EMBRACE THE CHORD (KaiHun)
Cast :
Jongin as Jason
Sehun as Rachel
Chanyeol as Calvin
Baekhyun as Anna
Kyungsoo as Arlene
Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.
.
.
.
Apapun..
Tiba-tiba saja Sehun merasa menyesal sudah menjanjikan sesuatu yang sepertinya bisa digunakan Jongin untuk memanfaatkannya. Tetapi sudah terlanjur, lagipula, melihat perban di tangan Jongin itu membuat Sehun merasa sangat bersalah. Tangan kanan merupakan tangan yang vital bagi seorang pemain biola, tangan itu berguna untuk memainkan busur penggesek biola, dan sangat penting dalam menciptakan suara. Tangan kanan bagi seorang pemain biola bertanggung jawab dalam hal kualitas nada, ritme, dinamik, artikulasi dan timbre, tetapi sekarang Jongin terluka di tangan kanannya, kata Chanyeol, lelaki itu bahkan kesulitan menggerakkan jari-jarinya...
Sehun menatap Jongin dengan tatapan was-was sementara mata lelaki itu tampak berkilat penuh rencana.
Apa yang ada di benak lelaki ini?
Tiba-tiba saja Jongin menatap Sehun tajam dan tersenyum mencurigakan, "Oke, sudah kuputuskan."
"Sudah diputuskan apa?" Sehun bertanya, penasaran dengan sikap Jongin yang penuh misteri.
Senyum Jongin melebar, "Kau akan menjadi pengganti tangan kananku, selama tangan kananku tidak bisa digunakan, sampai aku sembuh."
Mata Sehun membelalak, masih berharap kalau dia salah duga karena tidak menyangka bahwa lelaki itu akan meminta hal yang begitu konyol dan egois kepadanya,
"Menjadi pengganti tangan kananmu? apa maksudmu?"
Jongin memasang wajah datar yang menjengkelkan, "Karena kau aku jadi invalid, aku tidak bisa menggunakan tangan kananku, bukan hanya untuk bermain biola tetapi juga kegiatan-kegiatan lainnya, seperti menulis, menyuapkan makanan, menyisir rambutku." Lelaki itu tampak geli sendiri dengan kata-katanya, tetapi matanya bersinar menantang ketika menatap Sehun, "Apalagi setelah operasi lusa, aku akan semakin tak bisa menggerakkan tanganku karena masih dalam proses penyembuhan. Jadi Kau bertugas menggantikan tangan kananku."
Mata Sehun melirik dirinya sendiri yang memakai kruk dengan kaki dibebat, "Aku sendiri terluka di bagian kaki dan membutuhkan orang lain untuk menopangku, aku tidak bisa menjadi tangan kananmu." gumamnya jengkel.
Jongin memasang wajah datar, "Kalau begitu biarkan aku menjadi kakimu, aku akan menopangmu." gumamnya tak peduli, lalu melemparkan tatapan menuduh kepada Sehun, "Kau bilang kau mau melakukan 'apapun' untukku."
Sehun terdiam, teringat janjinya lagi, lalu memandang Jongin lama, kemudian menghela napas panjang. Ya ampun, sepertinya dia terperangkap dalam jebakan Jongin yang licik.
"Kenapa?" Chanyeol duduk di pinggir ranjang, menatap Sehun lembut, perempuan itu tadi memaksa untuk menengok Jongin di kamarnya, tetapi setelah kembali wajah Sehun bukannya lega, malahan lebih kusut dari biasanya.
Sehun menatap Chanyeol dan mencoba tersenyum,
"Tidak apa-apa." sebaiknya Chanyeol tidak tahu kalau Sehun sudah bersedia menjadi pengganti tangan kanan Jongin. Lelaki itu pasti akan marah dan merasa bahwa Jongin memanfaatkan Sehun.
Tetapi tentu saja Chanyeol tidak mau menyerah, "Dia marah padamu ya?"
Sehun meringis, mungkin lebih baik kalau Jongin marah kepadanya, mungkin membentak, mencaci dan menyalahkannya. Tetapi tidak, Jongin begitu dingin dan penuh perhitungan sehingga Sehun tidak bisa menebak apa yang ada di dalam kepalanya. Lelaki itu tampak misterius dan Sehun tiba0tiba merasa takut dan tidak nyaman, karena dia tidak bisa mengetahui apa rencana Jongin selanjutnya.
Sehun menggelengkan kepalanya, mengetahui bahwa Chanyeol masih menantikan jawabannya,
"Tidak, dia tidak marah kepadaku."
"Kau sudah meminta maaf bukan?" Chanyeol bertanya lagi, merasa tidak puas dengan jawaban Sehun.
Sehun menganggukkan kepalanya, "Sudah."
"Lalu kenapa kau masih tampak sedih?"
"Tidak apa-apa Chanyeol." Sehun menggelengkan kepalanya, sebaiknya Chanyeol tidak usah tahu tentang apa yang dikatakan Jongin kepadanya, kalau tidak sifat Chanyeol yang protektif kepadanya mungkin akan membuat Chanyeol melabrak Jongin.
Lagipula, kalau Jongin memang mau mengerjainya, dia pantas bukan diperlakukan seperti itu? Karena dia yang bersalah...
Tiba-tiba Sehun bertanya-tanya, pertanyaan yang kemarin lupa untuk dipikirkannya... Si penyergap itu, lelaki menakutkan itu jelas-jelas mengincar tangan dan wajah Sehun dengan pisau, seperti sudah direncanakan sebelumnya. Lelaki itu bukan penculik acak, Sehun memang sudah ditargetkan.
Ketika Sehun sadarkan diri, polisi sudah menemuinya dan menanyakan semuanya kepada Sehun. Sehun sendiri berusaha membantunya sebisanya, tetapi ketika polisi menanyakan pertanyaan itu, dia sendiri tidak punya jawabannya.
Kenapa si penyergap itu berusaha melukainya? Dan siapakah dia?
Kyungsoo menampar Tao keras-keras, melampiaskan kemarahannya.
"Bodoh!" dia berteriak kencang, marah luar biasa, sementara Tao hanya terpatung diam dan tampak pasrah, "Aku menyuruhmu melukai anak ingusan brengsek itu! Bukannya melukai Jonginku, dan dari semua bagian tubuhnya, kenapa kau melukai tangannya?!"
Kyungsoo tentu saja mengikuti perkembangan berita tentang Jongin yang heboh ditayangkan di televisi. Dia sama sekali tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini.
Ya ampun. Jonginnya! Kesayangannya! Kekasihnya!
Lelaki itu sekarang terluka, di bagian tangan yang vital pula! Dan itu semua karena kebodohan Tao.
"Kau harus menebus kesalahanmu ini dengan berhasil di tugas berikutnya Tao! Kali ini jangan sampai gagal, kau harus bisa melukai Sehun!" suaranya masih tinggi karena emosi, dan ketika Tao hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, Kyungsoo mendengus lalu membalikkan badan dan meninggalkan Tao,
Dalam langkahnya, dia membayangkan Jongin, dan kemudian dia sadar bahwa sampai detik ini, tidak ada polisi yang datang menanyainya. Padahal kalau Jongin mau mengatakan kepada polisi bahwa sebelum penyerangan atas Sehun itu, Kyungsoo jelas-jelas mengatakan bahwa dia merencanakan menyakiti Sehun, pasti sekarang Kyungsoo sudah berada di dalam sel penjara.
Tetapi sepertinya Jongin tidak mengatakan apa-apa kepada polisi. Kenapa Jongin melindunginya?
Apakah jangan-jangan, Jongin masih mencintainya sehingga memutuskan untuk melindunginya?
Bibir Kyungsoo mengembangkan senyum penuh harap. Ya. Jongin pasti masih mencintainya! Segera setelah Tao berhasil melakukan misinya dan menyingkirkan Sehun selamanya, Jongin pasti akan kembali kepada Kyungsoo!
Hari ini adalah hari operasi tangan Jongin yang kedua, lelaki itu duduk dan menunggu. Matanya menatap ke arah tangannya yang diperban, kemudian dengan senyuman jahil lelaki itu menekan nomor telepon Sehun yang sangat dihapalnya.
"Halo?" suara Sehun yang lemah terdengar di seberang, Jongin bahkan bisa membayangkan bagaimana dahi Sehun mengerut dan bibir mungilnya mengerucut.
"Aku mau kau ke sini."
Lalu tanpa menunggu jawaban Sehun, Jongin mematikan ponselnya. Menunggu.
Senyumnya melebar ketika terdengar ketukan di pintu kamarnya, kamar Sehun memang berada di sebelahnya sehingga mudah bagi mereka untuk saling mengunjungi. Jongin sebenarnya bisa mengunjungi Sehun ke kamarnya, tetapi karena dia harus dioperasi beberapa jam lagi, dia dilarang keluar-keluar dari kamarnya, berbeda dengan Sehun yang cedera terkilir dan tidak ada infus yang mengikatnya.
"Masuk." Jongin bergumam tenang, tahu siapa yang ada di depan pintu.
Pintupun terbuka dan Sehun masuk, perempuan itu masih memakai kruk tetapi sepertinya kakinya sudah lebih baik. Setengah melangkah Sehun berjalan mendekati ranjang Jongin dan berdiri di sana dengan ragu.
Jongin mengangkat alisnya, "Duduklah, kalau tidak kau bisa ambruk karena berdiri terlalu lama. Ada yang ingin kubicarakan."
Sehun menurut, dan duduk meskipun benaknya dipenuhi pertanyaan.
Hening sejenak, Jongin menatap Sehun dalam-dalam, dan kemudian bergumam,
"Aku ingin kau menjadi kekasihku."
Kali ini mata Sehun membelalak, dan kalau kakinya tidak terkilir, mungkin dia sudah berdiri dari duduknya,
"Apa maksudmu?" Matanya membalas tatapan serius Jongin, berusaha mencari candaan dan jebakan yang tersembunyi di sana. Tetapi Jongin tampak tenang, tersenyum misterius dan mengangkat dagunya angkuh.
"Bukan kekasih yang sebenarnya." gumamnya dingin, "Aku tidak butuh kekasih di saat-saat seperti ini. Aku menawarkan itu supaya semuanya lebih mudah bagi kita."
"Apanya yang lebih mudah?" kata-kata bantahan sudah berkumpul di ujung bibir Sehun, dia masih bingung dengan tawaran Jongin itu yang sebenarnya tidak bisa disebut tawaran, tetapi lebih mirip sebuah perintah. Apa maksud Jongin dengan menjadi kekasihnya, tetapi bukanlah kekasihnya yang sebenarnya?
"Si penyergapmu itu." Mata Jongin menyipit. "Aku menduga dia adalah suruhan dari orang yang cemburu kepadamu, karena kau ada di dekatku." Jongin memilih tidak menyebut nama Kyungsoo kepada Sehun. Dia punya balas dendam sendiri yang akan dilakukannya kepada Kyungsoo, dan Sehun tidak perlu terlibat di dalamnya, "Dan masih ada kemungkinan dia akan menyerang lagi."
Kenangan itu langsung menyerang Sehun, membuatnya pucat pasi. Dia masih ingat pisau yang terayun itu, sedetik sebelum Jongin menyelamatkannya. Kalau dia harus mengalami hal yang sama sekali lagi, entah apakah dia mampu...
"Kalau memang penyerang itu disuruh oleh orang yang cemburu, bukankah lebih baik aku menjauh darimu? Kenapa kau malahan menyuruhku berpura-pura menjadi kekasihmu? bukankah itu malahan semakin menyulut si pelaku?" Sehun melemparkan pemikiran logisnya ke arah Jongin.
Sementara itu Jongin malahan menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kalau kau menjauhiku, kau akan tetap diincar, lagipula kau tidak bisa menjauhiku, kau adalah murid khususku dan kau akan menjadi pengganti tangan kananku." Jongin seolah senang mengingatkan akan janji Sehun untuk bersedia menjadi semacam budaknya. "Satu-satunya cara kau bisa ada di dekatku, dan aku bisa menjagamu supaya aman adalah dengan statusmu sebagai kekasihku, selain itu aku ingin memancing si pelaku ini supaya semakin marah dan meledak." Senyum Jongin tampak kejam, "Lalu aku akan menghancurkannya."
Sehun menelan ludah, sisi Jongin yang ini belum pernah dilihatnya sebelumnya. Dia tahu Jongin yang menjengkelkan dan pemaksa, dia tahu Jongin yang elegan dan dewasa ketika berada di pesta, dia tahu Jongin yang misterius dan tampak susah didekati ketika bermain biola... tetapi dia belum pernah melihat sisi Jongin yang penuh dendam dan kejam... dan itu terasa menakutkan...
"Kau tidak bisa menolak." Jongin mengamati Sehun yang merenung, mengira bahwa Sehun akan menolaknya, "Kau sudah berjanji akan melakukan apapun untukku. Ini termasuk di dalamnya."
Sialan Jongin. Sehun mengumpati lelaki itu diam-diam, merasa jengkel karena Jongin benar-benar memanfaatkan kata-kata yang diucapkan Sehun saat itu. Oke. Sekarang dia tahu bahwa lelaki ini kejam, dan tidak segan-segan memanfaatkan rasa bersalah Sehun.
"Jadi sekarang bagaimana?" Sehun melemparkan tatapan mata jengkel kepada Jongin, pada akhirnya dia pasrah, karena lelaki ini pasti akan berusaha mendapatkan apapun yang dia mau.
"Mulai sekarang, kau adalah kekasihku." Senyum Jongin tampak puas, "Kita harus menandai hal istimewa ini."
Pada saat bersamaan, pintu itu terbuka dari luar, dan seperti sudah direncanakan sebelumnya, detik yang sama pula tangan Jongin yang tidak sakit meraih belakang kepala Sehun, memaksa Sehun menunduk ke arahnya, dan kemudian bibirnya mengecup bibir Sehun dengan sangat ahli.
Tadi Chanyeol meninggalkan Sehun untuk membeli kopi di bawah, dan ketika dia kembali ke kamar Sehun, ternyata ranjang Sehun kosong.
Chanyeol sudah tentu tahu bahwa Sehun sedang mengunjungi kamar Jongin, dia merasakan dadanya berdenyut oleh perasaan asing. Perasaan asing yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Rasa tidak nyaman yang sama ketika di pesta itu dan dia melihat lengan Jongin melingkari pinggang Sehun dengan posesif.
Apakah dia cemburu?
Karena musibah ini, Chanyeol tidak sempat menelaah perasaannya kepada Sehun. Tetapi dia tahu rasa itu ada... dia tertarik kepada Sehun, lebih daripada sahabat, lebih daripada saudara... apakah Sehun akan membalas perasaannya? ataukah perempuan itu tertarik kepada Jongin...? dan kenapa pula Chanyeol memikirkan kemungkinan itu? Bukankah dia sendiri sudah terikat hubungan asmara dengan Baekhyun? Baekhyunnya yang cantik, yang dicintainya bertahun-tahun yang lalu dan pada akhirnya bisa menjadi miliknya?
Tidak. Chanyeol tidak boleh mengembangkan perasaan ini... kecuali kalau Sehun ternyata menyimpan perasaan yang sama kepadanya. Kalau Sehun ternyata juga mencintainya, Chanyeol mungkin akan sangat tergoda meninggalkan Baekhyun demi Sehun. Perasaannya kepada Sehun terasa lebih kuat daripada perasaannya kepada Baekhyun...
Yah. Dia tidak perlu memikirkan itu dulu. Chanyeol lalu berjalan keluar dari kamar Sehun dan melangkah keluar dari kamar Sehun dan menuju kamar Jongin.
Dia langsung membuka pintunya, lupa untuk mengetuk terlebih dulu. Ketika Chanyeol masuk, pemandangan di depannya membuatnya ternganga...
Jongin dan Sehun sedang berciuman!
Seketika itu juga hatinya terasa sakit, seakan diremukkan menjadi serpihan.
Sehun benar-benar terkejut karena Jongin menciumnya tiba-tiba, dia bahkan masih membelalak dan berusaha meronta ketika merasakan bibir Jongin yang panas melumat bibirnya dengan begitu ahli. Tetapi tangan Jongin yang kuat menahan belakang kepalanya dan malahan menekan kepalanya semakin rapat ke arah kepala Jongin, membuat bibir mereka berpadu semakin rapat.
Ciuman seorang Jongin sangat luar biasa, seolah-olah lelaki itu diciptakan dengan keahlian mencium alami. Jongin bersikap lembut, bukannya memaksa seperti yang dilakukannya sebelumnya kepada Sehun. Bibirnya menyesap bibir Sehun hati-hati, mencicipi setiap jengkal rasanya, dan memujanya...
Suara di pintu membuat Sehun terkesiap, dan dia memiringkan kepalanya, berusaha melepaskan diri dari bibir Jongin. Dan rupanya kali ini Jongin memutuskan untuk melepaskan bibirnya, membiarkan Sehun terengah di sana, dengan bibir panas membara,
Sehun menoleh ke arah suara di pintu itu, dan dia ternganga ketika melihat Chanyeol yang berdiri di sana.
"Chanyeol?" Sehun merasakan dorongan yang kuat untuk menjelaskan semuanya kepada Chanyeol, supaya lelaki itu tidak salah paham dan berpikir yang tidak-tidak antara dia dengan Jongin. Tetapi jemari Jongin menyentuh tangannya tegas, seolah mengingatkan Sehun akan perjanjian mereka sebelumnya, bahwa Sehun sudah bersedia untuk berpura-pura menjadi kekasih Jongin.
"Maafkan aku mengganggu, aku tadi tidak mengetuk pintu dan masuk begitu saja.. aku eh..." Suara Chanyeol terbata-bata, ekspresinya tampak begitu shock, "Aku akan keluar dulu, maafkan aku.."
Chanyeol membalikkan tubuhnya dan dengan tergesa keluar dari kamar itu, membanting pintu di belakangnya.
"Chanyeol!" Sehun beranjak berdiri, bertumpu pada kruk di bawah lengannya dan hendak mengejar lelaki pujaan hatinya itu. Tetapi lengannya dicekal dan ditahan oleh Jongin.
"Biarkan dia pergi."
Sehun menoleh ke arah Jongin dengan panik, 'Tetapi dia akan salah paham! Dia akan mengira aku dan kau serius... aku harus menjelaskan semuanya kepadanya!"
"Tidak boleh."
"Tidak boleh?" Sehun tertegun, menatap Jongin dengan marah, berusaha melepaskan diri, tetapi pegangan Jongin ke lengannya makin kencang, "Tidak apa-apa bukan kalau aku menjelaskan bahwa kita sedang berpura-pura pacaran karena ingin menjebak si penyerang kepada Chanyeol?"
'Tidak boleh." Mata Jongin menyipit serius, "Sandiwara ini hanya kita berdua yang boleh tahu, tidak ada orang lain yang boleh..."
Sehun menatap Jongin dengan tatapan mata frustrasi, "Tetapi dia Chanyeol! Kau tahu aku padanya..."
"Kau tegila-gila kepadanya, aku tahu." Ekspresi Jongin tampak keras, "Tidakkah kau sadar kalau sandiwara kita ini juga bisa membantumu?"
"Apa maksudmu?" Jongin begitu penuh teka-teki hingga Sehun sering merasa bingung ketika mencoba memahami maksudnya.
"Apakah kau tak tahu bahwa dorongan alami lelaki adalah untuk bersaing dan mengejar pasangannya? Semakin sulit didapatkan, semakin besar seorang lelaki tertarik." Senyum Jongin tampak tipis, "Aku tahu bahwa Chanyeolmu itu selama ini begitu bodoh, tidak pernah melihatmu sebagai perempuan. Kau ingin dia menyadari dirimu sebagai perempuan yang pantas dipertimbangkan, Sehun? Maka berpura-puralah menjadi kekasihku, aku akan membantumu memancing rasa cemburu Chanyeol, dan setelah kita selesai, dia akan menyadari perasaannya kepadamu."
Sehun tertegun. Benarkah apa yang dikatakan Jongin itu? bahwa dengan berpura-pura menjadi kekasih Jongin, dia bisa membuat Chanyeol cemburu dan memancing perasaan Chanyeol kepada Sehun? Sehun bukan ahli tentang strategi percintaan, tetapi dia percaya Jongin sangat ahlli dalam hal ini.
Dan ya ampun... tawaran Jongin itu terasa begitu menggodanya, membayangkan Chanyeol tertarik kepadanya...
Pintu kamar Jongin terbuka lagi, tetapi kali ini dokter yang masuk, dia tersenyum kepada Jongin dan mengangguk ramah kepada Sehun,
"Siap untuk operasi keduamu?"
Jongin tersenyum lebar, "Aku tak sabar menantikannya, dokter."
.
.
.
TBC
.
.
.
Big Thanks To :
Icha|| Lu Hannie || Xiuna || YunYiliHun || oh ana7 || misslah || OHun || rickasanti . cucan || izz . sweetcity || AwKaiHun || mamasehun1214 || hanhyewon 357 || relks88 || MinnieWW || dia . luhane || Cho Hyunjo..
.
.
.
Haloo..
Kemaren aku janji bakalan double update kalau reviewnya banyak, tapi yah.. kayaknya reviewnya emang Cuma gitu-gitu aja jadi gak jadi deh double updatenya :v
hehehehe.. aku juga baru pulang dari perkemahan yang ughhh seru banget. api capek bgt, badan kayak remuk semua. Padahal aku baru sembuh dari sakit tapi udah ikut perkemahan :v tapi gak papalah, seru bgt ikut even kayak gitu. Aku bisa ketemu teman baru, terus juga bisa dapat pengalaman baru. Aku baru pertama kali ikut perkemahan jadi masih agak kaku buat cari temen eh pas dapet temen malah jadi lengket kayak lem :v *aku jadi rindu mereka* *ehh jadi curhat*
Hehehe..
Chapter kemaren pendek yah? Hmm itu emang sama kayak novelnya kak santi. Emang pendek gitu. Buat yang marah sama Tao & Kyungsoo, kalian bisa marah pas baca fic ini tapi jangan keterusan yah :v kalo bisa marah aja ke aku yang bikin mereka nista bgt disini :"
Aku juga sementara bikin fic baru.. maincastnya chanbaek. Itu cerita tentang pengalaman pribadi temen aku. Seperti biasa kalau aku nulis pasti gak bakalan sampe 10 chap :v aku gak bisa bikin fic yang panjang. Takutnya jadi sinetron :v masih newbi :v heheheh
Oke cuap-cuapnya kelar.. Bye!
Sampai jumpa hari rabu^^
Don't Forget To RnR
