"Yatuhan pasangan itu.."
"Bagaimana bisa Taeyong tetap bertahan dengan wanita itu?"
"Berisik sekali!"
Bisikkan-bisikkan itu membuat telinga Yuta pengang rasanya. Sebenarnya, jujur saja, Ia juga ingin sekali mengatakan hal serupa. Namun Ia tak ingin menyakiti hati Taeyong, sang pujaan hatinya.
"Yatuhan wanita itu. Yuta, lihat itu! Bagaimana bisa Taeyong tetap sabar sama wanita yang seperti itu!" Ucap Doyoung kepada Yuta. Yuta hanya menghela nafas. Ia membiarkan Doyoung berbicara hal-hal buruk mengenai Taeyong dan menelpon Johnny, sahabatnya.
"Yeoboseo?" Ucapnya dari seberang sana.
"Johnny-ya, kau sibuk?"
"Eh, Yuta. Tidak. Kenapa? Ingin bertemu?"
"Iya. Aku butuh kamu sekarang."
"Tidak lain tidak bukan pasti ingin curhat tentang Taeyong kan?" Johnny terdengar seperti sedang memutar bola matanya.
"Ehehe. Sudah ah, jam istirahat aku ke cafe mu ya. Bye bye." Ia menutup sambungan telpon nya setelah mendengar deheman dari lawan bicaranya.
Terdengar bunyi dentingan bel tanda pintu cafe itu terbuka. Yuta mencari tempat duduk kesukaannya, diujung cafe dimana dia bisa melihat segalanya. Padahal bukan itu sih alasan utama mengapa dia ingin duduk di bangku kesukaan nya itu. Itu karena Ia pernah duduk berdua disini bersama sang pujaan hati, yaitu Taeyong siapa lagi. mereka pernah sekali waktu duduk berdua disini, bercengkrama, sebelum menjadi orang asing seperti sekarang ini.
"Johnny Seo!" Yuta berdiri sambil melambaikan tangan nya kearah Johnny yang baru saja keluar dari meja kasir.
Johnny menghampiri Yuta dan memeluk nya. "Long time no see, Nakamoto." Ucap nya seraya melepaskan pelukan. "Akhir-akhir ini kau sibuk sekali yah? Bahkan menemui sahabat mu saja tidak sempat."
"Hahaha, aku memang dipenuhi pekerjaan akhir-akhir ini John. Mumpung sekarang ada waktu, jadi aku luangkan untuk sahabat ku ini. Kurang baik apa aku sama kamu!" Ucap Yuta meledek,dilanjut oleh ketawa Johnny.
"Mau pesan apa nih? Sekarang gratis deh untuk kamu! Aku juga baik nih hahaha."
"Wii gomawo. Aku pesan yang kayak biasa aja!"
Setelah nya, Johnny memanggil pegawai nya untuk membawakan minuman Yuta dan dia. "Jadi, apa yang ingin kau curhatkan tentang Taeyong?" Ucap Johnny setelah nya.
"Dia selalu bertengkar dengan pacarnya. Aku sedih melihat wajah Taeyong yang begitu sabar menghadapi pacarnya yang manja itu." Ucap Yuta sambil menyeruput kopi nya. "Pacar nya selalu minta diperhatikan, tapi dia sedikit egois – Maksud ku pacar nya yang sangat egois. Wajah Taeyong sangat lelah saat mengejar pacarnya itu. Maksud ku lelah seperti 'he's so done with her attitude'." Ucap Yuta.
"Hold up, kenapa Taeyong mengejar pacarnya?"
"Mungkin sang pacar kesal dan meninggalkan ruangan Taeyong." Ia menghela nafas.
"By the way, siapa sih pacar Taeyong?"
Deg.
"Ah, kau tidak perlu tau!" ucap Yuta sambil melambaikan tangan nya, menandakan tidak.
"Untung nya pacarku tidak seperti itu. Masih baik aku punya pacar setia, cantik, dan sexy seperti Ten." Ucapnya ditambah cengiran Yuta.
Andai saja kau tau yang tadi ku bicarakan adalah pacar mu juga...
"giving into all his bullshit"
Yap, new chapter. I hope you like it guys. Maaf yah kalau aku terlalu kasar mendeskripsikan bias kalian yaitu ten :'(.
Aku pikir yang kemarin Ten udah gak terlihat terlalu 'anu'. Dan ternyata masih... Maaf yah untuk wanita Ten-biased aku ga bermaksud bikin Ten keliatan jalang banget... nanti aku bakal bikin momen Johnten, kalian mau nya gimana? Mau yang kayak cute bikin baper gitu atau gimana? Put your request on the review section below!
ps; kalau kalian ga suka sama watak karakter Ten disini, kalian bisa kasih aku saran aku harus gimanain Ten.
pss; Kalau kalian mau lebih banyak Taeten/Yutae moment, kasih tau aku yah di review section
psss; untuk Johnten, tenang aja nanti aku bikin biar kalian baper huahahahahaha.
