Chapter 8

Hari ini adalah hari minggu, Chanyeol sedang sibuk membersihkan rumahnya. Sedari tadi mata baekhyun tidak terlepas dari gerak tubuh Chanyeol yang sedang mengepel lantai.

"Keren" Gumam Baekhyun pelan, lalu ia tersenyum riang pada suami tingginya itu. "Yeollie~ Ajarkan Baekkie sesuatu Nee~~"

Chanyeol menatap Baekhyun lelah, "Oke.. Uhh.. apa kau sudah mencuci bajumu?" Tanya Chanyeol sambil mengelap keringat di dahinya, Baekhyun menggelengkan kepalanya disertai cengirannya yang khas.

"Keluarkan semua baju yang kotor, kita akan mencucinya. Ah.. untuk seragam, serahkan saja padaku" Lalu Chanyeol kembali mengepel lantai, Baekhyun dengan patuh melakukan apa yang diperintahkan Chanyeol.

"Uhh~~ Ini kotor, ini juga.. Aigoo.. ternyata banyak juga pakaian Baekkie yang belum dicuci hehe" Baekhyun memasukan pakaian kotornya ke keranjang khusus cucian.

"Ughhhh" Baekhyun mengangkat keranjang itu semangat, lalu membawanya pada Chanyeol, "yeollie.. Ini" Chanyeol melihat arah Baekhyun datang, lelaki tinggi itu tersenyum kecil. Lalu ia membantu Baekhyun mengangkat pakaian kotor itu menuju kamar mandi, baekhyun menatap bingung pakaian kotornya.

"Bukankah mencuci pakaian itu menggunakan mesin?" Tanya Baekhyun bingung, membuat Chanyeol mendengus geli.

"Tidak, aku tidak memilikinya, mesin cuuci boros listrik. Menggunakan tangan lebih bersih"

"Ohhh begitu" Baekhyun mengangguk paham, ternyata suaminya ini benar-benar hidup sederhana.

"Baekkie, perhatikan aku" Lantas Baekhyun memperhatikan wajah Chanyeol seksama. Chanyeol terkekeh geli. "Aku tahu aku tampan, tapi maksudku perhatikan apa yang aku lakukan. Pelajari"

"Oke, hehe.. habisnya Chanyeol terlalu tampan untuk dilewatkan" Baekhyun menundukkan kepalanya malu saat mengucapkan itu, Chanyeol menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah suami mungilnya. Lalu mereka mencuci pakaian bersama.

Chanyeol melihat sesuatu hal yang menarik. Yaitu celana dalam Baekhyun yang mencolok. "Dasar Bocah. Haha! Lihat lihat! Celana dalammu bergambar Tayo, Astaga kau ini" Chanyeol tertawa heboh, ia mengangkat tinggi-tinggi celana dalam Baekhyun.

"Ish, yeollie~ terserah baekkie dong, Uhh baekkie kesal. Kemarikan celana dalam baekkie!" Teriak baekhyun sambil berusaha mengambil celana dalamnya dengan berjinjit akibat perbedaan tinggi tubuh mereka.

Chanyeol menatap jahil, "Heh pendek, ambil saja kalau bisa" baekhyun kesal sungguh, lalu dengan semangat ia meloncat-loncat kecil, berusaha menggapai celana Tayonya. Jangan salah, CD itu lebih mahal dari pada harga baju yang Chanyeol kenakan. Hingga...

BUK

BYUR

"SAKITT SAKITT" Teriak chanyeol kesakitan dibawah tubuh Baekhyun. Jadi, Chanyeol jatuh ke ember cucian, dengan tubuh Baekhyun yang berada di atasnya. Ia tidak bisa menyalahkan baekhyun, karena itu murni salah Chanyeol.

Saat ia berjinjit lebih tinggi, Chanyeol terpeleset. Akibatnya Baekhyun yang sedang meloncat bertumpu pada bahu Chanyeol ikut terbawa, menimpa tubuh lelaki tinggi itu.

"Chanyeoll! Baju dan celana Baekkie basah, Ishhh Chanyeol menyebalkan" Baekhyun mempotkan bibirnya kesal.

"Singkirkan tubuhmu itu uh, pinggangku" Dengan tertatih, Chanyeol keluar dari ember cucian. Celananya basah, begitu juga dengan baekhyun.

"Oke, baekkie maafkan aku hehe" kekeh Chanyeol pelan, Baekhyun mengangguk kecil. Ia masih kesal dengan Chanyeol.

"Yasudah, baekkie mau ganti pakaian dulu"

"jangan!"

"Ehhh?"

"Itu hanya akan menambah pakaian kotor. Jadi, lanjutkan saja." Chanyeol membuka baju atasannya, menyisakan tubuh topless dan celana bokser.

Baekhyun mengigit bibirnya gugup. Rasanya baekhyun ingin menjerit saat melihatnya."Uwahh ABS" Gumam Baekhyun pelan, tapi perkataannya itu dapat didengar Chanyeol tentu saja.

"Oh? Ini? Kau mau membuatnya? Kau harus rajin olah raga. Dan menjaga pola makan." Ucap Chanyeol memamerkan hasil usahanya. Tentu saja ia bangga.

"T-tidak, baekkie hanya... Uhhh Yeollie sexy, baekkie tidak kuat"

"Eh? APA!"

"Huh? Itu T-Tidak. Ayo lanjutkan mencucinya" Ucap baekhyun tergagap, lalu ia menerapkan apa yang ia perhatikan tadi, Bekhyun bisa mencuci pakaian sekarang.

'kenapa reaksinya sangat lucu saat aku menggodanya' batin Chanyeol gemas, lalu ia membantu baekhyun mencuci pakaian, sesekali ia menjahili Baekhyun.

...

Mereka kini sedang berada di ruang santai, menikmati libur yang tersisa. Baekhyun sedari tadi mengeluhkan tubuhnya yang sakit, sedangkan Chanyeol hanya menanggapi dengan tawanya. 'baekkie senang, Yeollie banyak tertawa hari ini' Batinnya bahagia.

"Yeollie tahu tidak?'

"Hm, Apa?"

"Sekarang Baekkie bahagia sekali tinggal bersama yeollie"

"Benarkah? Kau tidak merindukan fasilitas mewahmu?" Tanya Chanyeol melirik lelaki mungil yang sedang tersenyum dengan wajah meronanya.

Baekhyun menggeleng, lalu ia tersenyum manis. "Tidak, bersama Yeollie lebih menyenangkan"

"Hmmm.. begitu ya. Yasudah, kalau begitu teruslah bersamaku" Ucap Chanyeol menatap baekhyun dalam. Ia membalas senyuman baekhyun.

Perlahan wajah mereka mendekat, Baekhyun refleks memejamkan matanya, Chanyeol meneliti wajah baekhyun. 'Istrinya' ini sangat cantik.

Tok Tok Tok

Ketukan pintu membuyarkan suasana bagus tadi, Chanyeol berdecak pelan karena gagal melakukan sesuatu pada Baekhyun.

"Baekhyun, Mianhae" Ucapnya sambil mengelus lembut rambut Baekhyun. Lalu ia melangkah menuju pintu, seseorang mengetuk pintunya.

Grep

"Yak! Kauu?" Ucap Chanyeol kaget saat membuka pintu. Tiba-tiba saja orang itu memeluk Chanyeol erat.

"Hyung~ aku akan menginap beberapa hari disini."

"Kenapa? Bagaimana dengan Paman Oh?"

"Aku kesal dengan Appa. Dia membela Kim Kai saat kami bertengkar. Jelas-jelas ini adalah kesalahannya. Jadi aku kabur kesini, tidak masalahkan Hyung~?"

Chanyeol melepaskan pelukannya, lalu ia mengangguk setuju.

Orang itu adalah Oh Sehun, sepupu Chanyeol. Sehun adalah anak bungsu keluarga Oh. Ibunya adalah adik Almarhum Ayahnya. "Arraso, masuk kedalam" Ucap Chanyeol, di tanggapi menganggukan semangat oleh Sehun.

Baekhyun yang sedang melamun terkejut ketika lelaki asing tiba-tiba berjalan santai didepannya, lelaki itu akan membuka pintu kamar Baekhyun.

"Tunggu. Siapa kau?" Tanya Baekhyun kaget, lalu ia menahan langkah Sehun yang sama-sama terkejut saat melihatnya.

"Eh? Aku? Namaku Oh Sehun, sepupu Chanyeol hyung. Pasti kau temannya kan?" tanya Sehun semangat. Baekhyun tertegun sejenak. Lalu ia mengangguk kaku.

"Ohh.. sepupunya Yeol.. eh Chanyeol Ya.."

"Tumben sekali Chanyeol hyung membawa teman kerumahnya. yang aku tahu, dia ini sangat tertutup. Wahh.. pasti kalian dekat. Omong-omong.. siapa namamu?"

"Baekyun-" Yang tadi itu adalah suara Chanyeol yang mengintrupsi keduanya. Chanyeol menatap Sehun datar.

"-Namanya Baekhyun, dia temanku. Dia menginap disini, orang tuanya menitipkannya padaku." Ujar Chanyeol, lalu ia duduk disamping Baekhyun. Memberikan lelaki mungil itu cemilan yang dibawa Sehun.

"Wahhh.. Hyung ternyata kau ini baik ya. Jadi, dimana aku tidur nanti?" Tanya Sehun bingung. Pasalnya Sehun tahu, bahwa Chanyeol tidak akan membiarkannya masuk kedalam kamar Ibunya, yang kini ditempati Chanyeol.

"Ck, ini masih siang. Dan kau sudah menanyakan tempat tidur" decak Chanyeol kesal.

"Hyung, aku lelah. Perjalananku kemari tidak sebentar, aku ingin tidur" Ucapnya malas.

"Sehun boleh tidur dikamar baekkie" Ucap baekhyun dengan pipi menggembung mengunyah makanan. Sehun mengangguk setuju. Tapi tidak dengan lelaki tinggi itu, ia sedang berfikir.

"Tidak boleh!"

"Apa? Kenapa hyung~ ayolah. Aku ini sangat lelah" rengek sehun sambil bergelayut di lengan Chanyeol. Baekhyun menatap interaksi itu sedikit kesal.

"Baiklah, tidur sana di kamar Baekhyun." Chanyeol melepaskan lengannya, lalu ia mendorong tubuh Sehun untuk masuk ke kamar Baekhyun, menahan pintu dari luar.

"HYUNG KAMARNYA BERANTAKAN SEKALI"

...

Jam menunjukan pukul 5 sore, Sehun menggeliatkan tubuhnya. Menatap kamar yang dulunya adalah kamar Chanyeol, "Temannya chanyeol hyung manis juga ya. Tapi sayang jorok sekali" Gumamnya saaat mengedarkan pandangannya menatap berang-barang berserakan dilantai.

Sehun beranjak dari kamar, ia merasa haus sekali. Saat akan menuju dapur, matanya membola saat melihat Chanyeol dan Baekhyun tertidur dengan Televisi yang menyala. Yang membuatnya terkejut adalah posisi mereka. Saling berpelukan.

Sehun tersenyum jahil "Hohoho~"

"CHANYEOL HYUNG KEBAKARAN!!"

Sontak Chanyeol terbangun, dengan terburu ia berlari kearah kamar mandi. Membawa seember air dengan wajah yang panik.

"Dimana.. dimana..." Sehun menahan tawanya. "Itu.. di Tv" Tunjuk sehun sambil menahan tawanya.

Chanyeol menatap sepupunya itu tajam, hampir saja mengguyurkan seember air itu pada wajah sehun. Tapi tentu saja tidak, karena hal itu akan membuatnya kerepotan.

"Kau ini tidak berubah. Dasar jahil!"

"Hehehe.. habisnya hyung tidur pulas sekali dengan Baek, EH?"

Sehun terkejut karena Baekhyun masih tertidur tenang. "tidak bisa dipercaya dia ini.." Sehun mendekat kearah Baekhyun yang tertidur, hal itu tidak terlepas dari pengawasan Chanyeol.

"Hyung, Baekhyun ini manis ya." Sehun menyeringai, menatap Chanyeol jahil.

"Tidak! Dia tidak manis. Ck, apa-apaan kau. YAKKK!!" Chanyeol menarik wajah Sehun cepat saat lelaki albino itu mengecup pipi Baekhyun lembut.

"APA YANG KAU LAKUKAN BERENGSEK!" Teriak Chanyeol marah, membuat lelaki mungil yang sedang terlelap itu terusik.

"Mengaku saja hyung, apa hubunganmu dengan Baekhyun. Apa kalian.. pacaran?" Ucap sehun tersenyum miring.

"T-Tidak! Dia bukan pacarku-" 'dia suamiku' lanjutnya dalam hati. "Baguslah hyung, kukira kau berbah jadi Gay. Hahaha, aku sedikit tertarik padanya"

Chanyeol mengepalkan tangannya erat, ia menahan amarahnya. Tanpa mereka ketahui, Baekhyun telah tersadar sejak Chanyeol berteriak, lelaki mungil itu kembali merasa jantungnya berdenyut sakit.

...

Chanyeol, Baekhyun, serta Sehun sedang menyantap makan malamnya. Keadaan disini sedikit canggung karena Sehun sedari tadi menjahili Baekhyun, dengan Chanyeol yang menatap mereka tajam. Baekhyun memputkan bibirnya kesal, "Kenapa sehun mengganggu baekkie terus sih. Baekkie kan sedang makan. Yeollie tolong baekkie eung~~"

Dengan cepat Baekhyun menutup mulutnya, ia keceplosan karena merengek pada Chanyeol. Kini pikirannya sedikit takut jika hubungannya dengan Chanyeol terbongkar.

"Sehun! Jangan mengganggu Baekhyun." Ucap Chanyeol tajam, membuat senyum Sehun melebar. "Ck, baiklah Hyung. Baekkie.. Kau curang memanggil Chanyeol hyung Yeollie" Ujar sehun membuat baekhyun gugup.

"Hahaha.. baiklah, baekkie akan memanngilmu sehunnie, bagaimana?" Ucap Baekhyun gugup jika Sehun akan semakin curiga. Ia tidak mau Chanyeolnya itu terlibat masalah karenanya.

"Bagus"

"Heheh" Baekhyun tertawa canggung, lalu menyantap makanannya cepat.

'apa-apaan dia itu. Apa dia dengan mudah mengubah nama orang. Bagaimana jika Baekhyun menyukai sehun, anak itu kan lumayan tampan. Sialan.'

"Baekhyun, tidur denganku." Ucap Cahnyeol tiba-tiba, membuat Baekhyun tersedak makanan dan Sehun tertawa geli.

"Sayang sekali ya, aku tidak tidur dengan baekkie hyung. Hahaha" seharusnnya Chanyeol sadar, jika sedari tadi Sehun hanya menggodanya.

...

"Eumm, yeollie kenapa diam saja. Apa baekkie berbuat salah?" Tanya Baekhyun lirih, ia menatap punggung suaminya yang tengah berkulat mengerjakan tugas.

"hmmm?"

"CHANYEOL!" teriak Baekhyun kesal, ia sedari tadi diabaikan. Baekhyun jengkel.

"Diamlah bodoh! Kau tidak lihat aku sedang apa hah!" Sentak Chanyeol, sambil mengibarkan bukunya dihadapan Baekhyun, lelaki mungil itu berkaca-kaca. Ia lalu menyembunyikan wajahnya di selimut Chanyeol.

"Baekhyun!"

"Huks, chanyeol selalu mengabaikan baekkie hiks, baekkie tidak suka" Baekhyun menangis, entah kenapa ia merasa jika terdapat jarak yang semakin jauh dengan suaminya itu.

Chanyeol menghela nafas, ia seharusnya tahu jika Baekhyun keanakan. "Dengar baekkie~ aku sebentar lagi ujian. Aku sedang belajar, Tunguu!! Kulihat kau tidak pernah belajar baek?"

"Eung~" Dari dalam selimut sana Baekhyun menganggukan kepalanya, membuat Chanyeol mendengus geli.

"Maaf ya, aku mengabaikanmu. Aku akan menyelesaikan tugas ini dengan cepat" Ucap Chanyeol pelan, lalu ia kembali mengerjakan tugasnya. Baekhyun mengelap air matanya, ia merasa bersalah karena sudah salah paham.

Untuk informasi, mereka kini berada di kamar Chanyeol. Baekhyun telah berada diposisi siap untuk tidur, sedangkan Chanyeol masih sibuk mengerjakan tugas dikamarnya. Untuk sehun, dia telah tidur dikamar sebelah.

'kasur ini sempit sekali, apa muat tidur berdua dengan yeollie' batin Baekhyun gugup. Ia melupakan fakta pernah tidur berdua dengan Chanyeol, hanya saja waktu itu ia sedang tak sadar. Tetapi sekarang Baekhyun sadar sepenuhnya.

Jantungnya bertalu-talu, ia jadi teringat dengan ucapan serta nasihat Yoona. Jangankan berhubungan badan, ciumanpun tidak bisa melakukannya karena saat membayagkannya teringat insiden mencium lidah Chanyeol, 'euhh menjijikan' batinnya geli.

Chanyeol menatap aneh Baekhyun karena membuat beragam ekspresi di wajahnya. 'apa yang dia bayangkan' pikir Chanyeol, lalu ia menutup buku tugas yang telah ia selesaikan, Chanyeol menghela nafasnya. Jika dipikir-pikir mengenai orientasi seksualnya, Chanyeol bersikeras bahwa ia Straight. Tetapi.. entah mengapa akhir-akhir ini ia bimbang, ia merasa nyaman dengan Baekhyun.

'apa aku harus memastikannya' pikirnya bimbang, "Bakhyunee" Panggil Chanyeol gugup.

"Ya?" Baekhyun mendongkakkan kepalanya, melihat Chanyeol berjalan kearahnya dengan kuping yang memerah padam.

"kenapa kuping yeollie merah? Apa yeollie demam?" tanya Baekhyun Khawatir, lalu ia menarik Chanyeol agar berbaring dikasur. Mengecek suhu tubuh Chanyeol dengan menempelkan keningnya dengan kening Chanyeol spontan, karena Yoona mengecek demam dengan cara seperti itu.

Baekhyun memundurkan wajahnya, memberi sedikit jarak dengan wajah Chanyeol yang terpaku. ia menyerit bingung. "tidak panas. Aneh.. kenapa kuping yeollie~"

CUP

Mata Baekhyun terbelalak saat Chanyeol menarik tengkuknya, menempelkan bibirnya dengan Baekhyun sempurna. "Baekhyun" panggil Chanyeol pelan. Baekhyun berada di samping tubuh Chanyeol yang tengah berbaring.

"k-kenapa.." Baekhyun memegang bibirnya terkejut, Chanyeol menghela nafas panjang. "Bolehkah aku.. menciummu?"

DEG

Baekhyun tertegun, tadi ia memikirkan tentang sebuah ciuman. Dan kini.. Chanyeol memintanya. Tentu saja Baekhyun mengangguk senang. Chanyeol menatap reaksi Baekhyun lega. Ia sangat gugup sebenarya.

Chanyeol mendudukkan dirinya diatas kasur, kini mereka berhadapan. Dengan nafas Chanyeol yang memburu dan wajah ceria Baekhyun. "Yeollie menyukaiku?" Tanya Baekhyun antusias.

"Tidak tahu. Aku.. hanya memastikan sesuatu. Apa boleh?"

"Eung" baekhyun mengangguk, lalu ia memejamkan matanya perlahan saat wajah Chanyeol mendekat.

CUP

Chanyeol sukses menempelkan bibirnya dengan bibir baekhyun, ia tersenyum tipis dalam ciumannya ketika memikirkan bahwa berhasil merebut ciuman pertama Baekhyun.

Kelopak mata Baekhyun terbuka lebar saat bibir Chanyeol perlahan melumat bibirnya. Ia kaget tentu saja, tapi rasa penasaran membuatnya melakukan hal serupa. Dengan perlahan Baekhyun menggerakan bibirnya, membuat Chanyeol menggeram.

'Eunghh' Baekhyun melenguh saat Chanyeol memperdalam ciumannya, Chanyeol menekan tengkuk Baekhyun sambil melumat bibir bawah yang terasa manis itu. Chanyeol menyukainya, menyukai bibir Baekhyun. Begitu pula dengan Baekhyun, ia menyukai saat bibir tebal Chanyeol melumat bibirnya.

"Eumptt" Chanyeol berusaha menerobos bibir Baekhyun dengan lidahnya, tentu saja membuat Baekhyun terkejut. Saat ia akan melepaskan tautanya, dengan cepat Chanyeol menahan tengkuk Baekhyun. Hingga pria mungil itu hanya pasrah.

Karena itu merupakan hal yang baru baginya, dengan ragu-ragu ia membuka celah, membiarkan lidah Chanyeol membelit lidahnya. Baekhyun merasa jijik dengan ludah, tetapi kini.. ia berbagi ludah dengan Chanyeol.

Baekhyun menepuk dada Chanyeol kuat karena kesulitan bernafas, Chanyeol melepaskan pangutannya tak rela. Ia menatap Baekhyun teduh sambil megusap bekas salifaya di bibir Baekhyun dengan ibu jarinya, sedangkan Baekhyun merona parah. Jantungnya berdegup seakan mau meledak.

"Baekhyun, tidurlah. Besok kita sekolah"

"I-Iya a-anu.. I-itu... Aduhhh yeollie.. kenapa jantung baekkie seperti ini" Baekhyun bergerak gelisah, sedangkan Chanyeol terkekeh geli. "Tidur saja oke." Ucapnya pelan sambil beranjak keluar kamar.

"Ehhh.. Yeollie mau kemana?" Tanya Baekhyun sedikit berteriak menatap pungung Chanyeol yang menjauh.

"KE KAMAR MANDI BAEK. TIDUR SUDAH MALAM!"

...

Keesokan harinya, Baekhyun sedari tadi tidak bisa menahan senyumannya. Ia teringat tadi malam berciuman panas dengan Chanyeol, lalu saat ia bangun tidur melihat Chanyeol berada di sampingnya sedang menatapnya dengan senyuman lebarnya. Tentu saja Baekhyun senang bukan main.

"Yak Cahanyeol hyung, Baekhyun Hyung. Ada apa dengan kalian. Kenapa kalian tersenyum aneh begitu?" tanya Sehun heran saat melihat kedua Hyungnya tersenyum malu, menatap satu sama lain dengan canggung.

"Yak, kau tidak sekolah?" Tanya Chanyeol mengalihkan pembicaraan, Sehun menggelengkan kepalanya. Lalu ia kembali memainkan poselnya. "Yeollie, apa sehun satu seklah dengan kita?" Tanya Baekhyun mencicit malu. Sungguh Baekhyun terbayang adegan ciuman tadi malam.

"Tidak baek, dia masih Junior High School" Jawabnya, lalu meneliti penampilan Baekhyun. 'manis, seperti biasanya' batinnya.

"Mwooo!! Baekkie kira Sehunnie satu tingkat dengan baekkie" Ucap baekhyun tak percaya, Chanyeol mengepalkan tangannya saat mengucapkan nama 'sehunnie'. Sungguh Chanyeol tidak menyukainya.

"Baek, sudah siap untuk ke sekolah bukan? Ayo berangkat, kita sarapan disekolah" Ucap Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun, meninggalkan Sehun yang menatap mereka jahil. 'Cih. Tsundare' Batinnya, lalu ia menyeringai merencanakan sesuatu.

...

Chanyeol menepati ucapannya, mereka berada di kantin sekarang. Walaupun masih pagi, ternyata terdapat banyak murid yang berada kantin sekolah. Hal itu menyebabkan mereka tidak bisa berinteraksi bebas, akibat perjanjian keduanya.

Baekhyun melirik Chanyeol yang berada di meja depan. Baekhyun tersenyum kecil karena Chanyeol balik menatapnya. "Selamat makan" Ucap baekhyun pelan, hal itu membuat Chanyeol terkekeh pelan. "Selamat makan" Chanyeol mengatakannya tanpa suara. Lalu memulai sarapan paginya.

"Eumm, banyak makan enak yang baekkie tidak tahu" Ucapnya pelan, lalu ia kembali menyantap sarapannya. "Baekhyunaa" Teriak seseorang dari kejauhan, Baekhyun tersedak kuah Mie ketika melihatnya. Itu Yifan, ia menghampiri Baekhyun dengan raut wajah tak percaya.

"Kenapa kau memakan makanan rendahan seperti itu. Jangan mekakannya!" Ucap Yifan geli, Baekhyun mempoutkan bibirnya.

"Bakkie tidak sempat sarapan, kita harus menghemat uang kau tahu" Baekhyun menyeruput mienya kembali. Mengundang tatapan aneh dari Yifan. 'Baekhyun akhir-akhir ini aneh, apa yang terjadi padanya' batinnya khawatir.

"Apa maksudmu dengan menghemat, apa yang dmaksud dengan kita?" Tanya Yifan memicingkan matanya curiga, dilain sudut sana Chanyeol tersedak makanannya. Chanyeol menatap baekhyun tajam, ia menggelengkan kepalanya membuat isyarat 'Jangan'. Baekhyun mengangguk gugup.

"Ahahhaa, bercanda" Ucap Baekhyun gugup, ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah paniknya. Yifan menatap Baekhyun penuh arti. "Kau tahu bukan, jika kau tidak bisa menyembunyikan sesuatu dariku."

Deg

"I-Iya.." Ucapnya lirih, Lalu Yifan mengeluarkan ponsel disaku seragmnya. Ia meninggalkan Baekhyun yang gugup bukan main.

"Hah... dia pergi, syukurlah. Baikkie takut" Gumamnya pelan. Lalu matanya memicing tajam saat menangkap pemandangan menyakitkan didepan sana. Tiba-tiba seorang perempuan cantik duduk di samping Chanyeol, memeluk lelaki tinggi itu erat.

"Wendy, jangan seperti ini"

Mendengar suara Chanyeol yang lembut saat memanggil nama asing bagi lelaki mungil itu, membuatnya marah. Baekhyun memandang makanannya lirih, ia sudah tidak punya nafsu makan lagi. Baekhyun melangkah gontai menuju kelasnya.

Chanyeol memandang kepergian Baekhyun resah, ia menatap tajam mantan kekasihnya itu. Ya, Chanyeol memang memiliki banyak pacar, ia dikenal dengan PlayBoy. Walaupun begitu, banyak perempuan yang mengantri untuk menjadi pacarnya.

"Kita sudah berakhir. Jangan menyentuhku lagi" Ucapnya tajam, Wendy merengut tak terima.

"Apa kesalahanku Chan, jika kamu meminta sesuatu aku pasti menurutinya. Dimana letak kesalahanku hah? Apa Kim Yejin menyuruhmu memutuskanku.?"

"Ini tidak ada hubungannya dengan Yejin."

"Cih, kau selalu pilih kasih. Aku tahu jika dia itu 'Ratu', tapi lihat saja aku akan merebutmu darinya. Jangan lupakan sesuatu aku ini Kaya, bukankah kau menyukai uangku?" Wendy tersenyum remeh, lalu ia meninggalkan Chanyeol yang terpaku. Lelaki tinggi itu menahan amarahnya.

...

Jam pelajaran telah berakhir, Chanyeol menunggu Baekhyun di luar kelas. Tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda jika Baekhyun akan keluar dari kelasnya. Seperti biasanya, dia berniat akan mengantar Baekhyun lalu kembali kesekolah untuk kelas tambahannya.

"Sunbae, mencari siapa?" Chanyeol tersentak, lalu ia melihat lelaki itu, 'Jongdae'.

"Semuanya sudah pulang?" Tanya Chanyeol melirik kelas suaminya itu.

"Yap, benar. Apa sunbae mencari baekhyun?" Chanyeol gelagapan, lalu ia mengangguk kaku. "Baekhyun bilang, jika ada seseorang mencarinya bilang jika dia pulang duluan diantar Bulternya."

"Ah, begitu? Baiklah. Terimakasih jongdae" Chanyeol menepuk pundak juniornya itu, lalu pergi kembali ke kelasnya. Jongde menyerit heran, 'ada apa dengan mereka, apakah Baekhyun terlibat masalah?'.

"Aku pulang" Chanyeol membuka pintu rumahnya, ia menjinjing bahan masakan untuk makan malam. Ia mengedarkan pengelihatannya, tidak menemukan keberadaan Baekhyun dan sepupunya itu. 'Sialan!' dengan terburu Chanyeol mencari keduanya.

"Hyung?" Sehun tersentak kaget dengan kedatangan Chanyeolnyang tiba-tiba.

"Sehun, dimana Baekhyun?" Tanya Chanyeol dengan nada khawatirnya.

Sehun menyeringai. "Dia? Dihatiku. Hahahaha" Sehun tergelak, lalu mematikan DVD yang ia tonton.

"Tidak lucu Sialan. Dimana Baekhyun!" Tanya Chanyeol menaikan nadanya, ia marah. "Jawab dulu pertanyaanku yang satu ini, apa hubunganmu dengan Baekhyun?"

"Dia milikku"

"Hah? Jinjja? WOW.. aku tidak menyangka jika Hyungku ini berubah jadi Gay" Ucap Sehun yang kini terlihat serius. "Dimana Baekhyun?" Tanya Chanyeol sekali lagi, Sehun tertawa saat melihat raut khawatir Hyungnya.

"Dia menunggumu dikamarku"

"Apa?" Ucap Chanyeol tak percaya, lalu berlari ke kamar yang ditempati Sehun. 'Dugaanku benarkan' batin sehun bangga.

"Baekhyun, kenapa kau dikamar ini?"

"Kenapa? Inikan kamarku?" Jawab Baekhyun mengerucutkan bibirnya, lalu kembali sibuk dengan ponselnya, mengabaikan Chanyeol begitu saja.

"Kenapa kau seperti ini baek? Kau marah? Hanya katakan padaku jika kau marah. Jangan diam seperti itu. Aku.."

"Siapa perempuan yang kau peluk tadi pagi?" Ucap Baekhyun kaku, Chanyeol menyerit. 'dia tidak memanggilku Yeollie, dia benar-banar marah. Dia..cemburu?' batinnya.

"Ah dia, dia pernah satu kelas denganku"

"Hah? Tadi kalian pelukan, lalu aku mendengar kau memanggil namanya dengan nada lembut. Didalam dongeng yang kubaca tidak ada yang seperti ini. Huh seorang pangeran berpelukan mesra dengan perempuan lain." Ucapnya lirih.

"Apa masudmu dengan dongeng? Jangan-jangan kau menyamakan dongeng dengan kehidupan nyata hah! Sudahku katakan jangan samakan aku dengan pangeran!" Bentak Chanyeol tak sadar, hal itu membuat Baekhyun sedih.

"Hiks, Chanyeol selalu membentakku. Aku tidak suka"

"Lalu. Apa peduliku?"

"Hiks, JAHAT!!" Baekhyun berteriak marah, lalu ia bangkit meninggalkan Chanyeol. Baekhyun berlari keluar kamar. Langkahnya terhenti ketika menubruk seseorang yang sedari tadi menonton drama yang disuguhkan pasangan ChanBaek.

"Hiks sehun... Chanyeol jahat hiks" Ucap Baekhyun lirih sambil mengusap sudut matanya. Sehun menghela nafas panjang, lalu ia membawa Baekhyun kepelukannya.

Chanyeol menatap mereka marah, khususnya pada sehun yang sedang memeluk suami mungilnya.

'Kenapa jadi seperti ini' gumamnya sambil mengepalkan telapak tangannya erat.

.

.

.

TBC

Yohoo~~ Yohoho~~ Chapter 8 Up nih

Thanks yaa.. buat yang udah BacaLoveKomen. Love pokoknyamah. Review yang banyak yaa.. teteh-teteh sekalian. biar saya semangat lanjutinnya Kkkkk~