Disclaimer, Amano Akira

"Oh, Tuna-fish!" Alfonso baru pulang dari kuliah membosankannya. Dalam otak ia membayangkan si bungsu pulang dalam keadaan diare. Ah, bekal buatan Ieyasu ternyata ide kakak Al. Tapi cukuplah puas dirinya melihat lebam di pipi montok Tsuna yang sudah bisa ia tebak karena siapa. "Bertemu karnivora di hari pertama, eh?" ya, iyalah ketemu! Segalanya harus diketahui skylark penguasa itu SMP kalau tidak mau dituduh menyusup dan masuk teritori burung tampan nan imut yang suka gigit tanpa ijin.

"Hn, karnivora?" innocentnya dia memiringkan kepala. Untung kakak-kakak pirang tidak ada di rumah dan tidak sedang berada di tempat umum. Karena peromon-pemanggil-pedopil Tsuna memang sejak lahir tidak bisa dikendalikan. Mengancam keselamatan jiwanya, sumpah.

"Seseorang dari klan Hibari." ya, dari pada keluarga, Alfonso menggolongkan Hibari adalah sebuah klan yakuza yang hobi tertib peraturan macam polisi jalan tanpa otak maling kantong orang seliweran. Oh, Tsuna merinding.

"Maksudmu ketua komite kedisiplinan itu? Apa dia yakuza?" merinding Tsuna membayangkan bertambahnya pem-bully berkekuatan di atas rata-rata. "Sudah aku duga 'dia' melemparkanku ke mari untuk membuatku menderita." batin Tsuna menjerit menyerapahi seorang keji di Italia sana. Seringai tercetak Tampan.

"Oh! Kau membuat masalah dengannya Tuna-fish? Bahaya! Bahaya! Ini bahaya!" rencana ini akan absolut akan berhasil menghiburnya.

"HIIIEEEE! Apa yang bahaya?!"

"Kudengar Hibari dari Namimori-middle masih belum dijinakkan, ia akan meniti siapa saja yang melanggar peraturannya." dengan suara rendah dan dalam Alfonso mulai mengarang ceritanya. Sebagian kecil jujur sih... tapi hanya sebagian... kecil...

"HIIIIEEEEEEE! SONNAAAA!"

"Dan jika menarik perhatiannya, maka dia akan didikte. Bisa jadi akan dijadikan lawan tarung dan dihajarnya setiap bertemu... ataaaauuuu! Dia akan diikat dan diperbudak selama-lama-lama-lama-lamanyaa..."

"HIIIEEEEEE! IYADAAAA YOOOOO!"

"Ehehee, berhati-hatilah Tuna-fish... Hibari tidak pernah kenal ampunan dan kau baru bertemu satu..."

"Satu?! Ada berapa dari mereka?!"

"Kepala klan tak ubahnya seorang iblis kejam! Pasangannya juga kuat tapi dia juga diperbudak! Keturunannya ada tiga. Ketiganya adalah pemegang kuat kekuasaan Namimori. Tapi kau bisa cukup tenang karena anak tertua Hibari sekarang ini ada di China. Tapi bukan berarti kau bisa lega begitu saja! Dua anak lainnya belum jinak sempurna dan hanya kepala klan dan anak tertuanya saja yang bisa menghentikan mereka ketika sudah mengamuk!"

Dalam batin Tsuna membayangkan orang-orang seram berbadan kekar berwajah iblis. Alfonso menikmati reaksi si bungsu, perubahan ekspresi yang jelas selalu bisa memudahkannya menebak isi pikiran malang sang adik favoritnya. Ah, Alfonso suka dimanjakan oleh Tuna-fish yang selalu bisa menghibur kebosanannya.

"Yappari, dengan tingkahmu yang selalu menarik perhatian itu, kau pasti akan mendapat perhatian khusus dari para Hibari!" Alfonso murni mendoakan adiknya. Doa kurang ajar memang. Dia menyeringai mengingat buku tak terbit karya tutor mereka yang berjudul 'Dasar Bermasyarakat', hanya Tsuna yang sukses besar mempraktikkan dengan caranya sendiri. Buku panduan beradaptasi dan menjadi warga yang baik di manapun, kapan pun, situasi apa pun ditulis oleh hitman nomor satu di dunia merangkap tutor jenius serba bisa. Jadi jangan harap isinya memuat kehidupan normal manusia bumi pada umumnya dan umurnya.

"HIIIEEEE!"

"Ghaaahhh! Pelankan suaramu itu Tuna-fish, aku tidak mau tuli karena suara fantastismu yang seperti perempuan itu. Lagi pula para Hibari itu akan lebih tertarik pada orang-orang kuat karena mereka haus kekuatan dan sensasi bertarung. Tapi tidak jarang mereka akan lebih tertarik pada herbivora kecil yang i-m-u-t..."

"Ma- maaf... Tunggu... APAAA?!"

"Ah, Tuna-fish... masak ini untuk makan malam." tanpa ambil pusing teriakan terakhir Tsuna, Alfonso mengeluarkan dua paket filet ikan tuna dari frezzer. Nah, alfonso-nii-san memang kejam. Setelah bercerita seram yang padahal hanya manipulasi hiperbola di banyak bagian, Tsuna dibuat merasa kanibal sekarang. Ingin rasanya melempar kakaknya tersayang ke lubang kubur dan menancapkan batu nisan dengan penuh kebanggaan. Sayang, tubuh shotanya tidak akan mampu.

Yaah, yang penting hari ini dia cukup aman untuk melanjutkan hidup sinting tidak bergaransi, dengan ancaman dibunuh, untuk dihidupkan lagi, untuk dibunuh lagi, untuk dihidupkan lagi. Entah apa tujuannya, mungkin itu hanya hobi. Juga sasaran di-bully itu pasti, berhubung muka kawaii bully-able sudah menurun dari sepuh walau akan hilang seiring tertularnya sifat keji tutor warisan yang kini masih di Italia. Tunggu, itu tutor turun-menurun kagak mati-mati? *dor!*

TBC


sankyuu~ Cocoa2795, Natsu Yuuki, zhichaloveanime, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama