EMBRACE THE CHORD (KaiHun)

Cast :

Jongin as Jason

Sehun as Rachel

Chanyeol as Calvin

Baekhyun as Anna

Kyungsoo as Arlene

Mr. Taemin as Mr. Isaac

Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.

.

.

"Kelas Jongin akan dimulai lusa." Chanyeol yang datang pagi-pagi ke rumah Sehun untuk menumpang sarapan - seperti yang biasa dilakukannya hampir setiap hari - menatap Sehun dengan pandangan penuh ingin tahu, "Jadi kau belum berubah pikiran tentang tawaran Jongin?"

Sehun menelan susu cokelatnya dengan susah payah ketika topik itu diangkat. Sebenarnya, semalaman dia memikirkan keputusannya, dan kemudian bertanya-tanya dalam hati, apakah dia terlah bertindak terlalu dangkal dan bodoh? Apakah sebetulnya Chanyeol benar-benar tidak apa-apa kalau Sehun mengambil kesempatan yang ditawarkan Jongin kepadanya itu?

Chanyeol sendiri tampaknya tidak memperhatikan pikiran yang berkecamuk di benak Sehun, dia sibuk mengunyah wafel enak buatan mama Sehun, dan kemudian lelaki itu seolah teringat sesuatu, dan mendongakkan kepalanya,

"Biasanya sebelum kelas Jongin akan ada pesta perayaan, sejenis pesta dansa dan diadakan di akademi dengan mengundang semua murid, sekaligus sebagai pesta tutup tahun. Para guru akan datang, dan orang-orang penting di dunia musik akan datang."

"Oh ya, pesta itu." Sehun tahu tentang pesta itu, biasanya dihadiri oleh para murid senior, guru dan orang-orang penting di bidang musik. Pesta itu juga menjadi ajang pertemuan antara para siswa yang sedang menapaki karier di bidang musik dengan orang-orang penting yang telah lebih dahulu menanjak. Tetapi sampai sekarang, Sehun belum pernah sekalipun ikut ke pesta itu, selain karena dulu dia masih kelas yunior, mama Sehun melarang Sehun mengikuti pesta di malam hari ketika usianya masih tujuh belas tahun atau di bawahnya.

Tetapi sekarang Sehun sudah delapan belas tahun. Mamanya mungkin akan mengizinkannya mengikuti pesta itu.

Diam-diam Sehun melirik ke arah Chanyeol, lelaki itu tampak tampan sekali dengan bibir tipis dan hidung mancung yang terpadu sempurna. Mungkin... mungkin kalau Chanyeol menemaninya ke pesta itu, mamanya akan lebih setuju lagi untuk membiarkannya datang ke pesta itu.

Sehun langsung membayangkan, itu adalah pesta dansa. Jadi kalau dia datang berpasangan dengan Chanyeol, ada kemungkinan dia akan berdansa dengan Chanyeol, diiringi musik waltz yang romantis, dalam gaun yang seperti puteri... ya ampun... rasanya mimpi itu indah sekali.

"Maukah kau datang ke pesta itu bersamaku? setahuku pestanya akan diadakan besok malam." tiba-tiba Chanyeol bergumam, membuat Sehun tertegun dengan mulut menganga, tidak percaya akan pendengarannya.

"Apa?"

Chanyeol meneguk susu cokelatnya dengan santai, "Sebenarnya aku ada janji dengan Baekhyun, tetapi dia akan datang dengan ayahnya, kau tahu ayahnya sangat menjaganya jadi tidak mengizinkannya datang ke pesta dengan pria, apalagi pestanya di malam hari... Ayahku juga sama, dia terus menerus menyuruhku melakukan riset tentang permainan biola setiap malam dan pasti akan melarangku mendatangi pesta, nah kupikir-pikir aku akan mengajakmu datang ke sana saja kita berangkat dari sini berbarengan, jadi. aku bisa beralasan bahwa aku mengantarmu untuk berkompromi dengan Jongin."

Perasaan Sehun yang melambung langsung merosot jatuh dengan kerasnya, benaknya terasa sakit dan beku, seperti diguyur oleh air es. Rasa sakit langsung menyeruak di dada Sehun, semua impiannya untuk berdansa bersama dengan Chanyeol, melewatkan malam romantis dengan hubungan lebih dari kakak adik ataupun sahabat dekat langsung musnah begitu saja.

"Sehun?" Chanyeol bertanya ketika Sehun hanya terpaku dan tidak memberikan tanggapan apa-apa, "Jadi bagaimana? Kau akan pergi denganku atau tidak? kau mau membantuku bukan Sehun?" Chanyeol melemparkan tatapan mata penuh permohonan, "Aku mohon, karena pertemuan dengan Baekhyun amat sangat berarti untukku."

Sehun tergeragap, lalu dengan pedih menganggukkan kepalanya, "Tentu saja aku akan pergi denganmu, Chanyeol."

"Pergi dengan Chanyeol?" mamanya mengangkat alisnya, "Pesta itu berlangsung jam delapan sampai jauh larut malam, dan sebenarnya diperuntukkan bagi orang dewasa." ada ketidaksetujuan di dalam suara mama Sehun, "Lagipula mama tidak pernah bisa datang ke pesta itu karena mama tidak kuat terjaga sampai malam..."

Sehun menghela napas panjang, mamanya sama saja seperti yang lain, selalu menganggapnya seperti anak kecil.

"Mama, aku sudah delapan belas tahun... dan pesta itu juga dihadiri oleh siswa-siswa senior seumuranku, lagipula aku pergi dengan Chanyeol, dia akan menjagaku."

Sang mama tampak merenung, mempertimbangkan semuanya, lalu akhirnya menghela napas panjang,

"Oke baiklah, kau boleh pergi, tapi bilang pada Chanyeol bahwa dia harus sudah memulangkanmu sebelum pukul sebelas malam." Mama Sehun mengangkat alisnya sambil menatap anak perempuan semata wayangnya yang cenderung berpenampilan tomboi itu, "Pestanya besok, dan itu merupakan pesta dansa resmi, apakah kau sudah mempersiapkan gaun, Sehun?"

Sehun mengernyit. Gaun? hal itu sama sekali tidak terpikirkan olehnya, dia menelaah isi lemarinya dan baru sadar bahwa dia hampir tidak punya gaun yang bagus. Semua gaunnya gaun santai, bukan dipakai untuk pesta, itupun hanya sedikit jumlahnya, selebihnya lemarinya dipenuhi oleh T-shirt dan celana jeans serta kemeja...

Mamanya menatap ekspresi Sehun dan tersenyum geli, "Ayo kita pergi dan berbelanja gaun." gumamnya, tiba-tiba merasa bersemangat bisa mempunyai kesempatan untuk mendandani Sehun yang biasanya tidak mau berdandan itu.

Mereka akhirnya mendapatkan sebuah gaun setelah beberapa kali keluar masuk di kompleks perbelanjaan yang sangat ramai itu.

Gaun itu sederhana, berwarna ungu muda, nyaris putih, modelnya melekuk di tubuh sampai ke pinggang, lalu jatuh terjuntai melebar ke bawah, sampai semata kaki. Mamanya juga memilihkannya sepatu hak tinggi dengan warna senada untuk melengkapi penampilannya.

Sehun menatap gaun yang digantungkan oleh mamanya di lemarinya itu dan kemudian tersenyum miris.

Yah... secantik apapun penampilannya nanti, Chanyeol sepertinya tidak akan meliriknya, karena lelaki itu pasti akan memusatkan perhatiannya kepada Baekhyun yang pasti beribu kali lebih cantik daripada Sehun.

Malam pesta itu tiba. Jongin memasang jas-nya dan menatap cermin, lalu tersenyum muram, dia harus menjemput Kyungsoo, kencannya malam ini.

Yah, Jongin sedang berperan sebagai kekasih yang sempurna sebelum nanti menghancurkan Kyungsoo jika waktunya tepat.

Jongin memang selalu memilih pasangan yang lebih tua, dia memilihnya dengan hati dingin dan kejam, mencari yang semirip mungkin dengan ibunya, karena semakin mirip maka akan semakin puas hatinya ketika menyakiti mereka nanti...

Tiba-tiba saja bayangan akan Sehun melintas di benak Jongin. Apakah Sehun akan datang ke pesta dansa itu? Jongin tersenyum sinis, seharusnya Sehun datang, dan dia pasti akan ditemani oleh Chanyeol, pasangan yang dibelanya mati-matian itu.

Yah... pesta itu akan sangat menarik kalau Sehun benar-benar datang, dia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk membuat Sehun tidak berkutik lagi...

Tiba-tiba saja Jongin tidak sabar untuk segera datang ke pesta itu.

Sehun menatap bayangannya di cermin dan mengernyit, dia tampak seperti perempuan yang berbeda malam ini, dengan gaun feminim dan riasan wajah tipis yang disapukan mamanya ke pesta.

Sang mama juga menatap cermin, tersenyum melihatnya,

"Nah, sekarang kau sudah siap untuk datang ke pesta." Mama Sehun mengedipkan sebelah matanya, "Ayo, temui Chanyeol yang sudah menunggu di bawah, dia pasti akan sangat terpesona kepadamu." gumam sang mama, membuat pipi Sehun memerah karena malu.

Hati-hati Sehun melangkah ke bawah, menuruni tangga, dia memang tidak terbiasa mengenakan sepatu hak tinggi, sekarang saja kakinya sudah terasa pegal. Sehun berdoa semoga kakinya bisa bertahan, dia tidak mau jatuh ataupun terkilir gara-gara sepatu ini.

Dan benar, sepertinya Chanyeol terpesona, karena lelaki itu membelalakkan matanya, lalu bersiul memuji ketika melihat penampilan Sehun.

"Wow... gaun itu sangat cocok denganmu, Sehun. Kau benar-benar tampak seperti perempuan."

Pujian yang menggoda itu membuat Sehun membelalakkan matanya, "Memangnya selama ini aku tidak tampak seperti perempuan?"

Chanyeol tergelak, lalu mengulurkan tangan dan menggandeng Sehun menuju mobilnya,

"Aku baru sadar, selama ini aku jarang sekali memandangmu sebagai perempuan." gumamnya ringan.

Dalam perjalanan, Sehun merenungkan kata-kata Chanyeol... jadi begitu, Chanyeol jarang memikirkannya sebagai perempuan, karena itulah lelaki itu tampak amat sangat tidak peka dengan perasaan yang dipendam oleh Sehun kepadanya. Sehun menghela napas pedih, yah, mungkin selamanya dia harus bertahan, menahankan sakit hati karena selalu dipandang sebagai anak kecil, sebagai adik oleh Chanyeol.

Tapi... bukankah kata-kata Chanyeol tadi menyiratkan kalau dia mulai menyadari bahwa Sehun tampak seperti seorang perempuan? Mungkinkah gaun dan penampilan feminim ini memberikan kesempatan baginya? Mungkinkah Chanyeol terpesona dengannya hingga mempunyai perasaan lebih?

Yah. Sehun sungguh-sungguh berharap itu bisa terjadi.

Harapan Sehun langsung runtuh seketika ketika dia melihat penampilan Baekhyun yang rupanya sudah menunggu Chanyeol di lobby ruang dansa. Baekhyun luar biasa cantiknya dengan gaun warna merah gelap yang kontras dengan kulitnya yang cerah berkilau dan rambut cokelatnya yang panjang bergelombang sampai ke pinggang. Dan perempuan itu tampak seperti perempuan dewasa - Sehun melirik iri ke arah tubuh yang sintal dengan lekuk menonjol dan seksi di buah dada dan pinggulnya yang seperti gitar spanyol - Yah bagaimanapun juga, Sehun tampak seperti anak kecil jika dibandingkan dengan Baekhyun.

Dan sepertinya Chanyeol juga berpikiran seperti itu, karena mata lelaki itu langsung berbinar ketika melihat Baekhyun.

"Baekhyun, kau cantik sekali." Chanyeol mengulurkan tangannya dan Baekhyun langsung menyambutnya sambil tersenyum lebar.

"Kau terlalu memuji, Chanyeol."

"Aku tidak hanya memuji tapi sungguh-sungguh, bagiku kau adalah perempuan tercantik di pesta ini."

Kata-kata Chanyeol langsung membuat hati Sehun mencelos, untung saja dia berhasil menyembunyikannya dalam ekspresi datarnya ketika Baekhyun akhirnya melihatnya dan menyapanya,

"Hai Sehun, apa kabar?"

Sehun mencoba tersenyum manis, "Kabarku baik." dia lalu melongok ke dalam ruang dansa, "Permisi sebentar, ada yang harus kulakukan."

Chanyeol tersenyum lebar, "Jam setengah sebelas kita bertemu di sini lagi ya Sehun, aku sudah berjanji kepada mamamu, dan dia akan membunuhku kalau aku tidak membawamu pulang tepat waktu."

Sehun hanya menganggukkan kepalanya, melirik sekilas kepada Chanyeol sebelum dia pergi, dan merasakan hatinya seperti tertusuk ketika menyadari bahwa perhatian Chanyeol sekarang sudah sepenuhnya tertuju kepada Baekhyun.

Pesta itu ramai, dan semua orang tampak bercampur baur. Sehun memilih posisi di paling sudut, mencoba tidak mencolok dan kemudian menatap ke lantai dansa. Pesta ini meriah tentu saja, dengan jamuan makan malam yang melimpah ruah, tertata elegan di sudut-sudut ruangan, banyak orang yang makan sambil mengobrol dan tertawa bersama. Dan ketika musik dimainkan, beberapa pasangan langsung turun ke lantai dansa untuk berdansa.

Sehun menatap senyum-senyum di bibir para psangan itu. Dia pernah memimpikan berada di posisi yang sama, dengan Chanyeol tentunya. Sayangnya mimpi itu tidak terwujud...

Matanya tiba-tiba menangkap Chanyeol yang tengah menggandeng Baekhyun sambil tertawa, mengajaknya ke lantai dansa. Dia tidak bisa mengalihkan pandangan matanya dari dua manusia yang tampak sangat serasi ketika berdansa itu... dan tiba-tiba saja, Sehun merasa seperti manusia paling merasan sedunia.

"Apakah kekasihmu sedang berselingkuh?"

Suara itu terdengar di sampingnya begitu saja, membuat Sehun terkejut, dia menoleh dan melihat Jongin sudah berdiri di sampingnya, lelaki itu berpakaian formal dan tampak amat sangat tampan dan elegan. Dan sepertinya lelaki itu terbiasa muncul tiba-tiba tanpa suara.

"Chanyeol bukan kekasihku, dia menganggapku sebagai adiknya."

Jongin memiringkan kepalanya, ada senyum di sana, "Oh ya, dan kau menganggapnya seperti apa?"

Pipi Sehun memerah, menyadari bahwa Jongin mungkin sedang menghinanya.

"Terserah aku menganggapnya seperti apa, itu bukan urusanmu." gumamnya dingin, lalu hendal melangkah pergi, tetapi langkahnya tertahan ketika Jongin menahan dengan menggenggam pergelangan tangannya yang mungil.

"Hei, aku tidak bermaksud membuatmu tersinggung, Sehun." suaranya lembut, seperti ajakan perdamaian, "Ayo kita berdansa."

Dan kemudian tanpa Sehun bisa menolaknya, Jongin setengah menyeretnya ke lantai dansa.

Sehun berdiri dengan kaku, kebingungan. Dia sebenarnya sama sekali belum pernah turun ke lantai dansa sebelumnya, apalagi bersama seorang lelaki. Tetapi rupanya Jongin adalah pasangan dansa yang sangat sabar, dengan lembut lelaki itu mengatur posisi tangan Sehun, dan kemudian membimbingnya bergerak mengikuti musik waltz yang lembut.

"Kau tidak pernah berdansa sebelumnya ya?" tebak Jongin dengan cepat, membuat pipi Sehun memerah.

"Tidak." jawabnya singkat.

Jongin terkekeh, "Sudah kuduga." celanya, "Jangan sampai kau menginjak kakiku." godanya.

Sehun membelalakkan matanya menatap Jongin tersinggung, "Jangan kuatir, aku tidak akan menginjak kakimu yang berharga itu."

Kata-kata Sehun yang ketus itu entah kenapa membuat Jongin malahan merasa geli, senyumnya makin melebar,

"Bagaimana dengan tawaranku? apakah kau berubah pikiran?"

Sehun tergeragap ketika langsung ditanya seperti itu, sebenarnya tadi dia sedang mencuri-curi pandang ke arah Chanyeol yang sedang berdansa dengan tubuh merapat ke Baekhyun. Mereka tampak seperti pasangan kekasih... apakah itu benar? mungkinkah Chanyeol dan Baekhyun sudah menjadi pasangan kekasih?

"Sehun." Jongin tampak jengkel, "Aku bertanya kepadamu."

Sehun berdehem, mencoba mengingat pertanyaan Jongin tadi. Apa kata Jongin tadi?

Dan sebelum sempat Sehun menemukan jawabannya, seseorang menyela mereka, Sehun menoleh dan mendapati perempuan dewasa yang sangat cantik dan terlihat matang,

"Jongin, panitia memintaku untuk memanggilmu, kau diminta memberikan sambutan." Kyungsoo yang menyela tersenyum manis kepada Jongin, dia bahkan tidak memandang ke arah Sehun, seolah-olah Sehun bukanlah perempuan yang berarti untuknya.

Jongin mengerutkan keningnya, "Aku sedang berdansa, Kyungsoo."

"Oke." kali ini Kyungsoo mulai memperhatikan Sehun dan sedikit terkejut ketika melihat betapa mudanya Sehun. Tadi dia ke kamar mandi untuk memperbaiki riasannya, dan ketika kembali, dia mendapati bahwa Jongin sudah berdansa dengan seorang perempuan. Dia memang menginterupsi dansa ini dengan tujuan memisahkan Jongin dan perempuan itu... tetapi kalau perempuannya masih ingusan seperti ini, sepertinya Kyungsoo tidak perlu cemas - perempuan ini jelas bukan selera Jongin, dan bukan saingannya.

"Tapi panitia mengatakan bahwa kau harus memberi sambutan, Jongin." Kyungsoo tetap keras kepala, "Aku cuma menyampaikan pesan, dan kalau kau keberatan, kau bisa menyampaikan sendiri kepada mereka."

Sehun bisa melihat ada kilatan di mata Jongin, hanya sekejap, tetapi kemudian kilatan itu menghilang dan berubah menjadi tatapan lembut, tatapan lembut yang ditujukan kepada Sehun,

"Oke. Maafkan aku Sehun. Aku harus memberikan sambutan sialan itu." dan kemudian dengan sopan, Jongin melepaskan pelukan dansanya, lalu meraih jemari Sehun, dan mengecup punggung tangannya dengan lembut.

Ketika Jongin berlalu, Sehun masih tertegun di sana, menatap punggung tangannya yang terasa panas. Kecupan di tangannya ini membawa kembali memori yang sudah berusaha dihapusnya, memori tentang ciuman Jongin waktu itu kepadanya...dan tiba-tiba saja pipinya memerah seperti kepiting rebus.

Ketika Jongin menaiki panggung, semua orang langsung memusatkan perhatian mereka kepada si tampan jenius biola yang sangat terkenal itu. Semua orang tentu saja mengagumi penampilan Jongin, dan juga keahlian bermainnya yang luar biasa.

Jongin tersenyum kepada semuanya, meski senyum itu tidak sampai ke matanya,

"Terimakasih atas semua yang hadir di pesta ini, dan terimakasih kepada semua yang menganggap saya pantas berdiri di sini untuk memberi sambutan. Selamat datang juga kepada para siswa senior yang duapuluh di antaranya akan menjalani kelas khusus bersama saya mulai besok. Saya harap kalian semua menyiapkan diri, dan bagi yang belum lolos, saya yakin masih ada kesempayan di tahun depan."

Sehun menatap ke arah Jongin, dan mau tak mau mengagumi ketampanan lelaki itu, bahkan dari jauhpun Jongin tampak amat sangat tampan - sayangnya ketampanan itu tidak dibarengi dengan kelakuan yang baik- Sehun langsung teringat akan deretan pacar-pacar Jongin yang berjajar dan berganti seakan tiada habisnya, ya.. reputasi Jongin sebagai pematah hati perempuan memang sudah melegenda, herannya banyak perempuan yang tetap saja mencoba menaklukkan hati Jongin meskipun mereka tahu bahwa Jongin berbahaya... mungkin para perempuan itu ingin saling berlomba menjadi perempuan yang berhasil menaklukkan hati sang penghancur perempuan...

Lamunan Sehun terputus ketika dia merasakan Jongin menatapnya dalam-dalam, dan sebelum Sehun sempat berpikir, tiba-tiba Jongin sudah bergumam di atas panggung.

"Dalam kesempatan ini saya ingin memperkenalkan murid khusus saya, hanya ada satu orang murid yang saya pilih untuk menjadi anak bimbingan saya secara intensif, mungkin dalam beberapa waktu ke depan." Jongin mengedikkan dagunya ke arah Sehun, membuat semua mata langsung terpusat kepada Sehun.

Jongin tampak tersenyum puas melihat ekspresi Sehun yang kebingungan dan tak bisa berkata-kata, lalu melanjutkan, "Malam ini saya akan mempertunjukkan duet biola saya bersama Sehun sebagai persembahan kepada semua orang." lelaki itu lalu mengulurkan jemarinya ke arah Sehun yang terpaku seperti orang bodoh di tengah ruangan, sementara semua mata memandang kepadanya, "Mari Sehun, naiklah ke panggung." sambung Jongin kemudian, ada senyum puas di sana ketika melihat bahwa Sehun sudah mati kutu dan tidak bisa membantah.

Rasakan kau perempuan keras kepala. Gumam Jongin dalam hati. Sekarang tidak ada alasan bagi Sehun untuk menolaknya.

.

.

TBC

.

.

Big Thanks To:

AwKaiHun/ohsanie/MinnieWW/Cho /Kimoh1412/Kim Sohyun

Sebelumnya aku mau minta maaf karena di chap sebelumnya ada nama readers yang gak kebaca, aku juga rada bingung kenapa uname yang pake titik gak bisa kebaca. maaf yah yang namanya gak tertulis kemaren.

Aku juga mau minta maaf karna aku gak update kemarin. Padahal sebenarnya jadwal buat update ff ini hari rabu sama minggu. Maaf yah.

Aku kemarin seharian beresin kamar jadi gak sempet update. hehehe :v

buat yang minta kyungsoo diganti kayaknya gakbisa deh :v aku udah terlanjur nge'remake novel ini sampe kelar, udah terlanjur. Maaf yah.

Yang terakhir aku mau minta review^^ gakpapa walaupun pendek, review kalian sangat membantu loh :)

Sampai jumpa hari minggu...