Disclaimer, Amano Akira

Romario menghela napas lelah. Entah sudah keberapa kalinya dia melakukan hal yang sering dia lakukan itu sejak mendapatkan pekerjaannya ini. Dia bahkan mendapat penghargaan manager tersabar tingkat Uranus dari agensi tempatnya bekerja. Mungkin faktor usia dan banyak asam-garam kehidupan sudah banyak dia rasakan. Tapi sungguh, dia bersyukur sampai sekarang dia tidak mendapat tanda-tanda harus pergi ke psikiater atau rumah sakit jiwa sekalian seperti puluhan manager lain yang pernah menangani atasannya sekarang.

Dino Chavallone, itu hanya nama panggung. Nama aslinya Sawada Dino, punya kakak kembar bernama Alfonso yang sudah tercemar jahatnya tutor mereka, punya dua adik –yang seharusnya membuatnya punya rasa bertanggung jawab- dan menjadi pencetak uang Sawada siblings selama di Jepang. Tidak, tidak, bukannya mereka tidak mendapat aliran dana hidup orang tua atau keluarga mereka. Kau tahu, Iemitsu. Jangan salahkan Nana. Terlebih Reborn, bisa mati muda nanti.

Ehem!

Tsuna memijat pelipisnya, sudah cukup merepotkan baginya untuk menggantikan figur Nana di rumah Sawada di Jepang. Jangankan di sini, bahkan di manapun dia berada –mungkin-. Sekarang dia merasa tua.

"Hm, Tsunayoshi-kun. Apa menurutmu ini akan berhasil?" suara lembut seorang wanita bernada tak yakin terdengar dari seberang sambungan telepon. Untuk Tsuna sudah hal biasa menangani masalah tentang kakak-kakaknya, Hibari Kyoya yang bediri tidak sabar di sampingnya juga sudah mulai geram dengan seringnya telepon yang dia terima karena Sawada membuat masalah. Setidaknya si bungsu tidak pernah menciptakan masalah yang berarti selain berkerumun dengan idiot bomber dan idiot bisbol. Cukup bisa di toleransi.

"Elena-san, percaya sajalah. Romario-san pasti bisa melakukannya dengan mudah. Aku harus segera kembali ke kelasku. Aku yakin Hibari-san juga tidak punya banyak waktu untuk menungguku berdebat tentang Dino-nii." Tsuna mengehela napas pelan. Suara Romario terdengar sedang mendiskusikan sesuatu dengan Elena lalu mendapat kesepakatan.

"Baiklah Tsunayoshi-kun! Kau sangat membantu!" Tsuna bisa membayangkan mata Elena sekarang sedang berbinar dengan banyak blink-blink membutakan sebagai latar belakang. Dia lega, akhirnya. "Untuk minggu depan, maukah kau ikut? Kami membutuhkan model rema-" dan sambungan ditutup paksa. Tsuna tidak mau kena kamikorosu karena membanting ponsel milik sang prefek iblis Namimori.

"Terima kasih Hibari-san." membungkuk sangat dalam lalu kembali kedalam kelas. Guru dan murid-murid lain selain Gokudera baru selesai dengan kewaspadaan mereka setelah Hibari pergi melanjutkan patrolinya yang tertunda karena telepon yang tadi terus berbunyi dan tidak akan berhenti sebelum di angkat dari asisten marshmellow-freak. Yamamoto tertawa hambar, salut pada Tsuna yang -sudah-mulai-terbiasa- bisa menghadapi Hibari dalam mood tidak terlalu baik. Dirinya pernah sekali kena kamikorosu karena memecahkan kaca jendela kantor kedisiplinan karena pukulan foul.


" –ja... kenapa MALAH DITUTUP?!" Elena murka. Mungkin efek peemes.

"Sudahlah, sebaiknya kita kembali sebelum tempat itu penuh bungkus marsmellow." Romario menepuk pudak Elena sabar. Romario mah sabar banget orangnya.

"Anda benar..." Elena memutar tubuh dan berjalan menuju lokasi pemotretan. Sebuah kolam renang indoor yang biasa di buka umum. Hanya untuk hari ini di sewa untuk sesi pemotretan iklan– "Romario-san, apa anda bersedia mengemban tugas menjadi manager dua idiot yang ada di depanku ini?" Romario menahan tawa di tempatnya. Ini satu dari sekian sedikit alasan Romario bisa tahan dengan bossnya. Dino cukup konyol untuk melepas penat.

"Elena-san, saya akan pergi sebentar ke Takesushi. Tolong jaga mereka berdua." Romario mengucapkannya dengan cukup keras untuk didengar dua makhluk nista yang tengah santai di kursi pantai di tepi kolam renang bertingkat. Kaca mata nanas mereka merosot dan bungkus marsmellow menghamburkan isinya ketika mereka bangkit tiba-tiba dari posisi tiduran terbalik dengan kaki lurus keatas sementara ada bungkus marsmellow terbuka di atasnya... setelah mendengar warung sushi yang susah sekali di masuki –entah kursinya penuh, entah sudah habis di pesan, entah –entahlah-.

Romario sih mudah saja mendapatkan sushi di sana, toh Tsuyoshi itu sahabat baiknya dari SMA. Shh, jangan bilang-bilang. Nanti Tsuyoshi bangkrut. Biarlah mama Tsuna yang tahu segalanya tentang 'anak-anak'nya.

TBC


sankyuu~ Cocoa2795, Caeliayuuki, Sarasa Riani, Natsu Yuuki, zhichaloveanime, Hikage Natsuhimiko, Kuroshi Charlice, Axerleoulus Xenon Xeluarixion, Xx-Aotsuki-xX, shinobu millieur, Ssora0, Cloud the First Tsurugi, Zara Zahra, Remah-Remah Rengginang, Renkou-tachii, tatsumi lover, Guest, Kyuushirou, AkabaneKazama