Disclaimer, Amano Akira

Pagi hari yang nggak selow dilalui Alfonso di kampus tempatnya mengadu nilai. Dosen agak bertanggung jawab lulusan kimia yang entah kenapa ada di jurusan hukum selalu merepotkan asdos super bego berambut ungu bertampang serampangan, baru saja memberi kelasnya tugas merepotkan yang harus selesai dua hari kedepan. Demi apa riset ke masyarakat dengan narasumber minimal lima lusin orang harus selesai tanpa revisi. 'Kepala rumput keparat!'

"Oh! Alfonso!" suara ramah menyapanya yang dengan brutal sedang mengetik laporan memuakkan di laptop yang logo merk-nya ditutup sticker kelinci hitam. Gerakan membabi buta itu terhenti dan sang empu sadis menoleh dengan wajah madesu-ngebet-bunuh-dosen /sayang dosennya bukan alien gurita/.

"Ah, Fon-senpai! Kapan pulang?" dia melambaikan tangan, wajahnya sedikit berubah walau auranya masih pinjam dari neraka. Ketika sudah dekat, dia menyalami kakak tingkatnya itu.

"Aku baru sampai di Jepang kemarin malam." tawa khas yang normal lepas dari bibir tipis pemuda berpakaian tradisional cina berwarna merah itu. Wajah tampannya berkerut oleh garis senyum yang melebar.

"Keh, yakin langsung ke kampus paginya? Tak capek kah?" sambil melanjutkan laporan, Alfonso sedikit berbasa-basi. Toh senpainya ini orang yang asik di ajak bicara. Kalau lagi mood sih, tapi syukurlah moodnya jarang jelek.

"Nah, aku baik-baik saja. Bisa dibunuh Haha-ue kalau cuma malas-malasan di rumah." Alfonso ingat Fon adalah seorang master material-art sedari SMP, maka wajar kalau daya tahan tubuhnya luar biasa. Menyaingi monster malah. Terlebih darah HIBARI mengalir dalam tubuhnya yang proporsional siap bikin fangirls mati nosebleed.

"Bagaimana China?" sedikit banyaknya Alfonso meminta oleh-oleh sebenarnya.

"Biasa saja, aku sudah sering ke sana untuk turnamen juga dulu. Tapi politik dan militer mereka cukup merepotkan." curcol pemuda berkepang itu. "Ah, apa Colonello-sensei ada di kampus?" dosen mantan komandan militer yang mengajar dengan sniper riffle sebagai tentengan itu adalah dosen pembimbing Fon, satu-satunya guru yang bisa dibilang favorit karena cara mengajarnya 'cukup' masuk akal dari sekian yang 'normal'.

"Hm, sepertinya dia masih ada kelas, beberapa anak semester bawah yang lewat tadi menggosipkan lubang di dinding." dengan datarnya sebuah informasi aneh keluar dari mulut yang biasanya berbisa, setelahnya dia kembali menekuni laporannya dengan beberapa buku sebagai referensi. Fon mengangguk mengerti. Sebuah getaran kecil dari sakunya mengalihkan Fon.

"Mati... ? hee?" sebuah senyum terkembang manis di bibir pemuda yang memiliki arti nama 'angin'. Alfonso yang mendengarnya langsung menoleh pada Fon yang masih setia tersenyum ditambah bunga-bunga dan lope-lope di sekitarnya. Al mengernyit jijik, tapi belum mau mati jadi dalam hati aja. "Ahh, manis." Orang gila mana yang bilang mati itu manis? Dia psikopat atau apa?! Oh, kalau itu Fon, Alfonso maklum.

"Heehh?"

"Ah, maaf. Aku baru dapat pesan dari seseorang." lalu tawa kecil. Alfonso sih langsung konek kemana pikiran Fon sekarang sedang berlabuh. Pasti itu tadi rentenir bergender tak menentu penguasa keuangan pasar Namimori.

"Mammon-san kah?"

"Oh, Mammon?" mimik tertarik melapisi senyum Fon.

"Dia baru saja mengganti namanya. Karena alasan yang tidak bisa disebutkan katanya. Tapi tetap memakai marga Dokuro." Alfonso mikir. Kalau ganti nama setengah-setengah orang tanya juga ga bakal susah carinya, keleus. Ini yang pinter siapa coba.

"Hee... tapi jadi lebih manis lagi!" orang kasmaran emang beda... Alfonso sweatdrop di tempat. "Viper, Mammon, yang mana saja tetap cocok untuknya!"

Alfonso hening. Sampai sekarang dia tidak bisa menggolongkan sulung Dokuro itu bergender apa. Dan sekarang orang kedua terkuat di Namimori juga tidak bisa ia golongkan seksualitasnya, salah-salah selesailah hidupnya di dunia fana. Alfonso sebenarnya tidak mengakuinya, tapi mungkin ini salahnya sampai Fon bisa kenal lalu keterusan suka sama itu rentenir... tapi Al 'kan cuma ngajak Fon jalan-jalan ke pasar buat penelitian tahun lalu... ini yang dosa siapa coba.

TBC


sankyuu~ Cocoa2795, Kuroshi Charlice, Natsu Yuuki, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama