangat susah hehehe" Mendengar Ucapan Baekhyun, senyum Chanyeol mengembang. Ia menatap bangga padanya.

"Tuan Chanyeoll.." Minho menatap Chanyeol haru, sedangkan Bogum dan Yoona menatap Baekhyun haru.

"nak Chanyeol terimakasih banyak" Ucap yoona terharu, sedangkan Bogum bersiap memeluk Chanyeol. "Terimaksih menantu, ini pertama kalinya baekhyun meminta maaf dan membungkukkan kepala pada orang lain." Ucap Bogum menepuk-nepuk punggung Chanyeol.

"Mwo! Pertama kali?" Chanyeol menggerjabkan matanya berulang kali, ia tak habis pikir dengan keluarga kaya ini.

"Pokoknya kita harus merayakan ini, iya kan Yeobbo?"

"Benar, sekolahnya besok saja. Hari ini nak Chanyeol harus berpesta bersama kami. Merayakan perubahan baekhyun yang menakjubkan." Ucap Yoona bahagia, ditanggapi anggukan setuju dari Baekhyun.

'Astaga, kenapa keluarga ini berlebihan sekali' Batin Chanyeol dalam hati, lalu ia pasrah mengikuti kemauan mertuanya itu.

.

.

.

TBC

Yeyeye~~~ makasih bayak lohh.. yang udah komen di cerita saya.Makasih juga yng udah baca cerita saya ampe sini. Btw.. please love dan komen sebanyak-banyaknya. wkwkwk

Love ChanBaek