Masih bagian satu~

Disclaimer, Amano Akira

Senyum terpasang, bunga-bunga bertebaran, bekgron merah muda merona dengan sparkles-blink-blink di mana-mana, setelan terbaik setelah isi lemari keluar semua dikenakan biar hanya dandanan biasanya. Orang kasmaran emang beda kata kak Al chapter kemarin.

Dengan keberuntungan tingkat Uranus hari senin lalu, Tsuna bisa modus-modusan setengah sakit hati sampe bisa janjian jalan –jalan yang bagi Tsu-kun 'kencan'. Cuma ke toko buku sih, palingan ntar kepaku sendiri-sendiri sama buku dan plot cerita yang kepajang di sana, daripada ngobrol akhrab layaknya orang kencan /kan cuma Tsu yang anggap itu kencan :v

Muka moe berlapis senyum gemilang cerah ceria bahagia tingkat dewa maso siap menjalani kencan sepihak yang entah nantinya lantjar sadjah ataoe absoerd karena authornya lagi bosen kena WeBe di rumah *smirk*smirk*.

Kakak Al sedang sibuk tidak menemukan weekend dalam kalender minggu ini, Dino-nii sedang ada interview berhubung bentar lagi bakal debut jadi pemain film (cieeeee), bang Gio sudah diseret sejak pagi oleh sekertaris berambut merah muda(?) karena kabur dari paperwork tempo hari. Dengan hati senang, Tsuna mengunci pintu rumah dan meletakkan kuncinya di bawah pot berisi rumput liar tidak terurus, karen biasanya para kakak meletakkannya di atas kusen pintu /yang mana membuat Tsuna harus rela menunggu satu dari mereka pulang walau sampai larut malam. Mereka sengaja memang.

Tsuna mengucap salam tidak pada siapa pun lalu melangkah pergi menuju tempat mereka janjian, agak lebih awal satu jam memang, tapi Tsuna bisa mengatasinya nanti. Beberapa hari sebelumnya Tsuna sudah berkeliling menghapal jalan kok, jalan nyasar tapi. Buktinya sekarang kalau dilihat dari zoom extra asal satelit, Tsuna benarnya berjalan berputar-putar melalui jalan biasanya chihua-hua tetangga mengejarnya. Anjing baik, dia menemani Tsu jalan-jalan... *Authordibom*

Sasagawa Kyoko berdiri di bawah lampu merah membelakangi jalan raya, tempat mereka janjian sebelumnya. Tempat yang aneh memang untuk dijadikan tempat janjian dengan 'calon pacar'. Tapi Kyoko sendiri yang tidak mau acara jemput-dijemput, bukan mukhrim katanya. Dan bukannya dia sengaja berangkat lebih awal, tapi karena terbiasa dengan jadwal bangun kakaknya yang kyokugen jadinya dia kepagian, lupa lihat jam padahal udah diset alarm. Kesian jamnya dikacangin, puk-puk...

"Tsuna-kun!" Kyoko melambai kearahnya, wajahnya minim dandanan namun tampak sempurna di mata Tsuna.

"Kyoko-chan! Kau sudah lama menunggu?" sesegeranya Tsuna sampai di sisi sang idola Namichuu, jantungnya dag-dig-dug-ser tak karuan memikirkan modus-modus kadaluarsa yang mungkin bisa dipakai... menyenggolkan punggung tangan mungkin? Tidak ada salahnya dicoba dulu...

"Ah maaf, apa aku telalu berjalan terlalu merapat? Tolong katakan kalau ada masalah Tsuna-kun, kasihan nanti kalau tersenggol lalu kamu jatuh, 'kan di sebelahmu jalan raya. Banyak bus, truk, container, dan yang lainnya, kalau tertabrak nanti tidak bisa dikenali lagi." Kyoko emang lain daripada yang lain... Tsuna menjerit pilu dalam hati.

TBC


sankyuu~ Cocoa2795, Natsu Yuuki, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama