Casts:

Park Jimin as Hina Mishima (16yo) – Ketua 'Grey'

Jeon Jungkook as Shoui Isshiki (16yo) – ketua OSIS BigHit School – Ketua 'White'

Kim Taehyung as Tetsuta Koshiba (16yo) – 'Grey'

Min Yoongi as Kaito Nishizaki (16yo) – Ketua 'Black'

Yoon Sanha!GSas Tsugumi Shirayuki (17 yo) – pengurus OSIS BigHit School – Jungkook's ….. – 'White'

Jung Hoseok as Ruu Usami (16yo) – 'White'

Kim Seokjin as Kyoichi Mishima (29yo) – Jimin's …..

Park Jinyoung as Kosuke Takigami (16yo) – wakil OSIS BigHit School – 'White'

Kim Namjoon as Toshiro Hirayama (33yo) – Jimin's teacher

Wang Jackson as Jonouchi (16yo) – anak buah Suga – 'Black'

Woo Jiho (Zico) as Sugaya (16yo) – anak buah Suga – 'Black'

Kim Yugyeom as Takamizawa (16 yo) – 'Grey'

All in Korean age

Other casts menyusul


Pairing? Secret. Find out by yourself.

School life. Bullying. AU. OOC. BxB. BL. Yaoi.


©BTS, GOT7, ASTRO, and BLOCK B member belong to their parents and agency

©The story is 75% based on Japanese comic with same title by Ayumi Shiina, the last 25% is based on my imagination

A remake fanfiction. It is from a serial comic, so I narrate the story with my style.

Rated: T-M (for bad words and violence actions)


.

.

PENGUIN BROTHERS

.

.

Chapter 7: Kamaitachi, the 'Snake', and the new 'Grey'

.

.


Besok paginya, di gerbang BigHit School

.

"Pagi, Jiminnie!", sapa Hoseok hangat.

"Pagi, Hosiki!", balas Jimin ceria.

"Hebat, ya, kemarin banyak yang sudah pakai baju bebas. Aku jadi kaget.", kata Hoseok sambil berjalan di sebelah Jimin.

"Iya! Kalau terus begini, mungkin akan selesai dalam satu minggu.", kata Jimin riang.

"Ga.. gawat!", seru dua orang namja berseragam hitam ketika mereka melihat Jimin.

"Hm? Hei, tunggu!", seru Jimin.

Kedua namja itu berusaha lari tapi tetap tertangkap oleh Jimin si Usain Bolt.

"Kalian anggota klub atletik, kan?! Kenapa pakai seragam lagi?!", tanya Jimin ketika berhasil menangkap mereka.

"Luka apa itu di pipi kalian?", tanya Jimin lagi setelah melihat ada luka goresan panjang di pipi kedua namja itu.

"I-ini ulah Kamaitachi..", jawab salah satu namja yang Jimin tangkap.

"Kamaitachi..? Apa itu?", tanya Jimin.

"Unit Pembasmi 'Grey'.", jawab V yang baru datang.

"V! Jadi Unit Pembasmi 'Grey' muncul lagi?!", tanya Jimin. "Lawan misterius lagi?! Hah.. 'Snake' saja kita belum tahu.."

"Kali ini beda. Identitas lawan kita sangat jelas.", kata V. "Jackson dan Zico cs, mereka kelas 2, tukang pukulnya Suga."

"Itu, loh, yang kepalanya pelontos, suka pakai bandana, dan kacamata hitam.", jelas Hoseok karena Jimin sepertinya tidak mengerti. "Yang satu lagi yang rambutnya panjang kayak V."

"Hoh?! Si gundul dan si jabrig itu?!", seru Jimin setelah menangkap kedua sosok yang dimaksud V dan Hoseok.

"Nih,", kata V sambil menunjuk pipi namja berseragam hitam tadi. "Tiga gores luka cakar ini ciri khas Kamaitachi."

Setelah berbicara seperti itu, iris mata V menangkap tiga orang namja anggota klub komputer kembali berseragam putih sedang berjalan menuju koridor utama BHS.

"Kalian, dikasari Kamaitachi juga, ya?", tanya V.

"I-iya.. Maafkan kami, V. Kami tahu kami sudah janji, tapi.. Sepertinya kami nggak bisa bersekolah dengan tenang kalau menentang Suga.", jawab salah satu namja itu.

"Ho.. Jadi semuanya kena. Cepat sekali… Loh, Minnie?!", V terkejut karena Jimin sudah tidak ada di sebelahnya.

Dapat ditebak di mana si Usain Bolt itu berada sekarang.


DAP DAP DAP DAP

.

Terdengar langkah kaki seseorang, begitu cepat, mungkin orang itu sedang berlari.

Suga dan antek-anteknya sedang berbicara santai di koridor sekolah dekat kelas mereka, 1-E. Posisi Suga menghadap ke orang yang sedang berlari itu, dan antek-anteknya semua sedang menghadap Suga, jadi mereka tidak tahu ketika orang itu berlari menuju mereka.

Suga pun baru menyadari kalau orang itu berlari menuju mereka saat orang itu sudah berjarak satu meter dengan mereka. Sehingga Suga terlambat memperingati bawahnnya karena tiba-tiba saja….

BUK!

Orang itu menendang kepala anak buah Suga yang berkepala pelontos, Jackson, dan yang berambut gondrong, Zico, hingga K.O. seketika.

"Dasar curang!", seru orang itu. "Kau pikir bisa menyelesaikan masalah dengan kekerasan, hah?!"

Suga memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. Tidak terlihat terkejut dengan aksi orang tadi. "Hah? Kami hanya merebut kembali milik kami. Kamu 'gak berhak protes, anak baru."

Orang itu, Jimin, membalas ucapan Suga. "Cara kalian itu main paksa! Kotor!"

"Ngomong apa sih? Kamu juga sama, kan?", tanya Suga.

Jimin terdiam. Aku juga sama..?

"Kamu memaksa orang untuk bertanding denganmu..", lanjut Suga sambil melangkah mendekati Jimin. "Mereka jadi 'Grey' bukan karena kemauan mereka sendiri. Kalau begitu, sama sekali nggak ada artinya, kan?"

Suga berhenti ketika jaraknya sudah tinggal sejengkal dengan Jimin. Ia menyentuh dagu Jimin, menariknya ke atas hingga Jimin mendongak untuk menatapnya yang memang jauh lebih tinggi dari Jimin, lalu berkata dengan nada sedingin lemari es, "Jadi, jangan salahkan aku yang dengan mudah bisa merebut mereka kembali."


Di taman belakang BHS

.

Dari 100 kembali jadi 0…

Sebal, sih. Tapi Suga benar.

Nggak ada artinya kalau mereka jadi 'Grey' bukan karena kemauan sendiri..

Cara kami salah..

.

Walaupun sedang melamun, Jimin dengan cepat menyadari kalau ada sosok seorang namja berpakaian bebas berjalan mendekatinya. Karena Jimin selalu waspada.

Namun, namja itu bukan V, teman 'Grey' seperjuangannya. Melainkan..

"Kamu..! Anak basket, kan?"

"Hai.", kata namja itu. "Aku Kim Yugyeom."

Jimin memperhatikan perban di kedua pipi Yugyeom dan luka memanjang yang tidak tertutup oleh perban itu.

"Kamu juga dilukai Kamaitachi..? Tapi, kenapa… Kenapa kamu tetap pakai baju bebas..?", tanya Jimin tidak percaya.

Yugyeom berbicara dengan santai, "Anak-anak klub olahraga berlatih bersama, tapi tetap terbagi atas 'White' dan 'Black. Pertandingan olahraga pun dilakukan antara 'White' dan 'Black'…"

Yugyeom melanjutkan, "Itu kan aneh. Padahal, mereka menyukai olahraga yang sama."

Yugyeom tersenyum ketika lanjut berbicara, "Sudah lama aku nggak suka kondisi seperti itu. Tapi aku nggak berani menentangnya. Kalau nggak ada kejadian ini, kalau nggak ada kamu, aku pasti akan berdiam diri terus."

Jimin merasakan wajahnya menghangat saat mendengar penuturan Yugyeom. Ia tidak percaya jika masih ada satu orang yang bertahan menjadi 'Grey' walau sudah ditindak lanjut oleh Unit Pembasmi 'Grey'.

Yugyeom menampilkan senyumnya yang lebih lebar. "Aku akan bekerja sama dengan kalian."

"Ka-kamu serius?!"

"Ne. Aku juga akan membujuk anak-anak basket.", Yugyeom pun melanjutkan, "Terimakasih. Kamu memberiku.. dorongan untuk bertindak."

Jimin tertegun mendengarnya.

"Kita pasti bisa mereformasi sekolah ini.", kata Yugyeom sambil mengacungkan ibu jari kanannya ke udara.

Jimin pun ikut-ikutan mengacungkan kepalan kedua tangannya ke udara. "Yes! Fighting!"

Jimin dan Yugyeom tidak menyadari kalau sedari tadi ada seorang namja yang sedang mengawasi mereka dalam diam.

Setelah Yugyeom pergi, Jimin pun berbalik, hendak pergi juga. Namun langkahnya terhenti ketika ia melihat sosok seorang namja tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya tadi.

"Loh, Jungkook?", tanya Jimin. "Tadi dengar, ya?"

Namja itu, Jungkook, hanya diam saja dengan tangannya yang berada di dalam saku. Tidak menjawab ataupun bereaksi atas pertanyaan Jimin.

"Tuh, kan. Ada juga yang akan mengerti.", kata Jimin lagi.

Jungkook pun terngiang akan ucapan Jimin tempo hari ketika ia mengusir Jimin untuk keluar dari sekolah. 'Asal punya keyakinan, pasti akan ada yang mengerti.'

"Jadi, yang aku lakukan sekarang bukan hal sia-sia.", lanjut Jimin. "Aku akan terus berusaha!"

Baru Jimin hendak berjalan meninggalkan Jungkook, ia menghentikan langkahnya karena teringat sesuatu.

"Ah, cham. Waktu aku pingsan karena ditendang Suga, Jungkook yang membawaku ke UKS, ya?"

"Kalau sudah sadar, jalan sendiri, dong. Kamu berat, tahu.", kata Jungkook dingin.

Wajah Jimin memerah karena dibilang berat. "Nggak sopan!", lalu Jimin melanjutkan, "Waktu itu aku memang nggak sadar, kok. Cuma, aku merasa.. itu pasti Jungkook." Kata Jimin sambil menampilkan senyuman termanisnya yang biasanya hanya ia tampilkan untuk Jin. "Makasih, ya!"

Lalu, setelah berterimakasih, Jimin pun berlari meninggalkan Jungkook yang terdiam terpaku di tempatnya.


Di koridor menuju Ruang OSIS

.

"Sanha, annyeong.", sapa V ceria. "Sudah tahu belum, kami menyatakan perang, loh."

"Ya, aku sudah dengar.", jawab Sanha sambil tersenyum. "Berusahalah, walau terasa sulit."

Lalu Sanha pun berjalan meninggalkan V.

"Hei!"

Namun langkahnya terhenti ketika V memanggilnya lagi.

"Kapan-kapan, undang ke rumahmu, dong. Kudengar rumahmu istana ular.", kata V sambil menampilkan senyum liciknya yang tentu saja tak dapat dilihat oleh Sanha yang berdiri memunggunginya. "Ayahmu.. kolektor reptil, kan?"

V melanjutkan ucapannya karena Sanha tidak bereaksi apapun. Namun kediaman Sanha berarti mengiyakan ucapan V.

"Tenang saja, Minnie belum kuberitahu, kok.", lanjut V. "Aku 'gak kepingin lihat yeoja cantik babak belur, sih.."

Sanha masih berdiri dalam diam, membelakangi V.

"Tapi aku akan berubah pikiran kalau kamu mau mendengar permohonanku.", kata V lagi.

Sanha yang semula memasang wajah datar tanpa ekspresi—yang sebelumnya belum pernah dilihat oleh seluruh siswa BigHit School—langsung berubah ke mode senyumnya yang biasa ketika ia berbalik menghadap V.

"Permohonan apa?", tanya Sanha sambil tersenyum lembut.

V tidak menyembunyikan senyuman liciknya walau Sanha sudah berbalik menghadap dirinya. "Kamu harus pakai baju bebas ke sekolah. Kamu punya waktu satu minggu untuk berpikir: keluar dari 'White' dan bekerja sama dengan kami, atau tetap jadi 'White' dan kusebarkan berita ini."

Ekspresi Sanha kembali datar, senyuman ularnya menghilang seketika.

"Posisimu sebagai pengurus OSIS dan wajah dibalik topengmu itu.. akan kumanfaatkan sebaik-baiknya.", lanjut V.


Besoknya, di gerbang BigHit School

.

Terdapat seorang siswa menggunakan baju bebas sedang berjalan menuju koridor utama BigHit School. Namun siswa itu bukan V, Jimin, ataupun Yugyeom. Seluruh siswa BHS yang melihat siswa itu kebingungan dengan sosok 'Grey' baru yang sedang mereka lihat, karena siswa itu menggunakan coat kebesaran, masker, dan kacamata hitam. Sehingga tidak dapat terdeteksi ia yeoja atau namja dan anak kelas berapa.


Di sudut lain koridor BigHit School

.

"Yang kemarin itu cuma uji coba. Sejak awal, hal itu sudah kuperhitungkan, kalau Suga akan bertindak.", kata V. "Aku hanya ingin melihat apa ada keinginan dari para siswa untuk mengubah sekolah ini."

"Selanjutnya kita ngapain, dong, V?, tanya Jimin. "Cara yang sama 'gak akan mempan. Lagipula.. Aku ingin mereka jadi 'Grey' atas kesadaran mereka sendiri."

"Pagi, Jimin, V!"

"Oh, Yugyeom!", seru Jimin.

"Sudah dengar, belum? Sejak pagi, semua ribut.", kata Yugyeom, "Katanya ada 'Grey' baru."

Jimin dan V saling berpandangan. Lalu sedetik kemudian mereka teriak bersama. "Hah?!"

"Siapa?!"

"Kelas berapa?!"

Kata Jimin dan V berbarengan.

Yugyeom menjawab, "Mereka juga nggak tahu, soalnya anak itu misterius sekali, pakai baju tebal, masker, dan kacamata hitam. Jadi 'gak keliatan dia siapa, yeoja atau namja."

Apakah Sanha? Kalau benar dia.. Cepat sekali dia memutuskan. Benak V.

Lalu tiba-tiba saja sosok yang sedang mereka bicarakan datang menghampiri mereka.

"Ah!", teriak Jimin. "I-itu.."

Sosok 'Grey' baru itu pun mulai melepas atribut penyamarannya. Pertama, ia melepaskan coat-nya. Kedua, ia melepaskan maskernya. Ketiga, ia melepaskan kacamata hitam-nya….

"Hosiki?!", teriak Jimin dan V bersamaan.

"Ah.. jantungku deg-degan, nih.", kata Hoseok. "A-aku juga.. akan bergabung dengan kalian! Melihat Jiminnie.. Aku jadi punya keberanian. Aku ingin bergabung, tapi aku mungkin akan menjadi beban.. Bolehkah?"

Jimin langsung menghambur memeluk Hoseok. "Tentu saja boleh! Ah Hosiki..!"


Jam istirahat, di ruang komputer

.

"Senangnya 'Grey' bertambah satu orang lagi!", seru Jimin kegirangan. "Jadi makin semangat, nih! V, apa tugasku selanjutnya? Apapun kuterima!"

"Tugasmu minggu ini…", V memberikan selembar kertas kepada Jimin.

"Eh, pengawal?"

"Jadi, paman Jiminnie belum pulang juga?"

Jimin dan Hoseok sedang makan siang bersama di bangku taman depan BigHit School.

"Iya. Jadi, untuk sementara, masalah ingatan masa lalu kusingkirkan dulu. Nanti kupikirkan lagi setelah perang ini selesai."

"Oh, begitu..", sahut Hoseok.

Jimin tidak menanggapi perkataan Hoseok lagi karena ia disibukkan oleh pikirannya sendiri.

.

"Mungkin Hosiki akan menjadi titik lemah kita. Lawan-lawan kita akan sadar kalau menyerang Hosiki lebih efektif daripada menyerang Minnie."

"Sejahat-jahatnya Kamaitachi, mereka 'gak akan menyerang namja sebaik Hosiki begitu saja, kan?"

"Pokoknya, seminggu ini, jangan jauh-jauh dari Hosiki."

.

Kenapa harus satu minggu?

.

Lamunan Jimin buyar saat ia melihat sosok Sanha berjalan di seberangnya. "Ah, Sanha noona!"

Sanha menoleh lalu tersenyum lebar. "Halo!"

"Sanha noona pernah bilang nggak suka dengan keadaan sekarang, kan? Mau gabung dengan pasukan reformasi, 'gak?", tanya Jimin.

"Kalau Sanha noona bergabung, pasti kami akan jadi bertambah kuat.", seru Hoseok.

"Fans Sanha noona kan banyak. Pasti nanti mereka juga akan ikut jadi 'Grey' kalau noona mau bergabung, hehe.", kata Jimin lagi.

"Yah.. nggak bisa secepat itu..", kata Sanha sambil tersenyum lemah. "Ada persoalan sedikit, tapi akan kupikirkan.."

"Uwa, benar, ya? Asyik!"

Setelah berbasa-basi sedikit, Sanha pamit meninggalkan Jimin dan Hoseok...

Dengan ekspresi datarnya yang tidak akan terlihat oleh dua makhluk polos di belakangnya.

.

.

TBC

.

.


Jadiiiii snakeu nya siapa yeorobuuuunnn? SANHA! hahahahahahahahaha

ketauan sama mphi yang diem2 ngebobol data sekolah. mphi kan pinter

terus skrg grey nambah dua orang, hosiki sama tokoh baru, yugyeom

nanti yugyeomnya bakal banyak muncul setelah ini

terus antek2nya suga aku bikin dua, jackson sama zico soalnya dua2nya keker gmn gitu kan~ pantes jadi tukang berantem hahahaha

mana rambut zico oppa di mv toy gondrong2 ga jelas gitu, jadi cocok lah

terus rambut jackson yang di reality show yg army2 gitu kan rapi bgt, jadi aja kebayang2 bakal cocok sama tokoh anak buahnya suga

.

besok udah lebaran kan ya?

author mengucapkan selamat lebaran bagi yg merayakan

maaf ya kalau author ada salah2

:*