Tittle; My Love
Cast; Kang Daniel, Hwang Minhyun, Bae Jinyoung, Lee Daehwi
Support Cast; Choi Minki, Im Youngmin, Takada Kenta, Kim Sanggyun, Kim Jonghyun, Ha Sungwoon, Ong Seongwoo, Yoon Jisung, Kang Dongho, and others.
Sebelumnya saya mau peringatin, kalo ini FF NielHwang, so yang nggak suka jangan maksain baca, okay :) jadilah pembaca yang cerdas :)
-my love-
Seoul November 2012
Minhyun mengusap dahinya yang meneteskan peluh tanpa henti. Dia mendudukkan dirinya di salah satu kursi ditaman yang tidak sengaja dilewatinya. Ini adalah hari ke lima Minhyun mencari pekerjaan, namun belum ada satupun pekerjaan yang didapatnya.
Yah, Minhyun bertekad akan mencari pekerjaan. Dia sudah terlalu banyak menyusahkan Sungwoon, dia tidak mau menyusahkan Sungwoon lebih banyak lagi.
Maka dari itu dia bertekad mencari pekerjaan. Agar Sungwoon tidak terbebani olehnya, walaupun Sungwoon selalu berkata dia tidak merasa direpotkan, tapi tetap saja dia merasa tidak enak.
"Aku harus mencari pekerjaan kemana lagi" Lirih Minhyun.
"Minhyun Hyung"
Minhyun menolehkan kepalanya kearah samping kirinya, saat ada seseorang yang memanggil namanya. Dia tersenyum saat tau siapa yang memanggilnya.
"Yongguk, apa kabar?"
"Aku... Baik, hyung"
"Ah... Syukurlah kalo begitu" Minhyun tersenyum.
"Kau... tidak ingin menanyakan hal lain hyung?"
"Hal lain? Hal apa Yongguk? aku rasa tidak ada"
"Kang Daehwi" Yongguk berujar singkat.
Minhyun menegang saat Yongguk menyebutkan nama anaknya, dia mengulas senyum kecut. "Dia pasti baik-baik saja kan? 'Dia' pasti mengurusnya dengan baik 'kan?" Minhyun berujar lirih. Dia meremas map yang sedari tadi ias pegang.
"Ya... Daehwi baik-baik saja hyung, sangat baik. 'Dia' dan keluarganya mengurus anakmu dengan baik mereka sangat menyayangi Daehwi"
Minhyun tersenyum mendengar ucapan Yongguk. Dia sangat lega mengetahui mereka menerima anaknya dengan baik.
"Terima kasih Yongguk. Jika tidak ada kau, aku tidak tau bagaimana nasib Daehwi" Minhyun berujar tulus.
"Tak apa hyung, aku senang membantumu. Ngomong-ngomong, kau mau kemana hyung? kenapa rapi sekali?"
"Aku mencari pekerjaan Yongguk"
"Pekerjaan?"
"Yah, pekerjaan... aku tidak mungkin terus membebani Sungwoon hyung terus-menerus. Dia sudah banyak aku repotkan, apalagi sekarang ada Jinyoung yang harus aku tanggung"
"Hah... Iya kau benar hyung, bagaimanapun kau sudah mempunyai Jinyoung sebagai tanggung jawabmu" Yongguk membenarkan.
"Maka dari itu, aku mencari pekerjaan Yongguk"
"Apa kau sudah mendapatkannya Hyung?"
"Belum, aku sudah mencari pekerjaan kesana kemari, tapi belum dapat juga" Jawab Minhyun lesu.
"Apa kau... tidak mau kembali berkerja di miracle lagi?" Yongguk bertanya hati-hati.
"Tidak Yongguk, tempat itu hanya akan mengingatkanku pada malam itu" Minhyun berujar lirih.
Yongguk mengangguk tanda mengerti, bagaimanapun, dia tau benar apa yang terjadi, dan apa menimpa Minhyun satu Tahun yang lalu.
"Ah! hyung! aku ingat Caffe milik orang tua temanku sedang membutuhkan karyawan, apa kau mau berkerja disana hyung?"
"Benarkah itu? Aku mau Yongguk, bisa kau tolong aku tunjukkan tempatnya?"
"Ya, hyung, ayo!" Yongguk berujar semangat.
Mereka berdua berjalan dengan santai menuju Caffé milik orang tua sahabat Yongguk. Mereka jalan berjalan dengan santai, diselingi obrolan ringan.
-my love-
Minhyun memasuki apartment yang ditempatinya bersama Sungwoon. Dia menyapukan padangannya diseluruh ruangan. Semua lampu diruangan sudah dimatikan, hanya satu lampu yang dibiarkan menyala. Lampu yang berada di tengah-tengah ruangan, yang menghubungkan ruang tamu dan dapur.
Minhyun melirik kearah kamar Sungwoon, kamarnya sudah gelap. Sungwoon sudah tidur.
Minhyun mengela napas lelah, Sungwoon masih marah padanya. Sungwoon Hyungnya tetap tidak mau bicara padanya. Dia tau kesalahannya sangat fatal, mungkin hyungnya tidak akan mau memaafkannya.
"Hyung... Maafkan aku, suatu saat nanti aku akan membawa Daehwi untukmu... Untuk sekarang biarkan Daehwi bersama Ayahnya"
Minhyun langsung berjalan menuju kamarnya dan buah hatinya. Dia membuka pintu kamar dengan perlahan, takut membangunkan Jinyoung. Minhyun menatap Jinyoung dengan sendu. Jinyoung dan Daegwi benar-benar mirip. Mereka kembar identik, bedanya hanya Jinyoung sedikit tampan, dan Daehwi yang lebi ke imut.
"Sayang... kau tampan seperti papamu"
Minhyun mengulas senyum kecil dibibir tipisnya. Dia tidak boleh lemah hanya karena Daehwi tidak bersama mereka. Dia masih punya Jinyoung, satu-satunya alasan untuk dia bertahan hidup. Tidak perlu mengkhawatirkan Daehwi, 'dia' pasti bisa mengurus, dan mendidik Daehwi dengan baik. Hanya masalah waktu, hanya menunggu saat itu tiba, dan mereka bisa berkumpul bersama.
"Mama berjanji, suatu saat nanti, Mama akan membawa adikmu untuk tinggal bersama kita sayang... Hanya kita bertiga, hanya kita bertiga, dan tidak ada yang lain"
Minhyun menciumi pipi, dan kening anaknya lama. Setetes airmata jatuh hingga mengenai pipi Jinyoung. Minhyun berjanji, suatu saat nanti dia pasti akan mengambil Daehwi kembali. Pasti... Jika Tuhan memberinya kesempatan untuk mengambil Daehwi, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan itu.
-my love-
Seoul Juli 2017
Minhyun tersenyum kecil melihat benda yang berada di tangannya. Dua buah kalung liontin yang masing-masing didalamnya terdapat foto Jinyoung, dan Daehwi. Dia bersyukur mengetahui akun SNS ayah si Kembar, jadi dia bisa mengambil foto Daehwi secara diam-diam. Dan, kalung itu dia beli sebagai hadiah ulang tahun untuk kedua anak kembarnya.
Yah... Kurang dari satu bulan lagi, kedua buah hatinya akan berusia lima tahun.
Walaupun Daehwi tidak bersamanya, tapi Minhyun tidak pernah melupakannya. Terbukti, dengan Minhyun yang setiap tahun tidak pernah lupa memberikan kado, dan ucapan selamat ulang tahun, walaupun dalam bentuk kartu ucapan.
Selama empat tahun ini, Minhyun tidak benar-benar melepaskan perhatiannya pada Daehwi. Dia sering melihat Daehwi secara diam-diam. Terimakasih kepada Yongguk, yang telah memberinya alamat lengkap Ayah si kembar. Sehingga, dia masih bisa melihat Daehwi. Walaupun hanya dari jauh, itu sudah cukup untuk Minhyun.
"Mama~"
Minhyun mengalihkan perhatiannya kearah pintu kamarnya. Dia terkekeh kecil saat melihat Jinyoung yang begitu imut saat bangun tidur. Dengan rambut yang acak-acakan, Dan mata yang setengah terpejam. Minhyun menyembunyikan liontin yang dipegangnya lalu, menghampiri Jinyoung yang masih setia berdiri didepan kamarnya.
Minhyun mensejajarkan tubuhnya dengan Jinyoung, dia merapikan rambut Jinyoung yang berantakkan.
"Ada apa sayang?"
"Mama Jinyoungie lapar~"
Minhyun terkekeh geli melihat anaknya. Jinyoung yang hanya bersikap manja kepadanya, andaikan Yongmin tau, Minhyun yakin, dia pasti akan sangat histeris. Karena selama ini Yongmin lah yang sering protes dengan sifat pendiam Jinyoung jika dengan orang lain.
"Baiklah sayang... Jinyoungie mandi dulu okey, mama akan menyiapkan sarapan"
"Siap boss!" Jinyoung berujar sambil berlari menuju kamarnya.
Sedangkan Minhyun langsung memulai aktifitasnya, memasakkan anak manjanya itu sarapan, agar anak itu tidak merengek, menyebut kata lapar.
Pagi ini dikediaman Kang's family tidak ada yang berubah, sama seperti pagi-pagi biasanya. Penuh dengan keributan, penyebabnya siapa lagi kalau bukan cucu semata wayang Kang Siwoon, dan Kang Heechul. Para maid tergopoh-gopoh, mengejar Daehwi yang tidak mau memakai baju sekolah.
"Tuan muda ayo pakai baju dulu, nanti tuan muda masuk angin" Ujar bibi Lee yang sudah mulai lelah.
Wajar saja, diusianya yang sudah memasukki kepala empat. Tentu tenaganya sudah tidak sama seperti waktu masih muda.
"Tidak mau! Daewi tidak mau Cekolah!"
Daniel menghela napas lelah, tiada pagi tanpa keributan. Itu sudah menjadi rutinitas pagi. Semua maid akan berlarian mengejar Daehwi yang tidak mau memakai baju sekolah.
"Hey, Princess"
Daehwi mendadak menghentikan kegiatan berlarinya, saat mendengar suara sang ayah memanggil. Jangan heran, walaupun Daehwi laki-laki, tapi Daniel terbiasa memperlakukan Daehwi seperti anak perempuan. Apalagi dengan wajah cantiknya itu.
"Daddy!!! Daewi tidak mau cekolah" Daehwi berujar sambil mengerucutkan bibirnya.
Daniel mendekat kearah Daehwi, dia mensejajarkan tubuhnya dengan anak manjanya itu. Daniel mencubit dengan gemas hidung Daehwi, membuat anak itu meringis.
"Kenapa princessnya Daddy tidak mau sekolah?"
"Teman-teman Daewi punya Mommy, Daewi tidak punya. Mereka sering mengejek Daewi Dadd, mereka bilang Daewi anak batu" Daehwi berujar dengan mata berkaca-kaca.
Daniel terdiam mendengar ucapan anaknya. Selama ini dia tidak pernah tau apa yang dialami anaknya disekolah. Karena, selama ini yang mengantar jemput Daehwi sekolah adalah Jaehyun, atau Ibunya. Karena Daniel kerja selalu dari pagi hingga malam hari. Dan sekarang, Jaehyun sedang ada pekerjaan diluar kota. Dan ibunua sedang menemani Ayahnya ke belgia, untuk mengurus cabang perusahaan mereka disana.
"Hey... dengar Daddy, bukankah Daehwi ingin bertemu Mommy? bagaimana Daehwi ingin bertemu Mommy, jika Daehwi tidak mau sekolah? ...Daehwi mau jadi anak bodoh? Daehwi tau? Mommy tidak suka dengan anak bodoh , ah! Mommynya Daehwi juga tidak suka dengan anak yang nakal"
"Beanarkah itu Dadd? Mommy tidak cuka anak nakal, dan bodoh?" Daehwi bertanya penasaran.
Daniel mengangkat Daehwi kedalam gedongannya. Dia berjalan menuju kamar putra semata wayangnya. "Benar sayang Mommy Daehwi tak suka anak yang nakal, dan bodoh" Dabiel menurunkan Daehwi dari gendongannya, setelah mereka sampai di kamar Daehwi, kamar yang didominasi warna pastel, warna kesukaan Daewhi.
"Jadi... Kalau Daehwi tidak nakal, dan tidak bodoh, Mommy akan datang Dadd?" Daehwi berujar semangat.
Daniel mendadak diam saat mendengar ucapan Daehwi, hatinya terasa dihujam dengan pedang tak kasat mata. Mengapa Tuhan memberikan hukuman seberat ini kepadanya. Tidak... jika hukuman itu hanya untuknya dia akan menerimanya dengan lapang dada. Tapi mengapa, anaknya juga harus menanggung akibat perbuatannya di masalalu. Daehwi masih terlalu kecil untuk semua ini.
Anak seusia Daehwi masih membutuhkan seorang Ibu, tapi akibat kesalahannya dimasalalu, Ibunya bahkan tidak mau menunjukkan dirinya. Daniel tau, Ibu Daehwi tidak benar-benar melepaskan anaknya. Terbukti dengan kado, dan ucapan selamat ulang tahun yang selalu dikirim setiap tahunnya.
"DADDY!"
Daniel terkesiap saat mendengar teriakan cempreng anaknya. Dia memusatkan perhatiannya pada Daehwi yang tengah cemberut karena merasa diabaikan olehnya.
"Ya, sayang, ada apa?"
Daehwi menangkup kedua pipi sang ayah menggunakan tangan mungilnya "Daddy bengong, Daddy cedang mikirkan apa?"
Daniel tersenyum kecil, anaknya ini kadang menjadi menyebalkan, dengan tingkah manjanya, tetapi terkadang bisa menjadi dewasa, dan keibuan seperti sekarang "Tidak sayang... tidak ada apa-apa. Ayo sini Daddy kancingkan seragammu, setelah itu kita sarapan Daddy tidak mau kau telat"
"Ciap bocc!"
Daniel terkekeh mendengar ucapan cadel Daehwi. Dia heran mengapa Daehwi tidak bisa menyebutkan huruf 'S' tapi lancar mengucapkan huruf 'R'
Selesai mengancingkan seragam sekolah Daehwi. Daniel, dan Daehwi bergegas untuk sarapan. Dia tidak mau terlambat untuk mengantar Daehwi sekolah. Karena Jaehyun sedang berada diluar kota, jadi untuk pertama kalinya, dia akan mengantar Daehwi hari ini.
-TBC-
NOTE;
Seharusnya ini di post kemaren, tapi kalian tau kan dunia hiburan korea lagi berduka saat ini. sampe sekarang aku masih nggak percaya kalo Jjong udah nggak ada :') tapi yaudah, mungkin udah takdir, semua udah digarisin masing-masing.
Makasih buat kalian yang udah baca, fav, follow sama review di semua FF aku. Review dari kalian tuh moodboster banget :') bikin aku semangat ngetiknya, dan... soal ff ini, FF kalo buat masa lalunya bakal maju mundur, jadi buat yang baca perhatiin ya, jangan entar jadi nggak nyambung :D
oke see you next chap, review nya jangan lupa dear
baca juga FF aku yang lainnya yah
-Don't Know
-Something Unexpected-
-Kang's Family The series
2017-20-2017
