Casts:
Park Jimin as Hina Mishima (16yo) – Ketua 'Grey'
Jeon Jungkook as Shoui Isshiki (16yo) – ketua OSIS BigHit School – Ketua 'White'
Kim Taehyung (V) as Tetsuta Koshiba (16yo) – 'Grey'
Min Yoongi (Suga) as Kaito Nishizaki (16yo) – Ketua 'Black'
Jung Hoseok as Ruu Usami (16yo) – 'Grey'
Kim Yugyeom as Takamizawa (17 yo) – 'Grey'
Cha Eunwoo as Yutaka Iijima (16yo) – 'Grey'
Yoon Sanha!GS as Tsugumi Shirayuki (17 yo) – pengurus OSIS BigHit School – 'Grey'
Kim Seokjin (Jin) as Kyoichi Mishima (29yo) – Jimin's …..
Jung Sooyeon (Jessica) as Natsumi Miyabe (20yo) – Suga's ….
Kim Namjoon as Toshiro Hirayama (33yo) – Jimin's teacher
Im Jaebum as Gou Fujishige (21yo) – 'Grey'
All in Korean age
Other casts menyusul
Pairing? Secret. Find out by yourself.
School life. Bullying. AU. OOC. BxB. BL. Yaoi.
©BTS, GOT7, ASTRO, and SNSD member belong to their parents and agency
©The story is 75% based on Japanese comic with same title by Ayumi Shiina, the last 25% is based on my imagination
A remake fanfiction. It is from a serial comic, so I narrate the story with my style.
Rated: T-M (for bad words and violence actions)
.
.
PENGUIN BROTHERS
.
.
Chapter 11: Target
.
.
Gadis cantik ini.. Cha Eunwoo yang ditakuti para preman..?
Salah satu dari lima orang pelopor 'Grey'…?
.
"Ah, mian. Aku kira kamu namja. Habis namamu seperti nama namja, sih..", kata Jimin.
"Ayahku ingin punya anak lelaki.", kata Eunwoo dingin. "Makanya, sebelum aku lahir, ayah hanya menyiapkan nama untuk laki-laki."
"Malas cari nama perempuan, ya? Keterlaluan, ya..", kata Jimin kelewat ceria. "Tapi keren juga, sih."
"Keren?"
"Ne~! Yeoja tapi pakai nama namja. Keren, kan?"
"Nona!—"
Seorang namja tiba-tiba saja masuk ke ruang musik dan menginterupsi obrolan Jimin dan Eunwoo.
"—Di depan ada komplotan aneh. Ayo, kuantar pulang.", lanjut namja itu.
"Nggak usah, aku muak didampingi kamu.", kata Eunwoo dingin.
"Jangan begitu, dong.. Kalau ada apa-apa sama Nona, aku bisa dibunuh ayah Nona.", kata namja itu. "Hm, siapa si kecil ini? 'Grey' yeoja, ya?", lanjutnya setelah melihat Jimin.
"Kecil?! Yeoja?! Badanmu tuh yang kegedean! Dan aku namja!", bentak Jimin.
"Ho.. mian, aku lama nggak masuk sekolah. Kaget juga melihat jadi banyak anak 'Grey'.", kata namja itu ceria. "Jangan-jangan, kamu si anak baru itu, ya? Siapa namamu?"
Jimin menampilkan wajah kesalnya. "Kenalkan diri dulu, baru tanya nama orang!", kata Jimin ketus.
"Mwo?!". Namja itu terkejut karena Jimin satu-satunya orang yang berani membantah perkataannya, selain Eunwoo. Ia hendak marah, terlihat dari raut wajahnya yang berubah dari sejuk menjadi garang, tapi ia lalu berkata, "Iya, sih, benar juga.."
Namja itu duduk di salah satu kursi yang ada di sana, mengeluarkan bungkus rokok, lalu berkata, "Aku Im Jaebum, kelas 3.". Namja itu mendekatkan rokok pada bibirnya seraya melanjutkan, "Kalau ada urusan dengan Nona muda, harus lewat aku…"
SET!
Jimin merebut bungkus rokok sekaligus menepis rokok yang ada di sela jari namja itu.
"Apa-apaan, kau?!", bentak namja itu.
"Seenaknya saja mau merokok!", Jimin balas membentak.
"Aku tiga kali nggak naik kelas, umurku sudah dua-puluh lebih. Jadi, nggak ada masalah, kan?", kata namja itu dengan sorot mata mengerikan. "Sekarang, kembalikan rokokku!"
Jimin memeluk erat bungkus rokok itu. "Ini sekolah! Jangan membuat masalah!"
Namja itu memajukan tubuhnya mendekati Jimin, masih dengan sorot mata mengerikannya. "Kubilang, kembalikan!"
.
Ugh…!
Sepertinya, dia bukan anak biasa..
Mengerikan, tapi sikap memaksanya berbeda dengan Yoongi.
.
Jimin mengulurkan tangannya, hendak mengembalikan bungkus rokok pada namja itu.
"Bagus kalau sudah paham.", kata namja itu sambil mengulurkan tangannya.
Namun, ketika hendak sampai di telapak tangan namja itu, Jimin menjatuhkan bungkus rokok itu ke lantai lalu menginjaknya hingga pipih. Jimin menepukkan kedua tangannya lalu berkata, "Wah.. Mian, keinjak!"
Namja itu menguarkan aura membunuhnya sambil memelototi Jimin.
"JB, cukup!", seru Eunwoo.
Yang dipanggil JB pun menyeringai, "Hahaha. Baru kali ini ada orang yang berani sama aku.", katanya sambil menepuk-nepuk punggung Jimin. "Aku suka kamu, bocah!"
"Park Jimin..", kata Jimin sambil memandang JB malas.
"Jimin-ah, kita berteman, ya!", kata JB riang.
"JB.. Im Jaebum? Rasanya pernah dengar..", kata Jimin. "Ah! Namamu juga ada di daftar itu! Berarti kamu juga salah satu dari lima pelopor 'Grey'?!"
"Pelopor..?"
"Oh.. Jadi begitu. Jadi para preman itu mengincar Jimin-ah, ya.", kata JB. "Kukira mereka ada kaitannya dengan 'kami'."
"Aku paham maksudmu, tapi aku nggak mau terlibat.", kata Eunwoo dingin.
"Tu.. tunggu!", kata Jimin. "Aku memang egois, meminta pertolongan padamu yang nggak ada hubungannya dengan masalah ini. Tapi, kata anak-anak, cuma kamu yang punya kekuatan untuk membuat mereka mundur. Jadi, tolong bantulah kami..!"
Jimin menundukkan wajahnya, menatap lantai. "Kalau cuma aku sendiri, aku nggak peduli.. Tapi, ada orang lain yang terlibat. Aku ingin menolongnya, tapi aku nggak mampu.."
JB menyandarkan tubuhnya di pagar pembatas koridor lantai 4, di luar ruang musik. "Jimin-ah, jangan pikir dengan memohon saja orang lain akan langsung menolongmu. Apa imbalan bagi Nona bila menolongmu?"
"Eh? Em.. Nggak ada…", jawab Jimin lirih.
"Kalau begitu, negosiasi batal.", kata JB.
"Se-sekarang, sih, nggak ada!", potong Jimin ketika JB dan Eunwoo hendak pergi. "Tapi.. saat kamu mengalami kesulitan, pasti akan kutolong! Aku pasti akan datang untuk menolongmu, aku janji!"
Eunwoo memandang Jimin sebentar lalu membalikkan badannya. "Pulang, ah."
"Cha Eunwoo! Tolong…"
"Sebaiknya,", potong Eunwoo, "..kamu jauhi aku. Demi kebaikanmu sendiri."
"Masih belum keluar juga?!", sahut salah seorang dari gerombolan preman di gerbang BigHit School. "Satu orang, cepat masuk dan cari mereka!"
"Ne!"
Eunwo dan JB yang sedang berjalan menuju gerbang BHS berpapasan dengan komplotan preman itu.
"Wah.. Sepertinya bakal ada pertumpahan darah betulan, nih.", kata JB. "Sepertinya Jimin-ah meminta tolong tanpa tahu siapa Nona sebenarnya, deh. Apa patut bersikap cuek begitu?"
Eunwoo diam saja dan tidak menjawab pertanyaan JB. Namun sebenarnya, di dalam hatinya sedang terjadi perdebatan, antara menolong Jimin atau tidak.
Di lantai 2 BHS
.
Terdapat seorang namja berseragam putih sedang mendongak dari jendela ruang OSIS. Namja itu sedari tadi memperhatikan keadaan di gerbang sekolahnya dalam diam. Namun, kediaman namja itu bukan berarti ia tidak sedang berpikir.
Namja itu tidak akan melewatkan kesempatan yang bisa ia gunakan untuk menghancurkan lawannya, bukan?
"Jadi.. Dia pulang? Kenapa nggak dicegah?!", kata V. Sejujurnya, ia kesal sekali, namun ia tidak pernah—dan tidak akan pernah bisa—marah pada lawan bicaranya itu.
"Habis… aku nggak mau melibatkan lebih banyak orang.", kata Jimin sambil mengusap tengkuknya yang mendadak terasa dingin. "Aku akan keluar dan bicara pada mereka. Aku mau tahu alasan mereka menyerangku!", seru Jimin polos.
"Bodoh! Jangan gegabah!", seru salah satu anggota 'Grey'.
"Tenang saja! Nggak semua orang di dunia ini jahat. Kalau diajak bicara baik-baik pasti… Sakit?!"
Jimin tidak dapat melanjutkan ucapan penuh semangatnya karena pingsan, dipukul dengan tongkat baseball oleh V.
"Oi, cepat ambilkan tali..!", seru V santai.
"Kenapa aku ikutan diikat?!", bentak Jimin setelah kesadarannya kembali. "Lepaskan!"
"Aku suka pribadimu yang sangat menjunjung tinggi keadilan, Minnie. Tapi ingat, di dunia ini banyak juga orang yang nggak bisa diajak bicara."
"Huh, omonganmu jadi kayak Jungkook."
V tidak mengindahkan ucapan Jimin. Ia mengambil mantelnya lalu berkata, "Aku keluar sebentar. Tolong jaga mereka berdua.", kata V sambil menunjuk Jimin dan Suga yang diikat bersebelahan.
"Gerombolan preman itu belum juga bubar.", kata salah satu anggota 'Grey'.
"Berarti malam ini kita menginap di sini.", kata Yugyeom.
"Eeh?! Padahal Jin sudah pulang..", kata Jimin dengan mata yang berkaca-kaca.
Suga melirik Jimin. Oh, jadi 'Jin' itu nama orang..
"Kenapa?", tanya Jimin karena Suga terus-terusan melihat ke arahnya.
"Nggak.", kata Suga. "Omong-omong, apa mereka serius mengikat kita sampai pagi?"
"Kalau aku, sih, kayaknya ngga. Tapi kalau kamu, mungkin iya.", jawab Jimin. "Apa boleh buat. Kalau ikatanmu dilepas, bakal terjadi baku hantam besar-besaran, sih."
Suga memalingkan wajahnya jadi menatap lantai. "Tahu cara berkelahi satu lawan banyak?"
Jimin menatap Suga dengan wajah lucu.
"Biarpun babak belur dikeroyok, bikin K.O. bosnya. Dengan begitu, mereka nggak akan berani unjuk gigi lagi. Akan kutanamkan rasa takut di benak mereka.. Meski sampai saling tusuk sekalipun."
"Kalau begitu, ikatanmu nggak akan pernah dilepas.", jawab Jimin santai.
Tidak peduli dengan tatapan mengerikan Suga, Jimin melanjutkan, "Oh, iya.. Aku harus minta maaf padamu."
Jimin menatap lantai karena malu jika harus bertemu muka dengan Suga. "Em.. Karena menolongku, kamu jadi ikut kena masalah. Padahal, itu bukan urusanmu.. Dan aku juga belum bilang terimakasih, meskipun aku nggak ingin."
Jimin memberanikan diri menoleh menghadap Suga. "Jadi.. Maaf, dan makasih, Min Yoongi.", kata Jimin sambil tersenyum manis.
Suga terpaku mendengar penuturan Jimin yang begitu tulus, plus dengan senyuman manis Jimin. "Ja.. Jangan bilang begitu! Memuakkan!"
Jimin pun menggoda Suga. "Malu, ya? Ah, kamu juga pasti punya sisi manis.. Makanya nama panggilanmu 'Suga', kan?"
"Berisik! Dasar pabo!", bentak Suga dengan wajahnya yang merah padam, sangat kontras dengan kulitnya yang seputih susu.
Di kediaman Cha
.
"Apa-apaan ini, Kim Taehyung?"
Eunwoo berdiri sambil berkacak pinggang di hadapan V yang sedang berlutut.
"Dengan otakmu, kamu bisa dengan mudah membereskan gerombolan itu tanpa harus berbuat begini, kan?"
"Iya, kalau ada waktu. Tapi, sekarang sekolah sudah dikepung. Mereka bisa menyerang kapan saja.. dan kamu satu-satunya orang yang kukenal yang bisa mengatasi situasi ini.", kata V sambil masih menatap lantai.
"Kenapa? Karena aku putri dari keluarga yang ditakuti?", Eunwoo menyunggingkan senyuman liciknya. "Kamu tahu aku benci keluargaku, jadi, kenapa masih minta tolong padaku?"
V mendongakkan wajahnya tapi masih dalam posisi berlutut. "Aku tahu permintaanku sangat egois dan kurang masuk akal, wajar kalau kau marah. Tapi, cuma kamu yang bisa kumintai tolong.."
"Begitu..? Aku mengerti. Tapi… apa kamu siap kehilangan satu jarimu?"
V membatu mendengar ucapan Eunwoo. Setelah mencernanya, V berteriak, "EEH?!"
Entah bagaimana, JB yang sedari tadi berdiri di dekat Eunwoo mendadak sudah memegangi sebelah tangan V sambil mencekik lehernya juga—mengunci pergerakannya. V jadi tidak bisa berkutik karena selain kuat, tubuh JB juga lebih tinggi dan jauh lebih kekar dari tubuhnya.
JB menyeringai sambil mengeluarkan sebilah pisau lipat kecil dari sakunya. "Kalau hilang satu jari, jadi susah otak-atik komputer, dong."
"Eoh. Aku siap.", kata V mantap. "Ini soal keseriusan.. melindungi sesuatu, bukan?", lanjut V sambil tersenyum pahit.
Di toilet pria lantai 4
.
Nggak mungkin kabur lewat jendela..
Pintu toilet dijaga Yugyeom,
Pintu keluar dijaga anak-anak yang lain sampai V kembali..
Hm…
.
Jimin berpikir keras di dalam salah satu bilik kamar mandi. Ia berhasil melepaskan ikatan talinya karena berpura-pura hendak buang air besar.
Sementara itu…
Di markas (dadakan) 'Grey'
.
Suga masih terikat di pilar. Tidak seperti Jimin, ia tidak berhasil membuat anggota 'Grey' melepaskan ikatan talinya, padahal ia benar-benar ingin buang air kecil.
Karena merasa yakin Suga tidak akan bisa melepas ikatan talinya sendiri, anggota 'Grey' meninggalkan Suga sendirian di markas tanpa penjagaan.
Suga tidak bisa berbuat apa-apa selain melamun. Karena partner berbicara yang tadi diikat di sebelahnya sedang ke toilet.
Lamunan Suga buyar ketika tiba-tiba saja pintu markas terbuka lalu seseorang berjalan menghampirinya.
Awalnya Suga terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun, beberapa detik kemudian, senyuman licik khas dirinya pun mengambang di bibir Suga.
"Heh, kau datang.", kata Suga.
Di koridor menuju toilet lantai 4
.
Jimin baru saja keluar dari toilet dan melihat Yugyeom masih berdiri menjaga pintu. Ketika hendak kembali ke markas dadakan 'Grey', ada V yang sedang berjalan dengan gontai ke arah mereka.
"V! Dari mana saja?", tanya Jimin.
V tidak menjawab dan masih lanjut berjalan. Setelah berhadapan dengan Jimin, ia langsung menyandarkan dahinya di pundak Jimin. "Biarkan sebentar, Minnie.. Aku agak capek. Dia bukan tipe negosiator setengah-setengah, sih."
"Hm..? Dia siapa, V?", tanya Jimin.
"Dasar, kamu sendiri sudah memperkirakannya, kan?"
"Cha Eunwoo!", seru Jimin dan juga Yugyeom.
"Nona baik juga, ya!", ledek JB.
"Berisik! Sudah kubilang, nggak usah ikut!", bentak Eunwoo.
"Mana bisa begitu, aku kan pengawal Nona~", kata JB ceria.
"Em.. Eunwoo mau membantu, ya? Senangnya..!", seru Jimin. "Oh, iya. Aku belum tahu kekuatan Eunwoo."
"Aku nggak punya kekuatan, kok.", jawab Eunwoo santai. "Tahu 'Cha Enterprise'?
"Tahu. Yang punya ribuan karyawan dan yaku…za… EH?! Ma-masa, sih?!"
"Aku putri ketua grup itu.", kata Eunwoo dingin.
APA?! Teriak Jimin dalam hati.
"Ayahku, yang telah bersikap keterlaluan karena menamai putrinya dengan nama lelaki, adalah penerus kedua Cha Enterprise."
"Eh?! Jadi begitu, ya. Hahaha.", kata Jimin dengan wajah horornya. Ia terkejut karena tadi siang ia sudah seenaknya meminta pertolongan dari anak seorang ketua yakuza paling berpengaruh se-Korea Selatan.
Jimin melirik ke arah JB. "Dengan ribuan yakuza, mana ada geng preman yang berani… Kamu yakuza asli, dong?"
"Haha. Aku tinggal di rumah Nona.", kata JB kelewat ceria.
"Begitulah, makanya aku nggak dapat masalah walau menjadi 'Grey', jauh dari penindasan…", kata Eunwoo.
Ucapan Eunwoo terhenti karena Jimin menjulurkan tangan ke arahnya.
"Makasih sudah mau datang. Aku akan menjaga janji antar teman yang tadi siang kuucapkan.", kata Jimin sambil tersenyum lebar. "Saat kamu sedang kesusahan, aku pasti datang menolongmu!"
Eunwoo terpaku mendengar penuturan Jimin. Dan juga senyumnya yang menawan. "…Teman?"
"Nggak boleh, ya? Mian."
"Kamu nggak takut? Biasanya begitu dengar 'yakuza', orang langsung menjauh."
"Kenapa? Berteman nggak ada hubungannya dengan latar belakang keluarga, kan? Lagipula, orang yang bisa membuat lagu selembut itu 'gak mungkin jahat.", kata Jimin polos.
"Haha. Jimin-ah memang mengagumkan! Nona muda jadi malu, tuh. Ini pertama kalinya!", seru JB sambil tertawa renyah.
Eunwoo memalingkan wajahnya yang agak bersemu merah. "Aku kemari bukan untuk mendukung kalian. Setelah urusan selesai, aku langsung pulang."
"Gawat! Suga menghilang!", seru salah satu anggota 'Grey'.
"APA?!", seru Jimin, V, dan Yugyeom.
"Suga?", tanya Eunwoo.
Di markas dadakan 'Grey'
.
"Tadi masih ada, kok?!", seru Yugyeom. "Ah, dia memutuskan talinya?! Dasar bocah sial..!"
"V, aku nggak tahu Min Yoongi terlibat!", kata Eunwoo kesal.
"Eh?! A-anu.."
"Aku mau pulang!", seru Eunwoo seraya berbalik ke arah pintu.
"Uwa! Tunggu dulu, Eunwoo!", kata V panik.
Jimin tidak memperhatikan kedua orang yang sedang berdebat di dekat pintu, ia fokus pada tali yang tadi mengikat Suga.
"Lihat, tali ini dipotong dengan pisau!", seru Jimin.
"Siapa pelakunya?!", seru salah satu anggota 'Grey'
"Suga sudah menyuruh semua anak buahnya pulang, jadi nggak mungkin mereka..", jawab anggota 'Grey' lainnya.
"Aku sudah memperkirakannya..", kata V yang telah gagal menahan Eunwoo pulang. "Jadi kutaruh kamera di ruangan ini!"
"Daebak! Kesiapanmu memang oke!", seru anggota 'Grey' lainnya.
Ketika anggota 'Grey' sudah tenang-tenang saja, Jimin masih dengan wajah seriusnya. "Tunggu! Jangan senang dulu! Kita harus mencari Suga. Kalau nggak, bisa fatal akibatnya!"
"Oh, itu dia, di gerbang sekolah!", seru salah satu anggota 'Grey' yang sedang mengintip dari jendela lantai 4.
"Apa?! Kita terlambat!"
Jimin langsung berlari menuju gerbang, tidak peduli dengan teriakan anggota 'Grey' dan tangan-tangan yang mencoba menahannya.
Di gerbang BigHit School
.
"Nongol juga. Kukira sudah kabur.", kata salah satu orang dari gerombolan geng yang mengincar Suga dan Jimin.
Suga berjalan dengan santai mendekati gerombolan itu lalu berkata, "Yang mana bosnya?!", dengan seringaian di wajahnya.
Di salah satu ruangan di BHS
.
"Halo, polisi? Ada orang mengamuk di depan gerbang BigHit School. Tolong ditangkap."
Pip.
Setelah melapor, orang itu langsung memutuskan teleponnya.
"Fufufu. Kasihan kau, Yoongi."
"Min Yoongi!", teriak Jimin sambil terus berlari ke arah perkelahian yang terjadi di gerbang sekolah.
Jimin disusul oleh V, Yugyeom, dan beberapa anggota 'Grey' lainnya. Mereka berhenti ketika melihat perkelahian itu sudah berubah menjadi huru-hara.
"Ah.. Percuma tadi menyembah-nyembah..", rengek V.
"Hentikan, Min Yoongi!", teriak Jimin.
Sedangkan Eunwoo hanya melihat perkelahian di hadapannya dengan ekspresi dingin.
Karena Suga tidak mengindahkan perkataannya, Jimin pun maju ke medan perang. "Min Yoongi!"
"Pabo! Minnie, jangan ke sana!", teriak V.
Namun terlambat, Jimin sekarang sudah berada di tengah perkelahian. Jimin mencari sosok Suga lalu setelah menemukannya, ia langsung memeluk Suga dari belakang.
"Bodoh, minggir!", bentak Suga.
"Jangan! Jangan memukul lagi!", teriak Jimin.
"Aah.. Sudah kubilang, aku nggak jago main fisik..!", seru V yang sedari tadi menghajar siapapun yang hendak menghajar Suga yang sedang dipeluk Jimin.
"V, bawa dia pergi!", teriak Suga sambil meronta-ronta, ingin melepaskan diri dari pelukan Jimin.
"Nona, boleh berpartisipasi?!", tanya JB si pecinta kekerasan.
"Nggak. Ayo pulang!"
"Hah?! Kan kita sudah kemari?"
"Saat sudah begini, mereka nggak akan mau dengar apapun.", kata Eunwoo dingin.
"Yaah.. kita nggak ikut berperan, dong.."
Eunwoo dan JB berjalan menuju parkiran BHS. Namun, baru berapa langkah, sudah terdengar sirine polisi.
"Wah, sepertinya memang lebih baik menyingkir..", kata JB. "Tapi, kok cepat sekali polisi datang?"
Eunwoo masih berjalan tanpa menoleh lagi ke arah perkelahian. "Bisa saja, kan… Kalau orang yang memotong tali si bodoh itu melapor."
.
.
TBC
.
.
Siapakah yang memotong tali suga ? apakah suga sendiri ? apa talinya kabur, takut sama suga ? ha a ha ha
ini endingnya masih jauh kok, jimin kan sumber masalah wkwk kemanapun dia pergi dapet masalah mulu cem detektif conan =))
aku baca review ada yg ngarep vhope, kookmin, sama yoonmin
aku sih ngarepnya mereka sama aku aja lah /langsung digebukin army/
ga ada yg pengen jinmin gitu ?
atau hopemin ? /nggak mungkin sih, kan mereka berdua uke ahaha/
aku fast update ya soalnya bentar lg masuk sekolah. kalo udah sekoolah suka sibuk sampe gabisa ngetik ff /hm sok sibuk/
selamat maraton baca ff ini ! muwah !
