HUNKAI FANFICTION

.

.

.

YOU MAKE ME GAY

STORY BY SWEETYSEXY

CAST HUNKAI

LENGTH BELUM DIKETAHUI

RATE T+

SUMARRY:SEHUN SEORANG NAMJA PLAYBOY YANG DIPINDAHKAN KE SEKOLAH KHUSUS NAMJA OLEH ORANG TUANYA,DI SEKOLAH ITU IA BERTEMU DENGAN PARA NAMJA GAY SEDANGKAN KIM JONGIN NAMJA MANIS YANG HOBI DANCE SEXY ALA HYUNNA, BAGAIMANA PERTEMUAN MEREKA PERTAMA KALI? APAKAH MENYENANGKAN ATAU MALAH SEBALIKNYA?

Check..

This..

Out…

Sebelumnya…

"apakah aku bisa memperbaiki semuanya jong? Akankan kau mau menjadi kekasihku dan kita memulai semuanya dari awal?"

"hhaah… sreet.. sehun tak tahan lagi menumpu kepalanya dan pada akhirnya jatuh pada bahu jongin. Ia sedikt mendekatkan wajahnya pada leher namja manis itu

"kiim jongin saranghaeyo.."

Cuup.. sehun mencoba mengecup pipi jongin lama dan akhirnya mencoba untuk tidur, tak lupa merangkul erat pinggang pemuda tersebut

.

.

.

"sehunniee…." Ternyata…

….

…..

…..

Zzzz… zzZZz.. ZZzzz…

Sehun sudah tertidur terlebih dahulu sebelum jongin menyebut namanya dan mendengarkan semua isi curhatan sehun dari awal. Yaa.. pemuda manis itu mendengar semuanya dengan jelas tentang apa yang di rasakan sehun selama ini terhadap dirinya, tentang sehun yang sudah menyukainya dari jauh-jauh hari. Jongin tidak tahu harus seperti apa? Ia benar-benar terharu mendengar ungkapan hati seorang yang disukanya, dia bahagia akhirnya cintanya terbalaskan, sehun juga mencintainya… sehun… hhaah… jongin tak bisa mengungkap perasaan yang ia rasa saat ini.

"seehuni…." Pemuda itu menoleh pada sehun

"nado saranghaeyo…." Ucapnya.. jongin mendekatkan dirinya pada oh sehun, menaruh kepala itu pada dada bidang oh sehun.

…..

Tapi.. walaupun mereka sudah mengungkapkan perasaannya satu sama lain, mereka belum bisa di katakan sepasang kekasih, bukan? Mereka belum mengatakan hal tersebut satu sama lain secara langsung,, so? Apakah seorang oh sehun akan menembak kim jongin besoknya? Mari kita lihat…

.

.

Chap 11…

Pagi menyambut, sinar mentari masuk pada celah ventilasi jendela, membangunkan pemuda manis yang masih bergelung di bawah selimut bersama pemuda lainnya. Ia terbangun mengerjabkan matanya beberapa kali dan menguap.

"hoooaaam.. jam berapa sekarang?" menoleh pada sisi di sampingnya tapi tidak jadi ketika mata itu bertemu dengan orang yang semalam baru saja mengungkapkan perasaannya secara tidak langsung. Ia tersenyum manis.. memainkan jarinya pada wajah pemuda tampan itu.

"sehuuniie… selamat pagi…" ucapnya pada sosok yang masih terlelap itu. ia terdiam… pemuda itu mengingat kejadian semalam, dimana sehun curhat padanya dan.. mukanya tiba-tiba tersipu, jantungnya berdegub kencang, ia merasakan senang, hatinya berbunga-bunga seperti gadis yang baru saja di goda kekasihnya. Tapi..

….

"aku tahu aku tampan, jangan terus memandangiku seperti itu kim?!" sehun membuyarkan lamunanya. Jongin tersentak dan gugup ketika sehun menangkap basah apa yang ia lakukan.

"anieyo.. ak-aku.. *mata jongin berusaha tidak menatap wajah sehun, ia sangat gugup,

"aku apa hmm? Sehun mendekatkan wajahnya pada jongin.

"aniyeo…. Aku tidak memandangimu… oh sehun."

"bohong..aku tak percaya, mukamu memerah kim.." sehun semakin menggoda jongin ketika ia melihat pemuda itu sangat gugup.

"aiiissh… kau menyebalkan…!" jongin beranjak pergi dari atas tempat tidur meninggalkan sehun yang puas menggodanya.

BLAAM.. pintu kamar mandi itu ditutup oleh jongin

…..

Sehun tersenyum tawa, ia senang berhasil membuat jongin malu dan dirinya sekaligus juga bahagia jongin sudah mau menerimanya atau lebih tepatnya jongin sudah baikkan padanya.

"selangkah lagi kim… aku akan segera mendapatkanmu, takkan ku biarkan kau jatuh kepada namja brengsek itu." sehun pun kembali terbang ke alam mimpinya.

.

.

.

.

Hari ini adalah hari minggu, jadwal jongin untuk menari sepuasnya di studio dance, yaa.. di waktu luang ini lah ia bisa menari sesuka hatinya tanpa terpaut oleh tugas maupun jadwal sekolah.

Setelah habis mandi tadi, jongin membuat sedikit sarapan untuk mengisi perutnya sebelum menari. Tidak banyak, hanya roti panggang dan segelas susu. Tak lupa ia juga menyisihkan untuk sehun, berhubung hatinya sangat berbunga-bunga sekarang jadi ia berbuat baik untuk sehun.

Setelah selesai makan, ia siap-siap berangkat dan mengambil topi yang selalu ia pakai ketika menari di dalam lemari bajunya. Ia masuk ke kamar dan menemukan sehun masih terlelap di sana.

"huh dasar.. jam segini masih belum bangun"

Jongin keluar dan berangkat ke studio dance.

.

.

.

Dalam perjalanan menuju ke sana, ia memasang earphone pada telinganya, mendengarkan lagu kesukaan dan berjalan ala moonwalk. Hatinya cerah secerah suasana di pagi ini.

….

Jongin sampai… ia menghidupkan speaker dan memutar lagu.. mmm.. bukan-bukan, ini bukan lagu, ini seperti music balet, sepertinya ia akan menari balet. Yaa..salah satu tari kesukaannya adalah balet, ia sudah belajar tari itu sejak dari kecil, jadi tak ayal ia sangat suka menari balet di samping menari hip hop.

Alunan lembut, tenang dari music itu dimulai, jongin juga memulai gerakannya perlahan-lahan mengikuti irama alunan music itu. tubuhnya lentur, beputar layaknya penari balet professional. Ia sangat menghayati tarian itu.

Apa kalian tahu kenapa ia memilih menari balet? biasanya dia kan menari sexy, ada yang tahu? 100 untuk kalian yang menjawab "karna hatinya sedang berbunga-bunga". Yaa.. jongin punya kebiasaan sendiri ketika ia sedang senang,bahagia, ia akan menari dengan indahnya seperti penari balet tersebut. itu salah satu hal yang ia lakukan ketika ia merasa sangat senang. Dan sekarang…tandanya jongin sedang bahagia karna cintanya terbalas, sehun juga menyukainya.

.

.

.

.

"baek… jongin tidak menginap di sini lagi, apa ia sudah baikkan dengan kekasihnya?" chanyeol menginterupsi kekasihnya yang sedang berexperiment menggunakan eyeliner.

"tidak tau yeol… mungkin iya mereka sudah baikkan."tanpa mengalihkan pandangannya, baek menjawab pertanyaan chanyeol seadanya.

"baek…. Sampai kapan kau mau menghitamkan matamu itu. kau tahu? Kau jadi mengacuhkanku dari tadi, aku tidak suka baek.." ucap chanyeol merasa cemburu.

"hanya sebentar yeol, tidak usah cemburu seperti itu."

"tapii…"

"lihat saja nanti aku akan kelihatan lebih manis ketika sesudah memakai ini."

"bagiku… tanpa memakai itu ataupun memakai itu, kau tetap cantik dan manis di mataku park baekhyun."

"yyakk..jangan senaknya mengganti margaku seperti itu."

"wae..kau tak suka? " chanyeol merebut benda itu dari tangan baekhyun dan terjadilah perebutan eyeliner dari mereka berdua.

.

.

.

Tampak seorang pemuda yang sudah bangun, ia mencari air karna tenggorokannya terasa sangat kering. Ketika mengambil air, ia menemukan sebuah note di atas meja. Ia membacanya.

"ini ada sedikit makanan untukmu di atas meja. Kebetulan aku lagi membuatnya. Aku baik kan? Jaku pergi dulu sehun. Anyeong… FROM JONGIN."

Sehun tersenyum membaca pesan itu dan menolehkan pandangannya pada meja makan, 2 lapis roti panggang, tak apalah pikirnya. Ia memakan roti itu dan teringat..

"kemana dia? Pagi-pagi seperti ini?"

Ini bukan pagi lagi namanya oh sehun… ini sudah mau siang, dasar keterlaluan sekali tidurnya -_-

.

.

.

Sesudah bersih-bersih, mandi dan berpakaian seperti orang akan berpergian, sehun mencari keberadaan jongin, karna ia penasaran jongin ada berada dimana atu bisa jadi karna kangen?,, Ia langsung menuju studio dance, tempat yang ia sangat yakini bahwa jongin berada di sana.

Ccleck.. pintu terbuka sehun masuk kedalamnya dan bingo.. dugaanya memang benar, jongin ada di dalamnya sedang menarikan mmm.. balet? Sehun terheran ketika melihat jongin menarikan itu, yang ia tahu jongin hanya suka dance hip hop atu pop seperti boyband dan girlband di negaranya tapi ternyata tidak… jongin saat ini dengan sangat lincah dan lenturnya menari bak balerino professional.

Sehun menganga melihatnya, terkagum melihat penampilan jongin. Jongin benar-benar hebat. Ia sangat memuji pemuda itu.

Sehun berjalan mendekati jongin yang sedang menari. Ia saat ini sedang berputar-putar *ingat aja yang kai suka disuruh nari balet itu y guys, yg dia muter2 itu.

HUP…

Sehun merangkul badan jongin ketika putaran itu berhenti tepat di depannya. Jongin tersadar..

"sehun… sejak kapan kau ada di sini?"

"sejak kau menari dengan lenturnya kim.." jongin melepaskan badannya dari rangkulan sehun dan mengusap keringatnya.

"aku tidak tahu kau juga jagoo menari balet jong.. kau benar-benar hebat." Ucap sehun melihat jongin yang sedang mengusap keringatnya, membuat sehun untuk ikut mengusap keringat itu dengan tissue yang dibawanya.

"gomawo…" ucap jongin. Mereka berjalan menuju sofa kecil yang ada dalam ruangan itu.

"tidak jugaa.. kau jangan terlalu berlebihan seperti itu" mereka duduk di sofa itu. jongin meminum air untuk menghilangkan rasa haus di tenggorokannya setelah berjam-jam menari.

"tapi kau memang hebat, pantas untuk jadi artis.."

"ck..biasa saja.. aku dari dulu lebih menyukai tari balet dari kecil sebelum aku mengenal tari hip hop."

"jinnjaa?"

"eum.." jongin kembali minum.. setelah itu mengusap keringatnya kembali.

Sehun terdiam… melihat bagaimana jongin menghapus titikan-titikan keringat yang mengalir di wajahnya itu. seperti gerakan slow motion, sehun tanpa berkedip melihat jongin.

Glup….

Sehun jadi horny, tenggorokannya serasa kering begitu saja, ia susah untuk menelan, pemuda manis di depannya ini sangat terlihat sexy plus plus di matanya.

Ia gugup.. sesuatu di bawah sana mulai bereaksi…

"joong…." Panggil sehun.

"eum.." jongin menoleh dan tersentak melihat expresi wajah sehun yang terlihat seperti menahan sesuatu.

"hun.. kau baik baik saja?" sehun hanya diam, ia mendekatkan dirinya pada jongin dan membawa jongin untuk terlentang di atas sofa.

Jongin sangat gugup saat ini, pasalnya tindakan sehun ini benar-benar aneh, salah.

"hh—hun? Kk kau kenapa?

Semakin mendekat… tanpa menghilangkan kontak mata mereka berdua,,, akhirnya tubuh yang lebih besar itu menghimpit tubuh yang lebih kecil.

"seehun….." greb.. jongin menahan kedua bahu itu, jongin sangt gugup sekaligus takut… sehun seperti sedang terhipnotis tanpa sadar mendekatkan wajah mereka berdua.

"hhuuunn…" jongin merengek…

….

….

…..

"bwuahaaaahahaha…." Ketawa itu menggema keras…. Jongin tertipu ternyata sehun mempermainkannya….. ia kesal pada sehun

"aiissh….. tidak lucu..OH SEEEHUN… " bbugh..buggh… jongin memukul tubuh namja yang tertawa itu.

"hahahahaa… wajahmu memerah kim… ak aku ..hahahaha…." sehun tak henti-hentinya ketawa membuat jongin bertambah kesal.

"aissh… minggir kau." Jongin mendorong sehun..

"hei..kim..tunggu dulu..hei…" jongin tak mempedulikan sehun, ia kesal sekali.

….

Tanpa mereka ketahui ada sepasang mata yang melihat candaan mereka, ia kesal dan sangat marah….

"awas..kau OH….." ucapnya menggepalkan tangan.

"haaah… aku selamat,, terima kasih Tuhan" ucap seseorang yang telah menghentikan tawanya itu

"bagaimana bisa kau kehilangan kenadali oh sehun, hhaah… bisa bahaya jika aku tidak cepat-cepat sadar."

"kim joongin.. kau benar-benar membuatku gila… arrrghh..!"

Ternyata sehun benar berniat akan melakukannya, untung ia bisa cepat sadar, kalau tidak..tamatlah riwayatmu oh….. kau harus membujuk namja yang akan marah padamu itu.

.

.

.

"heeiii… kim jongin… tunggu aku..!" sehun mengejar jongin yang lumayan jauh di depannya.

Jongin tidak menghiraukan sehun, ia terus berjalan cepat.

"jongiinanh…" sehun menambah kecepatan berlarinya dan berhasil menyusul jongin.

Greb..sehun memegang bahu pemuda itu.

"hhaah..hhaaah… kau marah huh? Aku hanya bercanda ok,, maafkan aku joong…"

Jongin masih mempoutkan bibirnya, masih kesal pada sehun.

"ok..ook.. kau mau apaa? Aku akan belikan dengan syarat kau memaafkanku." Jongin terdiam, menghentikan pout pada bibirnya, mencoba memasang pose berfikir,

"baiklah,,,aku mau kau belikan aku bubble tea."

"ok call.."

Sehun dan jongin pun singgah ke kedai bubble tea, memesan dan meminumnya di sana, sekaligus sedikit beristirahat.

"joong…kau sudah tidak marah padaku lagi? Kita masih bisa menjadi teman lagi kan jong?"

Jongin terdiam..

"aigoo..kenapa tidak kau tembak saja aku oh sehun, aku tidak mau menjadi temanmu, aku mau menjadi kekasihmu oh sehun, kau bagaimana?!" batin jongin

"jong..kau mendengarkan ku ?"

"eoh… ne..nee…"

"otee? Kita masih bisa berteman lagi?"

"ah.. .. tentu." Jawab jongin dengan terpaksa.

Biarlah mereka belum menjadi sepasang kekasih, tapi satu diantaranya sudah mengetahui kalau cinta mereka sama-sama tersambut. Yaa..!

.

.

Satu jam dari tadi mereka sudah sampai di asrama, tepatnya di kamar mereka, jongin juga sudah selesai mandi. Sehun.. saat ini dia sibuk mengerjakan tugas sekolah, biasaa,,, anak pintar sepertinya memang seperti itu.

Jongin akan bermalasan-malasan di atas tempat tidurnya, ketika gadgetnya berbunyi, ada panggilan masuk dan itu dari Suho.

"yeobseyo… suho hyung.. ada apa"

"ne..kai,, aku mau mengajakmu keluar, kau ada waktu?"

"memangnya mau kemana hyung?"

"mentraktirmu makan ayam goreng, kau mau?"

"nee..jinjjayo?

"nee…jong.. aku serius, aku tunggu kau di bawah."

"tap-

Piip… sambungan terputus, dimatikan oleh suho secara sepihak.

"aisssh…apa-apaan itu?" ucap jongin. Sehun yang mendengar percakapan jongin dan suho lewat telfon, membuatnya menahan amarah yang bergejolak begitu saja. Ia kembali marah ketika jongin masih berhubungan dengan suho. Tapi ia.. tidak-tidak,, dia tidak boleh bertindak gegabah. Kalau jongin akan pergi dengan pria itu, maka sehun akan memata-matainya.

.

.

"apa aku harus pergi yaa?" jongin menimang-nimang keputusannya untuk pergi atau tidak, ia teringat sehun, tapi ayam goreng juga menggiurkannya dan akhirnya jongin pun memilih untuk pergi, lagian hanya makan kan? Pikir pemuda itu

.

.

.

.

.

Okay saat ini sehun sedang berada di pojok ruangan-tempat makanan itu, lumayan jauh dari mereka yang sedang bercanda sambil memakan ayam goreng.

"jadi..dia mentraktir jongin makan ayam, dasar…..persaingan yang tidak adil, memanfaatkan apa yang di suka kai." Sehun sibuk berbicara, kesal dari tadi sambil terus mematai mereka.

...

"kai-yaa... kau senang aku traktir ayam goreng?"

"tentu hyung.. kai sangat suka... hmmm.. gomao hyung."

"ne.. sa- *perkataan suho tehenti, hampir saja ia akan menyebut sayang pada kai.

"ne,,kai ya,, cheonma."

Satu jam yang lalu, sehun sibuk mondar mandir di kamar no 21, tempat dimana suho dan jongin ada di dalamnya. Itu adalah kamar suho yang ada di asrama, setelah makan tadi suho mengajak jongin untuk mampir dan sialnya jongin menyetujui ajakan itu.

"aissh apa yang mereka lakukan di dalam…?!" sehun terus mondar mandir sambil mengumpat tidak jelas.

.

.

.

Other side..

"kau mau menunjukkan apa padaku hyung?" Tanya jongin.

"nanti saja, sekarang kau minum ini dulu, tidak baik menolak pemberian orang di kamarnya." Ucap suho mempengaruhi jongin.

"eoh..ne.." jongin mengambil segelas jus jeruk yang telah di buatkan oleh suho padanya.

"aku minum dulu hyung,," jongin mendekatkan minuman itu pada bibirnya dan mulai meminum jus itu.

Satu teguk..dua teguk.. tiga teguk….

Suho bersmirk ria melihat jongin yang dengan mudahnya meminum jus yang sudah di beri obat perangsang.

"sesaat lagi kau kan merasa kepanasan jong.. dan kau akan memohon-mohon padaku untuk menghilangan rasa terangsangmu itu." batinnya

Suho kembali melihatkan smirk mematikannya.

….

"minumannya sangat enat hyung, terima kasih."

"ne.. cheonma.. jonginah.."

Dua menit..4 menit….

Jongin mulai merasakan gerah pada tubuhnya, ia merasakan panas dan uuuukh…. Ini rasanya seperti..

Kepala jongin mulai pusing..

"kau tak apa-apa jong?"

"panas hyung.. ak..akku… emmh…." Jongin sibuk mengeliatkan badannya.

Suho mendekati jongin dan…

.

.

.

.

PRAANGG…..

"jongiiiiin…?"

TBC

.

.

Halo –halo saya kembali lagi untuk melanjutkan ff ini, ada yang masih nungguin ff ini gak yaa?

Terima kasih untuk kalian yang sudah ngeriview,,, nge favorite n nge follow aku..

Ayo di review lagi yang banyak.

Anyeong….