Disclaimer, Amano Akira

Pagi yang cerah. Memang benar. Tapi bagi Tsuna, hari ini begitu mendung, hening, rasa-rasa menjelang badai kalau boleh jujur. Suram lebih tepatnya. Bak detik-detik menjelang kebangkitan raja iblis jika dibicarakan secara fiksi, atau detik-detik hitung mundur sebuah bom nuklir yang bisa menghancurkan satu negara. Tsuna bukan hiperbola, tapi serius deh...

"Yo, dame-Tsuna.." Reborn hanya membuka satu matanya lalu kembali menutupnya. Hanya terbangun karena Tsuna yang sulit diam dalam kondisi nyawa siap melayang. Beringsut pelan menghindari ancaman, lengan kokoh Reborn malah mengeratkan pelukan. Peluk? Oh, Tsuna selalu menjadi pilihan teddy bear terbaik bagi siapa saja ketika masih di kampung halaman kakek Tioteo.

"Re- Reborn... aku harus sekolah..." alasan Tsuna. Uni yang tidur di sisi lain Tsuna tampak tidak terganggu sama sekali dengan keadaan mereka bertiga.

"Hm... Skylark itu akan menghajarmu." Tsuna membatu. Reborn sialan! Dia berangkat pagi sekali itu memang untuk menghindari Hibari Kyoya yang tidak pernah melepaskan unpan hidup yang datang padanya. Kalau Tsuna membiarkan dirinya terlambat, itu artinya dia bunuh diri... lho, bukannya dari chapter kemarin-kemarin dia sudah berniat bunuh diri?

"Kau mau memakan masakan Ie-nii?" Reborn bangun dengan cepat lalu menghilang dibalik pintu kamar Tsuna. Tsuna hanya bisa sweatdrop begitu mendengar jeritan pilu Ieyasu dari dapur. Ia melirik jam dinding, setengah tujuh. Mengelus pelan puncak kepala Uni lalu menyelimutinya, Tsuna bergegas ke kamar mandi dan bersiap.

"Oyahou Tsu-chan!" Tsuna bisa membayangkan kuping dan ekor anjing yang melambai-lambai mengharapkan balasan.

"Ohayo," Tsuna sedikit mencondongkan tubuhnya kedepan, "Dino-nii!" kemudian memasang senyum lima jari dan Dino mati. Panduan hidup bermasyarakat Reborn memang sangat sukses dipelajari dan diterapkan Tsuna dengan caranya tersendiri. Namun hasil akhirnya tetap sama seperti yang diinteruksikan, yaitu membunuh korbannya.

"Oi! Tuna-fish! Cepat turun! Aku lapar!" Alfonso sudah pulang dari jogging paginya keliling Namimori ternyata. Ah, Tsuna memergoki motif Alfonso jogging di pagi buta mengitari Namimori bukan hanya untuk menjaga staminanya ketika membully orang-orang tapi juga untuk menemani seorang Skylark mayonaise. Tsuna ga mau ikut campur, bisa mati digantung cambuk dilempar penjara dia nanti.

Baru juga Tsuna masuk dapur (sambil menyeret kaki Dino), serasa de jávù dia menemukan Ieyasu bergelung di samping kaki meja dengan telur-telur yang pecah dan teplon hangus. Tsuna facepalm. Mukanya madesu rasa pengen nglempar kakaknya ke sumur. Reborn dan Alfonso duduk meraja sambil minum espresso.

"Nah, ada yang merasa ingin makan sesuatu, yang lebih spesifik?" Tsuna mengambil celemek polos berwarna biru di belakang pintu. Dino, dia sudah dibaringkan dengan tenang(?) di samping Ieyasu. Reborn dan Alfonso saling pandang, sepertinya bertelepati dan terkoneksi.

"Omuraisu pedas." bersamaan mereka menyerukan menu sarapannya. Tsuna membalasnya dengan senyum moe-moe-charming sebelum mengambil apa yang dia perlukan. Di tempatnya Reborn dan Alfonso mengalihkan pandangan dengan tangan menutup area hidung dan mulut.

TBC


sankyuu~ Caeliayuuki, Cocoa2795, Natsu Yuuki, Sarasa Riani, shinobu millieur, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama