Disclaimer, Amano Akira
"Tadaima..." salam Tsuna, Gokudera dan Yamamoto di belakangnya. Seorang menyahut dari lantai dua dan banyak suara bedebum terdengar sebelum sesuatu menabrak pintu masuk dari dalam. Dino membuka pintunya, luka gores dan lebam nampak jelas.
"Okaeri... Tsu-chan... hehee..." Tsuna ingin facepalm tapi tangannya membawa belanjaan.
"Dino-nii, berhati-hatilah. Kau tidak perlu terburu-buru untuk membukakan pintu." Tsuna masuk sambil menceramahi Dino yang hanya berdiri kikuk di samping pintu memberi jalan. Sementara Dino kembali menuju lantai dua –kamar-Tsuna-, tiga anak SMP itu pergi ke dapur untuk meletakkan belanjaan Tsu yang macam-macam.
"Nah Tsuna, yang ini mau diletakkan di mana?" Yamamoto mengangkat katong plastik berisi makanan kaleng.
"Ah, letakkan saja di depan pantry sebelah sana, Gokudera-kun bantu aku menata ini di kulkas?"
"Tentu Tsuna-sama!" antusiasnya.
Tsuna mengecek beberapa bahan yang terlewat dan mungkin habis tanpa sepengetahuannya, berhubung ada anak SMA yang sering teledor dan membawa banyak tuyul besar yang suka merampok isi dapurnya. Dia kehabisan cemilan dan makanan manis, sudah dia duga.
"Ah, sepertinya kita kehabisan camilan, mau membuatnya bersama sebelum mulai mengerjkan PR?" tawar Tsuna pada dua temannya yang tentu setuju. Tsu mengambil beberapa bahan untuk membuat kukis dan tarcis, mungkin dia juga harus membuat tiramisu kesukaan Reborn? Sementara Yamamoto dan Gokudera menambah kecepatan mereka membereskan belanjaan bulanan Sawada.
"Tsuna-sama! Anda ingin membuat apa?"
"Kukis cokelat, apa kalian menginginkan sesuatu? Aku juga ingin membuat tarcis stroberi untuk Uni-chan." jawabnya ringan, "Gokudera-kun, bisa ambilkan beberapa cetakan di lemari?"
"Ahaha, kau memang jago memasak Tsuna. Nah, apa yang bisa aku bantu?"
"Hm, aku akan menakar bahannya, bisakah kau mengocokkan ini sampai menjadi krim putih Yamamoto?" mendorong baskom sedang berisi telur dan gula ke hadapan Yamamoto, Tsuna mendapat respon cepat. Tsu tersenyum iblis dalam hati, bisa menghemat listrik dan tenaga karena tidak perlu menggunakan mixer. Gokudera sudah kembali dan membantu menakar bahan sementara Tsuna menyiapkan pemanggang. Dia tidak mau mengambil resiko Gokudera meledakkan pemanggangnya 'lagi'.
"Chu! Tcuuu!" suara manis dari pintu dapur mengalihkan perhatian mereka. Uni yang ada di atas kepala Dino memukul-mukul kepala Dino dengan semangat begitu melihat 'mama'nya. Tsuna segera menghampiri kakaknya yang naas harus menjadi babysiter padahal semua orang tahu tingkat kecerobohan Dino mungkin bisa menghancurkan rumah mereka kalau tidak di awasi.
"Uni-chan." mengambil alih Uni, Dino mengelus kasihan kepalanya. "Apa kau nakal? Apa kau bersenang-senang di rumah dengan Dino-nii? Aku membuat fragola torta untukmu!" Uni memiringkan kepalanya sejenak lalu terlonjak dengan gelak tawa. Tsuna gemas dan lebih menggoda Uni dengan menggelitiki perut si mungil. Tiga yang sesaat terlupakan mematung dengan hidung bercucuran darah melihat pemandangan HiperSuperCute ini. Semoga mereka tidak melupakan kalau Tsuna sudah memanaskan pemanggangnya –dan tidak melupakan nomor pemadan kebakaran-.
TBC
sankyuu~ Axerleoulus Xenon Xeluarixion, Caeliayuuki, Xx-Aotsuki-xX, Cocoa2795, Natsu Yuuki, Sarasa Riani, shinobu millieur, Kuroshi Charlice, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, zhichaloveanime, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama
