Embrace The Chord Part 20 (End)
EMBRACE THE CHORD (KaiHun)
Cast :
Jongin as Jason
Sehun as Rachel
Chanyeol as Calvin
Baekhyun as Anna
Kyungsoo as Arlene
Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.
.
.
.
Sehun terpana, menatap Jongin dengan mata membelalak seolah-olah tak percaya mendengar apapun yang dikatakan oleh lelaki itu.
"Apa?"
Jongin berdiri dari duduknya, memandang Sehun dengan tatapan serius, "Kurasa aku jatuh cinta kepadamu, Sehun."
Apakah Jongin sedang mengerjainya dengan kejahilannya seperti biasanya?
Sehun berdiri di sana, menatap Jongin dengan terpaku dan kebingungan, tak tahu harus berkata apa. Mulutnya bahkan menganga dengan suara tercekat di tenggorokannya, tak tahu harus berkata apa.
Sementara itu Jongin melangkah mendekat dan berdiri dekat di depan Sehun, lelaki itu tampak tenang, menebarkan senyumnya yang mempesona.
"Jadi bagaimana Sehun? Apakah kau membalas perasaanku?"
Sebuah pernyataan cinta? Perempuan mana yang tidak akan berdegup seluruh jantungnya merasakan pernyataan cinta dari lelaki yang begitu mempesona seperti Jongin?
Sehun sendiri merasakan debaran di jantungnya semakin nyata, dia ingin menjawab tetapi tidak tahu apa yang harus dikatakannya.
"Aku tidak terbiasa ditolak seseorang." Mata Jongin mengerjap angkuh, "meskipun begitu bisa kukatakan kepadamu bahwa kau sebenarnya mencintaiku, hanya saja kau belum menyadarinya." Dengan lembut jemari Jongin bergerak menyentuh rambut Sehun di dekat telinga dan menyelipkannya ke balik telinga Sehun, "Cepatlah sadari perasaanmu kepadaku, dan datangi aku."
Lelaki itu menundukkan kepalanya, dan mengecup bibir Sehun, lalu melangkah berlalu melewati Sehun yang masih terpana dan meninggalkannya.
Beberapa saat kemudian dan Sehun masih berdiri di sana, terpana, merasakan kelembutan kecupan Sehun di bibirnya yang selembut kupu-kupu.
Benarkah itu tadi pernyataan cinta?
Sehun menyentuh bibirnya. Jongin tampak begitu tulus dan serius, lelaki itu sepertinya tidak main-main.
Apakah Jongin serius? Dengan pernyataan cintanya itu? Sehun masih saja tidak bisa membaca Jongin, dan lagipula, reputasinya di masa lalu sebagai penghancur perempuan membuatnya merasa takut... takut kalau dia menumbuhkan perasaanya kepada lelaki itu, ternyata dia hanya dipermainkan dan menjadi korban, seorang perempuan yang dihancurkan perasaannya seperti korban-korban Jongin sebelumnya.
Yang dilakukan Sehun pertama kalinya untuk menelaah perasaannya adalah dengan menelepon Chanyeol.
Lama sekali dia menunggu dan teleponnya tidak diangkat-angkat, tetapi kemudian pada deringan yang kesekian kali, akhirnya Chanyeol mengangkat teleponnya.
"Hallo Sehun?" ada suara hiduk-pikuk di belakang Chanyeol, membuat Sehun mengerutkan keningnya.
"Halo Chanyeol, ramai sekali di belakangmu, kau ada di mana?"
Hening sejenak, hanya hiruk pikuk yang terdengar sebagai background suara. Dan kemudian Chanyeol bergumam.
"Aku ada di bandara Sehun."
"Di bandara? Kenapa Chanyeol?"
Terdengar helaan napas Chanyeol di sana, "Aku pergi untuk menyusul Baekhyun, Sehun. Kurasa kalau kami benar-benar serius dengan hubungan ini harus ada salah satu yang berjuang."
Seketika itu juga Sehun berdiri dari duduknya, benar-benar terkejut.
"Kau benar-benar-benar akan pergi ke luar negeri untuk menyusul Baekhyun?" dia setengah berteriak, terdorong oleh keterkejutannya.
Sekali lagi Chanyeol menghela napas panjang, "Semula aku meragukan perasaanku, tetapi kemudian setelah kejadian kemarin..." Chanyeol menghela napas panjang, "Aku memutuskan untuk serius terhadap Baekhyun."
Setelah kejadian kemarin? Apakah yang dimaksud Chanyeol adalah insidennya dengan Jongin kemarin?
Sehun terdiam, menunggu, menanti apakah akan ada patah hati di benaknya yang akan menyergap jantungnya. Apalagi mendengar kenyataan bahwa Chanyeol berangkat untuk mengejar cintanya kepada Baekhyun dan meninggalkan negara ini.
Tetapi ternyata perasaan itu tidak muncul di dalam hatinya, dia menunggu dan terus menunggu, yang muncul malahan perasaan sayang dan dorongan untuk memberi semangat kepada Chanyeol.
"Semoga kau berhasil menyelesaikan permasalahanmu dengan Baekhyun, Chanyeol, semoga kau berbahagia bersama Baekhyun." Gumam Sehun dengan tulus.
Hening sejenak, kemudian ketika Chanyeol berkata-kata, Sehun bisa mendengar ada senyum di dalam suaranya,
"Terimakasih Sehun, kuharap kau juga berbahagia bersama Jongin. Semula aku memang tidak setuju, tetapi kemudian kulihat dia sangat serius kepadamu, dan dia tampaknya sangat melindungimu, mungkin kau adalah perempuan yang pada akhirnya bisa menaklukkan Jongin dan menghentikan reputasinya sebagai pengancur perempuan."
Sehun tercekat, dia teringat akan keraguannya kepada pernyataan cinta Jongin, dan kemudian mulai merasakan rasa hangat di dadanya.
Chanyeol bisa melihat bahwa Jongin serius kepadanya, mama Jongin juga sudah pernah mengatakan bahwa Jongin menyimpan perasaan yang dalam kepadanya. Apakah itu berarti bahwa Sehun harus mulai mempercayai Jongin dan membuka hatinya kepada lelaki itu?.
Jongin sedang berada di ruang musik, melatih nada-nada yang indah dari alunan biolanya, ketika Sehun muncul di ambang pintu dengan hati-hati, takut mengganggu latihan Jongin.
Tetapi ternyata Jongin menyadari kehadirannya, dan lelaki itu menghentikan latihan biolanya.
Setelah meletakkan biolanya dengan hati-hati pada meja yang tersedia, Jongin tersenyum kepada Sehun.
"Apakah kau sudah siap untuk berlatih biola bersamaku, Sehun?"
Sehun menganggukkan kepalanya, dan melangkah memasuki ruang musik itu.
"Aku siap." Gumam Rahcel pelan.
Jongin tersenyum lembut dan mengedikkan bahunya ke arah biola Paganini yang sudah menjadi milik Sehun dan diletakkan di kotaknya di atas meja,
"Ayo. Ambil biolamu." Gumamnya.
Dengan penuh semangat Sehun mengambil biola itu dari kotaknya dan meletakkan di pundak kirinya.
Jongin sudah berdiri dan meletakkan biola itu di pundak kirinya sama seperti Sehun, berdiri tegak dengan posisi sempurna seorang violinist.
"Kau ingin memainkan lagu apa?"
Sehun menarik napas panjang, memandang Jongin dengan tatapan mantap.
"Beethoven Violin Romance no 2" jawabnya tak kalah mantap.
Jongin mengangkat alisnya mendengar pilihan lagu Sehun.
"Violin Romance ya?" lelaki itu tersenyum penuh arti, kemudian menganggukkan kepalanya, "Mari kita mainkan, sepertinya benakku sedang dipenuhi oleh hal-hal romantis."
Pipi Sehun memerah menerima tatapan tersirat Jongin, dia menganggukkan kepalanya. Dan kemudian memulai nada awal. Seketika itu juga, seperti sudah bisa membaca nadanya, Jongin langsung memasukkan nada pendamping yang menyempurnakan permainan musik itu.
Permainan musik yang mencerminkan perdamaian hati Beethoven dalam menghadapi penyakitnya, musik yang mencerminkan sisi lembut dan ringan dari Beethoven.
Nada-nada berpadu sempurna, luar biasa indahnya, memenuhi ruang musik itu. Alunan musiknya seolah-olah dimainkan oleh dua orang yang memiliki satu hati, sungguh kesempurnaan yang tidak terkatakan.
Kalau ada orang yang mendengarkan permainan musik duet mereka ini, pastilah mereka akan terpana.
Dari awal sampai akhir, keseluruhan keindahan nadanya terus dan terus berpadu, sampai akhirnya, Sehun menguarkan nada penutup dan Jongin mengikutinya.
Mereka menyelesaikan permainan duet mereka dengan sempurna.
Luar biasa sempurnanya bagi Jongin. Lelaki itu meletakkan biolanya dan menatap Sehun dengan lembut.
"Kau adalah pasangan yang sangat sempurna bagiku, Sehun."
Sehun menatap Jongin dengan hati-hati.
"Apakah kau serius dengan perkataanmu?"
"Perkataan yang mana?" Jongin tersenyum lebar, membuat pipi Sehun memerah.
"Pernyataan cintamu tadi."
Jongin memasang ekspresi penuh makna, meskipun begitu, ada keseriusan di dalam nada suaranya,
"Apakah kau tidak tahu? Aku menjalin hubungan dengan banyak perempuan, tetapi tidak pernah sekalipun aku menyatakan cintaku kepada mereka semua." Mata Jongin berubah tajam, "Kau adalah satu-satunya perempuan di mana aku menyatakan cintaku."
Pipi Sehun memerah, meskipun begitu dia masih belum yakin.
"Dan apakah kau serius dengan kata-katamu? Kau tidak sedang mempermainkanku bukan?"
Jongin melangkah mendekat, selangkah lebih dekat di depan Sehun.
"Apakah aku terlihat seperti sedang bermain-main?' tangannya terulur, meraih dagu Sehun. "Padamulanya aku jatuh cinta setengah mati kepada permainan biolamu. Sungguh-sungguh jatuh cinta sehingga aku rela melakukan apa saja supaya kau mau menjadi muridku dan aku bisa terus menerus mendengarkan permainan biolamu yang indah itu, bagiku kau adalah perempuan yang sempurna, perempuan yang bisa memeluk semua nada, dan kemudian, tanpa kusadari, pikiranku terlalu fokus kepadamu dan kau kemudian menguasai seluruh pikiranku." Mata Jongin menggelap, "Aku tidak pernah berencana jatuh cinta kepada siapapun, Sehun, dan aku bahkan tidak mengira aku bisa jatuh cinta, tetapi aku mencintaimu, dan perasaan ini bukan main-main."
Ya. Pada akhirnya, Sehun meyakinin perasaan Jongin. Siapa yang tidak percaya ketika melihat betapa ekspresi Jongin begitus seriusnya kepadanya?
"Dan sekarang, apakah kau masih belum mempercayaiku?" Jongin bertanya, menatap Sehun dengan penuh tanda tanya, "Apakah kau membalas perasaanku, Sehun?"
Tidak perlu menunggu lama lagi, Sehun menganggukkan kepalanya, menatap Jongin dengan pipi merona.
"Kurasa aku... aku membalas perasaanmu."
"Kau apa?" Jongin tampaknya tidak puas dengan pengakuan Sehun.
Pipi Sehun semakin merona.
"Aku.. kurasa aku juga mencintaimu."
"Benarkah?" Jongin mengangkat alisnya, "Lalu bagaimana perasaanmu kepada Chanyeol?"
Sehun menghela napas panjang, "Chanyeol memutuskan pergi ke luar negeri untuk mengejar Baekhyun."
'Bagus." Tanpa perasaan Jongin bergumam, "Jadi dia tidak akan mengganggu kita lagi." Tetapi kemudian lelaki itu menatap Sehun dengan tatapan mata menyelidik, "Apa kau menerima cintaku karena Chanyeol meninggalkanmu?"
Sehun langsung menggelengkan kepalanya kuat-kuat,
"Tidak!" kata-kata itu seolah-olah susah keluar dari bibirnya, "Ketika Chanyeol mengatakan bahwa dia akan pergi mengejar Baekhyun, aku tidak merasakan apa-apa selain rasa yang tulus suapaya dia berhasil mengejar cintanya, pada saat itu aku sadar bahwa aku sudah tidak merasakan apa-apa kepada Chanyeol."
Senyum Jongin melebar, dan kemudian tanpa permisi, lelaki itu mendekat dan merengkuh Sehun ke dalam pelukannya,
"Kalau begitu sekarang kita tidak bersandiwara lagi? Kau benar-benar menjadi kekasihku?"
Sehun mengangguk malu-malu dengan pertanyaan Jongin itu.
Jongin terkekeh, memeluk Sehun semakin rapat dan mengecup dahi Sehun."Menjadi kekasihku tidaklah mudah, kadangkala aku bisa menjadi sangat egois dan posesif, kuharap kau siap."
Sehun mengerucutkan bibirnya, "Kau sudah sangat egois, angkuh, jahil, tukang memaksa, dan tukang cium sembarangan, meskipun begitu aku tetap saja jatuh cinta kepadamu." Sehun tersenyum lucu, "Kurasa aku siap menghadapi segalanya."
Jongin tertawa."Kalau begitu, mari kita berlatih biola dan mempersembahkan duet sepasang kekasih yang mempesona."
.
.
.
End
.
.
.
haiii haiiiiiii...
maaf kalo lama bgt aku updatenya :v maklumlah, aku mudik ke tempat yang susah sinyal jadi gak bisa internetan..
Ini ada Sekuelnya.. Ditunggu yah..
