EMBRACE THE CHORD (KaiHun)
Cast :
Jongin as Jason
Sehun as Rachel
Chanyeol as Calvin
Kyungsoo as Arlene
Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.
.
.
.
Sehun melangkah turun dari taxi di depan cafe itu, cafe tempat dia dulu sering menghabiskan waktunya bersama Chanyeol di hari minggu di masa lalu.
Dia memasuki cafe itu dan menatap ke arah tempat duduk di sudut, tempat favorit mereka dulu dan tersenyum ketika melihat bahwa Chanyeol sudah menunggu di sana.
"Hai Chanyeol." Sehun melangkah mendekat, menatap Chanyeol yang langsung mendongak menatapnya dan membalas senyumnya.
"Hai Sehun." Chanyeol berdiri, langsung menarikkan kursi untuk Sehun di depannya, "Duduklah, aku sudah memesankan minuman kesukaanmu." Mata Chanyeol mengamati Sehun dengan lembut, "Kau cantik sekali, Sehun."
Pipi Sehun merona, menatap Chanyeol yang mengambil tempat duduk di depannya dan menatapnya dalam-dalam.
"Terimakasih Chanyeol."
Chanyeol masih tidak melepaskan tatapan matanya dari Sehun, "Kau tampak lebih feminim sekarang, apakah itu karena hubunganmu dengan Jongin?"
Sekali lagi, Sehun terdorong untuk berkata jujur kepada Chanyeol, tetapi dia kemudian menahan diri.
"Mungkin." Gumamnya lembut, berusaha menghindari pertanyaan selanjutnya, "Jadi bagaimana Chanyeol, bagaimana tentang Baekhyun?"
Mata Chanyeol berubah muram, "Baekhyun... yah..." lelaki itu menghela napas panjang, "Aku berusaha menghubunginya seharian ini tetapi tidak diangkat, semua pesanku tidak di balas, mungkin dia marah kepadaku."
"Kenapa dia marah kepadamu?" Sehun menyela, merasa bingung.
Chanyeol menghela napas panjang sekali lagi, seakan ingin membuang seluruh beban berat di benaknya.
"Karena aku selalu membicarakanmu. Baekhyun merasa terganggu, dia tidak mengerti kalau kau adalah teman masa kecilku dan kita cukup dekat." Ada senyum miris di wajah Chanyeol, "Aku rasa dia cemburu kepadaku."
Sehun membelalakkan matanya, "Baekhyun?" Membayangkan wajah Baekhyun yang luar baisa cantik dan sempurna, jauh sekali di atas dirinya, rasanya sangatlah tidak mungkin kalau Baekhyun cemburu kepada Sehun. "Bagaimana mungkin dia cemburu kepadaku?"
Ekspresi Chanyeol tampak serius,
"Mungkin karena pembicaraan tentangmu terasa mendominasi percakapan kami... Baekhyun merasa terganggu, dia bilang mungkin di dalam otakku terlalu dipenuhi dirimu." Chanyeol tersenyum.
Kata-kata Chanyeol itu membuat Sehun sedikit ternganga. Apakah maksud kata-kata Chanyeol itu?
"Seharusnya kau jangan membicarakan tentang aku terus-terusan." Sehun berusaha bersikap wajar meskipun merasakan hal yang berbeda di benaknya.
Chanyeol menghela napas panjang, "Yah, entahlah Sehun, kurasa memang benar kata-kata Baekhyun, aku terlalu sering membicarakanmu, Sehun, mungkin hal itulah yang membuat Baekhyun terganggu..."
"Dan kenapa kau sering membicarakan tentangku, Chanyeol?"
Mata Chanyeol berubah serius, "Mungkin tanpa sadar, kau selalu ada di hatiku, Sehun."
Kali ini jantung Sehun benar-benar berdesir. Chanyeol seolah ingin mengungkapkan sesuatu kepadanya, lelaki itu tampak serius, menatap Sehun dengan tatapan matanya yang dalam.
Apakah Chanyeol.. apakah Chanyeol secara tidak langsung ingin mengatakan bahwa Sehun ada di dalam hatinya? Bahwa sekarang entah kenapa lelaki itu mulai menyadari bahwa Sehun mungkin selama ini selalu tersimpan di dalam hatinya dan menunggu untuk diakui?
Kalau memang benar begitu, kenapa tidak ada rasa yang berbeda di benak Sehun selain jantungnya yang berdesir pelan? Bukankah inilah yang selama ini dinantikannya? Pengakuan Chanyeol bahwa Sehun ada di dalam hatinya, meskipun sedikit? Seharusnya Sehun bersorak dan berteriak gembira bukan? Tetapi kenapa dia sekarang malahan merasa... datar?
Jemari yang ramping tiba-tiba menyentuh bahunya lembut, membuat Sehun terperanjat kaget, begitupun Chanyeol yang tampak benar-benar terkejut dengan mata memandang ke belakang Sehun.
Sehun mendongakkan kepalanya, menatap ke belakang, dan membelalakkan matanya ketika melihat Jongin berdiri di dana, di belakangnya, memandangnya dengan tatapan mata memperingatkan yang segera hilang, berganti dengan tatapan mesra penuh sandiwara.
"Maafkan aku terlambat sayang." Jongin menunduk dan mengecup dahi Sehun yang sedang duduk dengan lembut, kemudian lelaki itu menarik kursi dan duduk di sebelah Sehun, berhadap-hadapan dengan Chanyeol, ditatapanya lelaki itu dengan tatapan mata datar, "Maafkan aku terlambat, Tadi aku bersama Sehun dan kebetulan aku sedang ada urusan mengenai konser tunggalku, jadi aku terpaksa meninggalkan Sehun sebentar, Sehun lalu bilang sambil menungguku dia akan menemuimu, dan aku berjanji akan segera menyusul setelah semua urusanku beres."
Chanyeol masih ternganga, seolah kehilangan kata-kata. Dia menoleh berganti-ganti ke arah Sehun yang memasang wajah bersalah dan Jongin yang tersenyum tenang, dan kemudian ekspresinya berubah sedikit malu.
"Oh. Maafkan aku, aku tidak tahu kalau aku mengganggu Sehun di sela acara kalian." Lelaki itu langsung beranjak berdiri, "Kurasa aku ada urusan mendadak, aku harus pergi."
"Chanyeol!" Sehun hendak berdiri, mencegah kepergian Chanyeol, tetapi tangan Jongin menahannya dengan kencang dan penuh peringatan, membuat gerakan dan suara Sehun tertahankan.
Chanyeol menoleh, menatap Sehun, ekspresinya terlihat terluka.
"Mungkin lain kali kita bisa mengatur waktu untuk bertemu, Sehun. Selamat tinggal." Dan kemudian, tanpa menoleh lagi, Chanyeol melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.
Seketika itu juga Sehun langsung melemparkan tatapan marah kepada Jongin.
"Kenapa kau melakukan itu, Jongin? Itu snagat tidak sopan, kau seperti mengusir Chanyeol dengan kasar, tetapi menggunakan bahasa yang halus."
Jongin menyandarkan tubuhnya di kursi dan bersedekap dengan tenang.
"Karena kau menemui Chanyeol tanpa meminta persetujuan kepadaku."
Sehun membelalakkan matanya, "Aku tidak membutuhkan izinmu untuk apapun, kau bukan siapa-siapaku." Gumam Sehun, nadanya sedikit meninggi menahankan emosi karena menghadapi sikap Jongin yang angkuh.
"Kau memang bukan siapa-siapaku dan hubungan kita hanyalah hubungan sandiwara. Tetapi selama kita bersandiwara, kau berada di bawah tanggung jawabku." Mata Jongin menyipit. "Apakah kau tidak tahu bahwa aku sedang memancing Kyungsoo, yang kuduga sebagai otak dibalik penyeranganmu untuk mengulangi lagi usahanya?"
"Mengulangi lagi?"
"Ya." Jongin menatap Sehun dengan serius, "Aku berusaha membuatnya lengah dan terburu-buru untuk menyerangmu lagi, dan aku sudah menghubungi polisi, mereka akan menyiapkan orang untuk mengawasimu dan menangkap Kyungsoo ketika dia melakukan maksudnya, dan selama polisi belum bergerak, kau harus berada di tempat di mana aku bisa melihatmu, agar aku bisa menjagamu."
Sehun membuka mulutnya untuk membantah, tetapi kemudian dia menahan diri, menyadari bahwa perkataan Jongin ada benarnya juga. Tetapi meskipun begitu, itu tidak membenarkan perlakukan Jongin kepada Chanyeol tadi.
"Tetapi tetap saja aku tidak suka, kau seolah memaksa pergi Chanyeol tadi."
"Aku tidak memaksanya pergi, dia sendiri yang pergi dengan tergesa-gesa." Jongin mengangkat alisnya, "Kurasa dia hampir menyatakan perasaannya kepadamu ya?"
Sehun merasakan pipinya merona, kemudian dia bergumam lirih, "Aku tidak tahu... mungkin saja... dia bilang aku ada di hatinya." Suara Sehun menjadi pelan, berubah ragu.
Jongin terkekeh, "Dia benar-benar terlambat menyadari perasaannya, kalau kau menuruti saranku, jangan langsung memberikan jalan untuknya." Mata Jongin menajam, "Kau sendiri bagaimana perasaanmu?"
Sehun tercekat, bahkan dia tidak bisa menjelaskan perasaannya kepada dirinya sendiri, bagaimana mungkin dia bisa menjelaskan perasannya kepada Jongin?
Sementara itu Jongin mengamati ekspresi Sehun dan tiba-tiba senyumnya melebar.
"Kurasa Chanyeol sudah terlambat."
Sehun yang sedang merenung dan sibuk dengan pikirannya mendengar Jongin bergumam dan mengangkat kepalanya,
"Apa?"
Jongin menggelengkan kepalanya, "Tidak." Senyumnya mengembang, penuh arti, "Ayo kita pergi, kita harus berlatih biola untuk konser tunggalku nanti?"
Konser tunggal? Sehun baru mendengar informasi itu, Jongin akan mengadakan konser tunggal? Tetapi bukankah tangan Sehun belum pulih benar?
Jongin melihat pertanyaan di mata Sehun dan menganggukkan kepalanya, "Ayo kita bicarakan sambil jalan, aku punya banyak rencana, dan aku membutuhkanmu, Sehun."
Mereka berada di ruang musik, tempat Jongin biasanya berlatih di rumah itu. Ruangan itu lebih seperti ballrom yang besar, terletak di bagian belakang rumah. Dua buah biola telah disiapkan di sana, satu adalah Stradivari milik Jongin dan satu lagi adalah biola Paganini pemberian Jongin untuk Sehun.
Mereka berdiri di tengah ruangan dan Sehun menatap Jongin dengan bingung, pandangannya berganti-ganti antara Jongin dengan dua buah biola yang telah disiapkan itu.
"Apakah kita.. apakah kita akan bermain biola?" Sehun masih teringat jelas ketika dia melihat Jongin mencoba bermain biola di rumah sakit waktu itu, dan lelaki itu tidak bisa menyelesaikan permainannya karena tangannya kesakitan. Dia juga masih ingat ekspresi sedih Jongin waktu itu... ekspresi sedih sang maestro yang tidak bisa menyelesaikan permainan biolanya.
Jongin tersenyum penuh arti, "Aku ingin kau melihat sesuatu." Ditarikkannya kursi untuk Sehun di tengah ruangan, "Duduklah, buatlah dirimu nyaman, kau adalah penonton pertamaku." Gumam Jongin lembut.
Mau tak mau Sehun duduk di kursi itu seperti yang diminta Jongin, duduk dengan tenang, meraskan jantungnya berdebar menanti apa yang akan terjadi.
Jongin sendiri melangkah ke depan Sehun dengan membawa biola Stradivarius miliknya. Jantung Sehun berdebar, penuh antisipasi menanti apa yang akan terjadi.
Dan kemudian Sehun ternganga ketika dia menatap Jongin yang meletakkan biola itu di pundak kanannya...
Di pundak kanannya?
Apakah itu berarti... Jongin akan menggunakan tangan kirinya untuk menggesek biolanya?
Tetapi apakah itu mungkin? Menggesek biola dengan tangan kiri sangatlah sulit dan sangat jarang di kalangan violinist profesional sekalipun. Bahkan seorang violinist kidal kebanyakan memilih tetap menggunakan tangan kanannya untuk menggesek biolanya, karena menggesek biola dengan tangan kiri memerlukan konsentrasi dan teknik yang lebih sulit, untuk menghasilkan nada-nada yang sama persis dengan nada yang dihasilkan dengan gesekan tangan kanannya amatlah sulit, bisa dikatakan tingkat kesulitannya dua kali lipat.
Tetapi Jongin seorang pemain biola jenius bukan?
Tidak menutup kemungkinan bahwa Jongin akan mampu melakukannya...
Sehun duduk di sana, menatap Jongin yang berdiri tegak di tengah ruangan, posisi sempurna seorang violinist profesional dan merasakan jantungnya berdebar semakin kencang... dan menunggu.
Lalu Jongin menggesekkan biolanya hingga alunan musik terdengar memenuhi ruangan. Nada awalnya indah...dan seketika Sehun menyadari bahwa ini adalah salah satu nada yang sulit. Lagu yang sama yang pernah dimainkan Sehun pada malam audisinya untuk mengikuti kelas khusus Jongin, lagu yang sama yang pernah mereka mainkan bersama-sama tanpa rencana.
Tchaikovsky, Violin Concerto in D major Op.35...
Alunan nada yang cukup indah dan sulit, diciptakan oleh maestro yang sangat ahli dan luar biasa, dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi.
Ketika nada-nada berubah semakin cepat, dengan sempurna, tanpa meleset sama sekali, Sehun ternganga, matanya membelalak, seluruh ekspresinya mengungkapkan ketakjuban yang tiada terkira.
Perasaannya bergolak, antara kekaguman dan ketakjuban melihat Jongin, sang maestro biola yang jenius... ternyata bisa memainkan biolanya dengan sempurna meskipun menggesek dengan tangan kirinya!
Ternyata istilah kejeniusan Jongin itu benar adanya, semua orang tidak main-main ketika menempelkan istilah itu kepada Jongin. Lelaki ini benar-benar memiliki teknik tinggi dalam bermain biola, dan kenyataan bahwa lelaki itu bisa memainkan biolanya dengan tangan kanan dan kirinya dengan sama-sama sempurnanya, amatnya luar biasa... bagaikan sebuah keajaiban...
.
.
.
TBC
.
.
.
.
Big Thanks To :
Schwester, kaihunlicious, MamangTukangBakso, choi yewon11, sehuniesm, AwKaiHun, inasaragi, Xiuna Rin, Icha, MinnieWW, izz. sweetcity, Hyun CB614, hanhyewon357
Makasih buat yg masih nunggu fic ini.. duhh kayaknya ini update telat bangetttttt... dan aku minta maaf banget karna udah ngingkarin janji aku.. lapie kesayangan agak bermasalah jadi aku gak bisa update. maafin aku yah.. :v
aku juga gak bakalan pindah fandom atau apalah, heheheheh.. aku kan waktu itu cuma bilang kalo misalnya mereka cb pake unsur aneh aneh :v.. tapi karna gak, aku gakjadi pindah atau berhenti jdi EXOL...
