Tittle; My Love

Cast; Kang Daniel, Hwang Minhyun, Bae Jinyoung, Lee Daehwi

Support Cast; Choi Minki, Im Youngmin, Takada Kenta, Kim Sanggyun, Kim Jonghyun, Ha Sungwoon, Ong Seongwoo, Yoon Jisung, Kang Dongho, and others.

Sebelumnya saya mau peringatin, kalo ini FF NielHwang, so yang nggak suka jangan maksain baca, okay :) jadilah pembaca yang cerdas :)

-my love-

Seoul Agustus 2012

Setelah kurang lebih satu minggu Minhyun di rawat dirumah sakit pasca kelahirannya, hari ini Minhyun sudah diperbolehkan pulang. Minhyun bernapas lega, akhirnya hari ini dia pulang juga. Dia sudah sangat bosan berada dirumah sakit. Sebenarnya, Minhyun ingin pulang sejak tiga hari yang lalu namun, karena kesehatannya jadi dia baru diperbolehkan pulang hari ini.

Minhyun mengemasi barang-barang yang akan dibawahnya pulang. Dia sungguh bahagia sudah bisa pulang hari ini.

Ceklek

Kegiatan Minhyun terinterupsi karena pintu kamar rawatnya dibuka. Dia tersenyum saat dilihatnya Sungwoon memasuki kamar rawatnya. Namun, senyumnya luntur saat Sungwoon berjalan melewatinya, dia menghiraukan Minhyun, dan langsung berjalan menuju Box bayi kembarnya.

Minhyun menghela napas kasar, Hyungnya itu masih marah padanya. Sungwoon sangat menentang keputusannya, dia mengatakan. Jika Minhyun tidak sanggup mengurus si kembar, maka dia yang akan mengurusnya. Tapi Minhyun tidak mau, ini keputusannya, dan dia harus melalukan ini.

"Hyung-

"Aku sudah menyelesaikan administrasi nya, kau cepatlah berkemas Taxi akan datang sepuluh menit lagi"

Bahkan Minhyun belum menyelesaikan kata-katanya. Tapi hyungnya itu sudah memotong ucapanya terlebih dahulu. Minhyun hanya pasrah, ini memang salahnya. Tapi dia harus melakukan ini, ini yang terbaik untuk anaknya.

"Baiklah hyung"

Sungwoon menghiraukan ucapan Minhyun, dia menyibukkan diri bermain dengan si kembar. Dia sungguh kecewa, dengan keputusan Minhyun yang ingin memberikan salah satu dari si kembar kepada ayahnya. Bahkan Minhyun tidak tau dia tinggal dimana, dia tipe orang yang seperti apa. Apa dia bisa dipercaya untuk mengurus Sikembar. Bahkan dia, dan ayah Sikembar tidak saling kenal.

Yang Sungwoon tau, Minhyun pernah melakukan One Night Stand dengan pelanggan di Club tempat dia berkerja dulu, hingga dia mengandung Dikembar. Bahkan Ayah sikembar saja tidak tau, kalau Minhyun mengandung, dan lebih parahnya lagi, lelaki yang tidur dengan Minhyun juga bahkan tidak tau dengannya. Hah... Jika tidak ingat Sikembar. Rasanya Sungwoon ingin sekali mencekik Minhyun sekarang. Dia benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran anak itu.

-my love-

Minhyun tak henti-hentinya menciumi wajah salah satu anak kembarnya. Air mata terus mengalir dari kedua mata indahnya. Hari ini, hari dimana anak kembarnya genap berusia tiga bulan. Dan, hari ini juga Minhyun akan menyerahkan salah satu putranya kepada 'dia' Sebenarnya Minhyun tidak mau melakukan ini, dia sangat menyayangi kedua anaknya. Minhyun tidak rela berpisah dari anaknya.

Tapi, mau tidak mau Minhyun harus melakukannya. Dia harus berkerja, demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Satu anak saja dia sudah bingung bagaimana dia harus menghidupinya. Apalagi dua, itu berarti tanggungan hidupnya bertambah dua kali lipat. Minhyun tidak yakin dia bisa memenuhinya.

"Jika kau tidak rela, mengapa kau ingin menyerahkan salah satu anakmu kepada 'dia' ?" Lelaki didepan Minhyun berujar datar.

"Aku harus Hyung" Ujarnya pelan.

"DEMI TUHAN HWANG MINHYUN!!! Aku masih bisa kalau hanya menanggung kalian bertiga!" Lelaki itu, Sungwoon berujar penuh emosi.

"Hyung, tenangkan dirimu. Kau bisa membangunkan Si kembar" Lelaki yang satunya mengingatkan.

"Bagaimana aku tidak emosi Yongguk, dia seperti tidak menghargaiku. Dia mengabaikan seluruh ucapanku, aku hanya tidak ingin dia menyesal dikemudian hari"

Lelaki yang dipanggil Yongguk itu pun, menghela napasnya. Dia mengenal baik dua orang didepannya ini. Mereka dua orang yang sudah Yongguk anggap sebagai Hyung kandungnya. Karena memang Yongguk di Korea tidak mempunyai siapa-siapa, orang tua nya menetap di China.

"Minhyun hyung, apa kau yakin dengan keputusanmu? Kau tau? keputusanmu akan menyakitimu hyung" Yongguk berusaha membujuk Minhyun, untuk membatalkan niatnya.

"Tidak, Yongguk, keputusanku sudah bulat. Setidaknya 'dia' harus tau, bahwa dia mempunyai seorang anak yang harus dia rawat"

Yongguk menghela napas dengan pasrah. Dia tidak bisa berbuat banyak, dia hanya bisa membantu Minhyun dengan cara ini. Dengan cara, membantu Minhyun menyerahkan salah satu putra kembarnya kepada ayah kandung mereka. Karena memang, Yongguk berteman akrab dengan 'dia' ayah biologis Sikembar.

"Baiklah Jika itu kemauanmu hyung, aku tidak bisa berbuat apa-apa" Yongguk berujar pasrah.

Sedangkan Sungwoon, dia hanya bisa menahan emosinya yang sebentar lagi akan meledak. Dia sungguh tidak rela jika harus berpisah dengan salah satu keponkannya. Dia sudah terlalu terbiasa dengan keduanya. Setiap ia pulang berkerja, dia akan selalu menuju kamar Si kembar dan akan menghabiskan waktu bermain dengan keponakkan kembarnya.

Sungwoon beranjak dari duduknya menuju ke kamarnya, Sungwoon membanting pintu kamar dengan keras menandakkan dia sangat emosi. Sedangkan Minhyun, dia hanya menundukkan kepalanya melihat Sungwoon yang begitu marah kepadanya.

"Hyung, apa boleh aku membawa Sikembar sekarang?" Yongguk bertanya hati-hati.

"Sebentar lagi Yongguk, izinkan aku sebentar lagi memeluk anakku" Minhyun berujar dengan suara bergetar.

Yongguk hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia memberikan sedikit lagi waktu untuk Minhyun dan anaknya.

Minhyun menciumi sekali lagi wajah anaknya, lalu menyerahkan anaknya kepada Yongguk. Dia memandang anaknya dengan lekat. Dia pasti akan sangat merindukkan buah hatinya.

"Baiklah hyung. Tapi, siapa namanya hyung? tidak mungkin aku menyebutnya dengan Sikembar terus"

"Panggil dia... Daehwi, Kang Daehwi... namanya Kang Daehwi" Minhyun menyebutkan nama anaknya berulang kali.

"Baiklah, kalau begitu namanya Kang Daehwi, hallo Daehwi ini Uncle Yongguk" Yongguk menggenggam tangan mungil Daehwi.

Minhyun membekap mulutnya yang akan mengeluarkan isakan. Ini keputusannya dia harus siap, ini demi kebaikkan putranya. Dia berulang kali meyakinkan dirinya, kalau dia tidak akan menyesal dikemudian hari.

"Aku permisi, hyung" Yongguk berujar sambil berangkat dari duduknya.

Minhyun menganggukkan kepalanya, lalu, mengikuti Yongguk, yang mulai melangkahkan kakinya keluar apartment Sungwoon. Dia menatap nanar punggung Yongguk yang mulai menjauh dengan membawa salah satu putranya. 'Sayang maafkan Mama' batinnya pilu.

-my love-

Seoul Juni 2017

Disebuah mansion yang cukup megah, seorang pria tampan tengah uring-uringan tidak jelas diruangan kerjanya. Pria itu adalah, Kang Daniel, seorang C.E.O muda yang prestasi nya di bidang bisnis tidak perlu diragukan lagi. Daniel berulang kali mengacak rambutnya frustrasi. Ini dikarenakan anak semata wayangnya itu tengah merajuk. Anaknya mogok bicara, dan mogok makan seharian. Jika Ibunya tau habislah dia, Ibunya akan jadi wanita yang sangat menyeramkan jika sudah menyangkut cucu kesayangannya itu.

Puukk

Daniel berjengit kaget, saat seseorang menepuk pundaknya. Dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menepuk pudaknya. Daniel menghela napas lega, saat tau siapa yang menepuk pundaknya. Dia adalah Jung Jaehyun, sahabatnya sejak kecil.

"Hyung... Daehwi sudah tidur, kau tidak perlu khawatir, aku pulang dulu" Pria itu- Jaehyun mencoba menenangkan Daniel yang masih terlihat uring-uringan.

Daniel menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Jaehyun. Untung ada Jaehyun, jika tidak, dia yakin anaknya itu anak mogok makan berhari-hari. Jika hanya mogok bicara, Daniel tidak masalah, tapi ini mogok makan. Dia takut anak manjanya itu jatuh sakit.

"Terima kasih Jae, kau selalu membantuku. Aku tidak tau apa jadinya jika tidak ada kau, aku yakin Daehwi akan terus mogok makan" Daniel berujar lelah.

"Tak usah berterima kasih, hyung. Daehwi sudah ku anggap sebagai anakku sendiri"

"Ya, baiklah. Hati-hati di jalan, sampaikan salamku untuk Taeyong hyung"

"Oke... hyung... tidakkah kau harus mencarikan ibu untuk Daehwi?" Jaehyun berujar dengan hati-hati.

Daniel terdiam, ini bukan pertama kalinya Jaehyun mengatakan hal ini. Dia ingin, dia sangat ingin mecarikan Daehwi seorang Ibu. Akan tetapi, hati kecilnya masih tetap ingin mencari tau keberadaan ibu kandung Daehwi, ia masih tidak mengerti, mengapa Ibu Daehwi tidak meminta dirinya untuk bertanggung jawab, melainkan malah melahirkan Daehwi, dan menyerahkan Daehwi kepadanya, dan menyembunyikan dirinya entah dimana.

"Akan aku pikirkan nanti" Daniel menjawab singkat.

"Baiklah, terserah padamu hyung. aku pulang dulu"

Daniel merungkan kata-kata Jaehyun barusan. Daniel akui, dia memang membutuhkan seorang pendamping hidup. Pendamping yang bisa mendengarkan keluh kesahnya, Pendamping yang bisa mengimbangi sikap manja anak tunggalnya.Tapi Daniel sudah bertekad, akan mencari Ibu kandung Daehwi, dia akan membawa nya untuk Daehwi.

Daniel terus dihantui rasa bersalah. Setiap kali melihat Daehwi, dia akan teringat pada kesalahan masa lalunya. Kesalahannya yang sudah meniduri seseorang disaat ia mabuk berat, yang bahkan wajahnya saja dia tidak tau.

"Semua ini membuatku pusing, apa ini caramu untuk menghukumku Tuhan, jika kau ingin menghukum, hukum saka aku, jangan putraku" Keluh Daniel frustrasi.

Daniel beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar sang putra.

Daniel masuk kekamar putra nya dengan perlahan, dia mendudukkan diri nya di sisi kiri tempat tidur Daehwi. Daniel tersenyum kecil, melihat cara tidur putra nya. Daehwi orang yang sangat rapi, bahkan saat tidur pun dia masih tetap rapi.

Berbanding balik dengannya yang tidak bisa diam saat tidur. Daniel sangat penasaran bagaimana rupa Ibu dari anaknya ini. Pasti dia orang yang cantik, sehingga anaknya bisa secantik dan seimut ini.

"Good night sweety Daddy menyayangimu" Daniel mengecup lama kening putranya.

TBC

NOTE;

HELLO ヽ()/

Bertemu lagi dengan ff tidak berfaedah ini kkk~ maafin kalo ada typo dan kawan-kawan ya hehe...

review nya dong, biar aku makin semangat lanjutinnya :D

guys btw, aku pengen buat grup NielHwang di WA... ada yang minat gabung? biar kita bisa sharing-sharing tentang NielHwang gitu hehe... kalo kalian mau silahkan pm nomer hp kalian oke :)

see you nexk chapter *

2017-1214