Disclaimer, Amano Akira
"Ossu!" Tsuna mulai merasa, harus memaksa dirinya makan sayur dan minum susu sebelum tidur. "Tsunayoshi, eh?"
"Ya- Yamamoto-san..." remaja baik hati kelebihan tinggi dan mood yang sudah menolongnya ternyata masih seumuran dengannya. Duduk di depannya dengan senyum silau matahari pagi yang seharusnya hangat dan roman- menyenangkan sajalah.
"Jangan canggung begitu. Mulai sekarang kita teman, 'kan?" Tsuna secara tidak sadar memikirkan sunglasses musim panas yang kadang ia bawa liburan ke pantai ketika masih di Sicilia. Dibanding terlihat modis di sini, maka antisipasi kebutaan adalah alasan utama dan title dukun pijat keliling untuk rewardnya. Tuna-fish tiba-tiba terserang galau kesehatan fisik dan pikiran memikirkan mau menjawab apa pernyataan yang seharusnya menyenangkan barusan. Berhubung si moe ini tidak berhati dengki macam kakak sulungnya, iya-iyain saja deh. Lumayan, bisa jadi peta hidup kalau nyasar. Ada maunya memang.
"Hm! Tentu, Yamamoto-kun." tentu dengan satu senyuman, Yamamoto pasti sudah knock-out. Senyum malaikat sih, orang polos macam Yamamoto pastilah percaya-percaya saja kalau Tsuna tidak punya niat jahat. Berhubung polos dan idiot itu beda tipis, Author pakai polos saja.
"Na, bagaimana kalau kita makan siang bersama?" sebuah kotak bekal lumayan besar sudah beristirahat di meja Tsuna. Dalam imajinasi tak berdasar, Tsuna membayangkan makanan empat sehat lima sempurna dengan tambahan suplemen tambah tinggi. Kalau iya, Tsuna mau minta maksudnya. Tapi begitu dibuka isinya sushi semua.
"Hm, tentu saja." Tsuna mengeluarkan kotak bekal terlalu manis untuk anak laki-laki, Yamamoto mencatat dalam hati kalau Tsuna itu selera sama muka sama-sama kawaii. Itu hadiah hari pertama sekolah dari Ieyasu-nii katanya, bonus peluk cium level jalan pintas menuju alam baka hingga Alfonso-nii pulang dari jogging keliling Namimori dan menyapa dengan kaki. Dia tidak sempat mengecek isinya karena terlalu sibuk dengan mimpi indah yang sudah ia lupakan di pulau kapuk dan bermesraan dengan lantai di bawah tangga sampai kena cium tonfa di hari pertama.
Tsuna mengheningkan cipta ingat isi bekal ini masakan Ieyasu.
"Tsuna?" sepertinya sushi enak juga... seringai dalam hati Tsuna laksanakan.
"Etto, Yamamoto-kun... ma- maukah kau berbagi bekal makan siangmu denganku saja?" Tsuna belum mau mati karena memakan masakan kakaknya yang selevel dengan masakan dua bersaudara seayah yang menjadi teman mainnya di Italia sana.
"..." mendadak hening, Yamamoto kedapatan terkena moe attack rupanya.
"Ya- Yamamoto-kun?" jutsu puppy-eyes dikeluarkan, takut-takut tak diijinkan makan dan mati lemas sampai depan rumah. Beruntung kalau rumah sepi tanpa dua kakak bule kece yang diragukan adalah manusia karena hiperbola tingkat kebun binatang. Kalau ada mungkin akan ada acara berkabung pemakaman Tuna malang yang mati karena kakak-kakak sialan penyebab remuk tulang dan gangguan pencernaan.
"A- ahahaaaaaahhhhh... tentu tentu! Tentu saja boleh!" nah 'kan. Author sudah melakukan survei dan sudah diuji secara manual bahwa polos dan idiot itu beda tipis.
TBC
sankyuu~ zhichaloveanime, Cocoa2795, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, Natsu Yuuki, AkabaneKazama
