"Yak! Kim Yugyeom! Lakukan dengan benar! Kau juga, Bambam! Apa kau ingin menginap disini?! Hah?!", bentak Jaebum. Ini sudah yang kesekian kalinya para maknae mengacaukan koreografi mereka. Sudah tiga jam berlalu, dan latihan mereka bahkan belum sampai ke bagian chorusnya.

Yugyeom dan Bambam terkekeh pelan, "ne, hyung.Maafkan kami", kata mereka sambil menundukkan kepalanya.

Jaebum mengacak rambutnya frustasi, "baiklah, kita ulang lagi dari awal".

"ei? Dari awal? Tapi Aku lelah", Mark mengusap lengannya.

"hyung, break saja dulu. Nanti kita lanjut lagi", kata Junior menghampiri Jaebum dan menepuk bahunya.

"baiklah, baiklah. Aku juga sudah lelah. Tiga puluh menit lagi kita mulai", titah sang Leader.

Semua memberpun menjawab ucapannya kompak, "nee".

"kau bosan?", tanya Jr sambil mendudukkan bokongnya di sebelah Min Ra.

Gadis itu menggeleng, "Anieyo. Aku senang melihat kalian seperti ini", jawabnya.

"Maksud noona, bagian kami diteriaki dan diomeli sepanjang waktu oleh Jb hyung?", tanya Yugyeom ikut duduk di sisi Jr.

Min Ra menggeleng pelan, "aku suka melihat kalian latihan".

Dari jauh, Youngjae baru saja berhenti dari gerakannya. Ia masih berusaha menyempurnakan tariannya, mengingat ialah yang paling payah dalam hal menari. Laki-laki itu menghela nafas, dadanya tersengal naik turun, keringat menetes dari ujung-ujung rambut dan keningnya.

"ini"

Youngjae menatap manusia di hadapannya heran.

"handuk dan minum. Jangan sombong, terima saja"

Youngjae mengambil dua benda yang diulurkan padanya. "Sudah, pergilah", katanya.

"Ei, Choi Youngjae! Kau harusnya berterima Kasih. Kapan lagi seorang gadis membawakanmu handuk dan minum seperti ini?", Jaebum merangkul Min Ra sambil tertawa.

Rupanya Min Ra lah yang memberikannya handuk dan minum. Gadis itu melihat Youngjae masih sibuk berlatih sendiri dan memutuskan untuk berdiri meninggalkan Jr, Yugyeom juga Bambam - yang bahkan baru duduk untuk bergabung - dan menghampiri Youngjae.

"Yak! Im Jaebum! Singkirkan tanganmu dariku!", omel Min Ra menepis tangan Jaebum dari bahunya.

"Waeyo?"

"Kau itu banjir keringat. Sial."

"Jangan menyumpah, Min Ra-sshi"

Min Ra menoleh ke arah sumber suara. Youngjae bicara padanya?

"M-mwo?"

"Biasakan untuk menjaga mulutmu bersih dari sumpah serapah. Image seperti itu tidak cocok untuk gadis seperti kau", lanjut Youngjae. Kemudian ia melangkah ke pinggir ruangan dan duduk disana seolah tak peduli.

"Dia memang seperti itu. Biasakan diri saja.", kata Jaebum sambil menenggak minumannya.

"eum.."

"Noona! Waeyo!? Apa ada masalah? Kemarilah!", panggil Bambam.

Min Ra melangkah ke arah lingkaran yang sempat ia tinggalkan tadi tanpa merasa perlu menjawab panggilan Bambam. Toh Bambam sudah bisa melihat bahwa ia menghampiri mereka kan?

.

.

.
.

"kenapa pulang malam sekali, Mia?", Nana menyambutnya di depan pintu sambil meraih ransel dari bahu gadisnya.

"Jaebum si bodoh membuatku harus menunggu mereka latihan sampai selesai", maki Min Ra menahan sumpah serapahnya.

Tentu saja Min Ra ingin menyumpah. Bagaimana mungkin mereka membuat Min Ra menunggu selama itu? Bahkan setelah break tadi, mereka menghabiskan dua setengah jam untuk memulai ulang latihannya. Dan ini pasti ulah Yugyeom juga Bambam yang terus menerus melakukan kesalahan yang sama secara berulang sehingga latihan mereka menjadi lebih lama.

"brother-hood, Mia. Panggil dia oppa. Dan jangan memaki orang yang lebih tua darimu", tegur Nana.

Min Ra bukannya tidak tahu bahwa kultur korea sangat menekankan adab dan penghormatan. Tapi, oh Tuhan, gadis itu benar-benar butuh kekuatan saat ini.

"Aku ingin langsung tidur saja, Nana", kata Min Ra sambil menatap jam yang menggantung di dinding, "sudah pukul sebelas. Aku bisa kesiangan jika tidak tidur sekarang".

Nana mengangguk, "tunggu sebentar, biar ku rapikan dulu kamarmu".

"Tidak usah, terimakasih. Aku akan melakukannya sendiri"

"Eii, sudah, duduk dulu disini. Aku yakin kau tidak akan sempat merapikannya saat ini", Nana mendudukkan gadisnya di sofa. Gadis itupun tak menolak, tubuhnya memang sudah lelah, saat ia masuk kamar pun ia hanya akan langsung melompat ke kasur tanpa merapikannya lebih dulu.

Begitu Nana pergi membawa tasnya, Min Ra mengeluarkan ponsel dari saku seragamnya. Khawatir ada pesan penting yang masuk. Ia baru ingat kalau ia belum mengecek ponselnya sejak pagi ini. Dan benar saja, ponselnya penuh dengan pesan masuk.

' From : Om Jinyoung

17.30
Bagaimana sekolah hari ini? Latihanmu lancar? Apa studioku bagus?

18.00
Apa kau sudah pulang?

18.30
Kau dimana? Kenapa belum pulang?

18.55
Aku sudah menelpon Nana, tapi dia bilang kau tak mengabarinya. Apa kau masih di studio?'

19.15
Apa Jaebum bersamamu?

19.40
JUNG MIN RA, JAWAB PESANKU!

20.15
Aku ada di tempatmu. Kau memang benar-benar belum pulang!

20.40
Cepat pulang, gadis bodoh!

21.20
Aku harus pulang sekarang. Cepat pulang, Nana menunggumu!

21.45
KABARI AKU JIKA SUDAH PULANG.

22.05
KAU BELUM PULANG JUGA?

22.30
SEBENARNYA KAU ADA DIMANA, BODOH!

22.45
KABARI AKU!'

Ah, 'Om Jinyoung'nya benar-benar protektif sekali. Bahkan setelah tumpukan pesan ini, masih ada 30 panggilan tak terjawab darinya.

Jemari Min Ra baru saja hendak mengetik pesan balasan ketika sebuah panggilan masuk ke ponselnya.

"yeobosse-"

"Yak! KENAPA KAU BARU MENJAWAB TELPONKU, BODOH!"

Min Ra harus menjauhkan ponsel dari telinganya jika ia tak ingin menjadi tuli dalam sekejap.

"mian.."

"hahh, benar-benar.. Kau dimana?"

"Sudah dirumah"

"kau pulang dengan Jaebum? Kenapa malam sekali? Apa kau sudah makan?"

"iya. Mereka latihan cukup lama tadi"

Diseberang sana, Jyp mengacak rambutnya kesal, "Mia-ya. Kau tahu, kan. Membawamu kesini sendirian adalah tanggung jawab yang besar"

"ne.."

"Kau tahu aku menganggapmu sebagai anakku kan?"

"eum.."

"maka dari itu, jangan membuatku khawatir. Aku tidak mau dua kali kehilangan gadisku"

"arasseo.Mianhae,ahjussi"

"ne. Kalau begitu, cepat tidur. Arasseo? "

"ne,arasseo"

"baiklah, selamat malam"

"saranghae,ahjussi"

"nee"

Kemudian sambungan telpon diputus. Min Ra menghela nafasnya lagi. Seharusnya ia memang tak menuruti permintaan Yugyeom untuk menonton latihan tadi.

LINE!

Min Ra menatap layar ponselnya.

Notifikasi dari grup?

'Got7! GO!

Yugyeom : Noona, kau sudah dirumah?

Jaebum : Tentu saja sudah, bukankah tadi kita mengantarnya?

Yugyeom : Maksudku, apa dia sudah benar-benar istirahat di rumah, hyung.

Jr : Kau. Kenapa tidak bicara saja langsung. Bodoh. Padahal kalian sedang duduk berhadapan di sofa!

Image '

Jr mengirim foto Jaebum dan Yugyeom yang duduk di sofa sambil menaikkan kaki dan memainkan ponsel mereka. Min Ra tertawa.

' Jackson : Mark hyung,aku bertanya tanya. Apa kau, eum, mungkin secara tak sengaja, meninggalkanku di supermarket sendirian saat ini?

Mark : Oh! Ya Tuhan! Aku lupa! Tunggu sebentar, aku akan kembali ke sana.

Bambam : Mark hyung dan Jackson hyung baru saja mampir ke supermarket untuk membeli cemilan dan beberapa barang tadi. Tapi kenapa Jackson hyung bisa tertinggal? Kkkk~

Youngjae : Bambam, kau meninggalkan boxermu di kasurku.

Jaebum : Lol. Cepat ambil.

Bambam : Jaebum hyung baru saja menempelkan boxerku di bagian luar jendela kamarnya! *cry*

Jr : Lol.

Yugyeom : Kkkkk~

Jackson : lol lol lol

Mark : hahahahahahaha

Youngjae : bukan salahku. '

Min Ra tertawa geli, dengan cepat, diketikkannya sebuah pesan dan mengirimnya.

' Min Ra : Kenapa kalian memasukkanku ke grup internal kalian? Bahkan ada pembicaraan pribadi disini. Kkkk~

Yugyeom : Whoa! Akhirnya Noona muncul!

Jr : kau kan sudah jadi bagian dari kami.

Bambam : betul. Kami adalah kamu, Noona.

Jackson : apa kau sedang berusaha mengatakan bahwa boxermu adalah boxer Min Ra juga?

Bambam : Hyuuuuunggg!

Jaebum : Lol. Jr benar Min Ra ya.. Lagipula Jinyoung ahjussimeminta kami untuk memasukkanmu ke grup ini. Dia bilang agar kau semakin cepat beradaptasi disini. Kau tahu? Dengan membiasakan berbahasa korea misalnya.

Youngjae : Dan membiasakan untuk tak menyumpah.

Jackson : Tapi aku suka menyumpah di grup.

Jr : Kalau begitu hentikan.

Jackson : Shiro!

Yugyeom : Hyung!

Mark : Berhentilah menyumpah atau aku akan membalik mobilku pulang ke rumah.

Jackson : arasseo,arasseo!Aku akan berhenti! Cepat jemput aku!

Min Ra : Aku harus tidur sekarang. Bye~

Bambam : Ucapkan selamat malam untukku, Noona!

Yugyeom : Aku juga!

Min Ra : Selamat malam, Bambam. Malam, Yugyeom. *wink*

Yugyeom : Yay! Malam, Noona!

Bambam : Malam! *kissbye*

Jr : kau Tidak ingin mengucapkan selamat malam padaku? *kiss*

Min Ra : Pergilah, sana!

Jaebum : lol. Selamat malam, Min Ra-ya. Dan kalian, CEPAT TIDUR! YOUNGJAE! BERHENTI MENDENGARKAN LAGU DI BERANDA DAN KEMBALILAH KE KAMAR SEKARANG!

Youngjae : Nanti.

Jaebum : Aku akan membuang headphonemu jika besok pagi kau terlambat bangun lagi!

Youngjae : Baiklah, aku akan kembali sekarang. *mad*

Jackson : hahaha!

Jaebum : Kau juga! Cepat pulang!'

Dan notifikasi chat grup berhenti disana. Min Ra sendiri kini baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Nana sudah selesai membersihkan kamarnya dan meminta Min Ra untuk segera istirahat.

.

.

.
.

"ahjussi?Kenapa kau ada disini?", sapa Min Ra heran.

"ah, selamat pagi, Mia. Aku hanya mampir sebentar untuk memastikan kau baik-baik saja setelah pulang kelewat malam di hari pertama sekolah", Jyp mengoles selai pada rotinya.

"pergilah, Om", Min Ra selalu memanggil 'Om' jika sedang kesal seperti sekarang, saat disindir oleh lelaki itu misalnya.

JYP tertawa, "Berhentilah memanggilku seperti itu".

"Nana, apa pagi ini aku juga akan makan roti?", Min Ra mengabaikan Jyp dan menghampiri Nana di dapur.

"Tentu tidak, tuan Putriku. Ambillah nasi disana. Masakanku akan matang sebentar lagi, tunggu saja di meja makan", jawab Nana sambil mengecup pipi Min Ra.

"Berhentilah menciumi pipiku, Nana", Min Ra mengusap pipinya berkali-kali.

"Kempeskan dulu pipimu, baru ku hentikan", Nana terkekeh.

"Mulai hari ini Juho tidak akan mengantarmu lagi", kata Jyp begitu Min Ra kembali duduk di meja dengan semangkok nasi.

"wae? Apa itu hukumanku karna pulang malam?""

"Tidak juga. Jaebum dan Teman-temannya selalu terlambat ke sekolah karna harus mengantar Yugyeom dan Bambam dulu. Jadi kupikir, lebih baik Juho mengantar Yugyeom dan Bambam saja", jelas Jyp panjang lebar.

"Lalu aku?"

"Berangkat saja naik bis", ucap Nana yang baru saja datang meletakkan panci dan beberapa macam lauk lainnya di meja.

"yang benar saja, aish"

Jyp tertawa, "tentu tidak! Aku tidak segila itu membiarkanmu pergi sendiri!".

"lalu?", Min Ra mulai memasukkan suapan pertamanya ke mulut.

Jyp mengunyah rotinya tenang.

"Uhukkk!", Min Ra tiba-tiba saja tersedak, "Jangan-uhuk! Bilang kalau aku-uhuk!".

"yap! Kau berangkat dan pulang bersama Jaebum, Youngjae, Mark dan sepupu angkatmu, Jr!", jawab Jyp yang entah kenapa terlihat luar biasa senang.

Kalau Min Ra hanya bersama Jr mungkin masih tak apa. Ia diangkat anak oleh Jyp, itu artinya secara tidak langsung, Jr yang merupakan keponakan Jyp menjadi sepupunya. Bahkan mereka sudah dekat sejak pertama Min Ra menginjakkan kakinya di tanah Korea.

Tapi jika bersama-sama dengan member yang lain...

Oh, selesai sudah hidup Min Ra kini...