EMBRACE THE CHORD (KaiHun)

Cast :

Jongin as Jason

Sehun as Rachel

Chanyeol as Calvin

Kyungsoo as Arlene

Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.

.

.

Baca A/N yah guys^^ kali ini aja please..

.

.

.

Pagi harinya, direktur akademi musik yang juga adalah papa Chanyeol datang bertamu, Jongin menemuinya di ruang tamu keluarganya.

"Bagaimana kondisi tanganmu, Jongin?" sang direktur rumah sakit, Mr. Minho, bertanya dengan hati-hati.

Jongin menyandarkan tubuhnya dengan santai di sofa, tersenyum dengan ekspresi datar.

"Aku pasti akan bisa bermain biola lagi."

Mr. Minho menganggukkan kepalanya, "Aku percaya kau akan pulih seperti semula Jongin, kau adalah pemain yang sangat berbakat dan tiada duanya di dunia ini. Lagipula, konser tunggal yang sedianya akan diadakan untuk menghormatimu akan berlangsung bulan depan. Kau tidak melupakannya kan?"

Terus terang Jongin melupakannya. Dia terlalu sibuk dengan segala hal yang terjadi di sekitarnya hingga lupa bahwa bulan depan akan ada event penting baginya.

Konser itu sudah direncanakan sekian lama, hampir setahun yang lalu, sebuah konser besar di gedung orkestra terbesar dinegara ini, dengan menggandeng tiga orkestra terkenal untuk mendampingi Jongin memainkan konser violin tunggalnya. List tamunya bahkan sudah penuh sampai mencapai daftar tunggu yang begitu lama, kebanyakan dipenuhi oleh orang-orang hebat di dunia musik, dalam dan luar negeri.

Konser tunggal dari Jongin amat sangat ditunggu-tunggu, sebuah kesempatan langka untuk mendengarkan permainan jenius sang violinist yang mungkin tidak ada duanya di dunia ini.

Dan Jongin melupakannya, dia mengerutkan keningnya. Konser itu menambah tekanan di dalam dirinya, itu berarti dia punya batas waktu untuk menyempurnakan kesembuhannya. Dia harus sembuh dengan sempurna untuk menghadapi konser tersebut.

"Aku pasti akan siap." Jongin tersenyum, menutupi perasaannya dan memasang wajah tenang.

Mr. Minho menatap Jongin dengan serius. "Jongin, kau tidak boleh memaksakan diri, aku tahu bahwa luka di urat tangan bagi seorang pemain biola sangat krusial hingga kadang memerlukan waktu yang lama untuk pulih kembali. Kalau kau memang belum siap, aku bisa mengusahakan untuk memundurkan konser besar itu..."

"Aku siap." Jongin menjawab mantap. Dia tidak akan menyerah pada rasa sakitnya dan berlama-lama meratapi diri, konser tunggal yang akan dilakukan bulan depan akan menjadi pendorong yang sangat bagus bagi kesembuhannya. Lagipula Jongin tidak ingin mengobarkan api pada gosip yang telah kian memanas. Di luar sana, spekulasi bertebaran di mana-mana, semua mempertanyakan kemampuan Jongin bermain biola, kalau konser itu sampai diundur, semua orang pasti akan berkesimpulan bahwa Jongin kehilangan kemampuannya bermain biola.

Lelaki itu tersenyum. Ini kesempatan bagus, dia akan menggunakan konser itu untuk menjawab semua pertanyaan yang bertebaran.

Sehun segera mengangkat teleponnya ketika melihat Chanyeol yang menelepon ponselnya.

'Halo Chanyeol?"

'Halo Sehun." Suara Chanyeol tampak tenang dan lembut seperti biasa, "Apa kabarmu? Kenapa kau tidak memberi kabar?"

Sehun tersenyum, merasa bersalah. Biasanya dia memang selalu menelepon Chanyeol atau setidaknya mengirimkan pesan, tetapi kemarin dia terlalu disibukkan dengan penyesuaian dirinya tinggal di rumah Jongin, pun dengan perasaannya yang terus menerus cemas akan kemampuan Jongin bermain biola lagi, membuat dia hampir-hampir tidak memikirkan Chanyeol sama sekali.

"Maafkan aku Chanyeol, agak sibuk di sini. Tetapi aku sehat-sehat saja." Gumam Sehun ceria.

Sejenak hening di luar sana, lalu Chanyeol bergumam,

"Kau kerasan ya di sana? Di rumah Jongin?"

Sehun mengangkat bahunya, "Aku diperlakukan dengan baik di sini." Seketika Sehun mengajukan pertanyaan, menyadari ada yang berbeda di balik suara Chanyeol, "Ada apa Chanyeol? Kau tampaknya banyak pikiran?"

Chanyeol menghela napas panjang, "Yah... aku.. entahlah Sehun. Ini tentang Baekhyun, aku rasa hubungan jarak jauh ini tidak berhasil. Pada awal-awal kami begitu yakin kami bisa, berusaha menjaga komunikasi sebaik mungkin, tetapi kemudian semua terasa melahkan... entahlah, lama kelamaan kami lelah untuk berkomunikasi, kadang-kadang bahkan seharian aku tidak mendengar kabar dari Baekhyun."

Sehun tercenung, menelaah perasaannya mendengar perkataan Chanyeol itu. Seharusnya, karena dia mencintai Chanyeol dia boleh merasa senang kalau mendengar ada gangguan dari hubungan Chanyeol dan Baekhyun, itu berarti ada kesempatan baginya untuk memasuki hati Chanyeol. Tetapi entah kenapa Sehun tidak merasa senang, mungkin karena suara pedih Chanyeol, membuatnya ikut merasa sedih dan prihatin.

"Hubungan jarak jauh memang berat, meskipun aku sendiri belum pernah merasakannya." Sehun menghela napas panjang, "Tetapi kalau kalian bisa menjalankannya dengan penuh tekad, kalian pasti bisa melakukannya."

Sehun bisa membayangkan Chanyeol tersenyum miris di seberang sana, "Yah. Mungkin memang tekadku dan Baekhyun masih kurang." Gumamnya, 'Bagaimana dengan kau sendiri, Sehun? Bagaimana hubunganmu dengan Jongin?"

Chanyeol tentu saja masih mengira bahwa Sehun dan Jongin adalah sepasang kekasih... tiba-tiba saja Sehun merasakan dorongan untuk mengatakan semuanya kepada Chanyeol, bahwa dia dan Jongin hanyalah berpacaran pura-pura.

Kalimat itu sudah ada di ujung bibirnya, tetapi langsung membeku ketika mata Sehun menangkap kehadiran Jongin di ambang pintu. Jongin berdiri di sana, bersandar di ambang pintu dan menatap Sehun dengan pandangan memperingatkan.

Mau tak mau Sehun mengucapkan kebohongan lagi kepada Chanyeol. "Hubungan kami baik-baik saja." Gumam Sehun, dipenuhi oleh rasa bersalah karena harus membohongi Chanyeol.

"Oh." Chanyeol tampak kehabisan kata-kata, lelaki itu berkali-kali menghela napas sebelum berbicara. "Aku senang hubungan kalian baik-baik saja." Gumamnya tenang, sedikit ragu, "Sehun, aku merindukanmu, aku ingin bercakap-cakap denganmu, seperti kita dulu, saling berbagi perasaan dan bercerita untuk menenangkan pikiran, kira-kira, bisakah kau menyempatkan diri keluar dari rumah Jongin dan menemuiku? Mungkin kita bisa bertemu di cafe langganan kita."

Sehun tersenyum lembut, 'Tentu saja bisa Chanyeol." Matanya melirik ke arah Jongin yang masih mengamatinya dari ambang pintu, "Aku akan mengusahakan waktunya."

"Oke. Terimakasih, Sehun." Chanyeol lalu mengakhiri percakapannya.

Dan Sehun memasukkan ponselnya di saku bajunya, mengangkat alisnya sambil menatap Jongin yang balas menatapnya penuh arti.

'Kenapa?" gumamnya langsung kepada Jongin.

Jongin tersenyum, lalu melangkah memasuki ruangan, dan duduk di sofa tepat di depan Sehun.

"Dia mulai mengejarmu, ya?"

Sehun mengerutkan keningnya, "Chanyeol tidak mengejarku, dia sedang menceritakan permasalahannya dengan Baekhyun."

"Oh ya? Ada masalah apa?"

"Mereka menjalani hubungan jarak jauh." Suara Sehun berubah prihatin, "Dan entah kenapa itu tidak berjalan dengan baik, Chanyeol merasa kalau dia dan Baekhyun mulai kehilangan komunikasi."

"Hmmm." Jongin merenung sejenak, lalu menatap Sehun dalam senyuman, "Apakah kau sadar Sehun? Bila seorang lelaki mulai membicarakan permasalahan hubungannya dengan kekasihnya, berarti lelaki itu sedang berusaha mengambil hatimu. Kau pernah dengar tidak, suami-suami yang mendekati selingkuhannya, mereka biasanya menarik perhatian perempuan lain itu dengan berkeluh kesah tentang kekurangan isterinya, tentang ketidakbahagiaannya dengan hubungan yang sedang dijalananinya, suami-suami itu akan bersikap sebagai korban, hingga memancing si perempuan yang diincarnya agar terdorong menjadi sang penyelamat."

Sehun menatap Jongin tidak setuju, "Chanyeol tidak sedang menarik perhatianku, dia benar-benar sedang bermasalah dengan Baekhyun. Aku mengenal Chanyeol sudah sejak dulu kala dan kami memang terbiasa saling bertukar pikiran.

Jongin menatap Sehun dengan ekspresi datar,

"Terserah pendapatmu Sehun. Aku hanya bisa memberimu satu saran, jangan bersikap terlalu mudah kalau kau memang ingin mendapatkan Chanyeol, semakin sulit kau didapatkan, semakin kuat seorang lelaki ingin mengejarmu." Lelaki itu menatap Sehun dengan tajam, "Aku dengar dia mengajakmu bertemu, apakah kau akan melakukannya?"

Sehun mengangkat dagunya, "Kalau ya, apa hubungannya denganmu?"

"Kau kekasihku." Dalam sedetik lelaki itu bergumam, menatap Sehun dengan kuat. Tetapi ketika melihat ekspersi terkejut Sehun, Jongin berdehem, "Maksudku... kau adalah kekasihku di mata semua orang selama ini, jadi kalau kau melakukan pertemuan dengan lelaki lain, mungkin beberapa orang akan bertanya-tanya."

Sehun mengamati Jongin, merasa bingung karena pipi Jongin sepertinya merona, entah kenapa,

"Tidak akan ada yang berpikir tidak-tidak kalau aku menemui Chanyeol, dia kan temanku sejak kecil."

Jongin menggelengkan kepalanya, memasang wajah tidak setuju, "Tidak Sehun, pokoknya, kalau kau hendak menemui Chanyeol, kau harus bersamaku." Gumamnya keras kepala.

Sehun mengerutkan keningnya semakin dalam, menatap ekspresi wajah Jongin yang keras kepala, bagaimana mungkin dia menemui Chanyeol dengan membawa Jongin? Bukankah Chanyeol ingin menemuinya dengan tujuan untuk bertukar pikiran? Bagaimana mungkin itu bisa dilakukan kalau ada Jongin di tengah-tengah mereka?

Ketika melangkah ke luar ruangan itu dan meninggalkan Sehun, Jongin merasa ada yang bergolak di dalam dirinya.

Rasanya hampir seperti...cemburu.

Membayangkan Sehun menemui Chanyeol dan mereka menghabiskan waktu berduaan, rasanya tidak menyenangkan bagi benak Jongin. Dia tidak suka.

Dan kenapa dia tidak suka?

Seharusnya Jongin tidak peduli dengan siapa Sehun menghabiskan waktu bersama, seharusnya Jongin tidak peduli siapa lelaki yang dipuja Sehun. Seharusnya Jongin tidak peduli.

Tetapi dia peduli.

Apakah jangan-jangan sandiwara ini sudah menjadi serius untuknya?

Tetapi bagaimana bisa? Bagaimana mungkin hatinya tercuri oleh seorang anak perempuan yang masih bisa dibilang remaja? Anak perempuan berumur delapan belas tahun, jauh di bawah usianya yang dua puluh enam tahun dan bisa dibilang lebih pantas sebagai adiknya?

Jongin menghela napas panjang, merasa kesal dengan apa yang berkecamuk di pikirannya.

Konser itu tentu saja juga bisa digunakan Jongin untuk memuluskan rencananya terhadap Kyungsoo, semula dia berencana memancing kecemburuan Kyungsoo, supaya perempuan itu bertindak gegabah, tetapi sepertinya hal itu memerlukan waktu yang cukup lama, padahal Jongin sudah tidak sabar untuk segera membuat Kyungsoo tertangkap basah dan dihukum atas perbuatannya.

Konser itu mengubah rencananya, dia bisa menggunakannya untuk memancing Kyungsoo dengan cara lain.

Jadi ketika berada di kamarnya, dia menelepon Kyungsoo.

"Jongin!" suara Kyungsoo meninggi dan langsung mengangkat ponselnya pada deringan pertama ketika tahu bahwa Jonginlah yang menelepon. "Ada apa sayang?"

Jongin sedikit menggertakkan giginya, tetapi menahan diri, "Aku akan mengadakan konser tunggal bulan depan, setelahnya tentu saja akan ada pesta perayaan, dan aku ingin kau menjadi pendamping resmiku."

"Kau ingin aku menjadi pendampingmu?" kali ini suara Kyungsoo setengah menjerit, dipenuhi rasa girang.

"Tentu saja, aku tidak punya perempuan lain yang kurasa lebih pantas untuk mendampingiku, selain dirimu, Kyungsoo."

Napas Kyungsoo tercekat mendengar suara Jongin yang merayu, "Terimakasih Jongin, aku pasti akan berdandan secantik mungkin hingga membuatmu bangga membawamu sebagai pendampingmu." Gumamnya penuh semangat, "Sebulan lagi ya? Apakah kau sudah sembuh, Jongin?"

"Aku sudah sembuh." Jawab Jongin cepat, "Tetapi ada sedikit masalah."

"Masalah? Masalah Apa?"

Jongin menghela napas panjang, berusaha tampak terganggu, "Kehadiran Sehun. Semua orang tampaknya berusaha menjodohkanku dengannya, padahal aku hanya menganggapnya sebagai murid istimewaku, ibuku juga memaksaku membawa Sehun ke konser itu. Maafkan aku Kyungsoo atas sikapku di telepon kemarin itu, aku bersikap kasar padamu seolah-olah akan meninggalkanmu karena tertarik pada Sehun, sebenarnya waktu itu aku terpaksa karena dipaksa oleh mamaku yang sangat inging menjodohkanku dengan Sehun. Semula aku berniat mengikuti kemauan mamaku, tetapi aku terus memikirkanmu. Aku tidak mau dipaksa membawa Sehun ke pesta, padahal aku ingin membawa dirimu, aku bingung bagaimana cara menyingkirkan Sehun."

"Menyingkirkan Sehun?" Kyungsoo tampak terkejut dengan kata-kata Jongin.

"Ya, menyingkirkan Sehun, supaya aku tidak berkewajiban membawa Sehun sebagai pasangan resmiku di pesta setelah konser tersebut. Kau tahu rasanya malas sekali membawa anak remaja ke sebuah pesta, berbeda kalau aku membawamu, seorang wanita dewasa yang matang dan begitu cantik." Jongin sengaja menyelipkan nada merayu di dalam suaranya, membuat napas Kyungsoo tercekat.

"Aku.. aku mungkin bisa membantumu, Jongin." Gumam Kyungsoo cepat, kehilangan kewaspadaannya.

Jongin tersenyum lebar, menyadari bahwa pancingannya kepada Kyungsoo hampir mengenai sasaran.

"Aku tahu kau pasti bisa mengusahakannya Kyungsoo, mengingat betapa inginnya aku membawamu sebagai pasanganku di pesta itu."

Sehun menatap dirinya di cermin dan tersenyum, penampilannya tampak sedikit feminim dengan rok corak daun anggur dengan warna serupa musim gugur.

Dia akan menemui Chanyeol hari ini.

Yah biarpun Jongin melarangnya, Sehun pikir, dia boleh-boleh saja menemui Chanyeol, toh Chanyeol adalah teman masa kecilnya, kecemasan Jongin tidak beralasan, dia menemui Chanyeol kan bukan untuk bermesraan di muka umum atau apa, dia menemui Chanyeol untuk bertukar pikiran. Lagipula, lama sekali rasanya dia tidak bertemu dengan lelaki itu..

Sehun melangkah keluar kamar, dan hampir bertabrakan dengan mama Jongin yang kebetulan lewat di lorong.

Mama Jongin mengamati penampilannya dan tersenyum lembut,

"Cantik sekali." Gumamnya memuji. "Mau kemana, Sehun?"

Tiba-tiba saja Sehun merasa gugup, dia tersenyum sedikit malu-malu,

"Eh, saya akan menemui teman saya."

"Oh, hati-hati kalau begitu." Gumam sang mama ramah, lalu mengangkat alisnya, "Kau tidak meminta Jongin menemanimu?"

Sehun langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat, "Ti. Tidak, tidak perlu, Jongin sepertinya sedang beristirahat."

Dan kemudian, menghindari pertanyaan lebih lanjut, Sehun mengucapkan kata-kata perpisahan basa-basi dan kemudian buru-buru berpamitan.

"Sehun tampak cantik sekali tadi." Sang mama meletakkan kue berisi biskuit ke samping meja tempat Jongin duduk., Jongin sedang ada di ruang baca dan membaca, dan seperti biasanya, mamanya selalu menyediakan biskuit buatan sendiri sebagai teman Jongin membaca.

Jongin mengangkat matanya dari buku dan menatap mamanya,

"Sehun?" dia mengerutkan kening, "Apakah dia berdandan? Memangnya dia mau ke mana?"

Sang mama mengerucutkan bibirnya, " Lho, kamu tidak tahu, Jongin? Sehun tadi buru-buru pergi, katanya mau bertemu dengan temannya, aku bertanya kenapa dia tidak minta kau antar, tetapi katanya kau sedang beristirahat, jadi kupikir kau sudah tahu kalau Sehun keluar."

Seketika itu juga Jongin menggertakkan giginya.

Sialan. Dasar Sehun, Perempuan itu tidak mengindahkan peringatannya dan memilih untuk menemui Chanyeol tanpa seizinnya.

Pasti, tidak terbantahkan lagi, Sehun pasti pergi menemui Chanyeol. Hal itu membuatnya menahankan rasa terbakar di dalam dadanya, membayangkan Sehun sedang berduaan dengan Chanyeol.

Selain itu, ada rasa cemas yang menyeruak di dadanya. Jongin sudah berhasil memancing Kyungsoo supaya berusaha melenyapkan Sehun, demi menjebak Kyungsoo dalam misinya. Hal itu berarti sampai Jongin berhasil menjebak Kyungsoo, Sehun selalu dalam kondisi terancam.

Sehun tidak boleh lepas dari penjagaan Jongin!

.

.

.

TBC

.

.

.

Big Thanks to:

inasaragi, choi yewon11, Love kaihun , Icha, Xiuna Rin, meongguya, Guest, oh ana7, kim huna, kaihunlicius, izz. sweetcity, joong, relks88, mamasehun1214, dia. luhane, Chansoo9293, Cho hjunjo, sehunniesm, hanhyewon357, MinnieWW, AwKaiHun, YunYuliHun, Yehet94, Bellakyu, Hyun CB614, .. -ch 15-16)

.

.

Yo!

akoh kambek lageeee.. :D maapin aku yg telat :v aku lagi sibuk sama ujian praktek :v lagi belajar jadi sutradara Film sama lagi belajar buat jadi penyiar berita yang baik :v dan sumpah kali ini aku beneran telat bgt.. huwaaaaa maapkan aku pemirsah..

oh ya, kayaknya exo bakalan comeback tanggal 6 juni yah.. terus konsepnya lucifer sama michael, yahh kayak nyembah setan gitu.. mungkin kalo emang mereka comeback dengan konsep seperti itu aku jadi gak feel lagi sama mereka, soalnya aku gak mau idolaku yag aku bangga-banggain nanti jadi kayak nyembah setan.. ini kayak dulu juga aku ngefans bgt sama shinee, tapi pas mereka comeback pake lagu lucifer aku langsung ilang feel. dan aku nanti tertarik sama mereka lagi nanti pas mereka ngeluarin lagu view,... sama kayak exo, dulu juga aku tuh gak suka mereka karna konsep debut mereka gak kayak ada sesuatu, aku bahkan ngefans sama mereka nanti pas akhir tahun 2013. lama bgt buat dapet feel lagi.. :'( au berdoa banyak mudah-mudahan mereka gak pake konsep itu.. tapi kalo memang mereka pake konsep itu, aku minta maaf buat semua terutama exo-l, aku bakalan mundur dari fandom ini..

please jangan judge aku, aku cuma mau bilang apa yang ada di dalam pikiran ku aja.. maaf yah semuanya..