EMBRACE THE CHORD (KaiHun)
Cast :
Jongin as Jason
Sehun as Rachel
Chanyeol as Calvin
Kyungsoo as Arlene
Dis: Cerita ini bukan millik aku, ini milik Santhy Agatha. Saya tidak merubah apapun kecuali diperlukan. Jika ingin membaca cerita aslinya silahkan kunjungi blognya Santhy Agatha.
Baca A/n yah guys..^^
.
.
.
Penonton sangat ramai memenuhi seluruh tempat duduk elegan yang tersedia. Semua kursi penuh dan seluruh barisan orkestra telah menempati posisi masing-masing.
Jongin dan Sehun berada di ruang ganti. Jongin mengenakan tuxedonya dan menatap Sehun dengan lembut,
"Gugup?" tanyanya penuh sayang, dalam sebulan ini mereka telah menjadi kekasih yang sedemikian dekat dan saling mencintai. Benar-benar seperti menemukan pasangan jiwa yang telah terpisah sedemikian lama.
Tidak seperti sikap dingin Jongin sebelumnya, lelaki itu ternyata bisa menjadi begitu hangat kepada Sehun. Dia mudah menyatakan cinta, berkali-kali, dan melimpahi Sehun dengan penuh kasih sayang.
Sehun sama sekali tidak menyangka, pertemuannya dengan Jongin yang berlanjut dengan berbagai permainan biola mereka bersama dan kemudian sambung menyambung oleh berbagai peristiwa akan berakhir menjadikan mereka sepasang kekasih.
Walaupun begitu, Sehun sungguh berbahagia, cara Jongin memperlakukannya, seolah dia adalah kekasih yang paling sempurna di dunia, seolah dia adalah satu-satunya yang berharga bagi Jongin, membuatnya merasa sangat berbahagia.
Mereka berdua sungguh saling melengkapi baik dalam bermain biola maupun dalam hubungan percintaan mereka.
Sehun menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak merasa gugup. Asal kau ada disampingku."
Jongin tersenyum dan mengecup dahi Sehun. "Kurasa akulah yang merasa gugup, aku belum pernah melakukan konser dengan tangan kiri sebelumnya."
"Kau pasti bisa." Sehun tersenyum lembut, dengan penuh merapikan dasi Jongin, "Ingat, kau adalah seorang maestro pemain biola yang sangat jenius." Dia lalu mengerutkan keningnya dan menatap Jongin dengan tatapan mata menggoda, "Sayangnya aku tidak punya jepit rambut kupu-kupu berlian seperti yang dimiliki mamamu untuk meredakan rasa gugupmu."
Jongin tertawa lalu memeluk Sehun dengan sayang, "Aku tidak butuh jepit rambut itu, aku sudah memiliki yang paling berharga di dalam genggaman tanganku, bukan?"
Pipi Sehun memerah, "Terimakasih karena mencintaiku, Jongin."
Mata Jongin meredup. "Dan akupun demikian adanya, Sehun, terimakasih karena telah bersedia mencintaiku."
"Nanti setelah konser kau culik Sehun di sini, dia akan keluar dari sisi panggung sebelah sini." Kyungsoo berbisik kepada Tao yang menyamar, berpakaian sebagai salah seorang kru, Kyungsoo tentu saja sudah berdandan cantik sekali karena dia sudah mempersiapkan diri untuk berdandan secantik mungkin sebagai pasangan Jongin di pesta nanti. Mereka berdua sedang berdiri di sisi panggung, berbisik-bisik mencurigakan.
Tao menganggukkan kepalanya, "Oke, jadi nanti setelah Sehun keluar panggung, aku akan membiusnya dengan obat bius dan membawanya pergi dari sini. Lalu apa yang harus kulakukan kepadanya?"
Kyungsoo terkekeh jahat, "Kau bisa melakukan apapun kepadanya, kau bisa menjualnya atau bahkan membunuhnya, aku tidak peduli, yang pasti Sehun harus menyingkir dari sisi Jongin!"
Sebelum Tao sempat berkata-kata, tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari ujung samping panggung. Kyungsoo menoleh dengan terkejut, tetapi langsung tersenyum lebar ketika menyadari bahwa yang bertepuk tangan adalah Jongin.
"Jongin! Sayangku!" Kyungsoo setengah melompat ingin menghampiri Jongin, tetapi kemudian langkahnya terhenti ketika dari sisi lain ada banyak polisi yang muncul, dengan posisi melingkar, mengepungnya dan Tao. Wajah Kyungsoo langsung pucat pasi, dia menatap Jongin kebingungan.
"Jongin? Apa-apaan?" dia bertanya suaranya tercekat di tenggorokannya, ketakutan karena polisi yang mengepungnya.
Jongin hanya terdiam, berdiri dan menatap Kyungsoo tanpa ekspresi. Lalu lelaki itu mengeluarkan perekam dari balik saku jasnya.
Suara perekam itu sungguh lantang, mengulang kembali semua percakapan Kyungsoo dengan Tao sebelumnya yang berencana melukai Sehun.
"...Kau bisa melakukan apapun kepadanya, kau bisa menjualnya atau bahkan membunuhnya, aku tidak peduli, yang pasti Sehun harus menyingkir dari sisi Jongin!"
Segera setelah rekaman itu berakhir, polisi bergerak maju dan meringkus Kyungsoo bersama Tao, Kyungsoo meronta-ronta, menatap Jongin dengan tidak percaya, benar-benar tidak percaya bahwa Jongin akan melakukan hal ini kepadanya.
"kenapa kau melakukan hal ini Jongin? Kenapa kau tega melakukannya kepadaku? Aku mencintaimu Jongin... Aku mencintaimuuu..."
Kyungsoo berteriak-teriak seperti orang gila, berusaha meronta-ronta ketika polisi meringkusnya dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah Kyungsoo dan Tao menghilang dibawa polisi, Sehun muncul di sebelah Jongin.
"Kurasa kita bisa tenang sekarang."
Jongin tersenyum. "ya, kita bisa tenang sekarang." Diraihnya jemari Sehun dan dikecupnya, "Ayo, penonton sudah menunggu, mari kita berikan konser terindah kita."
Jongin dan Sehun, membawa biola masing-masing, berjalan melangkah menuju panggung yang terbuka.
Suara penonton langsung riuh menyambut kedatangan mereka, pasangan duet sempurna yang telah lama dinanti-nanti, apalagi kondisi Jongin yang sudah vakum hampir sebulan bermain biola karena lukanya, membuat perasaan antisipasi penonton semakin dalam.
Suara applause semakin riuh rendah dan beberapa penonton bahkan berdiri, padahal Jongin dan Sehun belum mulai bermain biola.
Sehun menatap penonton yang begitu banyaknya mememenuhi kursi penonton, dia menghela napas panjang dan menatap ke arah Jongin, lelaki itu tersenyum kepadanya, memberinya senyuman menguatkan.
Saranghae
Jongin menggerakkan mulutnya tanpa suara, memberikan Sehun ketenangan dan perasaan bahagia yang luar biasa.
Dia meletakkan biola itu di pundaknya, dan kemudian menghela napas panjang, menunggu Jongin menggesekkan nada awal musik mereka, dan menyusulnya dengan permainan biolanya sendiri yang tak kalah indahnya.
Suara musik yang begitu sempurna, penuh dengan nada simponi yang mempesona, memenuhi gedung orkestra yang sangat besar itu, membuat seluruh penonton terpana.
Suara musik yang indah juga mengalir di benak Jongin dan Sehun, benak dua orang yang diprsatukan oleh nada, dipeluk oleh nada hingga kemudian saling mencintai satu sama lain.
End Of Epilog
.
.
.
Yeahhhh akhirnya fic ini sampai di ending^^
thankyou for all my beloved reviewer^^ and thanks to you guys who fol and fav this fic^^
terimakasih banyank buat 9947 viewers, 322 reviewers, 47 followers, 46 favorites..
okay aku mau bilang sesuatu yang cukup penting. kalian tau kan fic aku yang chanhun "straigh eh?".. nah fic itu akan aku hapus. yah sebenarnya sih aku gak mau hapus tapi karna banyak chanbaek shipper yang gak suka fic itu jadi lebih baik dihapus. aku juga udah mau HIATUS. karna aku udah kelas 12 dan aku punya kehidupan lain selain nulis. aku juga mau minta maaf karna gk bisa nerusin fic aku yg itu. karna kali ini aku emang mau fokus sekolah dan mulai ninggalin dunia fangirl selama setahun, karna tahun ini belajar jadi lebih penting dari pada dunia fangirl.
kayak yang kai bilang dulu. kita jangan terlalu fokus sama mereka. belajar yang keras dulu supaya kita bisa ketemu sama mereka di kemuadian hari dengan bangga.
okay goodbye guys^^
