Nah, dia akhirnya...

Disclaimer, Amano Akira

Kardus ukuran sedang yang cukup berat di kedua tangan Tsuna. Paman putih pemilik toko buku mengatakan seseorang memberikan kotak itu untuk seseorang yang terlalu bingung untuk memilih buku hingga ingin membeli semua isi toko itu. Demi percetakan kota sebelah, seseorang bisa mengira akan ada orang seperti itu di sekitar sana itu mencurigakan, sangat. Cenayang? Mungkin. Tsuna dengan dibantu Hana, membuka kardus yang tidak jauh-jauh dari misterius itu. Kyoko hanya melihat dengan mata penasaran tapi tidak terlalu curiga, paman Shiro-san berdiri menyandar rak buku memperhatikan. Tsu tidak akan kaget kalau isinya bom, tapi...

"Nyaah~."

"... Nyah?" tiga remaja di sana memiringkan kepala mendengar suara imut yang berasal dari gulungan kain yang ada di dalam kardus. Sang pemilik toko hanya membenarkan kacamata bulatnya sambil tersenyum. Rasanya senyumnya semakin lebar saja.

Hana membuka perlahan kain yang menyelimuti sesuatu apa pun itu yang ada di dalam kardus itu.

Mereka terdiam.

"Shiro-san, orang macam apa yang memberikan kardus ini padamu?!" Hana bertanya tergesa-gesa. Nada suaranya memaksa dan panik.

"Hm, tidak mencurigakan kok. Hanya seorang yang sedang berjalan-jalan menikmati pagi." tentu saja jawaban santai itu tidak akan meyelesaikan masalah mereka. Tidak akan! Tidak mungkin! Menambah kecurigaan? IYA!

"SHIRO-SAN!" Hana sudah tidak bisa menahan napsu untuk melempar pemilik toko itu dengan kardus yang di bawa Tsuna.

"Hana-chan, sabar!" Kyoko sepertinya terlalu positif untuk memikirkan sebuah keanehan. "Lihat dia, manis sekali!" dia mengangkat makhluk apa pun itu yang sama sekali tidak membuat Hana senang. Tsuna masih membatu melihat apa yang barusan di berikan sang pemilik toko.

"Hahi! Kyoko-chan! Hana-chan! Tsuna-san! Kalian darimana sa- KYAAAAAAHHHHHHH!" Haru yang baru muncul memberi efek sakit telinga yang dahsyat pada empat orang yang mengerumuni makhluk imut yang sama sekali tidak terganggu dalam gendongan Kyoko... beberapa yang dekat sana juga terkena dampak kuping berdengung sih. Haru yang notabene adalah seorang yang sangat terbalik dengan Hana ini tentu akan berteriak histeris kalau melihat bayi imut yang menjadi pusat perhatian sebelum teralihkan oleh lengkingan kyah~ -nya tadi.

Ah.

Iya, yang di kardus tadi bayi, bukan kucing.

"Kyoko-chan! Bayi siapa itu? Manis sekali! Kyaaahhhh! Aku ingin membawanya pulang!" sementara Kyoko dan pemilik toko hanya tersenyum maklum, Hana menutup telinga berharap tidak tuli dan Tsuna hanya berdiri setengah hidup di tempatnya berdiri sejak menerima kardus berisi bayi yang sangat ia paham itu.

"Oi, Tsuna. Kau tidak apa-apa?" mungkin kalau ini kartun komedi yang terlalu hiperbola yang bakal kena sensor pihak sensor indonesia tanpa pikir panjang, maka kucuran darah dari telinga Tsuna dan air mata yang mengair terjun membanjiri lantai akan menjawab pertanyaan Hana tadi. Sayang Author tidak buat yang begitu. Ada yang lebih parah dari teriakan Haru soalnya. Ha ha...

"Oya, bayi yang manis. Apa itu anakmu Tsuna-kun?" tanpa dosa paman itu mengomentari si kecil yang sedang digoda Haru. Wajah imut baru bangun tidur tampak lucu karena pipi mbemnya dicubit gemas oleh kakak pecinta anak-anak itu. Hana sudah mengambil langkah mundur, tidak mau ikut terlibat dalam masalah pilu Tsuna.

"Hahi? Anak Tsuna-san?! Kawaii! Tottemo Kawaii desu!" Haru semakin histeris tanpa secuil pun rasa curiga.

"Wah, pasti Tsuna-kun mama yang baik. Dia tembem sekali." Kyoko itu maji polos 2000%. Kaca mata paman putih melorot. Hana cengo, sweatdrop lalu jawdrop. Haru mencubiti pipi bayi imut itu. Tsuna... ah, terlalu sulit dijelaskan. :v

"Kenapa... kenapa... kenapa... ?" rapalan bernada putus asa berderet keluar bagai mantra. Tsuna rasa intuisinya jujur menyiksanya. Apa pula hari yang awalnya membahagiakan berubah menjadi melapetaka yang sudah tersusun rapi oleh seorang misterius entah siapa di sudut dunia sana.

"Oya?"

"... kenapa... ?" Tsuna mewek.

"Karena Reborn-san menitipkan kardus itu tadi pagi." senyum gemilang tanpa sesal paman putih menghancurkan rohani Tsuna. Oh, dia sudah siap harakiri.

TBC

Nah, udah ah... lanjut kapan-kapan *siul*siul*


sankyuu~ Natsu Yuuki, Cocoa2795, Sarasa Riani, Caeliayuuki, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama