Disclaimer, Amano Akira

Gokudera Hayato, empat belas tahun, setengah Italia-Jepang, rambut perak, mata zamrud, kulit pucat, kelakuan serampangan, perokok aktif, ahli dalam merakit bom dan ahli dalam bahan peledak. Teman kecil Tsuna ketika masih di Italia. Menjadi pengikut dan mendeklarasikan diri sebagai tangan kanan Tsuna-sama setelah diselamatkan dari kucing jalan yang bertengkar dengannya hanya kerena kucing itu menganggap Gokudera tsundere dan menyebalkan. /Author sweatdrop sama ceritanya sendiri/

"Tsuna-sama!" dia melihat remaja cokelat yang tengah bercengkrama dengan remaja tinggi berambut spike. Tanpa harus melihat wajahnya, Gokudera yakin itu Tsuna-sama kesayangannya. Sayang seruannya tadi tidak terlalu keras karena reflek saja melihat sahabat kecilnya setelah kepindahannya ke Jepang.

"Herbivore, siapa kau?" suara rendah menghentikannya. Tentu pertanyaan itu ditunjukan untuknya yang bukan –belum- menjadi murid SMP Namimori. Muka preman Gokudera pasang.

"Haahhh? Kau tidak perlu tahu siapa aku. Dan aku bukan herbivore." geram Gokudera menakut-nekuti. Ya, pengennya sih gitu, tapi yang ada di depannya sekarang bukanlah orang seperti pada umumnya.

Hibari Kyoya menyeringai tertarik. Seseorang perlu dihukum.

Nah, cukup abaikan saja mereka.

Jam pertama berlangsung biasa saja. Tsuna tidak bisa untuk tidak melamun seperti biasanya, padahal Yamamoto sudah tidur dengan lelapnya. Reborn sedang menerangkan materi literatur Jepang layaknya guru profesional pada umumnya. Tsuna tidak tahu 'tutor serba bisa'nya ternyata serius serba bisa tahu segalanya. Lihat papan tulis berisi materi enka di depan sana.

"Nah, untuk latihan kalian: kerjakan soal yang ada di halaman berikutnya. Selesaikan. Yang tidak selesai sebaiknya sudah menyiapkan lahan kubur." Leon sudah menjadi pistol di tangan Reborn.

Ah, semua murid kecuali Yamamoto dan Kyoko sudah melihat neraka di depan sana. Tsuna tidak tega, jadi dia bangunkan Yamamoto.

Ketukan tiga kali dan pintu terbuka tanpa perlu permisi /tadi yang diketuk kepalanya Yamamoto, pake penggaris plastik/. Hibari menambah emosi tak enak yang sudah menyelubungi kelas ini. Yamamoto akhirnya bangun juga walau masih sepersepuluh sadar. Di depan sana Reborn dan Hibari saling adu deathglare sebelum Reborn mengalihkan pandangannya pada pemandangan di depan pintu kelas.

"Oh, kau membawa murid baru, eh Skylark." Reborn smirk-smirk sendiri dengan panggilannya untuk Hibari.

"Berikutnya aku yang akan menang, akanbo." Reborn mendecih dan seringai kecil Hibari tunjukkan lalu berbalik keluar dari kelas. Perasaannya Tsu aja atau tadi Hibari ngelirik dia? Apa dia aja yang kepe-dean padahal yang dilirik Yamamoto yang baru bangun tidur di depannya/kan melanggar aturan/?

"Nah, maaanis..." guru transferan-dengan-cara-paksa itu memanggil yang di luar kelas, suara sesuatu membentur tembok dengan keras dan decih terdengar. Tanda tanya sudah terpasang di tiap kepala murid di sana. "Silahkan masuk~." /serius itu Reborn?! *dor!/

"..." seorang masuk, rambut yang ditata dalam ponytail imut dengan pita merah, seragam yang rapi –terlalu-rapi-, pipi berhias rona merah yang manis, tangan pucatnya meremas rok pendek seragamnya, mencoba sedikit menurunkannya dengan malu-malu. Tsuna cengo. Yamamoto masih seperempat sadar. Nah, salahkan Hibari yang terlalu sering menghajar murid sekolahnya yang kebanyakan anak laki-laki, hingga baju ganti darurat laki-laki yang ada di ruang kesehatan dan komite kedisiplinan habis.

"Go- Gokudera... Gokudera Hayato... yoroshiku.. o- onegaishimasu..." volume suaranya mengecil tiap jedanya, memberikan kesan 'terlalu imut'. Yamamoto sudah seratus lima puluh persen sadar sekarang.

"..." sejenak hening, Gokudera semakin risih. Ingin rasanya dia membuang mukanya ke tempat sampah terdekat, melompat keluar jendela dan meledakkan sekolah ini, tapi kalau begitu Tsuna-sama-nya juga akan ikut mati. Sementara murid-murid di sana masih meloading data masuk, hanya setengah menit sampai pipi mereka bersemu merah dan mulai berteriak "KYAAAAAAAAHHHHHHH~~~."

Yamamoto baru saja meleleh di bawah mejanya bercampur dengan cairan merah.

Tsuna facepalm di tempat.

Author dibom.

TBC

Hika apdet double! Setelah ini, karet takdir bakal ngiket Hika ke banyak tugas sekolah soalnya :"V
Ciao Ciao~


sankyuu~ Caeliayuuki, Cocoa2795, Natsu Yuuki, Sarasa Riani, shinobu millieur, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama