"Tsuna-sama!" selepas bel pulang sekolah Tsuna, diawali dengan seruan Gokudera yang membuat telingannya berdengung. Yamamoto hanya tertawa sambil blushing, tas sudah tersampir di bahunya.

"Go- Gokudera-kun... aku mendengarmu." Tsuna mengusap pelan telinganya.

"Ma- maafkan aku Tsuna-sama." Gokudera membungkuk berulang-ulang. Hari pertama yang buruk menurutnya. Ah, Tsuna juga merasakan hari pertama yang tidak begitu menyenangkan di SMP Namimori. Beruntung di jam istirahat tadi Kusakabe mengantarkan seragam ganti laki-laki untuk Gokudera. Maklumlah, Gokudera bertarung dengan bahan peledak, apa lagi menghadapi monster Namimori, bajunya tadi sudah tak layak disebut pakaian.

"Ahahaa, kau orang yang lucu Gokudera" agak kecewa sih, soalnya Yamamoto tadi serius mengira Gokudera itu perempuan. Yang imut, manis, menggemaskan. Soalnya Tsu 'kan cwo' jadi nggak mungkin Yamamoto pacari, tapi ternyata Gokudera juga cwo. Kenapa dunia kejam padanya hingga seperti memaksanya menjadi homo?! Sekarang dia bisa paham derita kakaknya yang setengah yandere karena gak bisa nemu cwe yang bisa buat dia jatuh bangun masalah cinta, adanya cwo tsundere berambut pink yang workaholic-nya bukan main-main. "Tsuna, mau mengerjakan PR bersama?"

"Hm, aku mau sih, tapi aku harus belanja bulanan dulu. Jadi mungkin lain kali, maaf." puppy eyes no jutsu! Dan Yamamoto pun tak tega.

"Ahahaa, tak apa. Aku akan membantumu berbelanja, bagaimana?"

"Ah! Tsuna-sama! Aku juga akan membantu! aku tidak akan membiarkan Tsuna-sama pergi berdua dengan idiot ini, berbahaya!"

Tsuna smirk-smirk dalam hati. Emang itu tujuannya.

Disclaimer, Amano Akira

Sore yang cerah, pasar Namimori di hari biasa tidak terlalu ramai seperti di akhir pekan, karena itulah Tsuna lebih suka berbelanja sepulang sekolah. Walau orang-orang ajaib masih sering berkeliaran di sini.

Baru mereka keluar dari minimarket setelah membeli beberapa makanan kaleng dan bahan kering, mereka sudah bertemu dengan salah satu makhluk ajaib penghuni pasar Namimori. Seorang playboy kelas zooplankton yang biasa mengganggu Mammon terlihat tengah mencari masalah dengan seorang wanita beroppai keterlaluan. Mereka berdua menggunakan seragam SMA yang sama, mungkin satu sekolah. Adegan terlalu mainstream bagi Tsu itu berlangsung hanya sekitar dua meter di depannya. Serius, ini orang kesurupan apa sih, ga kapok-kapok di tolakin cwe. /tahukah kau Tsu, dia kesurupan semangka/

"Maa, sebaiknya kita segera per-" dan Tsuna jatuh setelah membentur sesuatu seperti daging beku. Sumpah keras banget, padahal Tsuna yakin dia menabrak orang tadi. Gokudera terdengar menggeram marah, tapi langsung berubah menjadi panik lalu menolong Tsuna.

"Yo, tuna-fish." suara rendah ini... Tsuna mendongak untuk menemukan Sawada sulung berdiri angkuh dengan tangan dalam saku. Seorang berpakaian merah khas cina di depannya memberi senyum, yang bagi Tsuna banyak arti. Apa tadi Tsuna menabrak orang ini?

"Ah, hai Alfonso-nii. Berjalan-jalan?" hanya basa-basi.

"Ah, maaf tadi aku tidak memperhatikan jalan. Apa kau kenal Alfonso?" Tsuna merasa pernah melihat wajah itu.

"Ah, dia adik bungsuku." Alfonso menjawab tak acuh pertanyaan yang bukan ditujukan untuknya itu, "Nah, sedang apa kau bersama gurita dan yakyuu-baka di sini?"

"Hanya belanja... te- terima kasih." yang terakhir itu ditujukan untuk Fon yang sudah berbaik hati membantunya berdiri. Kalau kakaknya sih jangan harap.

"Aku Fon, kakak angkatan Alfonso di kampus." Fon memperkenalkan diri. Tangannya yang tadi membantu Tsuna berdiri dan sekarang menyalami Tsuna masi di tempatnya. Tsuna merasa mata sipit yang tertutup itu sedang mengawasinya. Tsuna merasa benar-benar familiar. "Heehh, Kyoya punya selera yang bagus." lalu tangannya dilepas. Tsuna ingat sekarang. Walau dia tersenyum, tatapan menyelidik itu tidak mungkin bukan dari klan Hibari. Hanya yang satu ini seperti spesies asing yang tidak Hibari sekali dari sudut pandang si moe.

"Jangan menjodohkan muridku seenaknya, kau fudanshi brengsek!" Fon sudah melayang pelan di belakang rombongan Tsu begitu sebuah palu hijau menghantam beton di tempatnya tadi berdiri. Tsuna menjerit gak manly, Gokudera dan Yamamoto yang jarang dapat dialog pun cengo. Author turut berduka untuk pihak yang tidak berdosa harus keluar ongkor memperbaiki jalanan.

"Fu fu, lama tak bertemu eh, Reborn." lalu Fon sudah hilang saja dari pandangan, sementara Reborn berdecih sebelum ikutan hilang. Padahal mereka berdua hanya naik ke atap, cuma saking cepatnya jadi seperti hilang. Alfonso facepalm sedangkan tiga anak SMP di depannya pokerface berjamaah. Hanya hilang sebentar Reborn sudah kembali... dengan beberapa luka goresan di pipinya. Yang mulia Reborn-sama teluka?! Batin Tsuna berdoa tidak akan pernah sekalipun terlibat masalah dengan para Hibari. Namun kodratnya sekarang ini si Author yang buat, meringis pedih dalam hati Tsuna laksanakan.

"Di mana senpai?" Alfonso datar.

Tidak menjawab, Reborn menunjuk ke atas.

Fon yang pakaiannya sudah compang-camping sedang 'india-indiaan' dengan seseorang yang mengenakan pakaian serba tertutup layaknya anggota sekte pemuja iblis nyasar.

"Mammon! Mammon-nii/nee!" seruan dari seorang nanas ungu betina dan bocah apel tanpa emosi menambah rumit. Untung mereka hanya lewat, mengejar kakak tak jelas gender, pelit dan matre naudzubillah yang sedang dikejar-kejar sulung Hibari.

"Aku harus kembali ke kampus bertemu dosen salah jurusan."

"Nitip tendang ke Skull ya."

Dan mereka berlalu dengan arah berlawanan melewati tiga yang merasa beruntung diabaikan. Tsuna mulai melangkah dalam diam seolah tidak terjadi apa-apa. Dia ingin menyelesaikan belanjanya segera dan pulang. Dua temannya mengikuti tanpa komentar. Tidak baik memperpanjang masalah dunia lain di sini, salah langkah nanas-nanas jantan bisa muncul mengincar kesucian lalu pihak masih di dunia lain yang penasaran dengan semangka datang meliput. /ini apaan ya?

TBC


sankyuu~ Axerleoulus Xenon Xeluarixion, Caeliayuuki, Xx-Aotsuki-xX, Cocoa2795, Natsu Yuuki, Sarasa Riani, shinobu millieur, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama