Disclaimer, Amano Akira
Akhir pekan, di mana manusia diberi kesempatan untuk memuaskan hasrat egois bernama malas. Tidur sampai siang, mandi kapan-kapan, tapi makan tetap jalan. Walau kadang terlalu terbuai godaan iblis dalam hati sampai lupa kalau ada janji walau bukan kencan sama mantan... *eh?
Semisal bule kece ini, ketua OSIS merangkap idola NamiHigh yang sekarang sedang kelabakan bak banci taman lawang kena operasi. Bangun berkat pesan berantai dari tangan kanan yang perangainya garang-garang kucing dan satu pesan bernada datar beraura seram walau pengirim tidak ada di hadapan. Intinya, Sawada Ieyasu lupa bahwa dirinya mengumumkan akan diadakan rapat rutin bulanan di hari libur yang cerah ini di sekolah... hanya alasan memang, demi menghindari pulang kemalaman dan tidak bisa bertemu dengan Tsu-chan kerena dilarang masuk kamar adik tersayang.
"Ie-nii!" seruan dari suara yang menurut Ieyasu adalah yang paling manis dan indah bagai dentang lonceng pernikahan, memanggilnya. Refleks brother compleks yang dideritanya, membuat fokus hanya pada sosok adik imut sedunianya. Maka larilah dia mencari dedek tuna untuk diberi pelukan sayang penjemput kematian -menurut Tsuna loh-.
"Tsu-chaann~!" meski masih hanya mengenakan kemeja dan kolor motif hati merah muda.
"Najis!" bukan hanya satu orang yang menembakkan panah beracun bersua cemooh pada Ieyasu yang langsung dapat salam tendang gratis dari sulung Sawada atas tingkahnya itu. Tamu-tamu yang baru datang inginya ikut menyiksa Ieyasu, tapi takut kena borgol 'yakuza-polisi' di pojok sana.
"Bagaimana bisa makhluk ini jadi ketua OSIS?" sang tangan kanan berambut merah muda *kenapanah* menggumam penyesalan.
"Ahahaa, maa... sewaktu pemilihan aku sedang sakit." mas cakep kelebihan mood sepertinya hanya mencoba mengelak.
"Hmm, dia membagikan permen dan kue gratis sih." remaja pemalas berambut hijau ini langsung menerobos masuk ke dapur. Mencari sesajen untuk dirinya sendiri.
"Cih." Tsuna merinding mendengar decihan dari sosok ganteng-ganteng seram.
"Nufufu, kukira muka seke itu bisa aku kuasain." suara terakhir mengalihkan titik fokus dari ketua OSIS najis ke semangka-nanas-pedo-mesum.
"Sepertinya dia tertular/terpengaruh/kesurupan semangka-nanas-pedo-mesum." kompak semua yang terlibat situasi merepotkan pagi ini, kecuali Ieyasu yang masih nyusruk dan semangka pedo yang menjadi objek pengalihan.
"Oi, Tuna-fish. Buatkan mereka suguhan." Alfonso melenggang pergi, membangunkan Dino sepertinya. Sedangkan para tamu duduk tanpa dipersilahkan, bagai rumah sendiri. Ada yang menyusul remaja pemalas tadi pergi ke dapur, mengacak-acak isi kulkas dan lemari penyimpanan mencari sesajen untuk dirinya sendiri.
"..." Tsuna merasa tidak perlu untuk ikut campur, karena buntutnya dia sendiri yang akan repot.
Intuisinya bilang begitu. Jadi lebih baik dia kembali ke kamar dan lanjut fesbukan.
TBC
sankyuu~ Remah-Remah Rengginang, Cocoa2795, Ssora0, zhichaloveanime, Natsu Yuuki, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama
