"Chukkae,Oppa!",Ucap Min Ra sambil menyalami tangan Jackson dan Mark.

Sebuah tangan melingkar di bahu gadis itu, "Ucapkan padaku juga!", seru Jr.

"Pergilah sana", ledek Min Ra, tangannya menepis rangkulan Jr di bahunya lalu tertawa saat melihat laki-laki itu merengut, "Bercanda. Chukkae,Jinyoung-ah", kata Min Ra sambil memeluk Jr.

"Hyung,chukkae!",Yugyeom merangkul Jaebum dan membawanya ke arah kerumunan member lainnya.

Jaebum tersenyum, "Kau sudah mendaftarkan dirimu dan Bambam?", tanyanya.

Yugyeom dan Bambam yang memang akan melanjutkan ke sekolah yang sama dengan hyungdeulnya itu sama-sama mengangguk, kemudian mengangkat ibu jari tangannya lurus ke depan.

"Ah, tidak terasa ya. Tahu-tahu sudah setahun saja kau di Korea", sapa sebuah suara.

Min Ra menolehkan kepalanya lalu tersenyum, "nde,oppa.Setahun yang menyenangkan berada di sekolah yang sama dengan kalian", jawabnya.

Mark ikut tersenyum dan mengusap lembut kepala Min Ra. Hari ini adalah hari besar bagi Jackson, Jaebum, Jr dan juga Mark. Tentu saja karna hari ini adalah hari kelulusan mereka dari SMA. Itu sebabnya para member dan tentu saja, Min Ra, hari ini berkumpul di sekolah untuk merayakannya.

"Dimana Youngjae?", tanya Jaebum selagi para member sibuk bercanda sendiri.

Min Ra mendadak gugup, "E-entahlah. Sepertinya ia sedang mendaftarkan nama kalian untuk sesi foto bersama", jawabnya.

"Kenapa kau gugup?"

Min Ra menunjuk dirinya di dada, "Nega?A-anieyo.Apa aku terlihat gugup?"

"Iya. Jelas terlihat", sindir Jaebum, "Padahal yang hari ini menjalani upacara kelulusan kan bukan kamu"

Min Ra hanya menyeringai kecil tak menanggapi.

"Atau mungkin karna Jinyoung ahjussisudah mengatakan sesuatu padamu?", mata sipit Jaebum menatap gadis di hadapannya dengan sedikit menyelidik.

"Me-mengatakan apa?"

"Entah. Beberapa bulan terakhir ini, kau nampak menjauhiku"

"Ti-tidak. Tentu saja tidak. Ke-kenapa aku menjauhimu?", oh ya Tuhan, Min Ra benar-benar berharap seseorang datang dan memotong pembicaraan aneh ini.

"Lihat. Kau gugup"

"A-aku tidak..."

"Hyung,pergilah ke studio foto. Aku sudah mendaftarkan namamu"

"Geure?Gomawo,Youngjae-ya", jawab Jaebum saat tiba-tiba saja Youngjae datang dan menepuk bahunya.

"Eum, tentu saja. Kami akan menunggumu di sini selama kau berfoto. Pastikan saja mengabari di grup nanti", kata Youngjae lagi sambil menunjuk layar ponselnya.

Jaebum mengangguk dan langsung mengajak ketiga temannya untuk pergi ke studio.

"Aku menyelamatkanmu lagi, kan?"

"Apa?"

"Aku menyelamatkanmu lagi"

"Dari ...?"

"Dari situasi awkward yang selalu kau alami akhir-akhir ini bersama Jaebum hyung", kekeh Youngjae.

Min Ra memukul bahu laki-laki itu pelan, "Jaga mulutmu, Sleepy Heads.Jangan sembarangan menyebut nama orang disini".

"Kkkk~ galak sekali. Padahal sudah tidak ada siapapun yang akan menyakitimu lagi"

"Youngjae-ya,..."

"Eum?"

"Aku lapar"

"Aigoo, kau baru saja mengomeliku dan sekarang kau mau memalakku?", ledek Youngjae.

Min Ra lagi-lagi memukul lengan Youngjae, "Bukan memalak. Aku hanya memintamu menemaniku makan", tukasnya.

"Kau ingin makan apa?"

"Ramen"

" Eii, selalu saja ramen", Youngjae tertawa, "Arasseo", katanya, "Bambam-ah, Yugyeom-ah, aku dan Min Ra akan ke kedai depan makan ramen. Kau ingin disini atau ikut kami?"

Yugyeom langsung berteriak keras, "Aku ikut!", serunya.

"Aish, tidak perlu berteriak seperti itu!", Youngjae memukul kepala Yugyeom dengan tangannya. Yang dipukul hanya terkekeh malu.

"Bambam, kau akan ikut tidak?", tanya Min Ra.

Bambam merengut, "aku tidak mau makan ramen. Tapi aku ikut. Aku tidak mau sendirian", ucapnya.

Min Ra tersenyum, "di kedai itu ada banyak pilihan menu. Kau bisa pesan jjangmyeon disana", kata gadis itu. Ia sengaja menyebut makanan kesukaan Bambam supaya bocah itu berhenti merengut.

"Jeongmal?Kalau begitu ayo berangkat!"

"Aigoo,lihat gayanya. Semangat sekali", sindir Youngjae kesal.

Bambam hanya tertawa, dan kemudian ia sudah berlarian menuju kedai bersama Yugyeom.

"Chukkae", gumam Youngjae sambil melangkah.

"waeyo?",Min Ra menatapnya bingung.

"Kau juara satu kan? Oh ayolah baru kali ini ada yang bisa mengalahkan nilaiku"

Min Ra tertawa, "Jinja?Chukkae-yo,Youngjae-ya. Juara dua nampaknya tidak terlalu buruk".

Youngjae tersenyum, "Min Ra-ya.."

"Eum?"

"Yang tadi Jaebum hyungkatakan itu tentang apa?"

Langkah Min Ra terhenti sesaat, "bu-bukan apa-apa"

Youngjae menaikkan alisnya,"Benarkah? Apa kau menyembunyikan sesuatu?"

"Ti-tidak"

" Jujurlah"

"A-aku jujur!"

Youngjae baru hendak memaksa Min Ra bicara saat tiba-tiba saja sebuah suara memanggilnya dari seberang jalan.

"Youngjae hyung!Noona!Cepatlah!", panggil Bambam.

"Mana Yugyeom?"

"Dia disana, Noona.Sedang memesan makanan", jawab Bambam sambil menunjuk ke dalam kedai.

Youngjae mengeluh pelan, "Cepat sekali bergeraknya".

.

.

.

.

.

.
.

"Tentang rencana ahjussi"

"kenapa?"

"Aku tahu kau tak setuju"

"..."

"Kau menyukai 'dia' kan?"

"Aku tak bilang begitu"

"Tapi aku tahu"

"Jangan sok tahu"

"Aku tahu kau menyukainya"

"Terserahmu"

"Dan aku juga tahu aku menyukaimu"

.

.

.

.

.

.

.
"Tenanglah, pabo.", Jr mengetuk kening Min Ra dengan sumpit.

" Bagaimana aku bisa tenang, Jinyoung-ah? Oh kepalaku..", Min Ra kali ini mengetuk keningnya sendiri dengan punggung tangannya.

"Hei, tenanglah", Jr meraih kedua tangan Min Ra dan meletakkannya di meja. Untung saja dorm Got7 sedang sepi, jika tidak, pasti mereka sudah menjadi tontonan menarik bagi member lainnya.

"Kenapa ahjussi harus mengatur jodohku sih?!", sungut Min Ra.

Jr tertawa, "Kau kan gadis kesayangannya".

"Tapi seharusnya tidak sejauh ini"

"Tolak saja"

"Mana bisa?"

"Tuh. Kau saja tak berani"

"Aku hanya tak mau mengecewakan ahjussi"

"Apa kau segitu tidak menyukai Jaebum?"

Min Ra terdiam sejenak, "Eum, bukannya aku tidak menyukainya sih. Aku menyukainya, sejak aku masih di Indonesia"

Jr mencibir, "Ahgase yang tidak pernah mengidolakan seorang Jr, tentu saja".

"Hehe habisnya, kau kurus sekali"

"Bukan salahku!", tukas Jr kesal, "aah, kembali ke pertanyaanku tadi. Lalu kalau kau menyukainya, kenapa kau menolak dijodohkan dengannya?", tanyanya sambil memakan jjangmyeonnya.

"Entahlah"

"Tentukan saja"

"Apanya?"

"Tentukan siapa yang akan kau pilih", kata Jr lagi,

"Siapa?"

"Jangan berpura-pura. Seorang Im Jaebum kah? Atau justru orang yang menawan hatimu sejak awal bertemu dengannya?", Jr memutus ucapannya..

"oh, jangan sebut namanya"

"Apa aku harus menyebutnya? Tapi aku bosan sekali mendengat mulutmu menceritakan nama itu"

"Hentikan"

"Tentu saja teman sekelasmu! Kau menyukai - ah, ani. Kau mencintainya kan? Choi Youngjae?"

'Cklek'

Seseorang keluar dari pintu kamar dengan wajah bangun tidurnya, "Jadi, Kau menyukaiku?". Choi Youngjae menatapnya dengan ekspresi tatapan yang tak terbaca.

"Oh, bagus sekali, Jinyoung-ah", Min Ra menatap Jr kesal.