"Whoaa.. Daebak, noona! Suaramu bagus sekali!", seru seseorang sambil menepukkan tangannya kagum.
"Terimakasih, Bambam. Omong-omong, kenapa kalian disini? Bukankah seharusnya kalian latihan?", tanya Min Ra sambil melepas headphone dari telinganya.
"Ya, seharusnya begitu. Kalau saja urileaderkita, Im Jaebum, tidak mangkir dan kabur kesini ditengah latihan", keluh Jr menendang laki-laki bermata sipit di depannya.
Jaebum tertawa sambil mengusap-usap bokongnya, "Aku tidak meminta kalian ikut kesini, kan?".
"Bagaimana mungkin kami latihan tanpa leader?"
"Woooh, Mark oppa.. Baru kali ini aku mendengarmu bicara", Min Ra menatap Mark terbengong-bengong, sementara Mark sendiri hanya tertawa kecil.
"Youngjae hyung, katakan sesuatu pada teman sekelasmu. Suaranya bagus, kan? Kan?", Yugyeom menggoyang-goyang lengan laki-laki yang lebih pendek di sampingnya.
Youngjae hanya melirik malas tanpa berkomentar.
"Tidak apa, Yugyeom-ah. Lagipula suaraku masih harus dilatih lagi", kata Min Ra sekaligus berusaha menenangkan dirinya sendiri dari rasa kesal akibat sikap acuh dari Youngjae pujaannya.
"Min Ra-yaa..", Jr merangkul bahu Min Ra manja, "karna kami sudah menghabiskan hampir dua jam disini menontonmu latihan, bagaimana kalau sekarang kau gantian menonton kami latihan? Hitung-hitung, memberiku semangat hehe".
Min Ra berdesis kesal sambil menepis rangkulan Jr di bahunya,
"SALAHMU SENDIRI DATANG KESINI"
Hening.
Min Ra baru saja mengucapkan hal yang sama berbarengan dengan... Youngjae.
"Aigooo...", Bambam mulai mengeluarkan ledekannya sambil terbahak-bahak.
"Noona, ayolah, jangan pelit begitu. Temani kami latihan. Lagipula, Jinyoung ahjussi memintamu pulang bersama kami, kan? Kau tak mungkin menganggur disini sampai kami selesain latihan", Yugyeom merajuk manja.
"Yugyeom-ah...", ujar Min Ra hendak menolak.
"Atau kau ingin pulang sendiri?"
'Yak! Im Jaebum! Kau gila?! Kau ingin mati di jalan, hah?! ', hati gadis itu mengomel kesal. Ditariknya sebuah nafas panjang, "Baiklah. Tapi lakukan dengan cepat, arasseo?".
"Yay!", Bambam dan Yugyeom langsung ber-highfive dan berlari ke arah ruang latihan diikuti oleh Youngjae dan Mark.
Jaebum bergumam sambil sedikit terkikik, "Kurasa mereka akan menyusun rencana jahat. Kkkk..".
"Kau, diamlah", kata Min Ra.
"Eii, Min Ra-ya. Kau tak boleh memanggilnya seperti itu", tegur Jr, "oppa.Oppa.Arasseo?", katanya lagi. Kedua tangannya diletakkan di kedua pipi chubby Min Ra.
Jaebum menepis tangan Jr, "Sudahlah, ayo latihan". Lalu tangan kirinya menarik tangan Jr, sementara tangan kanannya terulur ke Min Ra seolah mengajak. Sebuah senyum manis menyimpul di bibirnya.
Min Ra hanya mendelik kesal dan menyambut tangan Jaebum. Laki-laki itu langsung menggenggam tangan Min Ra erat dan mulai menarik dua orang di tangannya ke arah ruang latihan. Ehm, ralat. Mungkin lebih tepatnya, Jaebum menyeret dua orang, bukan menarik. Mengingat langkah kaki Jr dan Min Ra gelagapan menyusul tarikan tangan sang Leader.
