EMBRACE THE CHORD (KaiHun)
Cast :
Jongin as Jason
Sehun as Rachel
Chanyeol as Calvin
Baekhyun as Anna
Kyungsoo as Arlene
Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.
.
.
Jongin baru bangun tidur ketika ponselnya berbunyi. Sambil menggerutu, tangannya menggapai-gapai ponsel yang terletak di meja di sebelah ranjangnya. Suara Kyungsoo langsung terdengar ketika Jongin mengucapkan sapaan pertamanya di ponsel,
"Pasti gara-gara Sehun bukan, kau meninggalkanku?"
Jongin langsung mengerutkan keningnya. Suara Kyungsoo tampak aneh... sepertinya perempuan itu sedang mabuk. Apakah karena dirinya? Yah memang ada berbagai macam reaksi perempuan-perempuan yang dihancurkan hatinya oleh Jongin. Ada yang menangis terus menerus, ada yang marah dan mencaci maki, bahkan ada yang mengancam bunuh diri – yang akhirnya hanyalah berupa ancaman kosong. Kyungsoo sendiri kelihatannya berbeda, perempuan itu tampaknya depresi. Yah dari semua perempuan yang pernah dipacarinya, Kyungsoo memang yang paling tampak tergila-gila dan sangat posesif kepadanya... mungkin karena dia memang wanita culas yang tamak.
"Bukanlah sudah kubilang tidak ada hubungannya dengan Sehun, Kyungsoo? Dan kau mabuk di pagi hari, sungguh memalukan, seperti tidak ada kegiatan lain saja."
"Memalukan?" Kyungsoo tertawa histeris, "Kaulah yang membuatku seperti ini. Hari-hariku selalu dipenuhi penantian untuk saat aku berjumpa denganmu, dan sekarang kau mencampakkan aku begitu saja seperti sampah!
"Seharusnya kau tahu bahwa itu akan terjadi kepadamu ketika kau memutuskan mengambil resiko untuk memacariku." Jongin bergumam dengan suara dingin, "Perbaiki dirimu dan enyahlah dari hidupku!" Setelah dengan sengaja mengucapkan kata-kata yang cukup kasar tersebut, Jongin memutuskan pembicaraan mereka.
Kyungsoo menatap ponsel di tangannya dengan tatapan mata nanar. Ini bukan Jonginnya. Kenapa Jongin bersikap begitu kejam kepadanya? Kenapa Jongin berubah begitu cepat? Mencampakkan dan menyakitinya?
Ditenggaknya minuman berwarna keemasan dari botol kaca di meja riasnya. Minum adalah salah satu pelampiasannya untuk mempertahankan dirinya, kalau tidak mungkin dia sudah gila.
Mata Kyungsoo yang kuyu setengah mabuk menatap dirinya sendiri di cermin. Meskipun penampilannya berantakan, tidak mengenakan riasan dan masih mengenakan gaun tidurnya, Kyungsoo tahu dia tetap cantik.
Kyungsoo memang dilahirkan cantik jelita meskipun dia merasa dirinya kurang beruntung karena dilahirkan di keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah, ibunya yang memimpikan anaknya yang cantik bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik, sengaja membanting tulang untuk memasukkannya ke sekolah elite dengan harapan Kyungsoo bisa menggaet salah satu lelaki kaya yang bersekolah di sana dan menjadikannya suaminya. Dan memang kecantikan Kyungsoo membuat para lelaki tertarik kepadanya, sampai akhirnya Kyungsoo memilih mangsa yang paling besar, seorang lelaki yang dua puluh tahun lebih tua darinya dan dijadikannya suaminya. Suaminya benar-benar membawa Kyungsoo naik dalam kelas sosialnya, karena suaminya sangat kaya dan mempunyai pengaruh yang sangat besar di bidang musik.
Tetapi rupanya pernikahan mereka tidak bertahan lama, kelakuan Kyungsoo yang suka mencari lelaki-lelaki muda untuk memuaskan sikap manjanya rupanya membuat suaminya muak dan menceraikannya. Untungnya Kyungsoo punya pengacara yang cukup handal sehingga bisa menghasilkan banyak uang dari perceraiannya, toh suaminya masih saja kaya meskipun harus membayarnya dengan begitu besar. Saat ini Kyungsoo hidup bermewah-mewah dengan harta bagian dari perceraiannya, bergonta-ganti pacar sesukanya dan menikmati masa menjandanya... sampai kemudian dia bertemu dengan Jongin.
Jongin... ah lelaki itu begitu mempesona, dengan sikap sopan dan senyumnya yang menawan... dan wajahnya itu.. kesempurnaan wajahnya mungkin bahkan telah membuat dewa dan dewi menangis karena iri...
Reputasi Jongin sudah terkenal, Kyungsoo bahkan mengenal salah satu dari perempuan yang dicampakkan Jongin. Tetapi sikap Jongin kepadanya sangat baik dan penuh kelembutan, membuat Kyungsoo percaya bahwa Jongin telah berubah, bahwa Jongin telah membuka hati untuknya dan bahwa Jongin benar-benar mencintainya, dan kemudian setelah sekian lama bersama Jongin, Kyungsoo terperosok semakin dalam mencintai lelaki itu, menyerahkan seluruh hatinya tanpa perlindungan sama sekali.
Matanya masih nanar menatap bayangannya di cermin... disentuhnya pipinya, dirasakannya kelembutan di sana. Pipinya masih halus bukan? Biasanya Kyungsoo selalu memeriksa setiap inci kulit wajahnya dengan teliti... di usianya yang sudah berkepala tiga, dia sadar bahwa dia harus benar-benar menjaga kecantikannya... makanya setiap dia menemukan sedikit saja keriput, Kyungsoo langsung panik dan menghubungi dokter ahli kecantikan langganannya untuk menyuntikkan botox ataupun melakukan apapun untuk menghilangkan keriput itu.
Dia ingin tampak muda, cantik dan menarik, apalagi ketika berjalan berdampingan dengan Jongin yang luar biasa tampan. Dia ingin mereka tampak sebagai pasangan yang serasi.
Dan sebenarnya dia sudah berhasil selama ini... sampai kemudian anak perempuan ingusan itu muncul.
Anak itu tidak cantik menurut Kyungsoo, masih lebih cantik dirinya. Tetapi kemudaan dan kesegaran Sehun terasa mengancamnya, membuatnya merasa seperti perempuan tua yang sudah layu... apalagi kulit Sehun begitu mulus dan halus, memancarkan keranuman masa mudanya, membuat Kyungsoo memendam rasa iri luar biasa.
Jongin pasti berpaling kepada Sehun karena kemudaan dan keranuman Sehun. Perempuan ingusan itu mungkin membuat Jongin tertarik karena berbeda dengan perempuan-perempuan yang pernah dipacari Jongin sebelumnya, dan Kyungsoo yakin kalau Jongin meninggalkan dirinya karena Sehun.
Dia tidak boleh membiarkan Sehun memiliki Jongin. Dia akan menghancurkan Sehun sebelum itu terjadi.
Jadi apa yang akan dilakukannya hari ini?
Hari ini masih libur panjang dan dengan menyedihkan dia hampir menggunakan seluruh waktunya untuk merenung sendirian di kamar, mempelajari literatur musik klasik yang sebenarnya sudah sangat dikuasainya.
Jongin menatap dirinya di cermin dan menggerutu dalam hati. Baru kali ini dia sadar bahwa dirinya hampir tidak punya teman untuk sekedar menghabiskan hari libur bersama. Teman-temannya sudah berlabuh dan menemukan belahan jiwanya masing-masing sehingga memutuskan menghabiskan hari liburnya bersama pasangannya.
Tinggal Jongin sendirian tanpa pasangan dan tanpa cinta dalam hidupnya. Bagaimanapun juga ini adalah jalan yang dipilihnya, jalan yang penuh dengan dendam dan kebencian masa lalu, melampiaskannya kepada semua perempuan yang dirasa pantas.
Tetapi entah kenapa hatinya tidak pernah bisa puas? Semakin dia menyakiti perempuan, semakin hatinya haus untuk menyakiti lagi dan lagi. Ternyata pembalasan dendam itu tidak selalu berujung memuaskan, yang ada, jiwanya malahan terasa semakin hampa dan kosong.
Tiba-tiba saja Jongin merasa amat sangat kesepian... amat sangat kesepian.
Lelaki itu menghela napas panjang dan kemudian duduk di sofa sambil memilah-milah surat-surat yang masuk untuknya, beberapa hanyalah ucapan selamat atas kesuksesan konsernya di Austria, beberapa surat-surat penting dan kemudian dia menemukan sebuah undangan pesta perjamuan makan malam untuk nanti malam, yang akan dilaksanakan di rumah salah seorang komposer terkenal yang merupakan sahabatnya.
Jongin langsung mendapatkan ide.
"Kenapa kau tidak pergi bersama Baekhyun?" Meskipun sakit, Sehun tetap bertanya kepada Chanyeol. Lelaki itu pagi-pagi sudah datang ke rumahnya dan sarapan bersama, ini sudah hampir jam sepuluh siang dan tidak ada tanda-tanda lelaki itu akan ini mereka sedang duduk bersama di bagian belakang rumah Sehun, duduk di sofa nyaman dengan bantal-bantal empuk dan membaca buku. Mama Sehun menyiapkan berbagai makanan kecil di piring dan sepoci limun dingin untuk mereka. Rasanya sudah lama sekali Sehun tidak menghabiskan hari dengan bersantai seperti ini bersama Chanyeol.
Oh, tentu saja Sehun berharap Chanyeol akan tinggal sampai penghujung hari, seperti yang selalu mereka lakukan bersama ketika libur panjang seperti ini. Tetapi hati kecilnya menyuruhnya bertanya. Sehun sudah terlalu sering terbanting harapannya atas Chanyeol, dan dia tidak mau mengalaminya lagi. Baekhyun sepertinya semakin sering menyita waktu Chanyeol akhir-akhir ini hingga Chanyeol jarang punya waktu untuk Sehun. Yah, tetapi Sehun tidak bisa menyalahkan Chanyeol, Baekhyun sangat cantik, feminim dan merupakan impian setiap lelaki akan perempuan idamannya, jauh bertolak belakang dengan Sehun yang tomboy dan seperti anak lelaki.
Chanyeol mencomot biskuit keju hangat buatan mama Sehun dan tersenyum,
"Aku akan berada di sini sampai sore." Gumamnya, lalu mengangkat bahunya, "Baekhyun harus mengantarkan ayahnya ke acara resmi sampai sore, rencananya kami baru akan bertemu malam ini."
Jantung Sehun serasa diremas, jadi Chanyeol menghabiskan waktu bersamanya hanya karena dia tidak bisa menghabiskan waktu bersama Baekhyun?
Chanyeol sendiri tampaknya melihat ekspresi Sehun yang murung, lelaki itu tertawa, kemudian merangkul Sehun ke dalam pelukannya,
"Hei maafkan aku ya, akhir-akhir ini aku tidak bisa menghabiskan banyak waktu bersamamu, tapi kuharap kau mau mengerti ya Sehun, Baekhyun tidak lama berada di Korea, dia akan kembali ke sekolahnya akhir bulan nanti, dan kami terpaksa menjalin hubungan percintaan jarak jauh."
"Percintaan?" satu kata itu langsung menempel di telinga Sehun, bagaikan belati yang ditusukkan di sana.
Chanyeol menganggukkan kepalanya, matanya tampak berbinar. "Sebenarnya aku mau menceritakan kepadamu nanti, tapi aku sudah tidak sabar membagi kebahagiaanku bersamamu." Lelaki itu menggosok-gosokkan kedua jemarinya dengan penuh semangat, "Kemarin aku menyatakan perasaanku kepada Baekhyun, dan dia menerimanya."
Kalau saat itu ada petir menyambar di depan mereka, mungkin Sehun tidak akan seterkejut sekarang, mulutnya menganga dan wajahnya pucat pasi.
"Jadi kalian sekarang...?"
"Yap." Chanyeol tertawa, "Akhirnya setelah penantian panjangku sejak dulu, perasaanku berbalas juga. Baekhyun bilang sebenarnya sejak dulu dia sudah tertarik kepadaku, tetapi dia berpikir ulang karena dia akan segera bersekolah di luar negeri. Kemarin ketika pulang ke Korea, dia bertekad akan menemuiku dan menelaah perasaannya sendiri dan ternyata perasaan itu masih sama kuatnya. Kami akhirnya bertekad mencoba menjalani hubungan ini meskipun harus hubungan jarak jauh nantinya... "
"Bukankah Baekhyun dan papanya sudah menetap di luar negeri? Mereka kan hanya pulang kemari jika ada liburan panjang dan acara penting menyangkut pekerjaan papanya? Akana seperti apa hubungan kalian nanti? Kalian hanya bisa bertemu minimal enam bulan sekali." Setelah menelan ludah dan menguatkan diri, Sehun mencoba memberikan pendapat layaknya seorang sahabat.
"Kan sekarang teknologi informasi sudah semakin maju, hubungan jarak jauh semakin dimudahkan, mungkin nkami akan chatting setiap malam, mengobrol lewat web camera, itu sama saja kami bertemu setiap hari bukan? Lagipula kami bertahan seperti ini tidak akan lama.."
"Maksudmu?" jantung Sehun berdesir, selalu begitu ketika dia merasa akan menerima sebuah kabar buruk.
Chanyeol tidak memperhatikan ekspresi Sehun yang semakin pucat, matanya bersinar penuh tekad, memandang ke kejauhan,
"Aku sudah bilang pada papa, aku akan menyusul Baekhyun melanjutkan pendidikanku di luar negeri."
Seketika itu juga, seluruh harapan sesedikit apapun yang masih tersisa di benak Sehun, tercabut paksa seluruhnya hingga bersih, sampai ke akar-akarnya.
Lelaki itu tertidur.
Sehun mengamati dengan sayang Chanyeol yang tengah tertidur pulas di sofa. Dia sendiri duduk condong di depan Chanyeol, memuaskan diri untuk memandangi lelaki yang dicintainya itu selagi ada kesempatan.
Chanyeol begitu pulasnya sehingga tatatapan memuja Sehun ke arahnya tidak akan mengganggu tidurnya. Sehun mengamati wajah Chanyeol yang tampan, alis matanya yang tebal, bibirnya yang indah yang selalu digunakannya untuk tersenyum, menceriakan hari-hari Sehun...
Sejak dia pindah ke Korea, Chanyeol selalu ada untuknya, menjaganya sejak kecil sampai sekarang. Chanyeol adalah pusat dunia Sehun. Dan sekarang, Chanyeol bilang dia akan pergi ke belahan dunia lain untuk mengejar wanita yang dipujanya, mengejar wanita beruntung itu.
Ah, betapa inginnya Sehun mengungkapkan perasaannya kepada Chanyeol, mengungkapkan kepada lelaki itu bahwa dia ada di sini, menunggu untuk dilihat, menunggu Chanyeol untuk menyadari cintanya. Tetapi di sisi lain Sehun merasa takut, Chanyeol begitu dekat dengannya dan sikapnya seperti menganggap Sehun sebagai adiknya sendiri, Sehun takut kalau dia mengungkapkan perasaannya, Chanyeol akan berubah sikap dan menjauhinya, apalagi jika Chanyeol memang tidak bisa membalas perasaannya, hubungan mereka pasti akan berubah menjadi kaku dan canggung...
Akan sanggupkah Sehun tanpa kehadiran Chanyeol di dekatnya?
Tiba-tiba saja dada Sehun terasa sesak. Matanya terasa panas... dan kemudian, dengan nekad dan putus asa, Sehun menundukkan kepalanya, lalu mengecup dahi Chanyeol dengan lembut.
Detik yang sama sekilas sinar blitz menerpanya, membuatnya mengernyitkan kening, menolehkan kepalanya ke arah sinar itu, lalu membelalakkan matanya kaget.
Jongin tengah berdiri di pintu penghubung ruang belakang dengan ruang tengah, lelaki itu bersandar santai di ambang pintu, tersenyum mengejek kepada Sehun dan dijemarinya tengah memegang ponsel, ponsel yang tadi dipakainya memotret Sehun yang diam-diam sedang mencuri mencium dahi Chanyeol yang tengah tertidur pulas!
Sehun langsung berdiri dengan defensif, sebelumnya dia sempat melirik cemas ke arah Chanyeol, dan bersyukur dalam hati karena lelaki itu masih tertidur pulas. Kemudian dengan langkah lebar, Sehun mendatangi Jongin dengan marah,
"Apa yang kau lakukan di sini dan kenapa kau mengambil fotoku?"
Senyum miring muncul di bibir Jongin, "Mamamu menyuruhku masuk ke belakang dan mencarimu." Matanya sengaja melirik ke arah ponselnya, "Wah sungguh foto yang menyedihkan, kau dengan penuh cinta mencium diam-diam sahabatmu... cinta bertepuk sebelah tangan, eh?"
Kata-kata Jongin langsung menyulut amarah Sehun, dia langsung menyerang Jongin, mencoba mengambil ponsel itu dari tangan Jongin,
"Kemarikan ponsel itu!" Sehun mendesis, setengah terangah berusaha menggapai Jongin yang dengan sengaja mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan ekspresi menahan tawa. Sehun melihat ekspresi Jongin dan merasa jengkel luar biasa, lelaki itu pasti menertawakannya karena tubuhnya pendek seperti anak kecil, dan Jongin bertubuh tinggi, merebut ponsel itu akan percuma bagi Sehun, apalagi kalau Jongin mengangkat tangannya tinggi-tinggi seperti itu,
"Kau jahat! Kemarikan ponsel itu!"
"Percuma Sehun, kau tidak akan bisa mengambil ponsel itu dariku." Lelaki itu mengedipkan sebelah matanya menggoda, "Mungkin aku akan menghapusnya kalau kau mau melakukan sesuatu untukku."
Sehun membelalakkan matanya, terkejut akan sikap tidak terpuji Jongin, "Kau memerasku?"
"Bisa dibilang begitu." Jongin sama sekali tidak tampak malu, matanya sengaja melirik ke arah sofa tempat Chanyeol masih tertidur pulas, "Dan aku rasa kau tidak ingin Chanyeol melihat foto ini bukan? Disini wajahmu benar-benar penuh cinta, sungguh menyedihkan, mungkin Chanyeol akan kaget karena kau menyimpan perasaan lebih kepadanya, dan mungkin dia akan menjauhimu..."
"Oke." Sehun tidak tahan lagi mendengarnya, dia tahu apa yang dikatakan Jongin benar, dan dia takut itu akan terjadi, dijauhi Chanyeol karena perasaan canggung adalah hal terakhir yang diinginkannya, dia butuh bisa dekat dengan Chanyeol, dan kalau satu-satunya jalan adalah dalam posisi seperti saudara atau sahabatnya, maka Sehun tidak akan merusaknya. "Kau ingin aku melakukan apa?" Sehun menggertakkan giginya menahan marah, tetapi dia mencoba bersabar. Dia tidak bisa melawan Jongin sekarang, lelaki itu memegang kartu AS untuk mengancam Sehun dan sekarang sedang berada di atas angin.
"Aku ingin kau menemaniku datang ke jamuan makan malam yang akan diadakan nanti malam, sebagai pasanganku. Aku akan memperkenalkanmu sebagai murid khususku dan mungkin kita akan berduet sedikit di sana." Jongin tersenyum, "Sebenarnya aku sudah mendapatkan izin ibumu, tetapi aku tahu kau akan menggunakan segala cara untuk menolak ajakanku, jadi menyenangkan sekali aku bisa memaksamu melakukan apa yang kumau mulai sekarang." Tatapannya berubah sedikit menakutkan, "Lakukan apa yang aku mau, Sehun, dan mungkin aku akan berbaik hati menghapus foto ini dari ponselku."
.
.
.
TBC
.
.
.
Balasan review.
ohsanie : hmm gimana yah :v kayaknya kyung bakalan jahatin kyungsoo deh :D Thanks fo review~
Cho Hyunjo : Liat aja deh, mungkin aja lebih dari pada jari :D Thanks for review~
AwKaiHun : Tenang aja, jongin pasti jagain sehun kok. Thanks for review~
Kim Sohyun : Duhh jangan ke hutan amazon. mending di teleport ke hatiku aja gimana :D Thanks for review~
thedolphinduck : Maksudnya hawa tjabenya muncul pas jadi peran jahat gitu :v *Ditimvuk baek* Thanks for review~
MinnieWW : Ini udh lanjut :) Thanks for review~
kaihunlicious : Iya sehun kayak gak tau terima kasih gitu, padahal kan aku juga pengen jadi muridnya jongin tpi gk bisa *ehh* Thanks for review~
hanhyewon357 : Mungkin memang bukan chanyeol yang terbaik buat sehun, mungkin aja aku yg terbaik buat dia :'v Thanks for review~
relks88 : hahaha kamu bener banget (y), hmm kyungsoo jahatin sehun gak ya.. mungkin aja iya.. Thanks for review~
sehuniesm : hehehe :v mata kamu jeli bgt :v emng ada typonya.. pas aku cek lagi itu emang jongdae :v gak ke edit :D Thanks for review~
: Iya nih.. kyungsoo bakalan jahatin sehun t.t Thanks for reiew~
YunYuliHun : aku juga agak kecewa juga sih, tapi yah. kita para EXO-L harus dukung mereka, jadi gak usah kecewa terus. yang penting kai masih bisa memberikan yang terbaik untuk kita semua^^ Thanks for review~
Icha : ini udah dilanju.. Thanks for review~
Maaf baru bisa balas review kalian sekarang..^^
aku juga mau minta maaf karna hari minggu aku gak update. aku waktu itu lagi ngeberesin kamar yang udah berantakan pake bgt. :v jadi kecapean deh. maafin aku yah..
Oh ya kayaknya ini tanggal 20 april, brarti ini hari ulang tahun si rusa china. duhh aku jadi kangen sama dia. T.T
oke, aku udh bingung mau bilang apa :v
see you on sunday^^ and don't forget to review guys^^
