Disclaimer, Amano Akira

"Na, jadi kau juga dilemparkan ke sini, eh?" Alfonso namanya, sulung Sawada yang agak tidak bertanggung jawab tapi sebenarnya perhatian walau jahil tingkat dewa kuda alam gaib sana. Rambut hitam agak panjang mengikal, dijepit asal ke belakang di sisi kirinya demi melancarkan pengelihatan mata bermanik merah jahatnya. Mahasiswa hukum tidak taat peraturan yang membuat rentetan aturan egois khusus untuk adik-adiknya. Tertular sadis-sadis jahilnya tutor kejam berlabel hitman yang suka membunuh muridnya sendiri lalu dihidupkan lagi untuk dibunuh kembali.

"Al, kau kejam sekali tidak memberi tahuku kalau Tsu-chan akan datang hari ini!" yang ini Dino, wajahnya bak pinang dibelah dua dengan Alfonso, berhubung mereka kembar. Rambutnya pirang bermodel sama dengan kakaknya, hanya lebih rapi. Matanya sewarna fosil getah pohon. Seorang model majalah berisi ikemen gentleman tapi sendirinya tidak sepersenpun gentleman. Hobi tersandung kaki sendiri, terobsesi anak SMP paling sadis dan terdeteksi sebagai masokis.

"Seharusnya Tsu-chan mengabariku saja kalau mau pindah kemari. Aku 'kan bisa menjemputmu, bisa bahaya jika kau bertemu spesies nanas jantan di luar sana. Aku juga bisa menyiapkan kamar dan makan siang. Kau pasti lelah setelah perjalanan sejauh itu." Ieyasu yang entah kenapa berubah nama menjadi Giotto di sekolahnya, adalah anak ketiga Sawada yang diagnosa menderita Tsuna complex. Dikirim ke jepang sesegera mungkin setelah penyakit yang sepertinya keturunan ini diketahui pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan keluarga Sawada walau anak-anaknya sering tidak masuk hitungan. Siswa kelas 2-A Namimori High, ketua OSIS yang diidolakan semua anggota sekolah entah perempuan, seme atau pun uke. SEBENARNYA jenius, hanya tertutupi tingkah semi-idiot karena selalu menambahkan Tsu-chan dalam hal apa pun yang di pikirkannya. Dilarang memiliki kontak ponsel dan media komunikasi apapun dengan Tsuna. Sasaran bully yang cocok jika mau belajar seni bullying karena wajahnya kece-kece hunyuk berlabel 'Free Bully' kata Alfonso-nii-san tersayang.

Sementara Tsunayoshi yang menjadi inti pembicaraan, masih mencoba bertahan hidup karena pelukan Ieyasu yang bagai lengket tersiram lem super, memblokir jalur udara pembawa oksigen untuk paru-parunya yang menciut secara imajiner. Ieyasu sih tidak peka, Dino malah cemburu dan Alfonso di ujung sana hanya tersenyum miring melihat adiknya tersiksa. Jangan salah paham dulu, pada akhirnya Alfonso yang akan menyelamatkan si bungsu dari-

"Oi Baka-yasu, aku lapar! Carikan aku makanan!" perintah Alfonso absolut. Sudah mengakar, mendarah daging di pikiran Ieyasu untuk segera menuruti perintah berhawa negatif secara reflek berkat tuntunan pendidikan tutor keluarga yang mengaku-aku tampan banyak pacar.

-tuh, tepat di ujung jalan Tsuna meregang nyawa Alfonso yang selamatkan. Tidak akan pernah mengakui sih, soalnya gengsinya yang paling tinggi di sini. Keluarga Sawada memang dandere kelakuan tsundere pikiran.

TBC