Casts:

Park Jimin as Hina Mishima (16yo) – Ketua 'Grey'

Jeon Jungkook as Shoui Isshiki (16yo) – Ketua 'White'

Kim Taehyung (V) as Tetsuta Koshiba (16yo) – 'Grey'

Min Yoongi (Suga) as Kaito Nishizaki (16yo) – Ketua 'Black'

Jung Hoseok as Ruu Usami (16yo) – 'Grey'

Kim Yugyeom as Takamizawa (17 yo) – 'Grey'

Cha Eunwoo!GS as Yutaka Iijima (16yo) – 'Grey'

Im Jaebum as Gou Fujishige (21yo) – 'Grey'

Kim Seokjin (Jin) as Kyoichi Mishima (29yo) – Jimin's …..

Jung Sooyeon (Jessica) as Natsumi Miyabe (20yo) – Suga's ….

Yoon Sanha!GS as Tsugumi Shirayuki (17 yo) – 'Grey'

Park Jinyoung as Kosuke Takigami (16yo) – 'White'

Kim Namjoon as Toshiro Hirayama (33yo) – Jimin's teacher

Cho Gaeun as Kanako Chouno (17yo) – 'White'

Yang Jungyoon as Rinka Yoshizawa (17yo) – 'Black'

All in Korean age

Other casts menyusul


Pairing? Secret. Find out by yourself.

School life. Bullying. AU. OOC. BxB. BL. Yaoi.


©BTS, GOT7, ASTRO, SNSD, and DAL SHABET member belong to their parents and agency

©The story is 75% based on Japanese comic with same title by Ayumi Shiina, the last 25% is based on my imagination

A remake fanfiction. It is from a serial comic, so I narrate the story with my style.

Rated: T-M (for bad words and violence actions)


.

.

PENGUIN BROTHERS

.

.

Chapter 14: Bloody Christmas Party

.

.


"Wuaah, apaan, nih?! Besar banget!", seru Jimin ketika sampai di vila Gaeun. "'Gak nyangka, deh, dia sekaya ini."

Vila Gaeun terdiri dari pintu gerbang, taman depan, dan vila sebesar istana di buku dongeng yang dulu sering dibacakan Jin untuk Jimin sebelum tidur.

"Katanya dia tinggal sendiri di sini.", kata V.

"Jinjja?!"

"Hm. Dengan alasan jarak ke sekolah yang jauh, orang tuanya memberikan izin."

"Ha..? Simpel sekali.", kata Jimin. "Omong-omong, kamu nggak ganti baju? Cuma celana bahan dan jubah panjang.."

"Memangnya kenapa? Kita nggak perlu mengikuti kata-katanya, kan?"

"Iya, sih.. Tapi, kapan lagi aku pakai setelan lengkap begini? Jas ini juga.. Siapa tahu cuma sekali seumur hidup aku berpakaian begini.", kata Jimin sambil melihat pakaiannya sendiri. "Aneh, ya, V?"

"Iya. Jadi kayak namja.", jawab V sambil berjalan ke arah meja makanan.

"Ya! Apa katamu?!"

"Wah.. wah.. Park Jimin, kau datang juga, rupanya!", seru Gaeun yang tiba-tiba saja sudah ada di belakang Jimin. "Setelan itu cocok sekali untukmu!"

Jimin dan V memperhatikan pakaian yang dikenakan Gaeun. Dress ala Reinassance, syal bulu domba, choker berlian, kipas berenda. Dia.. berlebihan. Benak Jimin dan V.

"Jangan sungkan! Selamat bersenang-senang!", seru Gaeun, agak terlalu ceria.

Setelah Gaeun pergi, V membuka suaranya. "Bersenang-senang 'gimana, di tengah udara yang pengap dan kotor begini? Rencana dia apa, sih?!"

V melihat seorang yeoja yang sedang membawakan minuman. "Yang Jungyoon di sini jadi pelayan juga? Ckckck.."

"Lezaaat! V! Ini enak sekali!", seru Jimin yang sudah membawa sepiring steak wagyu.

"Minnie! Kok santai sekali?!"

"Yah.. habis, mau bagaimana lagi? Kita nikmati saja suasananya.", kata Jimin, "Tenang, saja, kana da aku.", lanjutnya sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Mestinya aku yang bilang begitu..", lirih V pelan. "Hmph, dasar. Kalau lihat Minnie, perasaanku jadi senang.", kata V sambil tersenyum manis.

"Eh? Syukur, deh, kalau begitu.", kata Jimin sambil tersenyum.

.

Si polos ini.. Dia nggak mengerti juga, ya.. Hah.. perjuanganku masih panjang sekali. Benak V.


Di sisi lain ruang pesta

.

"Lihat, mereka santai sekali.", kata salah satu pengikut 'Butterfly' ketika melihat Jimin sedang menyuapi V.

"Nggak sadar apa, dengan yang akan mereka hadapi nanti?!", seru pengikut 'Butterfly' lainnya.

"Fufufu, tawa itu sebentar lagi akan hilang. Ayo, kita mulai…", kata Gaeun.

Gaeun menaiki podium lalu mendekatkan dirinya ke mic standee. "Acara utama malam ini!"

PYAR!

Tiba-tiba saja lampu ruangan meredup da nada lampu sorot yang menyoroti Jimin dan V.

"Maaf membuat kalian menunggu!", lanjut Gaeun. "Saat ini, kita akan mengadakan eksekusi terbuka!"

Gaeun menujuk ke arah Jimin dengan kipas berendanya. "Terdakwa, Park Jimin, kelas 1 BigHit School, maju ke depan!"

Raut wajah Gaeun berubah menjadi horor. "Hahaha! Nggak kusangka dengan tenangnya kau datang kemari! Kau pikir bisa selamat setelah menentangku, hah?! Bermasalah denganku sama saja seperti pergi ke neraka!"

Satu per satu namja bertubuh kekar keluar dari kolong meja, ada juga yang menyamar sebagai mascot kelinci dan hewan lainnya. Mereka semua mengelilingi ruangan pesta sambil menyeringai mengerikan. Lalu ada dua orang yang mengambil kain besar lalu mengurung Jimin dan V.

"Sekarang kalian seperti tikus dalam karung!", seru Gaeun. "Nah, kalian suka siksaan seperti apa? Cara klasik tusuk jarum di sela kuku? Atau ditelajangi dan difoto dalam pose memalukan?"

Gaeun berjalan mendekati dua gundukan kain yang berisi Jimin dan V sambil menyeringai kejam. "Yang jelas, kau akan dipukuli sampai tulangmu patah. Biar tubuhmu paham apa akibatnya bila melawanku!"

"Kau bicara sama siapa?", seru suara seseorang dari lantai dua.

"Ka-kalian?!"

"Yak. Ayo, menghadap kamera!", seru Jimin yang sedang memegang handycam yang terhubung pada laptop yang dipegangi V. "Coba tunjukkan lagi wajahmu yang tadi!"

"Kenapa kalian bisa ada di sana?!", seru Gaeun.

"Aih, ekspresinya mana~? Yang lebih bagus lagi, dong.. Wajahmu kan sedang ditampilkan di seluruh dunia.", kata Jimin. "Semua orang bisa mengakses acara pesta natalmu lewat komputer. Sekarang pun sedang ditayangkan langsung, loh!"

"Kau terlalu asyik dengan rencana jahatmu sampai nggak sadar kalau ada anggota 'Grey' yang menyusup. Kau juga nggak sadar tempat ini sudah dipasangi kamera, kan?", lanjut Jimin. "Aku bukan orang bodoh yang begitu saja masuk ke dalam perangkap semacam ini."

"Aku sudah menyebarkan informasi ke berbagai tempat. Aku bilang 'Di jam ini, kalau kalian akses komputer, akan ada tontonan menarik!'.", kata V ceria.

"Be-berbagai tempat..?", kata Gaeun.

"Yap. Mama-papamu, klien-klien perusahaan papamu, dan juga guru-guru BigHit School yang sedang duduk di depan komputer.. Ah, tetangga-tetanggamu juga sudah kuberi brosur! Mulai besok, kau nggak akan bisa keluar! Hohoho.", seru V agak terlalu senang.

"Kubunuh kalian!", bentak Gaeun.

"Kya! Bagus! Ayo lebih heboh lagi!", pekik Jimin senang.

Gaeun menoleh ke arah pacarnya yang sedang menduduki buntelan kain yang seharusnya berisi tubuh Jimin. "Cepat bantai mereka!"

"Tunggu. Kalau mereka di atas, yang ini siapa?", tanya pacar Gaeun.

"Kurang ajar! Cepat menyingkir dariku!", seru orang yang ditindih pacar Gaeun lalu membebaskan diri dari kain yang menutupinya dan dari orang yang menindihnya. "Dasar, bikin repot saja!"

Pacar Gaeun dan semua bawahannya terkejut melihat orang yang tadi mereka tindih. "Im.. Im Jaebum?!"

"Hm.. Kau ketua 'Higashiku' yang sekarang, ya? Wajar kau tahu namaku. Sebelum kau, adikku yang berkuasa, sih.", kata JB santai.

"Siapa dia?", tanya Gaeun pada pacarnya.

"Bo-bodoh! Orang ini pria legendaris yang menguasai daerah ini sendirian pada umur 15 tahun. Dia pensiun saat umurnya 18!", bentak pacar Gaeun.

"Anak-anak itu temanku. Mau bikin eksekusi terbuka?", tanya JB santai.

"Ng-nggak, kok! Kami nggak tahu mereka teman-temanmu!", seru pacar Gaeun sambil berlutut, disusul seluruh bawahannya, ikut berlutut juga.

"Hee? JB sehebat itu, ya?", tanya Jimin polos.

"Iya.", jawab V. "Aslinya, sih, 'gak seramah itu.. Kalau marah dia lebih seram dari Suga."

"Kenakalan pacarmu itu agak keterlaluan. Urus dia.", kata JB sambil melirik Gaeun.

"Ne! Mianhamnida, hyungnim!", seru pacar Gaeun. "Ya! Bikin malu saja!", bentaknya pada Gaeun.

"Kyaa! Tolong!", teriak Gaeun karena pacarnya mengerikan sekali saat marah.

Gaeun berlari ke arah 'teman-teman' geng 'Butterfly'nya, namun mereka semua menatap Gaeun horor. Mereka juga berbisik—yang agak terlalu kencang—kalau mereka mau pulang, hendak meninggalkan Gaeun begitu saja. Gaeun pun berlari mencari orang lain yang dapat menolongnya, lalu ia melihat Jungyoon sedang berdiri dengan santainya di dekat meja minuman. Saat Gaeun memberikan kode agar Jungyoon menolongnya, Jungyoon malah tersenyum seraya berkata, "Bye, Gaeun."

Gaeun tidak punya siapa-siapa sekarang.

Jimin jengah melihat kelakuan Gaeun yang berlari ke sana kemari mencari pertolongan. Ia pun berkata, "Itu pantas untukmu, Gaeun. Biar kau tahu rasanya diinjak-injak."

Gaeun terpaku di tempatnya, geram mendengar Jimin berbicara seperti itu.

"Kita juga pulang, yuk!", seru V pada anggota 'Grey' yang ada di lantai 1.

"Eh, lagi menarik, nih!", seru salah satu anggota 'Grey'.

Selagi anggota geng 'Grey' lengah, Gaeun mengambil pisau yang ada di meja makan lalu melemparkannya ke arah Jimin.

Jimin melihat pisau itu mendekat ke arahnya, tapi entah kepana ia tidak bisa bergerak. Tolong..!

V yang baru menyadari hal itu pun langsung berteriak, "Awas, Minnie!", sambil berlari menuju Jimin. Ia langsung menghalangi tubuh Jimin dengan cara memeluknya. Karena oleng, V terjatuh ke lantai dan menimpa Jimin.

"V, gwenchana?!", seru Jimin dengan pipi memerah, karena wajah V dekat sekali dengan wajahnya.

"Ya.. Aku nggak kena, kok.", jawab V.

Jimin dan V penasaran kemana pisau itu menancap, mereka mendongak lalu mereka melihat sosok seorang namja menggunakan mantel ala vampir dan topeng dengan pisau yang berada di genggaman tangannya yang sedang mengucurkan darah.

"Du-duguseyo?", tanya Jimin..

Huh, keasyikannya jadi berkurang, deh. Benak V.

Namja itu tidak menjawab. Ia hanya menoleh ke arah Jimin dan V sebentar lalu melemparkan kembali pisau itu ke arah Gaeun. Lima sentimeter lagi saja, pisau itu bisa bersarang di leher Gaeun. Saking terkejutnya, Gaeun pun pingsan.

Setelah melempar pisau, namja itu berbalik lalu pergi.

"Tu-tunggu!", seru Jimin. "Argh! Kakiku terkilir.."

Jimin hendak mengejar namja itu, tapi kakinya terlalu sakit untuk digerakkan.

"Loh, V?! Mau ke mana?!", seru Jimin karena V bukan menolongnya berdiri malah pergi ke arah namja tadi pergi.

.

Aduh, kakiku sakit..

V malah pergi.

Omong-omong, tadi itu siapa, ya..?


V berlari mengejar namja misterius itu hingga ke taman depan vila Gaeun. "Tunggu!"

Namun namja itu tidak menghentikan langkahnya. V pun berteriak kesal. "Hei, kubilang tunggu, Jeon Jungkook!"

.

.

TBC

.

.


Author mau balas review ah~ pyeongg

.

Siapakah yang disukai jimin?

a. Jin

b. Suga

c. Jungkook

d. V

e. Author

Jawabannya…. E! hahahahahaha /lalu dipelototin army/

Nanti terjawab kok, pokonya jawabannya ada di salah satu option di atas kkekeke author baik kan ngasih spoiler kekekeke

Next chap bakal ada special chapter (flashback) !

Tapi bukan masa lalu jimin. Lalu, masa lalu siapa yang akan author beberkan? Jengjengjengjeng

Besok aja liat ndiri hohoho, muah :*